Anda di halaman 1dari 24

TUGAS PAPER ANATOMI DAN GAMBARAN FRAKTUR FEMUR PADA ANAK

Oleh : Muhammad Fadillah H1A 007 041 Pembimbing : dr. H. Hasan Amin, Sp.Rad

KEPANITERAAN KLINIK SMF RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MATARAM 20 !

BAB I PENDAHULUAN " L#$#% Bel#&#ng Femur merupakan tulang terpanjang pada tubuh manusia. Hal ini menyebabkan perkembangan yang sesuai pada bagian pr ksimal dan distal sehingga memungkinkan k rdinasi akti!itas mus"ul skeletal pada panggul dan lutut. #erkembangan pada !emur pr ksimal khususnya pada epi!isis dan !isis adalah sangat k mpleks di antara regi n pertumbuhan skeletal apendikular.1 $si!ikasi sekunder biasanya dimulai pada kaput !emur yaitu pada usia 4 % & bulan p st natal 'rentang usia ()10 bulan*. #r ses ini dimulai pada bagian sentral yang menyebat se"ara sentri!ugal, bahkan penyesuaian bentuk hemis!er dari permukaan arti"ular pada saat anak berusia + % , tahun dan membentuk sebuah lempeng subk ndral yang berlainan yang mengikuti k ntur dari !isis kaput !emur. #usat si!ikasi tergantung pada suplai -askular. dan penurunan aliran darah se"ara permanen dan sementara, yang mungkin terjadi pada !raktur leher !emur 'femoral neck fracture*, yang berakibat pada kemampuan si!ikasi kaput !emur untuk meneruskan pr ses maturasi n rmal dan trans! rmasi " ndr % sseus.1 Se"ara keseluruhan perkembangan kaput !emur dan epi!isis tr kanter memiliki kartilag yang berkelanjutan sepanjang sisi p steri r dan superi r pada leher !emur. /alaupun regi n ini se"ara umum tipis pada anak % anak yang sedang tumbuh, hal ini perlu untuk pertumbuhan lintang n rmal pada leher !emur. Akibat kerusakan pada leher !emur, misalnya akibat !raktur leher !emur, mungkin se"ara serius akan mengganggu kapasitas karilag regi n leher !emur untuk berkembang se"ara n rmal.1 #ada anak % anak, !raktur leher !emur dan intertr kanter merupakan "edera yang paling sering terjadi. Ratli!! mengulas kembali 71 kasus !raktur leher !emur pada pasien )pasien berusia di ba0ah 17 tahun. 1nsidensi tertinggi "edera tampak pada rentang usia 11 % 12 tahun.1 3ngelhardt menyebutkan bah0a !raktur di sekitar sendi panggul merupakan akibat paksaan seperti trauma akibat enrgi tinggi atau yang paling jarang dikaitkan dengan k ndisis pat l gis. Fraktur pada leher !emur juga dapat sebagai gambaran yang tidak khas pada kekerasan terhadap anak 'child abuse* yang juga sering terjadi akhir % akhir
2

ini. insidensi se"ara keseluruhan dari !raktur leher !emur pada anak % anak kurang dari 14. 5mumnya !raktur leher !emur terjadi pada anak % anak di semua usia, tetapi insidensi tertinggi terjadi pada usia 11 % 1( tahun, dengan persentase +0 )7&4 terjadi pada anak laki % laki, sekitar pada usia yang sama sebagai slipped upper !em ral epiphysis 'S5F3* pada insidensi pun"aknya.(.2 #ars"h '(010* menyebutkan ba0a !raktur batang !emur ' femoral shaft fracture* termasuk diantaranya regi n subtr kanter dan suprak ndilar berkisar 1,+4 pada semua !raktur pada anak. Rasi antara anak laki % laki dan perempuan adalah ( 6 1, rasi ini mungkin akan mengalami perubahan jika semakin banyak anak perempuan yang berpartisipasi pada lah raga seperti sepak b la. 1nsidensi ini tampaknya terdistribusi pada anak % anak usia muda dan pada remaja muda. 7ingkat terjadinya !raktur batang !emur per tahunnya adalah 18 per 100.000 anak % anak.(

BAB II TIN'AUAN KEPUSTAKAAN 2" An#$(mi Fem)% Femur pada ujung bagian atasnya memiliki "aput, " llum, tr "hanter maj r dan tr "hanter min r. 9agian "aput merupakan lebih kurang dua pertiga b la dan berartikulasi dengan a"etabulum dari s " :ae membentuk arti"ulati " :ae. #ada pusat "aput terdapat lekukan ke"il yang disebut ! -ea "apitis, yaitu tempat perlekatan ligamentum dari "aput. Sebagian suplai darah untuk "aput !em ris dihantarkan sepanjang ligamen ini dan memasuki tulang pada ! -ea. 9agian " llum, yang menghubungkan kepala pada batang !emur, berjalan ke ba0ah, belakang, lateral dan membentuk sudut lebih kurang 1(& derajat 'pada 0anita sedikit lebih ke"il* dengan sumbu panjang batang !emur. 9esarnya sudut ini perlu diingat karena dapat dirubah leh penyakit. 7r "hanter maj r dan min r merupakan t nj lan besar pada batas leher dan batang. ;ang menghubungkan dua tr "hanter ini adalah linea intertr "hanteri"a di depan dan "rista intertr "hanteri"a yang men" l k di bagian belakang, dan padanya terdapat tuber"ulum <uadratum. 9agian batang !emur umumnya menampakkan ke"embungan ke depan. 1a li"in dan bulat pada permukaan anteri rnya, namun pada bagian p steri rnya terdapat rabung, linea aspera. 7epian linea aspera melebar ke atas dan ke ba0ah.7epian medial berlanjut ke ba0ah sebagai "rista supra" ndylaris medialis menuju tuber"ulum
4

addu"t rum pada " ndylus medialis.7epian lateral menyatu ke ba0ah dengan "rista supra" ndylaris lateralis. #ada permukaan p steri r batang !emur, di ba0ah tr "hanter maj r terdapat tuber sitas glutealis, yang ke ba0ah berhubungan dengan linea aspera. 9agian batang melebar ke arah ujung distal dan membentuk daerah segitiga datar pada permukaan p steri rnya, disebut !as"ia p plitea. 5jung ba0ah !emur memiliki " ndylus medialis dan lateralis, yang di bagian p steri r dipisahkan arti"ulati leh in"isura inter" ndylaris. #ermukaan anteri r " ndylus dihubungkan leh permukaan sendi untuk patella. =edua " ndylus ikut membentuk genu. >i atas " ndylus terdapat epi" ndylus lateralis dan medialis. 7uber"ulum addu"t rium berhubungan langsung dengan epi" ndylus medialis

2"2 F%#&$)% Lehe% Fem)% (.(.1 Frekuensi dan Mekanisme ?edera Fraktur disekitar sendi panggul merupakan akibat paksaan seperti trauma energi tinggi atau pada keadaan yang yang jarang yang sering dikaitkan dengan k ndisi pat l gis. Fraktur leher !emur pada gambaran yang tidak khas merupakan suatu kekerasan terhadap anak 'child abuse* yang juga sering terjadi akhir % akhir ini. insidensi se"ara keseluruhan pada !raktur leher !emur pada anak % anak adalah kurang dari 14. Fraktur ini terjadi pada anak % anak semua usia, tetapi insidensi tertinggi pada usia 11 tahun dan 1( tahun, dengan +0 % 704 terjadi pada anak laki % laki. #ada @egara berkembang penyebab paling sering adalah ke"elakaan lalu lintas sedangkan pada negara maju
5

umunya penyebabnya adalah jatuh dari ketinggian seperti dari p h n dan atap rumah. 204 pasien % pasien ini mengalami "edera yang berkaitan dengan dada, kepala, dan abd men. ?edera pada ekstremitas seperti !raktur !emur, tibia % !ibula, dan pel-ik juga sering. Hal lain yang sering menyebabkan !raktur !emur pada anak adalah child abuse. #ada ne natus, "edera lahir dapat menyebabkan pemisahan transipiphyseal.(.4

Aambar 1.1 Fraktur leher !emur tipe 111, p la "edera ditunjuk dengan tanda panah. Fraktur pada anak yang dilakukan im nilisasi dengan "ast.4

Aambar 1.( !raktur leher !emur dengan -arus yang miring.4 (.(.( =lasi!ikasi
6

Fraktur panggul pada anak % anak diklasi!ikasikan berdasarkan l kasi dan m r! l gi. ?r m0ell pertama sekali menjelaskan !raktur pada leher !emur pada anak. >elbet mempublikasikan klasi!ikasi standar dari !raktur !emur pr ksimal pada tahun 1807. =lasi!ikasi ini tidak dikenal dengan baik hingga ? ll na '18(8* melap rkan 1( kasus dengan menggunakan =lasi!ikasi >elbet. =lasi!ikasi >elbet digambarkan dalam tabel 1. 7abel ( menggambarkan karakterisitik penting pada !raktur !emur pediatri" berdasarkan tipe >elbet.(.4 7abel 1. =lasi!ikasi pada !raktur panggul pada anak % anak '>elbet*( 7ipe 1 #emisahan transepiphyseal 'dengan atau tanpa disl kasi kepala !emur dari asetabulum* 7ipe 11 7ranser-ikal 7ipe 111 Ser-ik tr "hantrik 7ipe 1B 1ntertr kanter 7abel (. Fraktur leher !emur pediatri" % tipe dan karakteristik pentingnya(
7ipe >elbet 7ipe 1 1nsidensi ,4 #enyebab 7rauma energi tinggi Child abuse #ersalinan letak sungsang yag sulit =arakteristik penting &04 dengan kaput epi!isis Risik '(0 % tinggi AB@ 1004* jika dengan banding artritis, panggul, kasus terjadi disl kasi

dikaitakan >iagn sis septik disl kasi

disl kasi epi!isis

lepasnya kaput !emur 7ipe 11 4&4 7rauma berat epi!isis. Bariasi yang paling banyak 70 % ,04 terjadi displace Risik tinggi AB@ 'sampai &04* #ada !raktur displace, hilangnya 7

reduksi, maluni n, n n) 7ipe 111 2&4 7rauma berat uni n, de! rmitas -arus, AB@ (0 % (&4 tergantung penempatan 7ie 1B 1(4 7rauma pada saat

0aktu "edera. @ nuni n dan AB@ jarang

#engel mp kan "idera !isis yang sering digunakan adalah klasi!ikasi Shalter Harris 'SH*, yang mendriskipsikan dalam & 'lima* tipe yaitu 6(.4 SH 16 Fraktur pada C na hipertr pi kartilag !isis, memisahkan epi!isis dan meta!isis se"ara l ngitudinal. #r gn sis baik, biasanya hanya dengan "l sed redu"ti n, $R1F dapat dilakukan jika stabilitas tidak ter"apai atau tidak terjamin. SH (6 Fraktur sebagian mengenai !isis dan !ragmen segitiga meta!isis. 7&4 dari semua !raktur !isis. SH 26 Fraktur pada !isis dengan disk ntinuitas artikular. Mengenai sebagian !isis, epi!isis, dan permukaan sendi. Sering memerlukan $R1F untuk memastikan realignment anat mis. SH 1B6 Fraktur berjalan blik mele0ati meta!isis, !isis, dan epi!isis. SH B6 Desi k mpresi pada !isis. sulit untuk mendiagn sis pada saat "idera. 7idak tampak garis !raktur pada a0al r ntgen. jarang terjadi. Risik besar terjadi gangguan pertumbuhan.

Aambar 1.2. Fraktur Shelter Haris(.4 (.(.2 Assesment dan >iagn sis Selain itu se"ara klinis diagn sis sering membingungan. Anak % anak biasanya yang mengalami trauma berat sering mengalami nyeri pada regi n panggul dan pemendekan, ektremitas ter tasi ke arah luar. Anak % anak biasanya ketakutan karena pergerakan ekstremitas yang pasi! dan tidak dapat bergerak se"ara akti!. >iagn sis ditegakkan dengan bantuan radi gra!i, yang umunya dilakuakan pada dua plane ! t , jika memang tidak nyeri. S n gra!i juga sering digunakan pada k ndisi yang menimbulkan keraguan misalnya nyeri panggul pada anak. Aaris !raktur atau hemat m intrakapsular dapat dideteksi dengan menggunakan ultras und. >engan !raktur yang tidak diketahui letak pasti pada !emur, maka radi gra!i tidak dapat digunakan sebagai penunjang diagn stik. ? mputed t m graphy '?7* dapat digunakan untuk menilai derajat !raktur dan hemat ma intrakapsular lainnya. S"an tulang pada 2 bulan p st "edera juga membantu dalam mendeteksi nekr sis kaput !emur, yang merupakan k mplikasi yang paling mungkin. Magneti" res nan"e imaging 'MR1* mendeteksi abaskular sebelumnya.(.2.4.& #ada keadaan !raktur !emur pulsasi arteri d rsalis pedis dipalpasi. #ada !raktur !emur juga harus dilakukan pemeriksaan sekunder karena umumnya pasien hanya mengeluhkan nyeri sehingga hal % hal yang mengan"am nya0a seperti perdarahan internal pada rupture spleen sering terle0atkan. =arena itu tekanan darah juga penting untuk dia0asi.4

(.(.4 #enatalaksanaan #rinsip penatalaksanaan termasuk di antaranya 6( Minimalkan k mplikasi yang p tensial pada a-as"ular ne"r sis 'AB@*. Hindari "edera pada lempeng !isis. Reduksi !ragmen % !ragmen se"ara anat mis Stabilisasi dengan pin atau sekrup mengakibatkan pr tesi dini menahan berat.

>ek mpresi terhadap hemarthr sis dan !iksasi internal stabil merupakan aspek penting terhadap treatment untuk semua !raktur dengan pergeseran. Fraktur yang tidak mengalami pergeseran dapat ditangani se"ara k nser-ati! dengan "ast imm bilisasi menggunakan hip spi"a. ( 9erdasarkan studi yang dilakukan pada 71 kasus dari 9ritish $rth pedi" Ass "iati n yang dilap rkan pada tahun 18+(, Ratli!! menyebutkan bah0a insidensi tinggi n n uni n terjadi pada !raktur tipe 11 atau tipe 111 yang diterapi se"ara k nser-ati!. ?anale dan 9 urland pada tahun 1874, melap rkan bah0a dengan menunjukan hasil yang lebih baik.4 perasi !iksasi yang diamati

Aambar 1.7 =lasi!ikasi dari !raktur !emur pr ksimal pada anak, berdasarkan klasi!ikasi ? l nna dan >elbet.( Menurut Anil Ar ra '(00+* penanganan !raktur leher !emur traumati" pada anak didasari leh tipe dan jumlah pergesaran akibat !raktur, dan maturitas skeletal pada anak. 5ntuk internal !iksasi pada !raktur leher !emur tipe 1, tipe 11, dan tipe 111, pin halus dapat digunakan pada in!ant, sekrup kanul 4.0 mm pada anak % anak. sekrup kanul +.& mm pada remaja. 5ntuk !iksasi !raktur tipe 1B, se"ara te ri sekrip panggul pediatri" ' pediatric hip screw* lebih baik pada anak % anak dan sekrup panggul de0asa untuk anak remaja. Hip spi"a "ast yang digunakan untuk im bilisasi p st perasi banyak terutama pada anak % anak E 10 tahun. 5ntuk anak % anak yang lebih tua, im bilisasi dengan pin lebih dianjurkan.4

10

Aambar 1.,A sampai >6 F ll 0 up pasien berusia (.& tahun dengan !raktur tipe 1.'A* F % ray menunjukan !raktur tipe 1. '9* pasien berbaring dengan " :a -ara setelah penanganan selama 2 bulan dengan spi"a. '?* $ste t mi subtr kanter selesai dilakukan untuk k reksi " :a -ara. '>* ! ll 0 up selama 1( tahun mengungkapkan adanya !isis terbuka. #asien tidak mengeluhkan rasa sakit saat melakukan pergerakan dan ada pemendekan 0.& "m.4

(.1.& = mplikasi 9erikut ini merupakan k mplikasi yang dapat berkembang dan ditetapkan sesuai urutan kejadian 6( Avascular necrosis 'AB@* AB@, pertama sekali dijelaskan pada tahun 18(7 yang merupakan k mplikasi yang paling ditakuti dikarenakan hal ini mengakibatkan dampak yang sangat buruk. AB@ terjadi pada kebanyakan !raktur '474* sebelum penanganan sekarang ditetapkan. Hal ini dianggap sebagai akibat dari rupture atau tamp nade dari salah satu atau kedua arteri sirkum!leksa.(

11

Sejumlah pergeseran a0al merupakan !akt r pr gn stik yang penting ketika dipertimbangkan e!eknya terhadap suplai -askular pada leher !emur dan kaput !emur tetapi hal ini tidak dijelaskan mengapa AB@ mengikuti !isura !raktur pada leher !emur. ( @ekr sis dapat berakibat pada epi!isis se"ara terpisah, seluruh !ragmen pr ksimal, atau hanya bagian pada leher !emur antara !raktur dan lempeng pertumbuhan 'growth plate*. 1skemik epi!isis menyerupai seperti yang terlihat pada penyakit #erthes dan leh karena itu terapinya mengikuti prinsip % prinsip yang ditetapkan untuk penyakit ini. 9agaimanapun, penyembuhan dan remodeling setelah AB@ p st trauma pada anak % anak biasanya lebih lama dan tidak pernah lengkap >ek mpresi dan !iksasi interna stabil merupakan dasar terhadap pen"egahan AB@.(

Aambar 1.8 'a* !raktur leher !emur transser-ikal dengan hanya pergeseran minimal pada anak % anak laki % laki usia , tahun. F ll 0 up jangka panjang setelah penanganan k nser-ati!. 'b* 7ampak lateral pada leher !emur mendem ntrasikan m r! l gi !raktur yang lebih baik. '"* 20 bulan
12

kemudian, AB@ tampak jelas dengan k laps pada kaput !emur

yang

memberikan gambaran seperti Degg % ?al-e % #erthes. 'd* 20 tahun setelah !raktur sekunder a0al ste arthritis grade ( tampak jelas. 'diadaptasi dari arsip Rumah Sakit 5ni-ersitas $rt pedik 9algrist di Guri"h, S0iss. >ipergunakan dengan iCin*.( 9erhentinya pertumbuhanH ? :a -ara ? :a -ara diakibatkan leh !usi !isis yang premature atau leh reduksi yang tidak adekuat. Hal ini terjadi pada 1&4 kasus. ( @ nuni n =eterlambatan penyembuhan dan n nuni n " mprehensi! direk mendasikan.( $ste artritis $ste arthritis sekunder pada sendi panggul berkembang sebagai akibat ink ngruitas. = mplikasi pada a0al masa kanak % kanak biasanya terk mpensasi dengan baik dengan rem deling sebelum terjadinya maturitas skeletal. #emburukan pada sendi panggul terutama pada bentuk penyakit sendi degenerati-e dan gangguan !ungsi yang mungkin terjadi lebih dari beberapa tahun. 2"! F%#&$)% B#$#ng Fem)% *Femoral Shaft Fracture+ (.(.1 Frekuensi dan Mekanime ?edera Fraktur batang !emur termasuk di antaranya subtr kanter dan suprak ndilar yang berkisar 1.+4 pada semua !raktur pada anak. Rasi anak laki % laki dan perempuan adalah ( 6 1. Angka kejadian tahunan !raktur batang !emur adalah 18 per 100.000 anak.(.+ 3ti l gi !raktur batang !emur bergantung pada usia. #ada in!ant, diaman tulang !emur relati-e lemah dan mungkin patah karena beban karena terguling. #ada usia anak taman kanak % kanak dan usia sek lah, sekitar setengah dari !raktur batang !emur disebabkan leh ke"elakaan berke"epatan rendah seperti terjatuh dari ketinggian, misalnya dari sepeda, p h n, tangga atau sesudah
13

jarang dijumpai sekarang

yang mana dilakukan reduksi dan stabilisasi terbuka, !iksasi internal

tersandung dan terjatuh pada le-el yang sama dengan atau tanpa tabrakan. Seiring dengan meningkatnya kekuatan tulang !emur, dengan maturitas selanjutnya pada masa anak % anak dan remaja, trauma berke"epatan tinggi sering mengakibatkan !raktur pada !emur.(.2.+ Fraktur pada batang !emur jarang terjadi akibat trauma kelahiran, dengan penge"ualian tersebut, maka !raktur ini dapat juga disebabkan arthr gryp sis multiple: " ngenital, myel mening "ele, dan leh ste genesis

imper!e"t. = ntraktur yang kaku pada panggul dan lutut pada anak % anak dengan artht gryp ti" dapat menyebabkan !raktur batang !emur selama pr ses persalinan atau selama penanganan selanjutnya. =el mp k risik adalah bayi baru lahir dengan >an penyakit neur mus"ular imper!e"t myel mening "ele, ste penia. ste genesis lainnya seperti yang

menyebabkan !raktur multipel.(.+ Fraktur batang !emur yang terjadi selama 1( bulan pertama kehidupan jarang terjadi. =ebanyakan 20 % &04 merupakan non accidental dari child abuse. #enyebab ini sering terle0atkan dan penilaian a0al perlindunagn terhadap anak merupakan hal yang penting.( leh d kter adalah

14

Aambar (.1. 'a* anak perempuan berusia + bulan dengan mid % sha!t trans-erse !ra"ture kiri 'b* anak pada p sisi spi"a "ast +0H+0 dengan "y"list pant pada sisi yang tidak mengalami !raktur.'"* !raktur !emur kiri yang dipasang "ast. 'd* !emur kiri saat pasien berusia 7 bulan dengan ! rmasi "allus yang baik. 'e* F t saat berdiri pada usia 1, bulan. Ada tampak -arus min r dan panjang kedua tungkai sama.( (.(.( =lasi!ikasi Fraktur sha!t !em ralis pada anak % anak antara lain spiral, blik, atau

trans-ersal, !raktur ini umumnya dapat pe"ah atau tidak pe"ah, tertutup atau terbuka. >iagn sis termasuk perbedaan antara !raktur pada epi!isis '3*, meta!isis 'M*, atau dia!isis '>* menampilkan identi!ikasi yang khas pada anak. =lasi!ikasi pediatrik pada anak yang baru memungkinkan d kumentasi dan pembanding terhadap met de peng batan pada praktek klinik yang sama dengan penelitian klinis pr spekti! (
15

(.(.2 7emuan =linis 7anda % tanda yang sering pada !raktur batang !emur antara lain nyeri, shortening 'pemendekan*, angulasi, bengkak, dan krepitasi. Se rang anak dengan !raktur demur yang masih baru biasanya tidak dapat berdiri atau berjalan. Semua anak harus diperiksa termasuk tungkai ba0ah dan lingkar pel-ik dan abd men, jadi tidak mengabaikan tibia, pel-ik, abd men, atau trauma ginjal. #emeriksaan neur muskular harus diperiksa se"ara hati % hati. /alaupun "edera neur muskular jarang terjadi akibat !raktur batang !emur. #erdarahan merupakan masalah utama pada !raktur batang !emur,rata rata darah yang hilang dapat lebih dari 1(00 mD dan 404 memerlukan trans!usi. #enilaian k ndisi hem dinamik pra perasi mutlak harus dlakukan.(.+ (.(.4 7emuan Radi l gi #emeriksaan radi gra!i seharusnya dilakukan sepanjang !emur dalam dua plane ! t dan berdekatan dengan lingkar pel-ik dan juga sendi lutut. Iika ada keraguan, tungkai ba0ah seharusnya diperiksa juga. ? mputed t m graphy '?7* atau magneti" res nan"e imaging 'MR1* s"an biasanya tidak diperlukan. 1ndikasi untuk MR1 akan digunakan jika di"urigai adanya !raktur yang tersembunyi atau "edera ligament pada lutut.(.+.7 (.(.& #enatalaksanaan Fratur batang !emur diterapi menurut usia dan besar anak, seiring "edera % "edera tersebut seperti "edera kepala atau p litrauma, atau tampak adanya lesi terbuka dengan "edera pada pembuluh darah dan sara!. #enyesuaian dengan peng batan dan !akt r s si ek n mik harus dipertimbangkan.(.7.,

16

Aambar (.( 'A* !ra"ture spiral pada in!an, '9* #r ksimal !raktur pada anak Jusia , tahun, '?* Sha!t !ra"ture pada remaja, memerlukan !iksasi intramedular7 Fraktur Batang Femur pada Tahun pertama Kehidupan #ada peri de p stnatal, sebuah bandage sederhana atau harness digunakan untuk panggul displastik diaplikasikan selama peri de dari ( minggu.( 7raksi bilateral -erhead telah menjadi pilihan peng batan untuk

selama beberapa tahun. Anak yang dih spitalisasi selama 10 % 14 tahun. Fraktur trans-ersal rata % rata sembuh dengan pemendekan 'shortening* beberapa millimeter. #ada kasus ke"urigaan "edera n n a""ident, h spitalisasi memberikan kesempatan untuk mengin-estigasi situasi s "ial anak.( Pengobatan Terpilih Spi"a "ast setelah reduksi tertutup pada !raktur !emur merupakan pilihan peng batan pada kebanyakan ahli bedah rt pedik pediatri". # sisi !raktur tungkai diatur pada !leksi 80 pada panggul dan lutut. >alam hal men"egah de! rmitas -arus sekunder, !raktur tungkai dijaga agar tetap dalam abduksi yang nertal, saat sisi k ntralateral dapat diabduksi yang memungkinkan untuk menukar p p k. Radi gra!i rutin dalam dua plane disarankan setelah pemasangan "ast . jika ibu atau keluarga diin! rmasikan baik tentang pera0atan terhadap bayi dengan spi"a "ast, anak tidak perlu
17

dira0at di rumah sakit. Selama k ntr l ulang di klinik selama 1 minggu, radi gra!i rutin akan mendeteksi angular de-iasi. =arena k ns lidasi pembentukan "allus yang "epat dalam ( % 2 minggu, setelah pelepasan "ast perbaikan !ungsi terjadi "epat.(.2.,.8 #a-lik harness digunakan selama peri de 2 % & minggu merupakan alternati! peng batan untuk bayi yang sangat ke"il. #emasangan alat ini tidak membutuhkan anestesi dan 0aktu h spitalisasi dapat diminimalkan.( Fraktur Batang Femur pada usia 1 sampai tahu

7raksi masih digunakan se"ara luas untuk !raktur batang !emur pada anak % anak pra sek lah dan anak tahun pertama sek lah. H spitalisasi selama 4 % + minggu dirasakan sudah memadai. 7raksi kulit -erhead 'overhead skin traction* memiliki risik berupa e!ek yang merugikan pada sirkulasi ekstremitas.(.7.10 7raksi kulit sebaiknya dipilih bahan yang hip alergenik 'e:, 3last plast* untuk pasien yang alergi dengan bahan yang biasa atau pada rang tua dimana kulitnya telah rapuh.

Aambar (.2 7raksi =ulit = ntraindikasi traksi kulit yaitu bila terdapat luka atau kerusakan kulit serta traksi itu, itu, yang memerlukan beban K & kg. Akibat traksi kulit yang kelebihan beban di antaranya adalah nekr sis kulit, bstruksi -askuler, edem distal, serta per neal ner-e palsy pada traksi tungkai.

18

Selain itu, traksi kulit)9ryan traksi juga menjadi pilihan terapi pada !raktur batang !emur. Anak dip sisikan dengan tidur terlentang di tempat tidur, kedua tungkai dipasang traksi kulit, kemudian kedua tungkainya ditegakkan ke atas, ditarik dengan tali yang diberi beban 1)( kg, sampai kedua b k ng anak tersebut terangkat dari tempat tidur.

Aambar (.4 9ryan traksi

= mplikasi 9ryan traksi adalah terjadi iskemik paralisis. Hal ini disebabkan karena terganggunya aliran darah pada tungkai yang ditinggikan. Fraktur Batang Femur pada !sia " sampai 1" tahun >ilakukan pemasangan Russel traksi, untuk traksi ini diperlukan 6 ) Frame
19

) ) )

=atr l 7ali #lester Anak tidur terlentang, lalu dipasang plester dari batas lutut, dipasang sling di

daerah p plitea, sling dihubungkan dengan tali, dimana tali tersebut dihubungkan dengan beban penarik.

Aambar.(.4 Russel traksi 5ntuk mempersingkat 0aktu ra0at setelah 4 minggu ditraksi, "allus sudah terbentuk, tetapi belum kuat benar. 7raksi dilepas kemudian dipasang gip hemispika. #lastic intramedullar$ nail atau 0ayer =irs"hner intramendular kadang digunakan untuk !raktur !emur pada kel mp k pra sek lah. 1ndikasi utama adalah gagalnya penanganan dengan menggunakan spica cast% 7itanium nail sberdiameter dua millimeter dimasukkan dari medial dan lateral meta!isis dari !emur distal untuk menstabilisasi intramedular pada !raktur. /aktu k ns lidasi relati-e singkat, rentang 0aktu dari ( % & bulan tergantung pada usia pasien. 1mplant di"abut pada 2 % + bulan setelah pemasangan.(.7.11
20

Fiksat r eksternal merupakan pilihan jika terjadi !raktur terbuka pada pasien p li trauma atau untuk !raktur segmental, yang juga pada kel mp k ini. Iika !iksat r dilepaskan lebih a0al dengan pembetukan "allus yang masih kurang, maka akan berisik terjadi !raktur kembali. Seperti semua penggunaan !iksat r lainnya, in!eksi jalur pemasangan pin sering terjadi dan di bati dengan kulit l kal dan antibi tik. @amun penanganan !raktur batang !emur tertutup atau teris lasi tidak dianjurkan dengan pemasangan !iksat r eksternal pada anak % anak pra sek lah.(.11 Aambar (.&. 'a* Se rang anak laki)laki berusia , tahun dengan !raktur k minuted pada !emur kiri dan !ragment ketiga.'b* setelah reduksi tutup pada !raktur dan !iksasi dengan !iksat r eksternal.'"* Fremur kiri setelah 4 minggu dengan !iksat r. 9eberapa "allus ! rmati n. 'd*.#asien 4 minggu setelah berdiri dengan !iksat r eksternal rth !i:.>elapa bulan kemudian setelah trauma dan 4 bulan setelah pelepasan !iksat r ekternal.'e* dan '!* 7ampak A# dan lateral pada !emur kiri , bulan setelah "edera.minimal -arus dan pertumbuhan sekitar 7 mm. (

21

BAB III KESIMPULAN Femur merupakan tulang terpanjang pada tubuh manusia. Hal ini menyebabkan perkembangan yang sesuai pada bagian pr ksimal dan distal sehingga memungkinkan k rdinasi akti!itas mus"ul skeletal pada panggul dan lutut. #erkembangan pada !emur pr ksimal khususnya pada epi!isis dan !isis adalah sangat k mpleks di antara regi n pertumbuhan skeletal apendikular. Akibat kerusakan pada leher !emur, misalnya akibat !raktur leher !emur, mungkin se"ara serius akan mengganggu kapasitas karilag regi n leher !emur untuk berkembang se"ara n rmal. #ada anak % anak, !raktur leher !emur dan intertr kanter merupakan "edera yang paling sering terjadi. Ratli!! mengulas kembaki 71 kasus !raktur leher !emur pada pasien % pasien berusia di ba0ah 17 tahun. 1nsidensi tertinggi "edera tampak pada rentang usia 11 % 12 tahun. Fraktur di sekitar sendi panggul merupakan akibat paksaan seperti trauma akibat enrgi tinggi atau yang paling jarang dikaitkan dengan k ndisis pat l gis. Fraktur pada leher !emur juga dapat sebagai gambaran yang tidak khas pada kekerasan terhadap anak '"hild abuse* yang juga sering terjadi akhir % akhir ini. insidensi se"ara keseluruhan dari !raktur leher !emur pada anak % anak kurang dari 14. Fraktur batang !emur '!em ral sha!t !ra"ture* termasuk diantaranya regi n subtr kanter dan suprak ndilar berkisar 1,+4 pada semua !raktur pada anak. Rasi antara anak laki % laki dan perempuan adalah ( 6 1. >iagn sis ditegakkan dengan gejala klinis, radi l gi, s n gra!i, ?7 s"an, dan MR1. @amun dengan gejala klinis dan radi l gi biasanya sudah "ukup untuk menegakkan diagn sis !raktur !emur pada anak.

22

#enatalaksanaan didasari pada usia anak.terapi perasi dengan !iksasi lebih dianjurkan dan keberhasilan akan lebih besar jika penatalaksanaan hanya se"ara k nser-ati! DAFTAR PUSTAKA

1. $gden. IA, (000. Skeletal 1njury 1n 7he ?hild Se" nd 3diti n. @e0 ; rk 6 /. 9 Saunders ? mpany. p.,&7 % ,7( (. 3ngelhardt #/. (010. Fem ral @e"k Fra"ture 1n 6 9ens n M, Fi:sen I, Ma"ni" l M, #ars"h =laus 'eds* ?hildrenLs $rth paedi"s and Fra"tures 7hird 3diti n. D nd n 6 Springer. p. 7&8 % 7+4 2. A ttlieb IR. (00+. S$A# ! r /ilkins #ublisher. p. ,( % ,2 4. Ar ra A. (00+. #ediatri"s Fem ral @e"k Fra"ture 1n 6 =ulkarni AS 'eds* 7e:tb k ! $rth pedi"s and 7rauma (nd 3diti n. @e0 >elhi 6 Iaypee 9r thers Medi"al #ublisher p. 2214 % 2222 5. Hbner .U, Schlicht .W, Outzen .S, B rthel .!, H l"b n#. H. 2000. Ultr "$un# in the #i %n$"i" $& &r cture" in chil#ren. 'he ($urn l $& B$ne n# ($int Sur%er) 82*B+1170*3. +. 9ens n M, Fi:sen I, Ma"ni" l M, #ars"h =. (010. Fem ral Sha!t Fra"ture 1n 6 #ars"h = 'eds* ?hildrenLs $rth paedi"s and Fra"tures 7hird 3diti n. D nd n 6 Springer. p. 7+& % 771 7. #ring M, @e0t n #, Rang M. (00&. Fem ral Sha!t 1n 6 /enger >.R, #ring M.3 'eds* RangLs ?hildrenLs Fra"tures. #hiladelphia 6 Dippin" t /illiams and /ilkins. p. 1,1 % 188 ,. 3g l =A, = -al =I, Gu"kerman I>.(010. Hand 9 #hiladelphia 6 Dippin" t /illiams and /ilkins. p. 400 % 41, k ! Fra"ture. rth pedi"s. #hiladelphia 6 /illiams and

23

8. ?ui F. G , /en H. 9,and Su F. /. 188+. Mi"r stru"tures #eri steal ?allus ! Repaired Fem ral Stru"tural 9i l gy 117, (04%(0,

! 3:ternal !

Fra"ture in ?hildren. I urnal

10. Flynn IM, Skaggs >D. (010. Fem ral Sha!t Fra"tures 1n 6 9eaty IH, =asser IR 'eds* R "k0 d and /ilkinsM Fra"tures in ?hildren. #hiladelphia 6 Dippin" t /illiams and /ilkins. p. 78, % ,1, 11. Si-. 1, Rang. M. 18,2. 7reatmet ! Fem ral Fra"ture in the ?hild 0ith Head 1njury. 7he I urnal ! 9 ne and I int Surgery.

24