Anda di halaman 1dari 13

ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR Tentang PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP NASIONALISME

Disusun Oleh : Susanti (M0211072)

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Istilah globalisasi telah menjadi konsep yang sering digunakan untuk menggambarkan fenomena dunia kontemporer. Dalam era serba modern pada saat ini, serba terbuka paham nasionalisme semakin terkikis oleh paham globalisme. Kondisi ini hampir terjadi di seluruh Negara di dunia, tanpa terkecuali Indonesia. Paham globalisme adalah suatu paham yang timbul akibat adanya globalisasi. Globalisasi adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan, karena globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan manusia. Globalisasi itu sendiri bergerak seiring dengan bergeraknya manusia global yang ada didalamnya. Dengan demikian, globalisasi memiliki implementasi yang luas terhadap setiap sendi penghidupan dan kehidupan manusia pada saat ini. Istilah globalisasi itu sendiri muncul sekitar dua puluh tahun terakhir ini, namun lebih popular sebagai suatu ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai suatu istilah baru, globalisasi mudah diterima atau dikenal oleh seluruh orang di dunia. Tanda-tanda dimulainya proses globalisasi terlihat dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang tumbuh begitu cepat dan pesat, sehingga mampu mengubah dunia secara mendasar. Globalisasipun menjadi wacana menarik dari kalangan petinggi-petinggi Negara sampai rakyat jelata yang secara langung menerima arus deras globalisasi itu sendiri. Konsep globalisasi meningkatkan koneksi global dan pemahaman manusia yang ada didalamnya terhadap koneksi global tersebut. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Dalam kata globalisasi, mengandung suatu pengertian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan nasionalisme, globalisasi memiliki tatanan besar dimana cukup membuat permasalah yang sulit untuk dipecahkan. Paham globalisme yang diterapkan globalisasi mulai masuk melalui sendi-sendi tertentu dalam suatu tatanan bernegara untuk

mengubah pola pikir masyarakat tentang rasa nasionalisme. Paham ini merusak masyarakat dalam suatu Negara dimana mengikis rasa nasionalisme yang tertanam dan menggantinya dengan paham globalisme yang notabene lebih mendewakan materialistis dan kesenangan belaka. Seperti contoh kecil yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, di sini Negara dapat dikatakan sebagai alat pejaga keamanan dan ketertiban, sedangkan kemakmuran kesejahteraan dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multi nasional yang notabene milik asing. Ada kecenderungan pergeseran peran Negara kearah itu, dimana nantinya nasionalisme warga Negara sedikit demi sedikit akan memudar (nationless) dan diganti dengan paham globalisme yang mendewakan uang dan kesenangan. Nasionalisme adalah suatu paham dimana seseorang diharuskan memilih suatu status kebangsaan. Seorang yang telah memutuskan akan status kebangsaannya pasti memiliki identitas politik yang mana identitas tersebut telah ditanamkan semenjak orang tersebut lahir, semenjak orang tersebut mengenyam pendidikan. Seperti contoh di Negara Kesatuan Republik Indonesia rasa tersebut diwujudkan pada diselenggarakannya peringatan-peringatan yang berkaitan dengan jati diri bangsa, misal, peringatan sumpah pemuda, upacara setiap hari senin, peringatan 17 Agustus, dan sebagainya. Semua hal tersebut merupakan suatu upaya untuk menumbuhkan kesadaran akan identitas politik dan upaya untuk menanamkan rasa nasionalisme. Diaspora (penyebaran) globalisasi yang begitu pesat adalah penyebab utama kemerosotan rasa nasionalisme. Dengan kata lain, globalisasi merupakan tantangan utama bagi nasionalisme tanpa mengesampingkan faktor-faktor lain. Dalam perkembangan sejarah, paham nasionalisme belum pernah menghadapi tantangan sedemikian serius. Dengan mewabahnya globalisasi dalam bidang ekonomi yang didukung dengan teknologi komunikasi, mengakibatkan melemahnya batas-batas antar Negara, sehingga terjadi interaksi universal antar manusia.

1.2. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah yang berjudul Pengaruh Globalisasi Terhadap Nasionalisme ini yaitu: 1. Menjelaskan akan arti sesungguhnya dari globalisasi.

2. Menjelaskan akan arti sesungguhnya dari nasionalisme. 3. Mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh positif dan negative yang ditimbulkan globalisasi terhadap rasa nasionalisme di Indonesia. 4. Mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan globalisasi terhadap rasa nasionalisme remaja di Indonesia. 5. Memberikan cara atau solusi dalam menyikapi segala macam pengaruh yang ditimbulkan globalisasi terhadap rasa nasionalisme remaja di Indonesia.

1.3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka yang akan dijadikan rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud dengan globalisasi? 2. Apa yang dimaksud dengan nasionalisme? 3. Bagaimana pengaruh positif dan negative yang ditimbulkan globalisasi terhadap nasionalisme di Indonesia? 4. Bagaimana pengaruh yang ditimbulkan globalisasi terhadap nasionalisme? 5. Bagaimana cara menyikapi segala macam pengaruh globalisasi terhadap nasionalisme?

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Definisi Globalisasi Pengertian globalisasi sendiri diambil dari kata global yang artinya universal. Menurut Selo Soemardjan, globalisasi adalah terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antar masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah yang sama. Globalisasi merupakan suatu kecenderungan masyarakat terutama di kota-kota besar untuk menyatu dengan dunia dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pariwisata, dan media komunikasi massa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBHI), globalisasi didefinisikan sebagai fenomena (gejala) yang menjadikan dunia menjadi kecil dari segi hubungan manusia. Hal ini didasarkan pada perkembangan teknologi yang begitu pesat pada era globalisasi. Menurut cendekiawan Barat, globalisasi adalah satu proses kehidupan yang serbaluas, tidak terbatas, dan merangkum segala aspek kehidupan, seperti politik, sosial, dan ekonomi yang dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia di dunia. Menurut pengertian The American Heritage Dictionary, globalization is the act of process or policy making something worldwide in scope or application. Globalisasi sebenarnya dapat diartikan sebagai suatu tindakan dari suatu proses atau pengambilan kebijakan menjadi sesuatu yang mendunia (universal), baik dalam lingkupnya maupun aplikasinya. Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi: Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi. Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia. Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal. Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara. Dari berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada beberapa orang yang memandang globalisasi sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses

alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

2.2. Definisi Nasionalisme Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan. Para ilmuwan politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya. Nasionalisme berdasarkan para ahli adalah sebagai berikut: a. Joseph Ernest Renan mengatakan bahwa nasionalisme adalah sekelompok individu yang ingin bersatu dengan individu-individu lain dengan dorongan kemauan dan kebutuhan psikis. Sebagai contoh adalah bangsa Swiss yang terdiri dari berbagai bangsa dan budaya dapat menjadi satu bangsa dan memiliki negara.

b. Otto Bauer mengatakan bahwa nasionalisme adalah kesatuan perasaan dan perangai yang timbul karena persamaan nasib, contohnya nasionalisme negara-negara Asia.

c. Menurut Hans Kohn nasionalisme mengatakan bahwa adalah kesetiaan tertinggi yang diberikan individu kepada negara dan bangsa.

d. Louis Snyder mengemukakan nasionalisme adalah hasil dari factor-faktor politis, ekonomi, sosial dan intelektual pada suatu taraf tertentu dalam sejarah. Sebagai contoh adalah timbulnya nasionalisne di Jepang. Dari beberapa penjelasan di atas, nasionalisme dapat didefinisikan sebagai suatu konsep kebangsaan, menunjuk pada kelompok-kelompok persekutuan hidup manusia yang lebih besar dari sekedar pengelompokkan berdasarkan ras, agama, budaya, bahasa, dan sebagainya. Nasionalisme adalah sense of belonging dari bangsa tertentu atas khazanah yang ada yang terbatas pada garis teritorial. Nasionalisme lahir dari solidaritas komunitas bangsa yang terbentuk oleh pengalaman penderita bersama yang telah terjadi dan pengalaman itu dijadikan sebagai dasar pembentukan komunitas hari ini dan di masa datang. Penentuan nasib sendiri oleh suatu bangsa, disebut juga dengan civic nationalism, merupakan hak bagi suatu nasionalitas untuk membangun suatu bangsa yang memiliki ideologi dan populasi yang akan diregulasi.

2.3. Pengaruh Positif dan Negatif Globalisasi terhadap Nilai-nilai Nasionalisme Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa. Pengaruh Positif Globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme: 1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. 2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.

3. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. 4. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Pengaruh Negatif Globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme: 1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang. 2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. 3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. 4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. 5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap

bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. 2.4. Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa. Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut

kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme? Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme. 2.5. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi terhadap Nasionalisme

Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme sebagai berikut: 1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri. 2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya. 3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya. 4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenarbenarnya dan seadil-adilnya. 5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.

Dengan adanya langkah-langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan Pengertian globalisasi sendiri diambil dari kata global yang artinya universal. Ada sebagian yang berpendapat bahwa globalisasi merupakan proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara berada dalam ikatan yang semakin kuat untuk mewujudkan sebuah tatanan kehidupan baru atau kita bisa mengatikan kesatuan ko-eksistensi yang nantinya akan mengahapus batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Dampak positif globalisasi terhadap nasionalisme dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa Negara. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Dampak negative yang ditimbulkan globalisasi yaitu globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll). Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya

cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Hal itu juga mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Maka dari itu kita sebagai generasi muda harus pandai pandai menyaring arus globalisasi yang masuk, agar tetap dapat sesuai dengan kebudayaan bangsa Indonesia.

3.2. Saran Dari pembahasan di atas dapat di sarankan bahwa agar dampak globalisasi tidak merusak kehidupan masyarakat khususnya remaja-remaja di Indonesia maka kita harus mengetahui sisi positifnya, sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dampak negatif globalisasi dapat mempengaruhi tingkah laku kita dalam kehidupan sehari hari .Untuk itu kita harus dapat menentukan sikap dalam menghadapi globalisasi, khususnya dari pengaruh negative. Beberapa contoh sikap untuk menghadapi dampak negatif dari globalisasi misalnya: Memperkuat keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Belajar tekun agar menjadi manusia yang berguna dan dapat membedakan perilaku yang benar dan salah. Memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. enggunakan produk dalam negeri. Mempertimbangkan setiap perbuatan agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Menggunakan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Bergaul dengan orang-orang yang berakhlak baik dan tidak terpengaruh terhadap lingkungan dan pergaulan buruk.

DAFTAR PUSTAKA
Endik. 2013. Pengaruh Globalisasi Terhadap Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. http://musik endik 1 bppkngmailcom.blogspot.com/2012/03/pengaruh-globalisasiterhadap-kehidupan.html?m=1. Diunduh tanggal 30 Juni 2013. Jamli, Edison dkk.Kewarganegaraan.2005.Jakarta: Bumi Akasara.

Nella. 2012. Pengaruh Globalisasi terhadap Rasa Nasionalisme Bangsa Indonesia . http://nellahutasoit.wordpress.com/2012/04/22/pengaruh-globalisasi-terhadap bangsa-Indonesia/. Diunduh tanggal 30 Juni 2013.

Tim Dosen Kewarganegaraan UNJ. 2010. Pokok-pokok Materi Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Revisi. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.