Anda di halaman 1dari 3

TUGAS RESUME KE-1 KU-4078 STUDIUM GENERALE

ENERGI NEGERI UNTUK NEGERI


Pembicara: 1. Ali Mundakir (Vice President Corporate PT. Pertamina Persero) 2. Marwan Batubara M.Sc (Indonesian Resources Studies, IRESS) 3. Effendi Gazali Ph.D (Ketua Salemba School, Institute for Political and Media Literacy) Selasa, 03 September 2013 Aula Timur Institut Teknologi Bandung

Disusun oleh Nama NIM : Nisrina Rizkia : 10510002

Program Studi : Kimia No. HP : 085781912328

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2013

ENERGI NEGERI UNTUK NEGERI PT. Pertamina Persero merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang minyak bumi dan gas, Pertamina merupakan satu-satunya tumpuan Indonesia untuk memajukan produksi energi dalam negeri. Selain itu, Pertamina mempunyai harapan menjadi perusahaan terkemuka di Asia. Untuk saat ini, Pertamina sudah memasarkan produk pelumasnya di 22 negara diantaranya yaitu Asia Tenggara, Korea Selatan, Afrika Selatan, Brazil dan lain lain. Selain menghasilkan produk minyak bumi dan gas, Pertamina memiliki program dalam mendukung orangorang yang bergerak di bidang otomotif yaitu pembalap. Untuk menjaga ketahanan energi nasional yang berkelanjutan maka diperlukan beberapa kebijakan dalam mengolah sumber daya alam. Terdapat tiga sistem yang dianut dalam mengolah sumber daya alam yaitu sumber daya alam harus digunakan semaksimal mungkin, sistem konservasi yaitu sumber daya alam tidak boleh digunakan dan sumber daya alam dapat digunakan namun tetap dijaga lingkungannya. Di Indonesia masih terdapat budaya untuk mendapatkan hasil yang instan, sedangkan bila ingin mendapatkan hasil yang instan sangat diperlukan dana investasi besar, teknologi tinggi dan kemampuan sumber daya manusia yang handal. Dengan adanya harapan untuk menghasilkan sesuatu dengan instan membuat kemampuan investasi Pertamina terbatas. Peran Pertamina selain meningkatkan pasokan energi juga mengkonservasikan penggunaan energi fosil yang mendominasi energi campuran Indonesia menjadi jenis energi lain di sisi permintaan. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia mempunyai potensi energi yang besar salah satunya adalah matahari, selain itu juga Indonesia mempunyai pasir kuarsa dengan kualitas terbaik di dunia, pasir kuarsa tersebut dapat digunakan sebagai panel sel surya. Untuk itu berbagai inovasi perlu dilakukan oleh anak negeri, salah satu inovasi yang sedang dilakukan Pertamina adalah waste to energy, yaitu menghasilkan energi dari sampah. Jepang yang tidak memiliki sumber daya alam saja dapat menunjukkan kemajuan negaranya dengan sangat pesat. Batu bara di Indonesia banyak diekspor ke Jepang dan ditimbun sehingga apabila negara-negara seperti Indonesia kekurangan pemasukan untuk APBN maka Jepang masih kaya akan batu bara tersebut. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam usaha minyak, gas dan panas bumi Pertamina sudah menjalin hubungan dengan perusahaan-perusahaan minyak internasional dan nasional. Dalam rangka mengamankan pasokan energi masa depan Pertamina perlu melakukan ekspansi luar negeri diantaranya adalah India, Irak dan Qatar. Kapasitas kilang minyak Pertamina adalah terbesar kelima di Asia dan merupakan produsen petrokimia pertama di Indonesia. Pertamina terus menerus meningkatkan teknologi di kilang minyak karena dahulu ketika kilang minyak masih sederhana Pertamina hanya dapat memproduksi minyak tanah, padahal apabila minyak tanah tersebut diproses

lebih lanjut dapat dihasilkan solar, aftur dan lain-lain yang mempunyai nilai jual lebih tinggi. Sehingga Indonesia kalah dengan India dalam hal kilang minyak. Pertamina menangani distribusi BBM yang paling kompleks di dunia karena menggunakan segala jenis transportasi. Selain itu masalah juga timbul di daerah Indonesia bagian timur di mana hanya ada satu depot yang menangani tiga pulau yang omsetnya sama dengan satu SPBU di Jakarta. Dalam pengelolaan migas konstitusional dipengaruhi oleh tren global negara-negara terhadap penggunaan energi. Tren global secara umum adalah meningkatnya produksi migas Amerika Serikat dan gas Australia, meningkatnya produksi eneri solar dan angin serta menurunnya penggunaan energi nuklir. Sedangkan tren negara-negara secara global adalah meningkatnya kepentingan keamanan energi dan meningkatnya perkembangaan energi baru terbarukan. Bapak Marwan Batubara dari Indonesian Resources Studies (IRESS) menggambarkan bahwa tren energi nasional adalah konsumsi energi per kapita masih rendah, konsumsi energi fosil terus meningkat sedangkan konsumsi energi baru terbarukan masih rendah dan subsisi BBM masih rendah. Cadangan energi fosil Indonesia berupa minyak, gas dan batu bara diperkirakan akan habis contohnya saja cadangan minyak diperkirakan akan habis 11,40 tahun lagi terhitung sejak tahun 2012. Sehingga perlu adanya suatu sistem pengelolaan yang baik terhadap cadangan energi fosil tersebut di negara Indonesia. Sedangkan untuk negara seperti Mesir dan Irak masih dapat bertahan dalam penggunaan minyak hingga 90 tahun kemudian. Di Indonesia telah dilakukan penelitian terhadap produksi minyak setiap tahunnya, profil produksi minyak yang didapatkan adalah produksi minyak paling besar berada pada tahu 1977 dan 1995 sedangkan tahun-tahun yang lainnya mengalami penurunan. Dengan adanya profil produksi migas tersebut diharapkan adanya inovasi-inovasi baru terhadap penyediaan energi negeri dengan memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang lain sebagai energi alternatif. Peran BUMN-Pertamina yaitu memiliki infrastruktur dalam wilayah kerja kemipaan, pengilangan, pendistribusian dan penyimpanan. Dalam pengolahan migas di Indonesia terdapat SKK migas yang diatur oleh Perpres No 9/2013 yang berperan sebagai lembaga ad hoc yang menjalankan tugas dan kewenanan pengelolaan usaha Hulu Migas yang semula disandang oleh BP migas. Dalam memajukan energi negeri diperlukan intelektual-intelektual muda yang bersatu dan berdaulat. Terdapat tiga kedaulatan yaitu kedaulatan melawan korupsi, kedaulatan energi dan kedaulatan pangan. Menurut Bapak Effendi Gazali, terdapat empat aspek penting keilmuan mutakhir yaitu tunjukkan karakter, pilah-pilah naratif, emosional dalam naratif, mendidik dan menghibur. Dengan memperhatikan kedaulatan dan beberapa aspek penting tersebut diharapkan Indonesia mampu membangun energi negeri ke arah kemajuan dengan bantuan para intelektual muda dalam negeri.