Anda di halaman 1dari 6

Dasar formal profesi BK A.

UU NO 20 TAHUN 2003 tentang SISDIKNAS Menurut undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, menyatakan

manusia membutuhkan pendidikan di dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui masyarakat. Indonesia mempunyai UU SISDIKNAS yaitu Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang di kenal dengan nama UUSPN, namun undang-undang ini diganti menjadi UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang dikenal dengan nama UU SISDIKNAS. Sebelum undang-undang ini ada dan diganti, ada undang-undang yang dimiliki oleh Indonesia yaitu Undang-undang Nomor 4 tahun 1950. UU No. 20 tahun 2003 ini ada karena adanya tekad dalam melakukan reformasi pendidikan yang sudah lama tidak berjalan sebagaimana mestinya dan tidak mampu lagi menjawab tuntutan perkembangan masyarakat, bangsa dan negara. Didalam UU No. 2 Tahun 1989 tenaga kependidikan ada di dalam pasal 27 sampai pasal 32. Diera reformasi tahun 1998 terdapat adanya partisipasi masyarakat untuk ikut berperan dalam bidang pendidikan. Pada masa reformasi ini, muncul perubahan kualitas siswa dan sumber daya manusia dalam menggantikan kurikulum pembelajaran. Maka dari itu, dari UU yang ada sangat dibutuhkan UU yang baru yang lebih sesuai dengan situasi pada saat reformasi sampai sekarang. Dengan adanya UU tersebut, UU ini diharapkan berguna untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia dan juga untuk mempersiapkan anak-anak bangsa pada masa sekarang dan seterusnya. Pasal 1 ayat 6 berbunyi bahwa Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.Berdasarkan penjelasan dari pasal 1 ayat 6 tersebut dikatakan bahwa konselor merupakan sebuah profesi yang diakui oleh undang-undang dan berkedudukan hukum yang kuat dan tidak dapat diganggu gugat oleh apapun.

B. UU NO 14 TAHUN 2005 tentang GURU dan DOSEN Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. (UU No.14 tahun 2005 pasal 1 butir 4). Sedangkan untuk menjadi professional, dalam bidang apapun, seseorang harus menguasai dan memenuhi tiga komponen trilogy profesi, yaitu (1) komponen dasar keilmuan, (2) komponen substansi profesi, dan (3) komponen praktik profesi. Komponen dasar keilmuan adalah sebagai landasan bagi calon tenaga professional dalam wawasan, nilai, juga sikap agar selalu tercemin sebagai pribadi yang professional dalam profesinya. Komponenen substansi profesi membekali calon tenaga professional tentang spesifik dan focus arahan objek atau profesinya. acuan Sedangkan Komponen tenaga professional praktik untuk

profesi adalah

sebagai

calaon

menyelenggarakan praktik profesinya kepada sasaran pelayanan secara tepat dan efektif. Penguasaan dan penyelenggaraan trilogi profesi secara mantap merupakan jaminan bagi suksesnya penampilan profesi tersebut demi kebahagiaan sasaran pelayanan. Penguasaan ketiga komponen profesi tersebut diperoleh di dalam program pendidikan profesi dan pendidikan akademik yang mendasarinya. Konselor, yang adalah pendidik (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1 Butir 6) , sebagai tenaga professional dituntut untuk menguasai dan memenuhi trilogi profesi dalam bidang pendidikan, khususnya bidang konseling, yaitu Komponen Dasar Keilmuan : Ilmu Pendidikan : Proses pembelajaran terhadap individu melalui modus pelayanan

Komponen Substansi Profesi pengembangan konseling. Komponen Praktik Profesi diri/ pribadi

: Penyelenggaraan proses pembelajaran

terhadap sasaran pelayanan melalui modus pelayanan konseling.

C. PP no 74 TAHUN 2008 tentang guru Pasal 54 (1) Beban kerja kepala satuan pendidikan yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah paling sedikit 3 (tiga) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu atau membimbing 40 (empat puluh) peserta didik bagi kepala satuan pendidikan yang berasal dari Guru bimbingan dan konseling atau konselor. (2) Beban kerja wakil kepala satuan pendidikan yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu atau membimbing 80 (delapan puluh) peserta didik bagi wakil kepala satuan pendidikan yang berasal dari Guru bimbingan dan konseling atau konselor. (3) Beban kerja ketua program keahlian satuan pendidikan yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. (4) Beban kerja kepala perpustakaan satuan pendidikan yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. (5) Beban kerja kepala laboratorium, bengkel, atau unit produksi satuan pendidikan yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah paling sedikit 12 (dua belas) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. (6) Beban kerja Guru bimbingan dan konseling atau konselor yang memperoleh tunjangan profesi dan maslahat tambahan adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada satu atau lebih satuan pendidikan.

Jadi, berdasarkan Pasal 54 PP no 74 TAHUN 2008 tentang guru tersebut, pada ayat (1), (2), (3), dan (6) dijelaskan bahwa konselor merupakan profesi yang diakui dan memiliki tunjangan tunjangan tersendiri yang diakui oleh pemerintah. Hal ini memperjelas kedudukan dan profesi konselor di sekolah.

D. PERMENDIKNAS NO 27 TAHUN 2008 tentang kualifikasi dan kompetensi konselor Pasal 1 (1) Untuk dapat diangkat sebagai konselor, seseorang wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor yang berlaku secara nasional. (2) Standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.

Berdasarkan pasal 1 diatas, dapat dilihat bahwa untuk dapat diangkat sebagai konselor, seseorang wajib untuk memenuhi standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor yang berlaku secara nasional. Hal ini mempertegas profesi konselor sebagai suatu profesi yang jelas dan memiliki dasar serta skill yang memadai. Hal ini jjuga menunjukkan bahwa konselor aspek trilogi profesi, khususnya untuk BK, yaitu : Komponen Dasar Keilmuan : Ilmu Pendidikan : Proses pembelajaran terhadap individu melalui modus pelayanan Komponen Substansi Profesi pengembangan konseling. Komponen Praktik Profesi : Penyelenggaraan proses pembelajaran diri/ pribadi

terhadap sasaran pelayanan melalui modus pelayanan konseling.

E. KEPMENPAN DAN REFORMASI BIROKSI NO 16 tahun 2009 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 (4).Kegiatan bimbingan adalah kegiatan Guru dalam menyusun rencana bimbingan, melaksanakan bimbingan, mengevaluasi proses dan hasil bimbingan, serta melakukan perbaikan tindak lanjut bimbingan dengan memanfaatkan hasil evaluasi.

(5).Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi Guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

BAB II RUMPUN JABATAN, JENIS GURU, KEDUDUKAN, DAN TUGAS UTAMA Pasal 3 Jenis Guru berdasarkan sifat, tugas, dan kegiatannya meliputi: a. Guru Kelas b. Guru Mata Pelajaran; dan c. Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor.

Pasal 4 (3).Beban kerja Guru bimbingan dan konseling/konselor adalah mengampu bimbingan dan konseling paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik dalam 1 (satu) tahun.

Berdasarkan KEPMENPAN DAN REFORMASI BIROKSI NO 16 tahun 2009 ini dijelaskan bahwa konselor memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas di sekolah. Serta memiliki jam mengajar dan tanggung jawab terhadap sekolah tempat dia mengajar. Hal ini semakin mempertegas kedudukan profesi konselor dan guru BK.

Sumber : http://smadppekalongan.wordpress.com/2011/08/24/undang-undang-no-20-tahun-2003tentang-sistem-pendidikan-nasional/ http://rizaariyanie.blogspot.com/2013/08/bk_8864.html