Anda di halaman 1dari 28

Hipertensi

Oleh : Ana farhana Fitri dian maya sari Gabriela s. ogur Iin hidayati Ira ayu S

tekanan darah arteri yang persisten Tekanan Darah Diastolik (TDD) diatas dari 90 mm Hg dan Tekanan Darah Sistolik (TDS) diatas 140 mm Hg

Meningkatnya

Klasifikasi tekanan darah orang dewasa


Klasifikasi Normal Prehipertensi Sistolik (mmHg) < 120 120 - 139 Dan Atau Diastolik (mmHg) < 80 80 - 89

Hipertensi tahap 1
Hipertensi tahap 2

140 - 159
160

Atau
Atau

90 - 99
100

Faktor peningkatan hipertensi

Garam Merokok

Ion natrium mengakibatkan retensi air, sehingga volume darah bertambah dan menyebabkan daya tahan pembuluh meningkat Nikotin dalam rokok berkhasiat vasokonstriksi dan meningkatkan TD

Pil antihamil Stress


Drop Hormon Kehamilan

Mengandung hormon estrogen, yang juga bersifat retensi garam dan air.
Dapat meningkatkan TD untuk sementara akibat pelepasan adrenalin dan nonadrenalin(hormon stress), yang bersifat vasokonstriktif. Bila stress hilang, TD turun lagi. Sejenis gula gula yang dibuat dari Succus Liquiritiae mengandung asam glizirinat dengan khasiat retensi air pula, yang dapat meningkatkan TD bila dimakan dalam jumlah besar Hormon pria dan kortikosteroid juga berkhasiat retensi air. Bila uterus diregangkan terlampau banyak oleh janin dan menerima kurang darah, maka dilepaskannya zat zat yang meningkatkan TD.

Etiologi Hipertensi
Hipertensi esensial (primer) > 90% pasien dengan hipertensi adalah hipertensi
primer(esensial) tidak diketahui penyebabnya - faktor genetik - Tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol

Hipertensi sekunder < 10% penderita hipertensi merupakan sekunder


dari penyakit komorbid atau obat-obat tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah. - Dapat diketahui penyebabnya

ACE

Patofisiologi
Angiostensin II

Renin

Angiostensin I

Sek. Hormon ADH rasa haus Urin sedikitpekat % osmolaritas


Mengental Menarik cairan intraselulerekstraseluler Volume darah Tekanan darah

Stimulasi sek.aldosteron dari korteks adrenal Ekskresi NaCl dgn mereabsorpsinya ditubulus ginjal Konsentrasi NaCl dipembuluh darah Diencerkan dengan volume ekstraseluler
Volume darah Tekanan darah

Tanda
Pada pemeriksaan fisik, tidak dijumpai kelainan apapun selain tekanan darah yang tinggi, tetapi dapat pula ditemukan perubahan pada retina, seperti pendarahan, eksudat(kumpulan cairan), penyempitan pembuluh darah dan edema pupil

Gejala
Hipertensi tidak memberikan gejala khas, baru setelah beberapa tahun pasien adakalanya mengalami : - Nyeri kepala pada pagi hari sebelum bangun tidur (nyeri ini biasanya hilangsetelahbangun) - kadang disertai mual dan muntah - penglihatan kabur akibat kerusakan retina - pusing - muka merah - sakit kepala - keluar darah dari hidung secara tiba-tiba

2. Diagnosis Dilakukan pengukuran rata rata dua kali atau lebih dalam waktu dua kali kontrol ditentukan untuk mendiagnosis hipertensi TD ini digunakan untuk mendiagnosis dan mengklasifikasikan sesuai dg tingkatnya. 3.Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin yg direkomendasikan sebelum memulai terapi antihipertensi adalah urynalisis, kadar gula darah dan hematokrit, kalium, kreatinin, dan kalsium serum : profil lemak (setelah puasa 9 12 jam ) termasuk HDL, LDL, dan trigeliserida, serta elektrokardiogram. Pemeriksaan opsional termasuk pengukuran ekskresi albumin urin dan rasio albumin/kreatinin

4. Kerusakan organ target Dapat melalui anamnesis mengenai riwayat penyakit atau penemuan diagnostik sebelumnya guna membedakan penyebab yang mungkin, apakah sudah ada kerusakan organ target sebelumya atau disebabkan hipertensi Anamnesis dan pemeriksaan fisik harus meliputi hal hal seperti : 1. Otak : stroke, TIA, dementia 2. Mata : retinopati 3. Jantung : hipertropi ventrikel kiri, angina atau pernah infark miokard, pernah revaskularisasi koroner 4. Ginjal : penyakit ginjal kronis 5. Penyakit arteri perifer

farmakologi

Algoritme hipertensi
Non farmakologi

Terapi Farmakologi
Diuretika Alfa receptor blockers Beta receptor blockers Obat-obat SSP Antagonis kalsium ACE inhibitor Vasodilator AT-II receptor blockers (antagonis ATII)

Algoritme Hpertensi
Tanpa Compeling Indication Hipertensi Tahap I

Obat Pilihan pertama


Dengan Compeling Indication

Hipertensi Tahap II
Obat yang spesifik untuk compelling indication. Obat antihipertensi (diuretik, ACE inhibitor,ARB, -Blocker

Umumnya dengan menggunakan diuretik tiazida, tapi dapat dipertibangkan ACE I, ARB, -Blocker, CCB/kombinasi

Kombinasi 2 obat, pada umumnya diuretik tiazida dengan ACE I / ARB / -Blocker

Compelling Indication(s)

Left Ventricular Function

Postmyoca rdial Infarction

Diuretic with ACE inhibitor then add Blocker ARB or aldostero ne antagoni st

Coronar y Disease

Diabetes Mellitus

Chronic Kidney Disease

Recurrent Stroke Preventio n

-Blocker
then add ACE inhibitor or ARB Aldoster one antagoni st

-Blocker
then add ACE inhibitor or ARB ACE inhibitor or ARB ACE inhibitor or ARB

Diuretic with ACE inhibitor OR ARB

CCB diuretic

Diuretic

KET:
-Blocker, CCB
Standard Pharmacotherapy Add-on Pharmacotherapy

Diuretik
Thiazide
Mekanisme kerja Dengan menurunkan volume darah & cardiac output sehingga tekanan arteri turun Contoh obat
1. 2. 3. 4. 5. HCT Klortalidon Mefrusida Indapamida klopamida

Efek samping Hipotensi postural, impotensi yang bersifat reversible,hipokalemi a, hiperglikemia, hiperuricemia

Hemat Kalium

contoh obat

Mekanisme kerja

Efek samping

1. Amilorid HCL 2. Triamterene 3. Spironolacto ne

Amilorid HCl & Triamterene : dengan menurunkan volume darah & cardiac output sehingga tekanan arteri turun Spironolactone : dengan menghambat kerja aldosterone sehingga cardiac output turun tekanan darah turun

gangguan gastrointestinal , mulut kering, gatal-gatal, hiperkalemia, hiponatremia, hipotensi postural

Diuretika lengkungan

Mekanisme kerja
Dengan menurunkan volume darah & cardiac output sehingga tekanan arteri turun
1.
2. 3.

Contoh obat

Furosemida Bumetanide Etakrinat

Efek samping

hiponatremia,hip okalemia,hipoma gnesemia, hipotensi, hiperuricemia, hiperglikemia

Beta -blockers

Mekanisme kerja Menghambat reseptor 1 di jantung sehingga kerja jantung menurun cardiac output menurun tekanan darah turun

Efek samping
bradikardia, gagal jantung, hipotensi, kelainan konduksi, bronkospasme, vasokontriksi perifer, gangguan gastrointestinal, gangguan tidur

Contoh obat

1. 2. 3. 4.

Atenolol Betaxsolol Bisoprolol Metoprolol

ACE inhibitor

Mekanisme kerja
Inhibitor ACE mencegah perubahan angitensin I menjadi angiotensin II.

Contoh obat

1. Kaptopril 2. Perindropil 3. Benazepril

- Pembuluh darah tidak mengalami vasokontriksi tidak terjadi peningkatan tekanan darah - Tidak terjadi pelepasan aldosterone sehingga tidak terjadi retensi Natrium & air tidak terjadi peningkatan tekanan darah

Efek samping

hipotensi

ARB

Mekanisme kerja
Angitensin II digenerasikan oleh jalur renin angiotensin (termasuk ACE) dan jalur alternatif yang digunakan dengan enzim lain. Inhibitor ACE hanya menutup jalur renin angiotensin sedangkan ARB menahan langsung reseptor angiotensin I. Tidak seperti inhibitor ACE, ARB tidak mencegah pemecahan gradikinin.

Contoh obat

1. Losartan 2. Valsartan Efek samping Memiliki efek samping yang lebih rendah dari antihipertensi lainnya yaitu batuk yang jarang terjadi.

CCB (Calsium Chanel Blockers)

Mekanisme kerja
Menyebabkab relaksasi jantung dan otot polos dengan menghambat saluran kalsium yang sensitif terhadap tegangan sehingga mengurangi masuknya kalsium ekstraseluler kedalm sel relaksasi otot polos vaskular menyebabkan vasodilatasi dan berhubungan dg reduksi tekanan darah

Contoh obat

1. 2. 3. 4. 5.

Verapamil Diltiazem Nifedipin Amlodipin Dihidroperidin

Efek samping
Sakit kepala, kemerahan, pusing, gingival hiperplasia, edema perifer, perubahan mood, dan keluhan pada saluran pencernaan

ALFA - BLOCKERS
Mekanisme kerja

Menghambat reseptor alfa 1 yang menginhibisi katekolamin pada sel otot polos vaskular perifer yang memberikan efek vasodilatasi dan tidak mengubah aktifitas reseptor alfa 2 sehingga tidak menimbulkan efek takikardia

Contoh obat

1. 2. 3. 4.

Prasozin Terasozin Doxazosin alfusozin

Efek samping

Hipotensi ortostatik yang di sertai dengan pusing/pingsa n sesaat, palpitasi, dan sinkope.

Vasodilator

Mekanisme kerja Dengan menurunkan tahanan perifer vaskuler sehingga terjadi relaksasi otot vasodilatasi tekanan darah turun

Contoh obat 1. Hidralazin 2. Minoksidil

Efek samping
takikardia, hiperglikemia, retensi air dan natrium, hipotensi, pusing

Obat SSP
Mekanisme kerja Contoh obat Klonidin Metildopa
- Metildopa : bekerja dengan cara mengatur konsentrasi Norepinefrin di sinaps, yaitu dengan merangsang reseptor -2 agar Norepinefrin dihambat sehingga tekanan darah turun. - Klonidin : merangsang reseptor 2 agar Norepinefrin dihambat sehingga tonisitas simpatis turun kerja jantung turun tekanan darah juga turun

Efek samping Sedasi dan mulut kering, Depresi, bradikardia

Terapi Non Farmakologi


Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan berat badan. Mengurangi asupan garam didalam tubuh Ciptakan keadaan rileks Berhenti merokok Diet kaya buah-buahan dan sayuran dan rendah lemak jenuh (sesuai anjuran DASH) Kontrol Teratur Membatasi Kolesterol Membatasi Minum Kopi Membatasi Minum Alkohol Cukup istirahat dan Tidur Olahraga

Daftar Pustaka
1. Sukandar, Prof.Dr.Elin Yuliana,dkk.2008.ISO Farmakoterapi.Jakarta : PT.ISFI 2. Tjay Drs.Tan Hoan dan Drs.Kirana Rahardja.2010.Obat-obat Penting.Jakarta:PT.Elex Media Komputindo 3. Pharmaceutical Care Hipertensi 4. Dipiro et all.2008. pharmachotherapy A Pathophysiologic Approach 7th edition

Terimakasih,,,,,,,,,