Anda di halaman 1dari 5

Diskusi Tujuh puluh dua wanita dan delapan laki-laki berpartisipasi dalam penelitian ini (9:1).

Rasio ini lebih besar dibandingkan penelitian sebelumnya di egara lain yang dilaporkan bahwa wanita tiga kali lebih sering terkena rematoid arthritis dibandingkan laki-laki. !enelitian terkini menunjukkan tidak ada perbedaan yang pasti pada indeks plak pasien rematoid arthritis dan kelompok kontrol (p"#$%&')$ dan hal ini telah disetujui oleh (er)ado *.+ et al ,&1- dan .ani/ et al ,&0-. 1onsep yang dipahami se)ara umum$ bahwa pasien R2 )enderung memiliki deposit plak lebih banyak karena keterbatasan gerakan$ belum dapat di/alidasikan. 3alaupun 4shi et al ,&5- dan 67el et al ,&8- menunjukkan pre/alensi tinggi terdapatnya plak di gigi pada pasien R2 pada penelitian mereka$ dan hal ini dapat dijelaskan dengan 9akta bahwa pasien ini memiliki perhatian utamanya terpusat pada penyakit serius yang dialaminya$ sehingga kesahatan mulut mereka terlantarkan. Tidak ada perbedaan yang signi9ikan yang ditemukan pada indeks :ingi/a ketika dibandingkan antara kelompok studi dengan kelompok )ontrol (p"#$;#'9). <al ini serupa dengan penemuan yang dilaporkan oleh (er)ado et al ,&1- dan 4sh et al ,&5-$ tetapi penelitian ini tidak disetujui oleh penemuan oleh .ani/ et al ,&0- yang menemukan pre/alensi lebih tinggi dengan in9lamasi gusi pada pasien R2 dibandingkan dengan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan yang signi9ikan se)ara statistik pada rerata pocket depth gigi antara kelompok studi dan kelompok kontrol. Rerata pocket depth ='mm ditemukan 1#> pada populasi pada kelompok studi dibandingkan 1$&%> pada kelompok kontrol$ yang menunjukkan adanya pocket depth yang lebih dalam pada pasien R2. <asil ini disetujui oleh (er)ado et al ,&1-$ (ikael et al ,&9-$ pis)hon et al ,8- dan .ani/ et al ,&0-. !erbedaan yang signi9ikan pada )lini)al atta)hment loss telah ditemukan antara kelompok studi dan kelompok )ontrol 1 (p"#$##&). <asil ini sesuai dengan 4shi et al ,&5-$ (ikael et al ,&9- dan Depablo et al ,;#- dan hal ini dimungkinkan terjadi karena adanya peningkatan mediator proin9lamasi pada kedua kondisi. !enemuan kami menunjukkan bahwa adanya hubungan antara periodontitis dan R2. <al ini kemungkinan terjadi karena adanya disregulasi respon imun dan respon in9lamasi pada pasien ini meskipun masing-masing etiologinya berbeda. !ada kedua kondisi ini$ terdapat beberapa kemungkinan jalur dengan disregulasi tersebut$ termasuk karakteristik imunitas yang dimiliki sejak lahir$ ataupun yang didapat. eutro9il memegang peranan penting pada pathogenesis kedua penyakit ini$ dan respon neutro9il yang berlebihan telah jelas$ pada R2 dan periodontitis ,;1-. 1eterkaitan pathogen lain yang mempengaruhi periodontitis dan R2 adalah hipersekresi monosit,11-$ yang mungkin menyebabkan sekresi sitokin pro-in9lamasi yang berlebihan$ seperti 4?-1b$ T *-a dan 4?-0$ yang menstimulasi terjadinya degradasi en7im dan kerusakan jaringan. !eran lim9osit T-helper juga di e/aluasi,;&-$ telah disarankan bahwa karakteristik sel T pada penyakit periodontal mungkin juga menyerupai pada penyakit R2$ dan pada kenyataannya$ pada

R2 terjadi kondisi dimana destruksi jaringan dimediasi oleh pro9il sitokin T-helper 1 (Th-1). !ada beberapa penelitian$ menunjuk kepada komponen genetik pada R2 dan periodontitis. :abungan antara subtype <?2 dan gen lain diluar <?2$ seperti polimor9isme genetik pada beberapa sitokin memungkinkan terjadinya kedua penyakit tersebut ,;;$;'-. !enelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara obat yang ditujukan untuk rematoid artritis , @24Ds A D(2RDs) dan parameter periodontal (indeks plak$ indeks gingi/a dan kehilangan perlekatan gigi). <al ini sesuai dengan penemuan oleh :leissner et al ,;%-$ yang menemukan tidak adanya hubungan antara durasi 9armakoterapi dan parameter periodontal$ namun tidak sesuai dengan 67el et al ,&8- yang menemukan pengobatan @24Ds dan kortikosteroid dapat menurunkan terjadinya in9lamasi gusi. Tidak ada hubungan yang signi9ikan antara durasi penyakit dan kerusakan periodontal$ walaupun banyak pasien R2 mengkonsumsi obat yang dapat mengurangi kerusakan periodontal ()ontohnya @24Ds). <al ini dapat mengindikasikan bahwa di dalam urutan perkembangan gejala pada R2$ periodontitis merupakan gejala yang paling sering berkembang tetapi tidak terdeteksi.

Tabel 1. Perbandingan antara pocket depth (per milliliters) antara kelompok studi dan kelompok control

Cases ( N= 80) 0,5 >0,5 to >1 to >1,5 Mean ! 1,5 1 52 (65%) 20 (25%) 5 (6,25%) 3 (3,75%) 0,"6 0,"2

Controls(N=80) 77 (96,25%) 2 (2,5%) 1 (7,25%) 0 (0%) 0,15 0,22 0,000 0,000

P Value*

Tabel 2 Perbandingan klinis attachment loss ( per millimeter) antara kelompok studi dan kelompok control Cases ( N= 80) 1,17 >1,17 to >2,33 to >3,5 Mean ! 2,33 3,5 52 (65%) 20 (25%) 5 (6,25%) 3 (3,75%) 1,03 0,95 Controls(N=80) 70 (87,5%) 7 (8,75%) 3 (3,75%) 0 (0%) 0,56 0,62 0,000 0,000 P Value*

Tabel 3 Asosiasi antara obat-obatan RA dan parameter periodontal Pla#ue $n%e&'(n)(*al $n%e& Cl(n(,al 0tta,/1ent N 0$!s (0,76") P Value tero(%s P Value Pen,(ll(a1(ne N0(0,776) P Value Met/(otrate P Value 23%ro&3,/loro#u(ne N0 N0 N0 (0,718) N0 (0,812) N0 (0,2888) N0 (0,738) N0 (0,198) N0 (0,"15) N0 N0 (0,3"3) N0 (0,932) N0 (0,776) N0(0,563) (0,301) (0,228) N0 (0,981) (0,7"7) N0 Pro+ea+le Po,-et !e.t/

P Value ul./asa4(ne N0(0,593) P Value

(0,192) N0 (0,9"") N0

(0,25") N0 (0,569)

(0,563)

(0,837)

Tabel 4

ubungan antara durasi pen!akit dan parameter periodontal Po,-et !e.t/ .5*alue(0,5978)

Pla#ue $n%e&'(n)(*al $n%e& Cl(n(,al atta,/1ent !urat(on .Value(0,578) .5*alue(0,0933) .5Value(0,9079)

Kesimpulan <asil penelitian menunjukkan hubungan yang signi9ikan antara penyakit periodontal dan R2. +agaimananpun juga$ tidak ada perbedaan yang sigini9ikan antara indeks plak dan indeks gingi/a antara kelompok studi dan kontrol. !enelitian ini menemukan hubungan yang potensial antara dua kondisi in9lamasi kronik yang paling sering dan mengganggu pada populasi @udan dan memerlukan in/estigasi lebih lanjut.

!o)ket Depth
Measure1ent (n 1(ll(1eters o6 t/e %e.t/ 6ro1 t/e )(n)(*al 1ar)(n to t/e e.(t/el(al atta,/1ent (n un/ealt/3 )(n)(*al t(ssue7 usuall3 ,ons(sts o6 %e.t/s )reater t/an 3 118 .o,-et

Cl(n(,al 0tta,/1ent 9oss (C09) (s t/e %(stan,e 6ro1 t/e Ce1ento5:na1el ;un,t(on (C:;) (n an a.(,al %(re,t(on to t/e +ase o6 t/e .o,-et<sul,us8 Po,-et %e.t/ (P!) (s 6ro1 t/e sul,us +ase

(lo,at(on o6 t/e .ro+e t(.) to t/e )(n)(*al 1ar)(n ('M)8