Anda di halaman 1dari 10

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

Banyak hal di dunia ini yang dapat membuat diri manusia menjadi cemas, seperti kesehatan, relasi sosial, ujian, pekerjaan, masa depan, atau hal lainnya. Sesungguhnya, cemas itu wajar dan normal, dimana kondisi itu mampu membuat diri manusia waspada dengan suatu hal. Namun, cemas menjadi abnormal jika tidak ada penyebab yang pasti, muncul dalam bentuk yang berlebihan, atau menganggu fungsi hidup sehari-hari. Gangguan kecemasan adalah keadaan khawatir bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, dan biasanya muncul dalam bentuk ketegangan. Gangguan kecemasan, somatoform, dan disosiatif diklasifikasikan sebagai neurosis (penyakit pada sistem saraf . !ada abad "#, $illiam %ullen, seorang dokter Skotlandia, menyatakan bahwa neurosis mempunyai penyebab biologis. &alu, pada abad '(, )reud mengganti asumsi %ullen yang bersifat organik. )reud menyatakan bahwa tingkah laku neurotik terjadi karena adanya ancaman bahwa ide pembangkit kecemasan yang tidak dapat diterima, akan muncul ke alam sadar. *adi, semua gangguan ini muncul sebagai usaha ego mempertahankan diri dari kecemasan. +onsep )reud ini diterima oleh kalangan luas pada tahun ",((-an, sehingga menjadi dasar untuk sistem klasifikasi -S.. Namun, sejak tahun ",#(, -S. tidak lagi menggunakan istilah neurosis. /da tiga ciri umum dari kecemasan, yaitu 0 Ciri )isik Indikator Gelisah, gugup, tangan1anggota tubuh gemetar, kekencangan pada pori-pori kulit perut1dada, berkeringat, telapak tangan berkeringat, panik1pingsan, mulut1kerongkongan kering, kerongkongan tersekat, sulit bicara, sulit menelan, sulit bernafas, jantung berdebar1berdetak kencang, suara bergetar, jarijari1anggota tubuh menjadi dingin, pusing, lemas, leher1punggung terasa kaku, sakit perut1diare, mual, sering buang air kecil, wajah terasa memerah. !erilaku +ognitif .enghindar, melekat1tergantung, terguncang. +hawatir tentang sesuatu, merasa terganggu oleh ketakutan, yakin bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, takut kehilangan kontrol, takut tidak mampu mengatasi masalah, berpikir bahwa dunia runtuh, berpikir bahwa semua tidak dapat dikendalikan, pikiran campur aduk, sulit berkonsentrasi.

2. *3N2S

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan
Gan!!"an Panik

Pertemua n9

Gangguan panik merupakan bentuk ekstrem dari kecemasan, yang mencakup munculnya serangan secara berulang dan tidak terduga. Serangan biasanya akan berlangsung selama "( hingga "4 menit, namun dapat berlanjut hingga beberapa jam. Serangan panik ini muncul tanpa adanya penyebab. Gangguan ini muncul pada masa remaja akhir hingga usia 5(an tahun. Gangguan ini biasanya lebih banyak terjadi pada perempuan. Serangan panik akan disertai tiga simtom, yaitu 0 (a Simtom fisik, seperti jantung berdebar, nafas cepat, tersengal, sulit bernafas, berkeringat banyak, merasa lemas, pusing 6 (b Simtom emosi, seperti merasa diteror, merasa adanya bahaya yang menyerang, ingin melarikan diri dari situasi yang mencekam 6 (c Simtom kognitif, seperti berpikir telah kehilangan kendali diri, menjadi gila, dan berpikir akan mati. !enegakan diagnosis gangguan panik dapat ditegakkan jika memiliki ciri diagnostik 0 /. .engalami serangan panik secara berulang dan tidak terduga (setidaknya dua kali B. Satu dari serangan tersebut diikuti oleh " bulan rasa takut yang persisten akan adanya serangan berikutnya %. .encakup episode ketakutan yang intens di mana sedikitnya 7 dari ciri berikut ini tibatiba muncul dan mencapai puncak dalam jangka waktu "( menit 0
!alpitasi jantung, jantung berdegup, tachycardia (denyut jantung cepat Berkeringat !erasaan !erasaan mual atau tanda-tanda distres abdominal lainnya Bergetar atau gemetar !erasaan takut kehilangan kendali atau akan menjadi gila

aneh

tentang

lingkungan

(derealisasi 6 perasaan asing tentang diri (depersonalisasi .ati rasa atau sensasi kesemutan Sensasi seperti tercekik, takut mati Sakit atau perasaan tidak nyaman di dada

.erasa kedinginan atau kepanasan Nafas pendek !erasaan pusing, ketidakseimbangan,

kepala enteng, seperti mau pingsan

Gan!!"an

#$#%a&an M#n'#("r"h

Ganguan kecemasan adalah gangguan yang ditandai oleh perasaan cemas persisten, tidak dipicu oleh objek, situasi, atau akti8itas yang spesifik. Gangguan ini muncul pada masa pertengahan remaja hingga usia '(-an tahun, dan berlangsung sepanjang hidup.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

Gangguan ini lebih banyak terjadi pada perempuan. Gangguan ini menyebabkan distres emosional dan menganggu kehidupan sehari-hari. Gangguan ini sering muncul dengan gangguan depresi atau gangguan kecemasan lainnya. %iri-ciri dari gangguan ini adalah 0 ". 9asa cemas berlebihan (terhadap kondisi keuangan, hubungan sosial, kesejahteraan anak, prestasi akademik '. .erasa tegang, was-was, khawatir 5. .udah lelah 7. .empunyai kesulitan berkonsentrasi, pikiran kosong 4. 2ritabilitas, otot tegang :. Gangguan tidur (sulit tidur, tidur gelisah atau tidak memuaskan

Gan!!"an )o*ia +ata fobia berasal dari kata ;unani, yaitu phobos yang artinya takut. Gangguan fobia adalah rasa takut yang persisten terhadap objek atau situasi, namun rasa takut ini tidak sebanding dengan ancamannya. <rang dengan gangguan fobia tidak kehilangan kontak dengan realitas, karena biasanya mereka tahu bahwa ketakutan mereka itu berlebihan dan tidak pada tempatnya. <rang dengan gangguan fobia biasanya takut terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup (bukan yang luar biasa . /da perbedaan antara takut, cemas, dan fobia, seperti yang tergambar dalam tabel di bawah ini. Ha( =akut %emas )obia /da tiga tipe fobia, yaitu 0 ". )obia Spesifik (Specific Phobia )obia spesifik adalah ketakutan yang berlebihan dan persisten terhadap objek atau situasi spesifik. %ontohnya adalah acrophobia (ketinggian 6 claustrophobia (tempat tertutup 6 arachnophobia (laba-laba 6 herpetophobia (reptil 6 ophidiophobia (ular 6 >oophobia (hewan . O*+#k jelas =idak jelas jelas A(a&an jelas =idak jelas =idak jelas

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

9eaksi orang yang mengalami fobia ini adalah menghindar, melarikan diri dari situasi, atau menghindari stimulus. Gangguan ini muncul pada masa kanak-kanak dan biasanya akan berlalu1hilang dengan sendirinya. Namun, pada beberapa kasus, gangguan itu terus berlanjut hingga dewasa. Gangguan ini lebih banyak terjadi pada kaum wanita '. )obia Sosial1Social Phobia1Gangguan +ecemasan Sosial )obia sosial adalah ketakutan yang intens terhadap situasi sosial, seperti pesta, atau pertemuan sosial. <leh karena itu, orang dengan gangguan ini akan menghindari situasi sosial atau menghadapinya namun dengan distres yang sangat besar. !ada dasarnya, orang dengan gangguan ini memiliki ketakutan berlebihan terhadap e8aluasi1penilaian negatif dari orang lain. <rang dengan gangguan ini takut melakukan atau mengatakan sesuatu yang memalukan atau yang membuat dirinya merasa hina. Bentuk umum dari fobia ini adalah demam panggung, cemas berbicara, menolak undangan sosial dengan banyak alasan, takut bertemu orang baru. -ampak dari gangguan ini adalah terhadap fungsi sehari-hari dan kualitas hidup (maju dalam pendidikan, karier, atau dalam pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan orang lain . Gangguan ini lebih sering terdapat pada perempuan. Gangguan ini bermula dari masa kanak-kanak atau remaja, yang biasanya memiliki riwayat sebagai anak pemalu 5. /gorafobia +ata agorafobia berasal dari kata ;unani, yang artinya takut kepada pasar. <rang dengan gangguan ini memiliki rasa takut berada di tempat terbuka dan ramai, yaitu takut terhadap tempat dan situasi yang memberi kesulitan atau membuat malu bila terjadi simtom panik1serangan panik. <rang dengan gangguan ini juga merasa takut kepada situasi dimana bantuan mungkin tidak bisa diperoleh jika ada masalah. %ontohnya adalah takut berbelanja di toko yang penuh sesak, berjalan di jalan yang ramai, menyeberang jembatan, naik kendaraan umum, makan di restoran, atau keluar dari rumah. 9eaksi dari orang yang mengalami fobia ini adalah mengatur hidup sedemikian rupa untuk menghindari situasi yang menakutkan. Gangguan ini lebih banyak terdapat pada perempuan. Gangguan ini bermula dari masa remaja akhir1dewasa awal.

Gan!!"an O*&#&i,

o%-"(&i,

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

O*&#&i .Obsession/ <bsesi adalah pikiran, ide, dorongan yang intrusif dan berulang, yang berada di luar kemampuan seseorang untuk mengendalikannya. <bsesi dapat menjadi sangat kuat dan persisten kehidupan distres, sehingga sehari-hari, kecemasan mengganggu menimbulkan signifikan dan sudah yang impuls, apakah pintu

o%-"(&i, .Compulsion/ +ompulsi adalah tingkah laku repetitif (mencuci tangan, memeriksa kunci pintu , atau tindakan mental repetitif (berdoa, mengulang menghitung kata-kata ulang yang tertentu, dirasakan

sebagai suatu keharusan atau dorongan yang harus dilakukan. +ompulsi cukup terjadi dan sebagai kuat, jawaban sehingga

(keragu-raguan, bertanya-tanya dikunci, memiliki

terhadap pikiran obsesif, muncul dengan sering mengganggu kehidupan sehari-hari atau menyebabkan distres yang signifikan. +ompulsi memiliki dua kategori, yaitu 0 (" Checking1ritual pengecekan 6 (' Cleaning1ritual pembersihan.

citra1gambaran mental . %ontohnya 0 (a jendela sudah ditutup 6 (b dorongan untuk menyakiti

pasangan 6 (c adanya fantasi seorang ibu muda bahwa anaknya dilindas mobil dalam perjalanan pulang ke rumah.

!enegakan diagnosis <%- menurut -S. 0 ?jika orang terganggu oleh obsesi atau kompulsi atau keduanya secara berulang, sehingga menyebabkan distres yang nyata, memakan waktu lebih dari satu jam dalam sehari, atau secara signifikan mengganggu halhal rutin yang normal, mengganggu fungsi kerja, atau sosial@. Gangguan ini muncul sama seringnya pada laki-laki dan perempuan. <rang dengan <%- yang mengembangkan gangguan ini dari masa kanak-kanak, juga mempunyai riwayat gangguan tic.

Gan!!"an Str#& Tra"%ati& ASD Gangguan PTSD Stres !ascatrauma

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan
Gangguan Stres /kut (Acute Stres Disorder/ASD -#rta%a adalah suatu reaksi pengalaman maladaptif yang t#r+adi -ada *"(an sesudah traumatis. /S- ini merupakan factor resiko utama terjadinya !=S-.

Pertemua n9

(Posttraumatic Stres Disorder/P SD adalah suatu reaksi maladaptif yang *#rk#(an+"tan terhadap Gangguan suatu ini pengalaman kemungkinan bertahun-tahun, traumatis. muncul atau

berbulan-bulan,

sampai beberapa dekade. /da kemungkinan juga bahwa gangguan ini baru muncul setelah beberapa bulan atau tahun setelah adanya peristiwa traumatis.

2ndi8idu yang berpotensi mengalami kedua gangguan ini adalah 0 /nak-anak 6 wanita 6 =entara atau 8eteran 6 +orban serangan A penganiayaan (kekerasan, perkosaan, pelecehan 6 korban bencana alam (banjir, tornado, gunung meletus, longsor 6 korban bencana teknologi (tabrakan kendaraan, kecelakaan pesawat perceraian. !ada /S- dan !=S-, peristiwa traumatis melibatkan ancaman kematian, cedera fisik yang serius, ancaman terhadap keselamatan diri dan orang lain. 9espon orang yang mengalami kejadian traumatis tersebut adalah perasaan takut yang intens, perasaan tak berdaya, rasa ngeri1horror, kebingungan1agitasi, keinginan bunuh diri, konsumsi alkohol dan narkoba, atau menarik diri dari sosial. 6 !enderita dengan diagnosa penyakit yang mengancam hidup (kanker payudara, cedera otak 6 +orban

/S- dan !=S- memiliki ciri dan simtom yang sama, yaitu 0 (" .engalami kembali peristiwa traumatis 6 (' .enghindari petunjuk 1 stimulasi yang diasosiasikan dengan peristiwa tersebut 6 (5 .ati rasa dalam responsiti8itas secara segi emosional 6 (7 .udah sekali terangsang 6 (4 Gangguan fungsi atau distres emosional. Selain memiliki ciri dan simtom yang sama, /S- dan !=S- juga memiliki perbedaan. !ada /S- terjadi disosiasi, yaitu perasaan asing terhadap diri sendiri atau terhadap lingkungan, dunia dianggap sebagai tempat yang tidak nyata, dan orang dengan gangguan ini tidak dapat melaksanakan tugas

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan
22. !39S!3+=2) =3<92=2S ". !sikodinamika

Pertemua n9

!erspektif ini menekankan bahwa kecemasan adalah suatu tanda bahaya, dimana dorongan seksual atau agresi sedang mendekat ke arah kesadaran. Bntuk menghalangi dorongan ini mendekat ke alam sadar, ego mengalihkannya dengan mekanisme pertahanan diri. .isalnya proyeksi dan displacement pada penderita fobia. '. Belajar !erspektif ini menekankan bahwa kecemasan muncul karena proses belajar melalui conditioning dan belajar obser8asional. C(a&&i$a( $onditionin!. -alam kasus fobia, hal atau peristiwa dipasangkan dengan stimulus a8ersif1yang tidak menyenangkan, sehingga menghasilkan rasa takut. .isal, anak takut terhadap jarum suntik karena dulu pernah disuntik dan mendapat suntikan yang menyakitkan. O-#rant Conditionin!. -alam kasus fobia, orang menghindari objek takut, sehingga mengurangi kecemasan. +elegaan dari rasa cemas ini, membuat orang belajar untuk terus menghindari objek takut tersebut. B#(a+ar o*&#r0a&iona(. .elihat atau mendengar orang lain bereaksi dengan ketakutan terhadap suatu hal atau peristiwa, dapat menyebabkan rasa takut pada diri sendiri. 5. +ognitif a. !rediksi berlebihan terhadap rasa takut. <rang dengan gangguan kecemasan seringkali memprediksi secara berlebihan tentang ketakutan atau kecemasan yang akan mereka alami dalam situasi yang membangkitkan kecemasan. .isal 0 penderita dental phobia akan menunda pergi ke dokter gigi karena memprediksi rasa sakit yang akan mereka alami saat proses pencabutan, walaupun pada kenyataannya, rasa sakit yang dialami tidak seperti yang mereka prediksikan. b. +eyakinan yang irasional. .isal keyakinan seorang karyawan untuk menyerahkan tugasnya tanpa cacat atau sempurna kepada atasannya, menyebabkan ia akan terus berulang kali mengecek hasil kerjanya (penderita obsesi kompulsif

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

c. Sensiti8itas berlebihan terhadap ancaman. <rang dengan gangguan fobia mempersepsikan hal atau peristiwa tertentu (yang dipersepsikan orang lain sebagai hal yang aman sebagai hal yang mengancam. d. Sensiti8itas kecemasan. <rang dengan sensiti8itas yang tinggi akan kecemasan, memiliki ketakutan terhadap ketakutan itu sendiri. .ereka takut bahwa simtomsimtom dari kecemasan itu akan mengakibatkan hal yang buruk bagi dirinya. e. Salah mengatribusikan sinyal-sinyal tubuh. <rang dengan gangguan panik biasanya salah mempersepsikan sinyal dari lingkungan atau sinyal tubuh sebagai suatu hal yang mengancam1berbahaya. f. Self efficacy yang rendah. Gangguan kecemasan terjadi karena orang tidak merasa yakin akan kemampuannya dalam menghadapi suatuhal atau peristiwa dalam hidup. 7. Biologis a. Genetik. b. Neurotransmitter. !amma-aminobutyric (G/B/ adalah neurotransmitter yang meredakan akti8itas sistem saraf yang berlebih dan membantu meredam respon stres. *ika aksi G/B/ tidak adekuat, maka akan menimbulkan kecemasan. +etidakteraturan dalam reseptor serotonin dan norepinephrine di otak juga dapat menyebabkan kecemasan. c. /spek-aspek biokimia pada gangguan panik +erusakan sistem alarm respiratori otak perubahan pada taraf karbondioksida dalam darah kekurangan udara produksi aliran sensasi yang melibatkan serangan panik (nafas pendek, sensasi tercekik, pusing, mau pingsan, peningkatan denyut jantung, gemetaran, sensasi panas dingin, dan perasaan mual. d. /spek-aspek biologis pada gangguan obsesif kompulsif

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

Sirkuit cemas1worry circuit1jaringan neural di otak yang memberi sinyal bahaya mengalami gangguan menyebabkan tingkah laku repetitif.

!ola akti8itas abnormal dari lobus frontal kendali gerakan tubuh terganggu kompulsif.

222. !3N/NG/N/N G/NGGB/N +3%3./S/N ". !endekatan !sikodinamika =erapis menyadarkan klien bahwa kecemasan klien merupakan simbol dari konflik dalam dirinya, sehingga ego dapat dibebaskan dari represi dan fokus pada tugas dalam hidupnya yang lebih kreatif. =erapis mengajak klien melihat sumber kecemasannya dan mendorong klien untuk mengembangkan tingkah laku adaptif. '. !endekatan Biologis <bat penenang ringan mempunyai efek menenangkan. <bat antidepresi menormalkan akti8itas neurotransmitter di otak mengurangi kecemasan, panik, dan depresi.

5. !endekatan +ognitif-Beha8ioral D#&#n&iti&a&i Si&t#%atik yang dikembangkan oleh *oseph $olpe. -esensitisasi sistematik adalah proses gradual, dimana klien belajar secara progresif menghadapi stimulus yang makin mengganggu, sementara klien tetap rileks. $olpe mengembangkan teknik ini atas dasar asumsi bahwa fobia merupakan sesuatu yang dipelajari. 2a yakin bahwa fobia dapat dihilangkan dengan prinsip counterconditioning. -alam counterconditioning, respon rileks dari klien dibuat muncul bersamaan dengan kondisi yang biasanya menimbulkan kecemasan (dalam bentuk gambar .

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

Gangguan Kecemasan

Pertemua n9

P#%a-aran Grad"a(1 .etode ini membantu penderita fobia melalui pendekatan selangkah demi selangkah dengan stimulus penyebab fobia. metode ini hampir sama dengan desensitisasi sistematik, namun ada dua perbedaan 0 (" stimulus yang diberikan bukan hanya dalam bentuk simbolik saja, tetapi dalam bentuk aktual 6 (' klien bersifat aktif tidak hanya duduk rileks di sofa. )(oodin!. )looding merupakan bentuk terapi pemaparan, dimana klien dihadapkan pada stimulus pembangkit kecemasan, baik melalui imajinasi maupun melalui situasi aktual. T#ra-i P#ri(ak" Ra&iona(-E%oti, dari A(*#rt E((i&1 =erapi ini menekankan pada menghilangkan kebutuhan berlebih akan penerimaan sosial dan menghilangkan sikap perfeksionisme untuk mengurangi kecemasan. T#ra-i o!niti, dari B#$k. =erapi ini membantu klien untuk mengidentifikasi dan

mengkoreksi keyakinan yang terdistorsi, kemudian mencari solusi alternatif agar klien mampu menghadapi situasi pembangkit kecemasan.

-/)=/9 !BS=/+/

Ne8id, *.S., 9athus, S./.,A Greene, B. ('((4 . Psikologi Abnormal, "disi #elima $ilid % & erjemahan'. *akarta0 3rlangga

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Diah Widiawati

ABNORMAL DAN SI APATOLOGI

10