Anda di halaman 1dari 27

INA DRGS CASEMIX

A. DRGs (Diagnnostic Related Group) Diagnostic Related Group (DRG) berasal dari Amerika Serikat, dimana DRG dikembangkan pada akhir tah n !"#$%an &leh 'r&() *&b +etter di ,ni-ersitas .ale) Sistem DRG didesain nt k mengel&mp&kkan se/ara bersama pasien ra0at inap ak t 1ang se/ara klinis mirip dan memiliki kesamaan p&la pengg naan s mber da1a) DRG men1ediakan /ara 1ang bermakna se/ara klinis nt k mengh b ngkan 2 mlah dan tipe pasien 1ang dira0at dengan s mber da1a 1ang dig nakan) 3el&mp&k DRG dihasilkan dari data diagn&stik, pr&sed r, dan dem&gra(is 1ang se/ara r tin dik mp lkan pada lembar rekam medis pasien ra0at inap) M&ti-asi a0al dari pengembangan DRG adalah men/iptakan seb ah kerangka ker2a nt k memanta k alitas pela1anan dan tilisasi pela1anan di r mah sakit, serta sebagai s at /ara nt k meng k r dan menge-al asi kel aran (output) sekt&r pela1anan kesehatan) DRGs sendiri mer pakan s at /ara nt k mengidenti(ikasikan pasien 1ang memp n1ai keb t han dan keperl an s mber%s mber 1ang sama di r mah sakit kem dian dikel&mp&kkan ke dalam kel&mp&k 1ang m dah dikel&la keb t hann1a) Australian Refined Diagnosis Related Group (AR-DRG)

mende(inisikan DRG sebagai a patient classification system that provides a clinically meaningful way of relating the types of patients treated in hospital to the resources required by the hospital) DRGs dalam bahasa Ind&nesia diartikan sebagai pengel&mp&kkan pen1akit men r t diagn&sis) M&ti-asi tama nt k mengembangkan DRG adalah nt k men/iptakan framework 1ang e(ekti( nt k mem&nit&r pengg naan pela1anan dalam r mah

sakit) Sementara it t 2 an a0al pemb atan DRGs adalah nt k menggab ngkan casemi dengan keb t han s mber da1a dengan bia1a r mah sakit) DRGs

ter tama ber(&k s kepada intensitas s mber da1a) DRGs dan clinical pathway mer pakan /ikal bakal dari casemi 1ang mer pakan sistem klasi(ikasi pasien 1ang dik&mbinasikan dengan 2enis pen1akit 1ang dih b ngkan dengan bia1a selama pera0atan) Depkes s dah men/&ba mem lain1a dengan menerapkan 'aket pela1anan Esensial (''E) sebagai 2embatan men 2 DRGs dan memperkenalkan k&nsep ini ke berbagai r mah sakit se2ak beberapa tah n 1ang lal ) Nam n, implementasin1a terasa sangat s lit sekali hingga pada a0al September 4$$5 tim dari ,ni-ersitas 3ebangsaan Mala1sia dengan didampingi tim dari ,GM dan ,I diminta Depkes nt k men%support peren/anaan Depkes dengan 2i /&ba pada !5 RS,' di

Ind&nesia dengan m&del pendekatan 1ang paling m ngkin bisa dilaksanakan) 'emerintah, berdasarkan kep t san Mentri 3esehatan RS N&) "6"7 Menkes7 S37 IX7 4$$8 beren/ana akan memberlak kan INA DRG m lai ! September 4$$8 nt k kelas III di RS 'emerintah di sel r h Ind&nesia) !"A-DRG adalah s at sistem klasi(ikasi k&mbinasi dari beberapa 2enis pen1akit7 diagn&sa dan pr&sed r7 tindakan pela1anan di r mah sakit dan pembia1aannn1a 1ang dikaitkan dengan m t serta e(ekti(itas pela1anan terhadap pasien) INA DRG mer pakan sistem pemerataan, 2angka an, dan berh b ngan dengan m t pela1anan kesehatan 1ang men2adi salah sat ns r dalam

pembia1aan kesehatan) Selain it sistem ini 2 ga dapat dig nakan sebagai salah sat standar pengg naan s mber da1a 1ang diperl kan dalam pemberian

pela1anan kesehatan di r mah sakit)

B. Tujuan Diagnostic Related Group (DRG) 9 2 an dari pelaksanaan Diagnosis Related Group (DRG) antara lain: a) 3&ntr&l bia1a ;ika bia1a ditetapkan se/ara pr&spekti( dan diba1ar dengan tanpa melihat lama tinggal pasien, r mah sakit did&r&ng nt k menghindari bia1a 1ang tidak penting, kh s sn1a 2ika ekses dari angka pemba1aran melebihi bia1a akt al 1ang &ptimal) *erdasarkan indeksasi, met&de per diem 1ang ada dari pemba1aran tetap ke/ ali bah0a bia1a 1ang reasonable dises aikan dengan 2 mlah k&mpleksitas casemi )

b) ;aminan m t 'r&gram 2aminan m t di2alankan ter tama melal i peman(aatan7

utili#ation) Melal i data DRG 1ang berg na nt k e-al asi pera0atan medis) Data akan mem ngkinkan bagi k&mite 1ang ses ai nt k memb at perbandingan nt k pembia1aan, beban7&ngk&s (charge), dan lama tinggal, dan pela1anan indi-id al men r t kel&mp&k pen1akit antar r mah sakit) 'ermasalahan 1ang di/ rigai dapat di 2i lebih lan2 t dengan in(&rmasi 1ang dib t hkan, 1ang diper&leh melal i diagn&sis dalam DRG) /) 'eren/anaan In(&rmasi berdasarkan DRG dapat berg na nt k berbagai ma/am nt k

keperl an7 t 2 an) Dalam beberapa hal, DRG dapat dig nakan

mengantisipasi keb t han sta( tenaga medik dalam kas s%kas s tertent akibat dari per bahan -&l me ba ran casemi ) Data DRG 2 ga bisa dig nakan sebagai in(&rmasi bagi pihak ketiga sebagai payer nt k membandingkan provider mana 1ang menghasilkan pela1anan pada nit cost 1ang paling rendah)

C. Syarat dalam Ke er!asilan "mplementasi DRG Data 1ang har s ada dalam Diagnostic Related Group (DRG) 1ang men2adi s1arat dalam keberhasilan implementasi DRG tergant ng pada < C (coding$ costing$ dan clinical pathway)) a) %oding 'r&ses terbent kn1a tari( DRG tidak terlepas dari adan1a peran dari sistem in(&rmasi klinik rekam medis) 9 2 an rekam medis nt k men n2ang ter/apain1a tertib administrasi dalam pa1a peningkatan pela1anan kesehatan di r mah sakit) 9ertib administrasi adalah salah sat (akt&r 1ang menent kan keberhasilan

pela1anan kesehatan di r mah sakit, sehingga keberhasilan pelaksanaan DRG p n sangat tergant ng dengan data pada rekam medis) Data dasar dalam INA%DRG terdiri dari !# -ariabel, 1ait : !) Nama RS 4) 3elas RS <) N&m&r Rekam Medis =) 3elas 'era0atan 5) 9&tal bia1a #) ;enis pera0atan 8) 9anggal mas k r mah sakit 6) 9anggal kel ar r mah sakit ") >ama hari ra0atan !$) ,m r ketika mas k r mah sakit (dalam sat an tah n) !!) ;enis kelamin !4) Cara p lang

!<) *erat badan bar lahir !=) Diagn&sa dan 'r&sed r !5) ?asil gr& ping !#) Identitas pasien (Nama pasien, N&) S3', D&kter 'enangg ng ;a0ab dan tanda tangan, data alat7 bahan medi/ habis pakai) b) %osting Ada beberapa met&de 1ang dapat dig nakan dalam menent kan pembia1aan nt k DRG, 1ait : 8 !) &op Down %osting 4) Activity 'ased %osting (A*C) /) %linical (athway %linical (athway adalah d&k men peren/anaan pela1anan kesehatan terpad 1ang merangk m setiap langkah 1ang dilak kan pada pasien berdasarkan standar pela1anan medis, standar as han kepera0atan, dan standar pela1anan tenaga kesehatan lainn1a) D. #e$anisme %em ayaran Berdasar$an DRG ?endrartini men1eb tkan mekanisme pemba1aran berdasarkan Diagnosis Related Group)s (DRGs) adalah s at sistem imbalan 2asa pela1anan pada

(rospective (ayment *istem (''S)7 s at sistem pemba1aran pada pemberian pela1anan kesehatan, baik r mah sakit ata d&kter dalam 2 mlah 1ang ditetapkan sebel m s at dilak kan ata pela1anan di berikan tanpa memperhatikan tindakan 1ang laman1a pera0atan) Sedangkan ?art&n& men1atakan bah0a

mekanisme pemba1aran berdasarkan DRG adalah s at mekanisme pemba1aran

1ang ditetapkan berdasarkan pengel&mp&kkan diagn&sa, tanpa memperhatikan 2 mlah7pela1anan 1ang diberikan)(",!$) ?art&n& men1eb tkan pentingn1a meng&ntr&l pemba1aran melal i mekanisme berbasis DRG, meskip n bel m di terapkan di Ind&nesia) belia men1eb tkan adan1a perbedaaan tari( 1ang di kel arkan &leh R mah Sakit nt k kas s 1ang sama dengan kriteria 1ang sama karena ada perbedaan tindakan 1ang di lak kan dan diagn&stik 1ang di ker2akan sehingga terdapat ke/ender ngan peningkatan tari( 1ang di bebankan kepada pasien) Mekanisme nt k pen1 s nan pemba1aran berdasarkan DRG adalah : a) Melengkapi data pasien DRG memb t hkan data%data 1ang dik mp lkan se/ara r tin &leh r mah sakit seperti : Identitas pasien, tanggal mas k dan kel ar r mah sakit,lama hari ra0at, m r, 2enis kelamin, stat s kel ar r mah sakit, ** bar lahir (2ika ne&natal), diagn&sis pembedahan) b) Analisis pengkelasan dan hasil gr& ping DRG ses ai dengan ICD !$ 1ang diterbitkan &leh @?A 3e0a2iban r mah sakit nt k memberikan k&de ses ai dengan ICD !$ (3lasi(ikasi internasi&nal nt k pen1akit)) /) Analisis bia1a pasien ( DRG %ost) ) *erdasarkan lap&ran pertama pr&1ek nasi&nal, B%ase %osting in *wedish +ealth and ,edical %areC mendeskripsikan pr&ses pembia1aan kas s dalam empat langkah: !) Mengidenti(ikasi t&tal bia1a se/ara ak rat tama, diagn&sis sek nder dan pr&sed r

4) Mengal&kasikan bia1a%bia1a tak langs ng ke dalam p sat%p sat pen1erapan dana) <) Mengidenti(ikasi pr&d k%pr&d k intermediate dan menghit ng bia1a% bia1an1a) =) Membagi bia1a%bia1a terseb t kepada pasien) &. Casemi' dan "(A CBGs %asemi mer pakan salah sat met&de ata alat 1ang mem ngkinkan r mah sakit dengan

pa1a menetapkan ek iti, e(isiensi dan k alitas s at

melak kan identi(ikasi dari ba ran dan 2enis kas s7 pasien 1ang dira0at dan identi(ikasi dari sel r h s mber da1a 1ang dig nakan) *erdasarkan hasil penelitian R&nnie, Diagnosis Related Group selan2 tn1a diseb t DRG adalah s at /ara mengidenti(ikasi pasien 1ang memp n1ai keb t han dan s mber 1ang sama dir mah sakit kem dian dikel&mp&kkan kedalam kel&mp&k 1ang sama) Sistem ini didasarkan pada keadaan 1ang menggambarkan berbagai tipe (-mi .) k&ndisi pasien ata pen1akit (-cases.) selama ber&bat7 dira0at di r mah sakit) Ibrahim 2 ga men1atakan bah0a casemi ditetapkan sebagai ilm nt k

mengklasi(ikasikan dan menilai k antitas dari s mber da1a pela1anan kesehatan di r mah sakit) Sistem casemi adalah s&l si terbaik nt k pengendalian bia1a kesehatan karena berh b ngan dengan m t , pemerataan, 2angka an dalam sistem kesehatan 1ang men2adi salah sat ns r dalam pembelan2aan kesehatan serta

mekanisme pemba1aran nt k pasien berbasis kas s /amp ran) Men r t ?&siDah, sistem %asemi terseb t mer pakan s at /ara

mengel&la s mber da1a r mah sakit see(ekti( m ngkin dalam memberikan la1anan kesehatan 1ang ter2angka kepada mas1arakat berdasarkan

pengel&mp&kkan spektr m diagn&sis pen1akit 1ang h&m&gen dan pr&sed r tindakan 1ang diberikan) Se/ara m m sistem /asemiE dig nakan dalam hal

/uality Assurance (rogram, k&m nikasi d&kter F direkt r RS dan sta( medical record, perbaikan pr&ses pela1anan, anggaran, profilling, brenchmarking, quality control, dan sistem pemba1aran) Sistem %asemi mer pakan s at sistem pengel&mp&kkan pasien

berdasarkan kemiripan karakteristik klinis dan h&m&genitas s mber da1a 1ang dig nakan, dimana sistem ini dinilai mamp mengestimasi nt k men1ediakan pela1anan kesehatan di r mah sakit ses ai dengan k&ndisi pasien se/ara e(ekti( dan e(isien) Sistem ini akan menghindari pengg naan alat ked&kteran /anggih se/ara berlebihan, serta pemberian &bat%&bat 1ang tidak perl ) Dengan sistem 1ang berbasis tekn&l&gi in(&rmasi ini diharapkan dapat memberikan keadilan dan transparansi bagi pihak pemberi dan pengg na 2asa pela1anan kesehatan, ter tama pela1anan di r mah sakit 1ang beker2asama men1elenggarakan ;amkesmas) Implementasi %asemi di Ind&nesia s dah dim lai se2ak tah n 4$$#

dengan nama INA%DRG (Ind&nesia Diagnosis Related Group), berdasarkan 3ep t san Menteri 3esehatan N&) !#<<7Menkes7S37XII74$$5 tanggal 4< Desember 4$$5 tentang 2i /&ba penerapan Sistem DRG %asemi ) Dimana pada tahap a0al implementasi terseb t melibatkan !5 r mah sakit pilot pro0ect 1ang terdiri dari r mah sakit -erti/al) 3ementerian 3esehatan RI men2a2aki ker2asama dengan 1nited "ation 1niversity-!nternational !nstitute for Global +ealth (,N,% IIG?) di Mala1sia) Dengan ter2adin1a pergantian ini maka ter2adi p la per bahan nama dari INA%DRG men2adi INA%C*Gs (!ndonesia-%ase 'ased Group)s))

*ent k ker2asama antara 3ementerian 3esehatan RI dan ,N,%IIG? adalah serangkaian kegiatan teknis nt k pengembangan dan implementasi sistem %asemi di Ind&nesia hingga ter/iptan1a Blocal normC, 1ang nantin1a m tlak men2adi milik 3ementerian 3esehatan RI) !"A-DRG adalah -ariasi sistem casemi nt k Ind&nesia 1ang dis s n berdasarkan data dari !5 r mah sakit

-ertikal, memperg nakan ICD !$ nt k diagn&sis dan ICD " CM nt k pr&sed r tindakan serta bia1a berdasarkan tari( 1ang berlak pada 0akt terseb t) 3 n/i ,tama dalam pelaksanaan INA DRG adalah : a) 9 lis selengkapn1a &leh tenaga medis7 paramedis mengenai: !) Diagn&sis ,tama 4) Diagn&sis 3&mplikasi <) Diagn&sis 'en1akit 'en1erta b) 9 lis 3&de(ikasi Diagn&sis diatas berdasarkan ICD !$ dan pr&sed r tindakan 1ang diberikan ses ai ICD " CM /) 3etersediaan dan kesiapan pet gas k&der dan I9 dalam menerapkan software Grouper 3a2ian dari sistem casemi 1ang men2adi perhatian adalah ba ran kas s, 1ait apakah diagn&sis tama 1ang ditegakkan pasien serta k&mplikasi apa 1ang m ngkin ter2adi akibat diagn&sis tama terseb t) Diagn&sis tama it lah 1ang di2adikan a/ an nt k menghit ng bia1a pela1anan) 'enghit ngan bia1a ber(&k s pada -ariabel terseb t, sehingga r mah sakit tidak akan men/ant mkan hal%hal 1ang tidak sehar sn1a dalam pemba1aran dan penghit ngan bia1a men2adi lebih m dah dan tepat) 'ri&ritas pela1anan pasien akan diberikan ses ai dengan tingkat keparahan, dan tidak dilak kan se/ara sembarangan) Ini tent n1a dapat menekan

bia1a pela1anan kesehatan 1ang kerap men2adi masalah bagi mas1arakat, kh s sn1a mas1arakat miskin) R&nnie men1atakan bah0a pemba1aran pera0atan di r mah sakit berdasarkan DRG adalah /ara pemba1aran pera0atan di r mah sakit berdasarkan diagn&sis, b kan berdasarkan tilisasi pela1anan medis ma p n n&nmedis 1ang diberikan kepada se&rang pasien dalam rangka pen1emb han s at pen1akit)

*esarn1a pemba1aran7 tari( per diagn&sis telah ditetapkan sebel mn1a, sehingga bila bia1a 1ang dikel arkan &leh r mah sakit lebih ke/il dari tari( 1ang telah disepakati maka selisihn1a mer pakan ke nt ngan bagi r mah sakit, tetapi bila bia1a 1ang dikel arkan r mah sakit lebih besar daripada tari( 1ang telah disepakati maka selisihn1a mer pakan ker gian bagi r mah sakit) ;&hari men1atakan selain memberikan (&k s dalam masalah penghit ngan bia1a, casemi 2 ga memberikan standar nasi&nal mengenai berapa bia1a 1ang har s dikenakan nt k diagn&sis tertent ) ?al ini memberikan kepastian sekalig s transparansi pada mas1arakat sebagai pengg na 2asa pela1anan kesehatan) Sehingga bia1a dapat diprediksi, dan ke nt ngan 1ang diper&leh r mah sakit p n dapat lebih pasti)

). #an*aat "(A+CBGs Man(aat 1ang dapat kita per&leh dari penerapan kebi2akan pr&gram CasemiE INA C*Gs se/ara m m adalah se/ara medis dan ek&n&mi) Dari segi medis, para klinisi dapat mengembangkan pera0atan pasien se/ara k&mprehensi(, tetapi langs ng kepada penanganan pen1akit 1ang diderita &leh pasien) Se/ara ek&n&mi, dalam hal ini ke angan (costing) 2adi lebih e(isien dan e(ekti( dalam

penganggaran bia1a kesehatan) Sarana pela1anan kesehatan akan mengit ng dengan /ermat dan teliti dalam penganggarann1a) !) *agi pasien a) Adan1a kepastian dalam pela1anan dengan pri&ritas peng&batan berdasarkan dera2at keparahan b) Dengan adan1a batasan pada lama ra0at (length of stay) pasien mendapatkan perhatian lebih dalam tindakan medis dari para pet gas r mah sakit, karena berapap n lama ra0at 1ang dilak kan bia1an1a s dah ditent kan b) 'asien menerima k alitas pela1anan kesehatan 1ang lebih baik /) Meng rangi pemeriksaan dan pengg naan alat medis 1ang berlebihan &leh tenaga medis sehingga meng rangi resik& 1ang dihadapi pasien 4) *agi r mah sakit a) R mah Sakit mendapat pembia1aan berdasarkan kepada beban ker2a sebenarn1a b) Dapat meningkatkan m t G e(isiensi pela1anan R mah Sakit /) *agi d&kter ata klinisi dapat memberikan peng&batan 1ang tepat nt k k alitas pela1anan lebih baik berdasarkan dera2at keparahan,

meningkatkan k&m nikasi antar spesialisasi ata m ltidisiplin ilm agar pera0atan dapat se/ara k&mprehensi( serta dapat mem&nit&r HA dengan /ara 1ang lebih &b2ekti( d) 'eren/anaan b dget anggaran pembia1aan dan belan2a 1ang lebih ak rat e) Dapat nt k menge-al asi k alitas pela1anan 1ang diberikan &leh masing% masing klinisi

() 3eadilan (equity) 1ang lebih baik dalam pengal&kasian b dget anggaran g) Mend k ng sistem pera0atan pasien dengan menerapkan %linical (athway <) *agi pen1andang dana pemerintah (provider) a) Dapat meningkatkan e(isiensi dalam pengal&kasian anggaran pembia1aan kesehatan b) Dengan anggaran pembia1aan 1ang e(isien, equity terhadap mas1arakat l as akan akan ter2angka /) Se/ara k alitas pela1anan 1ang diberikan akan lebih baik sehingga meningkatkan kep asan pasien dan provider7 'emerintah d) 'enghit ngan tari( pela1anan lebih &b2ekti( dan berdasarkan kepada bia1a 1ang sebenarn1a

G) Analisa Costing ( iaya) di Ruma! Sa$it ,. -enis Biaya De(inisi dasar bia1a adalah sem a peng&rbanan 1ang dikel arkan nt k mempr&d ksi dan mengk&ns msi s at k&m&diti tertent ) Dengan demikian

pengertian bia1a melip ti sem a 2enis peng&rbanan, bisa dalam bent k ang, barang, 0akt 1ang hilang, kesempatan 1ang hilang dan bahkan ken1amanan 1ang tergangg ) *ia1a adalah harga per&lehan 1ang dikel arkan ata menghasilkan s at pr&d ksi (& tp t) ata dig nakan nt k

nt k mengk&ns msi s at pr&d k

bisa ber pa ang ata 2asa pela1anan) *ia1a pela1anan kesehatan ialah besarn1a dana 1ang har s disediakan nt k men1elenggarakan ata meman(aatkan

berbagai

pa1a kesehatan 1ang diperl kan &leh perse&rangan, kel arga,

kel&mp&k, dan mas1arakat *ia1a 2 ga dide(inisikan sebagai pengg naan s mber%s mber ek&n&mi 1ang di k r dengan sat an ang, 1ang telah ter2adi ata kem ngkinan akan ter2adi nt k &b2ek ata t 2 an tertent ) *ia1a dapat diklasi(ikasikan berdasarkan dapat ata tidakn1a bia1a terseb t diidentikasikan terhadap &b2ek bia1a) Ab2ek 1ang dimaks d disini adalah pr&d k, 2asa, (asilitas, dan lain%lain) @it2aks&n& memberikan de(inisi bia1a lebih singkat dan sederhana, bia1a dide(inisikan sebagai s at peng&rbanan s mberda1a nt k men/apai t 2 an

tertent ) M l1adi membedakan pengertian k&s (cost), bia1a (e pence), dan ker gian (loss)) 3&s (cost) adalah kas ata nilai setara kas 1ang dik&rbankan nt k memper&leh barang dan 2asa 1ang diharapkan akan memba0a man(aat sekarang ata dimasa depan bagi &rganisasi) *ia1a (e pence) adalah k&s

s mberda1a 1ang telah ata akan dik&rbankan nt k me0 2 dkan t 2 an tertent ) 3er gian (loss) adalah k&s 1ang akan dik&rbankan nam n peng&rbanan terseb t tidak menghasilkan pendapatan sebagaimana 1ang diharapkan) 9etapi dalam pengertian sehari%hari k&s dan bia1a seringkali diartikan sama) Ada beberapa /ara klasi(ikasi bia1a, seperti di raikan berik t ini: a) *erdasarkan si(at keg naann1a !) *ia1a in-estasi, adalah bia1a 1ang man(aatn1a dapat diperg nakan selama lebih dari sat tah n) 'at&kan sat tah n didasarkan pada kalaDiman

bah0a peren/anaan anggaran biasan1a dilak kan setiap tah n) 9ermas k dalam klasi(ikasi bia1a in-estasi adalah bia1a ged ng, bia1a alat medis, dan bia1a alat n&nmedis)

4) *ia1a pemeliharaan, adalah bia1a 1ang ( ngsin1a nt k mempertahankan ata memperpan2ang kapasitas barang in-estasi) Dengan demikian

klasi(ikasin1a mengik ti klasi(ikasi bia1a in-estasi, 1ait bia1a ged ng, bia1a alat medis, dan bia1a alat n&nmedis <) *ia1a &perasi&nal, adalah bia1a 1ang diperl kan ata nt k mem( ngsikan

meng&perasikan barang in-estasi) 9ermas k dalam klasi(ikasi ini

adalah bia1a pers&nel (ga2i), bia1a &bat dan bahan, bia1a makan, bia1a A93, dan bia1a m m (listrik, air, telep&n, per2alanan,dan lain%lain)) b) *erdasarkan h b ngann1a dengan 2 mlah pr&d k (output) !) *ia1a tetap (fi cost)$ adalah bia1a 1ang besarn1a relati( tidak dipengar hi &leh 2 mlah output ata pr&d ksi 1ang dihasilkan) 9ermas k dalam

klasi(ikasi ini adalah barang%barang in-estasi 1ang diseb tkan di atas) 4) *ia1a semi-ariabel (semivariable cost), adalah bia1a 1ang sebet ln1a tidak meng&perasi&nalkan barang in-estasi, akan tetapi besarn1a tidak terpengar h &leh ban1akn1a pr&d ksi) 9ermas k dalam klasi(ikasi ini adalah bia1a ga2i pega0ai tetap) <) *ia1a -ariable (variable cost)$ adalah bia1a 1ang besarn1a dipengar hi &leh ban1akn1a pr&d ksi) Misaln1a bia1a 2ar m s ntik dalam pela1anan) /) *erdasarkan ( ngsin1a dalam pr&ses pr&d ksi !) *ia1a langs ng (direct cost), adalah bia1a 1ang man(aatn1a langs ng mer pakan dari pr&d k ata barang 1ang dihasilkan) Misaln1a bia1a 2ar m s ntik)

4) *ia1a tak langs ng (indirect cost), adalah bia1a 1ang man(aatn1a tidak men2adi bagian langs ng dalam pr&d k, akan tetapi mer pakan bia1a 1ang diperl kan nt k men n2ang nit% nit pr&d ksi) .. %usat Biaya ' sat bia1a adalah nit ( ngsi&nal dimana bia1a%bia1a terseb t

diperg nakan) ,nt k r mah sakit p sat bia1a terseb t se/ara garis besar dapat dibagi d a, 1ait (!) p sat bia1a pen n2ang, 1ait nit% nit 1ang tidak langs ng nit% nit

mempr&d ksi pr&d k r mah sakit dan (4) p sat bia1a pr&d ksi, 1ait dimana pela1anan r mah sakit dihasilkan)

.ang termas k p sat bia1a pen n2ang misaln1a adalah nit pimpinan dan tata saha, nit pemeliharaan, nit CSSD7 >a ndr1, nit dap r, dan lain%lain) .ang termas k p sat bia1a pr&d ksi misaln1a adalah lab&rat&ri m klinik, lab&rat&ri m pat&l&gi anat&mi, bagian radi&l&gi, nit ra0at 2alan, nit ga0at

dar rat, nit IC,7 ICC,, nit bedah, nit ra0at inap, nit rehabilitasi medis, nit kamar 2enaDah, dan lain%lain)

". Distri usi Biaya Dalam analisa bia1a r mah sakit telah dikembangkan beberapa met&de nt k melak kan distrib si bia1a terseb t 1ait met&de distrib si sederhana

(simple distribution method)$ met&de distrib si anak tangga (step down method)$ met&de distrib si ganda (double distribution method)$ dan met&de distrib si m ltiple (multiple distribution method)24=

-. Analisa Biaya Analisis bia1a adalah s at pr&ses meng mp lkan dan mengel&mp&kkan data ke angan r mah sakit nt k memper&leh dan menghit ng bia1a & tp t dan 2asa pela1anan r mah sakit) 9 2 an analisis bia1a adalah: a) ,nt k mendapatkan in(&rmasi bia1a t&tal r mah sakit dan s mber pembia1aan serta k&mp&nenn1a b) ,nt k mendapatkan in(& tentang bia1a sat an la1anan r mah sakit /) ,nt k dapat mengg nakan bia1a sebagai salah sat menetapkan tari( la1anan r mah sakit in(&rmasi dalam

Dari beberapa raian di atas, bah0a kegiatan analisis bia1a (/&st anal1sis) sebet ln1a mer pakan kegiatan 1ang men/ak p analisis 2 mlah, & tp t pela1anan, s mber dan k&mp&nen bia1a, pengal&kasian bia1a, dan penent an bia1a sat an 1ang akan diba1ar &leh pasien) ?asil dari analisis bia1a terseb t dapat dig nakan sebagai berik t: a) Analisa bia1a mem ngkinkan perhit ngan bia1a sat an di berbagai nit pr&d ksi r mah sakit) In(&rmasi ini diperl kan dalam peren/anaan anggaran r mah sakit b) Sebagai bahan pertimbangan dalam memb at kep t san, 1ait seh b ngan dengan dera2at pr&(itabilit1 pada /&st /entre ata re-en e /enter tertent /) ,nt k menent kan tari( 1ang ditent kan &leh nit pr&d ksi d) ,nt k bahan pegangan bagi mana2emen r mah sakit neg&siasi dengan pihak ketiga dalam hal penagihan ata reimb rsement

e) Sebagai bahan bagi h mas r mah sakit dalam men2elaskan sit asi bia1a r mah sakit kepada pihak 1ang memb t hkan () Sebagai bahan bagi pihak mana2emen r mah sakit nt k disampaikan kepada pihak pemilik, pemerintah, dan lain%lain

3) #etode atau te$ni$ analisis iaya ruma! sa$it Salah sat kegiatan p&k&k analisis bia1a adalah melak kan distrib si

(al&kasi) bia1a in-estasi dan &perasi&nal 1ang dikel arkan pada nit pen n2ang ke nit pr&d ksi) *eberapa teknik analisis bia1a 1ang dikembangkan antara lain: a) Distrib si sederhana (simple distrib ti&n) 9eknik ini sangat sederhana 1ait melak kan distrib si bia1a%bia1a 1ang dikel arkan di p sat bia1a pen n2ang langs ng ke p sat%p sat pr&d ksi) 3elebihan /ara ini adalah kesederhanann1a sehingga m dah dilak kan) 3elemahann1a adalah as msi bah0a d k ngan ( ngsi&nal han1a ter2adi antara nit pen n2ang dengan nit pr&d ksi) 'adahal nit pen n2ang

dalam praktek dapat diketah i bah0a antar sesama

bia1a ter2adi trans(er 2asa) Misaln1a direksi menga0asi dap r, nit dap r 1ang member makan direksi, sta(, tata saha, dan lain%lain) b) Distrib si anak tangga (stepd&0n meth&d) Dalam met&de ini dilak kan distrib si bia1a nit pen n2ang kepada nit lain dan nit pr&d ksi) Distrib si dilak kan se/ara bert r t%t r t dari nit pen n2ang terbesar kepada nit% nit (pen n2ang dan pr&d ksi 1ang rele-an)) Setelah selesai kem dian dilak kan distrib si dari nit pen n2ang lain 1ang bia1an1a n&m&r d a terbesar) 'r&ses ini ter s dilaksanakan sampai sem a bia1a dari nit pen n2ang habis

didistrib sikan ke nit pr&d ksi) 3elebihan pada met&de ini adalah s dah dilak kann1a distrib si dari nit pen n2ang ke nit lainn1a)

9etapi kelemahann1a adalah distrib si han1a ter2adi sepihak padahal ken1atann1a h b ngan ter2adi se/ara timbale balik) /) Distrib si ganda (d& ble distrib ti&n meth&d) 'ada met&de ini tahap pertama dilak kan distrib si bia1a 1ang dikel arkan di nit pen n2ang ke nit pen n2ang lain dan nit

pr&d ksi) ?asiln1a, sebagian bia1a dari didistrib sikan ke

nit pen n2ang s dah

nit pr&d ksi) Artin1a masih ada bia1a 1ang

tertinggal pada nit pen n2ang 1ait bia1a 1ang diteriman1a dari nit pen n2ang lain) *ia1a 1ang masih berada pada nit pen n2ang ini

selan2 tn1a didistrib sikan ke nit pr&d ksi) Sehingga tidak ada lagi bia1a 1ang tersisa pada nit pen n2ang) *ia1a sat an 1ang didapat dari met&de ini dapat memperin/i k&mp&nen%k&mp&nan bia1a dalam bia1a sat an terseb t ata beberapa persen bia1a in-estasi, bia1a &perasi&nal dan lain%lain pada bia1a sat an terseb t) d) M ltiple distrib ti&n Dalam met&de ini distrib si bia1a dilak kan se/ara lengkap, 1ait antar sesama nit pen n2ang dari nit pen n2ang ke nit pr&d ksi dan antar sesama nit pr&d ksi) Met&de ini 2arang dipakai karna

perhit ngann1a s lit nt k dilak kan dan diperl kan /atatan h b ngan ker2a antara nit% nit pr&d ksi 1ang sangat ban1ak) 3egiatan analisis bia1a mer pakan s at hal 1ang / k p k&mpleks pelaksanaann1a

ter tama dalam hal penghit ngan pengal&kasiann1a, nem n dengan

mengg nakan pers&nal /&mp ter hal ini tidak lagi mer pakan s at hambatan 1ang perl dikha0atirkan) e) A/ti-it1 based /&sting (A*C) Met&de ini mer pakan s1stem in(&rmasi bia1a berdasarkan akti-itas 1ang dig nakan nt k mem&ti-asi pers&nil dalam melak kan

peng rangan bia1a dalam 2angka pan2ang melal i pengel&laan akti-itas) Dasar perhit ngan A*C adalah bah0a setiap p sat bia1a akan melak kan akti(itas dan setiap akti(itas memb t hkan s mber da1a) S mber da1a ini dihit ng sebagai /&st) () Met&de real /&st Met&de ini sebenarn1a menga/ pada k&nsep A*C dengan berbagai per bahan karena adan1a kendala s1stem) 3arena it mengg nakan as msi 1ang sesedikit m ngkin) /. %engumpulan data iaya total 'eng mp lan data bia1a t&tal mer pakan peng mp lan berbagai data 1ang diperl kan, 1ait bia1a in-estasi dan bia1a &perasi&nal masing%masing nit met&de ini

selama sat tah n anggaran) >ak kan identi(ikasi sem a k&mp&nen bia1a 1ang ada (/&st item) pada masing%masing nit terseb t) ,nt k bia1a in-estasi ata bia1a tetap dib at da(tar sem a in-entaris r mah sakit seperti ged ng, alat medis, alat n&nmedis, dan kendaraan) Masing%masing item di/atat harga pengadaann1a, 0akt pembelian ata pengadaan, dan masa pakain1a) ,nt k bia1a &perasi&nal ata bia1a -ariable, bia1a ini dik mp lkan nt k masa sat tah n seperti: a) Abat dan bahan medis b) *ahan habis pakai /) *ahan makanan

d) *ahan r mah tangga e) >a ndri () *ia1a pemeliharaan g) *ia1a listrik, air, telp&n

A.

Cost o* treatment C&st &( treatment mer pakan perhit ngan bia1a 1ang terkait dengan bia1a

langs ng dan tidak langs ng 1ang dib t hkan

nt k melak kan pera0atan7

tindakan la1anan kesehatan per pen1akit terhadap pasien 1ang ses ai dengan /lini/al path0a1n1a) Se/ara teknis perhit ngan bia1a terseb t akan

memperg nakan a/ti-it1 based /&sting

nt k bia1a langs ngn1a 1ang

dim&di(ikasi dengan simple distrib ti&n meth&d nt k bia1a tidak langs ngn1a)

Ta el 0.,. Cost o* treatment (cost1 DRG1 Casemi')

C&st &( treatment7 N&) a/ti-it1 based /&sting !) 4) <) =) 5) #) Admissi&n Diagn&sti/ 'ra therap1 9herap1 +&ll&0 p Dis/harge

Dire/t /&st In-estasi Aperasi&nal

Indire/t /&st 'emeliharaan

*umber3 Depkes R! 4556$ -(edoman tarif !"A-DRG.$ 7akarta

S rat kep t san mentri ke angan n&m&r 4"67 M3)$47 4$$5 tentang peralihan stat s r mah sakit per sahaan 2a0atan men2adi instansi pemerintah pengel&la ke angan badan la1anan m m (*>,) 1ang menerapkan p&la

pengel&laan ke angan badan la1anan m m) 'engel&la ke angan r mah sakit *>, 1ang e(ekti( dan e(isien adalah melal i s1stem /&st &( DRGs ata /&st &( treatment) C&st &( DRGs ata /&st &( treatment adalah kesel r han bia1a m lai dari pasien mas k melak kan penda(taran, penegakan diagn&sa, terapi, dan p lang sem an1a terangk m dalam s at al r pera0atan ata integrated /lini/al path0a1) Clini/al path0a1 di r mah sakit mer pakan ped&man 1ang men/ak p sem a akti(itas dari pasien mas k hingga kel ar r mah sakit) 'ed&man ini berg na nt k meningkatkan m t pela1anan dan pengendalian bia1a pela1anan) Clini/al path0a1 dapat diperg nakan sebagai alat e-al asi nt k pela1anan medi/ 1ang berm t dan nt k menghindari tindakan dan akti(itas 1ang tidak

diperl kan) ?al ini mer pakan ped&man dasar perhit ngan bia1a pela1anan, s pa1a pasien mendapatkan kepastian bia1a dari pen1akitn1a) 'enetapan bia1a berdasarkan diagn&sis related gr& ps har s pa1a pen1emb han

memperhit ngkan (a/t&r%(akt&r 1ang mempengar hi besarn1a bia1a ra0at inap seperti 3ardma2i (!"6#) mengatakan bah0a bia1a ra0at inap dipengar hi &leh bia1a &bat, bia1a &perasi, tindakan bedah, dan kelas ra0atan) Diagn&sa tama adalah alasan tama pasien ra0atan 1ang dit lis d&kter pada rekam medis) 3etepatan diagn&sa tama &leh d&kter dapat dilihat dari

diagn&sa mas k dan diagn&sa pada saat pasien p lang) *erdasarkan penelitian Ali, @ (!""8) bah0a diagn&sa sangat berh b ngan dengan lama hari ra0at dan bia1a 1ang har s dikel arkan pasien serta akan menent kan 2enis tindakan dan lama hari ra0at) Diagn&sa pen1erta (k&mplikasi) dan pemberat (k&mbiditi) berh b ngan dengan peman(aatan s mber da1a r mah sakit (/asemiE))

A.

Costing "(A CBGs Ada beberapa met&de 1ang dapat dig nakan dalam menent kan

pembia1aan nt k DRG, 1ait : 4# !) &op Down %osting Met&de ini mengg nakan in(&rmasi tama dari rekening ata data

ke angan r mah sakit 1ang telah ada) >angkah pertama adalah mengidenti(ikasi pengel aran%pengel aran r mah sakit 1ang terkait dengan pen1ediaan la1anan ra0at inap) >angkah selan2 tn1a adalah mengklasi(ikasikan pengel aran% pengel aran terseb t ke masing%masing cost center seperti bangsal ra0at inap

(wards), ga2i dan 2asa medis tenaga medis dan paramedis ( medical salaries), r ang &perasi (operating room), bahan dan barang (armasi (pharmacy), radi&l&gi (radiology), pat&l&gi (pathology), dan peker2a s&sial serta nit% nit bia1a lain 1ang terkait dengan pen1ediaan la1anan kesehatan)4# 4) Activity 'ased %osting (A*C) A*C adalah s at met&d&l&gi peng k ran bia1a dan kiner2a atas akti-itas, s mber da1a, dan &b2ek bia1a) A*C memilik d a elemen tama, 1ait peng k ran bia1a (cost measures) dan peng k ran kiner2a (performance measures)) S mber da1a%s mber da1a ditent kan &leh akti-itas%akti-itas 1ang dilak kan, sedangkan akti-itas%akti-itas ditent kan berdasarkan keb t han 1ang dig nakan &leh &b2ek bia1a) 3&nsep dasar A*C men1atakan bah0a akti-itas mengk&ns msi s mber da1a nt k mempr&d ksi seb ah kel aran (output), 1ait pen1ediaan la1anan

kesehatan) Melal i pemahaman k&nsep A*C terseb t di atas, keterkaitan antara service lines, tari(, s mber da1a, dan bia1a 1ang dikel arkan pen1edia s mber da1a dalam kerangka interaksi antara pengg na la1anan, r mah sakit, dan pen1edia s mber da1a)4# <) %asemi %osting %asemi %osting adalah met&de 1ang menggab ngkan antara &op-Down %osting dan Activity-'ased %osting) Dengan mengk&mbinasikan met&de terseb t, in(&rmasi 1ang dihasilkan lebih ak rat dan stabil) Dengan begit , 2elaslah kiran1a bah0a %ase-,i sangat diperl kan &leh rak1at Ind&nesia dalam mengambil

kep t san mengenai pela1anan kesehatan) 4#

Tari** determinanr per DRGs

9ari((

C&st7 DRGs

Margin

,nit C&st RAAM G *AARD

,nit C&st DR,GS

,nit C&st >A*

,nit C&st MED S,''>IES

,nit C&st A3

9&tal C&st

ACT"2"T3 BAS&D C4ST"(G 5 S"#%/& D"ST"B6T"4(

B.

Costing INA-CBGs di RS6% Dr. #. Djamil %adang Sistem !"A-%'Gs s dah dig nakan di RS,') Dr) M) D2amil 'adang pada

pasien ;amkesmas (3elas <)) Ren/anan1a, pada tanggal ! ;an ari 4$!= ses ai dengan Sistem ;aminan S&sial Nasi&nal (S;SN) dalam rangka men1&ngs&ng 1niversal %overage, sistem ini akan dig nakan nt k setiap kelas di RS,' Dr) M) D2amil 'adang) Implementasi %osting INA%C*Gs di RS,' Dr) M) D2amil 'adang s dah ada nam n masih se/ara m m, b kan ses ai diagn&sa kel&mp&k pen1akit 1ang sama) Idealn1a sistem %osting !"A-%'Gs ini mengg nakan sistem %osting per diagn&sa kel&mp&k pen1akit 1ang sama) Sementara it , %osting pasien 2amkesmas di RS,' Dr) M) D2amil 'adang dalam rangka implementasi !"A-%'Gs masih se/ara m m ses ai dengan keb t han data 1ang diperl kan 3emenkes (>ihat >ampiran !)) RS,' Dr) M) D2amil 'adang peren/anaan masih dalam

nt k mengaplikasikan %osting per diagn&sa kel&mp&k pen1akit

1ang sama ses ai dengan implementasi !"A %'Gs2 (>ihat lampiran 4)

C.

Kerang$a Konsep

BAB 0 7 #&T4D& %&(&/"T"A(

A.

-enis %enelitian ;enis 'enelitian ini adalah deskripti( k antitati( dengan ran/angan

/r&&se/ti&nal retr&spe/ti-e dimana -ariabel independen dan dependen di k r pada saat bersamaan) 'enelitian ini bert 2 an nt k mendapatkan gambaran

pembia1aan /&sting INA%C*Gs pada pasien ;amkesmas di RS,' Dr) M) D2amil padang tah n 4$!<) B. 89a$tu dan Tempat 'enelitian akan dilaksanakan pada b lan ; ni sampai ; li 4$!< di RS,' DR)M)D2amil 'adang) C. %opulasi dan sampel penelitian '&p lasi penelitian ini adalah sem a rekap pembia1aan pasien ;amkesmas di RS,' Dr) M) D2amil 'adang tah n 4$!< selama k r n 0akt ! mingg masa penelitian) Sampel penelitian ini adalah sem a kas s pasien ;amkesmas 1ang ter2adi pada k r n 0akt 1ang telah ditent kan 1ang memen hi kriteria ses ai template /&sting 1ang dib t hkan) D. "nstrumen %enelitian Instr ment ata alat peng mp lan data 1ang dig nakan dalam penelitian ini adalah sel r h data pembia1aan r mah sakit 1ang dib t hkan seperti data rekapit lasi pembia1aan pasien 2amkesmas, data kegiatan penderita ra0at inap dan ra0at 2alan, data 2 mlah tempat tid r, data realisasi anggaran dana sendiri, data pendidikan terakhir, 2 mlah, dan tempat t gas pega0ai, data alat kesehatan,

rekapit lasi pemba1aran 2asa pela1anan, data A'*N, dan data%data lain 1ang dirasa perl dalam membant penelitian ini) &. #etode %engumpulan Data 'eng mp lan data dilak kan dengan menghit ng sel r h kas s pasien ;amkesmas selama ! mingg 0akt penelitian 1ang dianggapn dapat me0akili dalam perhit ngan /&sting pasien ;amkesmas berdasarkan implementasi INA% C*Gs) Selain it , penelitian ini 2 ga dilak kan se/ara retr&spekti( (tah n anggaran sebel mn1a) nt k perhit ngan bia1a m mn1a) Adap n pr&ses dalam peng mp lan data terdiri dari beberapa tahap antara lain: 9ahap I 9ahap II 9ahap III 9ahap II

).

%engola!an data