Anda di halaman 1dari 55

BAB X

METABOLIT SEKUNDER
Metabolit Primer Senyawa yg secara langsung memiliki fungsi/ terlibat dalam proses metabolisme utama, jalur katabolisme & anabolisme pada tumbuhan Penyusun utama dari makhluk hidup Misal: asam amino, asam lemak, nukleotida, karbohidrat, protein, dll Metabolit Sekunder Tdk memiliki fungsi lgsg utk pertumbuhan & perkembangan secara langsung Penting utk kelangsungan hidup dan interaksi dgn lingkungan Terdapat pada berbagai macam tumbuhan Misal: alkaloid, terpena, flavonol, dsb

Proses Metabolisme Primer

Keseluruhan proses sintesis (penyusunan) & perombakan zat-zat-utama penyusun tubuh (polisakarida, protein, asam lemak, dll)

Proses Metabolisme Sekunder

Proses-proses kimia jenis lain yang hanya terjadi pada spesies tertentu sehingga memberikan produk yang berlainan, sesuai dgn spesiesnya

Proses Metabolisme Intermediet

Reaksi-reaksi yang memungkinkan terjadinya pertukaran materi antara tahap-tahap metabolisme dan tahap yang menghasilkan energi yang dibutuhkan baik oleh sel maupun organisme utuh

Hubungan Metabolisme Primer & Sekunder:


Met. Primer Polisakarida Glukosa Met. Sekunder Glikosida Asam Amino Aromatik Asam Amino Alifatik Asam Mevalonat Fenilpropanoid Alkaloid Flavonoid

Polisakarida

Pentosa
Tetrosa

Protein
Triosa

Poliketida

Lemak

Asam Asetat

Terpena Karotenoid

Fungsi Metabolit Sekunder:


1. Proteksi terhadap serangan mikroba
Fitoaleksin senyawa pertahanan yg dpt diinduksi - struktur bermacam-macam - disintesis di dalam sel di sekitar sel yg terinfeksi - terakumulasi dlm konsentrasi yg tinggi pada sel yg mati elisitor senyawa kimia spesifik yg menginduksi respon mekanisme pertahanan tumbuhan

2. Proteksi terhadap serangan/gangguan herbivora

umumnya bersifat konstitutif Pestisida alami pada tumbuhan dapat mencapai 10% berat kering tumbuhan liar memiliki potensi sebagai toksin

3. Proteksi terhadap gangguan lingkungan Proteksi terhadap UV antosianin, kutikula Osmoproteksi prolin, glisin

4. Agen Alelopati menghambat pertumbuhan tanaman di sekitarnya (kompetisi) 5. Menarik serangga pollinator & hewan herbivora untuk membantu penyebaran biji - pigmen, minyak wangi - biji seringkaliterlindungi oleh adanya toksin 6. Farmakologi berbagai macam obat-obatan

Fungsi Utama Metabolit Sekunder Interaksi tumbuhan dengan lingkungan

Faktor yang mempengaruhi kandungan kimia tanaman:

Kesuburan tanah (kandungan nutrisi tanaman) Iklim lingkungan Waktu panen Umur tanaman Organ/ bagian tanaman Cara pengolahan

Beberapa Met. Sekunder dan Manfaatnya bagi Manusia


Compound
Alkaloids - Codeine - Quinine Phenolic - Lignin - Salicin - Tetrahydrocanabinol Woody plants Willow tree Marijuana Used for hardwood furniture Aspirin precursor Treatment for glaucoma, nausena suppresant Opium poppy Quinine tree Narcotic pain reliever, coughh suppressant Used to treat malaria

Example Source

Human Use

Compound Terpenoids

Example Source

Human Use

- Camphor
- Menthol

Camphor tree
Mints and Eucalyptus tree

Component of medicinal oils and disinfectant


Strong aroma, use in cough medicines

- Rubber

Rubber tree

Rubber tires, rubber bands, and ather commercial product

Biosintesis Metabolit Sekunder


Sangat beragam tergantung dari golongan senyawa yang bersangkutan

1.Jalur Asam Asetat Poliketida (poliasetilena, 2. Jalur Asam Sikimat Mrpkan jalur alternatif

prostaglandin, antibiotika makrolida, antrakinon, tetrasiklina)

menuju senyawa aromatik, terutama L-fenilalanin, L-tirosina dan L-triptofan - Berlangsung dlm mikroorganisme dan tumbuhan, tdk berlgsg pada hewan

3. Jalur Asam Mevalonat


Terpenoid mrpkan btk senyawa dgn keragaman struktur yg besar dlm produk alami yg diturunkan dr unit isoprena (C5) yg bergandengan dlm model kepala ke ekor, sdgkan unit isoprena diturunkan dari metabolisme asam asetat oleh jalur asam mevalonat

Jalur Metabolisme Sekunder

Karbondioksida Photosintesis Karbohidrat Jalur Penthosa Phospat

Glikolisis Phosphoenol pyruvat acid


Acetyl Co-A

Shikimic Acid Pathway Aromatic Amino Acid Alkaloids Phenolics

Eritrosa 4 Phosphat

Aliphatic Amino Acid

Tricarbocylic acid cycle

Mevalonic acid pathway Malonic acid pathway

Terpenes

Metabolit sekunder atau produk alami tumbuhan/ senyawa bahan alam umumnya terbagi mjd 3 kelompok utama, didasarkan pada asal mula biosintesisnya: 1. Terpenoid 2. Alkaloids dan senyawa nitrogen terkait 3. Fenilpropanoid dan senyawa fenolat

TERPENA
Senyawa yg termsk kelompok metabolit sekunder golongan lipida, tersusun dari senyawa2 yang mengandung suatu gabungan kepala ke ekor dari satuan-satuan kerangka isoprena (2-metil butadiena) atau senyawa yang mempunyai hubungan struktural dengan isoprena Rumus struktur isoprena
CH2 CH2 kepala C CH CH2

ekor

Kebanyakan mempunyai karbon yg jumlahnya kelipatan 5 C5; Klasifikasi terpenoid didasarkan pada jumlah unit 5C
Sering dinamakan isoprenoid walaupun isoprene bukan mrpkan prekursor biologis Berasal dari fusi berulang dari cabang 5C dari unit struktur isopentenil Monomernya disebut sebagai unit isopren Terpena mrpkan gol. hidrokarbon yg byk dihasilkan tumbuhan dan terutama terkandung pada getah & vakuola sel. Pada hewan, terutama serangga dan bbrp hewan laut

Terpenoid

struktur yg mirip dgn terpena dan mengandung unsur unsur lain (gugus fungsi) disamping C dan H Terpenoid dapat mengandung gugus hidroksil, gugus karbonil, gugus karboksilat, dll Terpenoid berperan untuk bau harum (pd pohon kayu putih), selera/rasa dari kayu manis, jahe, cengkih, warna bunga yg kuning

CH3
H3CC

CH3 CHCH2
CH2C CHCH2OH
CH2OH

Klasifikasi terpena (berdasarkan banyaknya satuan isoprena:


Hemi terpena (1 x C5) : mengandung 1 satuan isoprena Mono terpena : 2 satuan isoprena Seskui terpena : 3 satuan isoprena Diterpena : 4 satuan isoprena Tri terpena : 6 satuan isoprena Tetra terpena : 8 satuan isoprena

Hemiterpenoid
H3C
H3C H3C H3C H3C H3C CHCH2C CHCH2C

CHCH2CH2OH
O H O OH

Isoamil Alkohol sbg ester dlm minyak


Atsiri mentha Isoamil valeraldehid dlm minyak atsiri

Eucaliptus
Asam Isovalerat (dlm valerians)

Monoterpen (C-10)
Molekul dengan rantai terbuka atau siklis

Umumnya bersifat volatil& biasanya mrpkan penyusun minyak atsiri, memberi aroma khas pada tumbuhan Monoterpen dikelompokkan menjadi: - asiklik (misal: geraniol) - monosiklik (misal: limonene) - bisiklik (misal: pinene) Insektisida piretroid Resin pada tumbuhan coniferae Pertahanan tumbuhan

Monoterpen Asiklik

O Mirsen CH2OH Geraniol (Mawar) H Geraniol (Sirih) C

Monoterpen Monosiklik
CH C O H

Menthol
(Menta piperita)

(Citrus sp.)

Limanen

(Eucaliptus sp. (Crocus sativus.)

-Felandren

Safranol

Monoterpen Bisiklik

-pinama
(Pinus sp.)

kamphor
(Cimmamonum champhora)

Toxins and irritants Resin yg dhasilkan bbrp tumbuhan digunakan utk menutup luka akibat herbivora Manusia mgunakan salah satu senyawa diterpen utk obat anti kanker (taxol dr pacific yew) Pada pinus-pinusan dan klerodan mrpkan zat penolak makan bagi serangga

Diterpen (C-20)

COOH Asam Dekstro Pimarat


(Pinus maritina)

(Pinus polustuis)

COOH Asam Abietat

Triterpenes (C-30)
sterol, hormon, saponins
Bersifat toksik Struktur: steroid Contoh: cardenolides (toksin utk jantung); Azadirachtin (zat penolak makan bagi serangga) saponins: struktur menyerupai detergent
OH

HO

Damarenadiol

Sesquiterpen (C-15)
Kelompok terbesar terpenoids, lebih dari 200 struktur cincin yg berbeda mrpkan penyusun minyak atsiri Banyak yg berperan dlm mekanisme pertahanan tumbuhan; misal poligodial & warburganal mrpkan zat penolak makan bbagai jenis serangga Berasa pahit

Seskuiterpen Monosiklik

(pada empon-empon.)

Zingiberen

Lanseol

Seskuiterpen Bisiklik

OH Eudesiol -Selinena

(Eucaliptus piperina)

(Apium graviolens)

Biosintesis Terpenoid dari metabolit primer dibagi mjd 4 tahap:


1.Sintesis IPP (isopentenyl diphosphate) 2.Isomerasi IPP menjadi DMAPP, penambahan berulang IPP dan DMAPP 3.Elaborasi molekul prenil difosfate 4.Modifikasi secara enzimatis pada kerangka terpenoid

Bentuk aktif isoprena


1.Isopentenyl pirophosphate (IPP) 2.Dimetil pirophosphate (DMAPP)
CH2 CH3 CH3 CH3

CH2

CH2

O P

IPP

CH

CH2

O P

DMAPP

Penyusunan Isoprena
IPP
Kondensasi

DMAPP

Geranil Pirophosphate (GPP)


IPP

Monoterpenoid

Farsenil Pirophosphate (FPP)


IPP

x2

Seskuiterpenoid Triterpenoid diterpenoid karotenoid Seskuiterpenoid (5xC5)

n=2

O P P

x2

(GGPP) n:2 geranil-geranil pirophosphate (GFPP) n: 3 geranil farsenil pirophosphate

n=3

Penyusunan Isoprena
1. DMAPP berkondensasi secara kepala ke ekor dgn IPP menghasilkan geranil pirophosphate

2. DMAPP berperan sebagai pondasi tempat diletakkan unit-unit IPP


3. Kombinasi IPP dan DMAPP yg terkontrol enzim, atom karbon C5 dari GPP, berkaitan dgn gas alkohol dan DMAPP mengalami inversi konfigurasi GPP, GGPP, GFP, GFPP mrpkan nama-nama ester pirophosphate bebas yang terbentuk dari unit isoprena

ALKALOID
Merupakan kelompok basa yang mengandung gugus nitrogen sebagian besar berasal dari asam amino dan hanya beberapa yang berasal dari purin atau pirimidin (misal: kafein) Sering bersifat beracun bagi manusia & byk mempunyai kegiatan fisiologis yg menonojol byk digunakan dlm bidang pengobatan Biasanya tidak berwarna, sering bersifat optis aktif, kebanyakan berbentuk kristal ttp hanya sedikit yg berupa cairan (misal: nikotina) pada suhu kamar Uji sederhana (tdk sempurna) utk alkaloid dalam daun atau buah segar adalah rasa pahitnya di lidah

Alkaloid mrpkan golongan heterogen, berkisar senyawa sederhana spt konina (alkaloid utama Coninum maculatum) sampai struktur pentasiklik spt strikhnina (racun pada kulit Strychnos); amina tumbuhan (misal: meskalina) dan basa purin dan pirimidin (misal: kafein) Byk alkaloid yg bersifat terpenoid & bbrp (misal: solanina: alkaloid pada kentang) sebaiknya ditinjau dari segi biosintesis sbg terpenoid termodifikasi Alkaloid lain: berupa senyawa aromatik (misal: kholkisin, alkaloid-tropolon umbi Crocus : mengandung gugus basa sbg gugus rantai samping

Ditemukan pada bagian daun, akar,, biji, batang dan kulit kayu. Byk ditemukan pd angiospermae, umumnya tdk terdpt dlm gymnospermae, paku-pakuan, lumut dan tumbuhan tingkat rendah Fungsi: pelindung (penghalau atau penarik) tumbuhan dari serangan hama dan penyakit, pengatur tumbuh, sbg basa mineral untuk mempertahankan keseimbangan ion
Reaksi utama yg mendasari biosintesis senyawa alkaloid adl reaksi mannich antara suatu aldehid dan suatu amina primer dan sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Biosintesis alkaloid jg melibatkan reaksi rangkap oksidatif fenol dan metilasi. Selain itu juga jalur poliketida dan mevalonat

Struktur beberapa alkaloid umum

N H

Konina

Me

Nikotina
NMe
N

Me Me

N Me

O Glk O Gal O Ram Solanina

PEMANFAATAN ALKALOID Pharmaceuticals - Scopolamine: anestesi - Sanguinarine: anti bakteri Stimulan - nicotine - caffein Narcotic - cocaine - morphine Racun - tubocurarine

PENGELOMPOKAN ALKALOID
Alkaloids class Pyrolidine Tropane Biosyntetic precursor Ornitin (aspartat) Ornitin Examples Nicotine Atropine Human Uses Stimulant, depressant Prevention of intestinal spasms, dilation of pupils for examination Stimulant of the central nervous system, local anestetic

Cocaine

Piperidine

Lysine (asetat)

Conine Petrosine

Poison (paralyzes motor neurons -

Pyrrolizidine Ornitin

Alkaloids class

Biosyntetic Examples precursor


Lupinine Codeire

Human Uses
Restoration of heart rhytum Analgesic, treatment of coughs Halucinogen Treatment of hypertention Rat poison, treatment of eye disorders

Quinolizidine Lysine Isoquinoline Tyrosine

Indole

Tryptophan

Psilocybin Peserpine strychnine

Alkaloid turunan ornithin


Ornithin mrpkan prekursor pirolidin siklis yg terdapat dalam alkaloid pada tembakau (nikotin) dan tumbuhan solanaceae lainnya. Nikotin merupakan senyawa pemula dari sejumlah alkaloid tembakau lainnya.

Alkaloid turunan lisin


Lisine mrpkan senyawa prekursor piperidin yang membentuk rangka dari bbrp alkaloid, antara lain: lupin, lupinin dan lupan Lycopodine senyawa yg dihasilkan dari tumbuhan Lycopodium, termasuk ke dalam alkaloid turunan lisin.

Alkaloid turunan tirosin


Tirosin mrpkan produk awal dari sejumlah besar senyawa alkaloid Senyawa intermediet: dopamin yg mrpkan prekursor utk biosintesis berberine, papaverine, morfin Sintesis morfin: dua cincin tirosin bergabung dan membentuk struktur dasar morfin Colchicine mrpkan alkaloid dari tumbuhan Colchicum autumnale dan C. byzantium (jg termsk alkaloid turunan tirosin) inhibitor mitosis (mencegah agregasi dimer tubulin shg mikrotubul tidak terbentuk)

Alkaloid turunan fenilalanin

Alkaloid Ephedra: ephedrine, pseudoephedrine Alkaloid dari mikroorganisme: cytochalasine B dan

Cytochalasine menghambat pergerakan mikrofilamen inhibitor yg sangat sesuai utk proses seluler yg melibatkan aktin Alkaloids dari tumbuhan Taxus: taxin Alkaloids dari lunaria: lunarine dan lunaridine Alkaloids dari tumbuhan Lythraceae

Alkaloid turunan Indol (triptofan)


sekitar 1200 macam senyawa turunan triptofan, bbrp mrpkan senyawa obat. Misal: Alkaloid indol yang terdapat pada tumbuhan Apocynaceae, loganiaceae dan rubiaceae d-tubocurarine, senyawa aktif curare, racun pada ujung panah suku indian di Amerika selatan Mrpkan racun yang berasal dari fungi

SENYAWA FENOL
Fenol sederhana Misal: Catechol
OH

Biosintesis
OH

Bbrp eksperimen menunjukkan fenol tbtk dr phenillalanin melalui pcoumarin acid (btk trans p-coumaric acid) diubah mjd asam benzoat oxidatively decarboxylated fenol

Meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, mempunyai ciri sama cincin aromatik yang mngandung satu atau dua penyulih hidroksil

Cenderung mudah larut dalam air karena umumnya sering berikatan dgn gula sbg glikosida (biasanya terdpt dalam vakuola sel)
Golongan terbesar flavonoid, selain fenolonosiklik sederhana, fenilpropanoid dan kuinon fenolik Bagi biokimiawan tumbuhan senyawa fenol tumb. dapat menimbulkan gangguan besar krn kemampuan dlm meentuk senyawa kompleks dgn protein melalui ikatan hidrogen menghambat kerja enzim pada ekstrak tumbuhan

Fenol sangat peka thd oksidasi enzim Peranan bbrp golongan senyawa fenol: - Lignin : bahan pembangun dinding sel - Antosianin : pigmen bunga - Flavol : ptg pada pengaturan pengendalian tumbuh pd tan. kacang Pisum sativum - Flavonoid : pada kebiasaan makan serangga tubuh mrpkan faktor pertahanan

Fenolik
Fenolik mrpkan senyawa yg byk ditemukan pada tumbuhan Fenolik memiliki cincin aromatik dgn satu atau lebih gugus hidroksi (OH-) & gugus lain penyertanya Bersifat asam karena kemampuan disosiasi gugus OH-nya Memiliki kemampuan untuk membentuk kompleks chelat dengan logam Mudah teroksidasi membentuk polimer (agregat berwarna gelap) menghambat pertumbuhan Misal: pencoklatan pada potongan tumbuhan atau tumbuhan mati Contoh: coumarins, asam sinamat, asam sinapinat, coniferyl alcohols

Sebagian besar senyawa fenolik termasuk dalam flavonoid Pada sebagian besar senyawa fenolik, produk awal biosintesisnya adalah shikimat Senyawa fenolat ada hubungannya dgn lignin tikat sbg ester atau terdpt di daun dlm fraksi tdk larut dlm etanol atau mgk dlm fraksi larut dlm air yaitu sebagai glikosida sederhana Degradasi flavonoid dan fenol kompleks lainnya dlm suasana basa menghasilkan satu fenol sederhana atau lebih dan asam fenolik Tan memproduksi bbrp senyawa yg terdiri atas satu atau lebih residu fenolik, yg dibagi dlm kelompok besar berdasarkan jumlah atom karbon

Beberapa klas fenolik


Atom Kerangka C dasar 6 7 C6 C6 C1 Klass Fenol Asam fenolic Contoh Catecol p-hydroxybenzoid acid Sumber Gautheria leaves widespread

C6 C2

Phenilacetic acid

2hydroxyphenilaceti c

Astible leaves

C6 C3

Coumarin 6,7 Dendrobium Phenylpropanes Dimethoxycoumarin debsiflorum Myrisiticin Myristica

fragans

Atom Kerangka C dasar 10 13 14 15 18 30 C6 C4


C6 C1 C6 C6 C2 C6 C6 C3 C6 (C6 C3)2 (C6 C3 C6)2

Klass Napthoquinons Xanthones Anthraquinones Flavonoids Neolignans Biflavonoids

Contoh Juglone Mangiferin Emodin

Sumber

Juglans nigra
Wide spread Rhubarto Conifers

Eusiderin Amentoflavone

Eusideroxylon zooageri
Gymnospermae

Fenil Propanoid
Senyawa fenol alam yang mempunyai cincin aromatik dgn rantai samping terdiri atas tiga karbon Merupakan turunan asam amino protein aromatik, yaitu fenilalanin dan fenilpropanoid (dpt mengandung satu sisa C6 C3) Contoh: - Hidroksisinamat: sbg bangunan dasar liginin dan berkaitan dgn pengaturan tumbuh dan pertahanan thd penyakit - Hidroksikumarin, fenilpropena, lignan

FLAVONOID
Semua flavonoid, mnrt strukturnya mrpkan turunan senyawa induk flavon (berupa tepung putih pada tumbuhan) Kerangka penyusun flavonoid: C6-C3-C6 Flavonoid disatukan melalui jalan kecil phenylpropanoid-acetat dlm semua tanaman tingkat tinggi Flavonoid biasanya berikatan dgn gugusan gula shg membentuk glikosida yg larut dalam air Flavonoid mengandung sistem aromatik terkonjugasi & krn itu menunjukkan pita serapan kuat pada daerah spektrum UV dan spektrum tampak

Ditemukan dalam tingkat sangat tinggi pada buah apel, bawang-bawangan, tomat dan teh Struktur dasar flavonoid berasal dari pola C15 flavon Perbedaan dgn senyawa fenolat lain: tingkat oksidasi cincin pyran di bagian tengah dan sifat biologisnya Bbrp kelompok (misal: flavonon tidak berwarna) Fungsi: pembentukan pigmen, anti oksidatif atau agen alergi

Beberapa flavonoid & peranannya


Anthocyanin Chalcons Aurones Flavones Flavonols Dihydrochalcon Proanthocyanin Cathecins Jumlah Peranan Jenis 250 Pigmen merah biru 60 20 350 350 10 50 40 Pigmen kuning Pigmen kuning Pigmen bunga berwarna krem Repellant pada daun Rasa pahit Senyawa astringent Sifat spt tanin (sepat)

Biflavonoids
Isoflavonoids

65
15

?
Toksik untuk fungi

ANTHOCYANIN Mrpkan pewarna paling penting dam paling banayak tersebar dalam tumbuhan Mrpkan turunan suatu struktur aromatik tunggal, yaitu sianidin dgn penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau metilasi atau glikosilasi Umumnya berwarna merah atau kuning, tergantung pada pH Warna biru diperoleh dari hasil pembentukan chelat dengan ion logam tertentu, misal: Fe atau Al Keragaman flavonoid sebagian besar didasarkan pada pola hidroksilasi dan atau metilasi dari tiga sistem cincin Antosianidin aglikon antosianin yg terbentuk jika antosianin dihidrolisis dgn asam

QUINON Kelompok fenolat berfungsi sebagai ko-faktor Senyawa fenolat pada tumbuhan umumnya dalam bentuk terikat dgn molekul lain, seringkali dgn residu glucosyl, sulphate atau asetil Dalam keadaan bebas terdetoksifikasi secara parsial toksik Senyawa fenol dgn BM rendah (misal: thymol digunakan sebagai obat antiseptik) Ikatan antara flavonoid (misal: anthocyan) dan residu glycosyl mempengaruhi warna bunga Glikosilasi flavonoid proteksi terhadap hama dan hewan lainnya

FLAVONOID MINOR
khalkon, auron, flavonon, hidrokhalkon isoflavon disbt falvonoid minor krn penyebaran pada kelas terbatas Misal: Isoflavon hanya terdpt pd leguminosae & iridaceae Khalkon & auron mrpkan antoklor, yaitu pigmen kuning yg dideteksi berdsrkan kenyataan bhw bila daun bunga berwarna kuning diasapi dgn asap basa atau diuapi dgn uap amonia warnanya berubah mjd jingga atua merah (terdpt dlm klas compositae) Dihidrokhalkon pada rosacea dan Ericaceae. Floridin (senyawa dihidrokhalkon diisolasi dari apel berkaitan dgn ketahanan tumbuhan thd penyakit)

FLAVONOL dan FLAVON


Tersebar dlm tumbuhan, baik sbg ko-pigmen dalam daun bunga maupun tumbuhan tinggi sering terdpt dalam btk glikosida Contoh flavonol: kemferol, kuersetin, mirisetin Flavon berbeda dgn flavonol flavon tdk terdpt penyulihan 3 hidroksi dan ini berpengaruh thd serapan UV, gerakan kromatografi serta reaksi warna Contoh flavon: apigenin, luteolin

SENYAWA AROMATIS Senyawa yg rumus strukturnya sekurang-kurangnya mengandung satu cincin benzena

Klasifikasi 1. Senyawa aromatis sederhana 2. Benzokuinon 3. Turunan Fenantrena 4. Naptokuinon 5. Fenil Propano umum 6. Turunan fenilpropano rantai terbuka 7. Kumarin dan isokumarin 8. Furano dan Pirano kumarin 9. Lignan dan lignin 10.Asam Humat 11.Tanin terhidrolisa