Anda di halaman 1dari 25

HEMATOLOGI

KELAINAN DARAH
Hematopoisis (pembentukan sel darah ) pada orang dewasa terjadi di sumsum tulang. Pada fetus terjadi juga di luar sumsum tulang yaitu di liver. Semua sel darah berasal dari induk mieloid ( pluripoten ).

Sel sel darah


Sel darah merah ( eritrosit ) Sel darah putih ( lekosit ) Trombosit.

Kelainan sel darah merah dapat berupa anemi atau polisitemi. Kelainan sel darah putih biasanya berupa pertumbuhan yang berlebihan/ keganasan. Ketidak seimbangan hemostasis dapat menyebabkan perdarahan.

Kelainan

sel darah merah

Anemi :
Berkurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Penyebab 1. Perdarahan Akut : trauma Kronis : gangguan ginekologi lesi pada saluran cerna

2. Hemolitik ( kerusakan sel meningkat ) Kelainan herediter (sferositosis, G6PD, talasemia, anemia bulan sabit ) Kelainan ekstrinsik Perantaraan antibody : eritroblastosis fetalis, SLE, obat Trauma mekanik sel darah merah : DIC Infeksi : malaria

3. Penurunan produksi sel darah merah


Gangguan proliferasi & diferensiasi sel induk (anemia aplastik, anemia pada gagal ginjal) Gangguan proliferasi & maturasi eritroblas (anemia megaloblastik /defisiensi asam folat , talasemia )

Gambaran klinis anemi


tidak spesifik Kepala pusing, lemah, letih , lesu, sesak napas Konjungtiva pucat Laboratorium : Hemoglobin

Hb < 13, 0 gram/ dl ( pria ) Hb < 11,5 gram/ dl ( wanita )

Gambaran klinis anemi


tidak spesifik Kepala pusing, lemah, letih , lesu, sesak napas Konjungtiva pucat Laboratorium : Hemoglobin

Hb < 13, 0 gram/ dl ( pria ) Hb < 11,5 gram/ dl ( wanita )

Tes melihat kelainan sel darah


Hemoglobin/ Hb Lekosit Tombosit Retikulosit Evaluasi hapusan darah

Polisitemia
Peningkatan kadar sel darah merah yang biasanya bersamaan dengan meningkatnya kadar hemoglobin. Absolut / primer : peningkatan jumlah sel darah merah akibat keadaan abnormal sel sel induk mieloid. Peningkatan relatif / sekunder : (Hemokonsentrasi : dehidrasi, diuretika berkepanjangan )

Kelainan sel darah putih


Lekosit/ sel darah putih meliputi eosinofil, basofil, stab netrofil. segmen netrofil, limfosit dan monosit. Kelainan sel darah putih Penurunan jumlah sel darah putih ( lekopenia ), Peningkatan sel darah putih ( lekositosis ), Kelainan mieloproliferatif / lekemi.

Lekositosis

( sel darah putih > 10.500 / ml ) Netrofil : infeksi bakteri, nekrosis jaringan, luka bakar, Eosinofil : keadaan hipersensitivitas, infeksi parasit, beberapa penyakit kronis ( dermatitis ), neoplasma tertentu ( hodgkin ) Limfosit : infeksi virus, dan lekemi limfositik Monosit : infeksi endokarditis, infeksi malaria, tuberculosis, lekemi

Lekopenia
( sel darah putih < 4000 / ml ) Netrofil :kerusakan sumsum tulang, radiasi, tumor metastasis, infeksi Eosinofil :obat Limfosit :Post radiasi, keadaan imunodefisiensi, kemoterapi

Lekemi

Neoplasma ganas sel induk hematopoisis yang ditandai dengan penggantian secara merata sumsum tulang oleh sel neoplasi.
Sel sel lekemi ini akan masuk dalam sirkulasi darah dalam jumlah besar.

Lekemi akut
Dominasi sel sel muda ( blast ) . Limfoblastik akut terutama pada anak anak Mieloid akut orang dewasa. Manifestasi klinik dapat berupa anemia, perdarahan, infeksi. Pada darah tepi didapatkan kenaikan sel darah putih sering 20.000 50.000 / ml ( dapat mencapai > 100.000/ml).

Lekemi kronis
Ditandai dengan sel sel darah pada berbagai stadium maturasi . Biasanya mengenai orang tua, berkembang secara perlahan dan menyebabkan anemia, perdarahan. Lama kelamaan dapat menjadi akut.

Morfologi Lekemia
Perubahan primer : Adanya pertumbuhan /penimbunan abnormal sel darah putih. Sekunder : Merupakan dampak destruktif sel tsb dan adanya ketidakefektifan dalam memberi perlindungan terhadap infeksi

Trombosit/ Platelet

Berhentinya perdarahan sesudah luka/ pecahnya pembuluh darah tergantung pada :


Konstriksi pembuluh darah, Peran trombosit pada daerah rusak dan Sistem pembekuan darah ( koagulasi ).

Perdarahan abnormal disebabkan Abnormalitas trombosit ( jumlah dan fungsinya ) , Abnormalitas dinding pembuluh darah, Adanya gangguan fibrinolisis.
Trombosit yang rusak dapat menyebabkan waktu perdarahan yang meningkat.

Macam macam perdarahan berdasarkan ukurannya :


Purpura : perdarahan kapiler Ptekiae : perdarahan kecil pada kulit dan mukosa Hematoma : akumulasi darah yang besar dengan penggantian serta pembengkakan jaringan lokal yang disebabkan karena perdarahan pembuluh darah besar.

Purpura trombositopenik
Penurunan jumlah trombosit ( < 40.000 / ml ), dapat primer atau sekunder. Primer : merupakan penyakit autoimun dimana dihasilkan antibodi terhadap trombosit. Sekunder : karena insufisiensi sumsum tulang , misalnya pada anemia aplastik, radiasi, obat obatan. Dapat juga karena pemecahan trombosit yang berlebihan ( DIC, hipersplenisme )

Trombositopati

Kelainan fungsi dari trombosit yang rusak walaupun jumlahnya normal. Dapat merupakan komplikasi uremia atau makroglobulinemia Waldestroom.

Trombositemia

Kelainan mieloproliferatif yang ditandai dengan peningkatan jumlah trombosit . Walaupun jumlah trombosit tinggi namun perdarahan terjadi karena rusaknya fungsi trombosit.