Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

PERTUMBUHAN PADA PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU

Guru Pembimbing: Dra. Latifah Hani Disusun oleh: Deastika Kurnia Ningsih Dessy Imaniar Dinna Aulyani Purnama Sari Wahyuni Riswan Rivani

Kelas XII IPA 2

SMAN 1 KANDANGAN TAHUN AJARAN 2011/2012

Halaman Pengesahan

Makalah dengan judul "PERTUMBUHAN PADA PERKECAMBAHAN KACANG HIJAU" yang disusun oleh Kelompok 2 Biologi XII IPA 2 sebagai tugas mata pelajaran Biologi ini, telah diketahui dan disahkan oleh pengajar mata pelajaran Biologi IPA kelas XII SMAN 1 Kandangan.

Guru Pembimbing,

Dra. Latifah Hani

Kata Pengantar

Dengan mengucap puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas segala kebesaran dan limpahan nikmat yang diberikan-Nya. Sehingga kami dapat menyelesaikan laporan percobaan yang berjudul "Pertumbuhan pada Perkecambahan Kacang Hijau" Sehubungan dengan terselenggaranya laporan percobaan ini. Kami selaku penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada Ibu Pengajar Mata Pelajaran Biologi kelas XII IPA 2 yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan percobaan ini. Dalam menyusun laporan ini, Kami menyadari pengetahuan dan pengalaman penulis kami masih sangat terbatas. Oleh Karena Itu, Kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar laporan percobaan ini lebih baik dan bermanfaat. Akhir kata kami ucapkan semoga Tuhan Yang Maha Esa, selalu membaias budi baik kalian semua, Amin.

Kandangan, 31 Juli 2012 Penyusun,

Kelompok 2 Biologi XII IPA 2

ii

Daftar Isi

Halaman Judul .................................................................................................................... Pengesahan ......................................................................................................................... Kata Pengantar .................................................................................................................... Daftar Isi .............................................................................................................................

i ii iii iv

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................... 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1.3 Tujuan Penelitian ................................................................................................... 1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................................. 1.5 Hipotesis ...............................................................................................................

1 1 1 1 1 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 2.1 Teori...................................................................................................................... 2.1.1 Tahapan Pertumbuhan..................................................................................... 2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan ........................... 2.3 Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan ....................................................

2 2 2 3 4

BAB III METODE PENELITIAN ...................................................................................... 3.1 Alat dan Bahan yang Digunakan ............................................................................ 3.2 Variabel Penelitian ................................................................................................ 3.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian ............................................................ 3.4 Cara Kerja Penelitian .............................................................................................

6 6 6 6 6
iii

3.5 Cara Pengambilan Data .........................................................................................

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................. 4.1 Data dan Fakta yang Diperoleh selama Penelitian ................................................. 4.2 Pengolahan Data dan Analisis Hasil Penelitian ...................................................... 4.2.1 Data Hasil Pengamatan .................................................................................. 4.2.2 Analisis Data ................................................................................................. 4.2.3 Pembahasan ...................................................................................................

8 8 12 12 13 14

BAB V PENUTUP.............................................................................................................. 5.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 5.2 Saran .....................................................................................................................

16 16 16

Daftar Pustaka ..................................................................................................................... Lampiran.............................................................................................................................

17 18

iv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua aktifitas kehidupan yang tidak dapat dipisahkan, karena prosesnya berjalan bersamaan. Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumlah sel secara irreversible atau tidak dapat kdmbali kebentuk semula. Perkembangan adalah sebagai peristiwa perubahan biologis menuju kedewasaan, tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dengan perubahan bentuk tubuh dan tingkat kedewasaan. Sesuai dengan penjelasan diatas mak kami akan memuat laporan hasil percobaan mengenai pertumbuhan pada perkecambahan kacang hijau.

1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah cahaya matahari dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman kacang hijau? 2. Apa perbedaan tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya dan tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari percobaan ini adalah mengamati dan mempelajari pertumbuhan pada tumbuhan perkecambahan kacang hijau. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui pertumbuhan pada perkecambahan kacang hijau. 1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang bekum mengetahui pengaruh cahaya bagi tumbuhan kacang hijau 2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi biji kacang hijau tersebut untuk berkecambah. 1.5 Hipotesis 1. Kecambah yang berada di tempat terang lebih cepat tumbuh karena mendapatkan sinar matahari. 2. Kecambah yang berada di tempat gelap tidak dapat tumbuh karena tidak mendapatkan sinar matahari.
1

BAB II TINJAUN PUSTAKA

2.1 Teori 2.1.1 Tahapan Pertumbuhan Pertumbuhan pada tanaman terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu perkecambahan yang diikuti dengan pewrtumbhan primer dan sekunder.

1. Perkecambahan Awal perkecambahan dimulai dengan berakhirnya masa dormansi. Masa dormansi adalah berhentinya pertumbuhan pada tumbuhan dikarenakan kondisi lingkungan yang tidak sesuai.Perkecambahan sering dianggap sebagai permulaan kehidupan tumbuhan. Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon batang). Radikula tumbuh ke bawah menjadi akar sedangkan plumula tumbuh ke atas menjadi batang. Perkecambahan ditandai dengan munculnya kecambah, yaitu tumbuhan kecil dan masih hidup dari persediaan makanan yang berada dalam biji. Ada empat bagian penting pada biji yangt berkecambah, yaitu batang lembaga (kaulikulus), akar embrionik (akar lembaga), kotiledon (daun lembaga), dan pucuk lembaga (plumula). Kotiledon merupakan cadangan makanan pada kecambah karena pada saat perkecambahan, tumbuhan belum bisa melakukan fotosintesis. Air merupakan kebutuhan mutlak bagi perkecambahan. Tahap pertama perkecambahan adalah penyerapan air dengan cepat secara imbibisi. Air yang berimbibisi menyebabkan biji mengembang dan memecahkan kulit pembungkusnya dan juga memicu perubahan metabolik pada embrio sehingga biji melanjutkan pertumbuhan. Enzim- enzim akan mulai mencerna bahan-bahan yang disimpan disimpan pada kotiledon, dan nutrient-nutriennya dipindahkan kebagian embrio yang sedang tumbuh. Enzim yang berperan dalam pencernaan cadangan makanan adalah enzim amylase, beta-amilase dan protease. Hormon giberelin berperan penting untuk aktivasi dan mensintesis enzim- enzim tersebut. Perkecambahan biji ada dua macam yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan epigeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon terangkat ke atas tanah. Hal ini disebabkan oleh hipokotil yang tumbuh memanjang. Akibatnya, plumula dan kotiledon terdorong ke permukaan tanah, misalnya pada perkecambahan kacang hijau (Phaseolus radiatus) dan kacang tanah (Arachis hypogaea). Sedangkan perkecambahan hipogeal adalah perkecambahan yang mengakibatkan kotiledon tetap tertanam di dalam tanah. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan memanjang dari epikotil yang menyebabkan plumula keluar menembus kulit
2

biji dan muncul di atas tanah, sedangkan kotiledon tetap di dalam tanah, misalnya pada perkecambahan kacang kapri (Pisum sativum), jagung (Zea mays), dan padi (Oryza sativa). Pertumbuhan pada tanaman dibedakan menjadi pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

2. Pertumbuhan Primer Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan titik tumbuh primer. Pertumbuhan primer pada tumbuhan hanya terjadi pada bagian tertentu saja yaitu pada bagian yang aktif membelah dan tumbuh. Bagian tersebut disebut jaringan meristem. Pada jaringan meristem terdapat bagian titik tumbuh akar dan titik tumbuh batang yang telah mulai terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan memanjang akibat aktivitas mereistem apical (jaringan yang ada diujung akar dan dan ujung batang). Titik tumbuh batang terdapat pada tumbuhan yang memiliki kuncup atau tunas. Pertumbuhan primer menyebabkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu: a. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik) b. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang. c. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus. 3. Pertumbuhan Sekunder. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang disebabkan oleh kegiatan cambium yang bersifat meristematik. Pertumbuhan sekunder menyebabkan diameter batang bertambah besar. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada dikotil dan gymnospermae. Aktivitas pembelahan cambium mengarah kea rah luar dan dalam. Aktivitas cambium ke dua arah mengakibatkan bertambah tebal dan besar diameter batang.

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan Pertumbuhan pada tumbuhan, baik tumbuhan tingkat rendah maupun tingkat tinggi, secara umum dipengaruhi oleh faktor luar dan faktor dalam.
3

1. Faktor eksternal/ lingkungan Faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut: Air dan mineral Kelembaban. Suhu 2. Faktor internal Faktor internal merupakan faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Di bawah ini merupakan macam-macam hormon pada tumbuhan. 1). Auksin 2). Giberelin 3).Sitokinin 4). Gas Etilen 5).Asam Absisat 6).Kalin: a. b. c. d. Rhizokalin: merangsang pembentukan akar Kaulokalin: merangsang pembentukan batang Anthokalin: merangsang pembentukan bunga Filokalin: merangsang pembentukan daun. Cahaya matahari nutrisi

2.3 Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan Cahaya matahari bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletakan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi. Intensitas pencahayaan atau penyinaran yang berbeda akan menghasilkan
4

macam pertumbuhan tumbuhan yang berbeda. Respons tumbuhan terhadap panjang penyinaran yang berariasi disebut fotoperiodisme. Respons itu meliputi dormansi (masa tidur yang bertujuan mengatasi masa/musim yang tidak menguntungkan untuk tumbuh), pembungaan, perkecambahan, dan perkembangan batang serta akar.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Alat dan Bahan Penelitian Alat dan bahan yang digunakan dalam proses penelitian pertumbuhan 1. Alat Dua buah cawan petri ukuran besar. Sebagai tempt untuk menanam Air, untuk menyiram tanaman Penggaris, untuk mengukur tinggi batang Alat tulis, mencatat hasil pengamatan 2. Bahan Bahan yang digunakan yaitu biji kacang hijau dengan ukuran dan berat hampir sama

3.2 Variabel Penelitian Variabel Bebas (Variabel yang mempengaruhi variabel terikat dengan sengaja dibuat berbeda) ketersediaan oksigen. Variabel Terikat (Variabel yang dipengaruhi variabel bebas, parameter perkecambahan, pertumbuhan dan perkembangan) Variabel Kontrol (Variabel yang dibuat sama untuk semua perlakuan) faktor-faktor lingkungan, misalnya intensitas cahaya.

3.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan di rumah selama 7 hari, dari tanggal 22-29 Juli 2012.

3.4 Cara Kerja 1. Rendamlah biji kacang hijau (misalkan 40-50 biji) ke dalam wadah berisi air. Tunggu selama minimal 3 jam dan maksimal 24 jam. 2. Ambil 2 buah pot yang sudah berisi tanah beri sedikit lubang sekitar 20 lubang di permukaan tanah pada pot menggunakan bilah lidi. 3. Apabila biji kacang hijau yang sudah direndam beberapa jam mengembang, ambil 20 biji dan masukkan 10 biji ke dalam masing-masing pot yang sudah di sediakan.
6

4. Letakkan 1 pot di tempat yang terang dan 1 potnya lagi diletakkan di tempat yang gelap (di dalam kardus). 5. Sirami tanaman kecambah setiap hari.

3.5 Cara pengambilan data dan pengamatan Ukurlah panjang batang tanaman kecawbah di kedua pot menggunakan penggaris atau dengan bilah lidi setiap hari selama 7 hari. Amati perubahan warna yang terjadi pada batang dan daun.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data dan Fakta yang Diperoleh selama Penelitian

1. Pada hari pertama Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Di Tempat Terang 1,5 1,5 1,7 2 1,8 1 1,3 1,4 1,5 1,8 Di Tempat Gelap 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4 Tanaman di tempat terang: Semua kecambah tumbuh akar Sebagian besar koteledon masih berada dalam kulit biji Sebagian tumbuh batang

Tanaman di tempat gelap: Semua kecambah tumbuh akar Tumbuh batang Koteledon terangkat dari kulit biji Mulai keluar daun dari koteledon

2. Pada hari kedua Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4 Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4 Tanaman di tempat terang: Koteledon terangkat dari kulit biji Sebagian keluar daun Semua kecambah tumbuh batang

Tanaman di tempat gelap: Batang tumbuh lebih cepat dan lebih panjang dari hari pertama Keluar daun dari koteledon Batang dan daun berwarna hijau kekuningan
8

3. Pada hari ketiga Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4 Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4 Tanaman di tempat terang: Batang dan daun berwarna hijau muda

Tanaman di tempat gelap: Batang dan daun berwarna kuning pucat

4. Pada hari keempat

Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4

Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4

Tanaman di tempat terang: Sebagian koteledon terlepas Batang dan daun berwarna hijau muda

Tanaman di tempat gelap: Semua koteledon terlepas Batang dan daun berwarna kuning pucat

5. Pada hari kelima

Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4

Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4

Tanaman di tempat terang: Koteledon terlepas Batang tumbuh kuat dan tebal

Tanaman di tempat gelap: Batang dan daun berwarna kuning pucat Batang lebih kurus

6. Pada hari keenam

Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4

Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4

Tanaman di tempat terang: Batang dan daun berwarna hijau Batang menjadi kokoh

Tanaman di tempat gelap: Batang dan daun berwarna kuning pucat Tanaman kecambah mulai layu

10

7. Pada hari ketujuh

Biji Kacang Hijau 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Di Tempat Terang 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4

Di Tempat Gelap 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4

Tanaman di tempat terang: Batang dan daun berwarna hijau tua Kecambah tumbuh subur

Tanaman di tempat gelap: Tanaman kecambah layu dan ada sebagian tanaman kecambah yang mati.

11

4.2 Pengolahan Data dan Analisis Data Hasil Penelitian 4.2.1 Data Hasil Pengamatan 1. Data hasil pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau di tempat terang Biji Kacang Hijau 1 2 Tempat Terang 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-Rata Ukuran Kecmbah Pada hari (cm) 1 1,5 1,5 1,7 2 1,8 1 1,3 1,4 1,5 1,8 1,55 2 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4 2,35 3 1 1,6 4 13 14,3 2,5 12 17 1,6 15 8,2 4 1,5 1,6 10 19 17,5 10 19,4 19,4 1,7 20,5 12,42 5 1,5 1,7 14,5 21,5 20 15,8 23,2 14 1,7 22,2 13, 61 6 1,5 1 17 23,6 21,5 19,5 25,8 13,5 1,8 23,5 14,87 7 1,8 5 17 25 22,4 20,4 27,4 23,5 13,8 24 18,03

2. Data hasil pengamatan pertumbuhan biji kacang hijau di tempat gelap Biji Kacang Hijau 1 2 Tempat Gelap 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata-Rata Ukuran Kecmbah Pada hari (cm) 1 1,6 1,5 1,8 2,7 4,1 1,1 1,9 3,8 1,6 3,4 2,35 2 11,3 2,6 1,8 14,5 3 8,5 2,2 10 10,3 4 6,82 3 25 2,9 10,5 25,5 18 20,6 12,6 22 23 17 17,71 4 29 4 16,5 29,5 25 24,5 19 26 27 23 22,35 5 33 14,8 20 30,2 28 30 24,5 28 30,2 26 26,47 6 36,1 23,5 22 32 32 34 29 30,5 32,5 28,2 29,98 7 38,2 28,7 21.5 31.5 34.5 35,2 31 30,3 33,3 28,8 31,6
12

3. Grafik Pertumbuhan

35 30 25

Rata-rata panjang batang per-hari (cm)

20 15 10 5 0 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Hari ke-6 Hari ke-7 Di Tempat Terang Di Tempat Gelap

4.2.2 Analisis Data Hasil dari data hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kecepatan perkecambahan kacang hijau berdasarkan perbedaan cahaya lingkungannya. Terlihat jelas pada grafik pertumbuhan diatas, bahwa tanaman kacang hijau yang diletakkan pada kondisi gelap mengalami perubahan tinggi yang lebih cepat daripada tanaman kacang hijau yang ditanam pada kondisi terang. Berikut adalah ciri-ciri tanaman kecambah yang telah diteliti: 1. Ciri tanaman kecambah di tempat terang: a) Batang tumbuh kuat dan tebal. b) Batang tumbuh pendek. c) Daun berkembang lambat. d) Batang dan daun berwarna hijau.
13

2. Ciri tanaman kecambah di tempat gelap: a) Batang lebih kurus. b) Batang lebih cepat tumbuh panjang. c) Daun berkembang lebih cepat. d) Batang dan daun berwarna kuning pucat.

4.2.3. Pembahasan Tumbuhan yang pada salah satu sisinya disinari oleh matahari maka pertumbuhannya akan lambat karena jika auksin dihambat oleh matahari tetapi sisi tumbuhan yang tidak disinari oleh cahaya matahari pertumbuhannya sangat cepat karena kerja auksin tidak dihambat. Sehingga hal ini akan menyebabkan ujung tanaman tersebut cenderung mengikuti arah matahari atau yang disebut dengan fototropisme. Untuk membedakan tanaman yang memiliki hormone yang banyak atau sedikit kita harus mengetahui bentuk anatomi dan fisiologi pada tanaman sehingga kita lebih mudah untuk mengetahuinya, sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang dan gelap diantaranya: Untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang gelap pertumbuhan tanamannya sangat cepat selain itu tekstur dari batangnya sangat lemah dan cenderung warnanya pucat kekuningan, hal ini desebabkan kaerena kerja hormon auksin tidak dihambat oleh sinar matahari. Sedangkan untuk tanaman yang diletakkan ditempat yang terang tingkat pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan tanaman yang diletakkan ditempat gelap, tetapi tekstur batangnya sangat kuat dan juga warnanya segar kehijauan, hal ini disebabkan karena kerja hormon auksin dihambat oleh sinar matahari. Banyak faktor yang mepengaruhi pertumbuhan di antaranya adalah faktor genetik untuk internal dan faktor eksternal terdiri dari cahaya, kelembapan, suhu, air, dan hormon. Untuk proses perkecambahan banyak di pengaruhi oleh faktor cahaya dan hormon, walaupun faktor yang lain ikut mempengaruhi. Menurut leteratur perkecambahan di pengaruhi oleh hormon auksin, jika melakukan perkecambahan di tempat yang gelap maka akan tumbuh lebih cepat namun bengkok, hal itu disebabkan karena hormon auksin sangat peka terhadap cahaya, jika pertumbuhannya kurang merata. Sedangkan di tempat yang perkecambahan akan terjadi relatif lebih lama, hal itu juga di sebabkan pengaruh hormon auksin yang aktif secara merata ketika terkena cahaya. Sehingga di hasilkan tumbuhan yang normal atau lurus menjulur ke atas. Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji dapat dikelompokkan dalam: a. Faktor lingkungan eksternal, seperti cahaya, temperatur, dan air; b. Faktor internal, seperti kulit biji, kematangan embrio, adanya inhibitor, dan rendahnya zat perangsang tumbuh;

14

c. Faktor waktu, yaitu waktu setelah pematangan, hilangnya inhibitor, dan sintesis zat perangsang tumbuh. Dormansi pada biji dapat dipatahkan dengan perlakuan mekanis, cahaya, temperatur, dan bahan kimia. Proses perkecambahan dalam biji dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu proses perkecambahan fisiologis dan proses perkecambahan morfologis. Sedangkan dormansi yang terjadi pada tunas-tunas lateral merupakan pengaruh korelatif dimana ujung batang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bagian tumbuhan lainnya yang dikenal dengan dominansi apikal. Derajat dominansi apikal ditentukan oleh umur fisiologis tumbuhan tersebut.

15

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan Dari praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut. Tumbuhan dalam hal percobaan kali ini adalah kacang hijau yang tumbuh di daerah gelap tumbuh lebih optimal dan cepat karena peristiwa etiolasi dan tidak terurainya hormon auksin, sehingga akan terus memacu pertumbuhan batang kacang hijau. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih tinggi, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang baik, batang terlihat kurus tidak sehat, warna batang dan daun pucat serta kekurangan klorofil sehingga daun terlihat pucat. Tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat terang tumbuh lebih pendek karena hormon auksin ini akan terurai dan terhambat karena terkena cahaya dan rusak sehingga laju pertambahan tinggi tanaman tidak terlalu cepat. Meskipun tanaman kacang hijau ini tumbuh lebih pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk, daun terlihat segar dan berwarna hijau serta memiliki cukup klorofil.

5.2 Saran Saran Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan dapat disrankan sebagai: Dalam pngamatan terutama pengukuran hendaknya satu orang saja yang mengukur agar tidak terjadi distorsi. Pengaturan jumlah populasi lebih baik satu tanaman, dalam menanam jangan terlalu banyak populasi dan jarak tanam jangan terlalu sempit atau rapat. Dalam melakukan suatu percobaan, lebih baik melakukan percobaan di tempat yang sekiranya tidak ada sesuatu yang mengganggu seperti hama tanaman, hewan, sehingga percobaan akan aman dan berhasil. Dalam mengukur tinggi kecambah, harus dilakukan secara teliti. Dalam melakukan percobaan, hendaknya memperhatikan kualitas kacang hijau yang akan ditanam dan memperhatikan kondisi lingkungan yang sesuai dengan apa yang ingin diteliti sehingga hasil percobaan itu baik dan valid. Untuk memperoleh hasil yang representatif, hendaknya dilakukan penelitian lanjutan.

16

Daftar Pustaka

Syamsuri, Istamar, dkk 2007. Biologi 3A. Jakarta: Erlangga Srikini, Suharno, dkk. 2006. BIOLOGI untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga Diah, Ayulina, dkk. 2011. BIOLOGY 3A for Senior High School Grade II Semester 1. Jakarta: Esis

17

Lampiran

18