Streptococus Pneumoniae ( Diplococcus pneumoniae

)
Streptococcus pneumoniae merupakan bakteri gram positif yang memiliki lebih dari 90 serotipe, namun tidak seluruhnya ganas. Lapisan luar bakteri pneumokokus akan menentukan serotipe bakteri dan akhirnya menentukan keganasan penyakit. Kuman ini biasa hidup normal dalam traktus respiratoris bagian atas dan dapat menyebabkan penyakit pneumonia (pneumonia lobar atau cuping), sinusitis, otitis, meningitis, dan proses infeksi lainnya. Bakteri pneumokokus secara normal berada di tenggorokan dan rongga hidung (saluran napas bagian atas) pada anak dan dewasa sehat, sehingga infeksi pneumokokus dapat menyerang siapa sa a dan dimana sa a, tanpa memandang status sosial. !ercikan ludah sewaktu bicara, bersin dan batuk dapat memindahkan kuman ke orang lain melalui udara. "erlebih dari orang yang berdekatan misalnya tinggal serumah, tempat bermain, dan sekolah. #adi, siapa pun dapat menularkan kuman pneumokokus. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko penularan pneumokokus diantaranya adalah anak usia di bawah lima tahun (balita).Bakteri pneumokokus yang terhirup akan berkembang biak di dalam saluran pernapasan untuk selan utnya menyebar ke rongga hidung, telinga, dan cepat menyebar ke dalam sirkulasi darah, terutama pada bayi hingga anak usia $ tahun. %e ala awal yang umumnya timbul saat masa inkubasi bakteri pneumokokus adalah demam. %e ala yang lebih spesifik dapat ditemui tergantung bagian tubuh yang diserang. #ika bakteri pneumokokus menyerang paru&paru, maka akan ter adi pneumonia (radang paru) dengan ge ala menggigil dan gemetar diikuti demam, batuk berdahak dengan dahak yang sering berwarna seperti karat (berasal dari darah), sesak nafas, nyeri dada pada daerah yang terkena ketika menarik nafas, mual, muntah, letih, nyeri sendi.

berpasangan (diplokokus) dan berselubung. Kaku kuduk bukan hanya terasa sakit. lisis oleh empedu dan detergen. %ram positif dan pada perbenihan tua gram negatif. baik dari eksudat maupun perbenihan. kaku kuduk. Gambar struktur Streptococcus pneumoniae Streptococcus pneumonia dari sampel dahak (sputum) . kemudian dilakukan pemeriksaan darah dan kultur bakteri. sakit kepala. tetapi penderita tidak dapat atau merasakan nyeri ketika dagunya ditekuk(disentuhkan ke dadanya. menghasilkan . tidak bergerak (tidak berflagel). sakit tenggorokan dan muntah (yang seringkali ter adi setelah kelainan sistem pernafasan).#ika bagian otak tertentu yang terserang. merupakan ge ala awal yang utama dari meningitis. *antai pan ang pada perbenihan yang mengandung sedikit magnesium. tidak membentuk spora. 'iagnosa ditegakkan dengan melihat dari ge alanya. 'emam. sehingga elas penyebab penyakitnya adalah Streptococcus pneumoniae Morfologi dan identifikasi Kokus dan berbentuk lanset. !ada enis yang +irulen berselubung. !neumokokus tipe ))) berbentuk bulat. disebut sebagai meningitis (radang selaput otak). hemolisis pada agar darah.

.Sifat Perbenihan "umbuh baik pada media dengan p. Kalium permanganat dan antiseptikum lainnya daripada mikrikokus dan streptococcus. Kuman ini mati setelah 50 menit apada 2$ o3. Lisis dalam larutan empedu 508 (otolisis) atau natrium desoksikholat $8 dalam 2&50 menit. *entan terhadap sabun. Lebih mudah mati dengan fenol. :at warna dan deri+at kuinin. 6uhu optimum 7. kecuali bila ke dalam pembenihan ditambah kalsium karbonat 58 untuk menetralkannya.1. empedu. -g3l$ . Daya Tahan Kuman 'alam sputum kering yang tidak terkena sinar matahari secara langsung tahan beberapa bulan. 'ihambat oleh sulfadia:in. sesudah pengeraman selam 41 am akan terbentuk koloni yang bulat kecil dan dikelilingi :ona kehi au&hi auan identik dengan :ona yang dibentuk Streptococcus viridans..2 am oleh sinar matahari yang difus... tapi sering ter adi resistensi sesudah beberapa hari. 'alam lempeng agar darah dengan 39$ 508.Sifat . 6angat sensitif terhadap penisilin. berbeda dari kokus lainnya karena dihambat oleh optokhin. 'alam pembenihan biasa mati setelah beberapa hari. . tetapi bertambahnya pembentukan asam laktat selain menghambat dapat pula membunuhnya. Kuman ini tumbuh aerob dan fakultatif anaerob. sifat ini penting untuk membedakannya dari Streptococcus viridans. Kuman ini meragi inulin. %lukosa dan gliserin meningkatkan multiplication rate& nya. kemudian ditempelkan cakram optokhin yang ternyata pneumokokus maka akan nampak :ona yang tidak ada pertumbuhan di sekeliling cakram.2o3./ 0 . Koloni yang diduga pneumokokus. ditanam pada plate agar darah. oleat. #arang tumbuh pada suhu di bawah $2 o 3 dan di atas 45o3. natrium. 5 am oleh sinar matahari langsung. tetapi dapat dipertahankan dan tetap +irulen berbulan&bulan bahkan bertahun&tahun bila disimpan dalam keadaan liofil. 5.

periotonitis. endokarditis. . Streptococcus pneumoniae reaksi !uellung (kapsular pembengkakan) dapat digunakan untuk mendemonstrasikan kehadiran spesifik kapsular "enis bakteri Patogenesis !enyebab penyakit pneumonia lobaris. meningitis. !neumonia sekunder oleh pneumokokus setelah infeksi +irus. uga sinusitis. sering ter adi bakteremia. rasa sakit pari&paru. otitis media. *eaksi ini untuk menetapkan secara cepat adanya pneumokokus dalam dahak segar dengan mikroskop.Struktur ntigen 5. *eaksi . dan artriris. 'ari pneumonia lobaris dapat ter adi komplikasi berupa septikemia. ulserasi kornea dan meningitis. perikarditis. !neumokokus menyebabkan penyakit melalui kemampuannya berbiak dalam aringan. bagian somatik pneumokokus mengandung protein <. empiema. rasa menggigil. =l+eoli paru&paru penuh terisi eksudat. osteomielitis. $. 6impai polisakarida mampu menimbulkan respon sel B. artritis. %e ala pneumonia lobar akut oleh pneumokokus berupa demam.uellung ika kuman dicampur dengan serum antipolisakarida spesifik dari tipe yang sama maka selubung akan membengkak.

umur dan keadaan penderita. !ada penderita yang tidak diobati mortalitasnya $0&708 namun setelah ditemukan antibiotika turun sampai 28.Mortalitas "ergantung pada ras. dan faktor&faktor lainnya.0a prianti (P%&'()**'*)+) (P%&'()**'*)&) (P%&'()**'*)') (P%&'()**'*)/) (P%&'()**'*1*) .ka -ibriyanti .$8 terendah pada anak&anak dan meningkat secara progresif sesudah umur 40 tahun. 6ebelum dipakai antibiotika mortalitasnya 998 dengan memakai antibiotika turun antara .ndang Sulistio#ati . !ada pneumonia dan septikemia dengan penisilin dosis lebih tinggi. Pengobatan 6emua tipe sensitif terhadap penisilin. ?ang berbahaya adalah bila ter adi infeksi sekunder oleh 6taphilococcus yang resisten terhadap penisilin dan antibiotik lain.&. !eningkata resistensi terhadap penisilin uga terlihat pada pneumokokus yang diisolasi di @ew %uinea. 200. ada tidaknya komplikasi.ka .000. tipe kumannya. =khir&akhir ini pneumokokus sudah resisten terhadap banyak preparat antibiotika. se>. luasnya bagian paru&paru yang terkena. sedangkan pada meningitis diperlukan dosis yang Kelompok S#adana • • • • • Dita $apsari Sandy . pemberian terapi spesifik.homaningdiana .000 satuan setiap hari.000 sampai 5. ada tidaknya septikemia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful