Anda di halaman 1dari 43

Skenario A Blok XX (Tutorial 2)

Klarifikasi Istilah
Primary Survey : penilaian awal pada penderita trauma yang jika tidak ditangani akan
mengakibatkan kematian
Secondary Survey : penilaian awal pada penderita trauma yang jika tidak ditangi akan
mengakibatkan kecacatan
Luka bakar : kerusakn jaringan atau kehilangan akibat sumber
panas/dingin/listrik/cahaya yang berlebih
Nyeri : perasaan sakit atau menderita yang diakbatkan dari rangsangan ujung-
ujung saraf tertentu
ejas : kerusakan atau kehilangan jaringan akibat dari cidera
!repitasi : suara/perasaan berdetak" gemertak seperti bila menggesek ujung tulang
#eformitas : perubahan bentuk tubuh sebagian atau seluruh dari yang normal
menjadi abnormal $malformasi%
#istensi : peregangan pada vena jugularis
Soft &issue Swelling : bengkaknya jaringan lunak
'() : Range Of Motion / jumlah maksimal gerakan yang mungkin dilakukan
oleh sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh" yaitu sagittal"
transversal" frontal*
+um contractionum : prgeseran tulang searah sumbu yang bertumpukan
Identifikasi Masalah
,*
-*
.*
/*
0*
1*
Analisi Masalah
1.
a* 2pa saja kemungkinan trauma yang terjadi pada kasus3 ,-.
b* 4agaimana tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran3 /05
&6&2P &6N2N7 2N72N P2N8! 9
4unyikan alarm dengan menekan tombol manual call point" atau dengan memecahkan
manual break glass dan menekan tombol alarm" sambil teriak kebakaran-kebakaran*
ika tidak terdapat tombol tersebut atau tidak berfungsi" orang tersebut harus berteriak
kebakaran kebakaran:::**untuk menarik perhatian yang lainnya*
4eritahu Safety 'epresentative melalui telepon darurat atau lewat ;P" Pager" dan
sampaikan informasi berikut :identitas pelapor" ukuran /besarnya kebakaran" lokasi
kejadian" adanya / jumlah orang terluka" jika ada" tindakan yang telah dilakukan
4ila memungkinkan $jangan mengambil resiko% padamkan api dengan menggunakan alat
pemadam api ringan $2P2'% yang terdekat*
ika api /kebakaran tidak dapat dikuasai atau dipadamkan lakukan evakuasi segera
melalui pintu keluar $6<8&%
&ahap selanjutnya
!unci semua lemari dokumen / file* !unci semua lemari dokumen / file*
4erhenti memakai telepon intern = e>tern* 4erhenti memakai telepon intern = e>tern*
)atikan semua peralatan yang menggunakan listrik* )atikan semua peralatan yang menggunakan listrik*
Pindahkan keberadaan benda-benda yang mudah terbakar* Pindahkan keberadaan benda-benda yang mudah terbakar*
Selamatkan dokumen penting* Selamatkan dokumen penting*
4ersiaga dan siap menanti instruksi / pengumuman dari ?ire +ommander maupun 4ersiaga dan siap menanti instruksi / pengumuman dari ?ire +ommander maupun
Safety 'epresentative* Safety 'epresentative*
4erdiri di depan pintu kantor secara teratur" jangan bergerombol dan bersedia untuk 4erdiri di depan pintu kantor secara teratur" jangan bergerombol dan bersedia untuk
menerima instruksi* menerima instruksi*
6vakuasi akan dipandu oleh petugas evakuasi melalui tangga darurat terdekat 6vakuasi akan dipandu oleh petugas evakuasi melalui tangga darurat terdekat
menuju tempat berhimpun di luar gedung* menuju tempat berhimpun di luar gedung*
angan sekali-sekali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik angan sekali-sekali berhenti atau kembali untuk mengambil barang-barang milik
pribadi yang tertinggal* pribadi yang tertinggal*
&utup semua pintu kantor yang anda tinggalkan $tapi jangan sekali-sekali mengunci &utup semua pintu kantor yang anda tinggalkan $tapi jangan sekali-sekali mengunci
pintu-pintu tersebut% @ntuk mencegah meluasnya api dan asap pintu-pintu tersebut% @ntuk mencegah meluasnya api dan asap
&etap tenang" angan panik 9 &etap tenang" angan panik 9
Segera menuju tangga darurat yang terdekat Segera menuju tangga darurat yang terdekat
4erjalanlah biasa dengan cepat" 2N72N L2'8 4erjalanlah biasa dengan cepat" 2N72N L2'8
Lepaskan sepatu dengan hak tinggi Lepaskan sepatu dengan hak tinggi
anganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan anganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan
4eritahu tamu/pelanggan yang yang kebetulan berada di ruang / lantai tersebut 4eritahu tamu/pelanggan yang yang kebetulan berada di ruang / lantai tersebut
untuk berevakuasi bersama yang lain* untuk berevakuasi bersama yang lain*
4ila terjebak kepulan asap kebakaran" maka tetap menuju tangga darurat dengan 4ila terjebak kepulan asap kebakaran" maka tetap menuju tangga darurat dengan
ambil napas pendek-pendek" upayakan merayap atau merangkak untuk menghindari ambil napas pendek-pendek" upayakan merayap atau merangkak untuk menghindari
asap" jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang asap" jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang
anda anda
4ila terpaksa harus menerobos kepulan asap maka tahanlah napas anda dan cepat 4ila terpaksa harus menerobos kepulan asap maka tahanlah napas anda dan cepat
menuju pintu darurat kebakaran* menuju pintu darurat kebakaran*
Pusat berkumpulnya para pengungsiditentukan ditempat Pusat berkumpulnya para pengungsiditentukan ditempat
Setiap pengungsi diminta agar senantiasa tertib dan teratur Setiap pengungsi diminta agar senantiasa tertib dan teratur
Petugas evakuasi dari setiap kantor agar mencatat karyawan yang menjadi tanggung Petugas evakuasi dari setiap kantor agar mencatat karyawan yang menjadi tanggung
jawabnya* jawabnya*
2pabila ada karyawan yang terluka" harap segara melapor kepada ?irst 2ider atau 2pabila ada karyawan yang terluka" harap segara melapor kepada ?irst 2ider atau
Petugas )edis untuk mendapatkan pengobatan Petugas )edis untuk mendapatkan pengobatan
angan kembali kedalam gedung sebelum tanda aman dimumumkan Safety angan kembali kedalam gedung sebelum tanda aman dimumumkan Safety
'epresentative* 'epresentative*
2.
a* 4agaimana anatomi abdomen3 AB,C
ABDOMEN adaah rongga terbesar daam tubuh. Bentuknya on|ong dan
meuas dar atas dar drafragma sampa pevs d bawah. Rongga
abdomen dukskan men|ad dua bagan, abdomen yang sebenarnya yatu
rongga sebeah atas dan yang ebh besar dar pevs yatu rongga sebeah
bawah dan ebh kec. Batas-batas rongga abdomen adaah d bagan atas
dafragma, d bagan bawah pntu masuk panggu dar panggu besar, d
depan dan d kedua ss otot-otot abdomna, tuang-tuang aka dan ga-
ga sebeah bawah, d bagan beakang tuang punggung dan otot psoas
dan quadratus umborum. Bagan dar rongga abdomen dan pevs beserta
daerah-daerah (Pearce, 1999).
si dari rongga abdomen adalah sebagian besar dari saluran pencernaan" yaitu lambung" usus
halus dan usus besar $Pearce" ,BBB%*
1. Lambun
Lambung terletak di sebelah atas kiri abdomen" sebagian terlindung di belakang iga-iga sebelah
bawah beserta tulang rawannya* (rifisium cardia terletak di belakang tulang rawan iga ke tujuh
kiri* ?undus lambung" mencapai ketinggian ruang interkostal $antar iga% kelima kiri* +orpus"
bagian terbesar letak di tengah* Pylorus" suatu kanalis yang menghubungkan corpus dengan
duodenum* 4agian corpus dekat dengan pylorus disebut anthrum pyloricum*
?ungsi lambung :
a* &empat penyimpanan makanan sementara*
b* )encampur makanan*
c* )elunakkan makanan*
d* )endorong makanan ke distal*
e* Protein diubah menjadi pepton*
f* Susu dibekukan dan kasein dikeluarkan*
g* ?aktor antianemi dibentuk*
h* !hime yaitu isi lambung yang cair disalurkan masuk duodenum $Pearce" ,BBB%*
2. !sus "alus
@sus halus adalah tabung yang kira-kira sekitar dua setengah meter panjang dalam keadaan
hidup* @sus halus memanjang dari lambung sampai katup ibo kolika tempat bersambung dengan
usus besar* @sus halus terletak di daerah umbilicus dan dikelilingi usus besar*
@sus halus dapat dibagi menjadi beberapa bagian :
a* #uodenum adalah bagian pertama usus halus yang panjangnya -0 cm*
b* Deyenum adalah menempati dua per lima sebelah atas dari usus halus*
c* 8leum adalah menempati tiga pertama akhir*
?ungsi usus halus adalah mencerna dan mengabsorpsi khime dari lambung isi duodenum adalah
alkali* $Pearce" ,BBB%
#. !sus Besar
@sus halus adalah sambungan dari usus halus dan dimulai dari katup ileokdik yaitu tempat sisa
makanan* Panjang usus besar kira-kira satu setengah meter*
?ungsi usus besar adalah :
a* 2bsorpsi air" garam dan glukosa*
b* Sekresi musin oleh kelenjer di dalam lapisan dalam*
c* Penyiapan selulosa*
d* #efekasi $pembuangan air besar% $Pearce" ,BBB%
$. "ati
;ati adalah kelenjer terbesar di dalam tubuh yang terletak di bagian teratas dalam rongga
abdomen di sebelah kanan di bawah diafragma* ;ati Secara luar dilindungi oleh iga-iga*
?ungsi hati adalah :
a* 4ersangkutan dengan metabolisme tubuh" khususnya mengenai pengaruhnya atas makanan
dan darah*
b* ;ati merupakan pabrik kimia terbesar dalam tubuh/sebagai pengantar matabolisme*
c* ;ati mengubah Eat buangan dan bahan racun*
d* ;ati juga mengubah asam amino menjadi glukosa*
e* ;ati membentuk sel darah merah pada masa hidup janin*
f* ;ati sebagai penghancur sel darah merah*
g* )embuat sebagian besar dari protein plasma*
h* )embersihkan bilirubin dari darah $Pearce" ,BBB%*
%. Kandun &m'edu
!andung empedu adalah sebuah kantong berbentuk terong dan merupakan membran berotot*
Letaknya di dalam sebuah lekukan di sebelah permukaan bawah hati" sampai di pinggiran
depannya* Panjangnya delapan sampai dua belas centimeter* !andung empedu terbagi dalam
sebuah fundus" badan dan leher*
?ungsi kangdung empedu adalah :
a* !andung empedu bekerja sebagai tempat persediaan getah empedu*
b* 7etah empedu yang tersimpan di dalamnya dibuat pekat* $Pearce" ,BBB%*
(. )ankreas
Pankreas adalah kelenjar majemuk bertandan" strukturnya sangat mirip dengan kelenjar ludah*
Panjangnya kira-kira lima belas centimeter" mulai dari duodenum sampai limpa* Pankreas dibagi
menjadi tiga bagian yaitu kepala pankreas yang terletak di sebelah kanan rongga abdomen dan di
dalam lekukan abdomen" badan pankreas yang terletak di belakang lambung dalam di depan
vertebre lumbalis pertama" ekor pankreas bagian yang runcing di sebelah kiri dan menyentuh
limpa*
?ungsi pankreas adalah :
,* ?ungsi e>okrine dilaksanakan oleh sel sekretori lobulanya" yang membentuk getah
pankreas dan yang berisi enEim dan elektrolit*
-* ?ungsi endokrine terbesar diantara alvedi pankreas terdapat kelompok-kelompok kecil sel
epitelium yang jelas terpisah dan nyata*
.* )enghasilkan hormon insulin F mengubah gula darah menjadi gula otot $Pearce" ,BBB%*
*. +in,al
7injal terletak pada dinding posterior abdomen" terutama di daerah lumbal di sebelah kanan dari
kiri tulang belakang" di belakang peritoneum* #apat diperkirakan dari belakang" mulai dari
ketinggian vertebre thoracalis sampai vertebre lumbalis ketiga ginjal kanan lebih rendah dari kiri"
karena hati menduduki ruang banyak di sebelah kanan* Panjang ginjal 1 sampai 5G centimeter*
Pada orang dewasa berat kira-kira ,/C gram* 7injal terbagi menjadi beberapa lobus yaitu : lobus
hepatis de>ter" lobus Huadratus" lobus caudatus" lobus sinistra*
?ungsi ginjal adalah :
a* )engatur keseimbangan air*
b* )engatur konsentrasi garam dalam darah dan keseimbangan asam basa darah*
c* 6kskresi bahan buangan dan kelebihan garam* $Pearce" ,BBB%
-. Lim'a
&erletak di regio hipokondrium kiri di dalam cavum abdomen diantara fundus ventrikuli dan
diafragma*
?ungsi limpa adalah :
a* Pada masa janin dan setelah lahir adalah penghasil eritrosit dan limposit*
b* Setelah dewasa adalah penghancur eritrosit tua dan pembentuk homoglobin dan Eat besi bebas*
Limpa dibagi menjadi beberapa bagian" yaitu :
a* #ua facies yaitu facies diafraghmatika dan visceralis*
b* #ua kutub yaitu ekstremitas superior dan inferior*
c* #ua margo yaitu margo anterior dan posterior
b* 4agaimana anatomi ekstremitas inferior3 ,-.
Pelvis
Pelvis terdiri atas sepasang tulang panggul $hip bone% yang merupakan tulang pipih* )asing-
masing tulang pinggul terdiri atas . bagian utama yaitu ilium" pubis dan ischium* 8lium terletak
di bagian superior dan membentuk artikulasi dengan vertebra sakrum" ischium terletak di bagian
inferior-posterior" dan pubis terletak di bagian inferior-anterior-medial* 4agian ujung ilium
disebut sebagai puncak iliac $iliac crest%* Pertemuan antara pubis dari pinggul kiri dan pinggul
kanan disebut simfisis pubis* &erdapat suatu cekungan di bagian pertemuan ilium-ischium-pubis
disebut acetabulum" fungsinya adalah untuk artikulasi dengan tulang femur*
?emur
?emur merupakan tulang betis" yang di bagian proksimal berartikulasi dengan pelvis dan
dibagian distal berartikulasi dengan tibia melalui condyles* #i daerah proksimal terdapat
prosesus yang disebut trochanter mayor dan trochanter minor" dihubungkan oleh garis
intertrochanteric* #i bagian distal anterior terdapat condyle lateral dan condyle medial untuk
artikulasi dengan tibia" serta permukaan untuk tulang patella* #i bagian distal posterior terdapat
fossa intercondylar*
&ibia
&ibia merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih medial dibanding dengan fibula* #i
bagian proksimal" tibia memiliki condyle medial dan lateral di mana keduanya merupakan facies
untuk artikulasi dengan condyle femur* &erdapat juga facies untuk berartikulasi dengan kepala
fibula di sisi lateral* Selain itu" tibia memiliki tuberositas untuk perlekatan ligamen* #i daerah
distal tibia membentuk artikulasi dengan tulang-tulang tarsal dan malleolus medial*
?ibula
?ibula merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih lateral dibanding dengan tibia* #i
bagian proksimal" fibula berartikulasi dengan tibia* Sedangkan di bagian distal" fibula
membentuk malleolus lateral dan facies untuk artikulasi dengan tulang-tulang tarsal*
&arsal
&arsal merupakan 5 tulang yang membentuk artikulasi dengan fibula dan tibia di proksimal dan
dengan metatarsal di distal* &erdapat 5 tulang tarsal" yaitu calcaneus" talus" cuboid" navicular"
dan cuneiform $," -" .%* +alcaneus berperan sebagai tulang penyanggah berdiri*
)etatarsal
)etatarsal merupakan 0 tulang yang berartikulasi dengan tarsal di proksimal dan dengan tulang
phalangs di distal* !husus di tulang metatarsal , $ibu jari% terdapat - tulang sesamoid*
Phalangs
Phalangs merupakan tulang jari-jari kaki* &erdapat - tulang phalangs di ibu jari dan .
phalangs di masing-masing jari sisanya* !arena tidak ada sendi pelana di ibu jari
kaki" menyebabkan jari tersebut tidak sefleksibel ibu jari tangan*
c* 4agaimana anatomi ekstremitas superior3 /05
d* 4agaimana gambaran mikroskopis dan anatomi dari kulit manusia3 AB,C
e* (rgan apa saja yang terkena trauma pada kasus3 ,-.
f* 4agaimana mekanisme trauma pada kasus3 $luka bakar" nyeri" bengkak" trauma
ekstremitas" abdomen% /05
-uka bakar
'espon inflamasi lokal dan sistemik terhadap luka bakar sangat kompleks" sehinggabaik kerusakan jaringan
terbakar secara lokal dan efek sistemik terjadi pada semua sistemorgan lain yang jauh dari daerah terbakar itu
sendiri* )eskipun peradangan dimulai segerasetelah terjadinya luka bakar" respon sistemik berlangsung berkala"
biasanya memuncak 0sampai 5 hari setelah luka bakar* Sebagian besar perubahan lokal dan tentu saja
mayoritasperubahan luas disebabkan oleh mediator inflamasi* Luka bakar yang menginisiasi reaksiinflamasi
sistemik memproduksi racun dan radikal oksigen dan akhirnya menyebabkanperoksidasi* ;ubungan antara
jumlah produk dari metabolisme oksidatif dan pemulung alamidari radikal bebas menentukan hasil kerusakan
jaringan lokal dan jauh dan kegagalan organlebih lanjut dalam luka bakar* aringan terluka menginisiasi suatu
inflammation-inducedhyperdynamic" hypermetabolic yang dapat menyebabkan kegagalan organ progresif yang
parah$+akir = Degen -CC/%*Luka bakar mayor mengakibatkan trauma parah* !ebutuhan energi dapat
meningkatsebanyak ,CCI di atas pengeluaran energy istirahat $'66%" tergantung pada luas dankedalaman cedera
$7ambar .B-5%* !atabolisme protein berlebihan dan ekskresi nitrogen urinmeningkat seiring hlpermetabolisme
ini* Protein juga hilang melalui luka bakar eksudat* Pasienluka bakar sangat rentan terhadap infeksi" dan secara
nyata meningkatkan kebutuhan energidan protein* !arena pasien dengan luka bakar mayor mungkin berkembang
menjadi ileus dananoreksia" dalam hal ini dukungan giEi sangat diperlukan $)ahan = Stump -CCA%*
nyeri
,* &ransduksi $transduction%" merupakan proses stimuli nyeri $no>ious stimuli% yang
diterjemahkan atau diubah menjadi aktivitas listrik/potensial aksi pada ujung-ujung
saraf* #eteksi stimulasi nyeri memerlukan aktivasi organ sensorik perifer yang peka
nyeri atau nosiseptor* Nosiseptor tersebar luar di tubuh $kulit" otot" sendi" viscera"
meninges% yang merupakan ujung-ujung bebas serat saraf aferen 2-delta dan +*
Nosiseptor ini akan diaktifkan oleh rangsangan dengan intensitas tinggi semisal rangsang
termal" mekanik" elektrik dan kimiawi maupun oleh Eat-Eat algesik $Eat yang bisa
merangsang reseptor nyeri% seperti ion !" ;" asam laktat" glutamate"serotonin"
bradikinin"2&P" histamine " prostasiklin dan prostaglandin*
-* &ransmisi $transmission%" merupakan proses penyaluran impuls melalui saraf sensoris
menyusul proses transduksi* 8mpuls ini akan disalurkan oleh serabut saraf 2-delta dan
serabut + sebagai neuron pertama dari perifer ke medulla spinalis*
.* )odulasi $modulation% adalah proses interaksi antara system analgesic endogen dengan
impuls nyeri yang masuk ke kornu posterior medulla spinalis* System analgesic endogen
meliputi enkefalin" endorphin" serotonin dan noradrenalin yang mempunyai efek
menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis*dengan demikian kornu
posterior diibaratkan sebagai pintu gerbang nyeri yang bisa tertutup atau terbuka untuk
menyalurkan impuls nyeri* #imana proses tertutup atau terbukanya pintu nyeri tersebut
diperankan oleh system analgesic endogen tersebut*
/* Persepsi $perception% adalah hasil akhir dari proses interaksi kompleks dan unik yang
dimulaidari proses transduksi" transmisi dan modulasi yang pada gilirannya menghasilkan
suatu perasaan yang subyektif yang dikenal sebagai persepsi nyeri* Persepsi nyeri sangat
dipengaruhi oleh factor psikologis seperti persepsiorang dalam mengartikan nyeri"
perhatian" status emosional dan factor somatic seperti berat ringannya kerusakan jaringan*
4ila suatu kekuatan eksternal dibenturkan pada tubuh manusia $akibat kecelakaan lalulintas"
penganiayaan" kecelakaan olah raga dan terjatuh dari ketinggian%" maka beratnya trauma
merupakan hasil dari interaksi antara faktor J faktor fisik dari kekuatan tersebut dengan jaringan
tubuh* 4erat trauma yang terjadi berhubungan dengan kemampuan obyek statis $yang ditubruk%
untuk menahan tubuh* Pada tempat benturan karena terjadinya perbedaan pergerakan dari
jaringan tubuh yang akan menimbulkan disrupsi jaringan* ;al ini juga karakteristik dari
permukaan yang menghentikan tubuh juga penting* &rauma juga tergantung pada elastitisitas dan
viskositas dari jaringan tubuh* 6lastisitas adalah kemampuan jaringan untuk kembali pada
keadaan yang sebelumnya* Kiskositas adalah kemampuan jaringan untuk menjaga bentuk aslinya
walaupun ada benturan* &oleransi tubuh menahan benturan tergantung pada kedua keadaan
tersebut** 4eratnya trauma yang terjadi tergantung kepada seberapa jauh gaya yang ada akan
dapat melewati ketahanan jaringan* !omponen lain yang harus dipertimbangkan dalam beratnya
trauma adalah posisi tubuh relatif terhadap permukaan benturan* ;al tersebut dapat terjadi cidera
organ intra abdominal yang disebabkan beberapa mekanisme :
L )eningkatnya tekanan intra abdominal yang mendadak dan hebat oleh gaya tekan dari luar
seperti benturan setir atau sabuk pengaman yang letaknya tidak benar dapat mengakibatkan
terjadinya ruptur dari organ padat maupun organ berongga*
L &erjepitnya organ intra abdominal antara dinding abdomen anterior dan vertebrae atau struktur
tulang dinding thoraks*
L &erjadi gaya akselerasi J deselerasi secara mendadak dapat menyebabkan gaya robek pada
organ dan pedikel vaskuler*
Patofisiologi
Patah tulang biasanya terjadi karena benturan tubuh" jatuh atau trauma $Long" ,BB1: .01%*
4aik itu karena trauma langsung misalnya: tulang kaki terbentur bemper mobil" atau tidak
langsung misalnya: seseorang yang jatuh dengan telapak tangan menyangga* uga bisa karena
trauma akibat tarikan otot misalnya: patah tulang patela dan olekranon" karena otot trisep dan
bisep mendadak berkontraksi* $(swari" -CCC: ,/5%
?raktur dibagi menjadi fraktur terbuka dan fraktur tertutup* &ertutup bila tidak terdapat
hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar* &erbuka bila terdapat hubungan antara
fragmen tulang dengan dunia luar oleh karena perlukaan di kulit* $)ansjoer" -CCC: ./1%*
Sewaktu tulang patah perdarahan biasanya terjadi di sekitar tempat patah dan ke dalam
jaringan lunak sekitar tulang tersebut" jaringan lunak juga biasanya mengalami kerusakan*
'eaksi peradangan biasanya timbul hebat setelah fraktur* Sel-sel darah putih dan sel mast
berakumulasi menyebabkan peningkatan aliran darahketempat tersebut* ?agositosis dan
pembersihan sisa-sisa sel mati dimulai* #i tempat patah terbentuk fibrin $hematoma fraktur% dan
berfungsi sebagai jala-jala untuk melekatkan sel-sel baru* 2ktivitas osteoblast terangsang dan
terbentuk tulang baru imatur yang disebut callus* 4ekuan fibrin direabsorbsi dan sel-sel tulang
baru mengalami remodeling untuk membentuk tulang sejati $+orwin" -CCC: -BB%
8nsufisiensi pembuluh darah atau penekanan serabut saraf yang berkaitan dengan
pembengkakanyg tidak ditangani dapat menurunkan asupan darah ke ekstremitas dan
mengakibatkan kerusakan saraf perifer* 4ila tidak terkontrol pembengkakan dapat
mengakibatkan peningkatan tekanan jaringan" oklusi darah total dapat berakibat anoksia
jaringanyg mengakibatkan rusaknya serabut saraf maupun jaringan otot* !omplikasi ini
dinamakan sindrom kompartemen $4runner = suddarth" -CC-: --A5%
g* 4agaimana cara menghitung luas luka bakar3 AB,C
Cara Mengukur Luas Luka Bakar
Rumus "Roe of nne"
Untuk menghtung uas uka bakar dnyatakan dengan prosentase dan
menggunakan rumus roe of nne yatu pembagan yang menggunakan
kepatan semban, dengan perncan sebaga berkut :
Kepaa dan eher : 9 %
Lengan dan tangan masng-masng : 9 %
Badan depan : 18 %
Badan beakang : 18 %
Paha, bets, dan kak masng-masng : 18 %
Gentaa eksterna : 1 %
Berat rngannya Luka Bakar
Dapat dbag men|ad 3 bagan, yatu :
Luka bakar berat
Adaah uka bakar dera|at II > 25 %
Luka bakar dera|at I > 10 %
Luka bakar pada ken dengan usa kurang dar 27 tahun dan ebh dar
60 tahun, uka bakar mengena daerah tangan, kak dan perneum. Luka
bakar dengan menghsap asap, uka bakar karena strk dan uka bakar
dengan kompkas trauma an/penyakt an.
Luka bakar sedang
Adaah uka bakar tngkat II yang uasnya 15 - 25 % pada orang dewasa,
10 - 20 % pada anak-anak atau rema|a atau uka bakar dera|at III kurang
dar 10 %.
Luka bakar rngan
Luka bakar tngkat II kurang dar 15 % pada orang dewasa atau uka bakar
tngkat III kurang dar 2 %.
h* 4agaimana derajat luka bakar3 ,-.
Dera|at I :
Yang terkena hanya apsan epderms sa|a, kut tampak kerng, tdak
terdapat bua, kemerahan, terdapat nyer dan sedkt edema, u|ung saraf
tdak terganggu.
Luka bakar dera|at I n akan sembuh daam waktu 5 - 10 har, basanya
dtemukan pada orang-orang yang terau ama d daam terk matahar.
Dera|at II :
Luka bakar mengena epderms dan derms, terdapat bua. Ba bua
pecah tampak hperem atau tampak agak pucat kaau |arngan dermk
rusak. Terasa sakt karena u|ung-u|ung saraf yang tdak mat terangsang.
Penyembuhan tergantung pada papa derma yang terssa. Ba superfsa
sa|a yang terkena 10 - 14 har uka bsa sembuh. Tetap ba uka ebh
daam ag, kra-kra 1 buan baru bsa sembuh.
Dera|at III :
Luka bakar mengena seuruh epderms dan derms atau apsan kut
yang ada d bawahnya, tdak terdapat bua, epderms yang ada bsa
terkeupas akan nampak |arngan pucat, tdak terasa nyer karena u|ung-
u|ung saraf perasa teah rusak. Beberapa har kemudan kut mat
tersebut akan mengerng dan mua mengeupas dar dasarnya pada har
ke 10 - 14 yang kemudan mennggakan granuas.
#.
a* 2pa saja jenis nyeri pada bagian abdomen dan mekanismenya3 /05
./eri )erut 0an kemunkinan )en/ebab
Kanan baian atas1 kemungkinan yang mengalami gangguan adalah organ-organ yang
terletak pada bagian kanan atas adalah 7angguan ;ati" 'adang pada kandung empedu
akibat adanya batu" serta kadang-kadang bisa terjadi radang usus kecil* Nyeri kantung
empedu sifat nyeri hebat" tetap/konstan" nyeri kuadran kanan atas/ epigastrik dan sering
memburuk setelah makan makanan yang berlemak $fatty foods%* &etapi kalau tempat
nyeri berada agak ditengah dan rasa nyerinya sampai menembus
kebelakang" kemungkinan gangguan 7injal harus dicurigai* !olik renal atau gangguan
nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri kolik pada sudut tertentu bagian ginjal" yang
nyeri bila ditekan" menjalar ke panggul* !hasnya pasien tidak dapat menemukan posisi
yang dapat mengurangi nyeri* Namun pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian
sebelah kiri* 8skemik usus atau usus yang rusak" nyeri bersifat tumpul" hebat"
tetap/konstan" nyeri abdomen kuadran kanan atas yang meningkat saat makan*
Kiri baian atas1 !olik renal atau gangguan nyeri disebabkan gangguan ginjal: nyeri
kolik pada sudut tertentu bagian ginjal" yang nyeri bila ditekan" menjalar ke panggul*
!hasnya pasien tidak dapat menemukan posisi yang dapat mengurangi nyeri* Namun
pada kolik ginjal dapat juga terjadi di bagian sebelah kiri* Nyeri ulkus peptic nyeri
bersifat tumpul" nyeri terbakar $burning% di epigastrium* !hasnya episode malam"
membangunkan pasien dari tidur* #iperparah oleh makan dan kadang kadanga dikurangi
dengan minum susu atau antasida*
Kanan ba2ah" penyebab yang paling sering adalah radang dari usus buntu atau
2ppendicitis" kemudian penyebab lain yang cukup sering adalah infeksi saluran kencing"
atau pada wanita patut dicurigai adanya radang saluran indung telur" infeksi usus halus
atau usus besar* @ntuk membedakan antara usus buntu dengan infeksi saluran kencing
yaitu : Pada usus buntu gejala yang menyertai adalah demam" bisa juga disertai rasa
mual sampai muntah dan kadang bisa juga disertai diare" biasanya nyeri yang timbul kuat
sekali sampai si penderita selalu membungkukkan badannya karena menahan nyeri di
bagian perut kanan bawah* Sedangkan pada infeksi saluran kencing biasanya adalah
sering kencing" rasa nyeri bila kencing" juga rasa perih pada waktu kencing" juga bisa
disertai demam tinggi dan rasa mual muntah juga* Nyeri kolon tampilannya kadang
kadang nyeri dapat berkurang sementara oleh defekasi atau flatus
./eri )erut Baian Tenah 2tas 4ila anda mendadak merasakan nyeri didaerah ulu
hati disertai rasa mual dan rasa kembung" kemungkinan besar anda menderita 7astritis"
dispepsia atau gangguan lain lam"bung* 7astritis adalah sakit pada bagian lambung" jadi
kurang lebih artinya sama saja* 2rti 7astritis sebenarnya adalah terjadinya proses radang
pada lambung* Penyebab lain adalah nyeri pancreas" lokasi di sekitar epigastrium atau
perut bagian tengah" menjalar ke punggung" membaik saat duduk dan posisi condong
kedepan* (bstruksi usus halus biasanaya nyeri kolik sentral yang berhubungan dengan
muntah" distensi dan konstipasi
)erut Ba2ah tenah Nyeri kandung kemih biasanya nyeri difus yang hebat di regio
suprapubik* Nyeri prostat tampilannya nyeri tumpul yang dirasakan di lower abdomen"
rectum" perineum atau paha anterior* Nyeri uretra sangat bervariasi mulai dari
ketidaknyamanan hingga nyeri tajam yang hebat yang dirasakan pada ujung akhir uretra
$ujung penis pada pria% dan semakin nyeri saat miksi* 4isa sangat parah sehingga pasien
akan berusaha menahan kencingnya yang dapat menimbulkan masalah baru
b* 4agaimana penanganan awal @7# pada kasus $semua trauma yang dialami%3 AB,C
c. Penanganan uka bakar d unt gawat darurat
Tndakan yang harus dakukan terhadap pasen pada 24 |am pettama
yatu :
1) Penaan keadaan umum pasen. Perhatkan A : Arway (|aan nafas), B :
Breathng (pernafasan), C : Crcuaton (srkuas)
2) Penaan uas dan kedaaman uka bakar
3) Ka| adanya kesutan menean atau bcara dan edema sauran
pernafasan
4) Ka| adanya faktor - faktor an yang memperberat uka bakar sepert
adanya fraktur, rwayat penyakt sebeumnya (sepert dabetes, hpertens,
gaga gn|a, d)
5) Pasang nfus (IV ne), |ka uka bakar >20% dera|at II / III basanya
dpasang CVP (koaboras dengan dokter)
6) Pasang kateter urn
7) Pasang NGT |ka dperukan
8) Ber terap oksgen sesua kebutuhan
9) Berkan suntkan ATS / toxod
10) Perawatan uka :
Cuc uka dengan caran savon 1% (savon : NaC = 1 : 100)
Barkan epuh utuh (|angan dpecah kecua terdapat pada send yang
mengganggu pergerakan
Semut pasen dengan semut ster
11) Pemberan obat - obatan (koaboras dokter)
Antasda H2 antagons
Roboranta (vtamn C dan A)
Anagetk
antbotk
12) Mobsas secara dn
13) Pengaturan poss
Keterangan :
Pada 8 |am I dberkan dar kebutuhan caran
Pada 8 |am II dberkan V dar kebutuhan caran
Pada 8 |am III dberkan ssanya
c. Penanganan uka bakar d unt perawatan ntensf
Ha yang peru dperhatkan seama pasen drawat d unt n meput :
1) Pantau keadaan pasen dan settng ventator. Ka| apakah pasen
mengadakan perawanan terhadap ventator
2) Observas tanda - tanda vta; tekanan darah, nad, pernafasan, setap
|am dan suhu setap 4 |am
3) Pantau na CVP
4) Amat neuroogs pasen (GCS)
5) Pantau status hemodnamk
6) Pantau hauaran urn (mnma 1m/kg BB/|am)
7) Auskutas suara paru setap pertukaran |aga
8) Cek asasa gas darah setpa har atau ba dperukan
9) Pantau status oksgen
10) Penghsapan endr (sucton) mnma setap 2|am dan |ka peru
11) Perawatan tap 2|am (ber boraq gsern)
12) Perawatan mata dengan member saep atau tetes mata setap 2|am
13) Gant poss pasen setap 3|am (perhatkan poss yang benar bag
pasen)
14) Fsoterap dada
15) Perawatan daerah nvasf sepert daerah pemasangan CVP, kateter
dan tube setap har
16) Gant kateter dan NGT setap mnggu
17) Observas etak tube (ETT) setap shft
18) Observas setap aspras caran ambung
19) Perksa aboratorum darah : eektrot, ureum/kreatnn, AGD, protem
(abumn), dan gua darah (koaboras dokter)
20) Perawatan uka bakar sesua protoko rumah sakt
21) Pemberan medkas sesua dengan petun|uk dokter
d. Perawatan uka bakar d unt perawatan uka bakar
Terdapat dua |ens perawatan uka seama drawat d bangsa yatu :
1) Perawatan terbuka
Yakn uka yang teah dber obat topca dbarkan terbuka tanpa bautan
dan dber pendung crade bed. Basanya |uga dakukan untuk daerah
yang sut dbaut sepert wa|ah, perneum, dan pat paha
Keuntungan :
Waktu yang dbutuhkan ebh sngkat
Lebh prakts dan efsen
Ba ter|ad nfeks mudah terdeteks
Kerugan :
Pasen merasa kurang nyaman
Dar seg etka kurang
2) Perawatan tertutup
Yakn penutupan uka dengan bautan kasa ster seteah dbekan obat
topca.
Keuntungan :
Luka tdak angsung berhubungan dengan udara ruangan (mengurang
kontamnas)
Pasen merasa ebh nyaman
Urutan prosedur tndakan perawatan uka pada pasen uka bakar antara
an :
1) Cuc / bershkan uka dengan caran savon 1% dan cukur rambut yang
tumbuh pada daerah uka bakar spert pada wa|ah, aksa, pubs, d
2) Lakukan nekrotom |arngan nekross
3) Lakukan escharotomy |ka uka bakar mengkar (crcumferenta) dan
eschar menekan pembuuh darah. Eskartom dakukan oeh dokter
4) Buae (epuh) dbarkan utuh sampa har ke 5 post uka bakar, kecua
|ka d daerah send / pergerakan boeh dpecahkan dengan menggunakan
sput ster dan kemudan akukan nekrotom
5) Mandkan pasen tap har |ka mungkn
6) |ka banyak pus, bershkan dengan betadn so 2%
7) Perhatkan ekspres wa|ah dan keadaan umum pasen seama merawat
uka
8) Bas savon 1% dengan menggunakan caran NaC 0,9%
9) Kerngkan menggunakan kasa ster
10) Ber saep sver sufadazne (SSD) seteba 0,5cm pada seuruh daerah
uka bakar (kecua wa|ah hanya |ka uka bakar daam |dera|at III| dan |ka
uka bakar pada wa|ah dera|at I/II, ber saep antbotka)
11) Tutup dengan kasa ster (perawatan tertutup atau barkan terbuka
(gunakan crade bed)
2.# Tatalaksana Kea2atdaruratan 'ada 3raktur &kstrimitas
&ujuan utama dalam penanganan awal fraktur adalah untuk mempertahankan kehidupan
pasien dan yang kedua adalah mempertahankan baik anatomi maupun fungsi ekstrimitas
seperti semula* 2dapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanganan fraktur
yang tepat adalah $,% survey primer yang meliputi Airway, Breathing, Circulation" $-%
meminimalisir rasa nyeri $.% mencegah cedera iskemia-reperfusi" $/% menghilangkan dan
mencegah sumber- sumber potensial kontaminasi* !etika semua hal diatas telah tercapai
maka fraktur dapat direduksi dan reposisi sehingga dapat mengoptimalisasi kondisi tulang
untuk proses persambungan tulang dan meminimilisasi komplikasi lebih lanjut,,
2.$.1 Sur4e/ )rimer
Setelah pasien sampai di @7# yang pertama kali harus dilakukan adalah mengamankan
dan mengaplikasikan prinsip 24+#6 $Airway, Breathing, Circulation, Disability
Limitation, Exposure%,-*
,* 2 : Airway" dengan kontrol servikal* Dang pertama harus dinilai adalah kelancaran
jalan nafas* 8ni meliputi pemeriksaan adanya obstruksi jalan nafas oleh adanya benda asing atau
fraktus di bagian wajah* @saha untuk membebaskan jalan nafas
harus memproteksi tulang cervikal" karena itu teknik aw !hrust dapat digunakan*
Pasien dengan gangguan kesadaran atau 7+S kurang dari A biasanya memerlukan
pemasangan airway definitif,-*
-* 4 : Breathing* Setelah mengamankan airway maka selanjutnya kita harus
menjamin ventilasi yang baik* Kentilasi yang baik meliputi fungsi dari paru paru
yang baik" dinding dada dan diafragma* 4eberapa sumber mengatakan pasien
dengan fraktur ektrimitas bawah yang signifikan sebaiknya diberi high flow oxygen
,0 l/m lewat non-rebreathing mask dengan reservoir bag,," ,-*
.* + : Circulation* !etika mengevaluasi sirkulasi maka yang harus diperhatikan di
sini adalah volume darah" pendarahan" dan car"iac output* Pendarahan sering
menjadi permasalahan utama pada kasus patah tulang" terutama patah tulang
terbuka* Patah tulang femur dapat menyebabkan kehilangan darah dalam paha . J /
unit darah dan membuat syok kelas 888* )enghentikan pendarahan yang terbaik
adalah menggunakan penekanan langsung dan meninggikan lokasi atau ekstrimitas
yang mengalami pendarahan di atas level tubuh* Pemasangan bidai yang baik dapat
menurunkan pendarahan secara nyata dengan mengurangi gerakan dan
meningkatkan pengaruh tamponade otot sekitar patahan* Pada patah tulang terbuka"
penggunaan balut tekan steril umumnya dapat menghentikan pendarahan*
Penggantian cairan yang agresif merupakan hal penting disamping usaha
menghentikan pendarahan,-*
/* # : Disability* menjelang akhir survey primer maka dilakukan evaluasi singkat
terhadap keadaan neurologis* yang dinilai disini adalah tingkat kesadaran" ukuran
dan reaksi pupil" tanda-tanda lateralisasi dan tingkat cedera spinal ,-*
0* 6 : Exposure* pasien harus dibuka keseluruhan pakaiannya" seiring dengan cara
menggunting" guna memeriksa dan evaluasi pasien* setelah pakaian dibuka" penting
bahwa pasien diselimuti agar pasien tidak hipotermia,-*
pemeriksaan tambahan pada pasien dengan trauma muskuloskeletal seperti fraktur adalah
imobilisasi patah tulang dan pemeriksaan radiologi,-*
2.$.2 Sur4e/ Sekunder
4agian dari survey sekunder pada pasien cedera muskuloskeletal adalah anamnesis dan
pemeriksaan fisik* tujuan dari survey sekunder adalah mencari cedera cedera lain yang
mungkin terjadi pada pasien sehingga tidak satupun terlewatkan dan tidak terobati*
2pabila pasien sadar dan dapat berbicara maka kita harus mengambil riwayat 2)PL6 dari
pasien" yaitu Allergies, Me"ication, #ast Me"ical $istory, Last Ate "an E%ent $kejadian
atau mekanisme kecelakaan%* )ekanisme kecelakaan penting untuk ditanyakan untuk
mengetahui dan memperkirakan cedera apa yang dimiliki oleh pasien" terutama jika kita
masih curiga ada cedera yang belum diketahui saat primary survey" Selain riwayat
Pada pemeriksaan fisik pasien" beberapa hal yang penting untuk dievaluasi adalah $,% kulit
yang melindungi pasien dari kehilangan cairan dan infeksi" $-% fungsi neuromuskular $.%
status sirkulasi" $/% integritas ligamentum dan tulang* +ara pemeriksaannya dapat
dilakukan dengan Loo&, 'eel, Mo%e* Pada Loo&" kita menilai warna dan perfusi" luka"
deformitas" pembengkakan" dan memar* Penilaian inspeksi dalam tubuh perlu dilakukan
untuk menemukan pendarahan eksternal aktif" begitu pula dengan bagian punggung*
4agian distal tubuh yang pucat dan tanpa pulsasi menandakan adanya gangguan
vaskularisasi* 6kstremitas yang bengkak pada daerah yang berotot menunjukkan adanya
crush injury dengan ancaman sindroma kompartemen* Pada pemerikasaan 'eel" kita
menggunakan palpasi untuk memeriksa daerah nyeri tekan" fungsi neurologi" dan krepitasi*
Pada periksaan Mo%e kita memeriksa Range of Motion dan gerakan abnormal,," ,-*
Pemeriksaan sirkulasi dilakukan dengan cara meraba pulsasi bagian distal dari fraktur dan
juga memeriksa capillary refill pada ujung jari kemudian membandingkan sisi yang sakit
dengan sisi yang sehat* ika hipotensi mempersulit pemeriksaan pulsasi" dapat digunakan
alat #oppler yang dapat mendeteksi aliran darah di ekstremitas* Pada pasien dengan
hemodinamik yang normal" perbedaan besarnya denyut nadi" dingin" pucat" parestesi dan
adanya gangguan motorik menunjukkan trauma arteri* Selain itu hematoma yang
membesar atau pendarahan yang memancar dari luka terbuka menunjukkan adanya trauma
arterial,-*
Pemeriksaan neurologi juga penting untuk dilakukan mengingat cedera muskuloskeletal
juga dapat menyebabkan cedera serabut syaraf dan iskemia sel syaraf* Pemeriksaan fungsi
syaraf memerlukan kerja sama pasien* Setiap syaraf perifer yang besar fungsi motoris dan
sensorisnya perlu diperiksa secara sistematik,-:
d* 2pa makna datang ,0 menit kemudian masih sadar3 ,-.
e* 4agaimana cara mengukur tingkat kesadaran3 /05
+laso2 5oma S6ale.)enilaian 7
2* 'efleks )embuka )ata $6%
/ : membuka secara spontan
. : membuka dengan rangsangan suara
- : membuka dengan rangsangan nyeri
, : tidak ada respon
4* 'efleks Kerbal $K%
0 : orientasi baik
/ : kata baik" kalimat baik" tapi isi percakapan membingungkan
. : kata-kata baik tapi kalimat tidak baik
- : kata-kata tidak dapat dimengerti" hanya mengerang
, : tidak ada respon
+* M 'efleks )otorik $)%
1 : melakukan perintah dengan benar
0 : mengenali nyeri lokal tapi tidak melakukan perintah dengan benar
/ : dapat menghindari rangsangan dengan tangan fleksi*
. : hanya dapat melakukan fleksi
- : hanya dapat melakukan ekstensi
, : tidak ada respon
+ara penulisannya berurutan 6-K-) sesuai nilai yang didapatkan* Penderita yang sadar N
compos mentis pasti 7+Snya ,0 $/-0-1%" sedang penderita koma dalam" 7+Snya . $,-,-,%* 4ila
salah satu reaksi tidak bisa dinilai" misal kedua mata bengkak sedang K dan ) normal"
penulisannya <-0-1*4ila ada trakheostomi sedang 6 dan ) normal" penulisannya /-<-1*2tau
bila tetra parese sedang 6 dan K normal" penulisannya /-0-<* 7+S tidak bisa dipakai untuk
menilai tingkat kesadaran pada anak berumur kurang dari 0 tahun* 2tau jika ditotal skor 7+S
dapat diklasifikasikan :
a. Skor 1$81% 7 6om'os mentis
b. Skor 1281# 7 a'atis
6. Skor 11812 7 somnolent
d. Skor -819 7 stu'or
e. Skor : % 7 koma
#erajat !esadaran
- Sadar : dapat berorientasi dan komunikasi
- Somnolens : dapat digugah dengan berbagai stimulasi" bereaksi secara motorik / verbal
kemudian terlelap lagi* 7elisah atau tenang*
- Stu'or : gerakan spontan" menjawab secara refleks terhadap rangsangan nyeri" pendengaran
dengan suara keras dan penglihatan kuat* Kerbalisasi mungkin terjadi tapi terbatas pada satu atau
dua kata saja* Non verbal dengan menggunakan kepala*
8 Semi Koma : tidak terdapat respon verbal" reaksi rangsangan kasar dan ada yang menghindar
$contoh menghindari tusukan%*
- Koma : tidak bereaksi terhadap stimulus*
!ualitas !esadaran
- 5om'os mentis : bereaksi secara adekuat
- Abstensia dro2s/ ; kesadaran tum'ul : tidak tidur dan tidak begitu waspada* Perhatian
terhadap sekeliling berkurang* +enderung mengantuk*
- Binun ; 6onfused : disorientasi terhadap tempat" orang dan waktu*
- 0elirium : mental dan motorik kacau" ada halusinasi dan bergerak sesuai dengan kekacauan
pikirannya*
- A'atis : tidak tidur" acuh tak acuh" tidak bicara dan pandangan hampa*
7angguan fungsi cerebral meliputi : gangguan komunikasi" gangguan intelektual" gangguan
perilaku dan gangguan emosi*
f* 4agaimana fase yang terjadi pada luka bakar3 AB,C
Fase Luka Bakar
A. Fase akut
Dsebut sebaga fase awa atau fase syok. Daam fase awa penderta akan
mengaam ancaman gangguan arway (|aan nafas), brethng (mekansme
bernafas), dan crcuaton (srkuas). Gnagguan arway tdak hanya dapat
ter|ad segera atau beberapa saat seteah terbakar, namun mash dapat
ter|ad obstruks sauran pernafasan akbat cedera nhaas daam 48-72
|am pasca trauma. Cedera nhaas adaah penyebab kematan utama
penderat pada fase akut. Pada fase akut serng ter|ad gangguan
kesembangan caran dan eektrot akbat cedera terma yang berdampak
sstemk
B. Fase sub akut.
Berangsung seteah fase syok teratas. Masaah yang ter|ad adaah
kerusakan atau kehangan |arngan akbat kontak denga sumber panas.
Luka yang ter|ad menyebabkan:
1. Proses nfamas dan nfeks.
2. Probempenuutpan uka dengan ttk perhatan pada uka tean|ang atau
tdak berba|u epte uas dan atau pada struktur atau organ - organ
fungsona.
3. Keadaan hpermetabosme.
C. Fase an|ut.
Fase an|ut akan berangsung hngga ter|adnya maturas parut akbat uka
dan pemuhan fungs organ-organ fungsona. Probem yang muncu pada
fase n adaah penyut berupa parut yang hpertropk, keod, gangguan
pgmentas, deformtas dan kontraktur.
g* 4agaimana sistem &riage yang ada pada @7# 'S3 ,-.
A. Defenisi Triage
Suatu sistem
seleksi penderita
yang menjamin
supaya tidak ada
penderita yang
tidak mendapat
perawatan
(kapukonline.com).
Sebuah tindakan
pengelompokan
pasien berdasarkan
berat ringannya
kasus, harapan hidup dan tingkat keberhasilan yang akan dicapai sesuai
dengan standar pelayanan UGD yang dimiliki (kompasiana.com)
Tujuan utama adalah untuk mengidentiikasi kondisi mengancam nyawa .
Tujuan kedua adalah untuk memprioritaskan pasien menurut ke akutannya .
!engkatagorian mungkin ditentukan sewaktu"waktu. #ika ragu, pilih prioritas
yang lebih tinggi untuk menghindari penurunan triage.
B. Golongan Triage
Dalam triage ada $ golongan
%. Golongan I (Label Hijau) :
!enderita tidak luka & menderita gangguan jiwa sehingga tidak memerlukan
tindakan bedah.
'. Golongan II (Label Kuning) :
!enderita dengan luka ringan dan memerlukan tindakan bedah minor.
(. Golongan III (Label Merah) :
!enderita keadaan luka berat & syok.
). Golongan IV (Label Puih) :
!enderita dengan luka berat tetapi sulit ditolong
$. Golongan V (Label Hia!) :
!enderita meninggal dunia
". #ise! Triage
Sistem triage ada ' yaitu *
%. $on Disaser
Untuk menyediakan perawatan sebaik mungkin bagi setiap individu pasien
'. Disaser
Untuk menyediakan perawatan yang lebih eekti untuk %asien &ala! ju!lah
ban'a(
D. Ti%e)i%e Triage &i *u!ah #a(i
%. Type % * Traic Director or +on +urse
a. ,ampir sebagian besar berdasarkan system triage
b. Dilakukan oleh petugas yang tak berijasah
c. !engkajian minimal terbatas pada keluhan utama dan seberapa sakitnya
d. Tidak ada dokumentasi
e. Tidak menggunakan protocol
'. Type ' * -ek Triage -epat
a. !engkajian cepat dengan melihat yang dilakukan perawat beregristrasi
atau dokter
b. Termasuk riwayat kesehatan yang berhubungan dengan keluhan utama
c. ./aluasi terbatas
d. Tujuan untuk meyakinkan bahwa pasien yang lebih serius atau cedera
mendapat perawatan pertama
(. Type ( * -omprehensi/e Triage
a. Dilakukan oleh perawat dengan pendidikan yang sesuai dan
berpengalaman
b. ) sampai $ sistem katagori
c. Sesuai protokol
+. Klasifi(asi Triage Ber&asar(an Kasus
%. !rioritas % 0 1asus 2erat
a. !erdarahan berat
b. 3siksia, cedera cer/ical, cedera pada ma4illa
c. Trauma kepala dengan koma dan proses shock yang cepat
d. 5raktur terbuka dan raktur compound
e. 6uka bakar 7 (8 9 & .4tensi/e 2urn
. Shock tipe apapun
'. !rioritas ' 0 1asus Sedang
a. Trauma thora4 non asiksia
b. 5raktur tertutup pada tulang panjang
c. 6uka bakar terbatas
d. -edera pada bagian & jaringan lunak
(. !rioritas ( 0 1asus :ingan
a. ;inor injuries
b. Seluruh kasus"kasus ambulant & jalan
). !rioritas 8 0 1asus ;eninggal
a. Tidak ada respon pada semua rangsangan
b. Tidak ada respirasi spontan
c. Tidak ada bukti akti/itas jantung
d. Tidak ada respon pupil terhadap cahaya
$.
a* 4agaimana interpretasi primary survey3 /05
- 4erat 4adan 00kg
- &ekanan darah ,CC/5Cmm;g
- Nadi ,,//mnt
b* &indakan apa saja yang termasuk dalam primary survey3 AB,C
Primary Survey
2dalah pemeriksaan cepat untuk menentukan kondisimyang mengancam nyawa* ;al ini dipakai
untuk membuat keputusan kondisi kritis"tindakan dan kecepatan transpor* Pemeriksaan ini harus
diselesaikan dalam waktu - menit atau kurang dan tidak boleh ada yang menghentikan primary
survey kecuali sumbatan jalan napas dan henti jantung* 7angguan jalan napas selain sumbatan
bukan indikasi untuk menunda primary survey* Perdarahan besar perlu untuk segera dikontrol*
@rutan pemeriksaan yang harus diingat dalam melakukan primary survey:
,* Lihat situasi keseluruhan pasien pada waktu mendekati pasien
-* Periksa airway"kontrol + spine"dan tingkat kesadaran awal*
.* Periksa pernapasan
/* Periksa sirkulasi
0* Periksa abdomen"pelvis dan ekstremitas*
&indakan !ritis dan !eputusan &ransporital
#engan selesainya primary survey maka sudah cukup informasi untuk menentukan
kondisi pasien* Pasien dalam kondisi kritis segera ditranspor * @mumnya tindakan
dilakukan selama transpor* &indakan yang dikerjakan di tempat adalah menghilangkan
sumbatan jalan napas"menghentikan perdarahan besar"menutup luka terbuka dinding
thora>"hiperventilasi dan dekompresi Otension pneumothora>O*@mumnya tindakan lain
dapat ditunda sampai pasien di dalam ambulan segera ditranspor* Paktu O7olden hourO
harus dapat dimanfaatkan secara bijaksana pada pasien kritis*
Primary Survey
Setelah ditentukan pasien dapat dideteksi dengan aman"pemeriksaan dikerjakan secara cepat
$kurang dari - menit% secara hati-hati* Perlu diingat bahwa tidak ada yang dapat menghambat
primary survey kecuali sumbatan jalan napas dan cardiac arrest*!arena kesulitan e>trikasi total
waktu di tempat kejadian tidak boleh lebih dari ,C menit* Pada penderita kritis sebaiknya kurang
dari 0 menit*
Lihat keseluruhan keadaan pasien pada saat mendatangi* ;arus dilakukan evaluasi situasi
sebelum sampai di sisi pasien* 2pakah pasien sadar atau gelisah3 2pakah terlihat cedera berat 3
Penampilan awal bisa memberikan kesan mengenai keadaan korban* 2pakah keadaannya tidak
boleh mengubah sikap untuk melakukan primary survey* !alau urutan diubah maka akan ada
cedera yang terlewatkan*
6valuasi alan Napas"!ontrol Servikal dan &ingkat !esadaran 2wal
Pemeriksaan segera dimulai walaupun bersamaan dengan e>trikasi* Pemimpin tim mendekati
pasien dari depan"pasien tidak perlu memutar kepala* Penolong kedua segera melakukan
stabilisasi leher dalam posisi netral"hal ini dikerjakan secara hati-hati*ika tidak ada penolong
kedua"hal ini dikerjakan sendiri"tidak boleh dilepaskan sampai dipasang alat fiksasi leher*
Pemimpin tim harus berbicara kepada pasien bahwa:
O!ami datang untuk menolong anda*2pa yang terjadi 3O
awaban pasien akan memberikan kesimpulan bahwa jalan napas bebas dan kesadaran baik*ika
korban tidak bicara atau terjadi penurunan kesadaran"periksa segera jalan napas dengan
melihat"mendengarkan"merasakan udara pernapasan*4uka dan bebaskan jalan napas jika terdapat
obstruksi jalan napas* Lakukan tindakan yang sesuai untuk membebaskan jalan napas sebelum
melanjutkan primary survey* !arena bahaya cedera leher tidak boleh dilakukan ekstensi leher*
Pasien dengan kesulitan jalan napas dan penurunan kesadaran termasuk dalam kategori Oload and
go* Semua pasien dengan penurunan kesadaran harus dilakukan hiperventilasi $-/> pernapasan /
menit% jika keadaan pasien memungkinkan* !epala dipertahankan dengan ke-- lutut menolong
dan ke-- tangan memberikan oksigen serta bag-valve-mask untuk membantu ventilasi* Perlu
diperhatikan bahwa tidak hanya ventilasi rate yang penting tapi anda juga harus memperhatikan
volumenya* Semua pasien dengan cedera multisistem harus diberi tambahan oksigen dalam
kadar tinggi*
Periksa Pernapasan dan Sirkulasi
Pemeriksaan pernapasan dan sirkulasi dilakukan bersamaan* Letakkan , tangan pada leher untuk
palpasi denyut karotis dan tangan lain diletakkan di dada untuk menilai respirasi* 4ila tidak ada
pulsasi karotis dan tidak ada pernapasan"segera lakukan 'esusitasi antung Paru** Setelah leher
di imobilisasi"segera lakukan Oaw thrustO"lakukan evaluasi pernapasan dan sirkulasi sebagai
berikut:
,* Letakkan telinga diatas mulut pasien sehingga dapat dinilai jumlah dan kualitas
pernapasan* Pernapasan tidak boleh lebih dari -/ > / menit atau di bawah A > / menit*
2pakah volume udara pernapasan mencukupi 3 Lakukan Olook"listen"and feelO *
-* Setelah memeriksa jumlah dan kualitas pernapasan"nilai jumlah dan pulsasi karotis dan
bandingkan pulsasi radialis atau brachialis pada anak* Pemeriksaan selanjutnya adalah
warna kulit dan suhu* 8nformasi ini dihubungkan dengan tingkat kesadaran untuk menilai
keadaan syok tidaknya pasien** Perkiraan tekanan darah bila ke-- pulsasi teraba $carotis
dan radialis% tekanan darah Q AC mm;g"jika hanya teraba pulsasi leher 1C-AC mm ;g*
&anda yok yang lain adalah denyut jantung yang lebih cepat
$Q,CC>/menit%"dingin"berkeringat"pucat"bingung""lemah"haus* !orban dengan syok spinal
bisa tidak mengalami tanda-tanda ini*"yang tersering adalah paralisis dan penurunan
tekanan darah*
.* Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan secara cepat di leher dengan cara
melihat"meraba ada tidaknya cedera berupa: perubahan warna"pembengkakan"enfisema
subkutis* Lihat vena leher apakah flat atau distensi dan perhatikan posisi trakea apakah
terjadi deviasi** Selanjutnya segera pasang rigid e>trication collar*
/* Selanjutnya segera evaluasi dinding dada* ika terdapat kesulitan bernapas"baju harus
dibuka untuk pemeriksaan* Lihat apakah terjadi deformitas"memar"lecet"luka
tembus"gerakan parado>al"luka bakar"laserasi dan pembengkakan"nyeri
raba"instabilitas"krepitasi* +atat gerakan iga atau pernapasan diafragma* #engarkan suara
napas kanan = kiri"dengarkan di tepi dinding setinggi iga ke-/ kiri pada garis mid a>illa*
2tau pada dinding depan pada sela iga ke-- kiri dan kanan* Dang terpenting adalah
membedakan suara napas ada/tidak = sama/tidak di sebelah kiri dan kanan* ika suara
napas tidak sama"lakukan perkusi untuk membedakan tension pneumothora> dengan
hemothora>* ika ditemukan kelainan seperti luka terbuka pada dinding dada"flail
chect"kesulitan bernapas"lakukan tindakan yang sesuai seperti menutup luka"stabilisasi
flail"oksigen"bantuan ventilasi" atau dekompresi tension pneumothora>*
Pemeriksaan 2bdomen"Pelvis"6kstremitas*
,* 4uka dan segera lihat abdomen $distensi"kontusi"penetrasi% dan palpasi secara lembut ke-
/ kuadran abdomen ada tidaknya nyeri tekan*
-* Periksa pelvis"lihat ada tidaknya deformitas"ekskoriasi"kontusi"abrasi"penetrasi"luka
bakar"laserasi"pembengkakan* 'aba nyeri tekan"instabilitas"krepitasi dengan menekan
simfifis pubis ke bawah dan merapatkan crista iliaca*
.* Periksa ke-- tungkai dan ke-- lengan dan periksa sesuai dengan kriteria diatas*Serta anda
juga harus menilai keadaan sensorik dan motoriknya*
/* ;entikan perdarahan aktif*ika terdapat . penolong"penolong ke-. yang melakukan hal
ini* !ebanyakan perdarahan dapat dihentikan dengan balut tekan* 2ir splint atau P2S7
dapat dipakai untuk menekan perdarahan* &ouniHuet jarang digunakan* ika balutan
penuh darah" ganti dan lakukan kembali balut tekan di daerah perdarahan*
Selanjutnya kita akan menentukan apakah kondisi pasien kritis atau tidak dan perlu dilakukan
prosedur OLoad = 7oO*
Ke'utusan Trans'or 5e'at dan Inter4ensi Keadaan Kritis
@ntuk menetapkan apakah pasien termasuk dalam kriteria Load = 7o:
,* &rauma kepala dengan gangguan kesadaran
-* Sumbatan jalan napas yang tidak dapat diatasi secara mekanik $suction"forceps%
.* !eadaan yang membuat pernapasan tidak adekuat $luka terbuka dinding dada"flail
chest"tension pneumothora>"trauma tumpul dada yang luas%
ika pasien memenuhi kriteria ini"segera pindahkan pasien ke backboard sekaligus anda
melakukan pemeriksaan punggung saat melakukan Olog rollO* 4erikan oksigen dan
masukan ke ambulans untuk segera dibawa ke rumah sakit* Prosedur life saving mungkin
dibutuhkan tetapi jangan sampai menghambat transpor* 4eberapa prosedur yang
dikerjakan di tempat: penatalaksaan jalan napas"kontrol perdarahan besar"menutup luka
terbuka dinding dada"stabilisasi flail chest"hiperventilasi"dekompresi tension
pneumothora>"dan melakuka 'esusitasi jantung Paru* Sebagian besar tindakan dilakukan
selama transportasi"dengan pertimbangan waktu* &indakan yang tidak bersifat life saving
seperti balut bidai tidak boleh menggangu transportasi*
%.
a* 4agaimana interpretasi secondary survey3 ,-.
- 2bdomen
- 6kstremitas superior
- 6kstremitas inferior
b* &indakan apa saja yang termasuk dalam secondary survey3 /05
Secondary &rauma Survey
&indakan ini dilakukan secara cepat untuk memeriksa cedera seutuhnya"yang terlihat maupun
yang tersembunyi* Pemeriksaan ini berguna untuk menetukan tindakan-tindakan yang perlu
dikerjakan* Semua penemuan dicatat* Pada penderita kritis"secondary survey dikerjakan selama
transportasi* ika pada primary survey tidak ditemukan kondisi kritis"secondary survey langsung
dikerjakan di tempat kejadian* Palaupun pasien dalam keadaan stabil"secondary survey di
tempat kejadian sebisanya jangan lebih dari . menit*
Prioritas pemeriksaan pada secondary survey:
&anda vital
'iwayat dan kejadian trauma
Pemeriksaan dari kepala sampai kaki
4alut 4idai
)onitor terus-menerus
Penanganan !ritis dan Penilaian @lang $'eassesment%
&erdiri dari tindakan yang dikerjakan di tempat kejadian atau selama transportasi"reassesment
survey disertai komunikasi dengan pusat pengendali medik* 'eassesment survey adalah
pemeriksaan untuk mengetahui perubahan kondisi pasien*
Pemeriksaan pada reassesment survey:
,* &indakan kesadaran
-* alan napas
.* 4reathing
/* Nadi"tekanan darah"warna kulit"suhu
0* Pemeriksaan abdomen
1* Pemeriksaan yang berhubungan dengan cideranya*
5* Periksa hasil tindakan
Pemeriksaan Pasien #engan Perencanaan Prioritas
Secondary Survey
4agi penderita kritis"tindakan ini dilakukan selama transpor ke rumah sakit"sedangkan untuk
penderita stabil tindakan ini dilakukan di tempat $tidak lebih dari ,C menit%*
,*Periksa tanda vital"nadi"pernapasan"tekanan darah
-*'iwayat cedera atas dasar:
(bservasi personal
Saksi/orang lain di tempat kejadian
Paien"lakukan S $Sympton% 2 $2lergy% ) $)edication% P $Penyakit yang diderita% L
$Last )eal% 6 $6vent%
.*Lakukan pemeriksaan lengkap dari kepala sampai kaki $inspeksi"auskultasi"palpasi"perkusi%
Pemeriksaan kepala : 'acoon eyes"4attle sign"darah dan cairan dari hidung dan
mulut"periksa ulang jalan napas*
Periksa leher: distensi vena leher"deviasi trakea"imobilisasi servikal*
Periksa ulang dada bahwa suara napas terdengar sama kanan dan kiri*
Periksa luka terbuka dada telah tertutup atau tidak"flail chest telah distabilisasi*
Periksa abdomen: likat tanda luka tumpul atau tusuk"nyeri tekan* angan membuang
waktu untuk mendengarkan bising usus* ika ada nyeri tekan hati-hati terhadap
kemungkinan internal bleeding* ika nyeri disertai distensi kemungkinan terjadi syok
hemorhagi*
Periksa pelbis dan ekstremitas* 2ngulasi ekstremitas atas dipasang bidai sesuai dengan
keadaan yang ditemukan* 6kstremitas bawah boleh di traksi dan di bidai* Pada penderita
kritis semua bidai dipasang selama transpor*
/*Pemeriksaan neurologi
-&ingkat kesadaran $2KP@%
2lert $sadar penuh%
Kerbal $menjawab rangsangan%
Pain $bereaksi atas rangsangan nyeri%
@nresponsive $tidak memberi reaksi%
-)otorik: &idak dapat menggerakan jari tangan dan kaki*
-Sensorik : dapat merasa sentuhan/cubitan
-Pupil $2da tidaknya refleks pupil terhadap cahaya%
0*ika mungkin"selesaikan balut bidai
1*)onitor terus-menerus dan evaluasi ulang*
)enderita Kritis 0an )emeriksaan !lan
&indakan kritis merupakan semua intervensi dan prosedur yang dikerjakan berdasarkan
pemeriksaan* hal ini dikerjakan mulai di tempat kejadian hingga selama transportasi*
,* Penatalaksaan jalan napas*Semua penderita kritis harus mendapat oksigen*#engan
memperhatikan tindakan selanjutnya $intubasi"tambahan
oksigen"dekompresi"suction"stabilisasi flail chest%
-* Pasang monitor $dikerjakan selama transpor%
.* Pasang infus $8K% harus dikerjakan selama transpor*
/* 4alut bidai harus dikerjakan selama transpor untuk menghemat waktu 7olden
hour"kecuali ada bperdarahan yang harus ditangani segera maka dilakukan balut tekan*
Penderita kritis dibidai di atas long spine board*
Pemeriksaan ulang dikerjakan setiap 0 menit pada pasien kritis dan setiap ,0 menit pada
pasien stabil* Pemeriksaan ini dilakukan setiap saat jika terdapat/memburuknya keadaan*
(. 0ata tambahan /an di'erlukan 'ada kasus ini< -=19
PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Pemeriksaan diagnostik
,* Foto thoraks
@ntuk melihat adanya trauma pada thorak*
2. Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan Hb diperlukan untuk base-line data bila terjadi perdarahanterus
menerus. Demikian pula dengan pemeriksaan hematokrit. Pemeriksaan
leukosit yang melebihi 20.000/mm tanpa terdapatnya infeksi menunjukkan
adanya perdarahan cukup banyak kemungkinan ruptura lienalis. erum amilase
yang meninggi menunjukkan kemungkinan adanya trauma pankreas atau
perforasi usus halus. !enaikan transaminase menunjukkan kemungkinan
trauma pada hepar.
.* Plain abdomen foto tegak
"emperlihatkan udara bebas dalam rongga peritoneum# udara bebas
retroperineal dekat duodenum# corpus alineum dan perubahan gambaran usus.
/* Pemeriksaan urine rutin
"enunjukkan adanya trauma pada saluran kemih bila dijumpai hematuri. $rine
yang jernih belum dapat menyingkirkan adanya trauma pada saluran
urogenital.
0* %P &'ntra(enous Pyelogram)
!arena alasan biaya biasanya hanya dimintakan bila ada persangkaan trauma
pada ginjal.
1* Diagnostik Peritoneal *a(age &DP*)
Dapat membantu menemukan adanya darah atau cairan usus dalam rongga
perut. Hasilnya dapat amat membantu. +etapi DP* ini hanya alat diagnostik.
,ila ada keraguan# kerjakan laparatomi &gold standard).
,* 'ndikasi untuk melakukan DP* adalah sebagai berikut -
o .yeri abdomen yang tidak bisa diterangkan sebabnya
o +rauma pada bagian ba/ah dari dada
o Hipotensi# hematokrit turun tanpa alasan yang jelas
o Pasien cedera abdominal dengan gangguan kesadaran &obat# alkohol# cedera
otak)
o Pasien cedera abdominal dan cedera medula spinalis &sumsum tulang
belakang)
o Patah tulang pel(is
-* !ontra indikasi relatif melakukan DP* adalah sebagai berikut -
o Hamil
o Pernah operasi abdominal
o 0perator tidak berpengalaman
o ,ila hasilnya tidak akan merubah penatalaksanaan
5* $ltrasonografi dan 1+ can
ebagai pemeriksaan tambahan pada penderita yang belum dioperasi dan
disangsikan adanya trauma pada hepar dan retroperitoneum.
B. Pemeriksaan khusus
2. 3bdomonal Paracentesis
"erupakan pemeriksaan tambahan yang sangat berguna untuk menentukan
adanya perdarahan dalam rongga peritoneum. *ebih dari 200.000
eritrosit/mm dalam larutan .a1l yang keluar dari rongga peritoneum setelah
dimasukkan 2004200 ml larutan .a1l 0.56 selama 7 menit# merupakan
indikasi untuk laparotomi.
2. Pemeriksaan *aparoskopi
Dilaksanakan bila ada akut abdomen untuk mengetahui langsung sumber
penyebabnya.
.* 4ila dijumpai perdarahan dan anus perlu dilakukan rekto-sigmoidoskopi*
)ada kasus fraktur
Pada fraktur test laboratorium yang perlu diketahui : ;b" hematokrit sering rendah akibat
perdarahan" laju endap darah $L6#% meningkat bila kerusakan jaringan lunak sangat luas* Pada
masa penyembuhan +a dan P mengikat di dalam darah
Sinar -<
#engan pemeriksaan klinik kita sudah dapat mencurigai adanya fraktur* Palaupun demikian
pemeriksaan radiologis diperlukan untuk menentukan keadaan" lokasi serta eksistensi fraktur*
@ntuk menghindari nyeri serta kerusakan jaringan lunak selanjutnya" maka sebaiknya kita
mempergunakan bidai yang bersifat radiolusen untuk imobilisasi sementara sebelum dilakukan
pemeriksaan radiologis*
&ujuan pemeriksaan radiologis:
@ntuk mempelajari gambaran normal tulang dan sendi*
@ntuk konfirmasi adanya fraktur*
@ntuk mengetahui sejauh mana pergerakan dan konfigurasi fragmen serta pergerakannya*
@ntuk mengetahui teknik pengobatan*
@ntuk menentukan apakah fraktur itu baru atau tidak*
@ntuk menentukan apakah fraktur intra-artikuler atau ekstra-artikuler*
@ntuk melihat adanya keadaan patologis lain pada tulang*
@ntuk melihat adanya benda asing*
Pemeriksaan dengan sinar-< harus dilakukan dengan ketentuan R'ules of &woR:
#ua pandangan
?raktur atau dislokasi mungkin tidak terlihat pada film sinar-< tunggal dan sekurang-kurangnya
harus dilakukan - sudut pandang $2P = Lateral/(bliHue%*
#ua sendi
Pada lengan bawah atau kaki" satu tulang dapat mengalami fraktur atau angulasi* &etapi angulasi
tidak mungkin terjadi kecuali kalau tulang yang lain juga patah" atau suatu sendi mengalami
dislokasi* Sendi-sendi diatas dan di bawah fraktur keduanya harus disertakan dalam foto sinar-<*
#ua tungkai
Pada sinar-< anak-anak epifise dapat mengacaukan diagnosis fraktur* ?oto pada tungkai yang
tidak cedera akan bermanfaat*
#ua cedera
!ekuatan yang hebat sering menyebabkan cedera pada lebih dari , tingkat* !arena itu bila ada
fraktur pada kalkaneus atau femur perlu juga diambil foto sinar-< pada pelvis dan tulang
belakang*
#ua kesempatan
Segera setelah cedera" suatu fraktur mungkin sulit dilihat" kalau ragu-ragu" sebagai akibatresorbsi
tulang" pemeriksaan lebih jauh ,C-,/ hari kemudian dapat memudahkan diagnosis*
Pencitraan !husus
@mumnya dengan foto polos kita dapat mendiagnosis fraktur" tetapi perlu dinyatakan apakah
fraktur terbuka atau tertutup" tulang mana yang terkena dan lokalisasinya" apakah sendi juga
mengalami fraktur serta bentuk fraktur itu sendiri* !onfigurasi fraktur dapat menentukan
prognosis serta waktu penyembuhan fraktur" misalnya penyembuhan fraktur transversal
lebihlambat dari fraktur oblik karena kontak yang kurang* !adang-kadang fraktur atau
keseluruhan fraktur tidak nyata pada sinar-< biasa*&omografi mungkin berguna untuk lesi spinal
atau fraktur kondilus tibia* +& atau )'8 mungkin merupakan satu-satunya cara yang dapat
membantu" sesungguhnya potret transeksional sangat penting untuk visualisasi fraktur secara
tepat pada tempat yang sukar* 'adioisotop scanning berguna untuk mendiagnosis fraktur-tekanan
yang dicurigai atau fraktur tak bergeser yang lain*
)ada luka bakar
Pemerksaan Dagnostk
Laboratorum :
Hb, Ht, Leokost, trombost, gua darah, eektrot, ureum, creatn, proten,
abumn, hapusan uka, urne engkap, AGD ba dperukan.
Radoog : Foto thoraks.
ECG : Untuk mehat keanan pada |antung
CVP : Untuk mengetahu tekanan vena sentra, dperukan pada uka bakar >
30 % dewasa dan > 20 % pada anak-anak.
*. Baaimana dianosis ker,a 'ada kasus ini< 12#
-. Baaimana 'enatalaksanaan 'ada kasus ini< $%*
)ada luka bakar
Penataaksanaan
Untuk menghndar kematan dan kecacatan pada ken uka bakar dperukan
pertoongan yang cepat dan tepat. Penataaksanaan ken dengan uka bakar
d rumah sakt adaah :
1. Penagguangan terhadap gangguan pernapasan, shock, gangguan
kesembangan caran dan eektrot, mencegah nfeks, pemberan nutrs,
ekss eskhar dan skn graft, rehabtas dan penangguangan gangguan
pskoogs.
2. Mengatas gangguan pernapasan
Mukosa sauran pernapasan akan edema ba seseorang menghrup udara
panas atau gas beracun, yang terbentuk pada waktu perstwa kebakaran
sehngga seseorang sut untuk bernapas karena ter|ad edema pada sauran
pernapasan.
3. Penangguangan terhadap shock
Memberkan caran ntra venus yang sesua dan has koaboras dengan tm
meds, observas keadaan umum, untuk mengetahu segaa perubahan yang
ter|ad sehngga dengan cepat dapat memberkan bantuan yang sesua.
4. Mengatas gangguan kesembangan caran
Luka bakar menyebabkan kerusakan pada apsan keratn dan pd kut yang
berfungs untuk mencegah penguapan ar dar |arngan. Pada konds uka
bakar, proteks hang sehngga sangat cepat, untuk mengatas kehangan
caran yang berebhan dakukan pemberan caran ntra vena. Protoko
pemberan caran pada uka bakar dengan menggunakan rumus Brooke yang
sudah dmodfkas adaah :
|am I caran dberkan RL : 2,5 - 4 cc/kg.BB/ % LB. bagan dberkan daam
8 |am pertama (terhtung mua |am keceakaan). Lau bagan ag dberkan
daam 16 |am berkutnya.
|am II caran Dextrose 5 % daam ar : 24 x(25 + %LB) x BSA cc. Abumn
sebanyak yang dperukan (0,3 - 0,5 cc/kg.BB/%)
5. Mengatas nfeks
Pada ken uka bakar dber obat kekebaan terhadap tetanus yang dberkan
pada awa penanganan, sean tu |uga dberkan antbotka sstemk. D
sampng penangguangan masaah koaboras, perawatan uka dan semua
tndakan nvasf harus dakukan dengan menggunakan tehnk aseptk.
Persona hygene dan ngkungan yang bersh harus seau d|aga.
6. Ekss eskhar dan skn graft
Ekss eskhar pentng dakukan karena eskhar merupakan meda yang bak
untuk berkembang baknya bakter. Kadang-kadang eskhar ter|ad pada
bagan tubuh yang mengkar sehngga dapat ter|ad penekanan pada
pembuuh darah dan saraf d bawahnya, yang mengakbatkan kematan
|arngan bagan dsta. Untuk uka bakar dera|at II yang daam, kadang-
kadang sut untuk sembuh secara spontan. |ad untuk dapat cepat sembuh
dan mengembakan fungs kut harus dakukan skn graft.
7. Pemberan nutrs
Untuk mengatas gangguan nutrs akbat hpermetabosme, makanan yang
dberkan harus berkaor tngg. Ha n peru agar BB ken tdak menurun
secara menyook seama masa perawatan d sampng tu usaha untuk
mempercepat penyembuhan.
8. Rehabtas
Rehabtas dakukan pada ken uka bakar adaah untuk menghangkan
kecacatan terutama penangguangan terhadap ter|adnya kontraktur
sehngga ken post uka bakar akan dapat meakukan aktftas dan fungsnya
sepert semua.
9. Penangguangan terhadap gangguan pskoogs.
Pada ken uka bakar serng ter|ad gangguan ke|waan berupa depres yang
akan mempersut penyembuhan uka. Perawat sebaga tenaga kesehatan
yang pang dekat dan pang ama berada d antara ken berperan sangat
pentng daam penanganan masaah n yatu dengan meakukan komunkas
terapeutk sebeum dtangan oeh yang ah pskoog/pskater.
Pada kasus fraktur
Penatalaksanaan ?raktur :
Non (peratif
,* 'eduksi
'eduksi adalah terapi fraktur dengan cara mengantungkan kaki dengan tarikan atau traksi*
-* 8mobilisasi
8mobilisasi dengan menggunakan bidai* 4idai dapat dirubah dengan gips dalam 5-,C hari" atau
dibiarkan selama .-/ minggu*
.* Pemeriksaan dalam masa penyembuhan
#alam penyembuhan" pasien harus di evaluasi dengan pemeriksaan rontgen tiap 1 atau A
minggu* Program penyembuhan dengan latihan berjalan" rehabilitasi ankle" memperkuat otot
kuadrisef yang nantinya diharapkan dapat mengembalikan ke fungsi normal
(peratif
Penatalaksanaan ?raktur dengan operasi" memiliki - indikasi" yaitu:
a* 2bsolut
- ?raktur terbuka yang merusak jaringan lunak" sehingga memerlukan operasi dalam
penyembuhan dan perawatan lukanya*
- +idera vaskuler sehingga memerlukan operasi untuk memperbaiki jalannya darah di
tungkai*
- ?raktur dengan sindroma kompartemen*
- +idera multipel" yang diindikasikan untuk memperbaiki mobilitas pasien" juga
mengurangi nyeri*
b* 'elatif" jika adanya:
- Pemendekan
- ?raktur tibia dengan fibula intak
- ?raktur tibia dan fibula dengan level yang sama
2dapun jenis-jenis operasi yang dilakukan pada fraktur tibia diantaranya adalah sebagai berikut:
,* ?iksasi eksternal
a* Standar
?iksasi eksternal standar dilakukan pada pasien dengan cidera multipel yang hemodinamiknya
tidak stabil" dan dapat juga digunakan pada fraktur terbuka dengan luka terkontaminasi* #engan
cara ini" luka operasi yang dibuat bisa lebih kecil" sehingga menghindari kemungkinan trauma
tambahan yang dapat memperlambat kemungkinan penyembuhan* #i bawah ini merupakan
gambar dari fiksasi eksternal tipe standar*
b* 'ing ?i>ators
'ing fi>ators dilengkapi dengan fiksator iliEarov yang menggunakan sejenis cincin dan kawat
yang dipasang pada tulang* !euntungannya adalah dapat digunakan untuk fraktur ke arah
proksimal atau distal* +ara ini baik digunakan pada fraktur tertutup tipe kompleks* #i bawah ini
merupakan gambar pemasangan ring fi>ators pada fraktur diafisis tibia*
c* (pen reduction with internal fi>ation $('8?%
+ara ini biasanya digunakan pada fraktur diafisis tibia yang mencapai ke metafisis* !euntungan
penatalaksanaan fraktur dengan cara ini yaitu gerakan sendinya menjadi lebih stabil* !erugian
cara ini adalah mudahnya terjadi komplikasi pada penyembuhan luka operasi* 4erikut ini
merupakan gambar penatalaksanaan fraktur dengan ('8?*
d* 8ntramedullary nailing
+ara ini baik digunakan pada fraktur displased" baik pada fraktur terbuka atau tertutup*
!euntungan cara ini adalah mudah untuk meluruskan tulang yang cidera dan menghindarkan
trauma pada jaringan lunak*
-* 2mputasi
2mputasi dilakukan pada fraktur yang mengalami iskemia" putusnya nervus tibia dan pada crush
injury dari tibia*
)ada kasus trauma abdomen
PENANGANAN PRE HOSPITAL AN HOSPITAL
A! Pre Hos"ita#
Pengkajian yang dilakukan untuk menentukan masalah yang mengancam nya/a# harus
mengkaji dengan cepat apa yang terjadi di lokasi kejadian. Paramedik mungkin harus
melihat apabila sudah ditemukan luka tikaman# luka trauma benda lainnya# maka
harus segera ditangani# penilaian a/al dilakukan prosedur 3,1 jika ada indikasi. 8ika
korban tidak berespon# maka segera buka dan bersihkan jalan napas.
2. 3ir/ay
Dengan kontrol tulang belakang. "embuka jalan napas menggunakan
teknik 9head tilt chin lift: atau menengadahkan kepala dan mengangkat dagu# periksa
adakah benda asing yang dapat mengakibatkan tertutupnya jalan napas. "untahan#
makanan# darah atau benda asing lainnya.
2. ,reathing
Dengan (entilasi yang adekuat. "emeriksa pernapasan dengan menggunakan cara
9lihat-dengar-rasakan: tidak lebih dari 20 detik untuk memastikan apakah ada napas
atau tidak. elanjutnya lakukan pemeriksaan status respirasi korban &kecepatan#
ritme dan adekuat tidaknya pernapasan).
;. 1irculation
Dengan kontrol perdarahan hebat. 8ika pernapasan korban tersengal-sengal dan
tidak adekuat# maka bantuan napas dapat dilakukan. 8ika tidak ada tanda-tanda
sirkulasi# lakukan resusitasi jantung paru segera. <asio kompresi dada dan bantuan
napas dalam <8P adalah ;0 - 2 &;0 kali kompresi dada dan 2 kali bantuan napas).
)enananan a2al trauma non8 'enetrasi (trauma tum'ul)
2. top makanan dan minuman
2. 'mobilisasi
;. !irim kerumah sakit.
)enetrasi (trauma ta,am)
,* ,ila terjadi luka tusuk# maka tusukan &pisau atau benda tajam lainnya) tidak boleh
dicabut kecuali dengan adanya tim medis.
-* Penanganannya bila terjadi luka tusuk cukup dengan melilitkan dengan kain kassa
pada daerah antara pisau untuk memfiksasi pisau sehingga tidak memperparah luka.
.* ,ila ada usus atau organ lain yang keluar# maka organ tersebut tidak dianjurkan
dimasukkan kembali kedalam tubuh# kemudian organ yang keluar dari dalam tersebut
dibalut kain bersih atau bila ada (erban steril.
/* 'mobilisasi pasien.
0* +idak dianjurkan memberi makan dan minum.
1* 3pabila ada luka terbuka lainnya maka balut luka dengan menekang.
5* !irim ke rumah sakit.
$! Hos"ita#
2. +rauma penetrasi
,ila ada dugaan bah/a ada luka tembus dinding abdomen# seorang ahli bedah yang
berpengalaman akan memeriksa lukanya secara lokal untuk menentukan dalamnya
luka. Pemeriksaan ini sangat berguna bila ada luka masuk dan luka keluar yang
berdekatan.
a* krinning pemeriksaan rontgen
Foto rontgen torak tegak berguna untuk menyingkirkan kemungkinan hemo atau
pneumotoraks atau untuk menemukan adanya udara intraperitonium. erta rontgen
abdomen sambil tidur &supine) untuk menentukan jalan peluru atau adanya udara
retroperitoneum.
b. '%P atau $rogram =>cretory dan 1+ canning
8ni di lakukan untuk mengetauhi jenis cedera ginjal yang ada*
c. $retrografi.
Di lakukan untuk mengetauhi adanya rupture uretra.
d. istografi
'ni digunakan untuk mengetauhi ada tidaknya cedera pada kandung kencing#
contohnya pada -
o fraktur pel(is
o trauma non-penetrasi
2. Penanganan pada trauma benda tumpul di rumah sakit -
a. Pengambilan contoh darah dan urine
Darah di ambil dari salah satu (ena permukaan untuk pemeriksaan laboratorium
rutin# dan juga untuk pemeriksaan laboratorium khusus seperti pemeriksaan darah
lengkap# potasium# glukosa# amilase.
b. Pemeriksaan rontgen
Pemeriksaan rongten ser(ikal lateral# toraks anteroposterior dan pel(is adalah
pemeriksaan yang harus di lakukan pada penderita dengan multi trauma# mungkin
berguna untuk mengetahui udara ekstraluminal di retroperitoneum atau udara
bebas di ba/ah diafragma# yang keduanya memerlukan laparotomi segera.
c* tudy kontras urologi dan gastrointestinal
Dilakukan pada cedera yang meliputi daerah duodenum# kolon ascendens atau
decendens dan dubur &Hudak ? @allo# 2002).
=. Baaimana 'ronosis 'ada kasus ini< -=19
19. Baaima kom'likasi 'ada kasus ini< 12#
K>M)LIKASI fraktur
,% 8nfeksi
8nfeksi dapat terjadi karena penolakan tubuh terhadap implant berupa internal fiksasi
yang dipasang pada tubuh pasien* 8nfeksi juga dapat terjadi karena luka yang tidak steril*
-% #elayed union
#elayed union adalah suatu kondisi dimana terjadi penyambungan tulang tetapi
terhambat yang disebabkan oleh adanya infeksi dan tidak tercukupinya peredaran darah
ke fragmen*
.% Non union
Non union merupakan kegagalan suatu fraktur untuk menyatu setelah 0 bulan mungkin
disebabkan oleh faktor seperti usia" kesehatan umum dan pergerakan pada tempat fraktur*
/% 2vaskuler nekrosis
2vaskuler nekrosis adalah kerusakan tulang yang diakibatkan adanya defisiensi suplay
darah*
0%* !ompartemen Sindrom
kompartemen sindrom merupakan suatu kondisi dimana terjadi penekanan terhadap
syaraf" pembuluh darah dan otot didalam kompatement osteofasial yang tertutup* ;al ini
mengawali terjadinya peningkatan tekanan interstisial" kurangnya oksigen dari penekanan
pembuluh darah" dan diikuti dengan kematian jaringan*
1% )al union
&erjadi pnyambungan tulang tetapi menyambung dengan tidak benar seperti adanya
angulasi" pemendekan" deformitas atau kecacatan*
1% &rauma saraf terutama pada nervus peroneal komunis*
5% 7angguan pergerakan sendi pergelangan kaki*
7angguan ini biasanya disebakan karena adanya adhesi pada otot-otot tungkai bawah*
!omplikasi &rauma 2bdomen
,* &rombosis Kena
-* 6mboli Pulmonar
.* Stress @lserasi dan perdarahan
/* Pneumonia
0* &ekanan ulserasi
1* 2telektasis
5* Sepsis
A* Pankreas: Pankreatitis" Pseudocyta formasi" fistula pancreas-duodenal" dan perdarahan*
B* Limfa: perubahan status mental" takikardia" hipotensi" akral dingin" diaphoresis" dan syok*
,C* @sus: obstruksi usus" peritonitis" sepsis" nekrotik usus" dan syok*
,,* 7injal: 7agal ginjal akut $772% $+atherino" -CC.%
KOMPLIKASI LUKA BAKAR
,* Syok karena kehilangan cairan*
-* Sepsis / toksis*
.* 7agal 7injal mendadak
/* Peneumonia
11. K0! 'ada kasus ini< $%*
Luka bakar deara,at 1 dan 2 K0! $a
3raktur terbuka dan tertutu' K0! #b
12. )andanan Islam /an berkaitan denan kasus ini< -=19
Keranka Konse'
Meompat dar
anta 2
Mengaam
mutpe trauma
Luka bakar
dera|at I
Trauma
abdomen
Keceakaan ker|a:
-kebakaran
Fraktur femur
snstra 1/3
proxma
transversa
"i'otesis
&n* 2gus" -0 tahun" mengalami multiple trauma $ luka bakar" fraktur femur ,/. pro>imal
transversal" trauma abdomen%*