Anda di halaman 1dari 4

Analisis skenario

Pemuda 24 tahun mengalami kecelakaan bermotor, posisi dibonceng, tidak menggunakan pelindung kepala Setelah kecelakaan pasien pingsan, kemudian sesaat setelah sampai di rumah sakit pasien sempat sadar dan dapat diajak bicara, pasien mengeluhkan nyeri kepala kemudian muntah dan akhirnya kembali tidak sadar. Hasil pemeriksaan didapatkan E2V2M1, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 116x/menit, frekuensi napas 22x/menit Status lokalis didapatkan pupil anisokor dan luka babras pada siku dan lutut kanan.

kecelakaan bermotor, tidak menggunakan pelindung kepala dan pingsan trauma kepala (trauma otak) Setelah kecelakaan pasien pingsan, kemudian sempat sadar dan akhirnya kembali tidak sadar lucid interval Syok benturan ini menyebabkan gangguan/hilangnya konektivitas dan hubungan antara korteks serebri dengan struktur otak dibawahnya. Hal ini menyebabkan kehilangan kesadaran yang sifatnya akut dan reversible yang berlangsung singkat (biasanya < 10 mnt). Setelah syok hilang, kesadaran akan kembali. Tetapi, karena proses kerusakan akibat trauma terus berlanjut (misalnya robeknya pembuluh darah menyebabkan hematom). Selain itu, proses berlanjut juga dapat disebabkan karena trauma sekunder akibat faktor-faktor metabolik pasca trauma

Nyeri kepala dan muntah akibat peningkatan ICP. Trauma otak akan menyebabkan terjadinya fragmentasi jaringan dan kontusio, menyebabkan rusaknya sawar darah otak (BBB), disertai vasodilatasi dan eksudasi cairan sehingga dapat menimbulkan edema. Edema yang terjadi dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (ICP).

GCS 5 (E2V2M1) koma, dua jenis proses patologis umum yang menyebabkan koma dengan peningkatan ICP adalah proses yang menyebabkan iskemia global pada kedua hemisfer otak , dan proses yang menekan atau merusak mekanisme aktivitas batang otak. Status lokalis berupa pupil anisokor kemungkinan disebabkan oleh adanya herniasi otak yang menyebabkan penekanan pada batang otak dan nervus kranialis III.

Anda mungkin juga menyukai