Anda di halaman 1dari 20

RINGKASAN BUKU

SAMUDERA AL-FATIHAH
KARYA H. BEY ARIFIN

Oleh: Nur Hilmy Dhiyaul Azis 1313100101

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER (ITS)


Kampus ITS Sukolilo - Surabaya 60111. http://www.its.ac.id

ABSTRAK
Al-Fatihah yang terdiri dari 7 ayat dinamakan pula "ummul kitab" (induk Al-kitab) atau "ummul Quran (induk Al-Quran) karena Al-Fatihah adalah induk dari keseluruhan AlQuran yang mulia. Seluruh kandungan Al-Quran terangkum dalam surat ini. Al-Fatihah dinamakan pula "as-sab'ul matsaany" (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya ada tujuh dan berulang-ulang dibaca didalam shalat.

KATA PENGANTAR
Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah SWT, yang karena bimbingan-Nyalah penulis bisa menyelesaikan rangkuman buku Samudera Al-Fatihah karya H. Bey Arifin.

Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan rangkuman ini.

Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan pada rangkuman ini. Oleh karena itu saya mohon pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kebaikan kita bersama.

Terima kasih, dan semoga rangkuman ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua dan semoga Allah ta'ala senantiasa curahkan hidayah dan ilmuNya pada kita semua agar terbuka pintu dan mata hati ini sehingga mudah melihat jalan yang lurus, jalan yang menghubungkan Dia ridhoi.

Surabaya, Nopember 2013

penulis

ii

DAFTAR ISI
ABSTRAK .............................................................................................................. I KATA PENGANTAR .......................................................................................... II DAFTAR ISI ........................................................................................................ III RANGKUMAN ..................................................................................................... 1 Tujuh Keistimewaan Surat Al-Fatihah............................................................... 1 Tafsir Taawudz ....................................................... Error! Bookmark not defined. Tafsir Basmalah .................................................................................................... 6 Tafsir Hamdalah ................................................................................................... 6 Tafsir ar-Rahmaanir-Rahiim............................................................................... 8 Tafsir Maaliki Yawmiddin ................................................................................... 9 Tafsir Iyyaka Nabudu wa Iyyaka Nastaiin .................................................... 10 Tafsir Ihdinash-shiraathAl-mustaqiim ............................................................. 11 Tafsir ShiraathAl-ladzina Anamta Alaihim .................................................. 12 Tafsir Ghairil-maqdhuubi Alaihim waladh-Dhaalinn ................................... 13 Amin ..................................................................................................................... 13 PENUTUP ............................................................................................................ 14 LITERATUR ....................................................................................................... 15 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................... 16

iii

RANGKUMAN
Keistimewaan Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah memiliki beberapa keistimewaan, yaitu: 1. Paling besar (Azham) Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal ra., katanya: Menyampaikan akan kami Yahya bin Said dari Syubah, yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdirrahman, dari Hafizh bin Ashim, dari Abu Said AlMaalli ra., katanya: Aku sedang shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah SAW., maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai shalat, aku datangi beliau, Rasulullah berkata: Kenapa engkau tidak segera mendatangiku? Aku menjawab: Karena aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah: Bukankah Allah sudah berfirman: Hai orang-orang beriman, sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau berkata: Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surat di dalam Al-Quran sebelum engkau keluar dari masjid ini. Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid, beliau memegang tanganku, lalu aku berkata: Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surat di dalam Al-Quran. Berkata Rasulullah: Ya, ialah Al-Hamdulillahi Rabbil Aalamin (dan seterusnya), ialah 7 ayat yang berulang-ulang, dan itulah AlQuran Al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku Hadist yang seperti di atas inipun diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud, an-NasaI, Ibnu Majah dan AlWaqidi dari berbagai-bagai sumber. 2. Tak ada samanya dalam Tasurat, Injil, Zabur dan Al-Quran. Diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam Al-Muwattha, dari AlAla bin Abdirrahman bin Yakub Al-Haraqi, bahwa Abu Said Mawla Ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka, bahwa Rasulullah SAW. memanggil akan Ubay bin Kaab ketika dia dalam bershalat di dalam masjid. Sesudah selesai shalat, Ubay bin Kaab mendatangi Rasulullah, lalu Rasulullah memegang tangan Ubay, lalu bersama-sama keluar dari masjid dan berkata: Aku ingin engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surat yang

tak pernah diturunkan di dalam Tasurat, tidak pula di dalam Injil dan tidak pula di dalam Al-Quran yang dapat menyamainya. Berkata Ubay: Lalu aku perlambat jalanku, lalu berkata kepada Rasulullah: Surat apakah yang engkau janjikan tadi itu ya Rasulullah? Lalu Rasulullah membaca Alhamdulillahi Rabbil Aalamin dan seterusnya, dia berkata: Inilah dianya surat itu yaitu 7 ayat yang berulangulang dan dialah Al-Quran Al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku. Diriwayatkan dari Ali bin Abu Talib ra., bahwa Rasulullah SAW. berkata: Siapa yang membaca Fatihatul-Kitab, maka seakan-akan dia telah membaca Tasurat, Injil, Zabur dan Al-Furqan.

3. Hanya kepada Nabi Muhammad SAW. diturunkan Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasai dari hadist Abul Ahwash, Salam bin Salim dari Ammar bin Zuraiq, dari Abdullah bin Isa bin Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas ra. katanya: Pada suatu hari Rasulullah SAW. duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian lalu berkata: Itu sebuah pintu sudah terbuka di langit, dan tak pernah pintu itu terbuka sebelum ini, dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung menuju kepada Rasulullah, dan berkata: Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan kepada Nabi yang manapun sebelum engkau, kedua cahaya itu ialah Fatihatul-Kitab dan beberapa ayat di akhir Surat Al-Baqarah, setiap hutuf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya.

4. Langsung mendapat jawaban dari Allah Siapa yang membaca surat Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah ra. katanya: Kami berada di belakang Imam, maka berkatalah Imam itu kepadaku: Bacalah Al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah SAW. mengatakan: Telah berkata Allah Azza-wa Jalla: Aku bagi shalat (di sini maksudnya ialah Al-Fatihah) antara-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian (maksudnya: seperdua untuk-Ku dan seperdua lagi untuk hamba-Ku), dan bagi

hamba-Ku

apa

yang

mereka

minta.

Apabila

hamba-Ku

itu

berkata:

Alhamdulillahi Rabbil Aalamin, Allah menjawab: Hamba-Ku memuji-Ku; dan apabila hamba-Ku berkata: Arrahmaanir Rahiim, Allah menjawab: Hamba-Ku menyanjung-Ku; dan apabila hamba-Ku berkata: Maaliki Yaumiddin, Allah menjawab: Hamba-Ku memuliakan-Ku, dan apabila hambaKu berkata Iyyaka nabudu wa iyyaka nastaiin, Allah menjawab: Ini seperdua untuk-Ku dan seperdua untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku, apa yang ia minta; dan apabila hamba-Ku berkata Ihdinashshiraathalmustaqiim, shiraathal ladzina anamta alaihim, ghairil maghdhuubi alaihim waladh-dhaalliin, Allah menjawab: Ini semuanya untuk hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta.

5. Aman dari segala bahaya Diriwayatkan oleh Al-Buzar dari Anas ra.: Berkata Rasulullah SAW.: Bila engkau baca Al-Fatihah dan Qul Huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut.

6. Langsung dari arasy Diriwayatkan oleh Al-hakim di dalam Al-Mustadrak dari Maqal bin Yasaar ra.: Telah berkata Rasulullah SAW: Amalkanlah segala apa yang tersebut di dalam Al-Quran, halalkanlah apa yang dihalalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya, dan patuhilah ia, jangan sekali-kali engkau inkari apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamu, dan berimanlah kamu dengan Tasurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu Al-Quran dan segala keterangan yang tersebut di dalamnya, maka sesungguhnya Al-Quran itu pemberi syafaat, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surat Al-Baqarah dari zikir pertama (kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Musa a.s.) dan diberikan kepadaku surat yang berawalan Thaha, Thasin dan Hamim dari Papan-papan Musa (maksudnya: Tasurat), dan diberikan kepadaku Surat Al-Fatihah langsung dari Arasy.

7. Sebagai obat (mentera) Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said Al-Khudri ra. Pada suatu hari kami bersama-sama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang kepada kami seorang budak perempuan dan berkata: Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun di antara kami yang dapat mengobatinya, adakah diantara tuan-tuan yang dapat mengobatinya? Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat menjadi dukun. Si sakit itu lalu dimenterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya: Apakah engkau membolehkan mentera, dan apakah engkau tukang mentera? Ia menjawab: Tidak, saya bukan tukang mentera, tetapi aku hanya membacakan Ummul-Kitab. Kami katakan: Kejadian ini jangan dikabarkan kepada siapapun, sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah SAW. lebih dahulu. Sesudah kami sampai di kota Madinah, kami datangi Rasulullah SAW. dan kami ceritakanlah kejadian itu. Rasulullah lalu berkata: Siapa tahu bahwa surat itu (Al-Fatihah) adalah obat bagilah hadiah itu dan berikan saya sebahagian darinya. Kejadian seperti inipun diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Hisyam. Di dalam beberapa riwayat dari Muslim diterangkan bahwa penyakit orang yang disembuhkan itu ialah karena sengatan binatang yang berbisa dan yang menyembuhkan itu adalah Abu Said Al-Khudri sendiri. Mengenai Surat Al-Fatihah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa pendapat di dalam kalangan ulama-ulama besar Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadist yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat AlQuran yang tersebut di bawah ini: Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman [Yunus:57]; Dan Kami turunkan dari Al-Quran sesuatu yang jadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan bagi orang-orang yang zalim tetap bertambah merugi [Al-Isra:72]; Katakanlah, Al-Quran itu sebagai petunjuk dan penawar (obat) bagi orang yang beriman [Fusshilat:44]

Karena ayat-ayat dan hadist yang tersebut di atas ini, semua ulama-ulama sepakat bahwa Al-Quran itu dapat menjadi obat. Tetapi obat apa, mereka berlainan pendapat. Ada di antara mereka mengatakan sebagai obat dari penyakitpenyakit batin (rohani) saja, tidak dapat menjadi obat dari penyakit-penyakit jasmani (mengenai tubuh). Tetapi lain ulama mengatakan, menjadi obat bagi penyakit-penyakit rohani dan jasmani (kedua-duanya). Di antara ulama besar dan modern yang berpendapat bahwa Al-Quran dan khususnya Al-Fatihah dapat mengobati jasmani disamping mengobati rohani, ialah Imam Ibnul Qayyim Al-Jawzi. Berkata Ibnul Qayyim dalam kitabnya bernama Madarijus Salikin juz I halaman 52-58, diringkaskan sebagai berikut: Adapun Al-Fatihah itu mengandung obat buat hati (rohani) aka tidaklah ada perlainan pendapat. Cacat-cacat atau penyakit yang menimpa kalbu berpokok pada dua perkara, ialah rusaknya ilmu dan rusaknya tujuan. Karena dua kerusakan ini, maka timbullah dua penyakit kalbu yang sangat berbahaya, yaitu adh-Dhalaal (kesesatan) dan Al-Ghadhab (keangkara-murkaan). Kesesatan karena rusaknya pengetahuan, sedangkan keangkara-murkaan karena rusaknya tujuan hidup. Kedua penyakit inilah induknya segala penyakit kalbu. Maka hidayat yang bernama Shiraathal Mustaqiim (Al-Quran) adalah obat dari penyakit pertama (kesesatan). Sebab itu hidayat ini harus selalu kita minta dan pelajari. Sedang pengertian yang terkandung dalam Iyyaka nabudu wa iyyaka nastaiin adalah obat dari penyakit kedua (rusak tujuan atau kemurkaan). Adapun Al-Fatihah ini dapat pula menyembuhkan penyakit-penyakit tubuh atau badan, sudah jelas pula sebagai yang diterangkan oleh hadist shahih yang tersebut di atas ini. Para ahli tidak berselisih sedikitpun tentang keshahihan hadist yang tersebut dia atas ini. Dalam hadist itu dinyatakan dengan terang bahwa penyakit tersebut sudah sembuh hanya dengan membacakan surat Al-Fatihah, sehingga tak membutuhkan obat lainnya lagi. Pengalaman-pengalaman banyak orang dan undang-undang ketabibanpun akan membenarkannya. Banyak sekali penyakit-penyakit mengenai tubuh manusia yang dapat disembuhkan dengan doadoa lebih-lebih dengan Al-Fatihah yang mengandung banyak rahasia, kebenaran dan pengertian-pengertian yang sangat tinggi. Di dalamnya terkandung at-tauhid, penyerahan diri kepada Allah, sanjungan dan pujian terhadap Allah, di dalamnya

terdapat nama-nama Allah yang baik, nama Allah yang dapat menghilangkan segala kejelekan dan dapat mendatangkan segala kebaikan.

Tafsir Basmalah
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Didalamnya terdapat 3 Nama yang terbesar dari Nama-Nama Allah yaitu: Allah, Ar Rahmaan dan Ar Rahiim, karena itu Rasulullah SAW menamakan al Ismul Azham yaitu Nama Teragung dari Allah SWT. Dalam buku ini banyak sekali riwayat Nabi yang membahas keutamaan membaca Basmalah, diataranya: Diriwayatkan oleh Imam Abdur Rahman bin Abu Hatim, berasal dari Ibnu Abbas, bahwa Usman bin Affan bertanya kepada Rasullullah tentang kalimat basmalah, lalu Rasulullah SAW menjawab: Ia adalah salah satu dari nama-nama Allah. Begitu dekatnya Bismillah ini dengan Nama Allah yang Teragung seperti dekatnya biji mata hitam dengan biji mata yang putih. Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang berasal dari Abu Buraidah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Diturunkan kepadaku satu ayat yang tak pernah diturunkan kepada salah seorang Nabi, selain Nabi Sulaiman bin Daud dan saya sendiri, yaitu ayat Bismillahir Rahmaanir Rahiim Dirawayatkan oleh Ibnu Hibbaan, sabda Rasulullah SAW: Setiap pekerjaan (urusan) yang penting yang tidak dimulai dengan menyebut Bismillaahir Rahmaanir-Rahiim, maka pekerjaan (urusan) itu akan pincang

Tafsir Hamdalah
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam Alaalamiin (Alam Semesta) Sehebat apapun ilmu pengetahuan yang telah dicapai manusia saat ini, namun masih sedikit sekali dibandingkan dengan besar dan luasnya alam semesta raya. Firman Allah: Dan tidaklah diberikan pengetahuan kepada kamu kecuali sedikit. (Al-Isra:85). Katakanlah (hai Muhammad), bahwa sesungguhnya pengetahuan (yang sempurna) hanya pada Allah, sedang aku ini hanya pemberi peringatan yang nyata. (Al-Mulk:26)

Begitu sedikit pengetahuan manusia tentang alam semesta ini, lebih sedikit lagi pengetahuan manusia tentang akhirat. Nabi Muhammad SAW berkata kepada salah seorang sahabat: Bila engkau masukkan sebelah tanganmu ke dalam laut, lalu engkau angkatlah tangan itu kembali, maka air yang melekat pada tangan itulah pengetahuan dunia, dan air laut yang tertinggal di samudera ialah pengetahuan tentang akhirat. Didalam buku ini banyak diceritakan bagaimana indah dan luasnya alam semesta alam raya ini, terlebih keindahan alam di malam yang terang dan cerah. Dijelaskan dalam surat Al-Quran mengenai hal ini, seperti Al Mulk ayat 1-5, al Waqiah ayat 75-76, al Mumin ayat 57 dan masih banyak lagi. Kekaguman kita terhadap kehebatan dan kebesaran alam semesta, dan kemudian akan lebih kagum lagi terhadap kehebatan dan kebesaran Allah yang menciptakannya. Dalam surat al Kahfi ayat 109: Sekiranya laut dijadikan tinta untuk menuliskan kalimah-kalimah Allah, sungguh akan keringlah lautan sebelum habis kalimah-kalimah Allah, sekalipun ditambah sebanyak itu lagi. RabbilAalamiin Firman Allah: Sesungguhnya di dalam pergiliran malam dan siang, dan kapAl-kapal yang berlayar di atas samudera membawa apa-apa yang berguna bagi manusia dan apa-apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, sehingga dengan air itu menjadi hiduplah bumi yang mulanya mati, lalu hidup berkeliaran di atasnya segala macam binatang, berhembusnya angin dan awan antara langit dan bumi, semua itu adalah menjadi ayat-ayat atau tanda-tanda bagi orang yang berakal (berfikir) . (Al Baqarah:164). Jadi seluruh kejadian dibumi ini, disamping diambil manfaatnya untuk hidup, dapat pula dijadikan bukti dan tanda tentang wujud kekuasaan dan kemurahan Allah, untuk pendorong agar kita selamanya hidup di dalam mengingat Allah, mensyukuri nikmat Allah dan mentaati segala perintah Allah.

Alhamdulillah Ucapan atau kalimat yang menunjukkan rasa syukur terima kasih, kasih sayang, cinta, hormat, khidmat, lega dan bangga terhadap Allah. Dari segala macam

bentuk susunan kalimah yang berisi pujaan dan pujian yang dihadapkan manusia kepada Allah, Allah memilih satu yang paling Allah senangi, yaitu Alhamdulillahi Rabbil aalamiin. Sabda Rasulullah SAW: Zikir paling utama ialah kalimah laa Ilaaha Illallaah, dan doa paling utama ialah kalimah Alhamdulillaah. Kalimah hamdalah berarti berdoa. Syaratnya ialah agar hati setiap orang yang menyebutnya harus ingat dan yakin bahwa Allah akan mengabulkan dan mendengarkannya. Diriwayatkan oleh Imam al Qurthuby di dalam tafsiran dan di dalam kitab Nawadirul Ushul, dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda: Sekiranya dunia dan seluruh harta kekayaan yang berada di atasnya diserahkan ke tangan seorang dari umatku, lalu orang itu berkata: Alhamdulillah, sungguh ucapan Alhamdulillah itu lebih berharga dari seluruh harta kekayaan itu.

Tafsir ar-Rahmaanir-Rahiim
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Rahmat Dunia Diterangkan oleh banyak surat-surat dalam Al-Quran, beberapanya antara lain: Firman Allah: Dan kami jadikan dari tiap-tiap sesuatu yang hidup, apakah kamu tetap tidak mau beriman? (Al-Anbiya:30). Engkau lihat bumi itu kering tetapi apabila Kami turunkan atasnya air, lalu ia menjadi mekar dan segar (lunak dan subur), dan dapat menumbuhkan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan yang menarik hati. (Al-Hajj:5). Segala sesuatu tentang alam yang luas ini, kita akan kagum memikirkan kebesaran dan kebijaksanaan Allah yang menciptakan dan mengaturnya.

Rahmat Kesehatan Jasmani dan Rohani Selain nikmat alam semesta, rahmat Allah yang sangat bernilai adalah kesehatan jasmani dan rohani. Sabda Rasulullah SAW: Siapa yang sehat badannya, senang hatinya (sehat rohaninya), dirumahnya ada makanan buat sehari, maka seakan-akan seluruh dunia ini berada dalam genggamannya. Mintalah kepada Allah akan keyakinan (agama yang benar) dan kesehatan,

karena sesungungnya tidak ada sesuatu sesudah keyakinan yang lebih berharga daripada kesehatan.

Rahmat Islam dan Iman Rahmat terbesar yang tidak dapat dinilai dengan apapun. Sungguh beruntung sekali orang yang telah menerima dan merasa memiliki Islam dan Iman itu di dadanya. Sabda Rasulullah SAW: Beruntung orang yang telah meilhat akan Aku dan beriman dengan Aku, dan beruntung, beruntung orang yang tidak melihat akan Aku tetapi beriman kepada Aku. Dijelaskan pula dalam surat al Baqarah 132-136 dan 140, tentang hal keislaman dan keimanan ini.

Rahmat Akhirat Seluruh rahmat dan nikmat yang dituangkan Allah di permukaan bumi ini adalah sebahagian kecil dari rahmat Allah yang amat besar. Firman Allah: Katakanlah (hai Muhammad): Harta benda (kesenangan) dunia ini sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang yang taqwa, dimana mereka tidak akan dianiaya (dirugikan) sekalipun sedikit. (an Nisa:77) Sabda Rasulullah SAW: Sejelek-jelek kedudukan manusia pada sisi Allah di hari kiamat ialah seorang yang mengorbankan akhiratnya untuk dunia lainnya. Ar Rahmaan berarti Allah pemegang Kunci Rahmat Dunia, Ar Rahiim berarti Allah pemegang Kunci Rahmat Akhirat. Menurut Hadist, Rasulullah SAW apabila berdoa paling sering menyeru dengan seruan: Ya Rahmaan, Ya Rahiim.

Tafsir Maaliki Yawmiddin


Yang memiliki Hari Pembalasan Dalam banyak ayat Al-Quran dan Hadist, Allah dan Rasul-Nya menegaskan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang amat kecil artinya, amat terbatas waktunya. Penghidupan di dunia ini adalah ibarat setetes air, sedang penghidupan akhirat adalah ibarat samudra luas. Dalam buku Samudra Al-Fatihah (Bey Arifin), bab ini menjelaskan bahwa hal yang paling menakjubkan pada manusia, bukanlah jasmani atau tubuhnya tetapi rohaninya. Namun segala sesuatu yang gaib yang diciptakan oleh Allah

hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Mereka bertanya kepada engkau tentang Roh. Katakanlah: Roh itu adalah rahasia Tuhanku. Dan tidaklah diberikan ilmu pengetahuan kepadamu kecuali sedikit saja. (Al-Isra:85) Tetapi kita sebagai orang yang beriman, harus percaya bahwa ada kehidupan sesudah mati, kehidupan kekal dan abadi roh manusia di alam barzakh dan alam akhirat. Pesan yang disampaikan adalah: Hindarkan dirimu dari sesal kemudian yang tak berguna. Dijelaskan dalam Kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW. Diantaranya: surat As-Sajdah 11-12 dan surat Az-Zumar 5859. Untuk menghindarkan diri dari sesalan yang berkepanjangan, dalam surat Az-Zumar 54-55 dijelaskan: Dan kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada Nya sebelum datang kepadamu azab itu, kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi (54). Turutlah sebaik-baiknya (agama) yang diturunkan kepadamu dari Tuhan kamu, sebelum datang kepadamu azab dengan tiba-tiba, sedangkan kamu tidak sadar (55). Dalam bab ini, penulis juga menjelaskan secara detail, tentang tahapantahapan kehidupan setelah mati disertai kajian yang tertuang dalam Al-Quran dan Hadist. Dan dalam kesimpulan bab ini, diuraikan tentang surat Al-Waqiah tentang kejadian besar yaitu kejadian Kiamat. Diterangkan pula dalam hadist, bahwa bagi siapa yang sering membaca surat ini akan mengakibatkan ketenangan hati dan jiwa menghadapi segala kemungkinan dalam hidup dan mati.

Tafsir Iyyaka Nabudu wa Iyyaka Nastaiin


Engkaulah yang kami sembah dan Engkaulah yang kami minta pertolongan Diterangkan dalam buku ini bahwa Al-Fatihah terdiri dari 7 ayat. Ayat ini terletak persis ditengah. Tiga ayat sebelumnya untuk Allah, sedangkan tiga ayat sesudahnya untuk manusia (Hamba Allah). Iyyaka Nabudu artinya: Engkaulah yang kami sembah. Hanya untuk engkau sajalah kami beribadah. Tidak ada selain Engkau yang kami sembah, yang kami puja.

10

Iyyaka Nastaiin artinya: Engkaulah yang kami mintai pertolongan. Hanya kepada Engkau sajalah kami minta bantuan, perlindungan, mohon rejeki, mohon keselamatan dll. Ayat ini mengandung 2 persoalan pokok yaitu Ibadah dan Doa. Ibadah terhimpun dalam 2 hal yaitu cinta (hubb) dan tunduk (khudhu). Dan cinta serta tunduk ditujukan hanya kepada satu zat yaitu Allah semata. Ini yang dinamakan Tauhid. Bila kamu tanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan mereka? Mereka akan menjawab: Allah (ad-Dukhan: 87) Berdoa (Istianah) terhimpun dalam 2 hal yaitu: berserah diri (tsiqah) dan menggantungkan harapan (itimad). Dan 2 hal ini tercakup dalam satu kata yaitu tawakal. Tawakal inilah yang menjadi pengertian yang sedalam-dalamnya dari ayat iyyaka nabudu wa iyyaka nastaiin. Dijelaskan tentang hal ini dalam AlQuran surat Hud ayat 88, 123 dan Al-Mumtahanah ayat 4 dan ayat 8 sampai 9.

Tafsir Ihdinash-shiraath Al-mustaqiim


Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus Shiraath Al-Mustaqiim artinya jalan yang lurus, jalan yang benar, jalan yang membawa kepada kebahagiaan dan keberuntungan, di dalam hidup di dunia dan lebih-lebih di dalam hidup di akhirat nanti. Rasulullah SAW menasehatkan kepada ummat beliau, agar sebanyakbanyaknya minta pertolongan atau berdoa kepada Allah. Mintalah kepada Allah segala perkara dari yang besar hingga yang sekecil-kecilnya. Diantara berjuta-juta perkara besar dan kecil yang kita butuhkan maka Shiraathal mustaqiim adalah yang paling penting, paling besar dan paling mahal harganya dalam hidup manusia di dunia ini Allah berfirman dalam ayat terakhir surat an-Naba: Kami

memperingatkan kamu akan kesengsaraan yang sudah dekat waktunya, di hari manusia akan melihat segala kesalahan yang pernah dilakukan dan orang kafir akan mengeluh: Alangkah baiknya kalau aku dahulunya menjadi tanah saja. Sebab itu hal yang pertama kita mohon dan minta kepada Allah adalah agar kita ditunjuki jalan yang lurus, benar, kepercayaan dan agama yang benar.

11

Tafsir Shiraath Al-ladzina Anamta Alaihim


Yaitu jalan orang-orang yang engkau beri nikmat atas mereka Ditegaskan dalam ayat ini, yang dimaksud Allah jalan yang lurus adalah jalan yang ditempuh, dijalani atau digariskan oleh orang-orang yang telah mendapat nikmat dari Allah. Orang-orang yang mendapat nikmat yang dimaksud adalah Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, atau orang yang bukan Nabi dan Rasul, tetapi mempunyai kepercayaan yang sama dengan pendapat atau kepercayaan Nabi dan Rasul. Firman Allah: Dan sesungguhnya Kami sudah mengutus pada tiap-tiap ummat seorang Rasul (yang memerintahkan dan mengajarkan): Hendaklah kamu sembah Allah dan jauhi berhala-berhala. Tetapi di antara mereka manusia ada yang mengikuti petunjuk Allah dan adapula yang tetap atas kesesatan. Maka berjalanlah kamu di bumi, lihatlah bagaimana kesudahannya orang-orang yang mendustakan itu. (an-Nahl:36) Manusia yang menerima dan beriman dengan risalah yang dibawa NabiNabi dan Rasul adalah manusia yang paling beruntung dan paling baik. Sedangkan mereka yang tidak percaya adalah manusia yang paling celaka. Firman Allah: Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli Kitab dan orangorang musyrik tempatnya di neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya, mereka adalah sejahat-jahatnya makhluk. (Al-Bayyinah:6). Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaikbaik makhluk. (Al-Bayyinah 7). Dalam bab ini, diuraikan tentang perjuangan dan keistimewaan Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW dan menegaskan bahwa Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul penutup serta syariat dan ajarannya meliputi ajaran seluruh Nabi-Nabi dan Rasul. Kitab suci Al-Quran adalah kesimpulan dari seluruh kitab-kitab suci yang diturunkan kepada Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW Firman Allah: Tidaklah Muhammad SAW itu bapak seorang dari lakilaki kamu, tetapi ia adalah pesuruh Allah dan penutup segala Nabi. (alAhzab:40)

12

Dan pada akhir bab ini diulas kembali, sabda Rasulullah SAW: Beruntung orang yang telah melihat akan aku dan beriman dengan aku, dan beruntung, beruntung orang yang tidak melihat akan aku tetapi beriman kepada aku.

Tafsir Ghairil-maqdhuubi Alaihim waladh-Dhaalinn


Bukan mereka yang dimurkai atas mereka dan bukan pula mereka yang sesat Dalam bab ini banyak sekali mengulas ayat-ayat Al-Quran tentang golongan orang-orang yang dimurkai Allah dan golongan orang-orang yang sesat. Salah satunya. Surat Al-Maidah ayat 60: Katakan: Akan kuberitahukan hal yang lebih buruk dari pembalasannya di sisi Allah. Yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah diantaranya yang dijadikan-Nya kera, babi dan penyembah berhala. Mereka itu amat buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Dalam dalam buku ini dikatakan, yang dimaksud golongan yang dimurkai oleh Allah (maqdhuubi alaihim) menurut adalah siapa saja yang berbuat keliru, salah dan dusta terhadap Allah dan Kitab-kitab Suci Nya. Dan golongan sesat (Dhaalliin) adalah siapa saja yang berbuat salah dan keliru dengan tak sadar.

Amin
Menurut sebagian besar ahli tafsir, surat Al-Fatihah adalah mengandung doa. Sebab itu Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad SAW setiap selesai membacanya agar menyebut amin yang berarti perkenankanlah. Diriwayatkan oleh Imam al Bafhawy dari Abu Hurairah r.a, bahwa Rasulullah SAW mengatakan: Bila Imam selesai menyebut ayat terakhir dalam surat Al-Fatihah, hendaklah kamu (mamum) menyebut amin, maka

sesungguhnya para Malaikat turut menyebut amin. Maka barangsiapa yang tepat aminnya dengan amin para Malaikat itu, maka Allah akan mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang terbelakang.

13

PENUTUP
Sebagai surat pembuka Al-Quran, surat Al-Fatihah memiliki makna yang sangat dalam pada setiap kalimatnya dan memiliki peranan penting dalam beribadah, berdoa, maupun kehidupan sehari-hari. Surat Al-Fatihah juga menunjukkan bahwa betapa Allah SWT itu Maha Rahman, Maha Rahiim dan Allah SWT adalah Maalik di dunia maupun di akhirat. Dzat yang wajib kita puji hanya Allah SWT semata, tak ada yang lain yang berhak kita puja dan puji kecuali Dia. Hanya kepada-Nyalah kita meminta sesuatu. Dan juga dari surat Al-Fatihah kita juga tahu bahwa seorang muslim semestinya tidak memilih jalan yang maqdhuubi alaihim waladh-dhaalinn karena dapat membuat kita di murkai oleh Allah sehingga kita menjadi celaka dunia-akhirat.

14

LITERATUR
Arifin, Bey. Samudera Al-Fatihah. Surabaya: Bina Ilmu, 2002.

15

DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Nur Hilmy Dhiyaul Azis lahir di Situbondo, 4 Oktober 1995. Selain di kota kelahirannya, ia pun pernah menetap di Kota Malang. Namun masa-masa sekolahnya berlangsung setelah ia berada di Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang. Selain kegiatan sekolah di sekolah negeri, ia juga pernah merasakan bangku santri di sebuah Taman Pendidikan Quran dan sebuah Madrasah Diniyyah yang ia jalani setiap sore hingga menjelang maghrib setiap sepulang sekolah selama 10 tahun sejak awal TK hingga SMP. Tahun 2010 ia meninggalkan Desa Kaliboto Lor untuk menuntut ilmu di SMAN 2 Lumajang eks-RSBI yang berada di Kecamatan Lumajang. Pernah mengikuti ekstrakurikuler Pramuka, Olimpiade Biologi dan pernah mengikuti lomba logika NLC ITS sebagai peserta perempat finalis. Tahun 2013 ia pun mencoba menjajaki Kota Surabaya untuk menimba ilmu di salah satu Perguruan Tinggi papan atas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember demi menunaikan amanah serta membahagiakan orang tua. Ia sekarang sedang menempuh semester pertama Jurusan Statistika ITS.

16