Anda di halaman 1dari 7

DISKUSI III

HIPOTESA DE BROGLIE & ASAS KETIDAKPASTIAN HEISENBERG


By Ade Rizky Angreini Gustina Nuzula Siti Aminah Syelli Ayu Friani

LOUIS-VICTOR PIERRE RAYMOND DE BROGLIE


de Broglie pada tahun 1924, dalam tesis doktoralnya mengusulkan bahwa materi mempunyai sifat gelombang di samping partikel. Keberadaan gelombang de Broglie secara eksperimental ditunjukkan orang pada tahun 1927, dan prinsip dualisme yang dinyatakannya merupakan titik pangkal dari perkembangan mekanika kuantum oleh Erwin SchrOdinger dalam tahun tahun berikutnya

Sebuah foton berfrekuensi

mempunyai momentum :

Yang dapat dinyatakan dalam panjang gelombang sebagai : Karena , maka panjang gelombang foton

ditentukan oleh momentumnya menurut hubungan :

de Broglie mengusulkan agar Persamaan (2.1) ini berlaku umum yang bisa digunakan untuk partikel suatu materi atau foton. Momentum suatu partikel bermassa m dan kecepatan v ialah p = m v, dan panjang gelombang de Broglie-nya adalah :

Makin besar momentum partikel itu makin pendek panjang gelombangnya. Dalam Persamaan (2.2), m menyatakan massa relativistik

de Broglie tidak memiliki bukti eksperimental yang langsung bagi dugaannya. Namun, ia mampu memperlihatkan bahwa konsep yang diajukannya dapat menjelaskan secara wajar terdapatnya kuantisasi energi pembatasan harga energi khusus yang harus dikemukakan sebagai postulat oleh Bohr dalam model atomnya di tahun 1913. Dalam beberapa tahun Persamaan (2.2) dibuktikan melalui ekspeimen yang menyangkut difraksi elekton oleh Kristal.

THANKS