Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN Gizi buruk adalah salah satu fenomena balita Indonesia.

Keberadaannya menampar keras bangsa ini ketika memperingati hari gizi nasional setiap tanggal 25 Januari. Satu persatu balita penderita gizi buruk terkuak melalui media cetak dan media elektronik. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan karena penyakit ini sudah menyengsarakan . Pemerintah sudah menanggulangi masalah ini dengan melalui dinas kesehatan dan puskesmas serta rumah sakit setempat. Kita dapat mencegah gizi buruk apabila kita mengetahui penyababnya. Kita dapat menyimpulkan bahwa permasalahan utama di sini karena

masyarakat tidak memahami pentingnya gizi. Berdasarkan penjabaran tersebut, kita dapat mengambil beberapa rumusan masalah, yakni: 1. Apakah yang dimaksud dengan izi buruk dan penyebabnya. 2. Hal apa sajakah yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk menanggulangi kasus gizi buruk? BAB II PEMBAHASAN Gizi buruk merupakan kondisi seseorang yang mengalami malnutrisi. Status gizi buruk terbagi 3 yakni gizi buruk dikarenakan kekurangan protein (disebut kwashiorkor), kekurangan karbohidrat atau kalori (disebut marasmus), dan kekurangan kedua-duanya. Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (bawah lima tahun) dan ditandai perut buncit (busung lapar). Gizi buruk dapat menganggu kerja fisiologis tubuh sehingga membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta kecerdasan anak. Jika kita memberikan kombinasi dengan perawatan yang buruk, sanitasi yang buruk, dan munculnya penyakit lain, gizi buruk dapat menyebabkan kematian. Penyebab utama gizi buruk adalah pola makan tidak sehat. Selain itu, gizi buruk juga terjadi karena faktor pengadaan makanan tidak tersedia dalam jumlah cukup. Faktor kesehatan sendiri terkait dengan terganggunya metabolisme atau penyerapan makanan. Kekurangan gizi menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, menyebabkan banyak penyakit kronis, dan menyebabkan orang tidak mungkin melakukan kerja keras. Kekurangan gizi ini menjadi masalah ketika negara-negra non industri tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan sehat penduduk mereka. Selain itu, Menteri Kesehatan Indonesia, Dr. Siti Fadilah menyebutkan ada tiga hal yang mengkait gizi buruk. Hal tersebut adalah yaitu kemiskinan, pendidikan rendah dan kesempatan kerja rendah. Ketiganya mengakibatkan kurangnya ketersediaan pangan di

rumah tangga dan menurunnya kualitas pola asuh anak serta mengakibatkan kurangnya asupan gizi. Tanggung jawab pemerintah Pusat adalah menyediakan pelayanan khusus bagi keluarga miskin. Pemerintah dapat melakukan pemberantasan melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat, membuat standar pelayanan, menyebarkan buku pedoman, melakukan pembinaan, dan mengawasi program ke provinsi, kabupaten dan kota. Menteri kesehatan menambahkan, pemerintah akan berusaha meningkatkan aktivitas pelayanan kesehatan dan gizi bermutu dengan penambahan anggaran penanggulangan gizi buruk. Anggaran tersebut ditujukan untuk ditingkatkannya cakupan deteksi dini gizi buruk. Dengan menimbang balita di posyandu, meningkatkan cakupan dan kualitas tatalaksana kasus gizi buruk di puskesmas/RS dan rumah tangga, menyediakan Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) kepada balita kurang gizi dari keluarga miskin, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu dalam memberikan asuhan gizi kepada anak (ASI/MPASI), dan memberikan suplementasi gizi (kapsul Vit.A) kepada semua balita, pemerintah sudah melakukan hal yang terbaik. BAB III PENUTUP Gizi buruk adalah kondisi seseorang yang mengalami malnutrisi. Faktor yang menyebabkan gizi buruk yakni memiliki kondisi ekonomi lemah, pendidikan rendah dan kesempatan kerja rendah. Lemahnya ketiga factor tersebutpada tingkatan tertentu membatasi kemungkinan untuk memperbaiki gizi jutaan penduduk. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan terjangkau bagi keluarga miskin. Pemerintah juga harus berusaha meningkatkan aktivitas pelayanan kesehatan dengan penambahan anggaran penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk.

GIZI BURUK

Nama NIM Fakultas Program Studi

: Nurul Hidayah R : C11112304 : Kedokteran : Pendidikan Dokter

UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

Nama NIM

: Nurul Hidayah R : C11112304

Fakultas : Kedokteran Jurusan : Pend. Dokter Gizi buruk merupakan kondisi seseorang yang mengalami malnutrisi. Penyebabnya adalah memiliki kondisi ekonomi lemah, pendidikan rendah dan kesempatan kerja rendah. Ketiga faktor pada tingkatan tertentu membatasi kemungkinan untuk memperbaiki gizi jutaan penduduk, menurunkan indeks kesehatan, dan meningkatkan angka kematian, serta menambah tanggung jawab pemerintah.