Anda di halaman 1dari 4

TUGAS RESUME KE-7 KU-4078 STUDIUM GENERALE

Peran Mahasiswa dan Pemuda dalam Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kegiatan Kewirausahaan

Pembicara:
Anindya N. Bakrie (Founder Bakrie Center Foundation)

Rabu, 23 Oktober 2013 Aula Barat Institut Teknologi Bandung

Disusun oleh Nama NIM : Nisrina Rizkia : 10510002

Program Studi : Kimia No. HP : 085781912328

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2013

Peran Mahasiswa dan Pemuda dalam Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Kegiatan Kewirausahaan Wirausahawan atau entrepreneur adalah orang yang melakukan wirausaha dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Entrepreneurship adalah sebuah mindset atau pola pikir yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Seorang entrepreneur dianjurkan untuk memiliki pola pikir diluar kebiasaan orang pada umumnya dan lebih sering menggunakan otak kanan untuk menghasilkan kreativitas-kreativitas baru. Seorang entrepreneur akan melihat masalah sebagai suatu tantangan dan hanya mengenal kata sukses atau belajar. Seorang entrepreneur akan selalu berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan semua orang, memperkaya ilmu dengan lebih banyak mengamati dan mendengarkan serta peka terhadap adanya peluang. Seorang entrepreneur akan melihat segala sesuatu dari segi positif, mengubah kata tidak bisa menjadi bisa, sulit menjadi mudah, mustahil menjadi mungkin. Hal mendasar menjadi seorang entrepreneur adalah berpikir tentang masa depan orang banyak, kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara membantu masyarakat yang membutuhkan serta tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal-hal yang tidak produktif. Dalam mewujudkan mimpi menjadi seorang entrepreneur maka seseorang harus memiliki strategi diantaranya yaitu pertama memiliki branding, ditengah ramainya pasar oleh produk-produk seorang entrepreneur harus memiliki keunikan dalam mengenalkan produknya sehingga memiliki kesan yang unik. Kedua, membaca peluang pasar dengan mengetahui segmentasi konsumen yang akan dituju oleh produk yaitu meliputi usia, gender, pendidikan, kelas sosial, pekerjaan, hobi dan lainnya. Ketiga, berjalan seiring perubahan atau menjadi perubahan contohnya saja internet yang menjadi sebuah contoh perubahan yang signifikan sehingga banyak hal yang tiba-tiba melejit berkat intetrnet. Internet bisa menjadi pijakan bagi entreprener dalam pengembangan bisnisnya untuk selalu meng-update informasi dan mengikuti perubahan yang terjadi. Dalam dunia usaha, bila tidak bisa mengikuti perubahan atau tidak memiliki inovasi menjadi perubahan itu sendiri maka akan kalah dalam persaingan. Keempat, membangun sistem manajemen yang kuat dan tangguh, dengan menciptakan sistem tangguh baik dalam pembuatan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan bisa disiplin melaksanakan sehala sesuatu maka dapat menghindarkan atau memperkecil kemungkinan risiko kebangkrutan akibat kesalahan internal. Kelima, pelayanan yang berbasis pada manusia dengan cara menjalankan segala sesuatu atas kepentingan masyarakat. Keenam, open minded, dengan memiliki pikiran terbuka terhadap segala kemungkinan yang ada adalah sebuah pola pikir yang harus

ditanamkan dalam setiap diri entrepreneur. Pikiran yang terbuka menandakan sebuah fleksibilitas dalam menyesuaikan diri terhadap orang lain, perkembangan zaman, perubahan sistem perekonomian negara dan dunia secara umum serta terbuka terhadap strategi lain yang dapat meningkatkan usaha yang sedang dirintis. Untuk menjadi entrepreneur setiap orang pasti sering mengalami kegagalan saat awal menjalankan bisnisnya diantaranya yaitu kesalahan dalam mengelola, kurangnya kontrol keuangan,kurangnya pengalaman, pemasaran yang lemah, kegagalan untuk mengembangkan rencana strategis, pertumbuhan yang tidak terkendali, lokasi yang kurang strategis, kontrol ersediaan barang yang buruk, harga yang tidak tepat dan kemampuan dalam memuat transisi entreprenurial. Dalam hidup ini kegagalan adalah sesuatu hal yang pasti akan dihadapi sehingga setiap orang harus memiliki semangat untuk berjuang untuk bangkit menuju keberhasilan. Di luar negeri kegagalan dianggap sebagai suatu hal yang sudah biasa untuk suatu keberhasilan. Untuk menuju keberhasilan tersebut menurut Anindya N. Bakrie yang merupakan Founder Bakrie Center Foundation seseorang harus membuat jaringan yang luar biasa luas dengan baik karena tidak mungkin orang berhasil sendiri dan berkompetisi secara sehat namun bersama-sama saling mendukung untuk maju. Menjadi seorang entrepreneur harus berani berinovasi, melakukan hal yang luar biasa, menciptakan mindset fighting spirit dan berkreasi dalam keadaan sulit. Anindya N. Bakrie pun menambahkan bahwa untuk selalu bekerja keras dimanapun tempat kita bekerja dan menanamkan pemikiran bahwa setiap orang mampu melakukan setiap hal yang diinginkan dan tentunya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri melainkan juga bagi orang lain. Beberapa hal harus dikembangkan di Indonesia menuju suatu kemajuan diantaranya yaitu jumlah orang-orang yang bersekolah dan jumlah pengusaha. Dengan banyaknya orang yang bersekolah maka semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki pendidikan dan mampu nantinya diharapkan dapat bahu mebahu untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki Indonesia. Selain bidang pendidikan sektor wirausaha pun sangat mendukung kemandirian bangsa untuk terus berinovasi menjawab tantangan yang ada. Dengan adanya hal-hal pendukung tersebut diharapkan Indonesia dapat mandiri yaitu mandiri dari energi, pangan dan air bersih. Menurut Bapak Anindya, mahasiswa kini ditantang untuk dapat memanfaatkan peluang yang berkembang di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Seorang pengusaha memiliki nilai lebih apabila berhasil dalam menjalankan usahanya dan juga mampu untuk menghadapi situasi sulit dan bangkit untuk terus berjuang. Karena dirasa menjadi wirausaha memiliki potensi yang besar untuk Indonesia, pihaknya mencoba menularkan virus agar para mahasiswa lebih melirik dunia usaha sebaai entrepreneur dan tidak hanya berpaku pada dunia politik. Ditegaskan pula olehnya bahwa menjadi seorang pengusaha dibutuhkan integritas, kreatif, inovatif dan mau bekerja keras serta hal yang paling

penting adalah berani menghadapi tantangan. Bapak Anindya melalui yayasannya yaitu Bakrie Center Foundation menerapkan konsep Triple Helix yang dikembangkan oleh Stanford University yaitu sebuah konsep yang mensinergikan kolaborasi antara dunia pendidikan, bisnis dan pemerintahan. Mengingat keberhasilan Indonesia ditentukan oleh keberhasilan generasi mudanya, untuk itu mahasiswa harus mempunyai pandangan jauh untuk berkontribusi sebagai pengusaha.