Anda di halaman 1dari 2

Penurunan Kadar FFA Alat dan bahan Alat yang digunakan pada percobaan ini antara lain, gelas

s ikur 1000mL,gelas ukur 10mL, pipet tetes, buret, Erlenmeyer 500mL, corong, kaca arloji, timbangan analitik, hot plate,thermometer. Bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lain minyak jelantah padat, minyak jelantah cair, arang aktif, methanol 98%, isopropanol,NaOH 0,1 N, kain kasa , indikator PP, akuades, Metode Sampel minyak jelantah diambil dari suatu warung makan. Minyak jelantah yang diambil adalah minyak padat dan minyak cair. Pada minyak jelantah padat dipanaskan terlebih dahulu agar minyak menjadi cair. Kemudian minyak jelantah padat ini diberikan dua perlakuan yaitu tidak diberikan perlakuan dan diberikan perlakuan dengan memucatkan minyak jelantah dengan arang aktif. Pada minyak cair diberikan perlakuan yang sama dengan metode yang digunakan pada minyak jelantah padat. Metode pemucatan dilakukan dengan cara arang aktif sebanyak 1% dari berat minyak ditambahkan ke dalam 1000 mL minyak jelantah. Minyak dipanaskan pada suhu 60C. Minyak dalam keadaan panas disaring menggunakan kain kasa agar arang aktif terpisah dari minyak. Sampel minyak jelantah dianalisis % FFA. Penentuan kadar FFA dilakukan dengan menggunakan dua jenis pelarut yang berbeda yaitu methanol 98% dan isopropanol. Penentuan % FFA minyak jelantah cair dilakukan dengan cara 10 mL methanol 98% ditambahkan pada 1 mL sampel minyak cair tanpa perlakuan dalam erlenmeyer kemudian ditambahkan indikator PP 3-4 tetes dan dititrasi dengan larutan 0,1 N NaOH sampai warna merah jambu dan tidak hilang selama 30 detik. Dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Penentuan minyak cair dengan pemucatan dilakukan dengan cara yang sama dengan minyak cair tanpa perlakuan. Penentuan % FFA pada minyak jelantah cair dengan menggunakan pelarut yang berbeda dengan cara 10 mL isopropanol ditambahkan pada 1 mL sampel minyak cair tanpa perlakuan dalam erlenmeyer kemudian ditambahkan indikator PP 3-4 tetes dan dititrasi dengan larutan 0,1 N NaOH sampai warna merah jambu dan tidak hilang selama

30 detik. Dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Penentuan minyak cair dengan pemucatan dilakukan dengan cara yang sama dengan minyak cair tanpa perlakuan. Penentuan % FFA pada minyak jelatah padat dilakukan dengan cara 10 mL methanol 98% ditambahkan pada 1 mL sampel minyak jelantah padat yang telah dipanaskan tanpa perlakuan dalam erlenmeyer kemudian ditambahkan indikator PP 3-4 tetes dan dititrasi dengan larutan 0,1 N NaOH sampai warna merah jambu dan tidak hilang selama 30 detik. Dilakukan tiga kali pengulangan. Penentuan minyak cair dengan pemucatan dilakukan dengan cara yang sama dengan minyak padat tanpa perlakuan. Penentuan % FFA minyak jelantah padat dengan isopropanol dilakukan dengan cara 10 mL isopropanol ditambahkan pada 1mL sampel minyak jelantah padat yang telah dipanaskan tanpa perlakuan dalam erlenmeyer kemudian ditambahkan indikator PP 3-4 tetesdan dititrasi dengan larutan 0,1 N NaOH sampai warna merah jambu dan tidak hilang selama 30 detik. Dilakukan tiga kali pengulangan. Penentuan minyak cair dengan pemucatan dilakukan dengan cara yang sama dengan minyak padat tanpa perlakuan.

Data percobaan Minyak Metanol Tanpa (mL) Cair 1. 0,60 2. 0,50 3. 0,60 P adat 2. 0,32 3. 0,38 2. 0,2 3. 0,2 2. 0,80 2. 0,68 1. 0,40 Arang (mL) 1. 0,40 2. 0,32 3. 0,32 1. 0,22 1. 0,72 1. 0,62 Isopropanol Tanpa (mL) 1. 0,92 2. 0,82 Arang (mL) 1. 0,62 2. 0,82