Anda di halaman 1dari 22

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.1 Dasar teori II.1.

1 Pengertian Pressure Drop Pressure drop merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan penurunan tekanan dari satu titik didalamsistem (misalnya aliran didalam pipa) ke titik yang lain yang mempunyai tekanan lebih rendah. Pressure drop juga merupakan hasil dari gaya-gaya friksi terhadap fluida yang mengalir didalam pipa, yang disebabkan oleh tahanan fluida untuk mengalir (Geankoplis C. J., 1997). Pressure drop didefinisikan sebagai perbedaan tekanan antara dua titik dari jaringan pembawa cairan. Pressure drop terjadi dengangesekan kekuatan, yang disebabkan oleh resistensi terhadap aliran, pada fluida yang mengalir melalui tabung. Penentu utama resistensi terhadap aliran fluida adalah cairan kecepatan melalui pipa dan cairan viskositas. Pressure drop meningkat sebanding dengan gesekan gaya geser dalam jaringan pipa. Sebuah jaringan pipa yang mengandung kekasaran relatif tinggi serta banyak pipa fitting dan sendi, konvergensi tabung, divergensi, ternyata, kekasaran permukaan dan sifat fisik lainnya akan mempengaruhi penurunan tekanan. ecepatan tinggi aliran dan !atau viskositas fluida tinggi menghasilkan penurunan tekanan yang lebih besar di bagian pipa atau katup atau siku. ecepatan rendah akan menghasilkan lebih rendah atau tidak ada penurunan tekanan (wikipedia, 2013). Suatu fluida dapat mengalir melalui pipa dengan cara yang berbeda"beda, ketika suatu fluida mengalir dalam pipa silinder dan velositasnya diukur pada jarak yang berbeda dari dinding pipa ke pusat pipa, ini telah ditunjukkan bahwa keduanya beraliran laminer dan turbulen. #imana fluida dalam pusat itu berpindah lebih cepat daripada fluida yang dekat dengan dinding. #alam sejumlah aplikasi teknik, hubungan antara velositas ratarata($av) dalam pipa dan velositas maksimum($ma%) itu sangat bergantung, karena dalam beberapa masalah hanya $ma% pada titik pusat pipa yang diukur. Selanjutnya hanya pengukuran satu titik hubungan antara $ma% dan $av ini dapat digunakan untuk menetapkan $av. $elositas rata-rata itu lima kali velositas maksimum pada pusat pipa dimana ini diberikan oleh kesetimbangan momentum shell untuk aliran laminer. Sedangkan untuk aliran turbulen, velositas rata-ratanya itu delapan kali velositas maksimum.
(Geankoplis C. J., 1997)

&&-'

BAB II TINJAUAN U!TA"A Pressure drop merupakan hasil dari gaya-gaya terhadap fluida yang mengalir didalam pipa, yang disebabkan oleh tahanan fluida yang mengalir.

Gambar II.1.1 Penurunan tekanan yang terjadi pada pipa (ambar diatas berdasrkan prinsip bernouli ) * + dalam , * + kinetik , * + Potensial ,*+ tekan - . Persamaan pressure drop atau pressure loss karena friksi menurut hagen poiseuille untuk aliran laminar didalam pipa hori/ontal adalah sebagai berikut ) 0ekanan pada pipa ' 0ekanan pada pipa 1

#imana ) - perbedaan tekanan dari titik ' ke titik 1 (2!m1) - densitas fluida (gr!ml) - gravitasi (m!s1) - ketinggian fluida h' dan h1 (m) etika suatu fluida mengalir dalam pipa silinder dan velositasnya diukur pada jarak yang berbeda dari dinding pipa ke pusat pipa, ini telah ditunjukkan bahwa keduanya beraliran laminer dan turbulen. #imana fluida dalam pusat itu berpindah lebih cepat daripada fluida yang dekat dengan dinding (Geankoplis C. J., 1997). 3ika fluida mengalir dalam pipa, belokan-belokan (elbow), katup-katup (valves) dan tee, maka akan terjadi hambatan. 4ambatan tersebut akan mengurangi tekanan, terutama &&-1 Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A disebabkan gesekan antara aliran dan dinding dalam yang dilewati fluida tersebut dan akibat terjadinya turbulensi dari fluida tersebut. Sebab-sebab terjadinya pressure drop (penurunan tekanan dalam pipa) antara lain adalah ) '. #iameter pipa yang dilewati fluida sangat kecil. 1. Suhu fluida sangat tinggi. 5. Panjang pipa yang terlalu besar. 6. $elositas massa fluida yang terlalu besar.
((eankoplis 7. 3., '889)

II.1.2 Faktor Faktor !ang "empengaru#i Pressure Drop :dapun hal-hal yang mempengaruhi pressure drop (P) antara lain adalah ) #iameter pipa (#) Semakin besar diameter pipa, maka semakin kecil penurunan tekanannya (pressure dropnya) ;erat molekul fluida yang mengalir (<) Semakin besar berat molekul fluida yang mengalir, maka semakin kecil presure dropnya =aktor friksi (f) Semakin besar faktor friksinya, maka semakin besar pula pressure dropnya(P). Panjang pipa((>) Semakin besar panjang suatu pipa, maka semakin besar pula pressure dropnya. Suhu aliran (0) Semakin besar suhu suatu aliran, maka semakin besar pula pressure dropnya $elositas massa aliran (() Semakin besar velositas massa aliran suatu aliran fluida, maka semakin besar pula pressure dropnya.. 4al ini sesuai dengan rumus ) (p'1-p11) - 6 f
(Geankoplis C. J., 1997)
&G 1 %T #$

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

&&-5

BAB II TINJAUAN U!TA"A

II.1.3

Pengertian Friksi (aya gesek (=riksi) adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah

kecenderungan benda akan bergerak. (aya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan. ;enda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat pula berbentuk cair, ataupun gas. (aya gesek antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes. (wikipedia, 2013) II.1.3.1 Friksi Pada Pipa lurus Friksi Pa$a Pipa %urus $an #ea$ %oss :kibat adanya gesekan antar fluida dan dinding fluida dalam aliran fluida, maka akan terjadi kehilangan energy (4ead loss). 4ead loss pada pipa hori/ontal dapat dihitung dengan persamaan friksi fanning berikut )

#imana ) - faktor friksi fanning - panjang pipa (m) - kecepatan aliran (m!s1) - diameter pipa (m) (Geankoplis, 1997)

Gambar II.1.2 (ambar =riksi Pada Pipa >urus


Frictional Losses in mechanical energy balance equation

&&-6

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A


Friction loss dari gesekan pada pipa lurus (fanning friction ! e"pansion loss! contraction loss dan kerugian dalam pemasangan sambungan dan katup semuan#a dimasukkan pada persamaan F berikut $

%ika semua kecepatan &'!&( dan &( semuan#a sama! dari persamaan diatas men)adi bentuk #ang lebi* seder*ana #aitu $

Dimana $ + )umla* friksi + perbedaan pan)ang pipa


(Geankoplis C. J., 1997)

II.1.3.2 Friction loss pada Ekspansi, kontraksi, dan pipa sambungan ,esekan pada dinding pipa #ang mengalir melalui pipa lurus di*itung dengan menggunakan factor friksi- .amun )ika kecepatan fluida mengalami peruba*an ara* dan besar! maka akan ter)adi penamba*an friction loss- /al ini ter)adi karena tamba*an dari turbulensi karena &ortisitas dan faktor lainn#a- 0etode untuk memperkirakan friction loss pada sambungan akan diba*as diba1a* ini$
1. udden Enlargement losses %ika penampang pipa membesar secara berta*ap! maka kerugian sangat sedikit atau mungkin tidak ter)adi- %ika peruba*an itu ter)adi secara tiba-tiba! akan menimbulkan kerugian tamba*n karena pusaran dibentuk ole* )et e"pansi di bagian #ang diperbasar-

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

&&-?

BAB II TINJAUAN U!TA"A

!ambar II.1.3 ,ambar Friksi Sudden 2nlargement Losses Friction loss dapat di*itung dengan cara berikut untuk aliran turbulen $

Keterangan $ + friction loss dalam (%3kg + koefisien e"pansion loss + ('-4'34( + kecepatan do1nstream (m3s + ' untuk aliran turbulen! 5 untuk aliran laminer (Geankoplis, 1997)
2. udden "ontaction Losses
(

+ kecepatan masuk pada area #ang lebi* kecil (m3s

Ketika penampang dari pipa mengecil secara tiba-tiba! aliran tidak dapat mengikuti sekitar sudut #ang ta)am! dan friction loss bertamba* karena ter)adi pusaran-(Geankoplis, 1997)

!ambar II.1.# ,ambar Friksi Sudden 6ontraction Losses Persamaan untuk aliran turbulen $ &&-@ Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A

Keterangan $ + friction loss + ' untuk aliran turbulen! 5 untul aliran laminer + kecepatan rata-rata pada daera* #ang lebi* kecil atau do1nstream + koefisien kontraksi-loss (P' + 7-88('-4 (34' ( untuk englis* unit bagian kanan dibagi dengan faktor gc(Geankoplis C. J., 1997) II.1.3.3 Losses in Fitting and $al$es Sambungan pipa dan katup )uga mengganggu )alur aliran dalam pipa #ang men#ebabkan friction loss bertamba*- Dalam sebua* pipa pendek dengan ban#ak sambungan! friction loss akan lebi* besar daripada pipa lurusFriction loss untuk sambungan dan katup diberikan sebagai berikut $

Dimana$ adala* friction loss coefficient dari sambungan dan &al&e! & ' adala* kecepatan rata-rata pada kepala pipa untuk sambungan (Geankoplis C. J., 1997).

0ype of fitting or valve

=rictional >oss, f

=rictional >oss, +Auivalent >ength of Straight Pipe in Pipe #iameters, >!# '9 5? ?. 9? 1 1 8 11? &&-9

+lbow , 6?. .,5? . +lbow , 8. .,9? 0ee ' Beturn ;end ',? 7oupling .,.6 Cnion .,.6 (ate $alve .,'9 Dide Epen 6,? 4alf Epen (lobe $alve Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A Dide Epen 4alf Epen :ngle valve, wide open 7heck $alve ;all Swing Dater <eter, disk
(Geankoplis C. J., 1997)

@ 8,? 1 9. 1 9 Tabe% II.1.1 =riction loss fitting

5.. 69? '.. 5?.. '.. 5?.

II.1.& "a'am "a'am (umus Faktor Friksi Selama tahun-tahun terakhir sejak diagram moody, persamaan yang paling banyak digunakan untuk perhitungan faktor friksi adalah sebagai berikut) 1. "olebrook%&hite '1(3()
Persamaan ini berlaku untuk .re9 :777-

Dimana $ D

+ Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold


2. *ood '1(++)

Persamaan ini berlaku untuk .;e9'7777 dan '7-8<

<7-7:

Dimana $

). S*amee an$ Jain +1,-./ Swamee dan jain mengusulkan persamaan yang mencakup rentang 2re dari ?... sampai '.9 dan hasil dari diantara ......6 dan ...?.

&&-F

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A

Dimana $ D

+ Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold &. 0#ur'#i%% +1,--/ 7hurchill menyatakan bahwa persamaannya mencakup untuk semua nilai 2re dan )

#imana )

#imana) # - diameter pipa (ft) G - kekasaran pipa (ft) 2re - bilangan reynold

,. "hen '1(-() 6*en )uga men#atakan persamaan untuk factor friksi mencakup semua range dari ; dan k3D

Dimana $ D

+ Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS &&-8

BAB II TINJAUAN U!TA"A 2re - ;ilangan Beynold


+. .on /arman '1(-() Dimana $ D

+ Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold


($'Ca(e, 1993) -. 0lasius '1(11)

Persamaan diatas berdasarkan 3777 <.re <'7777 Dimana $ D + Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold


1. 2igrang dan

yl$ester '1(12)

Cntuk :liran turbulen yaitu bilangan Beynold lebih dari 6... sampai '.F dan lebih dari .,....6-.,?

Dimana $ D + Diameter pipa (m

- ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold


(.

3aaland '1(13) Persamaan ini berlaku untuk nilai .re = (377 dan >:777

f+
Dimana $ D + Diameter pipa (m

&&-'.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A - ekerasan pipa (m) 2re - ;ilangan Beynold )

14. 5anadilli '1((-) 0en#atakan persamaan ini berlaku untuk .re berkisar antara 8(38 sampai '7? dan untuk nilai setiap 3D-

II.1.1 Per#itungan Friksi pa$a A%iran 2aminer3 Transisi $an 6urbulen a. :liran >aminer Cntuk fluida yang beraliran laminer dalam pipa tegangan pada fluida 2ewton dapat ditulis dalam persamaan faktor friksi =anning sebagai berikut )

($'Ca(e, 1993)

b. :liran 0ransisi Cntuk bilangan reynold diatas 1'.. dan dibawah 6..., maka faktor friksi dihitung dengan menggunakan persamaan )

c. :liran 0urbulen Pada aliran turbulen seperti aliran laminer, faktor friksi juga tergantung pada bilangan reynold. ;agaimanapun, tidak mungkin untuk diprediksi secara teori faktor friksi =anning untuk aliran turbulen seperti yang dilakukan pada aliran laminer. =aktor friksi harus ditemukan dengan melakukan percobaan dan itu tidak hanya tergantung pada bilangan Beynold tetapi juga pada kekasaran permukaan pipa. Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS &&-''

BAB II TINJAUAN U!TA"A Cntuk aliran turbulen yaitu bilangan Beynold diatas 6... sampai '.? dapat dihitung menurut persamaan ;lasius )

d. Penurunan tekanan dan faktor friksi dalam aliran gas Persamaan dan metode dibahas untuk aliran turbuent dalam pipa untuk aliran incompressible. Pipa tersebut juga bisa untuk udara jika density (atau tekanan) berubah kurang dari '.H. emudian density rata " rata, av in kg!m5, digunakan dan kesalahan

yang terjadi akan kurang dari batas ketidaktentuan dalam faktor friksi f. Cntuk gas, persamaan untuk aliran laminer dan turbulent ) (P' " P1)f 6 *&G 1 # 1 A)

dimana :$ - (P' , P1) ! 1. 3uga, 2re menggunakan #(!, dimana ( adalah kg!m1 dan konstan berdiri sendiri dari density dan velocity untuk gas. P'1 " P11 6 *&G 1 %T #$

(S&)

P'1 " P11 -

6 * &G 1 %T +'.#$

(+nglish)

#imana ) B - F5'6,5 3!kg mol < - berat molekular.

atau '?6?,5 ft. lbf!lb molB

:sal dari persamaan diatas digunakan hanya untuk soal gas dimana tekanan relatif berubah cukup kecil sehingga perubahan besar dalam velocity tidak dapat diabaikan, karena penting. Cntuk perubahan tekanan diatas sekitar '.H, aliran bertekanan terjadi. #alam aliran adiabatic di pipa seragam, velocity di dalam pipa tidak dapat melebihi velocity suara (Geankoplis C. J., 1997) II.1.. Diagram "oo$! #iagram moody merupakan representasi klasik dari perilaku fluida 2ewtonian. #i industry digunakan untuk memprediksi losses dari aliran aliran fluida. #iagram moody dibagi menjadi dua aturan aliran yaitu laminar dan turbulen. Cntuk aturan aliran laminar faktor gesek darcy weisbach ditentukan oleh poiseuille analitis. Cntuk &&-'1 Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A aturan aliran turbulen hubungan antara faktor gesekan dan bilangan reynold lebih kompleks dan diatur oleh persamaan 7olebrook. Pada tahun '866 >= <oody mengeplot data dari persamaan cloebrook dan diagram ini sekarang dikenal dengan moody chart atau diagram faktor friksi, yang membantu pengguna untuk mengeplot bilangan reynold dan kekasaran relative dinding pipa dan untuk menetapkan nilai akurat dari faktor friksi untuk kondisi turbulen. #iagram moody juga mendukung penggunaan faktor friksi darcyweisbach dan membantu pengembangan kalkulator head loss untuk aliran fluida didalam pipa dan saluran terbuka. Sedangkan untuk faktor friksi fanning 6 kali faktor friksi darcy weisbach.

Gambar II.& #iagram moody #arcy friction


(,en-.nas/0ion, 2012)

II.1.- 4ubungan Kekasaran Pipa $engan Friksi

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

&&-'5

BAB II TINJAUAN U!TA"A =riksi adalah besaran yang berlawanan arah dengan kelajuan. =riksi mengakibatkan kelajuan sebuah objek berkurang. ;esarnya hambatan aliran karena gesekan sangat tergantung dari kekasaran dinding pipa. #ari hasil berbagai percobaan diketahui bahwa makin kasar dinding pipa makin besar terjadinya penurunan !kehilangan tekanan aliran. 3enis gesekan ini dikenal dengan dengan gesekan aliran dan besarnya tahanan itu sendiri di ukur dengan koefisien gesekan,f.

<aterial Biveted steel 7oncrete #uctile iron Dood stave (alvani/ed iron 7ast iron " asphalt dipped 7ast iron uncoated 7arbon steel or wrought iron Stainless steel =iberglass #rawn tubing " glass, brass, plastic 7opper :luminium P$7 Bed brass

:bsolute roughness (in % '.-5) 5@-5@. '1-'1. '.1 5,@ @ 6,F '. ',F ',F .,1 .,.@ .,.@ .,.@ .,.@ .,.@

:bsolute roughness (micron or m % '.-@) 8'?-8'?. 5.?-5.?. 1?8' 9,1 '?1 '11 1?6 6? 6? ? ',? ',? ',? ',? ',?

&&-'6

Tabe% II.1.2 0abel kekasaran pipa (G) Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A

II.1., Deskripsi A%at $i$a%am 2aboratorium

Gambar II.1 A%at Pressure Drop $i %aboratorium

'. <anometer (<'-<'1) <anometer adalah suatu alat pengukur tekanan yang menggunakan kolom cairan untuk mengukur perbedaan tekanan antara suatu titik tertentu dengan tekanan atmosfer (tekanan terukur), atau perbedaan tekanan antara dua titik. <anometer adalah alat yang dugunakan secara luas pada audit energi untuk mengukur perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. 3enis manometer tertua adalah manometer kolom cairan. $ersi manometer sederhana kolom cairan adalah bentuk pipa C yang diisi cairan setengahnya(biasanya berisi minyak, air atau raksa) dimana pengukuran dilakukan pada satu sisi pipa, sementara tekanan (yang mungkin terjadi karena atmosfir) diterapkan pada tabung yang lainnya. Perbedaan ketinggian memperlihatkan tekanan yang diterapkan.
(s'-i(d, 2013)

2. 1i00in+ 0ee (0'-01.) 0ee adalah pemasangan pipa yang paling umum. &ni tersedia dengan semua soket galur halus, semua soket las pelarut, atau dengan menentang soket las pelarut Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS &&-'?

BAB II TINJAUAN U!TA"A dan outlet sisi dengan galur halus. 4al ini digunakan baik untuk menggabungkan atau membagi aliran fluida. &ni adalah jenis pemasangan pipa yang berbentuk 0 memiliki dua outlet, pada 8. I untuk sambungan ke jalur utama. &ni adalah sepotong pendek pipa dengan outlet lateral. 0ee : digunakan untuk menghubungkan pipa diameter yang berbeda atau untuk mengubah arah berjalan pipa. <ereka terbuat dari berbagai bahan dan tersedia dalam berbagai ukuran. <ereka banyak digunakan dalam jaringan pipa untuk mengangkut dua-fase campuran cairan (wikipedia, 2013)

Gambar II.1.- =itting 0ee Paling umum adalah tee dengan inlet yang sama dan ukuran outlet. ;eberapa tee industri adalah 0ee >urus, 0ee reducer , 0ee 7abang ganda, 0ee 7abang ganda reducer, 0ee 7onical, 0ee 7abang ganda 7onical, 0ee ;ullhead, 0ee 7onical reducer, 0ee 7abang ganda 7onical reducer, 0ee 0angensial, dan 0ee 7abang ganda 0angensial . 0ee atas dikategorikan berdasarkan bentuk dan struktur. <ereka juga dapat diklasifikasikan atas dasar aplikasi perlakuan. G%obe 5a%6e +G51 G517/ (lobe valve ini pada umumnya sama dengan gate valve namun valve ini harga pressure drop-nya tinggi dan direkomendasikan untuk pengaturan aliran fluida. ($'Ca(e, 1993).

&&-'@

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A

Gambar II.1.7 (lobe $alve Union+U1 U11/ Sebuah union mirip dengan kopling, kecuali itu dirancang untuk memungkinkan pemutusan cepat dan nyaman dari pipa untuk pemeliharaan atau penggantian perlengkapan. Sementara kopling akan memerlukan baik pengelasan pelarut, solder atau mampu memutar dengan semua pipa yang berdekatan dengan kopling berulir, union menyediakan transisi yang sederhana, yang memungkinkan koneksi mudah atau pemutusan setiap saat. Sebuah pipa union standar dibuat dalam tiga bagian yang terdiri dari mur, pipa halus, pipa kasar (wikipedia, 2013)

Gambar II.1., Cnion 0oup%ing opling yang menghubungkan dua pipa satu sama lain. 3ika ukuran pipa tidak sama, pas dapat disebut kopling mengurangi atau peredam, atau adaptor. #engan konvensi, istilah Je%panderJ umumnya tidak digunakan untuk coupler yang meningkatkan ukuran pipa, sebaliknya JperedamJ digunakan.
(wikipedia, 2013)

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

&&-'9

BAB II TINJAUAN U!TA"A Gambar II.1.18 7oupling 9%bo* +91 912/ :liran suatu fluida saat di elbow menjadi lebih turbulen, karena hal itu akan cepat terjadi korosi dan erosi (wikipedia, 2013).

Gambar II.1.11 +lbow 8.. 5. Pipa P$7 Polivinil klorida (&CP:7) Poli(kloroetanadiol)), biasa disingkat P$7, adalah polimer termoplastik urutan ketiga dalam hal jumlah pemakaian di dunia, setelah polietilena dan polipropilena. #i seluruh dunia, lebih dari ?.H P$7 yang diproduksi dipakai dalam konstruksi. Sebagai bahan bangunan, P$7 relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai. P$7 bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel dengan menambahkan plas0i'i2e-, umumnya ftalat. P$7 yang fleksibel umumnya dipakai sebagai bahan pakaian, perpipaan, atap, dan insulasi kabel listrik. Secara kasar, setengah produksi resin P$7 dunia dijadikan pipa untuk berbagai keperluan perkotaan dan industri. Sifatnya yang ringan, kekuatan tinggi, dan reaktivitas rendah, menjadikannya cocok untuk berbagai keperluan. Pipa P$7 juga bisa dicampur dengan berbagai larutan semen atau disatukan dengan pipa 4#P+ oleh panas,menciptakan sambungan permanen yang tahan kebocoran
(wikipedia, 2013).

6. Pompa Pompa yang digunakan dalam laboratorium adalah pompa sentrifugal. Salah satu jenis pompa pemindah non positip adalah pompa sentrifugal yang prinsip kerjanya mengubah energi kinetis (kecepatan) cairan menjadi energi potensial &&-'F Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A (dinamis) melalui suatu impeller yang berputar dalam casing. Pompa

Sentrifugal digunakan untuk memberikan atau menambah kecepatan pada cairan dan merubahnya menjadi tinggi tekan (head).

Gambar II.1.12 Pompa Sentrifugal 0entri:uga% pump (aya centrifugal yang dihasilkan oleh alat ini akan melempar cairan yang ada ke dinding pompa (casing), sehingga /at cair memiliki tenaga kinetik. 0enaga ini diubah menjadi tenaga tekan sewaktu /at cair meninggalkan impeller. Pompa centrifugal banyak digunakan di dalam industri karena ) Perencanaan mudah. 4arganya relatif murah. Pemakaian fle%ible. Pemeliharaan mudah.

apasitas pompa ini bisa dengan kapasitas kecil (' ! jam) dengan head kecil sampai mencapai 9...... (pm dengan head 5'8 ft. Prinsip kerja centrifugal pump ) - 7entrifugal pump terdiri dari impeller (sudu) berputar pada suatu KasL (poros). - =luida masuk pompa pada pusat impeller dan dilemparkeluar dengan gaya sentrifugal. (aya sentrifugal yang dihasilkan akan melempar cairan yang ada ke dinding pompa (casing), sehingga /at cair memiliki tenaga kinetik. 0enaga ini dirubah menjadi tenaga tekan sewaktu /at cair meninggalkan impeller. ;erdasarkan design bentuk impeller maka pompa sentrifugal mempunyai beberapa type, yaitu) '. Badial type 7.P Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS &&-'8

BAB II TINJAUAN U!TA"A 1. 0urbine pump (mi%ed flow 7.P) 5. Propeller pump.

Proses ka6itasi ;ila pompa sentrifugal beroperasi pada kapasitas yang besar maka tekanan /at cair pada ujung sudu akan menurun. :pabila tekanan tersebut lebih rendah dari tekanan uap /at /at cairnya (head) akan menyebabkan /at cairnya menguap dan membentuk butir " butir air (bubles). Sewaktu butir " butir ini memasuki sudu, tekanannya akan naik, sampai butiran tersebut pecah dan membuat suara bising proses tersebut disebut dengan ka3i0asi. Proses ini dapat merusak pe-*o-4an'e atau unjuk kerja dari pompa yang akan menyebabkan pompa akan menjadi rusak. Prose ini dapat dihindarkan dengan cara menurunkan kapasitas pemompaan dan memperbaiki kondisi suction pompanya.

II.2 Ap%ikasi In$ustri STUDI 9KSP9(I"9NTA2 ;(IFI09 F2;< "9T9( D9NGAN 5A(IASI T9BA2 DAN P;SISI 9NGUKU(AN B9DA T9KANAN A2I(AN "92INTAS ;(IFI09 P2AT9 Dayan 2ata Septiadi 3urusan 0eknik <esin Cniversitas Cdayana ampus ;ukit ;ali Erifice plate flow merupakan flowmeter merupakan salah satu flowmeter berbasis bada tekanan (pressure differential) yang sangat banyak digunakan karena design dan cara pengukurannya yang sederhana. #alam hal ini ada beberapa masalah yang akan diujiM yaitu pengaruh tebal plat orifice terhadap distribusi tekanan sepanjang aliran, variasi nilai &&-1. Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

BAB II TINJAUAN U!TA"A discharge cofficient, dan non recoverable pressure drop yang terjadi dan mengetahu pengaruh posisi pengukuran beda tekanan terhadap distribusi tekanan sepanjang aliran, variasi nilai discharge cofficient dan non recoverable pressure drp yang terjadi. Pengujian Erifice Plate telah dilakukan dengan menggunakan plat orifis dibuat dengan memberikan sedikit bevel pada bagian sisi masuknya dengan rasio diameter (N)-.,?).,@).,9 dengan tebal orifis '. mm dan 1. mm. Pengujian dilakukan dengan rentang kapasitas aliran yang memiliki bilangan reynold O8555,55 sampai O 1F..... Pengujian dilakukan dengan air melintas plat orifis. apasitas aktual dari orifice flow meter dapat dihitung dengan menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan bernauli yang dimodifikasi. 4asil penelitian menunjukkan prosentase irrecoveable pressure drop semakin menurun jika kapasitas aliran air semakin besar. Pada tebal ' mm diameter .,9 mm irrecoverable pressure drop terhadap ma%imum pressure drop mencapai nilai yang cukup rendah yaitu kurang dari 6.H pada bilangan renold '5..... 7d untuk 2ilai ini merupakan tren dari nilai no//le. Posisi pengukuran yang mendekati teoritisadalah yang menggunakan posisi #-o. dengan rentang kapasitas aliran yang memiliki bilangan reynold O8555,55 sampai O 1F..... Pengujian dilakukan dengan air melintas plat orifis. apasitas aktual dari orifice flow meter dapat dihitung dengan menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan bernauli yang dimodifikasi. 4asil penelitian menunjukkan prosentase irrecoveable pressure drop semakin menurun jika kapasitas aliran air semakin besar.

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

&&-1'

BAB II TINJAUAN U!TA"A

&&-11

Laboratorium Operasi Teknik Kimia I Program Studi D3 Teknik Kimia FTI - ITS

Anda mungkin juga menyukai