Anda di halaman 1dari 12

RANCANGAN

CAMPURAN
BETON MUTU
TINGGI
Prosedur
yang digunakan dalam
dalam perencanaan beton mutu tinggi adalah dengan
menggunakan prosedur yang diuraikan dalam ACI 211.1,
untuk beton dengan kekuatan normal sama
dengan yang diisyaratkan untuk beton mutu tinggi.
Kasus :
Bpk Fatur ingin membangun sebuah proyek gedung berlantai 21. 4 lantai pertama
direncanakkan menggunakan kolom slinder dengan beton mutu tinggi dengan bangunan
bermutu tinggi. Kemudian Bpk. Fatur mempercayakan hal ini kepada Ir. Rico Sihotang untuk
membuatkan rancangan campurannya dahulu sebagai kriteria yang baik digunakan terhadap
permintaan Bpk. Fatur. Bpk. Fatur memberikan persyaratan kekuatan tekan yaitu sebesar 70
Mpa psi pada umur 28 hari. Akibat spasi tulangan ukuran maksimum agregat yang digunakan
adalah 20 mm. Pasir alami dalam batas ASTM C33 akan digunakan, yang mempunyai sifat
seperti : Modulus kehalusan (FM) = 2.90, Bulk Specifc gravity pada kondisi kering (BSGdry) =
2.59, Resapan berdasarkan berat kering (Abs) = 1.1 % , Dry Rodded unit weight (DRUW)
yang digunakan 1628 kg/ m3. Juga digunakan campuran tambahan HRWR.
Penyelesaian :
1. Langkah 1 : Menentukan Slump dan Kekuatan yang diinginkan
fcr= 70+9.650.90=88.5 MPa
2. Langkah 2 : Menentukan ukuran maksimum agregat
Kekuatan beton yang diinginkan Perkiraan Ukuran maksimum agregat kasar (cm)
< 62 2 - 2.5
> 62 1 - 1.3
Tabel 1 : Perkiraan ukuran maksimum agregat

Dari tabel diatas diketahui bahwa ukuran maksimal batu pecah yang digunakan adalah
1.3 cm yang digunakan. Sifat material ini adalah :

– Bulk specific gravity kondisi kering (BSGdry) = 2.76


– Resapan kondisi kering (Abs) = 0.7 %
– Dry Rodded unit weight (DRUW) = 1619 kg/m3
– Gradasi Agregat sesuai ASTM C33, petunjuk agregat kasar No. 7

3. Langkah 3 : Menentukan Kadar Agregat Kasar Optimum


Kadar Agregat Maksimum ditentukkan dari tabel 2
Tabel 2 : Kadar Agregat Maksimum
Kadar agregat kasar optimum untuk ukuran nominal maksimum dari agregat dengan
menggunakan pasir dengan menggunakan nilai modulus kehalusan 2.5 sampai 3.2
Ukuran nominal maksimum 1 1.3 2 2.5
Volime fraksi * dari berat kering 0.65 0.68 0.72 0.75
agregat kasar (oven-dry rodded)

Sehingga :
Berat Kering agregat (OD) = (% x DRUW) x (DRUW)

= 0.68 m3 x 1619 kg/m3

= 1101 kg
4. Langkah 4 : Estimasi Air Campuran dan Kadar – Udara
Berdasarkan pada slump 2.5 – 5 cm dan ukuran mkasimum agrgat kasar 1.3 cm. estimasi
pertama diambil dari tabel 3
Tabel 3
Campuran air (kg/m3)
Slump (cm) Ukuran maksimum agregat kasar (cm)
1 1.3 2 2.5
2.5 - 5 184 175 170 166
5 - 7.5 190 184 175 172
7.5 - 10 196 190 181 178
Udara yang 3% 2.5 % 2% 1.5 %
terperangkap * ( 2.5 %) ** (2.0 %) (1.5%) (1.0 %)
* Nilai yang diberikan harus disesuaikan untuk pasir dengan voids 35 %.
** Untuk campuran yang diberikan tambahan HRWR

Campuran air yang digunakan = 175 kg/m3


Untuk menggunakan campuran yang menggunakan HRWR = 2.0 %
Oven dry rodded unit weight = 1619 + (1619 x 2%) = 1651
Menentukan nilai Void content pasir yang digunakan adalah :
V=1-oven-dry rodded unit weightbulk spesific gravity (dry)

V=1-16512.59 x 1000 x 100=36 %

Penyesuaian air campuran, dihitung yaitu :


Koreksi air pecampur = (V – 35) x 4.74
= (36 – 35) x 4.74

= 4.74 kg/m3

Sehingga total air yang dibutuhkan per m3 = 175 + 4.74 = 179.74 kg air dalam admixture,
dan belum termasuk air dalam HRWR.

5. Langkah 5 : Menentukan w/c+p


Dalam menentukan nilai w/c+p, maka kekutan yang digunakan yaitu :
0.9 x 88.5 = 79.65 Mpa pada umur 28 hari
Tabel 4 : w/c+p maksimum untuk beton dengan menggunakan HRWR
Field Strength, fcr* w/c+p
(Mpa) Ukuran Maksimum Agregat Kasar (cm)
1 1.3 2 2.5
28 hari 0.50 0.48 0.45 0.43
48 56 hari 0.55 052 0.48 0.46
28 hari 0.44 0.42 0.40 0.38
55 56 hari 0.48 0.45 0.42 0.40
28 hari 0.38 0.36 0.35 0.34
62 56 hari 0.42 0.39 0.37 0.36
28 hari 0.33 0.32 0.31 0.30
69 56 hari 0.37 0.35 0.33 0.32
28 hari 0.30 0.29 0.27 0.27
76 56 hari 0.33 0.31 0.29 0.29
28 hari 0.27 0.26 0.25 0.25
83 56 hari 0.30 0.28 0.27 0.26

6. Langkah 6 : Menghitung Kadar Bahan Semen


Berat bahan semen pe m3 beton adalah :
msemen=179.740.26= 692 kg

Berat semen yang digunakan sebanyak 691 kg


7. Langkah 7 : Penentuan Komposisi Campuran Dasar Hanya Menggunakan Semen Saja
 Kadar semen per m3 = 692 kg
 Volume material per kg/m3 kecuali pasir sebagai berikut :

Semen = 692 / 3150 0.220 m3


Agregat Kasar = 1101 / 2760 0.399 m3
Air = 179.74 / 1000 0.180 m3
Uadara = 0.02 x 1 0.020 m3
Volume total 0.819 m3

Dengan demikian, volume pasir yang dibutuhkan per m3 beton = 1 – 0.819 = 0.181 m3
Sebagai berat kering per m3 beton, berat pasir yang diperlukan adalah :
0.181 x 2590 = 469 kg
Semen 692 kg
Pasir, kering 469 kg
Agregat Kasar, kering 1101 kg
Air, termasuk 3 ons/cwt*retarding admixture 179.74 kg

8. Langkah 8 : Komposisi Campuran dengan semen dan Fly ash


8.1 Pada ASTM fly ash kelas C yang digunakan memilki bulk specific gravity = 2.64
8.2 Batasan yang dianjurkan untuk penggantian yang diberikan yaitu pada tabel berikut :
Tabel 5 : Nilai yang dianjurkan untuk penggantian Portland semen dengan fly ash
Fly Ash Penggantian yang dianjurkan (dalam % berat)
Kelas F 15 – 25
Kelas C 20 – 30

Campuran – 1 20 %
Campuran – 2 24 %
Campuran – 3 28 %
Campuran – 4 32 %
Campuran – 5 35 %

8.3 Untuk campuran – 1, berat fly ash per m3 beton (0.20) x (692) = 138.2 kg, maka berat

semen menjadi = 691 – 139= kg. Berat semen dan fly ash per m3 beton untuk
campuran yang lain dihutung dengan menggunakan cara yang sama. Sehingga
didapat nilainya sebagai berikut :
Semen Fly ash Total
Campuran Gabungan
(kg) (kg) (kg)
-1 553 139 692
-2 526 166 692
-3 498 194 692
-4 470 222 692
-5 449 243 692
8.4 Untuk campuran pertama, volume semen per m3 beton adalah (553)/(3150) = 0.18 m3
Dan fly ash per m3 adalah (139)/(2640) = 0.05 m3. Volume semen, fly ash, dan total
bahan semen untuk masing-masing campuran adalah :

Volume semen, fly ash, dan total bahan semen


Semen Fly ash Total
Campuran Gabungan
m3 m3 m3
-1 0.18 0.05 0.23
-2 0.17 0.06 0.23
-3 0.16 0.07 0.23
-4 0.15 0.08 0.23
-5 0.14 0.09 0.23

8.5 Untuk semua campuran, volume agregat kasar, air, dan udara per m3 beton adalah
sama dengan dengan campuran dasar yang tidak mengandung bahan semen.
Bagaimanapun juga, volume bahan semen bervariasi untuk setiap campuran. Berat
pasir yang diperlukan per m3 beton untuk campuran – 1 sebagai berikut :
Volume
Komponen
per m3 beton
Bahan semen 0.230
Agregat kasar 0.399
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 0.180
Udara 0.020
Volume total 0.829
Volume pasir yang diperlukan adalah (1 – 0.829) = 0.171 m3. Dalam kondisi kering,
berat yang diperlukan adalah : (0.171) x (2590) = 443kg. per m3 beton.

Komposisi Campuran beton untuk masing – masing campuran, yaitu :

Campuran – 1 Volume Perbandingan


Semen 553 kg 4
Fly ash 139 kg 1
Pasir, kering 443 kg 3.2
Agregat kasar, kering 1101 kg 7.92
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 1.3

Campuran – 2 Volume Perbandingan


Semen 526 kg 3.2
Fly ash 166 kg 1
Pasir, kering 443 kg 2.67
Agregat kasar, kering 1101 kg 6.63
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 1.1
Campuran – 3 Volume Perbandingan
Semen 498 kg 2.57
Fly ash 194 kg 1
Pasir, kering 443 kg 2.3
Agregat kasar, kering 1101 kg 5.68
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 0.93

Campuran – 5 Volume Perbandingan


Semen 449 kg 1.85
Fly ash 243 kg 1
Pasir, kering 443 kg 1.82
Agregat kasar, kering 1101 kg 4.53
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 0.74

Campuran – 4 Volume Perbandingan


Semen 470 kg 2.12
Fly ash 222 kg 1
Pasir, kering 443 kg 2
Agregat kasar, kering 1101 kg 4.96
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 0.81

Campuran Dasar Berat kering Berat Batch


Semen 692 kg 692 kg
Pasir, kering 469 kg 500 kg
Agregat Kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air, termasuk 3 ons/cwt*retarding admixture 179.74 kg 158 kg
Pada hal ini dosis admixture kimia dapat atau tidak perlu disesuaikan pada saat bahan
pengganti semen digunakan. Selama trial batching, dapatkan nilai dosis yang tepat
untuk semua admixture kimia.
9. Langkah 9 : Campuran percobaan
Total kelembaban pasir = 6.4 %
Total kelembaban agregat kasar = 0.5 %
Koreksi untuk menentukan berat batching untuk campuran dasar dilakukan
sebagai berikut :
Pasir, basah = (469) x (1 + 0.064) = 500 kg
Agregat kasar, basah = (1101) x (1 + 0.005) = 1107 kg
Air, koreksi = (179.74) – (469) (0.064 – 0.011) – (1101) (0.005 – 0.007) = 158 kg
Campuran – 1 Berat kering Berat Batch
Semen 553 kg 553 kg
Fly ash 139 kg 139 kg
Pasir, kering 443 kg 472 kg
Agregat kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 159 kg

Campuran – 2 Berat kering Berat Batch


Semen 526 kg 526 kg
Fly ash 166 kg 166 kg
Pasir, kering 443 kg 472 kg
Agregat kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 159 kg

Campuran – 3 Berat kering Berat Batch


Semen 498 kg 498 kg
Fly ash 194 kg 194 kg
Pasir, kering 443 kg 472 kg
Agregat kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 159 kg
Campuran – 4 Berat kering Berat Batch
Semen 470 kg 470 kg
Fly ash 222 kg 222 kg
Pasir, kering 443 kg 472 kg
Agregat kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 159 kg

Campuran – 5 Berat kering Berat Batch


Semen 449 kg 449 kg
Fly ash 243 kg 243 kg
Pasir, kering 443 kg 472 kg
Agregat kasar, kering 1101 kg 1107 kg
Air (termasuk 2.5 ons/ cwt retarding admixture) 179.74 kg 159 kg

Ukuran trial campuran adalah 0.085 m3. Pengurangan berat batch untuk menghasilkan volume
0.085 m3 pada campuran dasar (692 x 0.085) = 59 kg m3, dan sterusnya untuk masing –
masing material dikalikan dengan berat batch, sehingga menghasilkan volume 0.085 m3
adalah sebagai berikut :
Campuran Dasar Camp. – 1 Camp. – 2 Camp. – 3 Camp. – 4 Camp. – 5
Semen (kg) 58.8 47.0 44.7 42.3 40.0 38.2
Fly ash (kg) - 11.8 14.1 16.5 18.9 20.7
Pasir (kg) 42.5 40.1 40.1 40.1 40.1 40.1
Agregat
94.1 94.1 94.1 94.1 94.1 94.1
kasar (kg)
Air (kg) 13.5 13.5 13.5 13.5 13.5 13.5
Admixture kimia (termasuk bagian dari air campuran)

10. Langkah 10 : Penyesuaian Komposisi Campuran


Berat batch untuk masing-masing trial mix diatur untuk mendapatkan slump dan
kelecakan yang diinginkan, sebelum dan sesudah penambahan HRWR. Penyesuaian berat
batch untuk campuran dasar ditunjukkan secara detail. lima yang lainnya akan
disimpulkan.
URAIAN TABEL/GRAFIK/PERHITUNGAN NILAI
1.Kuat tekan yang Ditetapkan 70 Mpa pada 28 hari
disyaratkan
2. Kekuatan rata-rata yang Langkah 1 88.5 Mpa
ditargetkan
3. Jenis Semen Ditetapkan Semen Portland Type 1
4. Jenis agregat:kasar Ditetapkan Batu Pecah
Jenis agregat:Halus Ditetapkan Alami
5. S l u m p Langkah 2 Slump 2.5 – 5 cm
6. Ukuran agregat maksimum Ditetapkan 13 mm
ditetapkan
7. Modulus kehalusan (FM) Ditetapkan 2.90
8. Volume per m3 beton Langkah 8.5 0.829

Saran :
– Rancangan campuran perlu dilakukan penyesuaian pada saat percobaan
dilapangan. Sehingga kadar air semen dapat disesuaian.
– Pemilihan rancangan campuran yang dipilih harus sesuai dengan keperluan yang
dibutuhkan.
– HRWR yang digunakan harus disesuaikan dengan reaksi terhadap nilai slump.