Anda di halaman 1dari 27

HALAMAN JUDUL

PERKEMBANGAN PAHAM LIBERALISME Di ajukan Guna Memenuhi Tugas Matakuliah Seja ah Intelektual

!leh

HAPP" KH!IRUNNISA# DHILA J!NED NAIMATUL AINI"AH

$$%&$%'%&%$( $$%&$%'%&%'' $$%&$%'%&%

PR!GRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN S!SIAL )AKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNI*ERSITAS JEMBER
i

&%$'
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis kehadirat Allah SWT, atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Perkembangan Paham Liberalisme Penulisan makalah adalah salah satu tugas matakuliah Sejarah Intelektual . Dalam Penulisan makalah ini, penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknik penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis belum maksimal. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada D sen Pembimbing matakuliah Sejarah !ntelektual, Drs. "ary n . ".#um yang telah membimbing dan mengarahkan bagaimana seharusnya makalah ini dibuat. Akhirnya penulis berharap sem ga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, serta makalah ini dapat menjadi man$aat bagi pembaca. Amiin %aa & bbal 'Alamiin. (ember, )* +kt ber ),-.

Penulis

ii

DA)TAR ISI

iii

BAB $+ PENDAHULUAN

$+$ Lata Belakang /iberalisme berasal dari kata bahasa !nggris, liber yang artinya bebas, sehingga liberalisme merupakan usaha atau perjuangan menuju kebebasan. /iberalisme merupakan sebuah paham ketatanegaraan dan ek n mi yang menghendaki dem krasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga dan pemerintah tidak b leh turut campur. /iberalisme sendiri dilatarbelakangi leh pemikiran ( hn / cke. !a beranggapan bah0a hak asasi manusia meliputi hak hidup, kemerdekaan, dan hak milik. #ak-hak tersebut tercakup dalam hak p litik. /iberalisme menitikberatkan hak asasi yang melekat pada diri manusia sejak lahir. Selain itu, (.(. & usseau dalam bukunya The 1 ntract S cial menyatakan bah0a manusia dilahirkan bebas. #ak dasar ini dita$sirkan sebagi tak ada pihak lain yang b leh mengambilnya termasuk penguasa, kecuali bila ada persetujuan dengan pihak yang bersangkutan. Paham ini menuntut kemerdekaan indi2idu dalam bentuk kemerdekaan ek n mi dan kemerdekaan p litik. /iberalisme juga menuntut adanya kemerdekaan agama. /iberalisme muncul dari paham indi2idualisme. Paham ini menempatkan kepentingan indi2idu sebagai pusat tujuan hidup manusia. Di bidang p litik, liberalisme menimbulkan tampilnya paham dem krasi dan nasi nalisme. Paham dem krasi menjelaskan bah0a masyarakat terbentuk dari indi2idu-indi2idu. Setiap indi2idu memiliki ke0enangan untuk menentukan segala-galanya bagi negara. Dengan demikian, negara merupakan sarana untuk mencapai tujuan. Nasi nalisme pun juga mengutamakan kemerdekaan indi2idu. Nasi nalisme menjelaskan bah0a negara terdiri atas indi2idu-indi2idu. +leh karena itu, setiap negara harus merdeka, bebas dari penindasan negara lain atau pihak manapun. Dengan kata lain, negara berhak menentukan nasibnya sendiri.
1

/iberalisme beranggapan bah0a manusia yang bersangkutanlah yang paling tahu akan kebutuhannya. +lehnya itu, manusia harus mendapatkan kebebasan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing, mengakui adanya pr duksi bebas dan perdagangan bebas. 3agi liberalisme, kesejahteraan s sial yang ada diselesaikan melalui musya0arah dan pengakuan persamaan manusia. $+& Rumusan Masalah 3erdasarkan latar belakang diatas maka penulis dapat merumuskan rumusan masalah sebagai berikut4 -. Apa pengertian dari /iberalisme5 ). 3agaimana latar belakang lahirnya liberalisme5 .. 3agaimana Perkembangan /iberalisme 6di Amerika 7 5 8. 3agaimana 3entuk /iberialisme di bidang P litik, 9k n mi,Agama 5 :. 3agaimanakah pengaruh /iberalisme terhadap perkembangan sejarah nasi nal di !nd nesia5

$+' Tujuan 3erdasarkan rumusan masalah diatas maka penulis menetapkan tujuan pembuatan makalah ini sebagai berikut4 -. Untuk mengetahui pengertian dari /iberalisme. ). Untuk mengetahui latar belakang serta lahirnya liberalisme. .. Untuk mengetahui Perkembangan /iberalisme 6di Amerika 7 8. Untuk mengetahui 3entuk /iberalisme di bidang P litik, 9k n mi,Agama

:. Untuk mengetahui pengaruh /iberalisme terhadap perkembangan sejarah nasi nal di !nd nesia.

BAB &+ PEMBAHASAN

&+$ Penge tian Li,e alisme /iberalisme berasal dari kata liberal yang bermakna bebas dari batasan, bebas berpikir, leluasa dan sebagainya. ;ata ini aslinya mulai dikenali pada abad ke--8 melalui Prancis, /atinnya adalah Liberalis. Dan su$$i<isme yang melekat setelah kata liberal menunjukkan bah0a =kebebasan berpikir> ini merupakan jenis kecendrungan yang kemudian belakang hari membentuk sebuah maktab. Dari sudut pandang etim l gi, liberal dapat dilekatkan pada sese rang yang dalam pandangan-pandangan atau perilaku beragam yang diperbuatnya ia bersikap t leran. Dengan kata lain, ia tidak bersikap puritan dan $anatik terhadap pandangannya sendiri. ;eyakinan terhadap kebebasan pribadi. Pendapat dan sikap p litik yang menghendaki terjaganya tingkat kebebasan di hadapan hegem ni pemerintah atau setiap institusi lainnya yang mengancam kebebasan manusia. 63urdeau, ?e rges, /e /iberalisme4 -*7 /iberalisme adalah sebuah ide l gi, pandangan $ilsa$at, dan tradisi p litik yang didasarkan pada pemahaman bah0a kebebasan adalah nilai p litik yang utama. Secara umum,liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan leh kebebasan berpikir bagi para indi2idu. Paham liberalisme men lak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama. /iberalisme menghendaki adanya pertukaran gagasan yang bebas,ek n mi pasar yang mendukung usaha pribadi 6pri2ate enterprise7 yang relati$ bebas, dansuatu sistem pemerintahan yang transparan, dan
3

men lak

adanya

pembatasan

terhadap pemilikan indi2idu. Paham liberalisme lebih lanjut menjadi dasar bagi tumbuhnyakapitalisme. Ada tiga hal yang mendasar dari !de l g /iberalisme yakni ;ehidupan, ;ebebasan dan #ak "ilik 6/i$e, /iberty and Pr perty7. Diba0ah ini, adalah nilainilai p k k yang bersumber dari tiga nilai dasar /iberalisme tadi4 a. ;esempatan yang sama. (Hold the Basic Equality of All Human Being). 3ah0a manusia mempunyai kesempatan yang sama, di dalam segala bidang kehidupan baik p litik, s sial, ek n mi dan kebudayaan. Namun karena kualitas manusia yang berbeda-beda, sehingga dalam menggunakan persamaan kesempatan itu akan berlainan tergantung kepada kemampuannya masing-masing. Terlepas dari itu semua, hal ini 6persamaan kesempatan7 adalah suatu nilai yang mutlak dari dem krasi. b. Dengan adanya pengakuan terhadap persamaan manusia, dimana setiap rang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya, maka dalam setiap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi baik dalam kehidupan p litik, s sial, ek n mi, kebudayaan dan kenegaraan dilakukan secara diskusi dan dilaksanakan dengan persetujuan @ dimana hal ini sangat penting untuk menghilangkan eg isme indi2idu. ( reat the !thers "eason Equally#) c. Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah. Pemerintah tidak b leh bertindak menurut kehendaknya sendiri, tetapi harus bertindak menurut kehendak rakyat.($o%ernment by the &onsent of he 'eo(le or he $o%erned) d. 3erjalannya hukum ( he "ule of La)). Aungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat. Terhadap hal asasi manusia yang merupakan hukum abadi dimana seluruh peraturan atau hukum dibuat leh pemerintah adalah untuk melindungi dan mempertahankannya. "aka
4

untuk

menciptakan rule

of

la),

harus

ada

pat kan

terhadap hukum tertinggi 6Undang-undang7, persamaan dimuka umum, dan persamaan s sial.
e. %ang menjadi pemusatan kepentingan adalah indi2idu. ( he Em(hasis of

Indi%idual)B)C $. Negara hanyalah alat ( he State is Instrument). Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri. Di dalam ajaran /iberal ;lasik, ditekankan bah0a masyarakat pada dasarnya dianggap, dapat memenuhi dirinya sendiri, dan negara hanyalah merupakan suatu langkah saja ketika usaha yang secara sukarela masyarakat telah mengalami kegagalan. g. Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran d gmatisme ("efuse *ogatism). #al ini disebabkan karena pandangan $ilsa$at dari ( hn / cke 6-*.) @ -D,87 yang menyatakan bah0a semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini, kebenaran itu adalah berubah.

&+& Lata ,elakang lahi n-a li,e alisme /ahirnya paham liberalisme merupakan embri dari perjuangan kaum

liberal yang menentang setiap tindakan yang dianggap menekan kebebasan indi2idu sebenarnya telah ada di !nggris sebagai reaksi terhadap penindasan yang dilakukan leh kaum bangsa0an dan kaum agama di Eaman abs lute m narki ,dimana setiap rang harus tunduk terhadap kekuasaan bangsa0an dan agama dengan adaya kekangan tersebut rang- rang ingin melepaskan diri dan memperjuangkan kemerdekaan indi2idu .untuk memperjuangkan kemerdekaan . ;ebebasan indi2idu akhirnya dijamin dengan dikeluarkannya "agna 1harta th -)-:. !sinya piagtam ini Antara lain bah0a sese rang kecuali budak, tidak b leh
5

ditangkap, dipenjar, disiksa, diasingkan atau disita hak miliknya tanpa cukup alas an menurut hukum. ;emudian terjadi di beberapa negara.pada tahun -DD* tercatat dua peristi0a penting dalam sejarah dunia dalam usaha memperjuangkanFkebesan indi2idu. Peristi0a yang pertama adalah ditandatanganinya Declrati n $

!ndependence dari tiga belas daerah k l ni !nggris di Amerika utara dengan deklarasi ini, maka lepaslah tiga belas k l ni ini dari belenggu penjajahan !ngris dan lahirlah negara Amerika Serikat.Negara ini selanjutnya memegang peranan yang penting dalam perkembangan sejarah dunia. Peristi0a kedua adalah penerbitan buku karya guru besar dari Sk tlandia yaitu = The Wealth +$ Nati ns =. 3uku karya Adam Smith ini antara lain mengungkapkan bah0a pembentukan harga di pasar bebas terjadi menurut suatu mekanisasi dan menentukan arah bagi tenaga kerja, sumber alam dan m dal dalam pr duksi dan distribusi. Adam Smith 6-D).--DG,7 melarang campur tangan pemerintah dalam urusan ek n mi karena memerintah mempunyai $ungsi-$ungsi 2ital. Pendapat ini menjadi dasar bagi paham liberal dalam bidang ek n mi. +leh karena itu, Adam Smith diberi julukan 3abak 9k n mi /iberal. Perturnbuhan dan perkembangan perjuangan kaum liberal semakin nyata dengan munculnya g l ngan b rjuls di Prancis pada abad ke--H yang rnenyuarakan liberalisme sebagai aksi pr tes terhadap kepincangan yang ada di Prancis selama itu. ? l ngan b rjuis berhasil rnendekati rakyat untuk menentang kekuasaan raja yang abs lut guna rnendapatkan kebebasan dan kemerdekan dalam biclang p lltik, ek n mi, dan agama. ?erakan ini diilhami leh buah karya ahll piker seperti " ntesIuieu 6menulis /Jesprit des / is4 ji0a undang-undang7 dan (.(. & usseau 6yang menulis Du 1 ntract s cia7. ?erakan liberalisme ini akhinya meningkat menjadi gerakan p litik dengan meletusnya &e2 lusi Prancls tahun -DHG. Satu naskah penting dalam bidang p litik yang dihasilkan di 22aktu &e2 lusi Prancis adalah yang laEim clisebut K/a Declarati n des Dr its de /Jh mme et clu 1it yenK 6pernyataan hak-hak asasi manusia clan 0arga negara7, dikumandangkan pada )D Agustus -DG-. !sinya antara lain Sebagai berikut.
6

-7 Persarnaan dalam lapangan p litik dan s sial bagi semua 0arga negara. )7 Pengh rmatan akan hak milik. .7 ;edaulatan bangsa dan negara. 87 ;emungkinan bagi semua 0arga negara untuk memegang jabatanjabatan umum. :7 Pengh rmatan akan pendirian, kepercayaan dan agama. *7 ;emerdekaan berbicara dan pers. Selanjutnya le0at kekuasaan Nap le n 3 naparte, paham liberalisme ini disebarluaskan ke seluruh 9r pa dan kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan semb yan >liberte, egalite, dan $raternite> 6kebebasan, persamaan dan persaudaran7. (adi, &e2 lusi Prancls itu sebenarnya re2 lusinya g l ngan b rjuis yang menuntut adanya kebebasan dan kemerdekaanL dan mereka itu kemudian disebut g l ngan liberal. T k h yang memengaruhi paham /iberalisme ;lasik cukup banyak @ baik itu dari a0al maupun sampai tara$ perkembangannya. 3erikut ini akan dijelaskan mengenai pandangan yang rele2an dari t k h-t k h terkait mengenai /iberalisme ;lasik.

-. "arthin /uther ?erakan &e$ rmasi ?ereja pada a0alnya hanyalah serangkaian pr tes kaum bangsa0an dan penguasa (erman terhadap kekuasaan imperium ;at lik & ma. Pada saat itu keberadaan agama sangat mengekang indi2idu. Tidak ada kebebasan, yang ada hanyalah d gma-d gma agama serta d minasi gereja. Pada perkembangan berikutnya, d minasi gereja dirasa sangat menyimpang dari t ritasnya semula. !ndi2idu menjadi tidak berkembang, kerena mereka tidak
7

b leh melakukan hal-hal yang dilarang

leh ?ereja bahkan dalam mencari

penemuan ilmu pengetahuan sekalipun. ;emudian timbullah kritik dari beberapa pihak @ misalnya saja kritik leh "arthin /utherL seperti 4 adanya k mersialisasi agama dan ketergantungan umat terhadap para pemuka agama, sehingga menyebabkan manusia menjadi tidak berkembangL yang berdampak luas, sehingga pada puncaknya timbul sebuah re$ rmasi gereja 6-:-D7 yang menyulut kebebasan dari para indi2idu yang tadinya =terkekang>.

). ( hn / cke dan # bbesL ;edua t k h ini berangkat dari sebuah k nsep sama. %akni sebuah k nsep yang dinamakan k nsep negara alamiahK atau yang lebih dikenal dengan k nsep State $ Nature. Namun dalam perkembangannya, kedua pemikir ini $ Nature yang mereka pahami itu memiliki pemikiran yang sama sekali bert lak belakang satu sama lainnya. (ika ditinjau dari a0al, k nsepsi State sesungguhnya berbeda. # bbes 6-:HH @ -*DG7 berpandangan bah0a dalam =State $ Nature>, indi2idu itu pada dasarnya jelek 6eg is7 @ sesuai dengan $itrahnya. Namun, manusia ingin hidup damai. +leh karena itu mereka membentuk suatu masyarakat baru @ suatu masyarakat p litik yang terkumpul untuk membuat perjanjian demi melindungi hak-haknya dari indi2idu lain dimana perjanjian ini memerlukan pihak ketiga 6penguasa7. Sedangkan ( hn / cke 6-*.) @ -D,87 berpendapat bah0a indi2idu pada State $ Nature adalah baik, namun karena adanya kesenjangan akibat harta atau kekayaan, maka kha0atir jika hak indi2idu akan diambil leh rang lain sehingga mereka membuat perjanjian yang diserahkan leh penguasa sebagai pihak penengah namun harus ada syarat bagi penguasa sehingga tidak seperti 'membeli kucing dalam karungJ. Sehingga, mereka memiliki bentuk akhir dari sebuah penguasaF pihak ketiga 6Negara7, dimana # bbes berpendapat akan timbul Negara " narkhi Abs lute sedangkan / cke, " narkhi ; nstitusi nal. 3ert lak dari kesemua hal tersebut, kedua pemikir ini sama-sama menyumbangkan pemikiran mereka dalam k nsepsi indi2idualisme. !nti dari terbentuknya Negara, menurut # bbes adalah demi kepentingan umum 6masing-masing indi2idu7 meskipun baik atau tidaknya
8

Negara itu kedepannya tergantung pemimpin negara. Sedangkan / cke berpendapat, keberadaan Negara itu akan dibatasi bertindak sebagai penetralisasi k n$lik. leh indi2idu sehingga kekuasaan Negara menjadi terbatas @ hanya sebagai =penjaga malam> atau hanya

.. Adam Smith Para ahli ek n mi dunia menilai bah0a pemikiran mahEab ek n mi klasik merupakan dasar sistem ek n mi kapitalis. "enurut Sumitr Dj j hadikusum , haluan pandangan yang mendasari seluruh pemikiran mahEab klasik mengenai masalah ek n mi dan p litik bersumber pada $alsa$ah tentang tata susunan masyarakat yang sebaiknya dan sey gyanya didasarkan atas hukum alam yang secara 0ajar berlaku dalam kehidupan masyarakat. Salah satu pemikir ek n mi klasik adalah Adam Smith 6-D).--DG,7. Pemikiran Adam Smith mengenai p litik dan ek n mi yang sangat luas, leh Sumitr Dj j hadikusum dirangkum menjadi tiga kel mp k pemikiran. Pertama, haluan pandangan Adam Smith tidak terlepas dari $alsa$ah p litik, kedua, perhatian yang ditujukan pada identi$ikasi tentang $akt r-$akt r apa dan kekuatan-kekuatan yang manakah yang menentukan nilai dan harga barang. ;etiga, p la, si$at, dan arah kebijaksanaan negara yang mendukung kegiatan ek n mi ke arah kemajuan dan kesejahteraan mesyarakat. Singkatnya, segala kekuatan ek n mi seharusnya diatur leh kekuatan pasar dimana kedudukan manusia sebagai indi2idulah yang diutamakan, begitu pula dalam p litik.

&+' Pe kem,angan Li,e alisme .i Ame ika

;ita tahu bah0a paham liberalisme semakin merajalela di berbagai Negara dibelahan dunia. Dan tampaknya keberhasilan sistem liberal di Amerika Serikat yang n tabene Negara maju mampu menyed t perhatian khalayak dunia akan
9

pentingnya meneng k suatu ide l gi yang mendasari sebuah kebebasan sebagai nilai luhur p litik yang utama. %ang perlu kita kaji pertama kali adalah bagaimana sebenarnya te ri dari ide l gi ini, dimana ide l gi ini mencita-citakan sebuah masyarakat yang bebas dalam artian sistem pemerintahan bisa dikatakan transparan dan mendukung serta men lak adanya pembatasan hak indi2iu. Dan $en mena yang sekarang terjadi di masyarakat m dern, liberalisme sangat mudah tumbuh dinegara yang menganut sistem dem krasi. Sesuatu yang laEim kita temukan di Negara dem krasi besar seperti Amerika Serikat, kebebasan dijunjung tinggi disana, karena pada dasarnya, latar belakang Amerika merdeka adalah menuntut kebebasan yang sebenarnya tidak mutlak, karena dalam ide l gi ini, kebebasan harus bisa dipertanggungja0abkan. "aka dari itu sampai sekarang, kebebasan hak indi2idu, kebebasan pasar dan juga pengembangan kemampuan indi2idu secraa bebas dan maksimal. Tentu saja Negara yang memegang ide l gi liberalisme yang cukup sukses adalah Amerika Serikat, dimana penggunaan sistem dem krasi yang memang sangat mendasari akti$itas perp litikannya. Paham liberal di Amerika Serikat 6AS7 disebut liberalisme m dern atau Mliberalisme baru. Sekarang para p litis di AS rnengakui bah0a paham liberalisme klasik ada kaitannya dengan kebebasan indi2idu yang bersi$at luas. Akan tetapi mereka men lak ek n mi yang bersi$at laisseE $aire atau liberalisme klasik yang menuju ke pemerintahan inter2enti nism yang berupa penyatuan persarnaan s sial dan ek n mi. /iberalisme AS mulai bangkit pada a0al abad ke-)+ sebagai suatu alternati$ ke p litik nyata yang merupakan interaksi internasi nal yang d minan pada 0aktu itu. Presiden Aranklin & se2elt yang pada saat itu adalah se rang yang berpaharn liberal sel$ pr claimed mena0arkan bangsa itu menuju ke suatu kesuksesan baru dengan 1ara rnembangun institusi k lab ran$ yang didukung rang- rang Amerika sendiri dan berjanji akan rnenarik AS ,keluar dari tekanan yang besar tersebut. Untuk mengantisipasiakhir Perang Dunia ll, & se2elt merancang Perserikatan 3angsa-bangsa 6P337 sebagai suatu alat berupa harapan akan kerja sama tirnbal balik claripada mernbuat ancarnan dan penggunaan kekuatan perang untuk mernecahkan bermasalanan p litis internasi nal tersebut.
10

&

se2elt juga mengunakari badan tersebut 6P337 untuk mernasukan rangb-

rang A$rika yang tinggal di Amerika ke dalarn.Nmiliter. AS serta membuat badan pendukung hak dan kebebasan para 0anita sebagai penekanan atas kebebasan indi2idu yang selanjutnya dilanjutkan leh Presi en ( hn A. ;ennedy dengan pembangunan Patung /iberty 6-G*l7 sebagai simb l kebebasan indi2idu untuk hidup.

Sebenarnya, liberalisme yang dianut ditekankan leh Wils n dan &

leh AS, sebagairnana yang

se2elt adalah dengan menekankan kerja sama

serta k lab rasi timbal balik dan usaha indi2idu, bukan dengan membuat ancaman dan pemaksaan sebagai untuk pemecahan permasalahan p litis, baik di dalam maupun luar. Suatu paham liberal di AS itu mungkin seperti institusi dan pr sedur p litis yang mend r ng kebebasan ek n mi, perlindungan yang !emah dari agresi leh yang kuat, dan kebebasan dari n rma-n rma s cial bersi$at membatasi. Sejak Perang Dunia !l, liberalisme di AS telah dihubungkan dengan liberalisme m dern, pengganti paham ide l gy liberalisme klasik dimana kepemilikan indi2idu sangat bebas. Sehingga pada saat itu banyak berdiri perusahaan-perusahaan s0asta akibat dari sistem ek n mi liberalisme ini. Sebenarnya saat ini Amerika Serikat tidak semata-mata hanya menganut sistem ek n mi liberalisme atau kapitalisme. Pemerintah Amerika Serikat de0asa ini juga sudah mulai ikut mengatur perek n mian di negaranya karena bagaimanapun peran pemerintah dalam kegiatan perek n mian sangatlah signi$ikan. "aka dari itu, sekarang sudah terhitung banyak perusahaan-perusahaan yang tadinya milik indi2idu kemudian mulai diambil alih leh negaranya c nt hnya Pemerintah Amerika Serikat yang akhirnya mengambil alih dua perusahaan dalam bidang pembiayaan perumahan Aannie "ae dan Areddie "ac guna mencegah adanya krisis $inansial yang mungkin dapat berlanjut. Dan juga beberapa sumber-sumber pr duksi yang n tabene berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat luas juga sudah mulai di ambil haknya leh Negara. !ni membuktikan bah0a Amerika Serikat sudah mengarahkan sistem ek n minya mendekati atau mengad psi niali-nilai sistem ek n mi s sialisme. !ni disebabakan pemerintahan Amerika Serikat mulai
11

ketakutan dan kha0atir terhadap keadaan perek n miannya yang kita tahu sedang kacau. Dimana tak sedikit perusahaan-perusahaan besar yang bangkrut, kemudian banyak pula kredit macet yang menghantui ek n mi Amerika Serikat yang akhirnya hanya akan berimbas pada krisis gl bal. "aka berdasarkan apa yang tadi kita diskusikan di atas, Amerika Serikat untuk saat ini menganut sistem ek n mi campuran antara kapitalisme dan s sialisme. Dan memang pada dasarnya tak ada sistem yang sempurna, semua sistem sejatinya bekerja saling melengkapi satu sama lain. !nilah yang kemudian membuat beberapa Negara terbuka hatinya untuk tidak selalu $ kus pada suatu sistem yang dianut leh Negara maju hanya karena keberhasilan yang berhasil didulang. Sejatinya setiap sistem pasti pernah didesain untuk sebuah keadaan tertentu, dan mungkin memang keadaan Amerika Serikat sampai sekarang c c k dengan sistem dem krasi. Namun $aktanya seperti yang dikuak diatas bah0a Amerika Serikat pun yang n tabene Negara dem krasi besar juga memasukkan unsur-unsur s sialis yang d minan dinegara k munis. !ni membuktikan bah0a setiap Negara pada dasarnya mencari sistem yang paling c c k dan pas dengan keadaan yang sekarang. Dan memang setiap sistem pada dasarnya juga saling melengkapi, tinggal bagaimana memilah-milah nilai-nilai yang terkandung pada sebuah sistem atau ide l gi dan menyempurnakannya dengan unsure-unsur ide l gi lain yang bisa dijalankan dengan selaras.

&+/ Bentuk Li,e alisme Dalam Bi.ang P0litik1 Ek0n0mi1 .an Agama Dari uraian diatas dapat dinyatakan bah0a liberalisme menurut kemerdekaan indi2idu terhadap kaum bangsa0an dalam bentuk kemerdekaan p litik dan ek n mi sedangkan terhadap g l ngan gereia F agama liberalisme menurut kemerdekaan dalam bidang agama. Dengan demikian paham liberal nampak dalam bidang p litik, ek n mi dan agama. -. /iberalisme Dalam 3idang P litik
12

; mp nen dasar p litik liberal mulai ditetapkan setelah re2 lusi, berturutturut di !nggris 6-*HH7, Amerika 6-DD*7, dan Prancis 6-DHG7.Diantaranya yang utama adalah prinsip aturan h kum yang memberitahukan berbagai pernyataan hak-hak asasi manusia 6bill $ rights7 dan k nstitusi yang dirancang untuk menetapkan tatanan p litik baru yang muncul dari pristi0a-pristi0a tersebut. Ada dua kriteria yang menjadi ped man dalam mengkerangkakan d kumen-d kumen ini. Pertama, hukum harus diterapkan secara tidak memihak dan berlaku untuk umum. Tidak ada pengecualian khusus bagi kel mp k-kel mp k tertentu, seperti pendetaFpast r, kaum ningrat atau g l ngan bangsa0an seperti yang dialami atau terjadi pada masa lalu. ;edua, h kum ada untuk menjamin sebesar mungkin hakhak yang sama bagi setiap indi2idu dalam mencapai rencana hidupnya sendiri, bagi kebanyakan kaum liberal, pada dasarnya hak-hak yang paling mendasar sehubungan dengan ini adalah hak-hak kepemilikan pribadi dan kebebasan beragama. #ak-hak ini merupakan hal yang niscaya bagi pemahaman mereka atas kebajikan t leransi dan mekanisme pasar yang mereka anggap sebagai penjemaan dari sebuah et s baru. Seperti yang akan kita lihat, kedua k mitmen ini telah dim di$ikasi, meskipun yang dim di$ikasi bukanlah pertimbangan umum yang mendasarinya. Paham liberal dalam bidang p litik nampak dalam dem krasi dan nasi nalisme. a. ? l ngan liberal beranggapan bah0a masyarakat terbentuk leh indi2idu-

indi2idu. +leh karena itulah indi2idulah yang berhak menentukan segalanya dalam masyarakat 6negara7. ;edaulatan harus berada ditangan rakyat. Dengan demikian timbullah sistem pemerintahan. Dem krasi, yang menuntut adanya UUD, pemilihan umum, kemerdekaan pers, dan kemerdekaan berbicara. b. Paham liberal mengutamakan kemerdekaan indi2idu. Negara terdiri dari indi2idu-indi2idu. Negara adalah milik dari pada indi2idu yang membentuk negara itu, maka yang berhak mengatur dan menentukan nasib suatu negara ini menghendaki pemerintahan sendiri dan menentang segala bentuk campur tangan serta penindasan dari bangsa lain. Dengan demikian liberalisme melahirkan semangat nasi nalisme. Di Asia umumnya dan di !nd nesia khususnya, nasi nalisme ini muncul sebagai akibat adanya penindasan dari
13

bangsa barat, sedangkan di negara-negara 9r pa, nasi nalisne muncul untuk menentang kekuasaan raja yang abs lute. ). /iberalisme Dalam 3idang 9k n mi "emurut g l ngan liberal, setiap indi2idu akan lebih mengetahui kebutuhannya sendiri dari pada rang lain. +leh karena itu seandainya setiap indi2idu diberi kemerdekaan untuk mendapatkan kebutuhannya, pasti kebutuhan rakyat akan terpenuhi. (adi liberalisme menurut sistem perek n mian yang bebas tanpa adanya campur tangan pemerintah, dengan semb yannya laisser $aire, laisser passer, le m nde 2a de lui-meme. Salah satu pemikir ek n mi klasik adalah Adam Smith 6-D).--DG,7. Pemikiran Adam Smith mengenai p litik dan ek n mi yang sangat luas, leh Sumitr Dj j hadikusum dirangkum menjadi tiga kel mp k pemikiran. Pertama, haluan pandangan Adam Smith tidak terlepas dari $alsa$ah p litik, kedua, perhatian yang ditujukan pada identi$ikasi tentang $akt r-$akt r apa dan kekuatan-kekuatan yang manakah yang menentukan nilai dan harga barang. ;etiga, p la, si$at, dan arah kebijaksanaan negara yang mendukung kegiatan ek n mi ke arah kemajuan dan kesejahteraan mesyarakat. Singkatnya, segala kekuatan ek n mi seharusnya diatur dalam p litik. Atas dasar semangat liberalisme, kaum kapitalis berhasil mengembangkan usahanya demi keuntungan yang berusaha mempengaruhi p litik pemerintah untuk mengadakan perlusan 0ilayah guna menunjang industrinya. Dengan demikian akibat lebih lanjut timbul imperalisme m dern. /iberalisme dapat dide$inisikan sebagai suatu d ktrin dan seperangkat prinsip-prinsip untuk meng rganisasi dan menangani ek n mi pasar agar upaya dapat mencapai e$isiensi, pertumbuhan ek n mi dan kesejahteraan indi2idu secara maksimal. 1iri umum 4 leh kekuatan pasar dimana kedudukan manusia sebagai indi2idulah yang diutamakan, begitu pula

14

Semua bentuk liberalisme mempunyai k mitmen yang kuat terhadap pasar dan mekanisme harga sebagai cara untuk meng rganisir hubungan ek n mi d mestik dan internasi nal. Pemikiran nasi nal dari sistem pasar adalah bah0a sistem pasar meningkatkan e$isiensi, memaksimalkan pertumbuhan ek n mi dan karenanya memaksimalkan kesejahteraan umat manusia. Tujan utama dari akti2itas ek n mi adalah untuk memberikan leh

keuntunganmaksimal bagi k nsumen 0alaupun mereka percaya bah0a akti2itas ek n mi dapat juga meningkatkan nati nal p 0er. Premis $undamental liberalisme adalah bah0a k nsumen, perusahaan atau rumah tangga adalah basis masyarakat. !ndi2idu akan bertindak rasi nal dan akan memaksimalkan atau memuaskan nilai-nilai tertentu dengan biaya seminimal mungkin. ;aum liberal beragumen bah0a indi2idu akan berusaha untuk mencapai tujuan hingga suatu eIuilibrium pasar tercapai, yakni biaya yang berhubungan dengan pencapaian tijuan itu sepadan dengan keuntungan yang diper leh. /iberalisme juga menganggap bah0a suatu pasar ada dalam yang mana indi2iduindi2idu mempunyai in$ rmasi yang lengkap dan tindakan yang paling tepat. /iberalisme menganggap bah0a ek n mi pasar ditentukan leh hukum permintaan. +rang akan membeli barang dalam jumlah besar jika harga rendah dan akan membeli barang dalam jumlah sedikit jika harga tinggi. Pada prinsipnya kaum liberal percaya bah0a perdagangan dan hubungan ek n mi adalah mengakibatkan hubungan yang damai dan saling menguntungkan dalam perdagangan dan memperluas inter-depensi antar bangsa. Sementara p litik cenderung membagi bangsa-bangsa, ek n mi sebaliknya menyatukan bangsabangsa. 9k n mi liberal internasi nal akan berpengaruh terhadap perdamaian internati nal. Akan tetapi perlu di tekankan bah0a 0alaupun setiap negara memper leh keuntungan abs lute, per lehan mereka secara 'relati$J tak sama. -.. /iberalisme Dalam 3idang Agama
15

leh karenanya memilih

"asalah hubungan antara makhluk dengan penciptanya adalah masalah pribadi. +leh karena itu menurut g l ngan liberal, tidak se rangpun yang diperkenankan mempengaruhi atau memaksa kebebasan beragama.. ;ebebasan beragama ini mempunyai arti 4 a. 3ebas untuk memilih suatu agama, b. 3ebas untuk menjalankan ajaran agama sesuai dengan agamanya, c. 3ebas untuk tidak memilih agama.

&+2 Penga uh Li,e alisme te ha.a3 3e kem,angan seja ah nasi0nal .i In.0nesia /iberalisme berpengaruh terhadap perkembangan paham dem krasi dan nasi nalisme atas bangsa-bangsa di dunia. 3agi bangsa yang sedang terjajah, liberalisme sejalan dengan pertumbuhan paham nasi nalisme yang sama-sama menginginkan terbentuknya negara yang berpemerintahan sendiri. ;esadaran tersebut tumbuh karena setiap bangsa memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. 3erikut Pengaruh /iberalisme Terhadap Perkembangan Sejarah Nasi nal di !nd nesia 4 Bi.ang Ek0n0mi Sistem ek n mi k l nial antara tahun -HD, dan -G,, pada umumnya disebut sistem liberalisme. %ang dimaksudkan disini adalah bah0a pada masa itu untuk pertama kalinya dalam sejarah k l nial, m dal s0asta diberi peluang sepenuhnya untuk mengusahakan kegiatan di !nd nesia, khususnya perkebunanperkebunan besar di (a0a maupun di luar (a0a. Selama masa ini, pihak-pihak s0asta 3elanda maupun s0asta 9r pa lainnya mendirikan berbagai perkebunan16

perkebunan k pi, teh, gula, dan kina. Pembukaan perkebunan-perkebunan besar ini dimungkinkan leh Undang-undang Agraria 6Agrarische Wet7 yang dikeluarkan pada tahun -HD,. Pada suatu pihak Undang-undang Agraria membuka peluang bagi rang- rang asing, artinya rang- rang bukan pribumi !nd nesia untuk menye0a tanah dari rakyat !nd nesia. 6P esp neg r , "ar0ati Dj ned4 --H, -GG.7 System ek n mi liberal mempermudah bank eksp r maupun imp r m dal. Penanaman m dal di !nd nesia terutama terjadi pada industri gula, timah, dan tembakau yang mulai berkembang sejak tahun -HH:. dengan dihapuskannya tanam paksa secara berangsur-angsur, maka tanaman 0ajib pemerintah diganti dengan perkebunan-perkebunan yang diusahakan s0asta. Penghapusan tanam paksa menyebabkan munculnya sistem ek n mi liberal, dimana !nd nesia dijadikan sebagai tempat untuk menanamkan m dal mereka. Pada masa /iberalisme, k mersialisme terhadap bangsa !nd nesia tampak dengan4 -. !nd nesia dijadikan tempat untuk mencari bahan mentah untuk kepentingan !ndustri rang- rang 9r pa ). !nd nesia dijadikan sebagai tempat untuk menanamkan m dal bagi para pengusaha s0asta asing. Dengan cara menye0a tanah rakyat untuk dijadikan perkebunan-perkebuan besar. .. !nd nesia juga dijadikan sebagai tempat untuk memasarkan hasil-hasil !ndustri 9r pa. Pada masa /iberalisme ini pulalah merupakan a0al munculnya industrialisasi di !nd nesia. "unculnya !ndustrialisasi ditandai dengan dikeluarkannya Undang-undang Agraria 6Agrarische +et7 tahun -HD, ,yang memberikan peluang bagi pengusaha asing 6pengusaha dari !nggris, 3elgia, Perancis, Amerika Serikat, 1ina, dan (epang7 untuk menye0a tanah dari rakyat !nd nesia tetapi tidak b leh menjualnya. "ereka mulai datang ke !nd nesia untuk menanamkan m dal dan untuk memper leh keuntungan yang besar. Tanah penduduk !nd nesia yang a0alnya merupakan milik pribadi tersebut harus dise0a untuk jangka 0aktu tertentu 6): tahun untuk tanah
17

leh pengusaha-pengusaha

pertanian, D: tahun untuk tanah ladang7 leh para pemilik m dal s0asta asing. Penduduk hanya mendapatkan uang sebagai uang se0a tanah tersebut.Tanah yang dise0a kemudian dijadikan Operkebunan-perkebunan besar yang dilengkapi dengan pabrik-pabrik untuk meng lah hasil perkebunan tersebut. Perkebunanperkebunan tersebut diantaranya Perkebunan ; pi, Teh, ?ula, ;ina dan Tembakau. Di Deli, Sumatra Timar. !ndustri di !nd nesia a0alnya memang hanya industri perkebunan tetapi perkembangannya di !nd nesia terdapat industri mesin, industri tambang, dsb. Para pengusaha !nd nesia tidak mampu mengalah pengusaha s0asta asing. Sebagai ganti dari ekspl itasi pemerintah akan dijalankan kebebasan berusaha dan kerja paksa akan diganti dengan kerja bebas. Akan teatapi sekali lagi perlu diingat, baik partai liberal maupun partai k nser2ati$ sepakat bah0a daerah jajahan harus membantu Negara induk dalam kesejahteraan materialnya. ;eduanya tidak berkeberatan akan penyumbangan surplus anggaran belanja #india- 3elanda kepada Nedherland. S al yang dihadapai g l ngan liberal adalah bukan bagaimana mengatur daerah k l ni, tetapi bagaimana mengatur daerah k l ni untuk mendapatkan uang. Dengan demikian, penghapusan tanam paksa tidak berarti berakhirnya penderitaan rakyat karena penarikan m dal pemerintah digantikan dengan pemasukan m dal s0asta. Terbukanya !nd nesia bagi s0asta asing berakibat munculnya perkebunan-perkebunan s0asta asing di !nd nesia seperti perkebunan teh dan kina di (a0a 3arat, perkebunan tembakau di Deli, perkebunan tebu di (a0a Tengah dan (a0a Timur, dan perkebunan karet di Serdang. Selain di bidang perkebunan, juga terjadi penanaman m dal di bidang pertambangan batu bara di Umbilin. "enurut S0ant , dkk. 6-GGD7 pengaruh gerakan liberal terhadap !nd nesia secara umum adalah 4 -7. Tanam paksa dihapus. )7. " dal s0asta asing mulai ditanamkan di !nd nesia. .7. &akyat !nd nesia mulai mengerti akan arti pentingnya uang. 87. Usaha kerajinan rakyat terdesak leh barang imp r. :7. Pemerintah #india 3elanda membangun sarana dan prasarana. *7. #india 3elanda menjadi penghasil barang perkebunan yang penting
18

Perkebunan-perkebunan gula, k pi, tembakau dan tanaman-tanaman perdaganagn lainnya mengalami perkembangan yang paling pesat antar tahun -HD, dan -HH:. Selama masa ini para pengusaha-perkebunan-perkebuann memper leh keuntungan-keuntungan yang besar sekali dari penjualan tanaman dagang ini di pasaran dunia. Untuk sebagian besar perkembangna pesat ini disebabkan leh pembukaan terusan SueE dalam tahun -H*G yang sangat mengurangi jarak antra Negara penghasil tanaman dagang dan pasaran-pasaran dunia yang terpenting di dunia. Setelah tahun -HH: perkembangan tanaman dagang mulai berjalan agak seret yang disebabkan leh jatuhnya harga-harga k li dan gula di pasaran dunia. Dalam tahun -HG- harga tembakau di pasaran dunia juga jatuh dengan pesat sehingga membahayakan kelangsungan hidup perkebunan-perkebunan. (atuhnya harga. ; ndisi-k ndisi yang menguntungkan bagi penanam m dal asing dijamin leh pemerintah c l nial, seperti tenaga kerja dan se0a tanah yang murah. #al itu dapat dilihat dari isi Undang-Undang agrarian tahun -HD,, suatu peraturan yang umumnya dianggap sebagai dimulainya p litik c l nial liberal di hindia 3elanda. Peraturan tersebut pada p k knya berisi dua hal, yaitu pengambilalihan tanah milik penduduk tidak diperb lehkan, dan rang asing b leh menye0a tanah untuk perkebunan. Tidak mengherankan bah0a sesudah tahun -HD, m dal asing semakin meningkat mengalir ke (a0a secara intensi$. Pada tahun -HH) pajak kepala diadakan dengan maksud untuk menggantikan 0ajib kerja. (umlah per kepala dipungut dari semua 0arga desa yang kena 0ajib kerja. Pada tahun ini juga dihapuskan (ancen diensten, yang terdiri atas -: jenis, kecuali kerja 0ajib untuk perbaikan jalan, dam, tanggul dan saluran air. Dalam p litik liberal penetrasi usaha kapitalis berpenetrasi sampai ke indi2idu. ; n2ersi tanah yang dikuasai perse rangan menjadi tanah yang dikuasai tuan perkebunan berarti tanah masuk selanjutnya sebagian ditentukan byek k mersialisasi. Perkembangan leh $act r-$akt r m dernisasi lain, seperti

k munikasi, bir krasi, adukasi dan industrialisasi pertanian.


19

Pelaksanaan p litik k l nial liberal ternyata tidak lebih baik dari pada tanam paksa. (ustru pada masa ini penduduk diperas leh dua pihak. Pertama leh pihak s0asta dan yang kedua leh pihak pemerintah. Pemerintah #india 3elanda memeras penduduk secara tidak langsung melelui pajak-pajak perkebunan dan pabrik yang harus dibayar leh pihak s0asta. Padahal, pihak s0asta juga ingin mendapat keuntungan yang besar. Untuk itu, para buruh diibayar dengan gaji yang sangat rendah, tanpa jaminan kesehatan yang memadai, jatah makan yang kurang, dan tidak lagi mempunyai tanah karena sudah dise0akan untuk membayar hutang. Disamping itu, para pekerja perkebunan diikat dengan sistem k ntrak, sehingga mereka tidak dapat melepaskan diri. "ereka harus mau menerima semua yang telah ditetapkan leh perusahaan. "ereka tidak berani melarikan diri 0alaupun menerima perlakuan yang tidak baik, karena mereka akan kena hukuman dari pengusaha jika tertangkap. Pihak pengusaha memang mempunyai peraturan yang disebut P enale Sanctie 6peraturan yang menetapkan pemberian sanksi hukuman bagi para buruh yang melarikan diri dan tertangkap kembali7. ;eadaan yang demikian ini menyebabkan tingkat kesejahteraan rakyat semakin mer s t sehingga rakyat semakin menderita. (adi, pada masa tanam paksa rakyat diperas leh pemerintah #india 3elanda, sedangkan pada masa p litik pintu terbuka rakyat diperas baik pengusaha s0asta maupun leh pemerintah. Walaupun pemerintah melakukannya secara tidak langsung. ;ekuatan liberal mendesak pemerintahan k l nial melindungi m dal s0asta dalam mendapatkan tanah, buruh, dan kesempatan menjalankan usaha atau perkebunan. Negara menjadi pelayan m dal le0at dukungan in$rastruktur dan bir krasi, dengan menelantarkan pelayanan masyarakat. Dengan demikian p litik k l nial liberal yang semula menghendaki liberalisasi tanah jajahan lalu berkembang menjadi bagaimana mengatur tanah jajahan untuk memper leh uang. Perkebunan-perkebunan besar di (a0a berkembang dengan pesat di dalam liberal, yang sangat menguntungkan pihak ms0asta 3elanda maupun pemerintah c l nial, maka di lain pihak tingkat kesejahteraan rang- rang !nd nesia di ja0a
20

semakin mundur. Di pihak lain angka-angka yang tersedia mengenai pr duksi bahan makanan memperlihatkan bah0a kenaikan pr duksi ini malahan lebih rendah lagi daripada kenaikan jumlah penduduk. Disamping itu, krisis yang telah dialami perkebunan-perkebunan besar sekitar tahun -HH: juga memba0a pengaruh buruk bagi penduduk (a0a karena penyempitan perasi perkebunanperkebunan ini berarti pula penyempitan penghasilan penduduk (a0a, baik yang berupa upah bagi pekerjaan di perkebunan maupun yang berupa se0a tanah. ;emakmuran yang telah menurun dari penduduk (a0a disebabkan leh beberapa $akt r.'ertama pertumbuhan penduduk yang pesat telah mengakibatkan perbandingan antara jumlah penduduk 6$akt r pr duksi tanah7 yang terbatas dilain pihak tidak lagi seimbang akhirnya berakibat h kum pertambahan hasil yang berkurang, kenaikan pr duksi pertanian juga berkurang# ,edua, perkembangan pr duksi pertanian yang tidak menguntungkan ini juga tidak dapat diubah dengan penggunaaan peralatan pertanian yang lebigh e$isien berhubung para petani ratarata sangat kekurangan m dal sebagai akibat kemiskinan mereka. ,etiga, p litik pemerintahan c l nial terhadap pulau (a0a. %ang mana berarti bah0a penduduk (a0alah yang harus menanggung segala beban untuk mengatur dan memerintah daerah k l ni di luar (a0a. ,eem(at yaitu adanya system perpajakan yang sangat regresi$, artinya sangat memberatkan g l ngan yang berpendapatan rendah, untuk sebagian terbesar terdiri dari rang- rang !nd nesia pribumi, akan tetapi di lain pihak sangat meringankan g l ngan yang berpendapatan tinggi, yang untuk sebagian besar terdiri atas rang- rang 9r pa. -aktor kelima, adanya krisis yang telah melanda perkebunan-perkebunan besar sekitar tahun -HH:. ;ejadian ini telah mend r ng perkebunan-perkebunan besar di (a0a untuk mengadakan penghematan-penghematan drsatis yang dicari dalam penekanan upah dan se0a tanah sampai tingkat yang serendah mungkin.

21

BAB '+ PENUTUP '+$ Kesim3ulan '+& Sa an

22

DA)TAR PUSTAKA Suhelmi, Ahmad. ),,D. 'emikiran 'olitik Barat. (akarta 4 PT. ?ramedia Pustaka Utama, Agung,/e .),-.. Sejarah Intelektual#% gyakarta 4+mbak Deliar N er. -GGH. 'emikiran 'olitik di .egeri Barat. (akarta 4 "iEan, P esp neg r , "ar0ati Dj ned. -GG.. Sejarah Nasi nal !nd nesia !P. (akarta4 3alai Pustaka Sukarna. -GH-. Ideologi / Suatu Studi Ilmu 'olitik# 3andung 4 Alumni.
23

http4FFari$setia0an,*.bl gsp t.c mF),--F-)Fliberalisme.html 6diakses ): +kt ber ),-.7

24