Anda di halaman 1dari 76

HAKEKAT PERMESINAN BANTU

PEMENUHAN KEBUTUHAN MESIN INDUK DAN KETEL INDUK


DAN KOMPONEN-KOMPONENNYA
Terciptanya siklus berkesinambungan (continuous recycling) air dan uap
dalam satu sistem pengangkut Energi dari satu bagian kebagian lain untuk
kapal uap (Steam Ship = SS)
DALAM STEAM PLANT :
ENERGI PANAS AIR DAN UAP MASUK TURBIN UAP (STEAM TURBINE) DIBAH
MENJADI TENAGA BERGUNA KELUAR MENJADI UAP BEKAS MASUK KONDENSOR
PENGEMBUNAN (KONDENSAT) BAK AIR PANAS (HOTWELL) POMPA EKSTRAKSI
(POMPA SIRKULASI) DEAERATORPOMPA PENGISIAN (FEED WATER) PEMANAS
PENGISIAN (FEED HEATER DAN ECONOMIZER) KETEL.
SISTEM INI DISEBUT SIRKULASI AIR PENGISIAN KETEL (FEED WATER BOILER SYSTEM)
1) KONDENSOR INDUK (MAIN CONDENSER)
Pesawat pemindah panas (heat exchanger) merubah uap bekas menjadi air condensat.
2) POMPA-POMPA
a. Pompa Extraksi (Extraction pump)
Mempertahankan kondisi fakun di kondensor dan menyalurkan condensat ke dearator.
b. Pompa Pengisian (feed pump)
Untuk meningkatkan tekanan air pengisian sehingga dapat bergerak masuk sistem pengisisn dan
/masuk ketel

3) DEAERATOR
Pesawat pembuang udara dari condensat
4) FEED HEATER
Pemanas untuk menaikan suhu air pengisian sebelum masuk ketel, untuk meningkatkan effisiensi daya
nstalasi

1. Pesawat bantu untuk kebutuhan mesin induk dan ketel induk
2. Penyelenggaraan kapal yang berhubungan dengan keselamatan
dan stabilitas kapal
a. Penataan sistem balas
b. penataan sistem lensa
3. Penyelenggaraan kebutuhan domestik
a. sistem air minum
b. sistem sanitasi
c. sistem pembuangan kotoran
d. sistem pendinginan makanan
4. Penyelenggaraan sistem olah gerak dan gerakan utama
(perpindahan tenaga mesin menjadi tenaga dorong)
a. Sistem penataan poros (shafting)
b. Baling-baling (propellers)
c. Sistem mesin kemudi (steering gear)
d. Stabilizers
5. Penyelenggaraan tenaga listrik dan penerangan :
a. Sistem generator
b. Sistem Accumulator
6. Peralatan di atas deck :
a. Sistem tambat labuh
b. bongkar muat barang
c. menaikan dan menurunkan sekoci
d. menaikan dan menurunkan tangga
(mooring, windlass, capstan, winches dan pompa
muatan)
7. Penyelenggaraan sistem keselamatan
Untuk pencegahan dan penanggulangan kebakaran,
tenggelam sesuai Solas dan ISM Code maka kapal
harus dilengkapi dengan:
a. System pencegahan dan penanggulangan
kebakaran
b. System meninggalkan kapal dengan sekoci mesin
dan peralatan luncur
c. System tubrukan dan tenggelam yaitu dilengkapi
dengan pintu- pintu kedap air.

JENIS PESAWAT BANTU
1. POMPA POMPA
Funsi pompa sebagai alat angkut cair
maupun Gas dari satu tempat ke tempat yang
lain berdasarkan perbedaan tekanan, nama
pompa disesuaikan dengan apa yang dipompa
dan dimana pompa itu berada.
Contoh :
Pompa Minyak Lumas (Main Lubricating Oil
pump) untuk memindahkan / mensirkulasikan
dari sumptank ke mesin induk
Pompa Lensa (bilge pomp) untuk
mengeringkan lensa atau bilge dari cairan /
bocoran-bocoran keluar dari kapal.

POMPA
PESAWAT BANTU
Menurut kerjanya pompa digolongkan
dalam 2 macam :
1.Gerak bolak-balik (Torak & Plunger)
2.Gerak berputar (Sentrifugal & Hele saw)
Pompa torak
Pompa Plunger kerja tunggal pada umumnya dipakai untuk
memompa air, terdiri dari :
1. Plunger
2. Batang penggerak
3. Silinder pompa
4. Packing bush
5. Katup
6. Katup
8. Pipa saluran masuk
9. Ketel angin
10. Pipa saluran keluar
Cara kerjanya :
1. Plunger bergerak keatas
2. Ruang dibawah plunger membesar
3. Tekanan menurun (vacum)
4. Air masuk melalui pipa (8) dan katup hisap (5)
5. Plunger turun air ditekan melalui katup (6), selanjutnya keluar melalui pipa (10)
Perbandingan Kerja Ganda & Tunggal , untuk
penghasilan yang sama adalah :
1. Ganda mempunyai ukuran yg lebih kecil
2. Ganda memiliki aliran fluida yang teratur

Cara kerja pompa Torak kerja ganda :
Torak Naik.
1. Torak bergerak naik, maka volume ruang dibawah torak membesar, sedangkan
diatas torak mengecil.
1. Air terhisap melalui saluran hisap (3) dan katup (6).
2. Air yang berada diatas torak ditekan melalui katup (5) selanjutnya melalui
saluran tekan (8)
Torak Turun.
1. Torak turun, ruang diatas volume membesar, dibawah mengecil
2. Air dihaisap dari saluran (3) dan katup (4)
3. Air dibawah torak ditekan melalui katup (7) lanjut saluran (8(.

Pompa Weir
Pompa ini biasanya digunakan sebagai pompa pengisian
air ketel, dan terdiri dari :
1. A. Silinder Uap dan B. Silinder Air.
2. Antara A & B dipasang Kolom E & F, diantara E&F
terdapat batang torak G.
3. Pada silinder uap terdapat silinder horisontal H,
berfungsi sebagai penghubung silinder uap atas dan
bawah.
4. Dalam silinder H terdapat sebuah sorong uap
berbentuk silinder I. Yg bergerak bolak baliksecara
horisontal karena adanya tekanan uap
5. Titik tetap 4 merupakan titik pusat putar dari tuas 5
6. Gerakannya diteruskan untuk menggerakan batang
torak 6

J adi cara kerja pompa Wier, adalah sama dengan Mesin uap expansi antara lain :
1. Torak turun, sebelum akhir langkah sorong bantu juga ikut turun, sedangkan sorong utama bergerak
kekanan.
2. Torak Naik, sebelum akhir langkah sorong bantu juga ikut naik, sedangkan sorong utama bergerak
kekiri
3. Selanjutnya berulang kerja seperti yang di atas.
.
Pompa Duplex
3
13
3
7
9
8
11
14
15
10
12
6 5
A
B
1
2
Pompa ini dibuat dengan silinder Vertical atau
Horisontal, digunakan sebagai pompa pengisian air
ketel atau pompa balast. Terdiri dari 2 silinder,
sehingga disebut Duplex, antara alain :
1. Torak uap (1) & Torak pompa (3) yang
dihubungkan dengan batang torak (11).
2. Pemasukan dan pembuangan uap diatur oleh
sorong uap (6) & (5)
3. Digerakan dengan tuas (7) & (10)
4. Pada setiap silinder dibuat 5 saluran uap
5. Saluran paling luar sebagai pemasukan dan paling
dalam sebagai pembuangan
6. Sorong uap 6 berada pada kedudukan tengah dari
pintu uap.
7. J adi silinder A tidak ada yang overlapp.
8. Sorong uap 6 digerakan oleh batang torak 12,
dengan gerakan yang berlawanan terpusat pada
titik 8 sebagai titik putar. (silinder B sebaliknya)

Pompa Duplex
Soal. Nomor 2.
Sebuah pompa pusingan dengan masukan 2 sisi kapasitas pompa Qe = 200 m3/mnt. tinggi isap
2 m, tinggi tekan 5 m, hambatan 1 m, putaran 120 RPM, Randemen total pompa = 78%,
factor K kali rendemen theoritis = 0,65, rendemen volumetric = 99%.

Ditanya :
Besarnya daya yang diperlukan untuk menggerakan pompa
Momen punter bila tegangan puntirnya 120 kg/cm2
Bila sudut = 300 dan sudut o =130, U2 dilukis 8 cm. Gambarkan kecepatan dengan skala yang
benar.

J awab :
Pompa pusingan (sentrifugal) dengan masukan 2 sisi
bj Q m m Q
e e
= =
2
. 200
. det / . 33 , 3333
/ . 000 . 200 / . 10 / . 200
3 3 3
kg
mnt kg m kg mnt m
=
= =
% 99
% 65
% 78
. 1
. 5
. 2
.
=
=
=
=
=
=
vol
theo
tot
rd
d
s
K
m h
m h
m h
q
q
q
Ditanya :
a. P.pompa
b. MP
c. Gbr. kecepatan





Daya untuk menggerakan pompa =
a). P. untuk menggerakan pompa =?
m m m m h h h h
rd d s m
8 1 2 5 = + + = + + =
g h m P
m e
=
kw watt
m m kg
. 261 . 261600
det / . 81 , 9 8 . det / . 33 , 3333
2
= =
=
kw
p
tot
e
. 3 , 335
78 , 0
6 , 261
=
q
2
120
cm
kg
b). Bila tegangan puntirnya =
NE =T.W T =M.P
KNm
rad
kw
MP
rad
n
W
W
NE
MP
. 7 , 26
det / . 5 , 12
. 3 , 335
det / . 56 , 12
60
120 14 , 3 2
60
2
= =
=

= = =
t
0 0
13 . . 30 = = o | dan
c). Bila sudu
POMPA TORAK / POMPA PLUNGER KERJ A TUNGGAL.
BANYAKNYA ZAT CAIR YANG DIPINDAHKAN SELAMA SATU LANGKAH BOLAK BALIK
TEORITIS ADALAH:




Q
S
= F . S
Q
S
= BANYAKNYA ZAT CAIR YANG
DIPINDAHKAN DALAM (dm
3
) atau (liter)
F = LUAS PENAMPANG TORAK DALAM (m)


S = LANGKAH DALAM (m)

JIKA PLUNGER DIGERAKAN OLEH SEBUAH MEKANIK ENGKOL PENGGERAK DIMANA
ENGKOL MEMBUAT (n) PUTARAN / MENIT MAKA PENGHASILAN DALAM dm
3
/mnt. Atau
dalam liter / mnt.
Q
S
= F . S . n. m
3
/ mnt
UNTUK POMPA-POMPA YANG LEBIH BESAR, PENGHASILAN INI BISA DALAM METER
KUBIK SETIAP JAM (m
3
/h), sehingga rumusnya menjadi :

h
m
n S F
Qs
3
1000
60
=

=
Jika F dalam dm
2
dan S dalam dm maka penghasilan yang
sebenarnya Qe lebih kecil dari pada yang menurut teori Q.
Perbedaannya dengan Qe dan Q dinamakan Rendemen Volumetrik
jadi:
Q
Qe
V
= q
Penghasilan yang lebih kecil itu terutama disebabkan karena :
1. Kebocoran pada katup tekan
2. Kebocoran pada katup isap
3. Kebocoran di dalam pembuluh pipa
4. Kebocoran pada paking
5. Kelambatan tertutupnya katup
6. Cairan mengandung udara.

Rendemen volumetrik pada pompa-pompa yang kecil besarnya 0.85 dan lebih
Pada pompa-pompa yang besar yang bekerja dengan baik, maka rendemen
volumetriknya 0.90 sampai 0.95 dalam beberapa hal bisa 0.98.

POMPA TORAK / POMPA PLUNGER BEKERJA GANDA
JIKA : F = Luas penampang plunger
f = Luas penampang batang plunger
S = Langkah plunger

Disaat plunger bergerak keatas, maka tekanan air yang diisap sebanyak Fs.
Disaat plunger bergerak kebawah besar tekanan airnya ( F f ). S
Jika langkah engkol membuat n putaran tiap menit maka penghasilan
pompa setiap menit adalah :

Q =( 2.F f ). S. n.

POMPA DI FFRENSI AL
DISAAT LANGKAH MENGISAP Fs, DISAAT LANGKAH MENEKAN
TIDAK SELURUHNYA DARI ISI ITU DIALIRKAN KE PEMBULUH
TEKAN, KARENA DISISI KANAN DIBEBASKAN SEBAGIAN ISI ( F f
). S KARENA SEBAHAGIAN AIR TERSEBUT TERSIMPAN DIDALAM
PEMBULUH TEKAN, YANG HILANG SEJUMLAH Fs ( F f ). S = F.s.
DISAAT LANGKAH ISAP BERIKUTNYA ISI YANG BERADA
DIBELAKANG KATUP TEKAN BERKURANG MENJADI ( F f ). S,
SEHINGGA SEBANYAK ITU YANG DITEKAN KEDALAM PEMBULUH
TEKAN.

KEUNTUNGAN POMPA DIFRENSIAL KERJA TUNGGAL
1. BEKERJA LEBIH TERATUR DIBANDING YANG BEKERJA GANDA,
2. HARGA LEBIH MURAH

Pompa Udara Edward
7
5
5
6
3
2
4
8
1
Pompa ini digunakan sebagai pompa kondensat dan
udara dari kondensor agar tetap hampa udara
(vakum).
Cara kerjanya sebagai berikut :
1. Pompa dipasang lebih rendah
dari kondensor, agar kondensat
lebih mudah masuk pada saluran
3.
2. Berkumpul pada bagian bawah
silinder.
3. Bila torak 1 turun maka katup 5
akan menutup dan bagian atas
torak akan terjadi pembesaran
volume, jadi tekanan akan turun
(vakum)
4. Bila torak hampir mencapai titik
terendah maka lubang



Pompa Centrifugal

Pompa Cincin Air
Keuntungan :
a. Mempunyai bagian-bagian yang bergerak,
jadi keausan dan perwatan serta kerugian
geseran kecil (redaman mekanis tinggi 90-98 %).
b. Tidak memerlukan katupkatup hisap.
c. Pada waktu pompa berputar, dengan tekanan
tertutup tekanan desak hanya naik atau sedikit ke
atas tekanan normal, sehingga tidak menimbulkan
kerusakan pada saluran atau pakin-paking.
d. Aliran cairan (air) teratur (pada pompa torak
aliran air tidak teratur) karena tergantung dari
kecepatan torak.
e. Hasil pompa antara batas-batas tertentu
mudah diatur yaitu dengan menambah atau
mengurangi jumlah putaran.
Kerugian :
a. Tidak menghisap sendiri.
b. Rendemen yang rendah.


Pompa Roda Gigi

Pompa Rodagigi dua arah

Pompa Ulir

Pompa Ulir
KOMPRESOR
Kompresor merupakan pesawat pemindah panas
sama dengan pompa tetapi bedanya yang
dipindahkan adalah gas dengan proses kompressi
untuk menghasilkan tekanan tinggi.
Ditemui dalam Sistem udara penjalan
Mesin pendingin
Kompresor udara utama ( main air compressor)
Kompresor udara darurat ( emergency air
compressor)
RUMUS POMPA
(Q
e
) penghasilan pompa torak kerja tunggal (m
3
detik
-1
)
(D) diameter plunger (m)
(S) langkah torak (m)
(n) putaran/detik (RPS)
(q ) rendemen volumetric (%)
v e
n S D Q q =
2
785 , 0
Penghasilan efektif pompa torak kerja tunggal
( )
v e
n S d D Q q =
2 2
2 785 , 0
Dimana :
=
e
Q
= D
= d
= S
= n
penghasilan pompa torak kerja ganda (m
3
detik
-1
)
diameter plunger (m)
diameter btg torak (m)
langkah torak (m)
putaran/detik (RPS)
PENGHASILAN POMPA TORAK KERJ A TUNGGAL EFEKTIF
( )
Q
Q
D d Q Q
Q Q Q
n S d Q
n S d D Q
e
v
tekan e hisap e
tekan e hisap e total e
v tekan e
v hisap e
=
= =
+ =
=
=
q
q
q
2
2
1
785 , 0
785 , 0
2
. .
. . .
2
.
2 2
.
=penghasilan hisap pompa difrensial (dm
3
det
-1
)
penghasilan tekan pompa difrensial (dm
3
det
-1
)
penghasilan total (dm
3
det
-1
)
diameter torak (m)
diameter btg torak (m)
langkah torak (m)
putaran (RPS)
hisap e
Q
.
=
tekan e
Q
.
=
total e
Q
.
= D
= n
= S
= d
PENGHASILAN POMPA DIFRENSIAL

rendemen hydraulic instalasi (%)
rendemen hydraulic pembuluh (%)
rendemen hydraulic pompa (%)
rendemen volumetric (%)
rendemen mekanis (%)
rendemen pompa (%)
tekanan hisap (bar)
tekanan atmosfer (bar)
tinggi hisap (m)
tekanan perubahan hisap (bar)
tinggi kenaikan total (m)
tinggi kenaikan manometris (m)
tekanan pembuluh tekan (bar)
tekanan tekan (bar)
tinggi tekan ( m)
tekanan awal (bar)
berat jenis (kgdm-3)
Pe = tenaga pompa (EKW)
Pi = tenaga dalam (IKW)
p
man e
e
wp wz w
p z
wp p a cp
wz p a cz
m h v tot p
e
i
m
e
v
w
man
pompa h
pembuluh w
pembuluh h
man
p z
man
instalasi h
H Q
P
H H H
H H H
H H H H
H H H H
P
P
Q
Q
H H
H
H H
H
H
H H
H
H
q

q q q q q
q
q
q
q
q

=
+ =
+ =
+ + =
=
= =
=
=
+
=
+
=
+
= =
.
.
.
.
=
instalasi h.
q
=
pembuluh h.
q
=
pompa h.
q
=
v
q
=
m
q
=
p
q
=
cz
H
=
a
H
=
z
H
=
wz
H
= H
=
man
H
=
wp
H
=
cp
H
=
p
H
=
w
H
=
RENDEMEN DAN TEKANAN POMPA
Dari sebuah data pompa torak kerja ganda mengadakan putaran sebanyak 1.5 putaran
setiap detik, dengan diameter torak 1200 mm, diameter batang torak 500 mm, langkah
torak 2800 mm dan rendemen volumetric 95%.
Ditanyakan besar diameter torak untuk menyamakan penghasilan bila diameter batang
torak 400 mm.
Dik :

mm m D
D D D
d D
D d D
F f F
n S F n S f F
Jawab
m mm S
m mm d
m mm D
rps n
V V
V
894 . 894 . 0
8 . 0 8 . 0
2
44 . 1 16 . 0
44 . 1 16 . 0 2
2 . 1 785 . 0 ) 2 ( 785 . 0
4
)
4 4
2 (
) 2 (
) 2 (
:
95 . 0 % 95
8 . 2 . 2800
5 . 0 . 500
2 . 1 . 1200
, . 5 . 1
2
2
2
2
2
2
2 2
2
2
2
2
1
2
2
2
2
= =
= =
+
= =
=
=
=
=
= =
= =
= =
= =
=
t t t
q q
q
Diketahui sebuah pompa difrensial, dengan putaran 90 rpm, Diameter torak 1200 mm,
diameter batang torak 900 mm, langkah torak 2800 mm dan rendemen volumetric 95%
Ditanyakan :
Qe m
3
/h saat langkah isap dan tidak mengisap
jam
m m
Q
m
n S d n S f Q
mengisap tidak Saat b
m
n S d D
n S d D n S f F Q
isap langkah Saat a
rps rpm n
m mm S
m mm d
m mm D
Diketahui
total
VOL VOL e
VOL
VOL V e
Vol
3 3
3
2 2
3
2 2 2 2
2 2
42 . 270
det
5 . 4 54 . 2 97 . 1
det
54 . 2 99 . 3 63585 . 0
95 . 0 5 . 1 8 . 2 ) 81 . 0 ( 785 . 0 95 . 0 5 . 1 8 . 2 ) 9 . 0 ( 785 . 0
4
, , )
det
97 . 1 99 . 3 49455 . 0 99 . 3 ) 63585 . 0 1304 . 1 (
95 . 0 5 . 1 8 . 2 ) 81 . 0 44 . 1 ( 785 . 0 95 . 0 5 . 1 8 . 2 ) 9 . 0 2 . 1 ( 785 . 0 ) (
4
)
4 4
( ) (
, , )
95 . 0 % 95
5 . 1 90
8 . 2 2800
9 . 0 900
2 . 1 1200
:
= = + =
= = =
= = = =
= = =
= = =
= =
= =
= =
= =
= =
= =
q
t
q
q
t
q
t t
q
q
SEPARATOR
Adalah pesawat pemisah
Oil Separator pesawat pemisah
minyak
Bilge Water Separator adalah
pesawat pemisah minyak dari air
yang selanjutnya dibuang keluar
kapal, untuk mencegah polusi.
PURIFIER
Adalah pesawat pembersih /
pemisah (separator) cairan yang
bekerja secara sentrifuse
Pemisah yang dilakukan oleh
Purifier, selain memisahkan minyak
lumas dan bahan bakar dari kotoran
yang berbentuk cair juga yang
berbentuk padat
CLARIFIER
Pesawat yang fungsinya sama
dengan clarifier pembersih /
pemisah (separator) cairan yang
bekerja secara sentrifugal, tetapi
perbedaannya adalah selain
kotoran kotoran padat saja
HAKEKAT SENTRIFUSE
(CENTRIFUGES)
PEMISAHAN AIR DAN MINYAK KARENA ADANYA GAYA TARIK BUMI
(GRAVITY) DENGAN SISTEM PENGENDAPAN.
1 2
PENGENDAPAN KARENA GRAVITY
F
S
= GAYA PEMISAHAN DENGAN GRAVITY MAKA
F
S
=
t
6
D
3
(pw po )g
PENGENDAPAN, AIR, MINYAK DAN ENDAPAN
Catatan :
Pengendapan menggunakan gaya graviti (gaya tarik bumi sesuai Bj)
Sistem ini tidak memungkinkan terjadi percepatan untuk mempertinggi F
S

Percepatan pemisahan dapat dipercepat dengan mengganti gaya gravity dengan menggunakan
gaya sentrifugal untuk menaikan putaran yang lebih cepat akan menghasilkan F
S
, ribuan kali lebih
besar.
F
S
=
t
6
D
3
(p
w
p
o
)
2

F
S
= gaya pemisahan
= kecepatan sudu
= jari jari (radius) efektif
p
w
= berat jenis air
p
o
= berat jenis minyak
g = grafitasi (gaya tarik bumi)
D = diameter lingkaran minyak
Pemisahan dengan menggunakan gaya centrifugal, maka faktor
kecepatan putar dan radius efektif dapat diatur
SOLUSI SENTRIFUGAL
KLARIFIKATOR
PEMISAHAN KOTORAN PADAT DARI CAIRAN DISEBUT KLARIFIER
Dirty oil in
Clean oil out
Settling tank
Dirty oil in
Clean oil out
rotation
Solids centrifuged out
Solids settled out
bowl
a b
Centrifuge axis
a
b
1. Tuangkan minyak mengandung lumpur dalam tanki (a)
2. Minyak penuh dan keluar melalui (b)
3. Karena beda Bj (gravity). Lumpur tertinggal pada dasar tanki
Gravity
Sentrifuse
1. Pemisahan secara sentrifuse.
2. Menggunakan clarifier
3. Pengendapan diubah menggunakan centrifuse
4. Sistem rotasi
5. Minyak masuk dari (a)
6. Karena beda Bj, dan gaya sentrifuse minyak terlempar keluar melalui (b)
7. Benda padat menempel pada dinding

Rumus keseimbangan dari sebuah sentrifuse.
h
1
= h
2
x berat jenis minyak
h
1
= tinggi air
h
2
= tinggi minyak
I
e h
h h
I I
e e
P
r
1
r
1
r
2
Pembersihan tanki endap dan sentrifuse
1. Pertahankan tinggi permukaan minyak
2. Menggunakan gravity disc dengan diameter dalam mendekati
poros, sehingga dapat merubah tinggi air sedangkan tinggi
minyak tetap.
3. Garis pemisah air dan minyak pada (e)
4. Untuk meningkatkan kualitas pemisahan hendaknya (e) lebih
keluar
5. (e) tetap dipertahankan agar tidak terjadi loss of watwr seal
6. Berdasarkan dalil pipa U,
p
I
(e-I)~p
h
(e-h)
p
I
=Bj minyak
p
h
=Bj air
Bila sekarang pemisahan dilakukan dengan cara sentrifuse, (gravitasi diganti
dengan sentrufuse) maka rumusnya diganti dengan :
e
2
.p
I
(e
2
I
2
) = e
2
.p
h
(e
2
h
2
)
atau
p
h
p
I

__
=
e
2
I
2
e
2
h
2
_______
OILY WATER SEPARATOR (OWS)
Pada peristiwa pengendapan, gaya pemisah bekerja pada partikel-partikel yang mempunyai Bj yang
berbeda antara air dan minyak pada volume yang sama dapat dinyatakan sebagai :
F
S
=
t
6
D
3
(p
w
p
o
)g
F
S
= gaya pemisahan
p
w
=berat jenis air
p
o
=berat jenis minyak
g =grafitasi (gaya tarik bumi)
D =diameter lingkaran minyak
Tahanan terhadap partikel minyak tergantung dari ukuran viscositasnya, untuk pemindahan dengan
aliran lurus dapat dinyatakan dalam hukum STOKE
Fr =3t. . v. d
Dimana :
Fr =tahanan terhadap gerakan
=kecepatan cairan
v =kecepatan termin partikel
d =diameter partikel
Ketika pemisah dari satu partikel air dilakukan , maka Fs = Fr , rumus diatas
dapat dibuat hubungan antara kenaikan kecepatan lingkaran partikel dengan
kecepatan, Bj relatif dan ukuran partikel.
g
V =( ---)(p
w
- p
o
)d
2
18

Tinggi pemisahan didukung oleh :
1. Ukuran besarnya partikel minyak
2. Suhu system yang baik (mempengaruhi Bj kedua cairan )
3. Penggunaan air laut.
4. Coil pemanas terpasang pada separator
5. Kecepatan putar
J ENIS J ENIS OILY WATER SEPARATOR
Pemberlakuan persyaratan intrnasional tentang pencegahan polusi dilaut, yaitu antara kandungan
minyak dalam air yang dibuang kelaut, maka untuk memenuhi hal tersebut diciptakan berbagai jenis
OWS antara lain :
1. Turbulo oil separator,
Terdiri dari sebuah bejana bertekanan
berbentuk silinder vertical, berisikan
sejumlah plat konis terbalik.
Terdiri dari :
1. Saluran air bersih keluar
2. Saluran minyak keluar
3. Ruang penampungan minyak
4. Pipa tegak (riser pipes)
5. Sambungan air berminyak masuk
1
2
3
4
5
Cara kerjanya :
1. Separator diisi dengan air bersih sampai keluar selanjutnya masukan air
berminyak
2. Air berminyak masuk melalui saluran (5) bagian tenga atas dari unit ini langsung
kebawah keplat konis.
3. Partikel minyak yang besar terbawa keatas karena kecepatan, sedangkan yang
kecil ikut bersama air keruang-ruang antara plat
4. Kenaikan partikel dari bagip pelepas udara dipasang diatas kubah separatoran
bawah plat dan filter sehingga partikel tersebut membesar dan mempunyai
kecepatan dari permukaan plate.
5. Melalui pipa tegak minyak naik dan terkumpul pada ruang atas separator
6. Air akan meninggalkan permukaan plat meliwati pipa pusatyang dihubungkan
dengan bahagian bawah separator
7. 2 buah katup test digunakan untuk melihat tampungan minyak dalam separator,
jika batasnya melebihi kran cerat dibuka
8. katu pelepas udara tepasang pada bagian atas separator
9. Katup cerat akan bekerja dengan menggunakan sensor keberadaan minyak
10. Untuk lengkapnya separator dipasang pemanas pada bagian atas
STEAM HEATING COIL
OIL VALVE
WATER VALVE
VENT
OILY WAL INLET
BAFFLES
BY PASS
DRAIN
AUTOMATIC OWS.
WATER VALVE
OIL VALVE
SOLENOID
DRAIN
DRAIN
CONTROL PANEL
LOWER
PROB
MAKE
AND
BREAK
UNIT
UPPER
PROB
MAKE
AND
BREAK
UNIT
PUMP BELL
REMOTE
LIGHT
SYSTEM OTOMAT OWS
PILOT VALVE
2. Automatic oily water separator
CARA KERJ ANYA :
1. AIR BERSIH DISALURKAN KEDALAM SEPARATOR MELALUI SALURAN AIR BERMINYAK (OIL WATER INLET)
SAMPAI KELUAR MELALUI KATUP UDARA SELANJUTNYA SEGERA DITUTUP.
2. AIR BERMINYAK DIMASUKAN SAMPAI MENCAPAI TEKANAN 2 bar, MAKA KATUP AIR KELUAR AKAN SECARA
OTOMATIS TERBUKA.
3. TERJADI SIRKULASI AIR BERMINYAK MENEROBOS PLAT DAN BAFFLE BERLOBANG YANG MEMBANTU
PROSES PEMISAHAN AIR DAN MINYAK
4. SEKARANG MINYAK BERKUMPUL DIATAS SEPARATOR SEHINGGA GARIS BATAS AIR BERMINYAK AKAN
MENDORONG KEBAWAH.
5. TERDAPAT 3 BUAH SENSOR UNTUK MENUNJUKAN LEVEL MINYAK TERTINGGI DAN TERENDAH DAN
BAGIAN AIR, MASUKAN SIGNAL AKAN MEMBERIKAN MASUKAN PADA CONTROLER UNTUK MERESPON
DENGAN SIGNAL KELUARAN KE SOLENOID VALVE.
6. SOLENOID BEKERJA MENGGERAKAN PILOT VALVE UNTUK MENGATUR ALIRAN AIR BERSIH KE BAGIAN
ATAS DAN BAWAH MEMBRAN SALURAN MINYAK KELUAR MELALUI KATUP.
7. APABILA M3EMBRAN MINYAK KELUAR MENDORONG KEBAWAH MAKA KATUP KELUAR MINYAK TERBUKA.
8. COIL PEMANAS TERPASANG DIBAGIAN RUANG MINYAK UNTUK MENGURANGI KEKENTALAN AGAR
MEMPERMUDAH PEMISAHAN.
9. TEST VALVE DUGUNAKAN UNTUK MELIHAT TINGGI PERMUKAAN MINYAK DAN KERJANYA DETECTOR
OTOMAT.
10. SPRING LOADED VALVE DIPASANG PADA KEDUA SALURAN KELUAR, RELIEF VALVE DIPASANG PADA
SALURAN MASUK AIR BERMINYAK.


3. THREE STAGE OWS
OILY WATER SEPARATOR 3 TAHAP YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN
1. TAHAP PERTAMA PROSES PEMISAHAN MINYAK DAN AIR
2. TAHAP KEDUA DAN KETIGA PEMISAHAN SISA SISA MINYAK DARI AIR MELALUI PENYARING (COALESCERS)
3. HASIL PEMBERSIH DARI TAHAP PERTAMA (SEPARATOR), MASUK KEBAGIAN BAWAH KOMPONEN TAHAP DUA MELALUI
FILTER MENUJU KEATAS.
4. MINYAK TERKUMPUL DIATAS SEDANGKAN AIR DIALIRKAN KEKOMPONEN TAHAP TIGA MELALUI BY PASS KELUAR KAPAL.
2nd 3rd
1st stage
From
bilge
strainer
pump
Relief
valve
oil
water
To bilge or drain tank
By pass
Keluar kapal
THREE STAGE OWS
4. TURBULO OWS with COELESCING SECOND STAGE
TIPE INI SAMA SEPERTI OWS TIGA TAHAP, TERDIRI DARI SEBUAH SEPARATOR DAN SEPASANG
FILTER YANG DIPASANG PADA SATU COALESCER.
PRINSIP KERJ ANYA :
1. TINGKAT PERTAMA (TURBULO) MENERIMA MASUKAN AIR BERMINYAK DARI POMPA.
2. KARENA BEDA Bj. MAKA AIR DAN MINYAK BERPISAH PADA BAGIAN ATAS RUANGAN DIMANA
MINYAK CENDERUNG NAIK PADA TEMPAT YANG LEBIH TINGGI.
3. PADA BAGIAN BAWAH CAIRAN MELIWATI PLAT-PLAT DAN CENDERUNG KEATAS DAN
TERKUMPUL PADA BAFFLES SELANJUTNYA MELALUI PIPA TEGAK MENGALIR KEATAS.
4. PADA BAGIAN ATAS MINYAK BERKUMPUL (SESUAI SENSOR PROBE) MEMBERIKAN SIGNAL
KE KONTROL SWITCH YANG MERESPON DENGAN MEMBUKA ATAU MENUTUP SELENOID
VALVE SECARA OTOMATIS SELANJUTNYA DIALIRKAN KE TANKI MINYAK.
5. AIR DARI HASIL PEMISAHAN PADA TINGKAT PERTAMA MASUK DARI BAGIAN BAWAH
PENYARING TAHAP KEDUA PADA SARINGAN KANAN, KANDUNGAN MINYAK YANG MASIH
TERBAWA NYAGKUT PADA BAGIAN LUAR SARINGAN, SEMENTARA AIR BERSIH MASUK
SILINDER DAN MASUK SARINGAN , DAN AIR BERSIH DIALIRKAN KE LUAR KAPAL.
6. MINYAK YANG TERSARING AKAN DAPAT DIKELUARKAN MELALUI KATUP CERAT.
5. COMYN OWS
PROSEDUR UMUM.
1. SEPARATOR DIISI TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIMASUKAN AIR BERMINYAK, JAGA PERMUKAAN DALAM DAN
LUAR BAGIAN BAWAH DARI MINYAK.
2. UNTUK MENGISI SEPARATOR TERLEBIH DAHULU BUKA SEDIKIT KATUP PENGAMBANG (SCUM VALVE), KRAN
UDARA, DAN PENGETES TINGGI PERMUKAAN (AIR RELEASE VALVE) UNTUK MEMBUANG UDARA SELAMA
PENGISIAN.
3. BILA AIR MENGALIR KELUAR MELALUI KATUP UDARA INI, TUTUP KATUP HENTIKAN PENGISIAN DAN TUTUP
KATUP PENGISIAN.
4. SEBELUM POMPA AIR BERMINYAK KESEPARATOR, YAKIN BAHWA KRAN PEMBUANGAN KELAUT TELAH
TERBUKA.UNTUK MENGELUARKAN AIR KELUAR KAPAL.
5. BUKA SEDIKIT KRAN CERAT MASUK, DAN KRAN TEST TINGGI PERMUKAAN SELAMA SEPARATOR BEKERJA.
6. KRAN CERAT UNTUK MENGETAHUI KEADAAN AIR BERMINYAK YANG MASUK KESEPARATOR, KRAN TEST TINGGI
PERMUKAAN AIR UNTUK MEMBEBASKAN UDARA DAN MENUNJUKAN KEADAAN MINYAK DALAM KUBAH.
PROSEDUR PENGGUNAAN KONTROL OTOMAT.
1. SWITCH ON PADA PANEL CONTROLLISTRIK.
2. BILA AIR TELAH MEMENUHI SENSOR SISTRIK (ELECTRIK PROBE), LAMPU HIJAU MENYALA BERARTI AIR
BELUM MEMENUHI KUBAH, LAMPU MERAH MENYALA ALARAM BERBUNYI,
3. CHEK PEMUTAR CONTROL MANUAL DARURAT YANG DIPASANG DIKATUP KELUAR OTOMAT PISISI TERBUKA.
4. CHEK TEKANAN KERJA BAIK UDARA ATAU AIR 1.4 3.5 BAR
5. BUKA UDARA ATAU AIR PASOKAN KE KATUP PENGONTROL TEKANAN SELENOID
6. SAAT PEMOMPAAN AIR BERMINYAK, AIR BERSIH YANG BERADA DISEKITAR PROBE MENYEBABKAN COIL DARI
KONTROLER TEKANAN SELENOID BERENERGY DAN MENGGERAKAN PILOT VALVE PADA POSISI BUKA,
MENUTUP KELUARAN YANG TADI MEMBUKA UDARA KE VENT.
7. UDARA BEBAS KEATAS MEMBRAN KATUP BUANG MINYAK DAN MENUTUPNYA
8. SEIRING DENGAN NAIKNYA TEKANAN DALAM SEPARATOR BERKISAR 0,75 BAR, KRAN JALAN AIR KELUAR
TERBUKA DAN MENGALIRLAH AIR BERSIH HASIL PEMISAHAN.
6. COALESCING BED TYPE OWS.
PRIMARY ZONE
STEAM COIL
COALESCING BED-TYPE OWS
LIFTING LUG
AIR EFAPORATOR
SECONDARY
ZONE
RELIEF VALVE
STEAM COIL
WATER
SCREEN
DRAIN PLUG
DRAIN PLUG
PRINSIP KERJ ANYA.
1. AIR BERMINYAK DIPOMPA MELALUI KATUP SEARAH (NON RETURN VALVE) KEDALAM
SEPARETOR
2. AIR MENGALIR SECARA TEGAK KE RUANG ANNULAR TEMPAT PENGUMPULAN UTAMA DAN
TERJADI PEMISAHAN MINYAK KARENA BEDA Bj
3. SEDANGKAN AIR AKAN MENGALIR KEBAWAH MELALUI ANNULAR KE BAGIAN BAWAH
SEPARATOR MELALUI LOBANG-LOBANG KE COALESCING BED DENGAN KECEPATAN
RENDAH KETIKA MINYAK ADHERSES KE GRANULAR MATERIAL DALAM BED DAN FORMS
DENGAN DAMPAK LAPISAN CLIMBING BERGERAK KEATAS MELALUI BED DENGAN
KECEPATAN YANG LEBIH LAMBAT DARI AIR.
4. DIATAS BED DITUTUP OLEH PLAT BERLOBANG KETIKA MINYAK MENCAPAI DIBAWAH PLAT
INI, IA AKAN MENGALIR MELALUI LOBANG-LOBANG, KARENA ADA KECEPATAN DAN
TARIKAN PERMUKAAN, TERBENTUKLAH PARTIKEL DENGAN BULATAN YANG MAKIN
MEMBESAR SEHINGGA DAPAT MENGAPUNG KE ATAS PADA RATE YANG LEBIH CEPAT DARI
AIR DAN BERKUMPUL PADA DAERAH KEDUA, SEMENTARA AIR MENGALIR KELUAR MELALUI
PIPA KELUAR.
5. COALESCER DAPAT MEMBENTUK BULATAN MINYAK SAMPAI DIAMETER 12 mm, DAN MINYAK
YANG LEBIH BERAT BIASANYA MEMBENTUK STALAGMIT YANG LEBIH PANJANG SEHINGGA
MENJADI CONSIDERABLE SEBELUM LEPAS. DAN SELANJUTNYA MINYAK MENGALIR
KELUAR.
6. DAPAT DILAKUKAN OTOMATIS MAUPUN MANUAL.


SECARA MANUAL :
a) PASANGLAH EMPAT BUAH KATUP TEST, 2 BUAH UNTUK SETIAP DAERAH, SEHINGGA DAPAT
MEMONITOR TINGGI RENDAHNYA PERMUKAAN MINYAK
b) BILA MINYAK MENCAPAI KATUP TEST TINGGI PERMUKAAN, KATUP MONITOR PADA DAERAH
MONITOR DIBUKA, UNTUK MEMBUANG MINYAK KETANKI.
c) KATUP TEST BATAS RENDAH PERMUKAAN MINYAK DIBUKA DAN BILA AIR MENGHAPUS MINYAK
KELUAR KATUP SEGERA DITUTUP.
SECARA OTOMATIS PENUH.
a) MENGGUNAKAN UNIT PROBE KAPASITOR ELEKTRONIK ( ELECTRINIC CAPASITOR PROBE UNIT)
b) UNIT DIGUNAKAN UNTUK MEMONITOR BATAS PISAH (INTERFACE) ANTARA AIR DAN MINYAK,
SERTA UNTUK MEMBUKA KRAN PEMBUANGAN MINYAK SECARA OTOMATIS.
c) PEMBUKAAN SECARA OTOMATIS APABILA MINYAK MENCAPAI BATAS PERMUKAAN YANG
DITENTUKAN, DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN KATUP SELENOID MAUPU PNEUMATIC.
d) SAAT MINYAK TELAH TERBUANG, PROBE ATAU SENSOR BATAS BAWAH AKAN MEMBERIKAN
SIGNAL UNTUK MENUTUP KATUP TERSEBUT.
e) UNTUK MENCEGAH ELECTRONIC PROBE DARI PEMBERIAN SIGNAL YANG SALAH KARENA ADA
UDARA, MAKA SEPARATOR DILENGKAPI DENGAN KATUP PELEPAS UDARA YANG AKAN
SECARA OTOMATIS MEMBUANG UDARA PADA DAERAH PERTAMA MAUPUN KEDUA.
f) SEPARATOR DILENGKAPI DENGAN SARINGAN KERANJANG (BASCKET STRAINER) ANTARA
POMPA DAN SEPARATOR UNTUK MENCEGAH KOTORAN.
g) SEPARATOR DAPAT DIBERSIHKAN DENGAN JALAN MEMBUKA KRAN CERAT (DRAIN VALVE)
DIBAWAH UNTUK MEMBUANG ISI SEPARATOR LANGSUNG KEGOT.
RINGKASAN.
a) OWS DIPASANG DIKAPAL UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN INTERNASIONAL TENTANG
PENCEGAHAN POLUSI LAUT, AGAR DAPAT MELESTARIKAN HABITAT LAUT.
b) PRINSIP KERJA OWS SECARA UMUM.
1. BERDASARKAN BEDA Bj. CAIRAN
2. ADANYA GAYA CENTRIFUGAL
3. BANTUAN PEMANASAN.

c) JENIS POMPA YANG DIGUNAKA YANG DIGUNAKAN SANGAT BERPENGARUH PADA
PEMBENTUKAN BULATAN-BULATAN MINYAK DALAM PROSES PEMISAHAN.
d) OWS YANG DIGUNAKAN DIKAPAL ADALAH:
1. TURBULO
2. AUTOMATIC
3. 3 STAGE
4. TUBULO DENGAN 2 STAGE
5. COMYN
6. COALESCING BED TYPE.
e) OWS DAPAT DIOPERASIKAN SECARA OTOMATIS MAUPUN MENUAL
f) SEBELUM OPERASI OWS HARUS DIISI PENUH DENGAN AIR BERSIH.
PERTANYAAN :
1. TULISKAN TUJUAN DIPASANGNYA OWS DIATAS KAPAL.


PEMANAS (HEATER)
Pesawat yang digunakan untuk
menaikan suhu suatu media
manjadi lebih tinggi, tanpa
merubah bentuk media tersebut.
Fungsinya adalah Memanaskan /
menaikan suhu bahan-bakar.
PENDINGIN COOLER
Pesawat yang berfungsi untuk
menurunkan suhu suatu media
menjadi lebih rendah tanpa
merubah bentuk media tersebut,
Misalnya :
Main Fresh Water Cooler
Main Lubricating Oil Cooler
PENGUAP
Pesawat Penguap / Pengembun untuk merubah
media uap menjadi bentuk cair dengan system
perpindahan panas.
Fungsinya adalah :
Merubah air yg dihasilkan oleh Evaporator
menjadi air tawar
Merubah uap bekas menjadi air
Pengubah uap refrigeran dari kompressor yang
akan disalurkan ke expansion valve pada system
mesin pendingin.
UNIT DISTILLER
Adalah unit penyulingan yang
berfungsi merubah air laut
menjadi air tawar yang disebut
Fresh Water Generator atau
Fresh Water Distiller, untuk
pelayaran jauh.
KESIMPULAN
1. Permesinan bantu adalah seluruh komponen
dari system permesinan yg menunjang
a. Kerja mesin induk & ketel induk
b. Pengoperasian kapal sesuai
fungsinya, agar aman, lancar dan
efisien dalam pengoperasian.
2. Sesuai fungsi Pesawat Bantu berada dalam
Kamar Mesin maupun di atas deck
PERTANYAAN
1. Sebut dan jelaskan 4 jenis PB yg menunjang kerjanya
motor diesel sesuai dengan prioritas resikonya.
2. Sebutkan min. 5 PB yang menunjang kebutuhan Motor
Diesel dan jelaskan fungsinya.
3. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara purifier
dan clarifier.
4. Apa fungsi dari evaporator.
5. Dimana anda jumpai Hydrofur Tank dan apa fungsinya
6. Gambarkan penataan pipa sistem pendingin jenis air
tawar dan sebutkan komponennya yang ada dalam
sistem tersebut
7. Jelaskan fungsi dari Fresh Water Generator, dimana
anda jumpai
8. Apa yang engkau ketahui tentang Oil Water
Separator?
9. Apa fungsindari Main Fresh Water Cooling Pump?
10. Sebut dan jelaskan fungsi dari pemanas di atas kapal.
MESIN DIESEL PENGGERAK GENERATOR
Selesai mengikuti Pembelajaran siswa dapat
menjelaskan :
1.Jenis mesin diesel dan prinsip kerjanya
2.Fungsi mesin diesel
3.Konstruksi dan bagian-bagian mesin
4.Cara kerja, mengoperasikan, merawat.
Fungsi :
Sebagai jantungnya kehidupan fungsi kapal, penggerak
generator listrik, yang dapat menunjang kerjanya mesin induk,
Penerangan, kebutuhan domestik, konsumsi dan lain-lain.

Jenis Mesin Diesel :
1.Mesin Diesel 4 langkah
2.Mesin diesel 2 langkah


PRINSIP KERJA MOTOR 4 tak
Langkah Usaha pada motor 4 tak dihasilkan
oleh langkah torak yang ketiga dari dua
putaran poros engkol.
Langkah I. Pengisian (aspiration stroke)
Langkah II. Kompresi (compression stroke)
Langkah III. Usaha/tenaga (power stroke)
Langkag IV. Buang (exhaust stroke)

1-2 : Penyelesaian lgkh pengisian/masuk
2-3 : Kompresi
3-4-5 : Pengabutan dan pembakaran
5-6 : Usaha/tenaga
6-7-8 : Pembuangan
8-9-10: Overlap
10-1 : Pengisian
1 : Siklus berikut.

MOTOR DIESEL 4 TAK PENGGERAK
GENERATOR
Jenis motor diesel yang sering digunakan
sebagai penggerak generator adalah :
a. Medium speed engine(kecep.medium)
- Putaran 5-16 rps
- Kecepatan torak 6,5-9,5 mdet
-1

- Konfigurasi :

* Tegak berderet (in line)
* Jumlah silinder variasi 3, 4, 6, 8 dst
* V type
*Tekanan efektif rata-rata 10-20 bar
b. High speed engine(kecepatan tinggi)
- Putaran 16 rps
- Kecepatan torak 9,5 mdet
-1

- bemp : 10 bar (break mean effectif
pressure)

Motor Diesel 2 Tak
Menghasilkan 2 langkah yaitu langkah
Kompresi dan langkah expansipiston dari
satu kali putaran engkol untuk
membangkitkan satu langkah usaha.

Posisi piston pada sisi TDC dan BDC
merupakan satu siklus dalam suatu diagram
waktu. Satu siklus terjadi :

1-2 : penyelesaian pembilasan
2-3 : selesai pembilasan
3-4 : kompressi
4-5-6:penyemprotan/pembakaran bb
6-7 : expansi
7-8 : pembuangan
8-1 : pembilasan
1- : kembali siklus awal
KONSTRUKSI DASAR DAN BAGIAN POKOK MESIN
Bagian Atas Luar :
- Cylinder Head
1. Katup masuk & buang (inlet & outlet valve)
2. Saluran masuk udara (air inlet)
3. Saluran gas keluar (exhaust gas outlet)
4. Pengabut (FO. Injection Valve)
5. Katup Keamanan (safety valve)
6. Katup udara penjalan (air starting valve)
7. Saluran air pendingin (in & out)
8. Kran indicator (indicator cock)
Bagian Tengah :
- Cylinder Block
Pada Cylinder block terdapat ruang pendingin
yang dibangun bersama cylinder liner
- Cylinder Liner
Pada dinding cylinder terdapat alur minyak
lumas

PISTON DAN KELENGKAPANNYA
Piston Terdiri Dari :
Pistonya sendiri
Compresi ring (4 buah) terpasang pada groove
Oil Scarapper ring (2 buah)
Piston Pin (Gudgeong pin)
Piston pin bush
Piston Rod

Bagian Bawah :
-Carnkcase yang dilengkapi dengan relief valve
-Bed plate, tempat terpasang bantalan utama
-Main bearing
-Main shaft
-Crankweb
-Crankpin
-Crankpin bearing

Perbedaan dengan motor 2 tak dimana pada satu
putaran menghasilkan langkah usaha/tenaga,
dilakukan secara bergantian oleh setiap piston
sesuai dengan FO (Firing Order), selanjutnya
langkah tenaga ini diteruskan untuk memutar
generator melalui flywheel.
PISTON RING
PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN KATUP
PEMBUKAAN DAN PENUTUPAN
KATUP DILAKUKAN OLEH SUATU
PENGGERAK YANG TERDIRI DARI :

1. Rocker Arm atau Valve gear pada
rocker arm terdapat 2 ujung
(unjung satu tapet, yang
bersentuhan dengan valve stem,
yang satu lagi dengan push rood)

2. Push Rood (batang penekan),
ujung atas dengan rocker arm,
bawah denag cam dari camshaft.

3. Campshaft, poros yang dilengkapi
dengan cam, yang dihubungkan
dengan Carankshaft melalui idel
gear/chain, yang memberikan
gerakan kepada katup dan pompa
bahan bakar sesuai timing
berdasarkan FO.

PROSES PEMBAKARAN
1.Pembakaran disemprot secara pengabutan oleh
pengabut (FO. Injection Valve)
2.Aliran bb diperoleh dari pompa bb (FO. Injection Pump)
bertekanan tinggi. Sesuai Firing Order.
BAGIAN BAGIAN POMPA
1.Rol (cam follower)
2.Plunger
3.Plunger Barrel
4.Pegas (helical spring)
5.Rack
6.Saluran masuk dan keluar (inlat & outlet)
POSISI PLUNGER
(a)Posisi terendah bb masuk melalui lobang isap
(b)Pulnger menutup lobang isap, untuk ditekan melalui
delivery valve ke FO Injection Valve.
(c)Helical membuka saluran keluar maka selesai
pemompaan.
Pompa bekerja dengan tekanan 176 kg/cm
2
atau 211
kg/cm
2
(1 kg/cm
2
= 0,968 bar = 10
5
Nm
-2
), volume bb diatur
oleh rack untuk merubah titik awal dan ahkir
pemompaan (dihubungkan dengan governor).
Pemompaan dilakukan 15
0
sebelum TDC dan Berakhir
35
0
setelah TDC.

POSISI PLUNGER POMPA BAHAN BAKAR BOSH
Posisi 1.Bahan bakar
masuk dan keluar
melalui C memenuhi
helycal plunger
Posisi 2.Plunger dengan alur
tetap, pada akhir
pemompaan posisi
penuh
Posisi 3.Plunger diputar oleh
rack 900 ke kanan
akhir pemompaan.
Posisi 4.Sama dengan
posisi 3tetapi pada
langkah akhir
penyemprotan
Posisi 5. Posisi sam 1 & 3
namun pemompaan
terkecil karena
helicnya.
PENGABUT BAHAN BAKAR
(FO. INJECTION VALVE)
Untuk pembakaran sempurna, dan
saat yang tepat, agar bahan bakar
terbakar habis, pada suhu dan
tekanan sesuai ratsio bahan bakar
dan udara tepat pula. Maka bahan
bakar harus dikabutkan tepat
waktu.
Samping kanan adalah gambar FO.
Injection Valve dengan nama-nama
bagiannya terdiri dari :
1. Rumah Pengabut ( Valve body)
2. Pemegang Nozzle (Nozzle holder)
3. Pegas Katup (Valve spring)
4. Baut pengatur tekanan (Tappet
bolt)
5. Pantek (Dowel)
6. Pengabut (Nozzle)
7. Jarum Penutup (Needle
valve/nozzle valve)
8. Pengikat (Nut)





SISTEM PELUMASAN
Bagian-bagian yang perlu
dilumasi antara lain :
1. Silinder liner
-Bagian atas tekan
-Bagian bawah percik

2. Bantalan-bantalan
(Pelumasan tekan
menggunakan pompa minyak
lumas yg dihubungkan dengan
putaran mesin)

3. Bush-bush tempat dudukan pin
(sama dengan bantalan).
Sistem yang digunakan adalah
sistem tekan yang dilengkapi
dengan : Filter, cooler,
indicator tekanan pelumas dan
juga pompa tekan awal
(priming pump)
SISTEM PENDINGINAN
PENDINGINAN DILAKUKAN TERHADAP:

1. Cilinder Block dan Cylider Head dgn
(sistem pendinginan tertutup / Terbuka)
2. Piston dengan (sistem pelumasan tekan)
a). Suhu tinggi (High temperature cooling system) untuk cooler,
turbo / inter cooler, LO. Cooler (dengan air tawan)
b). Suhu Rendah (Low temperature cooling system) untuk
mendinginkan air tawar.
3. Udara bilas (pakai Turbo)
4. Minyak Lumas


CARA MENJALANKAN MESIN :

Untuk menjalankan mesin penggerak generator perlu
diperhatikan langkah berikut :

Yakin turn telah bebas.
Check kondisi minyak lumas.
Yakin System air pendingin siap
Lakukan pelumasan awal (mencapai tekanan)
Buka katup indicatur
Siapkan sistem udara penjalan
Start mesin tanpa beban (buang sisa gas)
Tutup indicatur kran
Star mesin (bb minimal)
Atur bb dan putaran sampai normal
Check suhu, tekanan dan matikan sistem udara penjalan.
RINGKASAN
1. Pada umumnya penggerak generator di kapal
menggunakan motor 4 tak in line / Vee
2. Konstruksi mesin terdiri dari bagian bergerak &
tidak bergerak
3. Bagian bergerak membutukan pelumasan baik
(Percik maupun tekan)
4. System pendingin dilakukan terhadap silinder
block, liner, silinder head dan piston.
5. System bahan bakar, mulai dari pompa sampai
valve
6. Start mesin memerlukan langkah yang benar.
PERTANYAAN
1. Jelaskan fungsi mesin diesel bantu di kapal dan mengapa
keberadaannya dikatakan fatal?
2. Jelaskan langkah kerja mesin 4 dan 2 tak serta bandingkan
untung dan ruginya?
3. Komponen apa saja yg berada diatas cilinder head dan jelaskan
fungsi serta kegunaannya?
4. Apa fungsi pegas pada FO. Injection Valve?
5. Sebutkan bagian-bagian pokok sebuah pompa bahan-bakar
tekanan tinggi dan jelaskan fungsinya?
6. Jelaskan dengan skematik cara kerja pompa bosch?
7. Jelaskan apa fungsinya timing gear?
8. Jelakan cara bekerjanya katup isap & buang
9. Jelaskan apa yang dimaksud dengan air pilot valve?
10. Sebutkan nama & fungsi piston ring yang terpasang pada piston?
11. Jelaskan cara menyusun piston ring agar berfungsi maksimal?
12. Jelaskan sistem pendingin piston?
13. Apa yang dimaksud dengan pendinginan Flash? Dimana anda
jumpai?
14. Apa yang dimaksud dengan pelumasan awal dan kapan dilakukan.