Anda di halaman 1dari 4

A.

Tes Kreatinin Klirens (TKK) Rumus TKK (laki) = (140-umur) X berat badan (kg)

72 kreatinin serum
Wanita = 0.85 x TKK (laki-laki)

Tes Kreatinin Klirens (TKK) dapat membedakan berat ringannya gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin Klirens adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75 sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal. Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal. B. SPIRONOLAKTON MEKANISME : Spironolakton adalah kompetitif antagonis aldosteron. Meski

menghambat aldosteron-stimulasi Na+reabsorbsi dan ekskresi K+dan H+di distal tubulus dan duktus collecting. Spironolaktone juga mengurangi aldosteron-stimulasi

ammoniagenesis melalaui nefron FARMAKOKINETIK: diberikan secara oral sampai lebih 2 hari agar efektif. Dimetabolisme di hati, merupakan diuretik yang hanya beraksi diluar tubulus. TOKSISITAS amenore. INDIKASI : Efek yang besar pada pasien yang tinggi aldoteron plasma : Efek samping utama adalah hiperkalemi, ginekomasti dan

(Hiperaldosteron menyebabkan tumor adrenal atau hyperplasia) juga pada pasien sirosis.

1. SPIRONOLAKTON MEKANISME : Spironolakton adalah kompetitif antagonis aldosteron. Meski menghambat aldosteron-stimulasi Na+reabsorbsi dan ekskresi K+dan H+di distal tubulus dan duktus collecting. Spironolaktone juga mengurangi aldosteron-stimulasi ammoniagenesis melalaui nefron FARMAKOKINETIK: diberikan secara oral sampai lebih 2 hari agar efektif. Dimetabolisme di hati, merupakan diuretik yang hanya beraksi diluar tubulus. TOKSISITAS amenore. INDIKASI : Efek yang besar pada pasien yang tinggi aldoteron plasma : Efek samping utama adalah hiperkalemi, ginekomasti dan

(Hiperaldosteron menyebabkan tumor adrenal atau hyperplasia) juga pada pasien sirosis. 2. Tes Kreatinin Klirens (TKK) dapat membedakan berat ringannya gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin Klirens adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75 sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal. Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal.

Rumus TKK (laki) = (140-umur) X berat badan (kg) 72 kreatinin serum Wanita = 0.85 x TKK (laki-laki)

1. SPIRONOLAKTON a. MEKANISME : Spironolakton adalah kompetitif antagonis aldosteron. Meski menghambat aldosteron-stimulasi Na+reabsorbsi dan ekskresi K+dan H+di distal tubulus dan duktus collecting. Spironolaktone juga mengurangi aldosteronstimulasi ammoniagenesis melalaui nefron b. FARMAKOKINETIK: diberikan secara oral sampai lebih 2 hari agar efektif. Dimetabolisme di hati, merupakan diuretik yang hanya beraksi diluar tubulus. c. INDIKASI : Efek yang besar pada pasien yang tinggi aldoteron plasma

(Hiperaldosteron menyebabkan tumor adrenal atau hyperplasia) juga pada pasien sirosis.

2. Tes Kreatinin Klirens (TKK) dapat membedakan berat ringannya gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin Klirens adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75 sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal. Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal.

a. Rumus TKK (laki) = (140-umur) X berat badan (kg)

72 kreatinin serum Wanita = 0.85 x TKK (laki-laki)

A. SPIRONOLAKTON MEKANISME : Spironolakton adalah kompetitif antagonis aldosteron. Meski

menghambat aldosteron-stimulasi Na+reabsorbsi dan ekskresi K+dan H+di distal tubulus dan duktus collecting. Spironolaktone juga mengurangi aldosteron-stimulasi

ammoniagenesis melalaui nefron FARMAKOKINETIK: diberikan secara oral sampai lebih 2 hari agar efektif. Dimetabolisme di hati, merupakan diuretik yang hanya beraksi diluar tubulus. TOKSISITAS amenore. INDIKASI : Efek yang besar pada pasien yang tinggi aldoteron plasma : Efek samping utama adalah hiperkalemi, ginekomasti dan

(Hiperaldosteron menyebabkan tumor adrenal atau hyperplasia) juga pada pasien sirosis.

B. Tes Kreatinin Klirens (TKK) Rumus TKK (laki) = (140-umur) X berat badan (kg) 72 kreatinin serum Wanita = 0.85 x TKK (laki-laki)

Tes Kreatinin Klirens (TKK) dapat membedakan berat ringannya gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin Klirens adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75 sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal. Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal.