Anda di halaman 1dari 4

Nama : Vian Odie A. Silalahi NPM : 240110100069 4.

2 Pembahasan Dari data hasil praktikum yang telah dilakukan terlihat bahwa ukuran kedalaman pengukuran indeks kerucut dengan penetrometer tidak sesuai dengan kedalaman yang dianjurkan pada metodologi. Beban maksimum yang diberikan pada penetrometer tidak sanggup untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah dengan ukuran kedalaman yang telah ditentukan, seperti pada kedalaman 5, 10, 15, 20 dan 25. Hal ini diduga dipengaruhi oleh tekstur tanah, struktur penyusun tanah dan bulk density tanah, Pada kedalaman tanah kurang dari 5 cm di tempat praktikum diduga persentase air sangat kecil sebagai struktur penyusun tanah sehingga bulk density tanah semakin tinggi, begitu juga hubungan persentase air dengan persentase tekstur tanah (pasir, debu dan liat) menyebabkan indeks plastisitas tanah rendah. Bulk density tinggi dan indeks plastisitas rendah menyebabkan cone penetrometer sulit untuk melakukan penetrasi dan apabila dipaksakan bisa jadi pentrometer akan rusak. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan seandainya penetrometer dapat menembus kedalaman 10 cm maka ukuran yang lebih dalam juga dapat diukur karena pada kedalaman tersebut mungkin persentase air lebih tinggi sehingga dalam bahasa sederhananya tanah tidak keras. Data table hasil pengukuran menjelaskan bahwa rentang nilai indeks kerucut (cone index) yaitu 52,891 78,394 kgf/cm2 pada ukuran kedalaman tanah 0 3,9 cm. Apabila dikonversi kedalam satuan MPa, maka nilainya sekitar 5,189 -7,69 MPa. Cone indeks menunjukkan harga ketahanan tanah terhadap gaya penetrasi dari cone (vertikal) dibagi luas dasar cone. Beberapa literatur menyatakan umumnya tanah memiliki rentang nilai cone indeks berkisar antara 1,5 2 Mpa. Besarnya nilai cone indeks yang didapat praktikum diduga dipengaruhi oleh bulk density dan dipengaruhi oleh kelembaban (persentase kadar air). Hubungan nilai cone indeks dengan bulk density dan kelembaban (persentase kadar air) sama seperti penjelasan pada pembahasan pragraf pertama. Hasil perhitungan nilai cone indeks menunujukkan bahwa nilai cone indeks semakin kecil tiap penambahan ukuran kedalaman pengukuran, artinya semakin jauh dari permukaan tanah nilai cone indeks semakin kecil.

Nama : Vian Odie A. Silalahi NPM : 240110100069 Nilai cone indeks mempengaruhi besarnya draft spesifik bajak (unit draft). Dari hasil perhitungan draft spesifik bajak jelas terlihat hubungan nilai cone indeks dengan draft yaitu linear. Semakin besar cone indeks maka semakin besar juga draft spesifik bajak. Draft tanah (F) dan draft spesifik bajak (F) menunjukkan adanya aksi dan reaksi dari tanah tersebut terhadap beban dan gaya yang diberikan oleh objek kerja pada suatu bidang tanah. Nilai-nilai ini sangat diperlukan sebagai parameter penting dalam menentukan daya olah piranti kerja (bajak dan traktor) pada lahan, menentukan karakteristik tanah pada lahan olah, penentuan perancangan alat mesin pertanian terutama yang berhubungan dengan pengolahan tanah, menentukan luasan bidang penampang pengolahan pada bajak, dsb yang sesuai dengan kondisi lahan. Adapun hal yang sangat penting dalam menentukan ukuran kinerja pembajakan yaitu Torsi spesfik pada PTO (Power take-off). Nilai torsi spesifik diduga dengan menggunakan tahanan geser tanah. Berdasarkan hasil perhitungan didapat rentang kisaran nilai Torsi spesifik sekitar 0,019313 - 0,023458 Kgf.m. Dengan nilai torsi spefisik menunjukkan besarnya torsi minimal pembajakan sekitar 0,023458 kgf.m agar pembajakan dapat dilakukan.

Nama : Vian Odie A. Silalahi NPM : 240110100069

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum mengenai Pendugaan Draft Pembajakan ini

adalah : 1. Beban maksimum yang diberikan pada penetrometer tidak sanggup untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah dengan ukuran kedalaman yang telah ditentukan diduga dipengaruhi oleh tekstur tanah, struktur penyusun tanah (persentase kadar air) dan bulk density tanah. 2. Rentang nilai indeks kerucut (cone index) yaitu 52,891 78,394 kgf/cm2 pada ukuran kedalaman tanah 0 3,9 cm. Besarnya nilai cone indeks yang didapat praktikum diduga dipengaruhi oleh bulk density dan dipengaruhi oleh kelembaban (persentase kadar air) 3. Nilai cone indeks menunujukkan bahwa nilai cone indeks semakin kecil tiap penambahan ukuran kedalaman pengukuran, artinya semakin jauh dari permukaan tanah nilai cone indeks semakin kecil. 4. Hubungan nilai cone indeks dengan draft yaitu linear. Semakin besar cone indeks maka semakin besar juga draft spesifik bajak. 5. Draft tanah (F) dan draft spesifik bajak (F) menunjukkan adanya aksi dan reaksi dari tanah tersebut terhadap beban dan gaya yang diberikan oleh objek kerja pada suatu bidang tanah. 6. Nilai torsi spesifik diduga dengan menggunakan tahanan geser tanah dalam menentukan ukuran kinerja pembajakan. 7. Nilai Draft Spesifik dan Torsi spesifik ini sangat diperlukan sebagai parameter penting dalam menentukan daya olah piranti kerja (bajak dan traktor) pada lahan, menentukan karakteristik tanah pada lahan olah, penentuan perancangan alat mesin pertanian terutama yang berhubungan dengan pengolahan tanah, menentukan luasan bidang penampang pengolahan pada bajak, dsb yang sesuai dengan kondisi lahan.

Nama : Vian Odie A. Silalahi NPM : 240110100069

5.2

Saran Saran untuk praktikum Pendugaan Draft Pembajakan: 1. Menentukan lokasi pengukuran yang memungkinkan pengukuran dapat dilakukan untuk tiap ukuran ke dalaman tanah. 2. Praktikan harus membersihkan Cone Penetrometer setelah melakukan pengukuran.