Anda di halaman 1dari 5

Somnabulisme juga dikenal dengan sebutan Sleepwalking, adalah suatu gangguan yang menyebabkan seseorang bangun dan berjalan

saat sedang tidur. Paling umum terjadi pada anak antara usia 8 dan 12 tahun. Sleepwalking tidak menandakan adanya masalah kesehatan yang serius atau memerlukan pengobatan. Namun, sleepwalking dapat terjadi di segala usia dan dapat menyebabkan perilaku bahkan berbahaya, seperti memanjat keluar jendela atau kencing di lemari atau kaleng sampah. Gejala Sleepwalking diklasifikasikan sebagai parasomnia, sebuah perilaku atau pengalaman yang tidak diinginkan selama tidur. Seseorang yang mengalami sleepwalking dapat mengalami 1. !uduk di tempat tidur dan membuka matanya 2. "emiliki ekspresi mata sayu atau berkaca#kaca $. %erkeliaran di sekitar rumah, mungkin membuka dan menutup pintu atau mematikan dan menghidupkan lampu &. "elakukan akti'itas rutin, seperti berpakaian atau membuat snack, bahkan mengemudi mobil (. %icara atau bergerak dengan canggung ). "enjerit, terutama jika juga mengalami mimpi buruk *. Sulit dibangunkan ketika episode sleepwalking terjadi Sleepwalking biasanya terjadi selama tidur nyenyak di awal malam, biasanya satu sampai dua jam setelah tertidur. +rang yang melakukan sleepwalking tidak akan ingat episode sleepwalking#nya di pagi hari. Sleepwalking umum terjadi pada anak#anak dan biasanya semakin hilang ketika remaja disebabkan jumlah tidur nyenyak yang menurun. Penyebab %anyak faktor yang dapat berkontribusi dalam sleepwalking adalah 1. ,urang tidur 2. ,elelahan $. Stres &. ,ecemasan (. !emam ). -idur di lingkungan asing

*. +bat#obatan, seperti .olpidem /0mbien1 Sleepwalking kadang#kadang dikaitkan dengan kondisi yang mendasarinya yang mempengaruhi tidur seperti 1. ,ejang gangguan 2. 2angguan pernapasan, gangguan yang ditandai oleh pola pernapasan abnormal selama tidur, yang paling umum adalah apnea tidur obstruktif $. 3estless 4eg Syndrome /34S1 &. "igrain (. Stroke ). ,epala luka atau pembengkakan otak *. Periode premenstruasi !alam kasus lain, penggunaan alkohol, obat#obatan terlarang atau obat tertentu termasuk beberapa antibiotik, antihistamin, obat penenang dan pil tidur dapat memicu episode sleepwalking. Perawatan dan obat-obatan %iasanya tidak diperlukan pengobatan untuk sleepwalking. 5ika 0nda melihat anak 0nda atau orang lain tidur sambil berjalan di rumah, tuntun dia kembali ke tempat tidur dengan lembut. Sebenarnya tidak berbahaya jika dibangunkan, tapi dapat mengganggu. 6a mungkin bingung ketika terbangun mendapati dirinya tidak di tempat tidur. Pengobatan untuk orang dewasa dapat menggunakan hipnosis. "eskipun jarang, sleepwalking dapat diakibatkan obat, sehingga penanganan dengan pengobatan mungkin diperlukan. 5ika sleepwalking mengarah pada kantuk berlebihan di siang hari atau menimbulkan risiko cedera serius, dokter dapat merekomendasikan pengobatan. Penggunaan ben.odia.epin atau antidepresan tertentu dalam jangka pendek dapat menghentikan episode sleepwalking. 5ika sleepwalking dikaitkan dengan kondisi kesehatan medis atau mental, perawatan ditujukan pada masalah yang mendasar.

Penyebab Somnabulisme (Sleep Walking)

%erjalan dalam tidur /juga disebut hal berjalan sambil tidur atau noctambulism1 tergolong gangguan dalam kelompok parasomnia. Penderita biasanya terjaga saat tidur atau masih terjaga namun berada dalam kondisi seperti tidur /sleeping state1. %erjalan dalam tidur biasanya atau bergeser dari posisi tidur mereka sebelumnya dan bergerak di sekitar lokasi dan melakukan tindakan normal seakan#akan bangun /membersihkan perabot, berjalan dan kegiatan lainnya1. Para Somnambulists /penderita somnambulisme1 biasanya adalah orang#orang yang secara psikologis memiliki tingkat stress yang tinggi /baik dewasa maupun anak#anak1, namun pada beberapa kasus juga ditemukan faktor genetik /keturunan1 pada penderita. "enurut sebuah studi 7inlandia yang diterbitkan pada tahun 188*, jumlah penderita anak#anak yang berjalan dalam tidur lebih banyak dibandingkan penderita dewasa. Studi tersebut mencatat ),89 penderita anak#anak perempuan dan (,*9 penderita anak#anak laki#laki, $,19 untuk penderita wanita dewasa dan $,89 untuk penderita pria dewasa. ,egiatan yang dilakukan oleh para somnambulist ber'ariasi, seperti makan, mandi, buang air kecil, berbicara, berpakaian : menanggalkan pakaian, S"S, email, berolahraga, membawa anjing berjalan#jalan, mengemudi mobil, mengecat, membersihkan perabot, bersiul, menari, melakukan hubungan seksual, dan yang paling mengerikan adalah melakukan pembunuhan. %erikut ini adalah beberapa kasus kriminal yang dilakukan oleh somnambulist -ahun 1881, Ste'en Steinberg, dituduh membunuh istrinya, namun dibebaskan atas dasar kegilaan sementara yang terjadi saat periode tidurnya. -ahun 1882, 3egina Parks, dituduh membunuh ibu mertuanya dan mencoba untuk membunuh ayah mertuanya. !ia juga dibebaskan. -ahun 188&, Pennsyl'ania 3icksgers, dituduh membunuh istri dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. -ahun 188), %urgess, dituduh memukul tetangganya di kepala. !ibebaskan atas dasar kegilaan sementara yang terjadi saat periode tidurnya. -ahun 1888, 0ri.ona 7alater, dituduh membunuh istrinya. Pengadilan menyimpulkan bahwa pembunuhan itu terlalu rumit untuk dilakukan dalam periode tidurnya. 7alater didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama, dan menjalani hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

-ahun 2;;8, %rian -homas, dituduh membunuh istrinya, dalam mimpinya ia merasa menyerang seorang penyusup. 6a didakwa membunuh dan menghadapi tuntutan hukuman seumur hidup, saat tulisan ini ditulis pengacara -homas masih mengajukan banding.

-erdapat kepercayaan umum yang keliru berkaitan dengan somnambulisme ini, banyak orang percaya bahwa saat somnambulist berjalan atau melakukan kegiatan dalam tidurnya, tidak boleh dibangunkan. Padahal karena mereka masih dalam tidur, kesadaran mereka tidak penuh dan dapat melakukan kegiatan yang membahayakan diri mereka, seperti terjatuh atau terbentur. Sebenarnya tidak masalah membangunkan somnambulist dari tidurnya, hal ini kan lebih baik daripada membiarkannya tidur dalam keadaan yang tidak optimal. Penyebab pasti dari somnambulisme masih belum diketahui hingga saat ini. Namun beberapa penelitian berdasarkan statistik menunjukkan bahwa para penderita stress, penderita penyakit yang berkaitan dengan epilepsi, dan keturunan somnambulist, mempunyai kebiasaan berjalan dalam tidurnya. Pengobatan yang dilakukan biasanya adalah psikoterapi untuk menurunkan tingkat stress dan pemberian obat#obatan untuk membuat tidur lebih lelap. Pencegahan yang dapat dilakukan bagi para dewasa dan remaja adalah hidup secara sehat dan menajuhkan diri dari stress, bagi orang tua sebaiknya tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap anak, memberikan rasa nyaman ditengah keluarga akan menjauhkan mereka dari somnambulisme.

Anda mungkin juga menyukai