Anda di halaman 1dari 19

Refleksi Kasus VERUKA VULGARIS

Oleh ; Afnies basugis

Pembimbing : dr.Agnes Kartini, Sp.KK

Pendahuluan
Disebabkan kelompok human papillomavirus (HPV) Sering disebut kutil 65% akan sembuh dalam 2 tahun Terapi lebih bersifat kosmetik

Identitas Pasien
Nama Umur Jenis kelamin Alamat Pekerjaan Agama Status Tgl.pemeriksaan : An. O : 14 tahun : Laki-Laki : Kutai Barat : Pelajar : Kristen : Belum menikah : 16-08-2013

Anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis)


KU : benjolan kecil dan banyak di kaki RPS : awalnya satu benjolan (4 thn yll), dalam 3 th tumbuh benjolan lain disekitarnya. Benjolan tidak gatal maupun sakit. Pasien belum pernah berobat. RPK : tdk ada

Status Generalis
Keadaan umum : Baik Kesadaran : Compos mentis Vital sign TD : 110/70 MmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 18 x/menit Suhu : 36.5C

Kepala : Anemis (-/-), Ikterik (-/-) Leher : pembesaran KGB ( ) Thorax : Cor : S1S2 Tunggal Reguler Pulmo : Rhonki (-/-), Wheezing (-/-) Abdomen : Hepar : tidak teraba Lien : tidak teraba Ginjal : tidak teraba Ekstremitas : oedem (-), akral hangat

Status Dermatologis
Lokasi : Regio dorsum pedis dekstra Effloresensi : Tampak papul dengan ukuran bervariasi berwarna abu-abu, dengan permukaaan kasar (verukosa).

DIAGNOSIS BANDING
Veruka Vulgaris Moluskum Kontagiosum Keratosis Seboroik

DIAGNOSIS KERJA
Veruka Vulgaris

PENATALAKSANAAN
Elektrokauterisasi Asam fusidat cream 2%

PROGNOSIS
Du bia ad bonam

PEMBAHASAN
Kasus Anamnesa : awalnya satu benjolan tidak gatal dan tidak sakit yang kemudian muncul benjolan yang sama di sekitarnya Usia pasien 14 tahun Teori Perjalanan veruka vulgaris awalnya berupa induk kutil yang suatu saat akan tumbuh kutil disekitar induk tersebut(1). Insidensi veruka vulgaris banyak pada anak-anak (1,2,5).

Benjolan terdapat di punggung telapak kaki kanan

Lokalisasi : ekstremitas inferior merupakan predileksi veruka vulgaris (3)

Benjolan teraba keras dengan permukaan Effloresensi : papul seukuran kepala jarum kasar (verukosa) dan warna sesuai dengan pentul dengan warna sesuai warna kulit warna kulit biasa sampai abu-abu dengan permukaan kasar
(7)

Kasus DD : Moluskum kontangiosum : gatal dan tempat predileksi di seluruh tubuh, kulit bahkan mukosa. Keratosis seboroik : berupa papul warna cokelat sampai hitam dengan perabaan kenyal dan sering pada orang tua Terapi yang disarankan adalah elektrocauterisasi dan salep

Teori Moluskum kontangiosum Keratosis seboroik

Terapi veruka vulgaris dapat dengan berbagai macam cara : Asam Salisilat 50% Elektrocauterisasi Krioterapi Hampir sebanyak 65% akan sembuh spontan dalam 2 tahun (7). Walaupun bersifat residif, prognosisnya baik.

Prognosis : dubia ad bonam

Veruka Vulgaris
Definisi
Hiperplasia epidermis yang disebabkan virus

Epidemiologi
Insiden pada masa sekolah, puncaknya dewasa muda

Etiologi
virus dalam kelompok human papilloma virus (1).

Patofisiologi
Munculnya dapat disebabkan beberapa faktor:
Lokasi lesi Frekuensi kontak Status imun

Infeksi HPV melalui inokulasi virus ke epidermis melalui defek pada epitelium

Gejala Klinik
Kutil
Tidak gatal, tidak sakit Bulat, warna kulit sampai abu-abu Besarnya lentikular atau plakat (berkonfluensi) Permukaan kasar (verukosa)

Induk kutil terbentuk kutil lain disekitarnya

Diagnosis
Gambaran klinis Riwayat penyakit Pemeriksaan histologi

Diagnosis Banding
Moluskum kontangiosum Tuberkulosis kutis verukosa Prurigo nodularis

Penatalaksanaan
Pada anak umumnya dapat regresi sendiri Macam-macam :
Elektrocauterisasi Krioterapi Asam Salisilat 12-26% Glutaraldehid Bleomisin Dinitrochlorobenzene (DNCB)

Prognosis
Pada umumnya baik walaupun dapat berulang (residif). 65% sembuh spontan dalam 2 tahun Dicari faktor predisposisi

Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai