Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MANAJEMEN LABORATORIUM Budaya Keselamatan dan Keamanan Laboratorium serta Membangun istem Mana!

emen Keselamatan dan Keamanan Kimia yang E"e#ti"$

elasa% &' O#tober &()*

+isusun Ole, O""ering . )/ Mo0,/ Heldy 1rasetyo 2))(**&3 4 &/ Ni#e 1rilil 1us5ita ari 2))(**&3&)()64

UNI7ER ITA NE.ERI MALAN. 8AKULTA MATEMATIKA +AN ILMU 1EN.ETAHUAN ALAM JURU AN KIMIA &()*

A/ 1enda,uluan Kecelakaan dapat terjadi dalam setiap kegiatan manusia. Kecelakaan merupakan suatu kejadian di luar kemampuan manusia, terjadi dalam sekejap dan dapat menimbulkan kerusakan baik jasmani maupun jiwa. Kegiatan yang membahayakan sering terjadi di laboratorium ataupun di bengkel, tetapi hal ini tidak harus membuat kita takut untuk melakukan kegiatan laboratorium Pentingnya Keselamatan Kerja di Laboratorium selama abad yang lalu, kimia telah membuat kita semakin memahami dunia fisik dan biologis serta kemampuan kita untuk memanipulasinya. Pekerjaan yang dilakukan di laboratorium kimia di seluruh penjuru dunia terus memungkinkan kemajuan penting di dunia sains dan teknik. Laboratorium kimia menjadi pusat pemerolehan pengetahuan dan pengembangan materi baru untuk digunakan di masa depan, serta pusat pemantauan dan pengendalian bahan kimia yang saat ini digunakan secara rutin dalam ribuan proses komersial. Sebagian besar bahan kimia yang saat ini dihasilkan dan digunakan adalah bahan yang bermanfaat, tetapi sebagian juga berpotensi merusak kesehatan manusia, lingkungan, dan sikap masyarakat terhadap perusahaan kimia. Lembaga harus menyadari potensi penyalahgunaan secara tidak sengaja dan sengaja seperti terorisme atau perdagangan obatobatan ilegal. Laboratorium menghadapi sejumlah ancaman, termasuk pencurian informasi sensitif, peralatan bernilai tinggi, dan bahan kimia dengan penggunaanganda yang mungkin digunakan sebagai senjata. Keamanan telah menjadi komponen penting pengoperasian laboratorium. Sistem keamanan laboratorium yang baik dapat mengurangi sejumlah risiko, seperti ! Pencurian atau penyalahgunaan peralatan yang sangat penting atau bernilai tinggi" ! Pencurian atau penyalahgunaan bahan kimia atau bahan penggunaanganda yang mungkin digunakan untuk kegiatan ilegal" ! #ncaman dari kelompok akti$is" ! Pelepasan atau pemaparan bahan berbahaya secara tidak sengaja atau sengaja" ! Sabotase bahan kimia atau peralatan bernilai tinggi" ! Publikasi informasi sensitif" dan ! Pekerjaan ilegal atau eksperimentasi laboratorium yang tidak sah. %enis dan tingkat sistem keamanan bergantung pada beberapa faktor, termasuk ! %enis ancaman yang diterima dan jumlah bahan dan peralatan. ! Pengetahuan kelompok atau indi$idu yang memberikan ancaman"

&iwayat pencurian, sabotase, dan kekerasan yang diarahkan ke atau di dekat laboratorium" ! Persyaratan atau panduan peraturan" ! #danya sesuatu yang menarik perhatian" atau ! 'asalah terkait penggunaan!ganda atau keamanan informasi. ('oran dan 'asciangioli, )*+*, Penyelamatan dan pengamanan bahan kimia bisa mengurangi risiko! risiko ini. -udaya baru yang berisi kesadaran keselamatan dan keamanan, akuntabilitas, penataan, dan pendidikan telah berkembang di seluruh dunia di laboratorium milik industri kimia, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Laboratorium telah mengembangkan prosedur dan peralatan khusus untuk menangani dan mengelola bahan kimia secara selamat dan aman. Pengembangan budaya keselamatan dan keamanan menghasilkan laboratorium yang aman dan sehat bagi lingkungan tempat kita mengajar, belajar, dan bekerja. Salah satu hal penting yang diharapkan dari melakukan kegiatan dan eksperimen di dalam belajar sains adalah agar siswa atau mahasiswa berhadapan langsung dengan suatu gejala atau fenomena. .ntuk sebagian mahasiswa pemahaman akan terjadi dengan cara melakukan (learning by doing,. /ksperimen dapat merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat juga membahayakan. 0uru atau dosen dan asisten harus mampu mencegah terjadinya kecelakaan. Siswa atau mahasiswa harus mengetahui tentang bahaya!bahaya yang dapat terjadi di dalam melakukan suatu kegiatan laboratorium atau eksperimen sehingga mereka melakukannya dengan hati!hati. 1engan demikian bahaya terjadinya kecelakaan dapat dihindarkan. B/ umber Ter!adinya Ke0ela#aan 2erjadinya kecelakaan dapat disebabkkan oleh banyak hal, tetapi dari analisis terjadinya kecelakaan menunjukkan bahwa hal!hal berikut adalah sebab!sebab terjadinya kecelakaan di laboratorium +. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan!bahan kimia dan proses!proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan laboratorium. ). Kurang jelasnya petunjuk kegiatan laboratorium dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan laboratorium. 3. Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan laboratorium. 4. Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan pelindung kegiatan laboratorium. 5. Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan!aturan yang semestinya harus ditaati.

2idak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai. 7. 2idak bersikap hati!hati di dalam melakukan kegiatan. 2erjadinya kecelakaan di laboratorium dapat dikurangi sampai tingkat paling minimal jika setiap orang yang menggunakan laboratorium mengetahui tanggung jawabnya. -erikut adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keamanan laboratorium +. Lembaga atau staf laboratorium bertanggung jawab atas fasilitas laboratorium yaitu kelengkapannya, pemeliharaan, dan keamanan laboratorium. ). 1osen atau guru bertanggung jawab di dalam memberikan semua petunjuk yang diperlukan kepada mahasiswa atau siswa termasuk di dalamnya aspek keamanan. 3. 'ahasiswa atau siswa bertanggung jawab untuk mempelajari aspek kesehatan dan keselamatan dari bahan!bahan kimia yang berbahaya, baik yang digunakan maupun yang dihasilkan dari suatu reaksi, dan keselamatan dari teknik dan prosedur yang akan dilakukannya. 1engan demikian mahasiswa atau siswa dapat menyusun peralatan dan mengikuti prosedur yang seharusnya, sehingga bahaya kecelakaan dapat dihindarkan atau dikurangi. Pertolongan pertama bukanlah seperangkat aturan tetapi merupakan kerangka pemikiran. #turan!aturan membantu siswa atau mahasiswa mengembangkan sikap yang aman terhadap berbagai bahan kimia berbahaya. 8al yang penting adalah agar siswa atau mahasiswa mengetahui aturan!aturan yang aman dan yang lebih penting lagi adalah bahwa mahasiswa atau siswa mengetahui apa yang dikerjakannya, bahaya! bahaya apa yang mungkin dapat terjadi, dan hal apa yang perlu dilakukan agar bekerja dengan aman serta apa yang harus dilakukan jika terjadi suatu kecelakaan. -erikut adalah aturan umum yang berkaitan dengan keamanan laboratorium +. Penataan ruangan yang baik sangatlah penting untuk keamanan kerja di laboratorium. &uangan perlu ditata dengan rapi, berikan tempat untuk jalan lewat dan tempatkan segala sesuatu pada tempatnya. ). Setiap orang harus cukup akrab dengan lokasi dan perlengkapan darurat seperti kotak P3K, pemadam kebakaran, botol cuci mata dll. 3. 0unakan perlengkapan keamanan bila sedang melakukan eksperimen.
6.

4. Sebelum mulai bekerja kenalilah dulu kemungkinan bahaya yang akan terjadi dan ambil tindakan untuk mengurangi bahaya tersebut. 5. -erikan tanda peringatan pada setiap perlengkapan, reaksi atau keadaan tertentu. 6. /ksperimen yang tanpa i9in harus dilarang. -ekerja sendirian di laboratorium juga perlu dicegah. 7. 0unakan tempat sampah yang sesuai untuk sisa pelarut, pecahan gelas, kertas, dsb. :. Semua percikan dan kebocoran harus segera dibersihkan 9/ 1engenalan Ba,an : Ba,an Kimia -ahan kimia yang ada di laboratorium jumlahnya relatif banyak seperti halnya jumlah peralatan. 1i samping jumlahnya cukup banyak juga bahan kimia dapat menimbulkan resiko bahaya cukup tinggi, oleh karena itu dalam pengelolaan laboratorium aspek penyimpanan, penataan dan pemeliharaan bahan kimia merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. 8al umum yang harus menjadi perhatian di dalam penyimpanan dan penataan bahan kimia diantaranya meliputi aspek pemisahan (segregation,, tingkat resiko bahaya (multiple ha9ards,, pelabelan (labeling,, fasilitas penyimpanan (storage facilities,, wadah sekunder (secondary containment,, bahan kadaluarsa (outdate chemicals,, in$entarisasi (in$entory,, dan informasi resiko bahaya (ha9ard information,. Penyimpanan dan penataan bahan kimia berdasarkan urutan alfabetis tidaklah tepat, kebutuhan itu hanya diperlukan untuk melakukan proses pengadministrasian. Pengurutan secara alfabetis akan lebih tepat apabila bahan kimia sudah dikelompokkan menurut sifat fisis, dan sifat kimianya terutama tingkat kebahayaannya. -ahan kimia yang tidak boleh disimpan dengan bahan kimia lain, harus disimpan secara khusus dalam wadah sekunder yang terisolasi. 8al ini dimaksudkan untuk mencegah pencampuran dengan sumber bahaya lain seperti api, gas beracun, ledakan, atau degradasi kimia. -anyak bahan kimia yang memiliki sifat lebih dari satu jenis tingkat bahaya. Penyimpanan bahan kimia tersebut harus didasarkan atas tingkat risiko bahayanya yang paling tinggi. 'isalnya ben9ene memiliki sifat flammable dan to;ic. Sifat dapat terbakar dipandang memiliki resiko lebih tinggi daripada timbulnya karsinogen. <leh karena itu penyimpanan ben9ena harus ditempatkan pada cabinet tempat menyimpan 9at cair flammable daripada disimpan pada cabinet bahan to;ic. -erikut ini merupakan panduan umum untuk mengurutkan tingkat bahaya bahan kimia dalam kaitan dengan penyimpanannya

=adah bahan kimia dan lokasi penyimpanan harus diberi label yang jelas. Label wadah harus mencantumkan nama bahan, tingkat bahaya, tanggal diterima dan dipakai. #langkah baiknya jika tempat penyimpanan masing!masing kelompok bahan tersebut diberi label dengan warna berbeda. 'isalnya warna merah untuk bahan flammable, kuning untuk bahan oksidator, biru untuk bahan toksik, putih untuk bahan korosif, dan hijau untuk bahan yang bahayanya rendah. label bahan flammable label bahan oksidator label bahan toksik label bahan korosif label bahan dengan tingkat bahaya rendah 1i samping pemberian label pada lokasi penyimpanan, pelabelan pada botol reagen jauh lebih penting. >nformasi yang harusdicantumkan pada botol reagen diantaranya 1i samping pemberian label pada lokasi penyimpanan, pelabelan pada botol reagen jauh lebih penting. >nformasi yang harus dicantumkan pada botol reagen diantaranya ?ama kimia dan rumusnya, konsentrasi, 2anggal penerimaan, 2anggal pembuatan, ?ama orang yang membuat reagen, Lama hidup, 2ingkat bahaya, Klasifikasi lokasi penyimpanan, ?ama dan alamat pabrik, Sebaiknya bahan kimia ditempatkan pada fasilitas penyimpanan secara tertutup seperti dalam cabinet, loker, dsb. 2empat penyimpanan harus bersih, kering dan jauh dari sumber panas atau kena sengatan sinar matahari. 1i samping itu tempat penyimpanan harus dilengkapi dengan $entilasi yang menuju ruang asap atau ke luar ruangan (=idhy, )**@,. +/ 1engenalan imbol Ba,aya 2Ha;ard ymbol4 -erikut ini beberapa symbol bahan kimia dan penjelasan tentang sifat dan bahaya dari bahan kimia yang diberi label dengan symbol tersebut a. 8armful (-erbahaya,. -ahan kimia iritan menyebabkan luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan. Semua bahan kimia mempunyai sifat seperti ini (harmful, khususnya bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan. b. 2o;ic (beracun,. Produk ini dapat menyebabkan kematian atau sakit yang serius bila bahan kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, menghirup uap, bau atau debu, atau penyerapan melalui kulit. c. Aorrosi$e (korosif,. Produk ini dapat merusak jaringan hidup, menyebabkan iritasi pada kulit, gatal!gatal bahkan dapat menyebabkan kulit mengelupas. #wasB %angan sampai terpercik pada 'ata. d. Clammable ('udah terbakar,. Senyawa ini memiliki titik nyala rendah dan bahan yang bereaksi dengan air atau membasahi udara (berkabut, untuk menghasilkan gas yang mudah terbakar (seperti misalnya hidrogen, dari hidrida metal. Sumber nyala dapat dari api bunsen, permukaan metal panas, loncatan bunga api.

e. /;plosi$e (mudah meledak,. Produk ini dapat meledak dengan adanya panas, percikan bunga api, guncangan atau gesekan. -eberapa senyawa membentuk garam yang eksplosif pada kontak (singgungan dengan logamDmetal,. f. <;idator (Pengoksidasi,. Senyawa ini dapat menyebabkan kebakaran. Senyawa ini menghasilkan panas pada kontak dengan bahan organik dan agen pereduksi (reduktor, api listrik, dan lain! lain. E/ 9ara Menyim5an Ba,an Kimia Aara menyimpan bahan Laboratorium dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan alat laboratorium. Sifat masing!masing bahan harus diketahui sebelum melakukan penyimpanan, seperti +. -ahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastic. -ahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca. ). -ahan yang dapat berubah ketika terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening. 3. -ahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya. 4. Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil, jangan dikembalikan pada botol induk. 8al ini untuk menghindari rusaknya bahan dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak murni lagi. 5. -ahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik masing!masing bahan Sebaiknya bahan kimia ditempatkan pada fasilitas penyimpanan secara tertutup seperti dalam cabinet, loker, dsb. 2empat penyimpanan harus bersih, kering dan jauh dari sumber panas atau kena sengatan sinar matahari. 1i samping itu tempat penyimpanan harus dilengkapi dengan $entilasi yang menuju ruang asap atau ke luar ruangan. -ahan kimia cair yang berbahaya harus disimpan pula dalam wadah sekunder seperti baki plastik untuk mencegah timbulnya kecelakaan akibat bocor atau pecah. =adah sekunder yang diperlukan harus didasarkan atas ukuran wadah yang langsung diisi bahan kimia, tidak atas dasar $olume

bahan cair yang ada dalam wadahnya. .kuran wadah bahan primer yang perlu disediakan wadah sekundernya yaitu +. Aairan radioaktif ketika wadah berukuran E )5* mL ). Semua cairan berbahaya lain untuk wadah E ),5 L Secara umum pengelompokkan bahan berbahaya yang memerlukan wadah sekunder adalah +. Aairan flammable dan combustible serta pelarut terhalogenasi misalnya alkohol, eter, trikloroetan, perkloroetan dsb. ). #sam!asam mineral pekat misalnya asam nitrat, asam klorida, asam sulfat, asam florida, asam fosfat dsb. 3. -asa!basa pekat misalnya amonium hidroksida, natrium hidroksida, dan kalium hidroksida 4. -ahan radioaktif. -ahan kimia kadaluarsa, bahan kimia yang tidak diperlukan, dan bahan kimia yang rusak harus dibuang melalui unit pengelolaan limbah. >ngat bahwa biaya pembuangan bahan kimia akan meningkat jika ditunggu sampai waktu cukup lama, oleh karena itu limbah kimia harus dibersihkan setiap saat. 8/ In<entarisasi Ba,an Kimia >n$entarisasi harus dilakukan terhadap bahan kimia yang ada di laboratorium. Perbaharui label!label yang rusak secara secara periodik. >n$entarisasi harus melibatkan nama bahan, rumus, jumlah, kualitas, lokasi penyimpanan, dan tanggal penerimaan, nama industri, bahaya terhadap kesehatan, bahaya fisik, lama dan pendeknya bahaya terhadap kesehatan. 1i suatu laboratorium, 'S1S ('aterials Safety 1ata Sheets, atau sumber lain yang memberikan informasi tentang resiko bahaya dari setiap bahan harus ada. 8ubungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan informasi itu, atau jalin hubungan dengan &umah Sakit untuk mempermudah penanganan jika terjadi kecelakaan di laboratorium. 1i dalam 'S1S biasanya terdapat informasi tentang nama produk dan industri, komposisi bahan, identifikasi tingkat bahaya, pertolongan pertama bila terkena bahan itu, cara menangani kecelakaan, penanganan dan penyimpanan, cara perlindungan fisik, kestabilan dan kereaktifan, informasi toksikologi, ekologi, transportasi, pembuangan dan aturan pemerintah yang diberlakukan. Pengadministrasian laboratorium dimaksudkan adalah suatu proses pencatatan atau in$entarisasi fasilitas dan aktifitas laboratorium. 1engan pengadministrasian yang tepat semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. Sistem pengadministrasian yang baik merupakan kunci dalam meningkatkan kelancaran berbagai aspek pengelolaan laboratorium. 'isalnya dalam merencanakan pengadaan

alat dan bahan, mengendalikan efisiensi penggunaan budget, memperlancar pelaksanaan praktikum, penyusunan laporan yang objektif, maupun dalam mengawasi dan melindungi kekayaan laboratorium. 'engingat laboratorium merupakan in$estasi sektor pendidikan yang relatif mahal, sudah sewajarnya sistem pengadministrasiannya harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. ./ 1rosedur Umum untu# Be#er!a dengan Ba,an Kimia Berba,aya -erhati!hatilah untuk menghindari cara paparan paling umum kontak kulit dan mata, penghirupan, dan pencernaan. 'etode yang dianjurkan untuk mengurangi paparan bahan kimia, menurut urutan preferensi, adalah sebagai berikut. +. Penggantian dengan bahan atau proses yang tidak begitu berbahaya ). Kendali teknik 3. Kendali administrati$e 4. Peralatan pelindung diri Kendali teknik adalah tindakan yang menghilangkan, memisahkan, atau mengurangi paparan ke bahaya kimia atau fi sik melalui penggunaan berbagai perangkat. Aontohnya antara lain tudung kimia laboratorium dan sistem $entilasi lainnya, pelindung, barikade, dan interlock. Kendali teknik harus menjadi lini pertahanan pertama dan utama untuk melindungi pegawai dan properti. PP/ tidak boleh digunakan sebagai lini perlindungan pertama. 'isalnya, respirator pribadi tidak boleh digunakan untuk mencegah penghirupan uap jika tudung kimia laboratorium (sebelumnya disebut tudung asap, tersedia. Pelindung mata wajib digunakan oleh semua pegawai dan pengunjung di seluruh lokasi tempat bahan kimia disimpan atau digunakan, baik seseorang benarbenar melakukan operasi kimia maupun tidak. Sediakan pelindung mata untuk semua pengunjung di pintu masuk semua laboratorium. Peneliti harus menilai risiko yang terkait dengan eksperimen dan menggunakan tingkat perlindungan mata yang sesuai. <perasi yang berisiko ledakan atau menyebabkan kemungkinan proyektil harus memiliki kendali teknik sebagai lini perlindungan pertama. Lensa kontak tidak memberi perlindungan terhadap cedera mata dan bukan merupakan pengganti kaca mata keselamatan atau kaca mata percikan bahan kimia. Lensa kontak tidak boleh digunakan jika ada kemungkinan terjadinya paparan ke uap kimia, percikan bahan kimia, atau debu bahan kimia. Lensa kontak dapat rusak dalam kondisi semacam ini. 1i laboratorium, jangan i9inkan makan, minum, merokok, mengunyah permen karet, menggunakan kosmetik, dan meminum obat

di tempat bahan kimia berbahaya digunakan" menyimpan makanan, minuman, cangkir, dan peralatan makan dan minum lainnya di tempat bahan kimia ditangani atau disimpan" penyiapan atau konsumsi makanan atau minuman dalam peralatan dari kaca yang digunakan untuk operasi laboratorium" penyimpanan atau penyiapan makanan di lemari es, peti es, ruang dingin, dan o$en laboratorium" penggunaan sumber air laboratorium dan air laboratorium demineral sebagai air minum" mengecap bahan kimia laboratorium" dan pemipetan dengan mulut (bola pipet, aspirator, atau perangkat mekanik harus digunakan untuk memipet bahan kimia atau memulai sifon,. Auci tangan dengan sabun dan air segera setelah bekerja dengan bahan kimia laboratorium apa pun, meski sudah mengenakan sarung tangan. /ndus bahan kimia hanya dalam situasi tertentu yang terkendali. %angan sekali!kali mengendus bahan kimia beracun atau senyawa dengan toksisitas tidak diketahui. Lakukan semua prosedur yang melibatkan 9at beracun yang mudah menguap dan semua operasi yang melibatkan 9at beracun padat atau cair yang dapat mengakibatkan pembentukan aerosol di bawah tudung &espirator pemurni udara harus digunakan dengan beberapa bahan kimia jika kendali teknik tidak dapat mencegah paparan. Pelatihan signifi kan diperlukan untuk penggunaan respirator. 1alam latar terkendali, instruktur dapat meminta siswa mengendus isi wadah. 1alam kasus semacam itu, periksa dulu bahan kimia yang diendus untuk memastikannya aman. %ika diperintahkan untuk mengendus bahan kimia, perlahan arahkan uap ke hidung #nda dengan selembar kertas yang dilipat. %angan menghirup uap secara langsung. %angan menggunakan tudung kimia laboratorium untuk pembuangan bahan yang mudah menguap dan berbahaya melalui e$aporasi. -ahan semacam itu harus diperlakukan sebagai limbah kimia dan dibuang dalam wadah yang sesuai menuut prosedur lembaga dan peraturan pemerintah,. Kenakan sarung tangan kapan pun #nda menangani bahan kimia berbahaya, benda dengan tepi tajam, bahan yang sangat panas atau sangat dingin, bahan kimia beracun, dan 9at dengan toksisitas tidak diketahui. 2idak ada satu bahan sarung tangan yang memberikan perlindungan untuk semua penggunaan. Panduan umum berikut berlaku untuk pemilihan dan penggunaan sarung tangan pelindung +. Pilih sarung tangan dengan hati!hati untuk memastikan bahwa sarung tangan tidak dapat dilalui bahan kimia yang digunakan dan memiliki ketebalan yang tepat untuk memungkinkan keterampilan yang wajar sekaligus member perlindungan

).

3. 4.

5.

6.

7.

penghalang yang memadai. Secara umum, sarung tangan nitril sesuai untuk kontak insidental dengan bahan kimia. -aik sarung tangan nitril maupun lateks member perlindungan minimal dari pelarut berklorin dan tidak boleh digunakan dengan asam yang beroksidasi atau korosif. Sarung tangan lateks melindungi terhadap bahaya biologis tetapi menawarkan perlindungan kurang baik terhadap asam, basa, dan sebagian besar pelarut organik. Selain itu, lateks dianggap sebagai pemeka dan memicu reaksi alergi pada beberapa indi$idu. Sarung tangan neoprena dan karet dengan penambahan ketebalan dianjurkan untuk digunakan dengan sebagian besar bahan tajam dan berasam. Sarung tangan kulit sesuai untuk menangani peralatan dari kaca yang pecah dan memasukkan tabung ke sumbat, dimana perlindungan dari bahan kimia tidak diperlukan. Sarung tangan berinsulasi harus digunakan saat bekerja dengan bahan yang sangat panas atau sangat dingin. %angan menggunakan sarung tangan yang sudah kedaluwarsa. Kualitas sarung tangan menurun dari waktu ke waktu, bahkan dalam kotak yang tidak dibuka. Periksa sarung tangan untuk menemukan lubang kecil, robekan, dan tanda penurunan kualitas sebelum digunakan. Auci sarung tangan dengan benar sebelum melepasnya. (Aatatan -eberapa sarung tangan, seperti kulit dan poli$inil alkohol, dapat menyerap air. %ika tidak dilapisi dengan lapisan pelindung, sarung tangan poli$inil alkohol akan menurun kualitasnya jika terkena air., Auci dan periksa sarung tangan pakai ulang setiap sebelum dan setelahdigunakan. 0anti sarung tangan secara berkala karena kualitasnya menurun bila sering digunakan, tergantung frekuensi p enggunaan dan karakteristik perembesan dan penurunan kualitasnya relatif terhadap 9at yang ditangani. Sarung tangan yang dapat terkontaminasi bahan beracun harus dijauhkan dari area terdekat (biasanya tudung kimia laboratorium, tempat bahan kimia diletakkan. Sarung tangan ini lebih baik digunakan di luar laboratorium atau saat menangani item yang sering digunakan, seperti gagang pintu, telepon, saklar, bolpoin, dan keyboard komputer. Kenakan dua pasang sarung tangan jika satu bahan sarung tangan tidak memberi perlindungan memadai untuk semua bahaya yang ditemukan dalam operasi yang dilakukan. 'isalnya, operasi yang melibatkan bahaya kimia dan benda tajam mungkin memerlukan kombinasi penggunaan sarung tangan tahan bahan kimia (butil,

$iton, neoprena, dan sarung tangan tidak mudah sobek (kulit, Ke$lar, dll.,. :. %ika tidak digunakan, simpan sarung tangan di laboratorium tetapi tidak di dekat bahan yang mudah menguap. .ntuk mencegah kontaminasi, jangan menyimpan sarung tangan di kantor, ruang istirahat, atau ruang makan siang. @. Pegawai yang diketahui mengidap alergi lateks tidak boleh menggunakan sarung tangan lateks dan harus menghindari bekerja di area tempat sarung tangan lateks digunakan. H/ Kesim5ulan Penyelamatan dan pengamanan bahan kimia bisa mengurangi risiko! risiko ini. 2indakan yang meningkatkan keselamatan juga meningkatkan keamanan, termasuk ! 'eminimalkan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk mengurangi risiko" ! 'eminimalkan persediaan bahan yang dimiliki" ! 'eminimalkan waktu penyimpanan yang diperlukan untuk bahan tersebut. ! 'embatasi akses bagi mereka yang membutuhkan penggunaan bahan yang berbahaya dan memahami risiko keselamatan dan keamanan" dan ! 'engetahui apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat dan mengenali ancaman. #da empat prinsip yang mendasari semua praktik kerja dengan 9at kimia ! &encanakan sebelumnya. ! -atasi paparan ke bahan kimia. ! %angan meremehkan risiko. ! -ersiaplah jika kecelakaan terjadi. .rutan tingkat bahaya bahan kimia dalam kaitan dengan penyimpanannya Aara menyimpan bahan Laboratorium dengan memperhatikan kaidah penyimpanan, seperti halnya pada penyimpanan alat laboratorium. Sifat masing!masing bahan harus diketahui sebelum melakukan penyimpanan, seperti ! -ahan yang dapat bereaksi dengan kaca sebaiknya disimpan dalam botol plastic. ! -ahan yang dapat bereaksi dengan plastik sebaiknya disimpan dalam botol kaca. ! -ahan yang dapat berubah ketika terkenan matahari langsung, sebaiknya disimpan dalam botol gelap dan diletakkan dalam lemari

! !

tertutup. Sedangkan bahan yang tidak mudah rusak oleh cahaya matahari secara langsung dalam disimpan dalam botol berwarna bening. -ahan berbahaya dan bahan korosif sebaiknya disimpan terpisah dari bahan lainnya. Penyimpanan bahan sebaiknya dalam botol induk yang berukuran besar dan dapat pula menggunakan botol berkran. Pengambilan bahan kimia dari botol sebaiknya secukupnya saja sesuai kebutuhan praktikum pada saat itu. Sisa bahan praktikum disimpam dalam botol kecil, jangan dikembalikan pada botol induk. 8al ini untuk menghindari rusaknya bahan dalam botol induk karena bahan sisa praktikum mungkin sudah rusak atau tidak murni lagi. -ahan disimpan dalam botol yang diberi simbol karakteristik masing!masing bahan