Anda di halaman 1dari 4

(Sifat Kimia Senyawa Klor) Hari, Tanggal : Kamis, 17 Oktober 2013

I. PENDAHULUAN a. Tujuan Mengetahui kelarutan dan stabilitas garam klorida Mempelajari pembentukan kompleks logam transisi dengan ion klorida

b. Dasar Teori Unsur-unsur halogen dapat diidentifikasi warn adan sifatnya. Misalnya Cl: berupa gas kuning kehijauan pada suhu kamar, non-polar, kelarutan dalam air kecil dan larut dalam pelarut non-polar. Semua halogen dapat mengoksidasi air menjadi gas O2 dan bukan merupakan oksidator kuat. Larutan halogen tidak stabil karena cenderung mengalami autooksidasi atau auto-reduksi, proses ini disebut disporposionasi: 2 Cl2(aq) + 2 H2O HClO(aq) + 2HCl(aq) Pada reaksi tersebut Cl2 mengalami reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Pemutih klorin (bleaching agent) mengandung larutan hipoklorit (NaOCl). Ion ClO merupakan suatu oksidator, daya oksidasinya sama dengan klorin namun ion ClO berbeda dengan Cl- sebab asam hipoklorit, HclO adalah asam lemah dan ion ClOadalah basa yang cukup kuat.

Klor digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk sehari-hari. Klor digunakan untuk menghasilkan air minum yang aman 1lasti diseluruh dunia. Bahkan, kemasan air terkecilpun sudah terklorinasi. Klor juga digunakan secara besar-besaran pada proses pembuatan kertas, zat pewarna, tekstil, produk olahan minyak bumi, obat-obatan, 1lastic1ic, intektisida, makanan, pelarut, cat, 1lastic, dan banyak produk lainnya. Ion klorida membentuk endapan dengan ion-ion Ag+, Pb+, dan Hg+ berperan sebagai igan dalam pembentukan kompleks yang diambil melalui perubahan warna dan melarutnya endapan atau padatan. Kebanyakan klor diproduksi untuk digunakan dalam pembuatan senyawa klorin untuk sanitasi, pemutihan kertas, desinfektan dan proses tekstil. Lebih jauh lagi,

klor digunakan untuk pembuatan klorat, kloroform, karbon tetrakorida dan ekstraksi brom. Pemutih klorin (bleaching agent) mengandung larutan hipoklorit (NaOCl), ion ClO- merupakan suatu oksidator, daya oksidasinya sama dengan klorin namun ion ClO- berbeda dengan Cl- sebab asam hipoklorit, HclO adalah asam lemah dan ion ClO- adalah basa yang cukup kuat, sedangkan Cl- mempunyai sifat netral dan merupakan basa konjugasi dari HCl kuat. Ion klorida membentuk endapan dengan ion-ion Ag+, Pb+, dan Hg+, berperan sebagai ligan dalam pembentuka kompleksyang diamati melalui perubahan warna dan melarutnya endapan atau padatan.

II.METODOLOGI PRAKTIKUM a. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu, Pipet tetes, Rak tabung reaksi, Gelas ukur, Tabung reaksi. Bahan yang digunakan pada percobaan ini yaitu, NaCl 0,1 M, AgNO3 0,1 M, NH3 6M, CuSO4 0,1 M, Lakmus merah biru, NaOCl 5% ( baycline), NaOH 6 M, KI 0,1 M, KBr 0,1 M, n-heksana atau petroleum eter, HCl pekat.

b. Cara kerja 1. Ion klorida (Cl-) a. Kelarutan dan kestabilan garam klorida

b. Kompleks logam transisi dengan ion Cl-

2. Ion Hipoklorit (ClO-) a. Reaksi lakmus

b. Reaksi dengan AgNO3

c. Daya Oksodasi

III. HASIL DAN PEMBAHASAN