Anda di halaman 1dari 42

EKOSISTEM PERAIRAN TAWAR

HABITAT AIR TAWAR


Habitat Lentik/lenis (tenang) - Danau - Rawa - Kolam - Pasir terapung

Habitat Lotik (Mengalir) - Mata air - aliran air (Brook Creek) - Sungai

FAKTOR PEMBATAS DI PERAIRAN TAWAR

1. SUHU Meskipun suhu air lebih stabil daripada suhu udara, tetapi suhu air tetap merupakan faktor pembatas karena kebanyakan organisme perairan bersifat stenothermal Oligothermal (suhu dingin) dan Polythermal (suhu hangat) 2.KECERAHAN/KEJERNIHAN Kekeruhan dapat disebabkan oleh partikel liat dan lumpur yang merupakan faktor pembatas produktivitas. Kekeruhan juga dapat disebabkan plankton dan organisme lain dan hal ini merupakan indikator/ indeks kesuburan perairan.

3. ARUS/ALIRAN AIR
Arah arus merupakan faktor pembatas Arus menentukan distribusi gas, garam, dan organisme kecil 4. KONSENTRASI GAS PERNAPASAN Konsentrasi CO2 dan O2 5.KONSENTRASI GARAM BIOGENIK Hubungannya dengan pengaturan tekanan osmoregulasi

Fresh water organisms:


1. Bersifat hiperosmotik thd lingkungannya 2. Air bergerak msk kedlm tubuh dan ion ion keluar ke lingkungan dgn cara difusi 3. Berosmoregulasi dgn cara minum sedikit/tdk minum, produksi urine dlm jumlah besar, & ginjal mengabsorbsi ion ion grm dr urine 4. Osmoregulasi pd ikan air tawar melibatkan pengambilan ion dari lingkungan untuk membatasi kehilangan ion. Air akan masuk ke tubuh ikan karena kondisi tubuhnya hipertonik (cairan tbh ikan lebih tinggi drpd konsentrasi media), shg ikan banyak mengeksresikan air dan menahan ion (Boyd, 1990 dalam Arista, 2001) 5. Asupan garam melalui makanan

Osmotik air diperoleh melalui Insang dan bagian lain dari Permukaan tubuh
Penyerapan air Dan beberapa Ion dr makanan

Serapan ion Garam dg insang


Osmoregulation in a freshwater fish

Ekskresi dalam jml Besar adalah urine Dari ginjal

KLASIFIKASI EKOLOGIS ORGANISME AIR TAWAR

1. Berdasarkan NICHE dalam rantai makanan


A. Autotrof (Produsen) Tanaman Hijau Organisme Kemosintetik B. Phagotroph (Konsumen Makro) Herbivora Predator Parasit C. Saprotroph (Konsumen Mikro/Pengurai)

Rantai makanan di perairan tawar

A. Bentos Organisme yg melekat atau beristirahat pada dasar atau hidup didasar perairan Terdiridari: filter feeder (ex: kerang) Deposit feeder (ex: siput) B. Periphyton Organisme (hewan dan tumbuhan) yg hidupnya menempel pada batang dan daun tumbuhan air, atau benda lainnya C.Plankton Organisme perairan yang hidupnya melayang dan pergerakannya bergantung pada arus air.

D. Nekton Organisme perairan yg memiliki kemampuan gerak secara aktif dan tidak bergantung pada arus. Contoh: ikan, amfibi, serangga air yg besar E. Neuston Organisme yg beristirahat atau berenang pada permukaan perairan

Pembagian Plankton
1. Per Biologis: Phytoplankton (tumbuhan) Zooplankton (hewan) 2. Per stadia hidup: Meroplankton: Sebagian daur hidupnya berupa plankton. Ex. Larva ikan, larva kepiting, larva udang. Holoplankton: Seluruh daur hidupnya berupa plankton

Larva ikan merupakan meroplankton dan juga zooplankton

3. Per Ukuran Megaplankton: > 2,0 mm Makroplankton: 0,2-2,0 mm Mikroplankton: 20 m 0,2 mm Nanoplankton: 2 m -20 m Ultraplankton: < 2 m

PADA HABITAT LENTIK 1. Zona Litoral Daerah perairan yg dangkal ditepi danau, dimana penetrasi cahaya matahari biasanya sampai ke dasar perairan. 2. Zona Limnetik Perairan tengah danau dari permukaan sampai dengan kedalaman penetrasi cahaya matahari efektif (pd tingkat kompensasi cahaya) dimana fotosintesis sama denganrespirasi. 3. Zona Profundal Dasar perairan dan kolom perairan diatasnya yg tidak terkena cahaya matahari efektif.

LCL = Light compensation level= Intensitas cahaya matahari 1% dari intensitas cahaya penuh

PADA HABITAT LOTIK : 1. Zona Arus Deras: Daerah dangkal dan kecepatan arus cukup tinggi, shg dasar perairan padat& tdk ada endapan. Organisme yg hidup: Bentos yg telah beradaptasi, Periphyton yg melekat kuat, Ikan yg dpt berenang kuat 2. Zona Arus Lambat: Daerah perairan yg dalam& kecepatan arus sudah berkurang, shg terjadi proses pengendapan dan dasar perairan lunak. Organisme yg hidup: Plankton Nekton penggali Bentos didasar endapan

KOMUNITAS LENTIK

1. SIFAT KOMUNITAS DI ZONA LITORAL


A. PRODUSEN ada2 tipe: 1.Tumbuhan Berakar (Bentik) ; Divisio Spermatophyta: Typha -Pomatogetondiversifolia Scirpus -Pomatogetonpectinalis Sagittaria -Chara Nymphaea 2. Fitoplankton; jenis-jenis ganggang: Spyrogyra -Richteriella Zygnema -Closterium Scenedesmus -Navicula Coelastrum -dll

Typha

Scirpus

Sagittaria latifolia

Nymphaea nauchali

Jenis-jenis phytoplankton

spirogyra Coelastrum navicula

zygnema

scenedesmus

Bila danau/ kolam tercemar dgn nutrisi berlebihan (eutrofikasi)


Ganggang berbentuk benang(ex: Spyrogyra& Zygnema) melimpah pada permukaan air Berpengaruh thd ketersediaan Oksigen di air: Oksigen hasil fotosintesis lepas keudara Ketika ganggang mati, dibutuhkan Oksigen yg banyak utk menguraikannya

Ketersediaan Oksigen di air akanmenurun, shg dapat menekan kehidupan di air dan membunuh ikan/biota air

Zonasi pd Litoral dari pinggir (dangkal dangkal) ) ke tengah (dalam dalam) ) berdasarkan pada vegetasi berakar (Spermatophyta ):

1. Zona vegetasi tersembul (emergent vegetation) 2. Zona vegetasi yg daunnya terapung 3. Zona dgn vegetasi yg tenggelam

1. Vegetasi tersembul (emergent vegetation)


Kondisi ekologis: CO2 diambil dari udara, nutrien diperoleh dari sedimen anaerob pada dasar perairan. Vegetasi berfungsi sebagaipompanutrienbagi ekosistem perairan lentik. Contoh vegetasi: Typhaspp -Sparganiumspp Scirpusspp -Eleocharisspp Sagittariaspp -Pontederiaspp Vegetasi tsb bersama-sama dgn vegetasi pd zona pinggir perairan (yg lembab) merupakan matarantai penghubung antara lingkungan perairan dan daratan. Bermanfaat bagi hewan amfibi dan serangga air sbg tempat perlindungan dan mencarimakan.

2. Zona vegetasi yg daunnya terapung


Kondisi Ekologis: Sama dgn zona 1, tetapi permukaan perairan biasanya tertutup rapat oleh daun vegetasi, shg mengurangi laju fotosintesis Dibawah daun vegetasi tsb merupakan tempat istirahat dan meletakkan telur bagi beberapa biota air. Contoh vegetasi:Nymphaea(teratai)

3. Zona dengan vegetasi tenggelam (submergent vegetation)


Daun cenderung tipis dan terbelah-belah halus sbg adaptasi utk pertukaran nutrisi dan air. Contoh vegetasi: - Pomatogeton spp -Elode - Chara -Anacharis - Ceratophyllum -Najas - Myriophyllum -Vallisneria

Myriophyllum aquatucum

Vallisneria

Elode

Permasalahan Lingkungan Perairan tawar


Produktivitas Primer pd vegetasi tersembul (zona1) cukup tinggi dan dapat menjadi hama/gulma air, shg mengganggu dalam hal: Menyumbat saluran air Pendangkalan Ketersediaan O2 perairan Mengganggu transportasi air (perahu) Mengganggu areal pemancingan Dll.

Jenis Jenis Algae Utama


1. Diatome ( Bacillariaceae) 2. Alga hijau (Cholrophyta) 3. Alga Hijau-Biru (Cyanophyta)

1. Diatome
Bentuk spt kotak dgn cangkang silika. Berpigmen kuning atau coklat dalam kromatofora yg menutupi klorofil Merupakan indikator yg baik utk kualitas air/ pencemaran: Jika Diatom melimpah: kualitas air baik Jika Diatom menurun: air tercemar

2. Alga hijau
Bentuk sel tunggal(ex: Desmid) Bentuk filamen terapung/terikat Bentuk koloni terapung Berwarna hijau (klorofil tdk tertutup pigmen lain) Contoh: Spirogyra, Zygnema, Oedogonium

Spirogyra

Zygnema
Oedogonium

Alga biru ( Cyanophyta)


Ciri- ciri umum: - Tipe sel Prokariotik (sama dgn bakteri) - Uniselular dan Multiselular - memiliki pigmen fikosianin (biru) - klorofil tdk di dalam kloroplas, tetap tersebar di seluruh sitoplasma Habitat : - Perairan (terutama perairan tawar) - Tempat tempat lembab Mampu hidup pada perairan dg suhu smp 85C ( sumber panas) shg ganggang biru merupakan salah satu vegetasi perintis

lanjutan

Contoh Species Alga Biru : - Chroococcus hidup di air/ kolam yang tenang - Gloeocapsa hidup pd batu / epifit pd tumbuhan - Polycitis - Spirulina dpt diolah mjd makanan bprotein tinggi - Oscillatoria - Nostoc Communue - Anabaena Azollae & Anabaena Cycadae yg bersimbiosis dgn paku air Azzola yg mampu menambat Nitrogen bebas shg menambah kesuburan tanah

Anabaena

Nostoc

Oscillatoria

B. Konsumen di zona Litoral


Zona litoral merupakan daerah yg lebih banyak dihuni oleh berbagai jenis fauna dibandingkan dgn zona lainnya (limnetik dan profundal) Kelima kebiasaan hidup (bentos, perifiton, plankton, nekton, & neuston) terdapat pada zona litoral