Anda di halaman 1dari 3

Gametogenesis adalah proses pembentukan gamet atau sel kelamin.

Sel gamet terdiri dari gamet jantan (spermatozoa) yang dihasilkan di testis dan gamet betina (ovum) yang dihasilkan di ovarium. Terdapat dua jenis proses pembelahan sel yaitu mitosis dan meiosis. Mitosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan tetapi tidak terjadi reduksi kromosom contoh apabila ada sel tubuh kita yang rusak maka akan terjadi proses penggantian dengan sel baru melalui proses pembelahan mitosis, sedangkan pembelahan meiosis yaitu pembelahan sel dari induk menjadi 2 anakan dengan adanya reduksi kromosom, contohnya pembelahan sel kelamin atau gamet sebagai agen utama dalam proses reproduksi manusia. Pada pembelahan mitosis menghasilkan sel baru yang jumlah kromosomnya sama persis dengan sel induk yang bersi at diploid (2n) yaitu 2! pasang" #$ kromosom, sedangkan pada meiosis jumlah kromosom pada sel baru hanya bersi at haploid (n) yaitu 2! kromosom. %ametogenesis terdiri # tahap & perbanyakan, pertumbuhan, pematangan dan perubahan bentuk. %ametogenesis ada dua yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa (tunggal & spermatozoon) yang terjadi di organ kelamin (gonad) jantan yaitu testis tepatnya di tubulus semini erus. Sel spermatozoa, disingkat sperma yang bersi at haploid (n) dibentuk di dalam testis mele'ati sebuah proses kompleks. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan di erensiasi sel. Pematangan sel terjadi di tubulus semini erus yang kemudian disimpan dalam epididimis. Tubulus semini erus terdiri dari sejumlah besar sel germinal yang disebut spermatogonia (jamak). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapis luar sel(sel epitel tubulus semini erus. Spermatogonia berdi erensiasi melalui tahap(tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma. )*+,*+%- ./T-)01 T0/).-T & )1-) S-+Pada proses spermatogenesis terjadi proses(proses dalam istilah sebagai berikut & Spermatositogenesis (spermatocytogenesis) adalah tahap a'al dari spermatogenesis yaitu peristi'a pembelahan spermatogonium menjadi spermatosit primer (mitosis), selanjutnya spermatosit melanjutkan pembelahan secara meiosis menjadi spermatosit sekunder dan spermatid. -stilah ini biasa disingkat proses pembelahan sel dari spermatogonium menjadi spermatid. Spermiogenesis (spermiogensis) adalah peristi'a perubahan spermatid menjadi sperma yang de'asa. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan 'aktu selama 2 hari. Terbagi menjadi tahap 2) Pembentukan golgi, a3onema dan

kondensasi 4+., 2) Pembentukan cap akrosom, !) pembentukan bagian ekor, #) 5aturasi, reduksi sitoplasma di agosit oleh sel Sertoli. Spermiasi (Spermiation) adalah peristi'a pelepasan sperma matur dari sel sertoli ke lumen tubulus semini erus selanjutnya ke epididimidis. Sperma belum memiliki kemampuan bergerak sendiri (non(motil). Sperma non motil ini ditranspor dalam cairan testicular hasil sekresi sel Sertoli dan bergerak menuju epididimis karena kontraksi otot peritubuler. Sperma baru mampu bergerak dalam saluran epidimis namun pergerakan sperma dalam saluran reproduksi pria bukan karena motilitas sperma sendiri melainkan karena kontraksi peristaltik otot saluran. .rtikel T0/).-T )1-) S-+Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam proses Spermatogenesis Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya& a. )elenjer hipo isis menghasilkan hormon peransang olikel (6olicle Stimulating 7ormon"6S7) dan hormon lutein (1uteinizing 7ormon"17). b. 17 merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen"testosteron memacu tumbuhnya si at kelamin sekunder. c. 6S7 merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan .8P (.ndrogen 8inding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis. d. 7ormon pertumbuhan, secara khusus meningkatkan pembelahan a'al pada spermatogenesis. Oogenesis

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. 9ogenesis dimulai dengan pembentukan bakal sel(sel telur yang disebut oogonia (tunggal& oogonium). Pembentukan sel telur pada manusia dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu di dalam ovari etus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia etus, semua oogonia yang bersi at diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Semula oogonia membelah secara mitosis menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan etus selanjutnya, semua oosit primer membelah secara miosis, tetapi hanya sampai ase pro ase. Pembelahan miosis tersebut berhenti hingga bayi perempuan dilahirkan, ovariumnya mampu menghasilkan sekitar 2 juta oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai masa pubertas. 5emasuki masa pubertas, oosit melanjutkan pembelahan miosis -. hasil pembelahan tersebut berupa dua sel

haploid, satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer. Pada tahap selanjutnya, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan miosis --. Pada saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu satu sel berukuran normal disebut ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil disebut badan polar sekunder. 8adan kutub tersebut bergabung dengan dua badan kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer sehingga diperoleh tiga badan kutub sekunder. 9otid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang, sedangkan ketiga badan kutub mengalami degenerasi (hancur). 4engan demikian dapat disimpulkan bah'a pada oogenesis hanya menghasilkan satu ovum. Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam proses Oogenesis Proses pembentukan oogenesis dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya& Pada 'anita usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh akti nya aksis hipothalamus( hipo isis(ovarium. 7ipothalamus menghasilkan hormon %n/7 (gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipo isis mensekresi hormon 6S7 ( ollicle stimulating hormone) dan 17 (lutinuezing hormone). 6S7 dan 17 menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. 17 merangsang korpus luteum untuk menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron memacu tumbuhnya si at kelamin sekunder. 6S7 merangsang ovulasi dan meransang olikel untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan olikel. 7ormon prolaktin merangsang produksi susu. 5ekanisme umpan balik positi dan negati aksis hipothalamus hipo isis ovarium. Tingginya kadar 6S7 dan 17 akan menghambat sekresi hormon %n/7 oleh hipothalamus. Sedangkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menstimulasi (positi eedback, pada ase olikuler) maupun menghambat (inhibitory"negati eedback, pada saat ase luteal) sekresi 6S7 dan 17 di hipo isis atau %n/7 di hipothalamus.