Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN TUTORIAL SKENARIO I BLOK THT

Rhinitis Alergi dengan Komplikasi Sinusitis

isusun oleh !

Kelompok Tutorial " Semester #

ATIKA PUSPITA H

$%%%&%'(

BELA IRK *IN IK+A SA,TIARI ,ITRI PRA-ITASARI HANI, 0USTIKASARI IBNU +U ISTIRO 0UHA00A HA+ AR NA HIRA PUSPITA A RI1KA ,A2RI A RULITA RIRIN P

$%%%&%') $%%%&%") $%%%&%./ $%%%&%&& $%%%&(%' $%%%&('& $%%%&("/ $%%%&(.) $%%%&(&/

Tutor ! Pro34 r4 dr4 0u5hsin oe6es7 0ARS7 P3arK

BAB I PEN AHULUAN

Skenario 1

Hidung Buntu Seorang laki-laki usia 45 tahun rujukan dari puskesmas, datang dengan keluhan hidung buntu yang menetap dan dirasakan semakin memberat sejak 6 bulan yang lalu. Bahkan 3 bulan terakhir ini di belakang hidung kanan terasa ada yang menyumbat, berbau busuk (amis), pen iuman terganggu dan di dinding belakang tenggoroknya seperti ada lendir yang terus mengalir (post natal drips). !eluhan disertai nyeri kepala, telinga dan pipi kanan terasa penuh, penderita sudah berobat " kali di puskesmas tersebut, selama berobat mendapat antibiotik, analgetik, dan antipiretik, tetapi tidak ada perbaikan.

Sejak remaja penderita sering bersin-bersin lebih dari 5 kali di pagi hari, dan menghilang di siang hari, disertai mata berair dan hidung gatal. #enderita juga mengeluh sering sakit gigi karena gigi rahang atasnya banyak yang keries dan tidak tera$at, ri$ayat mimisan disangkal. %ari pemeriksaan &isik didapatkan telinga' membrane tympani retraksi, hidung ' konka tampak oedema, $arna li(ide, tenggorok' post natal drips ), dan pemeriksaan lab darah didapatkan lekositosis, hiperglikemia dan eosinophylia.

BAB II ISKUSI AN STU I PUSTAKA

Seven jump I klari3ikasi istilah *. #ost nasal drips '

+ipersekresi lender dari mukosa hidung yang masuk ke dalam &aring ( ,uyton,"--. ), maupun se ret yang berasal dari sinus paranasal (/ra$ati et.al,"--.) . ". 0arna li(ide '

0arna merah ungu (kebiruan), pu at karena kurang (askularisasi. 3. 1embrane tympani retraksi ' 1embrane tympani tertarik kedalam, dikarenakan adanya penyumbatan tuba eusta ius yang menyebabkan tekanan telinga tengah menjadi semakin negati(e. 4. 2on ha '

#enonjolan tulang yang memperluas a(um nasi. 5. 2aries %emineralisasi gigi. Seven jump II permasalahan *. +idung buntu yang menetap dan memberat sejak 6 bulan yang lalu. ". 3danya post nasal drip,timbul bau busuk, nyeri kepala,telinga dan pipi kanan terasa penuh, mata berair,hidung gatal dan on ha edema. 3. Bersin-bersin lebih dari 5 kali di pagi hari dan hilang saat siang hari. 4. 3danya karies gigi '

5. Sudah diberi obat antibiotik,analgetik dan antipiretik belum sembuh juga. Seven jump III Analisis permasalahan *. Bagaimana &isiologi dan anatomi hidung, telinga dan tenggorokan4 ". 1engapa hidung buntu dan menetap4 3. Bagaimana perjalanan penyakit pasien mulai dari remaja hingga sekarang4 4. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan &isik dan pemeriksaan laboratorium pada pasien4 5. #enyakit apa saja yang menjadi diagnosis banding4 6. 3pa diagnosisnya4 .. Bagaimana penatalaksanaan pada pasien beserta prognosis dari penyakit paisen4 Seven jump I# Brainstorming *. 3natomi 5asus (hidung) 2a(um nasi dapat dimasuki melalui nares, berhubungan dengan nasopharyn6 melalui hoanae. 2a(um nasi dilapisi membran mukosa ke uali (estibulum nasi, yang dilapisi kulit. Bagian "73 in&erior termasuk bagian respiratorik dan *73 superior adalah area ol&a toria. 1eatus nasi superior dimuarai oleh ellulae ethmoidalis anteriores. 1eatus ellulae ethmoidalis posterior dan sinus nasi in&erior dimuarai oleh du tus

sphenoidalis. 1eatus nasi media dimuarai oleh sinus &rontalis, sinus ma6ilaris serta nasola rimalis. 8askularisasi pada nasus oleh r. septalis dari r. labialis superior a. &a ialis dan a. sphenopalatina yang membentuk ple6us !iesselba h. ". 9isiologi +idung

#erna&asan yaitu berkaitan dengan proses 9umidikasi (penyesuaian kelembapan dan suhu), penyaringan dengan rambut dan mu osa blanket. Sedangkan &onasi akan membantu pembentukan konsosnan m, n, ng. #enghidung yaitu pembau, serabut bulbus ol&a torius berada pada *73 superior a(um nasi. Serabut sara& ini akan bekerja sebagai reseptor langsung. :angsangan yang diterima berupa ;at kimia. <at kimia akan melekat pada reseptor kemudia akan dikirim ke area pembau diotak. pada mekanisme ini akan terjadi mekanisme seperti detoksik&ikasi sehingga bau tidak menetap. 3. Sinus paranasal Sinus yang berada disekitar nasal. 3da 4 sinus paranasal,yaitu' sinus

&rontalis,sinus ethmoidalis , sinus ma6ilaris (sinus terbesar pada os. 1a6ilaris) dan sinus sphenoidalis. Sinus-sinus tersebut ber&ungsi sebagai aerasi, drainase, (entilasi, &onasi dan meringankan bobot tulang tengkorak.

4. Sumbatan dihidung Sumbatan dihidung dapat disebabkan oleh beberapa hal. Bisa karena de(iasi septum, de(iasi septum ini bias disebabkan karena ongenital maupun trauma. 3danya udema pada on ha nasalis juga dapat menyebabkan sumbatan. ,angguan &ungsi silia menyebabkan mukosa tidak dapat disalurkan dengan baik dan terjadi penumpukan mukosa sehingga menyumbat hidung serta post nasal drips. Seven jump # Learning Objective *. 1ampu menjelaskan klari&ikasi berma am-ma am penyakit pada hidung termasuk di dalamnya penyakit alergi. ". 1ampu menjelaskan penyebab-penyebab terjadinya gangguan pada hidung. 3. 1ampu menjelaskan komplikasi yang terjadi akibat penyakit hidung.

4. 1ampu menegakkan diagnosis kelainan pada telinga hidung tenggorokl berdasarkan gejala-gejala dan tanda-tanda serta usulan pemeriksaan penunjang yang lain. 5. 1ampu menyebutkan prognosis pada penyakit telinga hidung tenggorokan. Seven jump #II #ada skenario pria usia 45 tahun mengalami keadaan kronis yang dimulai sejak penderita remaja. +al ini disebutkan bah$a sejak remaja penderita sering bersin-bersin lebih dari 5 kali pada $aktu pagi hari, disertai mata berair, hidung gatal serta bersin-bersinnya menghilang saat siang hari. Sejak remaja penderita juga mengeluh sering sakit gigi karena gigi rahang atasnya banyak yang berlubang dan tidak tera$at. !emudian saat ini keluhan utama beliau ialah hidung tersumbat dan dirasakan makin memberat sejak 6 bulan yang lalu. %ari hasil diskusi kami, kami menyatakan bah$a penderita mengalami keadaan hidung yang tersumbat dikarenakan pertama berhubungan dengan karies gigi yang dialami sejak remaja dimana elah7pemisah antara radi6 dentes dan sinus ma6illaris hanya setebal kertas buram yang berakibat mudahnya patogen serta mikroorganisme untuk masuk ke dalam sinus ma6illaris dan membuat mukosa-mukosa nasalis bekerja keras untuk mela$an kuman-kuman tersebut salah satunya dengan penebalan dinding mukosa yang dikemudian hari dapat berimbas pada tertutupnya sehingga pasien merasa hidungnya tersumbat. !emungkinan kedua pasien mengalami alergi ditambah pasien tidak tera$at dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi sehingga mengakibatkan gigi bagian rahang atas banyak yang berlubang. 3lergi pada penderita disebabkan oleh ;at-;at alergen bisa berupa alergen inhaler,ingestan, serta injektan yang kemudian mengakti&kan sitokin-sitokin dan mediator in&lamasi pada daerah hon a nasalis. 3kibatnya adalah mukosa hon a nasalis mengalami pembesaran sehingga mengakibatkan sekret-sekret yang dihasilkan oleh muara dari masingmasing meatus nasi menjadi tersumbat. 3pabila terjadi terus menerus dapat mengundang kumankuman patogen untuk menginap di genangan sekret yang tak mampu keluar dari meatus-meatus tersebut dan menimbulkan bau yang amis. =alu apabila meatus-meatus tersebut terhalang jalan keluar dapat terjadi penumpukkan sekret pada sinus-sinus. #ada kasus mungkin terjadi penyumbatan pada sinus ma6illaris de6tra penderita dengan gambaran klinis pasien merasa penuh pada telinga dan pipi kanannya. elah udara pada nasalis

#ada pemeriksaan ditemukan membrana tympani mengalami retraksi, keadaan ini terjadi apabila tekanan di a(um tympani lebih negati& daripada tekanan udara luar. +al ini dapat terjadi apabila terdapat sumbatan pada tuba eusta hius. Sumbatan ini akibat adanya penyumbat pada >#?3@ (>stium #haryngeum ?uba 3uditi(ae @6ternum) atau ada mekanisme pertahanan dari tuba eusta hius itu sendiri dalam rangka men egah kuman-kuman atau patogen masuk ke telinga tengah dan apabila terdapat perbedaan udara yang drastis antara telinga tengah dan udara bebas yang bermuara di nasopharyn6. 1ekanismenya adalah apabila tekanan udara antara rongga telinga tengah dan udara luar men apai perbedaan yang ukup besar (A--*--mm+g) maka pada bagian pars artilaginea yang merupakan bagian tulang ra$an akan mengalami pen iutan. 3pabila hal ini terus menerus terjadi maka komponen-komponen pendengaran yang ada di telinga tengah akan rusak se ara perlahan-lahan. >leh karenanya maka tindakan yang dapat segera dilakukan ialah menurukan perbedaan tekanan udara sehingga tekanan negati& pada telinga tengah dapat diminimalisir. !eadaan diatas disebut barotrauma. #ada pemeriksaan lab pasien ditemukan leukositosis, hiperglikemia dan eosinophylia. =eukositosis terjadi menandakan pasien mengalami in&eksi. Sel darah putih akan meningkat apabila ada in(asi mikroorganisme di dalam tubuh seseorang dan mekanisme perla$anannya adalah dengan tubuh mengeluarkan tentara-tentara sel darah putih untuk mengenali patogen, mem&agositosis dan membunuh sel-sel kuman tersebut. !emudian keadaan hiperglikemia bisa jadi pasien merupakan seorang penderita diabetes mellitus, apabila pasien merupakan penderita diabetes mellitus kita bisa uriga pada patogenesis perjalanan penyakit pasien. !ita bisa uriga bah$a pasien dari dahulu sudah memiliki penyakit gula dan bermani&estasi pada penyakitpenyakit yang lainnya. #ada pasien diabetes meliitus terdapat gangguan dalam penggumpalan darah saat terjadi luka, baik luka yang mikro7tidak kasat mata maupun yang dapat dilihat dengan mata telanjang. !eadaan karies dan rinitis alergi yang dialami pasien mungkin dapat diakibatkan oleh penyakit gula yang pasien derita. !emudian pada pemeriksaan lab terakhir terdapat eosinophylia. #emeriksaan ini bukan merupakan yang adekuat dan patognomonis untuk rinitis alergi karena eosinophylia juga dapat terjadi pada pasien yang mengalami a ingan atau parasit lain yang ada didalam tubuh. Badi untuk memastikan pada pasien alergi atau tidak bisa dilakukan pemreiksaan skin pri k test atau yang lebih anggih lagi menggunakan yang lebih spesi&ik untuk mengidenti&ikasi alergen-alergen yang berpengaruh berlebihan oleh diri pasien.

#enatalaksanaan yang bisa diberikan pada pasien ini adalah yang pertama untuk menghindari rinitis alerginya adalah menghindari alergen, kemudian terapi medika mentosa yaitu dengan pemberian antihistamin, dan dekongestan untuk terapi hidung tersumbatnya, analgesik untuk menghilangkan nyeri, dan antibiotik untuk bakteri penyebab sinusitisnya.

BAB III PENUTUP

3. Simpulan *. #asien pada s enario menderita rhinitis alergi dengan komplikasi sinusitis kronis. ". :hinitis alergi yang diderita pasien sejak lama dapat mempermudah terjadinya sinusitis. 3. Caries dentis menjadi &o us in&eksi yang mendukung mun ulnya sinusitis pada pasien. /tu sebabnya keluhan lebih dirasakan pada pipi dan telinga kanan. 4. #asien tidak segera sembuh dengan pengobatan yang telah dilakukan akibat kombinasi terapi yang kurang tepat.

5. ?indakan yang perlu dilakukan adalah me ari pen etus alergi dengan menggunakan skin pri k test, maupun test alergi lainnya. !emudian sebisa mungkin pasien dapat menghindari pen etus alergi tersebut. Selain itu diperlukan juga antihistamin atau steroid intranasal untuk meredakan serangan alergi, de ongestan supaya pasien dapat berna&as melalui hidung dengan nyaman, antibiotik yang tepat untuk membunuh bakteri penyebab sinusitis, dan analgesi untuk meredakan sakit kepala. 6. #erlu dirujuk ke bagian gigi dan mulut untuk memperbaiki keadaan gigi yang mengalami aries dentis. %engan ini diharapkan dapat mengurangi &aktor risiko terjadinya sinusitis.

B. Saran %iskusi tutorial skenario * blok ?+? pada kelompok 4 dapat berlangsung dengan lan ar tanpa kendala yang berarti. Seluruh anggota kelompok turut berpartisipasi akti& dalam membahas skenario guna men apai => berdasarkan buku pedoman mahasis$a blok ?+?. Selama diskusi berlangsung tutor turut berperan dalam meman ing para anggota kelompok agar dapat mengeluarkan pendapatnya. >leh karena itu, agar diskusi

tutorial dapat men apai => yang telah ditentukan, sebaiknya diperlukan kerjasama antara tutor dan anggota kelompok dimana seluruh anggota kelompok harus turut berperan akti& dalam berdiskusi dan tutor berperan sebagai pengarah dan pendamping yang ikut serta memberikan masukan-masukan tetapi tidak sampai men ampuri diskusi anggota guna men apai => sesuai dengan buku pedoman blok ?+?.

A,TAR PUSTAKA

3dams, ,. =., +ighler, #. 3., Boies =. :. *AA.. B>/@S Buku 3jar #enyakit ?+?. Bakarta' @,2

3l 9atih, 1uhammad, "--.. Polip Hidung. http'77hennykartika.$ordpress. om7"--.7*"7"A7poliphidung7. (-4 September "--A) Ballenger, B. B. *AA4. #enyakit ?elinga, +idung, ?enggorok, !epada dan =eher. Bakarta' Binarupa aksara. Budianto, 3nang dan 1. Syahrir 3;i;i. "--4. Guidance to Anatomy 3. @disi re(isi. Surakarta' !eluarga Besar 3sisten 3natomi 9! C5S. +andrade$i, S. "--A. Rhinologi: Anatomi dan Fisiologi. %isampaikan pada !uliah ?+? semester 8/// 9akultas !edokteran C5S Surakarta. BunDuiera, 2arlos, Bose 2arneiro, :obert >. !elley. *AA.. Histologi Dasar. @disi E. 3lih bahasa' Ban ?ambayong. Bakarta' @,2. 1angunkusumo, @ndang dan :etno S. 0ardani, "--E. #olip +idung. %alam Buku A ar !lmu "esehatan #elinga Hidung #enggorok "epala $ %eher. @ditor' @&iaty 3rsyad Soepardi dkk. @disi 6. Bakarta' Balai #enerbit 9!C/, pp'*"3-5 1ansjoer, 3rie& et al. "--*. "apita &elekta "edokteran 'disi "etiga (ilid ).Bakarta' 1edia 3es ulapius 9!C/ #ut;, :einhard dan :einhard #abst. "---. &o*ottaa: Atlas Anatomi +anusia (ilid !. 3lih bahasa' Septelia /. Bakarta' @,2. Snell, :i hard S. "--6. Anatomi "linik untuk +ahasis,a "edokteran. @disi 6. 3lih bahasa' =iliana S. Bakarta' @,2. Soepardi, @. 3., /skandar, 5., Bashiruddin, B., :estuti, :. %. "--.. Buku 3jar /lmu !esehatan ?elunga, +idung, ?enggorok, !epala F =eher. Bakarta' Balai #enerbit 9! C/ Soetjipto, %amayanti dan :etno S. 0ardani. "--.. Sumbatan +idung. %alam' Buku A ar !lmu "esehatan: #elinga- Hidung- #enggorok- "epala dan %eher . @disi !eenam. @&iaty 3S, et al (ed). Bakarta' Balai #enerbit 9!C/.