Anda di halaman 1dari 40

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Maksud Dan Tujuan Maksud dan tujuan dari pelaksanaan praktek perawatan antara lain: 1. Mahasiswa dapat merakit dan melepas transmisi roda gigi 2. Mahasiswa dapat mengukur jarak sumbu antara dua poros 3. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan teori metode metode pengujian tarik dari dosen pembimbing dalam kegiatan praktek. 4. Melatih ketelitian mahasiswa, ketekunan, keuletan, kesabaran dan ketrampilan peserta praktek dalam proses pengujian tarik. 5. Merupakan kesempatan bagi setiap peserta praktek untuk dapat memahami secara langsung proses kegiatan praktik. 6. Membentuk dan menghasilkan alumni yang profesional dalam menghadapi tantangan dunia industri di masa mendatang. 7. Untuk dapat menganalisa kerusakan bahan.

Adapun maksud dan tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai berikut: 1. Sebagai wujud tanggung jawab tertulis mahasiswa terhadap kegiatan praktek yang telah diikuti sekaligus melengkapi tugas yang di berikan oleh Dosen pembimbing. 2. Gambaran tertulis mahasiswa selama pengerjaan bahan. 3. Media komunikasi satu arah dari mahasiswa terhadap segala aspek dalam kegiatan praktek, yang berupa saran dan kritikan. 4. Mendorong setiap peserta praktek untuk memahami secara teoritis cara dan prosedur kerja yang tepat dalam pengujian bahan.

1.2 Metode Penulisan Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan beberapa cara antara lain: 1. Metode Observasi Yaitu : Penulis mengamati dan melihat secara langsung keadaan didalam workshop khususnya di Lab Teknologi Mekanik Politeknik Negeri Banjarmasin. 2. Metode Interview Yaitu : mengadakan konsultasi langsung dengan pembimbing mengenai sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan praktik tersebut. 3. Metode Kepustakaan Yaitu : dengan mengumpulkan data-data dari buku yang berhubungan dengan topik atau masalah yang akan diuraikan untuk dijadikan bahan pembuatan laporan ini.

Transmisi manual dan komponen-komponennya yang akan dibahas dalam makalah ini adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor. Transmisi manual dan komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yang berfungsi : a) Mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/peng-gunaan tenaga). b) Mengatur perbedaan putaran antara putaran mesin (memalui unit kopling) dengan putaran poros yang keluar dari transmisi. Pengaturan putaran ini dengan maksud kendaraan mampu bergerak sesuai dengan beban dan kecepatan kendaraan.

Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari unit kopling, transmisi, poros propeller,defrensial, poros dan roda kendaraan. Sementara Posisi transmisi manual dan komponennya, terletak pada ujung depan sesudah unit kopling dari sistem pemindah tenaga pada kendaraan.

(Gambar 1.1) Posisi transmisi manual pada kendaraan

Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesistem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi (Gear Box) ke propeller shaft dan keroda melalui defrensial (Final Drive).

(Gambar1.2) Prinsip Kerja menggunakan konsep momen Berdasarkan gambar 2 tersebut, dapat dilihat perbedaan antara keduanya. Gambar pertama seseorang mendorong mobil ditanjakan secara langsung, sementara gambar kedua menggunakan tongkat pengungkit. Konsep dasar di atas kemudian dipergunakan dalam membuat desain transmisi, dimana lengan pengungkit tersebut diterapkan pada diameter roda gigi. Sehingga transmisi kendaraan juga disebut dengan gear box atau kotak roda gigi, karena komponen utama transmisi adalah roda gigi.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.

TRANSMISI Sistem Transmisi Tenaga

(Gambar 2.1) Sistem transmisi pada mobil 2.1.1. Transmisi poros langsung (direct coupled)

Transmisi langsung menggunakan poros atau as merupakan transmisi yang paling sederhana and digunakan unutk menyalurkan tenaga pada jarak yang dekat and posisi yang segaris antara poros motor penggerak dengan poros mesin yang digerakkan. Transmisi poros langsung banyak digunakan pada pompa air seperti gambar berikut ini.

(GAmbar 2.2) Mesin Poros Langsung 2.1.2. Transmisi sabuk-puli (belt and pulley) Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan transmisi langsung. Dalam hal demikian, cara transmisi putaran atau daya yang lain dapat diterapkan, di mana sebuah sabuk luwes dibelitkan sekeliling puli pada poros.

Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V karena mudah penanganannya dan harganyapun murah. Kecepatan sabuk direncanakan untuk 10 sampai 20 (m/s) pada umumnya, dan maksimum sampai 25 (m/s). Daya maksimum yang dapat ditransmisikan kurang lebih sampai 500 (kW).

Sabuk-V terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Tenunan tetoron atau semacamnya dipergunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar (Gambar 4.1). Sabuk-V dibelitkan di keliling alur puli yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang sedang membelit pada puli ini mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah karena pengaruh bentuk baji, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah. Bebrapa tipe sabuk V disajikan pada Gambar 4.2.

(Gambar 2.3) Macam macam transmisi dan diameter puli

2.1.3. Transmisi rantai-sproket (chain and sprocket)

Transmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak sedang. Kelebihan dari transmisi ini dibanding dengan transmisi sabuk-puli adalah dapat digunakan unutk mennyalurkan daya yang lebih besar seperti diuraikan berikut ini. Sketsa rantai dan sproket diperlihatkan pada Gambar 5.17.

10

11

12

2.1.4.

Transmisi roda gigi (gears)

Transmisi roda gigi (gears) digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat serta jarak yang ralatif pendek. Roda gigi dapat berbentuk silinder atau kerucut. Transmisi roda gigi mempunyai keunggulan dibandingkan dengan sabuk atau rantai karena lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan tepat, dan daya lebih besar. Kelebihan ini tidak selalu menyebabkan dipilihnya roda gigi di samping cara yang lain, karena memerlukan ketelitian yang lebih besar dalam pembuatan, pemasangan, maupun pemeliharaannya.

13

14

2.2.

Pentingnya Peranan Perawatan Setiap mesin yang dioperasiakan untuk menjalankan usaha industri

banyak dipengaruhi berbagai faktor yang dapat mengakibatkan kerusakannya. Oleh karena itu perlu adanya perhatian yang serius untuk melakukan perawatan mesin-mesin, peralatan dan komponen agar tercegah dari kerusakan. Perhatian yang baik terhadap mesin atau peralatan adalah dengan melakukan pembersihan, pelumasan, inspeksi dan perawatan yang sistematis. Mesin-mesin atau peralatan akan membutuhakn perawatan dan perbaikan meskipun telah dirancang dengan baik. Perawatan terhadap mesin-mesin atau peralatan adalah usaha untuk memperbaiki atau meningkatkan kondisinya. Aktivitas perawatan yang melibatkan tenaga kerja, metode, pemakaian alat, material dan suku cadang adalah bagian dari industri yang membutuhkan biaya cukup besar. Perawatan sebaiknya dilakukan pada waktu yang tidak mengganggu kegiatan produksi. Misalnya perawatan mesin dilakukan pada saat tidak digunakan atau dengan pertimbangan bahwa pelaksanaan perawatan tidak menghambat keseluruhan aktifitas produksi. Karena itu, Pekerjaan perawatan dan perbaikan mesin pada umumnya dilakukan saat mesin tidak beroperasi. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, jika memungkinkan perlu diatasi dengan perbaikan segera tanpa menimbulkan kerusakan yang lebih luas. Dengan demikian, perawatan adalah merupakan aktifitas yang bertujuan untuk menyiapkan dan mengefisienkan kerja suatu mesin atau peralatan sehingga dapat menunjang dalam meningkatkan produktifitasnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka aktifitas perawatan perlu dilakukan berdasarkan teknik-teknik perawatan yang memadai.

15

2.3.

Roda Gigi

Roda gigi sering kita jumpai pada berbagai mesin. Roda gigi berfungsi sebagai pemindah gaya dan meneruskan gaya tersebut melalui poros roda gigi tersebut.

(Gambar 2.4) Roda gigi Roda gigi pada transmisi mobil berfungsi untuk merubah kecepatan mesin dan momen dengan perkaitan gigi dalam berbagai macam kombinasi. Kecepatan putaran roda akan berkurang tetapi momen pada poros roda akan bertambah. Perbandingan antara roda gigi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut : Perbandingan gigi =

Putaran mesin Putaran propeller shaft

Gbr. 2.3 Perbandingan roda gigi (Gambar 2.5)

16

Gigi pada atas gigi persneling seperti bentuk sekerup memotong pada suatu penjuru/sudut kepada muka roda gigi itu. Ketika dua gigi pada suatu sistem roda gigi seperti bentuk sekerup melibatkan, kontak start sependapat akhir gigi dan secara berangsur-angsur menyebar ketika gigi persneling berputar, sampai gigi keduanya adalah dalam perikatan penuh .

( Gambar 2.6) Photo courtesy Emerson Power Transmission Corp.

Perikatan yang berangsur-angsur ini membuat gigi persneling seperti bentuk sekrup beroperasi jauh lebih lembut dan dengan tenang dibanding gigi persneling taji. Karena alasan ini, gigi persneling seperti bentuk sekrup digunakan hampir semua transmisi mobil. Oleh karena penjuru/sudut gigi pada gigi persneling seperti bentuk sekerup, mereka menciptakan suatu daya dorong mengisi pada roda gigi ketika mereka menghubungkan. Alat yang menggunakan gigi persneling seperti bentuk sekerup mempunyai bearing yang dapat mendukung beban daya dorong ini.

17

Satu hal menarik tentang gigi persneling seperti bentuk sekerup adalah bahwa jika penjuru/sudut roda gigi gigi mereka, benar dapat menjulang pada batang tegak lurus, menyesuaikan penjuru/sudut perputaran oleh 90 derajat tingkat.

( Gambar 2.7) Photo courtesy Emerson Power Transmission Corp.

Jika kamu memandu suatu stick-shift mobil, kemudian kamu mungkin punya beberapa pertanyaan yang mengapung kepala mu: " Bagaimana cara yang lucu " H" mempola bahwa aku sedang mengggerakkan tombol pergeseran ini sampai mempunyai hubungan kepada gigi persneling di dalam transmisi? Apa yang sedang bergerak di dalam transmisi ketika aku pindah gerakkan bergeser itu? " Ketika aku mengacaukan dan dengar bahwa mengerikan menggerinda bunyi apa yang benar-benar menggerinda? " Apa yang akan terjadi jika aku harus secara kebetulan bergeser ke dalam kebalikan selagi aku adalah melampaui batas kecepatan sepanjang jalan raya lintas? Akan keseluruhan transmisi meletus? Di dalam artikel ini, mereka akan menjawab semua pertanyaan ini dan lebih ketika kita menyelidiki bagian dalam suatu transmisi manual.

18

Mobil memerlukan transmisi oleh karena ilmu fisika mesin bensin itu. Pertama, manapun mesin/motor mempunyai suatu redline-- suatu rpm maksimum menghargai di atas yang mana mesin/motor tidak bisa pergi tanpa meletus. Ke dua, jika kamu sudah membaca Bagaimana Pekerjaan Daya kuda, kemudian kamu mengetahui bahwa mesin/motor mempunyai membatasi rpm mencakup di mana daya kuda dan tenaga putaran ada di maksimum mereka. Sebagai contoh, suatu mesin/motor mungkin menghasilkan daya kuda maksimumnya pada 5,500 rpm. Transmisi mengijinkan perbandingan roda gigi antar mesin/motor dan roda penggerak untuk ganti kopling ketika kecepatan mobil dan melambatkan. Kamu bergeser gigi persneling sehingga mesin/motor dapat tinggal di bawah redline dan dekat rpm rombongan tentang capaian terbaik nya .

(Gambar 2.8) Photo courtesy DaimlerChrysler

Idealnya, transmisi akan sangat fleksibel dalam perbandingannya bahwa mesin/motor bisa selalu menabrak tunggal nya, best-performance rpm nilai. Itu adalah gagasan di belakang secara terus-menerus transmisi variabel ( CVT). Suatu CVT mempunyai suatu cakupan perbandingan roda gigi tanpa batas. Di masa lalu, CVTS tidak bisa bersaing dengan transmisi five-speed dan four-speed dalam kaitan dengan biaya, ukuran dan keandalan, maka kamu tidak lihat di dalam mobil produksi. Hari-Hari ini, peningkatan di dalam disain sudah buat CVTS lebih umum. Toyota Prius adalah suatu mobil bastar yang menggunakan suatu CVT.

19

(Gambar2.9) Photo courtesy DaimlerChrysler

Yang transmisi five-speed berlaku lima perbandingan roda gigi berbeda kepada batang masukan untuk menghasilkan suatu rpm berbeda di batang keluaran. Di sini adalah beberapa perbandingan roda gigi khas:

RPM pada Batang Keluaran Transmisi gear rasio dengan Mesin/Motor pada 3,000 rpm

1st

2.315:1 1,295

2nd 1.568:1 1,913 3rd 4th 5th 1.195:1 2,510 1.000:1 3,000 0.915:1 3,278

20

Kamu dapat membaca Bagaimana CVTS Bekerja untuk lebih informasi lagi pada bagaimana secara terus-menerus transmisi variabel bekerja. Sekarang mari kita memperhatikan suatu transmisi sederhana. Suatu Transmisi Sangat sederhana Untuk memahami gagasan yang basis dasar di belakang suatu perseneling standar, diagram di bawah menunjukkan suatu transmisi two-speed sangat sederhana di netral:

(gambar 2.10) Mari kita memperhatikan masing-masing bagian di dalam diagram ini untuk memahami bagaimana cara mereka bekerja : " Batang yang hijau hadir lewat dari mesin/motor menangkap. Batang yang hijau dan roda gigi hijau dihubungkan sebagai satu unit . ( kopling adalah suatu alat yang bisa menghubungkan dan memutuskan mesin/motor dan transmisi. Ktka kamu menginjak pedal kopling,maka mesin/motor dan transmisi diputus sehingga mesin/motor dapat menjalankan sekalipun mobil sedang diam tidak bergerak. Kapan kamu melepaskan injakan kopeling, mesin/motor dan batang yang hijau secara langsung dihubungkan untuk satu sama lain.

21

" Gigi persneling Dan Batang yang merah disebut layshaft. Ini adalah juga dihubungkan sebagai potongan tunggal, maka semua gigi persneling pada layshaft dan layshaft sendiri putaran sebagai satu unit. Batang yang hijau dan batang yang merah secara langsung dihubungkan melalui gigi persneling sehingga jika batang yang hijau sedang memutar, maka batang yang merah juga ikut berputar. Dengan cara ini, layshaft menerima tenaganya yang secara langsung dari mesin/motor kapan saja menangkap ada hubungan. " Batang yang kuning adalah suatu batang splined yang menghubungkan secara langsung kepada as gardan sampai kepada roda penggerak mobil itu. Jika kemudi sedang memutar, batang yang kuning sedang memutar. " Gigi persneling yang biru menunggangi bearing/tegas, sehingga mereka memutar pada [atas] batang yang kuning [itu]. Jika mesin/motor batal/mulai tetapi [kereta;mobil] sedang meluncur, batang yang kuning dapat memutar di dalam gigi persneling yang biru [selagi/sedang] gigi persneling yang biru Gbr7

(gambar 2.11)

22

Di gambar ini, batang yang hijau dari mesin/motor memutar layshaft [itu], yang memutar roda gigi yang biru pada sisi kanan. Roda gigi ini memancarkan energi nya melalui/sampai krah baju untuk [memandu/ mengemudi/ usir] as gardan yang kuning [itu]. Sementara itu, roda gigi yang biru pada sisi kiri sedang memutar, tetapi [itu] adalah keadaan bebas tak terhambat pada [atas] [yang] bearing/tegas nya sangat [itu] tidak punya efek pada [atas] batang yang kuning. Ketika krah baju adalah antara kedua gigi persneling ( [seperti/ketika] ditunjukkan figur yang pertama), transmisi adalah di (dalam) [yang] netral. Kedua-Duanya jalanbebas gigi persneling yang biru pada [atas] batang yang kuning di tingkat tarip yang berbeda yang dikendalikan oleh perbandingan mereka kepada layshaft. Suatu Transmisi Riil Animasi yang berikut menunjukkan kamu aktip yang internal suatu transmisi fourspeed dengan kebalikan.

Transmisi Manual yang five-speed [secara] wajar baku pada [atas] [kereta;mobil] hari ini. Secara internal, [itu] lihat sesuatu yang seperti ini: Gbr8

(Gambar 2.12)

23

Ada tiga garpu yang dikendalikan oleh tiga tangkai yang ada hubungan dengan dengan pengungkit pergeseran. Pemandangan di tangkai pergeseran dari puncak, mereka kelihatan seperti kebalikan di (dalam) ini, kesatu dan kedua mencocokkan: Gbr9

(Gambar 2.13)

24

Ingat-Ingat [bahwa/yang] pergeseran pengungkit mempunyai suatu perputaran menunjuk pertengahan [itu]. Kapan kamu mendorong tombol [itu] menyampaikan melibatkan persnelling pertama, kamu benar-benar menarik tangkai [itu] dan garpu untuk persnelling pertama kembali. Kamu dapat lihat bahwa seperti anda pindah;gerakkan bergeser [itu] meninggalkan dan benar kamu sedang melibatkan garpu berbeda ( dan oleh karena itu krah baju berbeda). /Gerakkan pemain depan tombol [itu] dan gerak mundur krah baju untuk melibatkan salah satu [dari] gigi persneling. Gbr10

(Gambar 2.14)

Kebalikan Roda gigi ditangani oleh suatu tuas sekunder kecil ( warna ungu). Terus menerus, kebalikan yang biru mencocokkan diagram ini sedang masuk suatu arah berhadapan dengan semua gigi persneling biru lain . Oleh karena itu, [itu] akan mustahil untuk melemparkan transmisi [itu] ke dalam kebalikan [selagi/sedang] [kereta;mobil] sedang bergerak maju-- anjing gigi tidak pernah akan melibatkan. Bagaimanapun, mereka akan membuat banyak suara gaduh! Synchronizers

25

Transmisi manual di (dalam) mobil penumpang modern menggunakan synchronizers untuk menghapuskan kebutuhan akan yang double-clutching. Suatu tujuan synchro's adalah untuk mengijinkan krah baju [itu] dan roda gigi untuk membuat kontak tentang geseran [sebelum/di depan] membuat kontak gigi anjing. Ini biarkan krah baju [itu] dan roda gigi mensinkronkan kecepatan mereka [sebelum/di depan] gigi harus melibatkan, seperti ini: Gbr11

(gambar 2.15)

Kerucut pada [atas] roda gigi yang biru berkait dengan area yang cone-shaped di (dalam) krah baju, dan friksi antar[a] kerucut dan krah baju mensinkronkan krah baju [itu] dan roda gigi [itu]. Bagian yang luar krah baju kemudian meluncur sedemikian sehingga anjing gigi dapat melibatkan roda gigi [itu]. Tiap-Tiap pabrikan implements transmisi dan synchros di (dalam) jalan berbeda, tetapi ini adalah gagasan yang umum.

26

2.4. Bentuk Gigi :

1. Gigi lurus ( spur gear) bentuk gigi ini lurus dan paralel dengan sumbu roda gigi 2. Gigi miring ( helical gear) bentuk gigi ini menyilang miring terhadah sumbu roda gigi 3. Gigi panah ( double helical / herring bone gear) bentuk gigi berupa panah atau miring degan kemiringan berlawanan 4. Gigi melengkung/bengkok (curved/spherical gear ) bentuk gigi melengkung mengikuti pola tertentu( lingkaran/ellips)

27

2.5.

DATA PERHITUNGAN Diketahui data sebagai berikut :

Roda Gigi I D1 Luar D1 Dalam Tebal = 238,3 mm = 218,3 mm = 46 mm

Roda Gigi II D2 Luar D2 Dalam Tebal = 113,2 mm = 93 mm = 38,5

Tinggi Kedalaman

Z Gigi

= 10,1 mm

Z Gigi

= 9,6 mm

n Jumlah Gigi = 51

n Jumlah Gigi = 23

Poros I ds1 L1 Panjang = 35 mm = 36 mm

Poros II ds2 L2 Panjang = 35 mm = 36 mm

R Jarak sumbu antara poros = 198 mm ds : (diametet shaf)

Spi I

Spi II

Panjang lebar tinggi

= 43,7 mm = 7,9 mm = 6 mm

Panjang lebar tinggi

= 43,7 mm = 7,9 mm = 6 mm

Kondisi Meja Vertikal Horizontal = rata = rata

28

Bearing

Luar Luar dalam

= 80 mm = 80 mm = 35 mm

Nama-nama bagian roda gigi dan ukurannya

( )

Keterangan: : Jarak bagi lingkaran(mm) d: Diameter : Jumlah gigi : Faktor koreksi : Ukuran gigi / modul : Jumlah gigi per inch diameter : Jarak diameter lingkaran

29

( ( ( ) ) ) ( )

Keterangan: :Perbandingan putaran antara jumlah gigi pada roda gigi : Perbandingan putaran : Putaran roda gigi berpasangan (rpm) : Poros penggerak dan dan : Diameter lingkaran :Perbandingan putaran

30

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Langkah-langkah pelaksanaan praktek 1. Mengecek kelengkapan peralatan 2. Melakukan levelling terhadap meja transmisi roda gigi dengan menggunakan water level gauge

(Gambar 3.1) Water level gauge

3. Melakukan penyetelan baut pada kaki meja dengan menggunakan kunci pas yung sesuai

31

(Gambar 3.2) Penyetelan kaki meja 4. Merakit pendukung pillow block pada meja dengan menggunakan kunci pas yang sesuai

(Gambar 3.3) Merakit 5. Memasangkan sim diantara sambungan pillow block menggunakan kunci pas yang sesuai agar kedua poros roda gigi sejajar

(gambar 3.4) Pemasangan sim 6. Melakukan levelling terhadap landasan pillow block dengan menggunakan water level gauge

32

(Gambar 3.5) Melakukan levelling

7. Merakit pillow block bagian bawah menggunakan kunci pas

(Gambar 3.6) Merakit pillow block 8. Merakit bearing pada poros dengan seksama

(Gambar 3.7) Merakit bearing 9. Merakit bearing dan poros pada pillow block dengan seksama

33

(Gambar 3.8) Merakit bearing dan poros 10. Merakit pillow block bagian atas dengan seksama

(Gambar 3.9) Merakit pillow block bagian atas 11. Melakukan langkah 4 sampai dengan 10 pada poros ke-2 12. Melakukan penyetelan jarak sumbu kedua poros

(Gambar 3.10) Penyetelan 13. Menghitung jarak kedua sumbu poros

34

(Gambar 3.11) Menghitung jarak

14. Mencatat dan hitung kesalahan serta kesalahan relatifnya Kesalahan numerik timbul dari penggunaan aproksimasi untuk menyatakan operasi dan besaran matematika yang pasti. Kesalahan pemotongan yang dihasilkan sewaktu aproksimasi digunakan untuk menyatakan suatu prosedur matematika eksak. Kesalahan pembulatan yang dihasilkan bila angka-angka aproksimasi dipakai untuk menyatakan angka-angka pasti.

35

BAB IV PENUTUP

4.1.

Kesimpulan Pengukuran adalah salah satu cara untuk menentukan besar ukuran dari suatu benda, melewati pengukuran juga dapat menganalisa terjadinya kerusakan sehingga dapat menghindari bahaya yang timbul kedepannya. Dipelajarinya berbagai macam alat ukur, cara pembacaan serta penggunaannya memberikan pengetahuan lebih, sehingga memberi dorongan atau lebih khusus dampaknya bagi mahasiswa sendiri lebih siap untuk bersaing dalam kaitannya bidang teknik mesin khususnya untuk ruang lingkup pengukuran. Dari pengolahan data dan perhitungan yang telah dilaksanakan maka kami dapat memahami tentang perhitungan pengukuran yaitu : 1. E1 yaitu kesalahan pengukuran pada panjang jarak 2. t1 (kesalahan relatif),dari sini dapat diketahui kesalahan bahan dalam jumlah persen.

a.

Transmisi manual dan komponen-komponennya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi mengatur tingkat kecepatan dalam proses pemindahan tenaga dari sumber tenaga (mesin) ke roda kendaraan (pemakai/peng-gunaan tenaga).

b.

Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari Unit kopling, transmisi, defrensial, poros dan roda kendaraan. Sementara Posisi unit transmisi berada selangkah di belakang unit kopling. Hal ini agar saat pemindahan kecepatan, hubungan dengan mesin dapat diputuskan terlebih dahulu.

36

c.

Konsep dasar cara kerja transmisi adalah menggunakan konsep perbandingan momen, melalui sejumlah roda gigi. Dengan konsep tersebut dapat disesuaikan antara tenaga output mesin dengan besarnya beban yang akan diangkat. Saat beban berat seperti kendaraan akaan bergerak, tanjakan dan sebagainya, digunakan tingkat kecepatan yang rendah yang memiliki momen lebih besar.

d.

Terdapat beberapa macam roda gigi yang dipergunakan pada transmisi yaitu : 1. Roda gigi jenis Spur bentuk giginya lurus sejajar dengan poros, dipergunakan untuk roda gigi geser atau yang bisa digeser (Sliding mesh). 2. Roda gigi jenis Helical bentuk giginya miring terhadap poros, dan Roda gigi jenis Double Helical bentuk giginya dobel miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi tetap atau yang tidak bisa digeser (Constant mesh dan synchromesh). 3. Roda gigi jenis Epicyclic bentuk giginya lurus atau miring terhadap poros, dipergunakan untuk roda gigi yang tidak tetap kedudukan titik porosnya (Constant mesh). e. Terdapat tiga macam sistem pemindahan kecepatan pada unit transmisi, yaitu dengan sistem menggeser roda gigi atau slidingmesh, sistem roda gigi tetap dengan meng-gunakan kopling geser, dan sistem roda gigi tetap menggunakan synchronmesh.

f.

Komponen utama dari tranmisi manual adalah sebagai berikut : 1. Transmission input shaft atau Poros input transmisi, yaitu

komponen yang menerima moment output dari unit kopling. 2. Transmission gear atau roda gigi transmisi, yaitu Untuk mengubah input dari mesin menjadi output gaya torsi yang meninggalkan transmisi sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

37

3.

Synchroniser/synchro-mesh

atau

Gigi

penyesuai,

adalah

perlengkapan yang memungkinkan pemindahan kecepatan pada kondisi putaran yang tinggi. 4. Gear shift lever atau Tuas pemindah presnelling dan Shift fork atau Garpu pemindah adalah komponen yang berfungsi untuk

mengoperasikan transmisi oleh pengemudi. 5. Output shaft atau Poros output adalah untuk menyalurkan moment atau tenaga yang sudah diolah melalui proses reduksi ke komponen sistem pemindah tenaga selanjutnya.

38

4.2.

Saran

Dalam pelaksaannya praktik hendaknya mendapat pengawasan dan bimbingan dari Dosen Pengajar ataupun Asisten Dosen agar Mahasiswa dapat memahami dengan baik tentang job yang telah diberikan dan tidak ada kesalahan ataupun ketidak mengertian bagi Mahasiswa.

39

DAFTAR PUSTAKA

Harrington, H. James, ISO 9000, McGraw-Hill, New York, 1987 http: www.Google.com / diklat Transmisi.

40