Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Jerami padi merupakan bagian dari batang tumbuhan tanpa akar yang tertinggal setelah di panen butir buahnya. Tahun 2009 produksi padi sebanyak 64.398.890 ton, produksi jerami padi yang dihasilkan sekitar 0 ! dari produksi gabah kering panen. "al ini menunjukkan melimpahnya produksi jerami padi. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang sangat potensial sebagai pakan alternati# yang dapat diman#aatkan oleh ternak manusia $%aputra, 20&&' (ebutuhan pulp dan kertas di )ndonesia dan pada masa mendatang akan semakin meningkat begitu juga di dunia. "al ini tidak lepas dari usaha*usaha untuk meningkatkan kapasitas dengan menghasilkan produk pulp dan kertas dalam meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan dapat mengekspor ke berbagai negara yang memerlukan. +ntuk itu diperlukan lebih banyak bahan baku serat. %ebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mengatasi penyediaan pulp dan kertas dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap kayu sebagai bahan baku pulp dan kertas, maka telah dilakukan upaya pen,arian bahan baku alternati# untuk pembuatan pulp dan kertas $-alton, 20&0'. (omposisi utama pulp yang belum diputihkan terdiri dari selulosa $80*90!', hemiselulosa $&0*& !' dan sejumlah ke,il lignin residual $2, *4!' $.aspar, dkk., 2003'. /roses soda juga alkali termasuk soda kaustik sebagai larutan pemasak dan digunakan terutama untuk mereduksi kayu keras $hardwood'. +mum digunakan untuk kayu aspen, kapuk, basswood, beech, birch, maple, tupelo (gum), dan oak . Yield yang dihasilkan dari sekitar 40 sampai 48 persen, tergantung pada jenis kayu yang digunakan dan tingkat pemasakannya. Soda pulp kadang*kadang digunakan tunggal dalam pembuatan kertas besar, seperti blotting, dimana kebutuhan kekuatan kertas tidak tinggi. 0uku, litogra#, dan amplop kertas sering dibuat dari ,ampuran sulfite pulp dan soda pulp $1is,onsin, &9 3'.

2leh karena itu, perlu dilakukan di laboraturium proses pembuatan pulp dari berbagai jenis bahan baku berserat untuk dapat mengetahui si#at*si#at dari pulp yang dihasilkan. .una men,ari bahan baku alternati# dalam pembuatan pulp. -alam per,obaan ini digunakan jerami padi sebagai bahan baku pembuatan pulp. 1.2 Perumusan Masalah 3dapun masalah utama dalam per,obaan /embuatan /ulp ini meliputi 4 &. 0agaimana ,ara pembuatan pulp se,ara kimia yaitu dengan proses soda menggunakan larutan pemasak 5a2" dan 5a2623. 2. 0agaimana kualitas pulp yang dihasilkan dari jerami padi dalam pembuatan pulp. 3. 0agaimana pengaruh kadar air antara bahan baku dan pulp yang dihasilkan. 4. 0agaimana pengaruh kadar abu, kadar al#a selulosa, beta selulosa, dan gamma selulosa serta bilangan kappa terhadap pulp yang dihasilkan. 1.3 Tujuan Perc !aan 3dapun tujuan dilakukan per,obaan ini adalah4 &. 2. 3. 4. +ntuk mengetahui ,ara pembuatan pulp se,ara kimia yaitu dengan proses soda menggunakan larutan pemasak 5a2" dan 5a2623. +ntuk mengetahui kualitas pulp yang dihasilkan dari jerami padi dalam pembuatan pulp. +ntuk mengetahui pengaruh kadar air antara bahan baku dan pulp yang dihasilkan. +ntuk mengetahui pengaruh kadar abu, kadar al#a selulosa, beta selulosa, dan gamma selulosa serta bilangan kappa terhadap pulp yang dihasilkan. 1." Man#aat Perc !aan 7an#aat yang dapat diperoleh setelah melakukan per,obaan adalah4 &. /raktikan mengetahui proses pembuatan pulp dari bahan baku berupa jerami padi dengan proses kimia. 2. /raktikan dapat mengetahui si#at*si#at pulp yang dihasilkan dengan ,ara penentuan kadar air, kadar abu, dan kadar alpha selulosa, beta selulosa, gamma selulosa dan bilangan kappa dalam pulp yang dihasilkan.

3. /raktikan dapat mengetahui pengaruh kadar air bahan baku terhadap proses pembuatan pulp. 1.$ %uang L&ngku' Perc !aan /raktikum /embuatan /ulp ini dilakukan di 8aboratorium /roses )ndustri (imia, -epartemen Teknik (imia, 9akultas Teknik, +ni:ersitas %umatera +tara, dengan kondisi operasi 4 &. Temperatur digester 8ama pemasakan 4 &20 o6 4 2 jam

0ahan dan /eralatan 0ahan baku yang digunakan adalah jerami padi, per,obaan dilakukan dengan

proses soda dengan larutan pemasak &2, ! yaitu 8 ! 5a2" dan & ! 5a2623, dan untuk analisa diperlukan 5a2" &;, ! dan 5a2" 8,3!. /eralatan yang digunakan adalah digester batch, pemanas, beaker glass, furnance, ,a<an porselin, batang pengaduk, timbangan, gelas ukur, o:en, erlenmeyer, pipet tetes, desikator, nera,a digital, termometer, penjepit tabung. 2. Tahap per,obaan pendahuluan Tahap per,obaan pendahuluan pada proses pembuatan pulp ini dimulai dengan memotong ke,il*ke,il jerami padi lalu di timbang sebanyak 300 gram. (emudian dibuat larutan pemasak dengan bahan baku yaitu perbandingan 4 4 &. 3. Tahap per,obaan utama Tahap per,obaan utama pada proses pembuatan pulp ini dimulai dengan memasukkan jerami padi dengan larutan pemasak ke dalam digester batch. 6ampuran dimasak selama 2 jam dengan suhu &20 o6. %etelah 2 jam, pulp dikeluarkan lalu dibilas dengan air panas sebanyak 2 kali kemudian di bilas dengan air dingin sampai air bilasan ber<arna putih. -an kemudian pulp diperas untuk mengurangi kadar air dan dilakukan analisa terhadap pulp yang dihasilkan. 4. Tahap per,obaan analisa a. (adar air /ulp ditimbang sebanyak 2 gram, lalu diletakkan di aluminium foil. -an kemudian dikeringkan dalam o:en pada suhu &&0 o6 dan diambil dengan inter:al 3 menit sampai massanya konstan. 8alu dihitung kadar air pulp.

b. (adar abu /ulp kering ditimbang sebanyak 2 gram, lalu dimasukkan ke ,a<an porselin dan dipanaskan di dalam furnace pada suhu 600 o6 selama 3 jam. (emudian didinginkan ke desikator lalu ditimbang massanya. -an terakhir hitung kadar abu. ,. (adar al#a, beta dan gamma /ulp kering sebanyak gram dimasukkan dalam beaker glass, lalu ditambahkan ; ml 5a2" &;, !. -i,atat <aktu saat 5a2" ditambahkan, lalu aduk sampai terdispersi, tunggu 30 menit. (emudian tambahkan &00 ml aquadest lalu aduk. -ibiarkan 30 menit dalam keadaan ditutup. -isaring dengan kertas saring dan diperoleh #iltrat. +ntuk kadar al#a, 2 ml di tambahn &0 ml 0, 5 kalium dikromat. 8alu ditambahkan "2%24 pekat sebanyak 0 ml. (emudian dibiarkan & menit, tambahkan air 0 ml dan didinginkan. Tambahkan indikator #erroin, titrasi dengan 0,& 5 larutan besi ammonium sul#at. Jika larutan berubah <arna menjadi ungu, di,atat dan hitung :olume yang terpakai. (emudian lakukan titrasi blanko dengan &2, ml dari &;, ! 5a2" dan &2, ml air. "itunglah kandungan al#a selulosanya. +ntuk kadar beta dan gamma, hanya beda dipemanasan dengan suhu ;0*90 o6, kemudian disaring untuk memperoleh larutan murni dan penambahan "2%24 3 5 90 ml. d. (adar 0ilangan (appa %ebanyak 3 gram pulp kering dimasukkan ke dalam beaker glass, ditambahkan 00 ml aquadest. 8alu larutan diaduk hingga homogen. (emudian ditambahkan aquadest ;98 ml, aduk perlahan dengan magnetic stirrer. -itambahkan &0 ml (7n24 dan &00 ml "2%24 4 5. 8alu ditambahkan aquadest ml dan biarkan &0 menit. -itambahkan () 20 ml &,0 5. -ilakukan titrasi dengan 5a 2%223 0,2 5, lalu ditambahkan beberapa tetes indikator amilum 0,2 !. Jika larutan sudah berubah <arna menjadi bening, di,atat :olume 5a2%223 0,2 5 yang terpakai. 8alu lakukan prosedur untuk titrasi blanko. -an terakhir hitung bilangan (appa.