Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Resiliensi, Definisi Konsep Jurnal Teori Psikologi - Grotberg (1999) menyatakan bahwa resiliensi adalah kapasitas individu

untuk menghadapi, mengatasi, memperkuat diri, dan tetap melakukan perubahan sehubungan dengan ujian yang dialami. Setiap individu memiliki kapasitas untuk menjadi resilien. onsep resiliensi menitikberatkan pada pembentukan kekuatan individu sehingga kesulitan dapat dihadapi dan diatasi. Aspek-aspek dalam resiliensi >> Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resiliensi Definisi Resiliensi Menurut Para Ahli Psikologi - !enurut "eivi#h dan Shatte ($%%$), resiliensi adalah kapasitas untuk merespon se#ara sehat dan produkti& ketika menghadapi kesulitan atau trauma, dimana hal itu penting untuk mengelola tekanan hidup sehari-hari. "esiliensi adalah seperangkat pikiran yang memungkinkan untuk men#ari pengalaman baru dan memandang kehidupan sebagai sebuah kemajuan. "esiliensi menghasilkan dan mempertahankan sikap positi& untuk digali. 'ndividu dengan resiliensi yang baik memahami bahwa kesalahan bukanlah akhir dari segalanya. 'ndividu mengambil makna dari kesalahan dan menggunakan pengetahuan untuk meraih sesuatu yang lebih tinggi. 'ndividu menggembleng dirinya dan meme#ahkan persoalan dengan bijaksana, sepenuhnya, dan energik. (onnor ) *avidson ($%%+) mengatakan bahwa resiliensi merupakan kualitas seseorang dalam hal kemampuan untuk menghadapi penderitaan. ,lo#k ) reman (-ianon).hang, $%%/) menyatakan bahwa resiliensi digunakan untuk menyatakan kapabilitas individual untuk bertahan0survive dan mampu beradaptasi dalam keadaan stress dan mengalami penderitaan. ,erdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa resiliensi adalah kapasitas individu, untuk beradaptasi dengan keadaan, dengan merespon se#ara sehat dan produkti& untuk memperbaiki diri, sehingga mampu menghadapi dan mengatasi tekanan hidup sehari-hari.

Aspek-aspek dalam resiliensi ,erdasarkan "eivi#h dan Shatte ($%%$), ada tujuh kemampuan yang membentuk resiliensi, yaitu 1 a. 2engendalian emosi 2engendalian emosi adalah suatu kemampuan untuk tetap tenang meskipun berada di bawah tekanan. 'ndividu yang mempunyai resiliensi yang baik, menggunakan kemampuan positi& untuk membantu mengontrol emosi, memusatkan perhatian dan perilaku. !engekspresikan emosi dengan tepat adalah bagian dari resiliensi. 'ndividu yang tidak resilient #enderung lebih mengalami ke#emasan, kesedihan, dan kemarahan dibandingkan dengan individu yang lain, dan mengalami saat yang berat untuk mendapatkan kembali kontrol diri ketika mengalami keke#ewaan. 'ndividu lebih memungkinkan untuk terjebak dalam kemarahan, kesedihan atau ke#emasan, dan kurang e&ekti& dalam menyelesaikan masalah. b. emampuan untuk mengontrol impuls emampuan untuk mengontrol impuls berhubungan dengan pengendalian emosi. 'ndividu yang kuat mengontrol impulsnya #enderung mempu mengendalikan emosinya. 2erasaan yang menantang dapat meningkatkan kemampuan untuk mengontrol impuls dan menjadikan pemikiran lebih akurat, yang mengarahkan kepada pengendalian emosi yang lebih baik, dan menghasilkan perilaku yang lebih resilient. #. 3ptimis 'ndividu dengan resiliensi yang baik adalah individu yang optimis, yang per#aya bahwa segala sesuatu dapat berubah menjadi lebih baik. 'ndividu mempunyai harapan akan masa depan dan dapat

mengontroal arah kehidupannya. 3ptimis membuat &isik menjadi lebih sehat dan tidak mudah mengalami depresi. 3ptimis menunjukkan bahwa individu yakin akan kemampuannya dalam mengatasi kesulitan yang tidak dapat dihindari di kemudian hari. 4al ini berhubungan dengan sel& e&&i#a#y, yaitu keyakinan akan kemampuan untuk meme#ahkan masalah dan menguasai dunia, yang merupakan kemampuan penting dalam resiliensi. 2enelitian menunjukkan bahwa optimis dan sel& e&&i#a#y saling berhubungan satu sama lain. 3ptimis mema#u individu untuk men#ari solusi dan bekerja keras untuk memperbaiki situasi. d. emampuan untuk menganalisis penyebab dari masalah 5nalisis penyebab menurut !artin Seligman, dkk (dalam "eivi#h dan Shatte, $%%$), adalah gaya berpikir yang sangat penting untuk menganalisis penyebab, yaitu gaya menjelaskan. 4al itu adalah kebiasaan individu dalam menjelaskan sesuatu yang baik maupun yang buruk yang terjadi pada individu. 'ndividu dengan resiliensi yang baik sebagian besar memiliki kemampuan menyesuaikan diri se#ara kogniti& dan dapat mengenali semua penyebab yang #ukup berarti dalam kesulitan yang dihadapi, tanpa terjebak di dalam gaya menjelaskan tertentu. 'ndividu tidak se#ara re&leks menyalahkan orang lain untuk menjaga sel& esteemnya atau membebaskan dirinya dari rasa bersalah. 'ndividu tidak menghambur-hamburkan persediaan resiliensinya yang berharga untuk merenungkan peristiwa atau keadaan di luar kontrol dirinya. 'ndividu mengarahkan dirinya pada sumber-sumber problem solving ke dalam &aktor-&aktor yang dapat dikontrol, dan mengarah pada perubahan. e. emampuan untuk berempati ,eberapa individu mahir dalam menginterpretasikan apa yang para ahli psikologi katakan sebagai bahasa non verbal dari orang lain, seperti ekspresi wajah, nada suara, bahasa tubuh, dan menentukan apa yang orang lain pikirkan dan rasakan. 6alaupun individu tidak mampu menempatkan dirinya dalam posisi orang lain, namun mampu untuk memperkirakan apa yang orang rasakan, dan memprediksi apa yang mungkin dilakukan oleh orang lain. *alam hubungan interpersonal, kemampuan untuk memba#a tanda-tanda non verbal menguntungkan, dimana orang membutuhkan untuk merasakan dan dimengerti orang lain. &. Sel& e&&i#a#y Sel& e&&i#a#y adalah keyakinan bahwa individu dapat menyelesaikan masalah, mungkin melalui pengalaman dan keyakinan akan kemampuan untuk berhasil dalam kehidupan. Sel& e&&i#a#y membuat individu lebih e&ekti& dalam kehidupan. 'ndividu yang tidak yakin dengan e&&i#a#ynya bagaikan kehilangan jati dirinya, dan se#ara tidak sengaja memun#ulkan keraguan dirinya. 'ndividu dengan sel& e&&i#a#y yang baik, memiliki keyakinan, menumbuhkan pengetahuan bahwa dirinya memiliki bakat dan ketrampilan, yang dapat digunakan untuk mengontrol lingkungannya. g. emampuan untuk meraih apa yang diinginkan "esiliensi membuat individu mampu meningkatkan aspek-aspek positi& dalam kehidupan. "esiliensi adalah sumber dari kemampuan untuk meraih. ,eberapa orang takut untuk meraih sesuatu, karena berdasarkan pengalaman sebelumnya, bagaimanapun juga, keadaan menyulitkan akan selalu dihindari. !eraih sesuatu pada individu yang lain dipengaruhi oleh ketakutan dalam memperkirakan batasan yang sesungguhnya dari kemampuannya.

(onnor ) *avidson ($%%+), mengatakan bahwa resiliensi akan terkait dengan hal-hal di bawah ini 1 ompetensi personal, standar yang tinggi dan keuletan. 'ni memperlihatkan bahwa seseorang merasa sebagai orang yang mampu men#apai tujuan dalam situasi kemunduran atau kegagalan 2er#aya pada diri sendiri, memiliki toleransi terhadap a&ek negati& dan kuat0tegar dalam menghadapi stres, 'ni berhubungan dengan ketenangan , #epat melakukan #oping terhadap stress, berpikir se#ara hati-hati dan tetap &okus sekalipun sedang dalam menghadapi masalah

!enerima perubahan se#ara positi& dan dapat membuat hubungan yang aman (se#ure) dengan orang lain. 4al 'ni berhubungan dengan kemampuan beradaptasi atau mampu beradaptasi jika menghadapai perubahan ontrol0pengendalian diri dalam men#apai tujuan dan bagaimana meminta atau mendapatkan bantuan dari orang lain 2engaruh spiritual, yaitu yakin yakin pada 7uhan atau nasib. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Resiliensi !enurut 4oladay (Southwi#k, 2.(. $%%1), &aktor-&aktor yang mempengaruhi resiliensi adalah 1 So#ial support, yaitu berupa #ommunity support, personal support, &amilial support serta budaya dan komunitas dimana individu tinggal (ognitive skill, diantaranya intelegensi, #ara peme#ahan masalah, kemampuan dalam menghindar dari menyalahkan diri sendiri, kontrol pribadi dan spiritualitas 2sy#hologi#al resour#es, yaitu lo#us o& #ontrol internal, empati dan rasa ingin tahu, #enderung men#ari hikmah dari setiap pengalaman serta selalu &leksibel dalam setiap situasi *ukungan Sosial Sara&ino (199/), mende&iniskan dukungan sosial sebagai perasaan nyaman, penghargaan, perhatian atau bantuan yang diperoleh seseorang dari orang lain atau kelompoknya. (ohen dan Syrne (1989) mende&inisikan dukungan sosial sebagai suatu keadaan yang berman&aat atau menguntungkan yang diperoleh individu dari orang lain baik berasal dari hubungan sosial struktural yang meliputi keluarga0teman dan lembaga pendidikan maupun berasal dari hubungan sosial yang &ungsional yang meliputi dukungan emosi, in&ormasi, penilaian dan instrumental. Gottlieb (Smet, 199:) menjelaskan bahwa dukungan sosial adalah bantuan nyata atau tindakan yang diberikan oleh orang terdekat yang dapat menimbulkan reaksi emosional dan perubahan perilaku pada orang yang menerima bantuan tersebut. (ohen ) Syrne (1989) berpendapat bahwa dukungan sosial bersumber dari 1 tempat kerja, keluarga, pasangan suami istri, teman di lingkungan sekitar. *ukungan sosial se#ara e&ekti& dapat mengurangi penyebab timbulnya stres psikologis ketika menghadapi masamasa yang sulit ((ohen ) 6ills, essler ) !# ;eod, dan ;ittle&iled, dkk). ,entuk-bentuk dukungan sosial (Sara&ino, 199/) 1 *ukungan <mosional (<motional Support) 1 menyangkut ungkapan empati, kepedulian dan perhatian terhadap orag-orang yang bersangkutan. *ukungan menghadirkan perasaan nyaman, tentram, rasa memiliki, dan merasa di#intai ketika mengalami stres *ukungan penghargaan (<steem support) 1 dukungan dalam bentuk penghargaan terjadi lewat ungkapan rasa hormat (penghargaan) penerimaan yang positi& untuk orang yang bersangkutan. *ukungan berupa pemberian alat (7angible or 'nstrumental Support) 1 men#akup bantuan langsung seperti memberikan pinjaman uang atau benda *ukungan 'n&ormasi ('n&ormational Support) 1 dukungan dalam bentuk in&ormasi dapat berupa pemberian nasihat, petunjuk-petunjuk, #ara-#ara ataupun umpan balik

Resiliency dan Resilience


Posted on 16/09/2011

Dalam sejumlah literatur, terdapat perbedaan titik penekanan dari beberapa ilmuwan dalam memandang resiliensi. Sejumlah peneliti mengasosiasikan resiliensi dengan faktor-faktor internal individu yang bersifat bawaan. Beberapa

peneliti yang lain lebih memandang resiliensi sebagai suatu proses yang dapat dilalui oleh siapapun, yang tidak semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor bawaan, melainkan juga berbagai faktor lain yang bersifat eksternal. Ungar !""#$ membedakan penggunaan istilah resiliensi yang berasal dari kata %resiliency& dengan %resilience&. Resiliency digunakan untuk memberikan penjelasan atau gambaran tentang peran dominan dari berbagai kualitas internal individu dalam memun'ulkan adaptasi yang positif terhadap kesulitan. Sementara istilah resiliencedigunakan untuk mendeskripsikan fenomena yang sama, yang juga sering disama-artikan dengan surviving dan thriving, namun dibandingkan dengan pelibatan peran kualitas internal, istilah ini lebih dipahami se'ara dinamis saling berpengaruh satu sama lain. (enurut )uthar dan *hi'hetti !""", dalam +leming dan )edogar, !"",$, dan (orale !""-$, istilah &resilience& memiliki makna yang berbeda dengan &resiliency& yang bagi sejumlah peneliti memiliki konotasi yang mengarah pada trait atau karakteristik individu.&Resiliency& berasal dari istilah &ego resiliency& yang berbi'ara tentang trait kepribadian, sedangkan %resilience& yang lebih merupakan sebuah proses perkembangan dinamis, yang melibatkan upaya memelihara koping yang positif dalam menghadapi berbagai ma'am situasi sulit. Ego resiliency adalah konstrak kepribadian yang memungkinkan seseorang untuk dapat beradaptasi se'ara fleksibel dan persisten terhadap situasi yang penuh tekanan Smeekens, dkk., !""-. *huang, dkk., !""/$. Dengan menggunakan definisi ini, peneliti akan lebih fokus untuk mengidentifikasi faktor-faktor individual dalam memun'ulkan adaptasi yang positif, di bawah payung teori resiliensi resilience$ yang lebih luas. Sebagai 'ontoh, studi yang dilakukan oleh Smeekens, dkk. !""-$ berusaha untuk mengidentifikasi berbagai trait kepribadian bawaan yang terkait dengan resiliensi. Peneliti lain menggunakan istilah ego resilience untuk maksud yang sama dengan %ego resiliency&. (enurut Blo'k dan Blo'k 01,"$ dan Blo'k dan 2remen 011/, dalam *ohn, dkk, !""1$, ego resilience adalah trait kepribadian yang relatif stabil, yang merefleksikan kemampuan individu untuk beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan. ecologically dynamic$ sebagai sebuahproses yang melibatkan berbagai ma'am faktor yang