Anda di halaman 1dari 5

9/ 27/ 2013

PRELIMINARY DESIGN

ISWANDI IMRAN

Data Awal untuk Desain

Fungsi bangunan dan Gambar Arsitektur

untuk penentuan beban hidup

(lihat SNI pembebanan)

Lokasi bangunan

untuk penentuan beban angin dan gempa

(lihat SNI gempa dan pembebanan angin)

Kondisi lingkungan

untuk pemilihan material serta mutunya

untuk penetapan tebal selimut beton

(lihat SNI beton Pasal 4 dan 7)

9/ 27/ 2013

Kriteria dalam Desain

Kesesuaian (dengan fungsi yang diharapkan dan dengan lingkungan)

Ekonomis

Kecukupan struktur (kekuatan dalam menahan beban dan serviceabilitas)

Maintainabilitas Durabilitas

Proses Desain Struktur

Pemilihan tipe struktur

Penentuan ukuran penampang awal untuk elemen-elemen struktur

Pemodelan struktur

Analisis struktur

Desain penampang

Cek, apakah ukuran penampang perlu direvisi

9/ 27/ 2013

PendimensianPendimensian BalokBalok dandan PelatPelat

SNI Beton mengatur mengenai tinggi minimum balok dan plat yang diizinkan (jikalau tidak dilakukan kontrol thd lendutan) SNI 2847 Pasal 9.5 Tabel 9.5a.

Sangat berguna dalam pemilihan dimensi awal balok anak dan pelat

SNI 2847 Pasal 9.5 Tabel 9.5a.

 

Tinggi minimum, h

 

Untuk balok dengan satu ujung menerus: L/18.5

 

Untuk balok dengan dua ujung menerus: L/21 L=bentang balok [mm]

Tabel 8 biasanya memberikan tinggi balok yang relatif kecil untuk balok induk, namun cukup memadai untuk balok anak

Pilih b sebagai fungsi d b ~ (0.45 to 0.65)*(d)

 

5

Estimasi Tinggi Minimum Balok dan Tebal Pelat

   

Tinggi minimum, h

 

Komponen

struktur

Dua tumpuan

Satu ujung

Kedua ujung

Kantilever

sederhana

menerus

menerus

Komponen yang tidak menahan atau tidak disatukan dengan partisi atau konstruksi lain yang mungkin akan rusak oleh lendutan yang besar

Pelat masif

/ 20

/ 24

/ 28

/ 10

satu arah

Balok atau

       

pelat rusuk

/ 16

/ 18,5

/ 21

/ 8

satu arah

 

6

9/ 27/ 2013

Definisi Panjang Bentang L

(SNI Pasal 8.9)

Panjang bentang komponen struktur yang tidak menyatu dengan struktur pendukung dihitung sebagai bentang bersih ditambah dengan tinggi komponen struktur. Besarnya bentang tersebut tidak perlu melebihi jarak pusat ke pusat dari komponen struktur pendukung yang ada.

Dalam analisis untuk menentukan momen pada rangka atau struktur menerus, panjang bentang harus diambil sebesar jarak pusat ke pusat komponen struktur pendukung.

7

EstimasiEstimasi DimensiDimensi KolomKolom

Jika ρ g diketahui atau diasumsikan:

A

g

 

P

u

r

0.85

f

c

g

f

y

0.85

f

c

Gaya P pada persamaan di atas adalah gaya aksial terfaktor pada kolom. Pada penentuan gaya P u , berat kolom dapat diasumsikan. Rasio tulangan kolom dapat diasumsikan berkisar pada rasio tulangan yang optimal, yaitu 1-2%.

8

9/ 27/ 2013

EstimasiEstimasi DimensiDimensi KolomKolom

 

Pada persamaan sebelumnya, φ adalah faktor reduksi kolom dan r adalah faktor yang memperhitungkan eksentrisitas minimum, yaitu = 0,85 (untuk kolom bertulangan spiral) dan 0,80 (untuk kolom bertulangan sengkang ikat)

Untuk mengakomodasi momen pada kolom akibat gempa, ukuran kolom yang diperoleh dari perhitungan ini dapat diperbesar satu setengah kalinya.

 

9

EstimasiEstimasi DimensiDimensi KolomKolom

 

Pakai pendekatan beban layan:

 

A

 

P

g

(0.25 hingga 0.35)

f

c

 

Gaya P pada persamaan di atas adalah gaya aksial layan yang bekerja pada kolom. Pada penentuan gaya P, berat kolom dapat diasumsikan.

 

10