Anda di halaman 1dari 85

BAB I

PENDAHULUAN

I. Sebuah hubungan antara dua perubah x dan y dan turunan-turunan dari y ke x, yang berbentuk

f(x, y,

2

dy d y dx , dx

2

,

n

d y

dx

n

) 0

disebut persamaan diferensial antara perubah x dan y. Jika turunan tertinggi yang terdapat dalam persamaan diferensial itu adalah turunan ke-n, maka persamaan diferensial disebut berordo n. Jika persamaan diferensial itu bulat dan rasional dalam turunan-turunan dari y ke x, maka tingkat tertinggi yang terdapat dalam turunan tertinggi disebut derajat persamaan diferensial. Contoh :

1)

dx ) 5 – 2xy 2 ( dx

dy ) 6 + y 2 ( dy

dx ) 3 – (

xy ( dy

d

2

dx

y ) 2 – 4x = 0

2

adalah persamaan diferensial ordo 2 derajat dua.

2)

(

d

3

dx

y ) 4 – 2xy 2 ( dx

3

dy ) 6 + x 3

d

2

y

dx

2

= 0

adalah persamaan direfensial ordo tiga derajat empat. Jika dalam suatu persamaan diferensal terdapat tiga perubah x, y, z dan turunan-turunan parsial dari z ke x dan z ke y, maka persamaan diferensial disebut persamaan diferensial parsial.

F(x,y,z,

dz

dz d z d z d z

2

2

2

 

dx

,

dy dx dx dxdy

,

2

,

2

,

,

) 0

Jika dalam suatu persamaan diferensial hanya terdapat dua perubah dan , dan turunan-turunan dari ke , maka persamaan diferensial disebut persamaan deferensial biasa.

II. Kesamaan Diferensial suatu berkas kurva

Jika

C

suatu

parameter,

maka

persamaan

( , , ) = 0 grafiknya berupa suatu berkas kurva. Misalnya : 2

1)

+ = 0 menyatakan berkas lingkaran berpusat dititik asal 0.

2)

– 2 = 0 menyatakan berkas parabola yang sumbu simetrinya adalah sumbu .

Jika

kedua

rumus

persamaan

diturunkan ke , didapat

f dy

.

x y dx

f

( , , ) = 0

=

0,

yang pada

umumnya masih memuat parameter C. Jika parameter C dihilangkan dari persamaan ini dan persamaan ( , , ) = 0, maka persamaan hasil berbentuk

, , = 0, yang disebut persamaan diferensial berkas

kurva itu. Ternyata bahwa suatu berkas kurva yang memuat satu parameter C, persamaan diferensialnya berordo satu. Contoh : Tentukan persamaan diferensial berkas parabola = 2 , jika suatu parameter.

Jawab : Jika kedua ruas persamaan = 2 diturunkan ke

, diperoleh 2 = 2 .

dy

Jika parameter p dihilangkan, didapat y 2 = 2xy dx

dy , yaitu persamaan diferensial yang diminta.

2x dx

atau y =

Diketahui berkas kurva f (x, y, c 1 , c 2 ) = 0 dengan dua buah parameter C 1 dan C 2 . Bagaimana cara menentukan persamaan diferensialnya ?

Jika kedua ruas diturunkan ke x, didapat

f dy

.

x y dx

f

= 0,

yang pada umumnya memuat parameter C 1 dan C 2 . Dengan menurunkan sekali lagi ke x, kita peroleh

2

f

x

2

2

f dy f dy

x y dx y dx

2

2

)

f . d y y y

2

2

.

2

(

0.

Jika parameter C 1 dan C 2 dihilangkan dari ketiga persamaan

itu, maka persamaan hasil berbentuk F (x, y,

2

dy d y

dx

, dx

2

)

0

Ternyata bahwa suatu berkas kurva yang memuat dua parameter C 1 dan C 2 , persamaan diferensialnya berordo dua. Pada umumnya : suatu berkas kurva yang memuat n buah parameter, persamaan diferensialnya berordo n. Contoh :

Tentukan persamaan diferensial berkas parabola y 2 = 2px + q, jika p dan q adalah parameter. Jawab : Jika kedua ruas y 2 = 2px + q diturunkan ke x, didapat

dy = 2p.

2y dx

Jika diturunkan sekali lagi ke x, didapat 2 (

dy

dx

)

2

2 y

2

d y

dx

2

= 0.

Karena persamaan terakhir ini tidak memuat p dan q maka jika p dan q dihilangkan dari ketiga persamaan itu, persamaan

hasil adalah (

dy

dx

) 2

+

y

=

2

d y

dx

2

diferensial yang diminta.

= 0, yaitu persamaan

III. Penyelesaian suatu persamaan diferensial Persamaan diferensial suatu berkas kurva dapat diperoleh dengan menurunkan kedua ruas persamaan berkas kurva itu, dan menghilangkan parameter. Sebaliknya bila diketahui suatu persamaan diferensial, maka dapat ditanyakan persamaan berkas kurva mula-mula, yang disebut persamaan pokok. Persamaan pokok dapat diperoleh dengan mengintegralkan persamaan diferensial yang diketahui. Menentukan persamaan pokok disebut menyelesaikan persamaan diferensial. Dalam penyelesaian umum suatu persamaan diferensial ordo n, terdapat n buah paramater. Jika parameter – parameter itu diberi nilai tertentu, maka diperoleh penyelesaian khusus (penyelesaian partikuler) persamaan diferensial itu . Contoh :

Tentukan penyelesaian umum persamaan diferensial x + y

dy

dx

= 0.

Tentukan pula penyelesaian khusus, yang memenuhi syarat :

dy

untuk x = 2 dx

Jawab :

= 1.

x + y

dy

dx

= 0 x dx + y dy = 0.

Jika kedua ruas diintegrasikan didapat x dx + y dy = C 1 atau ½ x 2 + ½ y 2 = C 1 . Penyelesaian umum : X 2 + Y 2 = C, yang menyatakan berkas lingkaran berpusat di titik asal 0.

dy

Jika dalam persamaan x + y dx

dy =

= 0 dimasukkan x = 2, dx

1, maka y = -2. Jika dalam persamaan x 2 + y 2 = C dimasukkan x = 2, y = -2, maka C = 8. Penyelesaian khusus : x 2 + y 2 = 8, yang menyatakan lingkaran berpusat 0, berjari-jari 2V2.

BAB II PERSAMAAN DIFERENSIAL ORDO SATU DERAJAT SATU

Dalam persamaan diferensial ordo satu derajat satu F (x, y,

dy .

dy ) = 0, setiap pasang nilai x dan y menentukan satu nilai dx

dx

Dalam geometri berarti bahwa persamaan itu pada setiap titik P (x, y)

dy .

pada bidang koordinat menentukan satu arah dx

Menyelesaikan persamaan diferensail itu berarti menentukan kurva pada bidang koordinat yang gradien singgung disetiap titiknya memenuhi persamaan yang diketahui. Bentuk umum persamaan diferensial ordo satu derajat satu

ialah f (x, y)

dy

dx

+ (x, y) = 0 atau f (x, y) dy + (x, y) dx = 0.

Dalam

diselesaikan.

beberapa

kejadian

khusus,

persamaan

ini

mudah

I. Persamaan diferensial dengan peubah terpisah Persamaan yang dapat diubah ke dalam bentuk f (x) dx + (y) dy = 0, yaitu koefisien dx merupakan fungsi x saja dan koefisien dy merupakan fungsi y saja, disebut persamaan diferensial dengan perubah terpisah. Persamaan ini dapat diselesaikan dengan mengintegrasikan kedua ruas, sehingga diperoleh f (x) dx +  (y) dy = C. Contoh 1 Selesaikan persamaan diferensial x (y 2 – 1) dx – y (x 2 -1) dy = 0

Jawab :

Persamaan diubah menjadi

x

2

x

1

dx

1

2

1

ln( − 1) −

1

2

atau

2

x

1

2

y 1

= C

1 =

ln( − 1) =

1

2 ln

y

y 2

1

dy= 0

Penyelesaian umum : x 2 – 1 = C (y 2 – 1)

Contoh 2

dy

Selesaikan x dx

+ (2x 2 -1) cotg y = 0.

Jawab :

Persamaan diubah menjadi

2x

2

1

x

dx + tg y dy = 0

2 +

sin = 0

cos

− ln − ln cos

= ln

ln

=

ln + ln cos +

ln

ln

= ln( cos )

Penyelesaian umum : = cos

Soal-soal Selesaikan persamaan diferensial

2 2 1. 1y dx + 1x 2. (x 2 – x) dy = (y
2
2
1.
1y
dx +
1x
2. (x 2 – x) dy = (y 2 + y) dx

dy = 0

3. 2xy (x + 1)

dy

dx

= y 2 + 1

dy

4. dx

+ (1 – y 2 ) tg x = 0

5. x (1 – x 2 ) dx = (x 2 – x + 1) y dx

II. Persamaan diferensial homogen

Persamaan berbentuk f( y ) dx +

x

persamaan diferensial homogen.

( y )

x

dy

= 0 disebut

Persamaan itu dapat diselesaikan dengan substitusi u =

y

x

atau y = ux, jadi dy = u dx + x du. Persamaan menjadi f (u) dx + (u) . (udx + x du) = 0 atau [f(u)

+ u. (u)] dx + x . (u) du = 0 atau

dx

(

u

)

x

f u

(

)

u

.

(

u

)

du

terpisah.

=

0,

yaitu

persamaan

diferensial

dengan

persamaan

Contoh 3. Selesaikan (x – u) dx + x du = 0

Jawab : Persamaan diubah menjadi (1 -

persamaan diferensial homogen.

u ) dx + du = 0, yaitu

x

Substitusi v =

u

atau u = vx . du = v dx + x dv

x

Persamaan menjadi :

(1 – v) dx + v dx + x dv = 0

dx + x dv = 0.

dx

x

+ dv = 0

dx

x

+ dv = In C, In x + In e v = In C

xe v = C . Penyelesaian umum x e u/x = C

Contoh 4

dy

Selesaikan x dx

= y – x cos 2

y

x

Jawab :

Persamaan diubah menjadi

x dy = (y – x cos 2

dy = ( y

x

- cos 2

y

x

y

x

) dx

) dx = 0

Substitusi u =

y

x

atau y = ux

Persamaan menjadi

u

dx + x du = (u – cos 2 u) dx = 0

x du + cos 2 u dx = 0,

dx + du

x

cos

2

u

= 0

dx +

x

du

cos

2

u

= In C, In x + tg u + In C, In x + In e tg u = In

C, x e tg u = C.

Penyelesaian umum :

x e rg y/x = C.

SOAL-SOAL Selesaikan persamaan diferensial

1.

(2y e y/x – x)

dy

dx

+ 2x + y = 0

dy

2. (x 2 – 2xy – y 2 ) dx

= x 2 + 2 xy – y 2

3. x (x 2 – 6 y 2 ) dy = 4y (x 2 + 3y 2 ) dx

dy = 2 2 4. y – x x y dx dy 5. (x +
dy =
2
2
4. y – x
x y
dx
dy
5. (x + y) 2
= x 2 – 2xy + 5y 2
dx

III. Persamaan Diferensial berbentuk (ax + by + c) dx + (px + qy + r) dy = 0 Persamaan ini dapat dijadikan homogen, dengan substitusi u = ax + by + c, v = px + qy + r du = a dx + b dy, dv = p dx + q dy Dengan aturan Cramer didapat

dx

qdu bdv

aq bp

, dy

adv pdu

aq bp

Persamaan menjadi :

u ( q du – b dv) + v (a dv – p du) = 0 (qu – pv) du + (av – bu) dv = 0

(q – p,

v ) du + (a.

u

v

u

- b) dv = 0

yaitu persamaan diferensial homogen.

Contoh 5

dy = 2

4

x

y

 

7

Selesaikan persamaan diferensial dx

x

y

 

1

Jawab : Persamaan diubah menjadi (4x – y + 7) dx – (2x + y – 1) dy = 0 Substitusi u = 4x – y + 7, v = 2x + y – 1 Maka du = 4 dx – dy, dv = 2 dx + dy

Jadi dx =

1

6

(du + dv), dy =

1

6

(4 dv – 2 du)

Persamaan menjadi

U (du + dv) – v(4 dv – 2 du) = atau (u + 2v) du + (u-4v) dv = 0

(1 +

2v ) dv = 0

u

v

Substitusi t = u

atau v = tu, dv = t du + u dt

Persamaan menjadi (1 + 2t) du + (1 – 4t) (t du + u dt) = 0 (1 + 3t – 4t 2 ) du + u (1 – 4t) dt = 0

du

4

t

1

u

4

t

2

3

t

1

dt = 0,

8 du  5 d 4 t  1
8
du
 5
d 4
t 
1

+ 8

4 + 1 + 3

5

5 − 1 =

0

In u +

2 In (4t + 1) +

5

3

5

In (t – 1) = ln C 1

dt

u + 2 In (4t + 1) + 5 3 5 In (t – 1) =

t 1

dt = 0

5 In u + 2 In (4t + 1) + 3 In (t-1) = In C 2 u 5 (4t + 1) 2 (t-1) 3 = C 2

(4x – y + 7) 5 .

12

4

x

3

y

   

3

 

 

2

x

2

y

8

.

4

 

x y

7

2

 

x y

7

3

= C 2

Penyelesaian umum :

(4x + y + 1) 2 (-x + y – 4) 3 = C Kejadian khusus :

1)

Jika

aq

bp

=

0

atau

p q a

b

r

c

,

maka

dengan

memisalkan

p

a

q

b

= m, persamaan menjadi (ax + by +

c) dx + [ m (ax + by) + r] dy = 0

Dengan substitusi u = ax + by, persamaan menjadi (u +

C) dx + (mu + r) dy = 0.

2)

duadx = 0 yaitu persamaan diferensial dengan

b

perubah terpisah.

Jika

p q a

b

r

c

(=m), maka persamaan dapat ditulis (ax

+ by + c) dx + m (ax + by + c) dy = 0 atau dx + m dy = 0 Penyelesaian umum : x my = C

Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 6 Selesaikan (2x - 4y + 5) dy + (x -2y + 3) dx = 0 Jawab : [2(x – 2y) + 5] dy + (x – 2y + 3) dx = 0

Misalkan u = x – 2y, du = dx – 2 dy, maka (2u + 5) dy + (u

+ 3) (du + 2 dy) = 0

(4u + 11) dy + (u + 3) du = 0

dy +

u

3

4

u

11

du

0,

1

dy

1

4

4(4

u

11

du = 0

dy

1

4

du

1

du

4

4

u

11

0

y

+

1 u

4

1

16

In (4u + 11 = C 1

Penyelesaian rumus :

Y

+

1

4

(

xy

2

)

1

16

In (4x – 8y + 11) = C 1

SOAL-SOAL

Selesaikan persamaan diferensial

1. (x – 5y + 5) dy + (5 = y + 1) dy = 0

2.

dy

(3y –x) dx

= 3x – y + 4

3. (4x + 2y – 1) dx = (2x + y + 2) dy

4. (3x – y + 1) dx = (-6x + 2y – 2) dy

IV. Persamaan Diferensial Linier Suatu persamaan direfensial disebut linier, jika persamaan itu

dy dan y, jadi berbentuk

berderajat satu dalam dx

f (x)

dy

. dx

+ (x) . y = (x)

Persamaan ini dapat diselesaikan dengan dua cara yaitu :

a) Cara Bernoulli

b) Cara Lagrange (cara variasi parameter)

c) Cara Bernoulli

du

dy = u dv dx + v dx

Dengan substitusi y = u x v, maka dx

Persamaan menjadi

f(x)

dv

dx

u

v

du

dx

+ uv . (x) = (x) atau

u

f x

(

)

dv

dx

v. (x)

+ v.f (x)

du = (x)

dx

Karena y dimisalkan sebagai hasil kali dua perubah baru u dan v, maka antara u dan v (sebagai fungsi x) boleh diambil sebarang hubungan lagi. Hubungan ini dapat dipilih sehingga

dy

f(x) dx

+ v. (x) = 0,

dv

( x )

v

f x

(

)

In v +

(

x

)

f x

(

)

dx = In C, jadi v = Ce -

dx = 0

(

x

)

f x

(

)

dx

Terdapat tak hingga banyak nilai v sebagai fungsi x yang memenuhi.

Jika diambil C = 1, maka : V = Ce -

(

x

)

f x

(

)

dx

Untuk nilai v ini, persamaan menjadi

-

(

x

)

f x

(

)

dx . f(x)

du = (x) atau

dx

du =

(

x

)

dx

f xc

(

)

u =

(

x

)

f x

(

)

.

e

(

dx , jadi

.

e

f x

)

(

x

(

)

dx + c

f x

(

)

x

)

Dengan memasukkan nilai u dan v ini dalam y = u x v, diperoleh penyelesaian persamaan diferensial linier itu.

Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 7

dy

Selesaikan x (1 – x 2 ) dx

Jawab :

+ (2x 2 -1) y = ax 3

dy = u

Misalkan y = uv, maka dx

Persamaan menjadi

dv du

dx

dx

v

X(a-x 2 ) (u

dv du

v

) _ (2x 2 -1) uv = ax 3 atau

 

dx

 

dx

u

x

(1

x

2

)

dv

dx

(2

v

x

2

1)

+ x (1 – x 2 v

du

dx

= ax 3

Hubungan

antara

u

dan

v

(sebagai

fungsi

x)

dipilih

sehingga.

 
 

dv

 

x(1 – x 2 )

dx

+ v (2x 2 – 1) = 0 atau

 
 

1

1

 

2

1

   

dv +

2

x

dv

 

2

2

) dx

   

dx = 0,

v

 

+

v

x

(1

x

2

)

+ (- 1 2

1

x

1

x

=

0

dv

dx

1 2

dx

1 ln(1+ x) = ln C

atau

 
     

v

x

 

1 x

2

 

v

= Cx

2 1x
2
1x
2
2

x 1x

(C diambil 1)

 
Persamaan diferensial menjadi du = axdx 2 X(a – x 2 ax ax 3 ,
Persamaan diferensial menjadi
du =
axdx
2
X(a
x 2
ax
ax 3 ,
du
=
dx
2
2
(a
x )
a
x
atau
xdx
1
2
 3/ 2
u = a
= -
a 
(a
x )
d(1 –
2
2
2
(a
x )
1
x
a
x 2 ) =
+ C
2
a  x
2
Penyelesaian umum y = uv = ax + Cx
ax

a) Cara Lagrange (Cara variasi parameter)

Untuk menyelesaikan persamaan diferensial f(x)

dy

dx

+

(x) . y = (x), diselesaikan lebih dulu persamaan teredusir

f(x)

dy

dx

+

(x)

.

y

= 0, yang merupakan persamaan

diferensial dengan perubah terpisah.

Kita peroleh

y +

Jadi

(

x

)

f x

(

)

y

=

Ce

dy +

(

x

)

y

f x

(

)

dx = In C

dx = 0, In y +

(

x

)

f x

(

)

dx = 0, In

-

(

x

)

f x

(

)

dx, yang merupakan penyelesaian

umum persamaan teredusir dengan C sebagai parameter. Sekarang parameter C dipasang sebagai fungsi x, dan akan ditentukan fungsi ini sehingga memenuhi persaaan diferensial linier (tidak teredusir).

Jika kedua ruas persamaan In y +

diturunkan ke x didapat

dy +

1

. dx

y

( x )

f ( x )

(

x

)

1(

x )

dx

=

In

C

1 dc

=

c . dx

,

dimana

diferensial linier.

ruas

kiri

identik

y =

C 1 e

-

(

x

)

f x

(

)

dx

+

e

dengan

ruas

-

(

x

)

f x

(

)

dx

kiri

.

persamaan

(

x

)

f x

(

)

.

e

(

x

)

f x

(

)

dx

Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 8

Selesaikan persamaan diferensial

x(1 – x 2 )

dy

dx

+ (2x 2 – 1) y = ax 3

Jawab : Diselesaikan persamaan teredusir

x(1 – x 2 )

dy

dx

+ (2x 2 – 1) y = 0

dy +

 

2

1

 

1 dc

2

x

 

=

 

.

y

x

(1

x

2

)

c dx

= ax 3 atau

dC =

axdx 2 2 (a  x ) 1  x
axdx
2
2
(a
x )
1
x

Penyelesaian rumus :

Y = Cx

= C 1 x 1 x

, jadi C =

2 1x
2
1x

a

atau dC = axdx 2 2 (a  x ) 1  x Penyelesaian rumus :

C

1

SOAL-SOAL

Selesaikan persamaan diferensial berikut ini

1)

2)

3)

x

x

dy

dx

dy

dx

- y = x 3 + 1

+ y = x In x

(x 2 + 3)

dy

dx

= xy + 3 ?

V. Persamaan Bernoulli Persamaan diferensial berbentuk

f (x)

dy

dx

+ (x) . y = y n . (x)

Disebut persamaan Bernoulli Persamaan ini dapat diubah menjadi persamaan diferensial linier, jika kedua ruas dibagi y n . Didapat

f(x) .

1

n

dy

.

y dx

(

x y

).

y

n

.

(

x

)

Misalkan z =

1

y n1

. Y 1-n , maka

dz =

dx

1  n

1n

y

n

dy

. dx

, atau

1

dy

1

dz

 

y

n

. dx = 1n . dx

Persamaan menjadi :

f ( x ) dz

.

1 n dx

+ (x) . z = (x), yaitu suatu persamaan diferensial

linier.

Perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 9. Selesaikan persamaan Bernoulli y’ cos x + y sin x + y 3 = 0

Jawab :

Cos x .

dy

dx

+ y sin x = -y 3

Kedua ruas dibagi y 3 , didapat

cos x dy

sin x

y

3

.

dx

y

2

 1

Substitusi =

, maka

=

Persamaan menjadi cos + sin = −1

dz

Atau cos x dx

- 2z sin x = 2

Substitusi z = uv, maka

Cos x ( u

du

dv + v dx

dx

) – 2 u v sin x = 2 atau

u (cos x

dv

dx

- 2 v sin x) + v cos x

du = 2

dx

dv

Hubungan antara u dan v dipilih sehingga cos x dx

- 2 v sin x =

0,

dv -

2sin x

v

cos x

dx = 0 atau In v + 2 In cos x = In c v =

c

cos

2

x

untuk C = 1, maka v =

1

cos

2

x

Persamaan menjadi

1 du

cos

x

.

dx

= 2, jadi u = 2 cos xdx2 sin x + C

2sin x

Maka z = u v =

c

1

2

x

y

2

cos

Penyelesaian umum :

cos 2 y 2 = 2sin xC

SOAL-SOAL Selesaikan persamaan Bernoulli berikut ini.

1)

xy 1 = 4y – 4

y
y

2)

xy 1 = y + 2 xy 2

3)

x 3 y 1 = 2 x 2 y + y 3

4)

y 1 + 2y = 2 xy

y
y

VI. Persamaan Diferensial Eksak Persamaan diferensial ordo satu derajat satu f (x,y) dx + (x, y) dy = 0 disebut eksak, jika memenuhi syarat :

f

y x

Untuk dapat menyelesaikan persamaan diferensial eksak, terlebih dulu kita perhatikan persoalan berikut ini. Jika C suatu parameter, maka persamaan F (x, y, c) = 0 grafiknya merupakan berkas kurva.

Untuk menentukan persamaan diferensial berkas kurva itu, kedua ruas persamaan F(x, y) = C diturunkan ke x, didapat :

F F dy

.

=

0

x y dx

Jika parameter C dihilangkan dari kedua persamaan itu, maka persamaan hasil ialah :

F F dy

.

x y dx

= 0 atau

F

x

dx

F

y

dy 0

yaitu persamaan diferensial berkas kurva itu. Ternyata merupakan persamaan diferensial eksak, sebab memenuhi syarat :

( F

y

x

)

( F

x

y

)

Kesimpulan :

Penyelesaian umum persamaan diferensial eksak f(x, y) dx + (x, y) dy = 0 berbentuk F (x, y) = C, dimana

F

x

F

y

f(x, y)

= (x, y)

(1)

(2)

Untuk memperoleh F (x, y), kedua ruas persamaan (1) diintegralkan ke x (berarti y tetap). Diperoleh

F(x, y) = f(x, y) dx + (y)

(3)

Jika kedua ruas persamaan ini diturunkan persial ke y (berarti x tetap), maka didapat

F

y y

 

(

,

x

x y dx

)

 

1

(

y

)

Menurut persamaan (2) :

F

y

(

x y

,

)

y

x

f x y dx

(

,

)

+ 1 (y)

Dari persamaan ini dapat dicari 1 (y), kemudian dengan mengintegrasikan ke y didapat (y). Jika nilai (y) ini dimasukkan dalam persamaan (3), terdapatlah F (x, y). Penyelesaian umumnya adalah F (x, y) = C.

juga

persamaan (2) diintegrasikan ke y (berarti x tetap).

Untuk

mendapatkan

F(x,

y),

dapat

kedua

ruas

Didapat F(x, y) =  (x, y) dy + (x), dst nya.

Contoh 10 Selesaikan persamaan diferensial eksak (cos x – x cos y) dy – (sin y + y sin x) dx = 0.

Jawab :

Penyelesaian umum berbentuk F (x, y) = C, dimana

F

x

F

y

(1)

sin y – y sin x

(2)

cos x – x xos y

Jika kedua ruas persamaan (1) diintegrasikan ke x (berarti y tetap), didapat F (x, y) – x sin y + y cos x - 1 (y)

Jika diturunan parsial ke y, maka

F

y

-x cos y + cos x + 1 (y)

Menurut persamaan (2) maka -x cos y + cos x + 1 (y) = cos x – x cos y, sehingga 1 (y) = 0 atau (y) = C 1 . Penyelesaian umum –x sin y + y cos x = C

Contoh 11

Tunjukkan bahwa persamaan diferensial

(x arcsin

y

x

+ arcsin

dy = 0 adalah eksak, kemudian selesaikanTunjukkan bahwa persamaan diferensial (x arcsin y x + arcsin x) dx + persamaan itu. Jawab

x) dx +

persamaan itu.

Jawab :

1  x x (x arcsin y + arcsin x) = x . = x
1
x
x
(x arcsin
y + arcsin x) = x .
=
x
x
2
2
2
2
a  y x
/
x  y
2
x
x
2
2
sedangkan x
x y
=
=
2
2
2
2
2
x
 y
x
 y

Jadi persamaan digerensial itu eksak.

Penyelesaian umum adalah F (x, y) = C, dimana

 y F  x arcsin + arcsin x … (1)  x x 
y
F  x
arcsin
+ arcsin x … (1)
 x
x
 F
2
2
dan
= x y
(2)
y

Jika kedua ruas persamaan (2) diintegrasikan ke y (berarti x tetap), didapat

F (x, y) =

2 2  x y dy
2
2
x y
dy

Dengan substitusi y = x sin t diperoleh

F (x, y) =

=

xcost.xcos t dt

½ x 2 (t + ½ sin 2t)

= ½ x 2 arcsin

= ½ x 2 arcsin

y

x

y

x

+ ½ x 2 .

+ ½ y

1 x 2  (1 + cos 2t) dt 2 2 y y . 1
1
x
2 
(1 + cos 2t) dt
2
2
y
y
.
1
 x
(
)
2
x x
2 2 x y
2
2
x y

+ (x)

Jika diturunkan parsial kex (berarti y tetao) didapat

F

x

= x arcsin

y

x

+ 1 (x)

x

Menurut (1) : x arcsin y

+

1 (x) =

x

arcsin

y

x

+ arcsin x, jadi 1 (x) = arcsin x

Maka (x) = arcsin x dx

dx = x arcsin x -  x . 2 1  x = x
dx
= x arcsin x -  x .
2
1  x
= x arcsin x +
ax
2 +C 1

Penyelesaian umum :

½ x 2 arcsin

y + ½ y

x

+ x arcsin x +x -  x . 2 1  x = x arcsin x + ax 2

2 1x
2
1x

= C

SOAL-SOAL Selesaikan persamaan diferensial eksak

1)

(2x 3 + 3y) dx + (3x + y – 1) dy = 0

2)

y (x 2 y 2 + 2) dx + x (2 + x 2 y 2 dy = 0

3)

4)

5)

x 2

y

(1

dy + 2x In y dx = 0

y dx

)

2

 

(1

x dy

)

2

(1

xy

)

2

= 0

e x (x 2 + y 2 + 2x) dx + 2e x y dy = 0

VII. Faktor Integrasi

Jika persamaan diferensial ordo satu derajat satu f (x, y) dx +

(x,

y) dy =

0 tidak

eksak, berarti

f

y x

7 . Maka dapat

ditentukan sebuah fungsi v (x, y), sehingga v. F (x, y) dx + v. (x, y) dy = 0 menjadi eksak.

Syaratnya ialah :

y

[v. f (x, y)] =

v .

f

y

+ f .

v

x

x

= v.

[v . (x, y)] atau

+ .

x

v

x

Karena persamaan ini adalah persamaan diferensial parsial, maka pada umumnya fungsi v (x, y) tidak dapat dicari Hanya dalam kejadian-kejadian khusus saja fungsi v dapat dicari.

Fungsi v ini disebut faktor integrasi. Beberapa kejadian khusus :

1) Jika v merupakan fungsi x saja, maka v dapat dicari dari persamaan

v.

f

v .

.

y

atau

y

f

x

x

f

dv

=

y x

dx, dimana

y x

v

 

Jadi In v =

f (x) dx atau v = e

= f (x).

Jika v merupakan fungsi y saja, maka dapat dicari dari persamaan

v .

f

y

f .

v

v .

y

y

x

v f

x y

dv =

v

f

atau

dx, dimana

f

x y

f

Jadi In v = g (y) atau v = e.

= g (x).

Contoh 12 Selesaikan persamaan diferensial (x 2 + y 2 + x) dx + xy, dy = 0

Jawab :

f(x, y3w) = x 2 + y 2 + x dan (x, y) = xy. Maka

f

 
 

y

x 2 y y

1

 

xy

x

= f (x)

Jadi v = e

dx

x

= e In x = x. Maka

X(x 2 + y 2 + x) dx + x 2 y dy = 0 adalah persamaan diferensial eksak. Penyelesaian umum ialah F (x, y) = C, dimana

F

x

dan

F

y

x (x 2 + y 2 + x)

= x 2 y

(2)

(1)

Jika kedua ruas persamaan (2) diintegralkan ke y, diperoleh F(x, y) = x 2 y dy = ½ x 2 y 2 + (x)

Jika diturunkan parsial ke x, didapat

F

x

xy 2 + 1 (x) = x (x 2 + y 2 + x), jadi

(x) = x 3 + x 2 atau (x) = (x 3 * x 2 ) dx = ¼ x 4 + 1/3 x 3 + C 1 Penyelesaian umum : ½ x 2 y 2 + ¼ x 4 + 1/3 x 3 = C.

Contoh 13 Selesaikan persamaan diferensial (2xy 4 e y + 2 xy 3 + y) dx + (x 2 y 4 e y – x 2 y 2 – 3x) dy = 0

Jawab : Dalam soal ini f(x, y) = 2 xy 4 e y + 2 xy 3

(x, y) x = x 2 y 4 e y – x 2 y 2 – 3x.

+ y dan

Ternyata bahwa

f

y

, jadi tidak eksak

x

 

Dicoba diselidiki bentuk (

f

: f

 
 

x

y

f

 

x

y

2

4

xy e

y

2

xy

2

3

 

(8

3

xy e

y

2

4

xy e

y

6

xy

2

1)

 

f

y xy e

(2

3

y

2

xy

2

1)

 
 

= -

8.

3

xye

y

8

xy

2

4

4

(

g y

)

 
 

y

(2.

3

xye

y

2

xy

2

1)

y

Jadi v = e

-4 dy - 4 In y

y

=

1

y

4

Diperoleh persamaan diferensial eksak

(2 xo y +

2

x 1

y 3

) dx + (x 2 e y -

2

x

2

y

3 x

4

y

) dy = 0

Penyelesaian umum berbentuk F (x, y) = C

Dimana

F

x

Jadi

F

x

2 xy y +

x 2 e y -

x

2

y

2

2x +

y

3 x

y

4

1

y

3

, dan seterusnya

Contoh 14 Persamaan diferensial y(2xy + 1) dx + x (1 + 2xy – x