Anda di halaman 1dari 6

LTM Pengantar Metode Penelitian Kualitatif Kelompok 2 Bob, Raudha Caesaronthya, Syifa Aulia, Vania Utami Bahan: Alan

Bryman. Social Research Methods 2nd edition. New York: Oxford University Press, 2004. (Chapter 17, hal 380-412) Pengantar Ada 3 poin penting dari penelitian kualitatif. Pertama, penelitian kualitatif bersifat induktif ( data menghasilkan teori). Kedua, penelitian kualitatif didapatkan melalui proses understanding dan bersifat interpretatif. Ketiga, penelitian kualitatif percaya bahwa ilmu sosial adalah hasil interaksi antar individu. Postmodernisme Sebagai sebuah pendekatan postmodernisme memiliki 2 poin penting. Pertama, sebagai cara pandang untuk mengkaji masyarakat modern dan budaya. Kedua, sebagai cara pandang untuk merepresentasikan sifat dari ilmu sosial dan pengakuan terhadap pengetahuan. Postmodernis meragukan gagasan bahwa adanya kemungkinan menciptakan sebuah definisi untuk mengkaji realita (setiap realita unik adanya). Metode Penelitian Kualitatif Ada 5 metode utama dalam penelitian kualitatif. Pertama, etnografi/ participant observation (peneliti terjun langsung ke lapangan dan menjadi bagian dari masyarakat yang diteliti). Kedua, qualitative interviewing adalah wawancara secara mendalam. Metode penelitian etnografi juga melibatkan qualitative interviewing. Ketiga adalah focus group. Keempat adalah pengumpulan data kualitatif. Terakhir, pengumpulan analisis kualitatif dan teks dan dokumen. Langkah penelitian kualitatif 1. General research question: menentuka pertanyaan penelitian yan menjadi acuan untuk melaksanakan penelitian tersebut. 2. Seleksi situs dan subjek yang relevan: menentukan partisipan yang hendak diteliti

3. Mengumpulkan data yang relevan: dari data yang banyak dipilah mana yang hendak dianalisis lebih jauh 4. Interpretasi data 5. Conceptual and theoretical work a) Menyeleksi data disesuaikan dengan pertanyaan penelitian b) Mengumpulkan data tambahan (masuk ke langkah 4 kembali) 6. Menuliskan hasil penelitian/kesimpulan Teori dan Penelitian Penelitian kualitatif cenderung memperlakukan teori sebagai suatu hal yang muncul dari hasil analisis data. Namun beberapa peneliti kualitatif juga berargumen data juga punya peranan penting untuk mengkaji teori. Ada dikenal istilah grounded theory, yang maksudnya adalah teori yang muncul dari data, dikumpulkan secara sistematis kemudian dianalisa melalui proses penelitian. Reliabilitas dan Validitas dalam Penelitian Kualitatif Reliabilitas mengacu kepada apakah partisipan yang diteliti bersikap objektif atau tidak sehingga hasil penelitian dapat diandalkan (reliable). Sedangkan validitas lebih mengacu kepada keabsahan metodologi yang digunakan. Menurut LeCompte dan Goetz , validitas dan realibilitas dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. Realibilitas eksternal: apakah hasil penelitian dapat direplikasi 2. Realibilitas internal: konsistensi dari observer (apakah observer dalam satu tim memiliki interpretasi yang sama). 3. Validitas internal: apakah ada kecocokan antara hasil observasi dengan ide teori yang dikembangkan oleh peneliti 4. Validitas eksternal: apakah hasil penelitian mampu digeneralisasikan ke konteks yang lebih luas. Adapun criteria untuk mengevaluasi penelitian kualitatif adalah sebagai berikut: 1. Kepercayaan (kredibilitas/validitas internal, transferability/validitas eksternal,

dependability, confirmability)

2. Kredibilitas 3. Transferability (dapat dipindahkan) TRIANGULATION Triangluation adlaah metode yang diilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa hal yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika penelitian dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Karena itu, triangulasi ialah usaha mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang. Adapun konsep mengenai respondent validation yang mengacu kepada peneliti menyediakan hasil data temuannya kepada partisipan. Tujuannya adalah supaya bisa dicek kembali apakah hasil temuan tersebut sudah sesuai dengan fakta yang dialami partisipan. Keotentikan sebuah data juga punya peranan penting dalam penelitian kualitatif. Adapun Yardley (2010) menambahkan beberapa kriteria penelitian kualitatif meliputi: 1. Sensitivity to context : posisi teoritis yang relevan dan masalah etis. 2. Komitmen dan ketelitian 3. Transparansi dan koherensi 4. Pentingnya dampak yang ditimbulkan Refleksivitas Ada 3 sub-pengertian dari refleksivitas, yaitu: 1. Philosophical self-reflection: instropeksi yang melibatkan inward looking, dimana membuat pengakuan dan mengkritisi asumsi yang dianut 2. Methodological self consciousness: memperhitungkan relasi seseorang dengan objek partisipan yang dipelajari. 3. Methodological self criticism: pengakuan dalam tulisan etnografer Perspektif Partisipan

Metode kualitatif menekankan peneliti untuk berusaha mengkaji suatu fenomena melalui sudut pandang partisipan yang mengalami fenomena tersebut. Ketika kita menempatkan diri sebagai orang yang kita pelajari, kita akan menemukan hal yang berbeda dengan apa yang dilihat oleh orang yang jarang berinteraksi dengan mereka. Akan tetapi hal ini juga cukup berisiko, karena pada beberapa kasus malah peneliti menjadi going native dan kehilangan arah apa yang hendak untuk dipelajari. Penelitian kualitatif lebih condong memaparkan deskripsi yang lebih mendetail daripada penelitian kuantitatif. Deskripsi tersebut penting untuk mengamati pola perilaku objek penelitian. Kita tidak bisa memahami pola perilaku objek penelitian tanpa memahami lingkungan dimana ia tinggal. Dari hal tersebut, bisa dilihat konteks keadaan menjadi penting dalam mempengaruhi perilaku objek penelitian. Penelitian kualitatif bertujuan untuk melihat kehidupan sosial sebagai sebuah proses. Dalam mewawancarai objek penelitian, tidak harus selalu terstruktur melainkan bisa lebih fleksibel. Penelitian kulaitatif tidak se-sistematis penelitian kuantitatif. Hal ini merupakan kelebihan penelitian kualitatif karena memiliki derajat fleksibilitas yang tinggi, sehingga jika dalam prosesnya dijumpai hal yang lebih menarik untuk dikaji peneliti mampu menggali hal tersebut secara lebih mendetail. Contohnya adalah ketika Davies hendak mewawancarai remaja yang mengalami kesulitan belajar. Dalam prosesnya, Davis menyadari bahwa hal tersebut berkaitan erat dengan pola makan. Sehingga makanan menjadi fokus yang perlu digali lebih jauh. Penelitian kualtitatif bersifat induktif dimana konsep dan teori berasal dari data yang dikumpulkan. Ada 4 kritik utama dari penelitian kualitatif. Pertama, penelitian kualitatif terlalu bersifat subjektif. Hal ini dikarenakan penelitian kualitatif tidak se-sistematis penelitian kuantitatif sehingga terkadang membuka celah timbulnya subjektivitas peneliti. Kedua, hasil penelitian sulit untuk direplikasi. Hal ini tidak terlepas karena setiap peneliti memiliki persepsi yang berbeda. Apa yang menarik bagi seorang peneliti belum tentu menarik bagi peneliti lainnya. Respon partisipan terhadap peneliti yang berbeda juga tentunya berbeda, sehingga hasil penelitian sulit direplikasi. Ketiga, hasil penelitian sulit digeneralisasi. Hal ini karena narasumber yang diwawancarai dalam penelitian bukanlah representasi dari populasi, sehingga tidak bisa digeneralisasi. Keempat, kurangnya transparansi. Dalam penelitian kualitatif sulit untuk

membuktikan kredibilitas penelitian. Sebagai contoh, laporan penelitian kadang tidak menjelaskan bagaimana seseorang dipilih menjadi narasumber. Perbedaan dari Penelitian kuantitatif dan kualitatif Kuantitatif Angka (bersifat numerik) Sudut pandang peneliti Ada jarak antara partisipan dengan peneliti Kata- kata Sudut pandang partisipan Peneliti berusaha mendekatkan diri dengan partisipan Teori dan konsep diuji melalui penelitian Hasil penelitian bersifat statis Teori dan konsep muncul dari hasil penelitian Hasil penelitian merupakan proses (adanya hubungan antara tindakan partisipan dengan kondisi sosial) Bersifat terstruktur Hasil penelitian dapat digeneralisasi Bersifat tidak terstruktur Hasil penelitian merupakan pemahaman Kualitatif

kontekstual Data tidak ambigu dan dapat diandalkan Bersifat makro Lebih condong ke perilaku manusia Artificial setting-melaksanakan Data bersifat kaya dan mendalam Bersifat mikro Lebih condong ke makna sebuah perilaku penelitian Natural setting-penelitian dilakukan secara alamiah

dengan kondisi yang telah diatur

Persamaan penelitian kuantitatif dan kualitatif 1. Melakukan pengurangan data. Baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif

menyederhanakan semua data yang didapat untuk mempermudah analisis data. 2. Fokus menjawab pertanyaan penelitian mengenai sifat realitas sosial. 3. Mengaitkan hasil analisis data dengan literatur penelitian. 4. Fokus pada variasi. Penelitian kuantitatif maupun kualitatif fokus kepada apa yang membuat bagaimana objek penelitian berbeda dan faktor apa yang menyebabkan variasi tersebut.

5. Baik keduanya menggunakan intesitas tindakan (frekuensi) sebagai batu loncatan untuk analisis. 6. Bak keduanya memastikan bahwa tidak adanya distorsi data yang menyebabkan kesimpulan menjadi bias. 7. Baik keduanya berargumen akan pentingnya transparansi. 8. Baik keduanya harus mencegah terjadinya kesalahan data. 9. Metode penelitian harus sesuai dengan pertanyaan penelitian. Feminisme dan penelitian kualitatif Dalam pandangan beberapa penulis, penelitian kualitatif sesuai dengan sensitivitas feminis. Sementara, penelitian kuantitatif kurang sesuai. Hal ini disebabkan, karena penelitian kualitatif memberi kesempatan pada peneliti untuk fokus kepada pengalaman perempuan dan mau mendengarkan serta menggali lebih jauh perasaan perempuan, sehingga mampu memahami sudut pandang perempuan. Sedangkan penelitian kuantitaif, terlalu fokus kepada statistik yang tidak mampu memberi gambaran mendetail mengenai perspektif perempuan.

Anda mungkin juga menyukai