Anda di halaman 1dari 3

Pengertian Pembelahan Holoblastik Pembelahan Holoblastik adalah pembelahan sempurna sel telur yang mempunyai sedikit kuning telur

seperti pada Bulu babi dan kuning telur sedang seperti pada Katak. Pembelahan holoblastik terbagi atas ( Anonim B, 2010) : Pembelahan holoblastik sempurna (equal): bidang pembelahan membagi sel telur menjadi dua blastomer yang sama besar sehingga pada akhir pembelahan diperoleh sejumlah blastomer yang seragam, seperti sel telur tipe isolecithal. Pembelahan holoblastik tidak sempurna (unequal): bidang pebelahan lebih banyak terjadi di salah satu kutub sel telur. Bila yolk banyak terdapat pada kutub vagetal, maka pembelahan lebih cepat terjadi di kutub animal dan ttterbentuk dua tipe blastomer, yaitu besar disebut Makromer dan kecil disebut Mikromer. Hal ini dijumpai pada sel telur tipe telolecithal. 2.2. Tipe-Tipe Pembelahan Holoblastik Pembelahan Holoblastik dapat dibedakan b erdasarkan beberapa tipe yaitu : 1. Pembelahan radial holoblastik Pembelahan radial holoblastik adalah pembelahan dimana blastometb-lastomer yeng terdapat pada bagian kutub animal telur, terletak diatas blastomer yang ada pada bagian vegetatif, sehingga pola blastomer adalah radial simatris. Misalnya pembelahan pada echinodermata dan amphioxus ( Adnan, 2008). a. Pembelahan pada Echinodermata Pada Synapta digitata, setelah fusi pronuklei jantan dan betina, sumbu spindel mitosis yang pertama dibentuk terletak tegak lurus kutub animal vegetatif. Pembelahan pertama melalui kutub animal vegetatif, menghasilkan dua anak sel yang mempunyai ukuran yang sama. Pembelahan ini disebut pembelahan meridional, sebab melalui dua kutub menyerupai meridian pada satu globe. Spindel mitosis pada pembelahan kedua tegak lurus pembelahan pertama menghasilkan empat blastomer yang terletak berdampingan. Pembelahan tiga adalahekuatorial, diana spindel mitosis pada setiap blastomer pada setengah animal embrio terletak diatas blastomer yang ada pada bagian vegetatif. Pembelahan ke empat kembali meridional menghasilkan 16 blastomer dan selanjutnya menghasilkan 64, 128 dan 256 blastomer dan pada akhirnya membentuk blastula (Carlson, 1988 dalam Adnan, 2008).Blastula pada Synapta digitata berbentuk bulat, pada bagian tengah embrio terdapat suatu rongga yang disebut rongga blastula atau blastocoel. Dinding blastulahanya terdiri atas selapis sel-sel blastomer. Pada Asterias atau bintang laut, pembelahan telur sama dengan pembelahan pada Synapta digitata, akan tetapi pada asterias, pembelahan keempat, 4 sel pada kutub anima membelah meridional menghasilakn 8 sel-sel blastomer. Setiap blastomer rmempunyai ukuran yang sama. Blastomer-blastomer tersebut disebut mesomer. Selsel pada bagian vegetatif membelah secara ekuatorial menghasilkan 4 blastomer yang besar yang disebut makromer, dan 4 sel-sel blastomer yang kecil yang disebut mikromer pada kutub vegetatif. Pada pembelahan kelima, sel-sel mesomer membelahsecara ekuatorial menghasilkan 16 sel. Makromer membelah secara meridionalmenghasilkan sel di bawah an2. Mikromer juga membelah menghasilkan kelompok sel-sel kecil pada kutub vegetatif. Pembelahan keenam berlangsung secara ekuatorial danpembelahan ketujuh berlangsung secara meridional menghasilkan 128 sel (Carlson, 1988 dalam Adnan, 2008).

CLEAVAGE/PEMBELAHAN

Pembelahan atau cleavage atau juga disebut segmentasi terjadi setelah pembuahan, yaitu disaat masuknya sperma kedalam telur. Zigot membelah berulang kali, pembelahan mitosis yang berlangsung secara berulang-ulang ini disebut cleavage. Proses pembelahan ini diaktifasi oleh enzim mitosis promoting factor (MPF). Bidang yang ditempuh oleh arah pembelahan ini disebut bidang pembelahan, ada 4 macam bidang pembelahan: 1. Ekuator 2. Latitudinal 3. Meridian 4. Vertical Terbentuk bermacam pembelahan dipengaruhi oleh faktor banyak/sedikitnya kuning telur di sitoplasma, pembelahan lebih mudah dan cepat jika didalam sitoplasma terdapat lebih sedikit kuning telur. Macam pembelahan itu terbagi atas: - pembelahan Holoblastik (merata) yang dibagi atas: a. Holoblastik equal (sempurna) dimana sel membelah menjadi 2 sama besar dan berakhir menjadi blastomere yang terdiri dari 32 sel, contoh: bintang laut, katak (anura). Tahap pembelahan: pertama, pembelahan lewat bidang meridian, kemudian dilnjut bidang meridian juga tapi tegak lurus pada bidang pembelahan pertama, terbentuk 4 sel sama besar. Ketiga, lewat bidang latitudal dan terbentuklah 8 sel, 4 sel bagian atas mikromer dan 4 sel bagian bawah makromer. Keempat, lewat bidang meridian dan terbentuk 16 sel. Kelima, lewat bidang latitudal (atas dan bawah), serentak dan terbentuk 32 sel. Keenam, lewat bidang meridian sehingga terbentuk 64 sel. Pembelahan tujuh dan delapan sukarr diikuti. Diakhir pembelahan kedelapan gumpalan sel membesar dan terdiri dari 70 sel, berbentuk seperti buah pir, disebut morula yang bagian dalamnya tak berongga. b. Holoblastik unequal (tidak sempurna) yang terjadi secara cepat pada kutub animal dan secara lambat pada kutub vegetal (membentuk makromer dan mikromer), contoh: mamalia (kelinci, babi, kera, manusia). Tahap pembelahan: pertama, lewat bidang latitudinal yang membagi sel menjadi 2 bagian (atas/kutub animal lebih kecil). Kedua, lewat bidang meridian namun hanya terjadi pada mikromer (kutub vegetal), terbentuklah tingkat 3 sel. Kemudian dilanjut terbentuk tingkat 4 sel, lalu tingkat 5 sel sampai tingkat 8 sel. Pembelahan berikutnya sukar diikuti dan tidak serentak. Akhirnya terbentuk blastomer yang terdiri dari 60-70 sel, berupa gumpalan tak berongga(masif) yang disebut morula. Adapun pola pembelahan Holoblastis yaitu radial holoblastis, spiral holoblastis, bilateral holoblastis, rotasional holoblastis. pembelahan Meroblastik (tidak merata), yaitu: pembelahan hanya pada sebagian zigot. Terdapat pada telur tipe megalecital. Tipe pembelahan Meroblastis yaitu: meroblastis diskoidal (pembelahan terjadi diujung telur yang tidak terdapat deutoplasma, ex: pada jenis telolecital) dan superficial (telur membelah pada permukaan telur, ex: pada jenis centrolecital/kupu-kupu). Pembelahan meroblastik hanya terjadi pada inti dan sitoplasma bebas yolk . Contoh: ayam. Tahap pembelahan: pertama, lewat bidang meridian, terjadi 5 jam setelah pembuahan. Kedua, lewat bidang meridian juga yang tegak lurus pada bidang pembelahan pertama. Ketiga, lewat bidang vertical, melintang bidang meridian pembelahan pertama. Keempat, lewat bidang vertical, melintang bidang pembelahan meridian kedua. Terbentuk 8 sel ditengah dan 12 sel di pinggir. Pada saat ini telur mencapai uterus, dan sudah dilapisi albumen dan shell. pembelahan Perantara holo-meroblastik, yaitu: pembelahan yang tak seluruhnya mencapai ujung daerah kutub vegetal.

Dengan terbentuknya berbagai macam pembelahan, telur dibagi atas beberapa tipe yaitu: yolk (deutoplasma) sedikit, terdistribusi merata.1. tipe oligolesital isolesital jumlah yolk sedang.2. tipe homolesital/mesolesital yolk banyak.3. tipe telolesital yolk terkonsentrasi ditengah telur.4. tipe megalesital/centrolesital Pembelahan radial holoblastis pada Sea Urchin Pembelahan I, meridional / KA KV. Pembelahan II, meridional, tegak lurus bidang pembelahan I. Pembelahan III, Equatorial, tegak lurus bidang pembelahan sebelumnya. Pembelahan IV, sel daerah animal membelah secara meridional, menghasilkan sel yang mempunyai ukuran yang sama besar (mesomer sedangkan sel daerah vegetal membelah sejajar equator menghasilkan 4 anak sel ukuran besar yang disebut makromer dan 4 kecil disebut mikromer. Akhir pembelahan VII. Embrio 128 sel, mulai terbentuk rongga yang disebut blastosul, disebabkan terjadi penumpukan cairan dan embrio berada pada stadiun blastula. Selama perioda cleavage embrio berada dalam selaput fertilisasi, yang berhubungan dengan selaput hyalin, yang terbentuk karena pecahnya granul-granul korteks. Pada pembelahan X, blastomer membentuk cilia, menembus membran hyalin sampai ke ruang perivitelin. Dengan cilia blastula melakukan rotasi dalam membran fertilisasi. Sel blastula menghasilkan enzim, yang berfungsi mencerna selaput fertilisasi sehingga embrio menetas dan bebas berenang. Pembentukan mikromer ini sangat ditentukan oleh waktu setelah fertilisasi. Ini dibuktikan dengan beberapa percobaan yang telah dilakukan.