Anda di halaman 1dari 96

Sunardi 1 11/5/2013

SPEKTROFOTOMETRI
Disusun oleh :
Drs. Sunardi. Msi
Departemen Kimia FMIPA-UI
Sunardi 2 11/5/2013
Silabus mata kuliah (3 SKS) :
Tujuan Umum:

Memahami berbagai metode analisis
fotometri dan penerapannya di dalam
analisis kimia.

Sunardi 3 11/5/2013
Isi Kuliah:
Pendahuluan
Dasar-dasar spektroskopi absorpsi dan emisi
Analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan
absorpsi radiasi elektromagnetik
Instrumentasi untuk spektrometri
Spektroskopi molekul:
UV-Vis, fluoresensi, infra merah (IR)
Spektroskopi atom: serapan atom (AAS), emisi
nyala,
Spektrometri massa (MS)
Nuclear magnetic resonance (NMR)

Silabus mata kuliah (3 SKS) :
Sunardi 4 11/5/2013
Buku Referensi :
1. Principles of Instrumental Analysis.Douglas
A.Skoog, F.J.Holler, T.Nieman.fifth edition, Sounder
Coller Publ. 1998
2. Fundamental of Analytical Chemistry.Douglas
A.Skoog, D.M. West, F.J. Holler.sixth edition,
Sounder Coller Publ. 1992
3. Instrumental Methods of Chemical Analysis.Galen
W. Ewing. fifth edition Mc. Graw Hill Book Company
1985
4. Modern Methods of Chemical Analysis.Robert
L.Pecsok, et all.second edition John Wiley & Sons
1968
Sunardi 5 11/5/2013
Pendahuluan
Klasifikasi metode analitik
Jenis metode instrumen
Prinsip instrumen kimia
Pemilihan metode analitik
Performa/ karakteristik Instrumen
Kalibrasi metode analitik
Sunardi 6 11/5/2013
Klasifikasi metode analitik
Metode klasik
Pemisahan komponen dalam sempel :
pengendapan
destilasi
ekstraksi
Metode klasik
Metode instrumental
Sunardi 7 11/5/2013
Klasifikasi metode analitik
Analisis kualitatif metode klasik :
Sampel hasil pemisahan ditambahkan reagen
tertentu, kemudian diamati :
warna
titik leleh
titik didih
kelarutan
bau
indeks refraksi
aktivitas optik
Sunardi 8 11/5/2013
Analisis kuantitatif metode klasik :
Kadar sampel ditentukan dengan cara :
gravimetri
titimetri

Apa kekurangan analisis kimia metode klasik ?

Klasifikasi metode analitik
Sunardi 9 11/5/2013
Metode Instrumental
Mengeksploitasi pnomena yang digunakan
pada metode klasik.
Komponen sampel diuji sifat-sifat fisiknya :
daya hantar listrik (conductivity)
potensial listrik
absorpsi atau emisi cahaya
perbandingan massa muatan
fluorescence
Klasifikasi metode analitik
Sunardi 10 11/5/2013
Dapat digunakan uji kualitatif dan
kuantitatif untuk senyawa an-organik
maupun organik.
Pemisahan dilakukan dengan teknik
kromatografi atau elektroforesis
dengan efisiensi tinggi.

Apa keunggulan analisis kimia metode instrumen ?


Klasifikasi metode analitik
Sunardi 11 11/5/2013
Jenis metode instrumen


Sifat karakteristik Metode Instrumen
Emisi radiasi

Spektroskopi emisi (X-ray,
UV,Vis, elektron, Auger)
Fluorescence, Phosphorescence
(X-ray, UV,Vis)
Absorpsi radiasi Spektrofotometri & fotometri (X-
ray, UV,Vis,IR). Photoacoustic,
NMR, ESR Spektroskopi.
Hamburan
(Scatttering) radiasi
Turbidimetri, Nephelometri,
Raman Spektroskopi
Sunardi 12 11/5/2013
Jenis metode instrumen


Sifat karakteristik Metode Instrumen
Pembiasan
(Refraction) radiasi
Refraktometri, Interferometri

Diffraksi radiasi X-ray, Elektron difraksi
Rotasi radiasi Polarimetri, Optical rotary
dispersion, Cirular dichoism
Potensial listrik Potensiometri,
Chronopotensiometri
Muatan listrik Coulometri
Sunardi 13 11/5/2013
Jenis metode instrumen


Sifat karakteristik Metode Instrumen
Arus listrik Amperometri, Polarografi
Hambatan listrik Konduktometri
Massa Gravimetri
Perbandingan Massa-
muatan
Spektrometri Massa

Laju reaksi Metode kinetik
Karakteristik panas Thermal titimetri, Thermal Gravimetri
Analisis (TGA), Diferensial Thermal
Analisis (DTA), Diferensial Scaning
Calorimetri (DSC), Thermal Konduktometri
Keradioaktifan Aktivasi dan pengenceran isotop
Sunardi 14 11/5/2013
Prinsip instrumen kimia
Sunardi 15 11/5/2013
Pemilihan metode analisis
Seberapa besar ketepatan yang diinginkan ?
Seberapa besar jumlah sample ?
Seberapa besar konsentrasi analitnya ?
Apasaja komponen sample yang
menyebabkan interverensi ?
Bagaimana sifat kimia dan fisika sample ?
Berapa banyak sample yang dianalisis ?
Sunardi 16 11/5/2013
Performa/karakteristik Instrumen
Presisi / ketelitian
Bias / penyimpangan
Sensitivitas
Batas deteksi
Kisaran konsentrasi
Selektifitas
Sunardi 17 11/5/2013
Kalibrasi metode analitik
Metode perbandingan langsung
Metode kurva kalibrasi
Metode standar adisi
Metode standar dalam
Sunardi 18 11/5/2013
Dasar-dasar spektroskopi absorpsi
dan emisi
Metode spektrometri :
Adalah suatu kelompok metode
analitik kimia yang didasarkan pada
spektroskopi atom dan molekul
Spektroskopi ?
Interaksi antara gelombang
elektromagnetik dengan suatu materi
(atom atau molekul)

Sunardi 19 11/5/2013
Gelombang elektromagnetik
Sunardi 20 11/5/2013
Gelombang elektromagnetik
Sunardi 21 11/5/2013
Sifat gelombang elektromagnetik
Parameter
gelombang :
amplitudo (A)
frequensi (u)
panjang
gelombang ().
Sunardi 22 11/5/2013
Hubungan antara E, dan v dirumuskan
sebagai berikut :
Sifat gelombang elektromagnetik
E h v = .
Dimana :
E = energi
h = konstanta Planck : 6,62 x 10
34
Joule.detik
atau 4,136 eV/GHz.
v = frekuensi
Sunardi 23 11/5/2013
Dimana:
C = kecepatan cahaya didalam ruang vakum :
3 x 10
10
cm/detik
= panjang gelombang

c
v =
Frekuensi dirumuskan :
Sifat gelombang elektromagnetik
Sunardi 24 11/5/2013
Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan :
energi dari gelombang elektromagnetik
terkuantum (terpaket), berbanding lurus
dengan frekuensi dan berbanding terbalik
dengan panjang gelombangnya.
Sifat gelombang elektromagnetik
E
hc
=

Sunardi 25 11/5/2013
Panjang gelombang, biasanya
dinyatakan pula dalam (bilangan
gelombang) dalam satuan cm
1
.
v =

1
v
Sifat gelombang elektromagnetik
Sunardi 26 11/5/2013
Cepat rambat gelombang elektromagnetik
sangat dipengaruhi oleh medium yang
dilaluinya
Hubungan antara cepat rambat gelombang
cahaya didalam medium vakum dan medium
tidak vakum dirumuskan sebagai berikut :
Sifat gelombang elektromagnetik
E hv
hc
n
= =

v
c
n
=

n = indek bias medium


Sunardi 27 11/5/2013
Beberapa satuan panjang gelombang :
mm (mili meter) = 10
3
m
m (mikro meter) = 10
6
m
nm (nano meter) = 10
9
m
A
o
(Angstrom) = 10
10
m
Sifat gelombang elektromagnetik
Sunardi 28 11/5/2013
Uraian matematik dari gelombang :
y = komponen medan listrik.
y = A sin (et + |) ; e = 2tu ; y = A sin (2tut + |)
Superposisi (penggabungan) dari beberapa gelombang akan memenuhi
persamaan : Y = A
1
sin (2tu
1
t + |
1
) + A
2
sin (2tu
2
t + |
2
) + . . . . + A
n
sin
(2tu
n
t + |
n
)
dimana : Y = resultante komponen medan listrik
n = jumlah gelombang dengan frequensi yang berbeda.
Jika fasenya sama, akan saling menguatkan (interverensi konstruktif)
Jika fasenya berlawanan akan saling menghilangkan (interverensi
destruktif)
Sifat gelombang elektromagnetik
Sunardi 29 11/5/2013
Spektrum gelombang elektromagnetik
Sunardi 30 11/5/2013
Spektrum gelombang elektromagnetik
Sunardi 31 11/5/2013
Spektrum gelombang elektromagnetik
Sunardi 32 11/5/2013
Warna Interval Interval u
Red ~ 625 to 740 nm ~ 480 to 405 THz
Orange ~ 590 to 625 nm ~ 510 to 480 THz
Yellow ~ 565 to 590 nm ~ 530 to 510 THz
Green ~ 520 to 565 nm ~ 580 to 530 THz
Cyan ~ 500 to 520 nm ~ 600 to 580 THz
Blue ~ 430 to 500 nm ~ 700 to 600 THz
Violet ~ 380 to 430 nm ~ 790 to 700 THz
Spektrum cahaya tampak (Visible)
Sunardi 33 11/5/2013
Spektrum cahaya tampak (Visible)
(nm) Warna Warna komplemen
400 - 435 Violet/ Ungu Hijau kekuningan
435 - 480 Biru Kuning
480 - 490 Biru kehijauan Orange/ Jingga
490 - 500 Hijau kebiruan Merah
500 - 560 Hijau Purple/ Merah Anggur
560 - 580 Hijau kekuningan Violet/ Ungu
580 - 595 Kuning Biru
595 - 600 Orange/ Jingga Biru kehijauan
600 - 750 Merah Hijau kebiruan
Sunardi 34 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 35 11/5/2013
Energi radiasi Interaksi yang terjadi
Sinar - X elektron pada kulit k dan l
UV jauh elektron pada kulit bagian tengah
UV dekat / UV elektron valensi
Visible elektron valensi
IR dekat/ IR tengah Vibrasi molekul
IR jauh Rotasi molekul
Gelombang Mikro Rotasi molekul
Gelombang Radio Resonansi inti magnet
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 36 11/5/2013
Jika radiasi g.e.m. mengenai suatu
materi maka ada beberapa
kemungkinan yang terjadi :
Difraksi radiasi (penguraian):
Refraksi (pembiasan)
Scattering (penghamburan)
Absorpsi (penyerapan)
Emisi (pemancaran)
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 37 11/5/2013
Difraksi radiasi (penguraian): akibat
adanya interverensi
Jika lebar celah (slit) >> dari tidak
terjadi difraksi
Agar terjadi difraksi lebar celah (slit)
minimal =
Difraksi dapat terjadi akibat refraksi,
menggunakan prisma
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 38 11/5/2013
Refraksi (pembiasan) : pembelokan arah sinar karena
melewati medium yang berbeda kerapatannya.




Scattering (penghamburan) :
Hamburan Rayleigh
Hamburan oleh molekul besar (efek Tyndall)
Hamburan Raman
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
1
2
2
1
2
1
sin
sin
v
v
u
u
= =
n
n
Sunardi 39 11/5/2013
Absorbsi radiasi :
Absorbsi atom
Absorbsi molekul
Absorbsi oleh adanya induksi medan magnet
Emisi radiasi :
Spektrum garis, dihasilkan oleh atom-atom
Spektrum pita, dihasilkan oleh molekul-molekul
Spektrum kontinyu dan diskontinyu
Proses Relaksasi :
Relaksasi non radiasi
Fluoresen dan Fosforesen
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 40 11/5/2013
Absorbsi radiasi :
M hv M +
-
Emisi radiasi :
M M hv
-
+
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 41 11/5/2013
Tingkat energi spesi Kimia :
Atom, ion dan molekul dapat mengabsorbsi
atau mengemisikan radiasi, dengan jumlah
energi yang tertentu, yaitu sama dengan
perbedaan tingkat tingkat energi yang
dimilikinya.
Tingkat energi yang tertentu tersebut
memenuhi persamaan E
1
E
o
= hu = hc/
E
o
= tingkat energi keadaan dasar (ground state)
E
1
= tingkat energi keadaan tereksitasi (excited state)
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 42 11/5/2013
Proses absorbsi
Transisi elektronik :
Perubahan distribusi elektron dalam atom atau
molekul

Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 43 11/5/2013
Transisi vibrasi :
Perubahan jarak rata-rata antara inti atom
(panjang ikatan) Infra Red
Transisi rotasi :
Perubahan energi rotasi molekul dari pusat
gravitasinya Infra Red
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 44 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 45 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Tingkat energi transisi
pada atom terjadi
karena adanya
perpindahan elektron
pada subkulit s, p, d
dan f
Tingkat energi tersebut
nilainya tertentu
sehingga spektrum
absorpsi-emisi pada
atom berupa garis
Sunardi 46 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 47 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 48 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Tingkat energi transisi
pada molekul meliputi
transisi elektronik,
transisi vibrasi dan
transisi rotasi
Adanya tumpang
tindih dari energi
transisi tersebut
menyebabkan
spektrum absorpsi-
emisi pada atom
berbentuk pita
Sunardi 49 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 50 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 51 11/5/2013
Interaksi radiasi g.e.m.dengan materi
Sunardi 52 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Dasar pengukuran kuantitatif cara
spektroskopi adalah mengukur intensitas
radiasi yang diabsorpsi, ditransmisikan atau
diemisikan oleh suatu materi yang diradiasi
dengan g.e.m.
Persen intensitas energi yang diabsorpsi
sebanding dengan banyaknya partikel yang
mengabsorpsi g.e.m.
Sunardi 53 11/5/2013
Hukum Lambert Beer.
Jika g.e.m. diradiasikan pada sampel,
maka Intensitas energi radiasi yang
berkurang (dI) persatuan jarak (db) akan
sebanding dengan jumlah partikel yang
mengabsorpsinya.
Analisis kuantitatif
NI dI ~
I = jumlah photon per satuan luas penampang per detik
N = jumlah partikel yang mengabsorpsi
Sunardi 54 11/5/2013
N atau jumlah partikel yang mengabsorpsi
radiasi adalah jumlah partikel yang berada
dibagian yang dilewati oleh cahaya persatuan
jarak (db).
N = ( 6,02 x 10
20
partikel/mmole) x C mmol/ml
x X x Y cm
3

C = konsentrasi larutan
X x Y = luas penampang sampel yang di
radiasi
Analisis kuantitatif
Sunardi 55 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Jika X = Y = 1cm dan 1 cm = 1 mL maka,
db C I k dI
db C I k NI dI
db C k N
NI dI
=
= ~
=
~
'
'
k = 6,02 x 1020 x X
x Y partikel cm
2
/
mol
k = adalah
konstanta dan
tanda karena
berkurangnya
intensitas radiasi
Sunardi 56 11/5/2013
Jika persamaan tersebut diintegrasikan
didapatkan :

Analisis kuantitatif
bC bC
k
Io
It
kbC
Io
It
kbC
Io
It
db C k
I
dI
b
o
It
Io
.
303 , 2
log
log 303 , 2
ln
.
c =

=
=
=
=
} }
Sunardi 57 11/5/2013
c : absorpsifitas molar atau koefisien molar
extinction.nilainya dipengaruhi oleh sifat-
sifat khas dari materi yang diradiasi.
Jika konsentrasi dalam satuan gram/liter
maka c dapat diganti dengan a disebut
sebagai absorpsifitas spesifik.
Analisis kuantitatif
Sunardi 58 11/5/2013
Transmitans adalah
perbandingan intensitas
cahaya yang
ditransmisikan ketika
melewati sampel ( I
t
)
dengan intensitas cahaya
mula-mula sebelum
melewati sampel (I
o
).
Analisis kuantitatif
C b T
bC T
bC
Io
It
Io
It
T
. . log
. log
. log
c
c
c
=
=
=
=
Sunardi 59 11/5/2013
log T disebut juga sebagai A = absorbans,

Analisis kuantitatif
bC A T . log c = =
Persamaan tersebut disebut sebagai : Hukum
Lambert Beer

Sunardi 60 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Sunardi 61 11/5/2013
Persyaratan Hk Lambert-Beer:
Radiasi yang digunakan harus monokromatis.
Energi radiasi yang diabsorbsi oleh sampel tidak
menimbulkan reaksi kimia, jadi proses yang terjadi
hanya benar-benar absorbsi.
Sampel (larutan) yang mengabsorbsi harus
homogen.
Tidak terjadi Fluoresensi atau Phosforesensi.
Indek refraksi tidak berpengaruh terhadap
konsentrasi, jadi larutan tidak pekat (harus encer).
Analisis kuantitatif
Sunardi 62 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Sunardi 63 11/5/2013
Contoh soal 1 :
Hitunglah nilai absorbans suatu larutan yang
mempunyai nilai %T sebesar 89 pada
panjang gelombang 400 nm?

Jawab :
%T = T x 100
T = 89 : 100 = 0,89
A= log T = log 0,89 = 0,051
Analisis kuantitatif
Sunardi 64 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Contoh soal 2:
Sebuah larutan yang mengandung 4,5 ppm
zat berwarna merah mempunyai absorban
sebesar 0,30 pada panjang gelombang 530
nm pada sel 2 cm. Hitunglah a ?

Jawab :
a = A/bC = 0,30 abs : ( 2 cm x 4,5 ppm)
= 0,033 abs.cm
1
.ppm
1

Sunardi 65 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Contoh soal 3 :
Sebuah larutan Co(H
2
O)
6
2+
mempunyai
absorban sebesar 0,20 pada panjang
gelombang 530 nm pada sel 1 cm. Jika
diketahui c = 10 Lmol
1
cm
1
, hitunglah
konsentrasinya ?
Jawab :
A = abC A= 0,20 ; a= 10 dan b=1
C = A/ab = 0,20 : (10 x 1) = 0,02 M
Sunardi 66 11/5/2013
Analisis kuantitatif
Contoh soal 4:
Lart MnO
4

dng konsentrasi 1 x 10
4
M
mempunyai absorban sebesar 0,20 pada
panjang gelombang 525 nm. Berapakah
konsentrasi larutan MnO
4

yang lain jika
absorbansinya 0,5 ?
Jawab :
dar s
sampel
dar s
sampel
abC
abC
A
A
tan tan
=
Sunardi 67 11/5/2013
Analisis kuantitatif
M x
M x x C
C
A
A
C
sampel
dar s
dar s
sampel
sampel
4
4
20 , 0
50 , 0
tan
tan
10 5 , 2
10 0 , 1

=
=
=
dar s
sampel
dar s
sampel
C
C
A
A
tan tan
=
Sunardi 68 11/5/2013
Pengukuran absorbans harus dilakukan
pada maksimum sebab :
Pada titik ini responnya maksimum
dan sensitifitasnya paling baik
sehingga batas deteksinya rendah.
Pada titik ini kesalahannya paling
kecil.
Analisis kuantitatif
Sunardi 69 11/5/2013
Pengukuran absorban
Perubahan yang kecil pada panjang gelombang ketika melakukan
pengukuran akan menyebabkan perubahan yang besar pada
respon, tetapi jika dilakukan pada panjang gelombang maksimum
hal ini tidak terjadi.
Sunardi 70 11/5/2013
Pengukuran absorban
Sunardi 71 11/5/2013
Ada dua jenis penyimpangan yang terjadi yaitu
penyimpangan positif dan penyimpangan negatif, hal
ini disebabkan oleh :
Sumber radiasi yang digunakan tidak monokromatis.
Panjang gelombang sinar yang digunakan meradiasi
sampel harus pada panjang gelombang maksimum
Konsentrasi sampel yang dianalisis sangat encer
atau sangat pekat
Adanya ketidak setabilan pada instrumentasi.
Ketidak setabilan sumber listrik.
Ketidak setabilan sumber radiasi.
Ketidak setabilan detektor
Pengukuran absorban
Sunardi 72 11/5/2013
Pengukuran absorban
Daerah pengukuran yang baik pada kurva yang linier,
pada daerah ini respon maksimum, sensitifitasnya paling
baik, batas deteksinya paling rendah dan kesalahan
paling kecil.
Sunardi 73 11/5/2013
Pengukuran absorban
Sunardi 74 11/5/2013
Batasan konsentrasi pada pengukuran
absorban dengan spetrometer
Jika konsentrasi terlalu rendah,
perubahan yang kecil pada konsentrasi
menyebabkan perubahan yang besar
pada % T
Jika konsentrasi terlalu tinggi,
perubahan yang besar pada
konsentrasi perubahan % T hanya kecil.
Pengukuran absorban
Sunardi 75 11/5/2013
Pengukuran absorban
Sunardi 76 11/5/2013
Pengukuran absorban
Sunardi 77 11/5/2013
Jika dua spesi mengabsorbsi radiasi
pada panjang gelombang yang sama,
maka absorbannya merupakan
gabungan kedua absorban spesi
tersebut.
A
T
= a
1
b
1
c
1
+ a
2
b
2
c
2

Jika tebal selnya sama, maka :
A
T
= (a
1
c
1
+ a
2
c
2
)b

Pengukuran absorban 2 komponen
Sunardi 78 11/5/2013
Contoh soal 5:
Suatu larutan komples-logam (KL)
mengabsorbsi pada 522 nm (c = 1,18 x
10
4
). Dalam larutan ini juga terdapat 1,0
x 10
4
M reagen (R) lain yang
mengabsorbsi pada 522 nm dengan nilai
(c = 5,12 x 10
2
). Jika total absorbans
pada 522 nm dalam sel 1 cm adalah
0,727. Berapakah konsentrasi KL ?
Pengukuran absorban 2 komponen
Sunardi 79 11/5/2013
Jawab :
A
T
= c
KL
C
KL
+ c
R
C
R
0,727 = 1,18 x 10
4
C
KL
+ (5,12 x 10
2
)
(1x 10
4
M)
C
KL
= 5,73 x 10
5
M
Pengukuran absorban 2 komponen
Sunardi 80 11/5/2013
Contoh soal 6:
Kompleks logam X dan Y menunjukkan
spektrum absorbsi yang saling tumpang
tindih di daerah visible. Pada pengukuran
dengan sel 1 cm menunjukkan absorban
pada
1
= 0,533 dan pada
2
= 0,590. Jika c X
pada
1
= 3,55 x 10
3
dan pada
2
= 5,64 x 10
2

sedangkan c Y pada
1
= 2,96 x 10
3
dan pada

2
= 1,45 x 10
4
. Hitunglah konsentrasi X dan
Y dalam campuran tersebut.
Pengukuran absorban 2 komponen
Sunardi 81 11/5/2013
spektrum absorbsi yang saling tumpang tindih
Pengukuran absorban 2 komponen
Sunardi 82 11/5/2013
3
3
3 3
1
10 55 , 3
10 96 , 2 533 , 0
) 10 96 , 2 ( ) 10 55 , 3 ( 533 , 0
:
x
C x
C
atau C x C x
Pada
Y
X
Y X

=
+ =

Pengukuran absorban 2 komponen


Sunardi 83 11/5/2013
M x
x
x x
C
dan M x C nilai didapatkan
C x
x
C x x
ini persamaan dalam ke sikan disubstitu C
C x C x
Pada
X
Y
Y
Y
X
Y X
4
3
5 3
5
4
3
3 2
4 2
2
10 20 , 1
10 55 , 3
) 10 60 , 3 )( 10 96 , 2 ( 533 , 0
10 60 , 3
10 45 , 1
10 55 , 3
) 10 96 , 2 533 , 0 ( 10 64 , 5
590 , 0
) 10 45 , 1 ( ) 10 64 , 5 ( 590 , 0
:

=
=
+

=
+ =

Pengukuran absorban 2 komponen


Sunardi 84 11/5/2013
Emisi dari g.e.m.
Atom, ion dan molekul dapat tereksitasi
melalui beberapa cara
Ketika relaksasi mereka akan
melepaskan energi yang diabsorbsinya
Dalam kondisi tertentu relaksasi dapat
menghasilkan emisi radiasi g.e.m.
Setiap spesi menghasilkan emisi radiasi
g.e.m. yang khas (spesifik)
Sunardi 85 11/5/2013
Emisi dari g.e.m.
Spektrum garis
Dihasilkan oleh emisi
atom.
Berupa garis yang
sempit tetapi kompleks
Terjadi dari transisi
elektronik dan sub
tingkat energinya.
Jenis spektrum radiasi g.e.m.
Sunardi 86 11/5/2013
Emisi dari g.e.m.
Spektrum pita
Dihasilkan oleh
emisi molekul.
Berupa pita yang
lebar
Terjadi dari
transisi elektronik,
vibrasi dan rotasi.
Sunardi 87 11/5/2013
Spektrum kontinyu
Dihasilkan oleh emisi zat padat yang
dipanaskan hingga berpijar.
Berupa pita dengan daerah energi yang
sangat lebar
l maksimum merupakan fungsi dari
temperatur zat.
Emisi dari g.e.m.
Sunardi 88 11/5/2013
Fluoresen
Diawali dengan mengabsorbsi foton dan
diemisikan berupa foton pula
Fosforesen
Mirip dengan fluoresen tetapi ada
selang waktu sebelum mengemisikan
foton. Waktu yang diperlukan dapat
beberapa detik sampai beberapa jam.
Emisi dari g.e.m.
Sunardi 89 11/5/2013
Ketika terjadi emisi, jumlah sinar yang
dihasilkan sebanding dengan
konsentrasi spesi yang menghasilkan
emisi dan dirumuskan dengan :
Emisi dari g.e.m.
kI C =
Dimana :
C = konsentrasi
k = konstanta pembanding
I = Intensitas radiasi emisi
Sunardi 90 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Penentuan titik ekivalen tidak memerlukan
penambahan indikator
Panjang gelombang yang digunakan dapat
dipilih sesuai kemauan kita
Kurva titrasi didapat dengan cara memplot
antara absorbansi terhadap volume (mL)
larutan titran.
Bentuk kurva titrasi bergantung pada
absorbsifitas molar zat yang terlibat dalam
reaksi ( sampel, produk dan titran).
Sunardi 91 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan titran
yang mengabsorbsi
radiasi
c S = c P = 0
c T > 0
S = sampel
P = produk
T = titran

Sunardi 92 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan
produk yang
mengabsorbsi
radiasi
c S = c T = 0
c P > 0
S = sampel
P = produk
T = titran

Sunardi 93 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan
sampel yang
mengabsorbsi
radiasi
c P = c T = 0
c S > 0
S = sampel
P = produk
T = titran

Sunardi 94 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan
produk yang tidak
mengabsorbsi
radiasi
c P = 0
c S > c T > 0
S = sampel
P = produk
T = titran

Sunardi 95 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan
sampel yang tidak
mengabsorbsi
radiasi
c S = 0
c T > c P > 0
S = sampel
P = produk
T = titran

Sunardi 96 11/5/2013
Titrasi spektrometri
Hanya larutan
sampel yang tidak
mengabsorbsi
radiasi
c S = 0
c P > c T > 0
S = sampel
P = produk
T = titran