Anda di halaman 1dari 2

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekonomi Makro di Indonesia

Oleh: Yogesvara Pradipta dan Dian Ratnasari

Pengertian
Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan.
Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah
tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk
menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti
pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan
neraca yang berkesinambungan.

Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat


(keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan
kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi,
maupun neraca pembayaran internasional. Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari
variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.

Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut :

• Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan


ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut
full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum
dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau
terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
• Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang
moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti
terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi.
• Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut
disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi
dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila
yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.

Kegiatan ekonomi di masing-masing negara dihitung melalui perhitungan Produk


Domestik Bruto (PDB) (Gross Domestic Product), Produk Nasional Bruto (PNB) (Gross
National Product), maupun Pendapatan Nasional (PN) (National Income). Perhitungan
PDB/PNB/PNN/PN dapat mempergunakan harga yang berlaku maupun harga konstan.
Perhitungan dengan harga konstan menggunakan harga pada tahun tertentu yang
tergolong tahun yang stabil. Di Indonesia digunakan harga tahun 1983 dan tahun 1993.
Perhitungan dengan harga konstan berarti sudah terbebas dari pengaruh inflasi/deflasi.

Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Ekonomi Makro di Indonesia


♣ Krisis Subprime mortgage dan Pelemahan US Dollar.
Krisis keuangan dunia yang sedang dihadapi saat ini salah satu penyebabnya
bermula dari adanya krisis akibat default dari subprime mortgages di Amerika
Serikat yang telah merugikan berbagai lembaga keuangan dunia. Akibat krisis itu
Bank Sentral (Fed) Amerika terpaksa menurunkan suku bunga sampai 3% dan
menyuntikan dana segar dalam jumlah besar untuk memulihkan kepercayaan
investor setelah pasar modal di Amerika Serikat anjlok.
♣ Kenaikan Harga Minyak
Kemelut ekonomi dunia saat ini selain dipicu oleh krisis keuangan di Amreika
Serikat juga dipicu oleh kenaikan harga minyak yang mendorong kenaikan harga
berbagai komoditi baik yang berhubungan langsung dengan minyak bumi maupun
komoditi yang tidak berhubungan langsung tetapi terkena dampak kenaikan harga
minyak. Walaupun harga BBM bersubsidi belum naik, namun kenaikan harga
minyak dunia sudah dirasakan dampaknya. Harga BBM untuk industri yang
mengikuti harga pasar terus naik, sehingga mendorong naiknya biaya produksi.
Akibatnya harga berbagai barang sudah mulai merangkak naik.
♣ Kenaikan Harga Komoditi Primer
Dampak kenaikan harga berbagai komoditi primer di dunia saat ini memiliki dua
sisi yang berbeda. Sebagai produsen berbagai komoditi primer baik barang
tambang seperti Nikel, batubara, emas, timah, minyak dan gas, maupun komoditi
agribisnis seperti Kelapa sawit, karet, dll, kenaikan harga komoditi menyebabkan
nilai ekspor Indonesia meningkat. Namun kenaikan harga komoditi juga
berdampak kepada kenaikan harga barang-barang dipasar dalam negeri, seperti
naiknya harga minyak goreng, kacang kedelai, batubara, dll yang menyebabkan
meningkatnya biaya yang harus ditanggung masyarakat. Akibatnya daya beli
masyarakat menurun karena meningkatnya inflasi.
♣ Kenaikan harga bahan Makanan
Seakan reaksi berantai, kenaikan harga minyak mendorong naiknya biaya
produksi dan produk substitusinya. Akibatnya harga bahan makanan juga naik.
Hal ini didorong oleh kekhawatiran didunia bahan persediaan bahan makanan
pokok seperti beras tidak mencukupi kebutuhan sehingga harganya naik.
♣ Proyeksi menurut Bank Dunia
Dengan melambatnya ekonomi dunia, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia
juga akan terkena dampaknya. Hal ini disebabkan Indonesia masih bergantung
kepada ekspor kenegara maju seperti Amerika Serikat yang sedang menuju resesi
sehingga permintaan terhadap produk impor menurun.
♣ Proyeksi Menurut Pemerintah dan BI
Didorong oleh meningkatnya belanja pegawai, pertumbuhan investasi dan kredit
investasi, kredit modal kerja dan belanja modal kerja oleh pemerintah.