Anda di halaman 1dari 26

HIDROKARBON JENUH (ALKANA)

PENDAHULUAN

Senyawa organik yang paling sederhana terbentuk dari dua elemen yakni karbon dan hidrogen. Ada 3 kelompok senyawa hidrokarbon, yaitu hidrokarbon jenuh (saturated), tak jenuh (unsaturated), dan aromatik. Hidrokarbon jenuh terdiri dari dua kelompok utama yaitu alkana dan sikloalkana. Senyawa alkana dikenal sebagai parafin yang berasal dari kata latin parum affinis yang berarti afinitas kecil.

SIFAT ALKANA
a.

b.

Sifat Fisika : gas tak berwarna, sukar larut dalam air, mudah larut dalam alkohol, titik didih dan titik lebur sangat rendah di bawah OoC. Sifat kimia : stabil; tidak dapat bereaksi dengan asam, basa, dan pereaksi umum di Lab.; reaksi oksidasi dapat berlangsung dengan jalan pembakaran (nyala kuning);dapat menimbulkan ledakan dengan udara dan campuran dengan gas klorida (1:2), membentuk CO dan H apabila dipanaskan 1000oC dengan katalisator N.

Reaksi antara gas metana dengan klor sebagai berikut:

Cl2 3

STRUKTUR MOLEKUL METANA

Reaksi antara gas metana dgn klor cukup menarik untuk menjelaskan mengapa struktur metana adalah tetrahedron.

Dari hasil pertukaran salah satu dari keempat atom hidrogen metana dengan satu atom klor akan menghasilkan hanya satu klorometan. Ini menunjukkan bahwa Keempat atom hidrogen dalam metana mempunyai derajat yang sama (ekuivalen). Berdasarkan pernyataan tersebut terjadi dualisme struktur metana yakni bujursangkar dan tetrahedron.

Pembuktian tersebut di atas melahirkan kesimpulan bahwa stereokimia molekul metana adalah tetrahedron dan selanjutnya ditetapkan oleh postulat bahwa semua aspek senyawa hidrokarbon hanya stereokimia dari molekul-molekul dapat dijelaskan jika kita berpegang pada asumsi bahwa kapan saja bila suatu atom karbon berikatan dengan empat atom, maka kelima atom itu dalam bentuk tetrahedron.

IKATAN KARBON-HIDROGEN DALAM METANA


Atom karbon mempunyai empat elektron valensi membentuk 4 ikatan kovalen karbonhidrogen dengan empat atom hidrogen yang masing-masing memiliki satu elektron valensi. Karena atom karbon mempunyai 4 elektron valensi, maka dalam pembentukan senyawa selalu ada empat ikatan kovalen.

Hibridisasi
6C

; 1s2 2s2 2p2

Ada 2 elektron berpasangan, maka atom C akan membentuk CH2. Senyawa CH2 di alam tidak ada, yang ada, adalah CH4. CH4 terbentuk dari hibridisasi 1 orbital s dan 3 orbital p menjadi orbital hibrid sp3.

H C H H H

IKATAN KARBON-KARBON
Kemampuan karbon yang unik dalam membentuk ikatan karbon-karbon yang mantap serta membentuk rantai adalah alasan utama melimpahnya senyawa organik.

Dua ikatan karbon dapat membentuk ikatan kovalen melalui sepasang elektron patungan. Sisa dari elektron valensi masing-masing atom karbon dapat berpasangan dengan enam atom hidrogen untuk membentuk molekul etana.

HOMOLOG-HOMOLOG ALKANA

Penambahan satu unit CH3 terhdap senyawa hidrokarbon semula mengakibatkan terjadinya perpanjangan rantai karbon. Perpanjangan atom karbon selalu berakibat pada perubahan sifatsifat terutama sifat fisika dari senyawa karbon tersebut. Jika senyawa alkana kehilangan suatu atom hidrogen maka akan terbentuk suatu radikal yang dikenal sebagai gugus alkil. Penggantian satu atau lebih atom hidrogen alkana dengan halogen akan menghasilkan senyawa organohalida.

etana

TATA NAMA SENYAWA ALKANA


1.Tentukan rantai yang paling panjang sebagai rantai pokok. 2.Alkana tanpa rantai cabang diberi nama berdasarkan jumlah atom karbonnya. 3.Gugus yang menempel pada rantai utama disebut substituen. Setiap substituen harus diberi nama dan nomor sekalipun dua subestituen yang identik menempel pada atom karbon yang sama. 4.Nama ditulis dalam satu baris. Nomor-nomor dipisahkan satu sama lain dengan tanda baca koma, nomor dan nama dipisahkan dengan tanda garis datar. Jika terdapat dua atau lebih jenis substituen tersebut disusun menurut abjad.

Berdasarkan kedudukan atom karbon

MENGGAMBARKAN RUMUS STRUKTUR

ISOMER SENYAWA ALKANA


Senyawa alkana yang mempunyai empat atau lebih atom karbon dapat dituliskan dalam beberapa struktur. Keadaan ini disebut isomer. Contoh butana dengan rumus molekul C4H10 dioeroleh dalam dua macam hidrokarbon yang berbeda yakni nbutana dan isobutana.

CH3 CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 CH CH3

KONFORMASI ALKANA

Suatu molekul dapat memiliki secara tak terhingga posisi di dalam ruang secara berlainan, penataan ini disebut konformasi. Karena adanya rotasi mengelilingi ikatan sigma, maka suatu molekul dapat memiliki berapa pun konformasi terhadap suatu konformasi yang paling stabil. Konformasi yang paling disukai dikenal sebagai konformer. Proyeksi Newmann sangat berguna untuk menggambarkan konformasi. Ada dua konformasi yang ekstrim yakni konformasi bersilang (Staggered conformation) dan konformasi berimpit (Eclipsed conformation).

REAKSI-REAKSI ALKANA
Alkana adalah hidrokarbon jenuh yang stabil, kurang reaktif yang tidak bereaksi dengan

kebanyakan asam, basa, oksidator dan reduktor pada kondisi normal. - Oksidasi kuat
2 CH4 + 3 O2 2 CO + O2 2 CO + 2 CO2 + 4 H 2O 212,8 kkal/mol

Substitusi spesifik CH4 + Cl2 CH3Cl CH2Cl2 CHCl3 CCl4 + HCl

Pirolisis = Cracking (pemecahan alkana pada suhu tinggi, sekitar 1000oC CH4 2H2 + C CH3CH2CH3 a. H2 + C3H6 b. CH4 + C2H4

CARA PEMBUATAN ALKANA