Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KULIAH MINERALOGI DAN PETROLOGI TEKSTUR BATUAN SEDIMEN

OLEH DWI JAYANTI 03111002041

DOSEN PENGASUH : BUDHI KUSWAN SUSILO, S.T., M.T.

UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS TEKNIK 2012

1.

Pada batuan sedimen klastik, butiran penyusunnya menunjukkan tekstur butiran dengan kebundaran (roundness) tertentu. Apa perbedaan makna proses yang dapat dibaca dari butiran dengan kebundaran yang baik (well rounded) dan butiran dengan kebundaran yang sangat buruk (very angular)? Jawaban: Tingkat kebundaran butir dipengaruhi oleh komposisi butir, ukuran butir, jenis proses transportasi dan jarak transport. Butiran dari mineral yang resisten seperti kwarsa dan zircon akan berbentuk kurang bundar dibandingkan butiran dari mineral kurang resisten seperti feldspar dan pyroxene. Jarak transport akan mempengaruhi tingkat kebundaran butir dari jenis butir yang sama. Dari tekstur butiran dengan kebundaran baik (well rounded) dapat dibaca bahwa butiran tersebut mengalami proses transportasi yang cukup lama dan terbawa jauh dari sumbernya. Hal ini dikarenakan, butiran-butiran tersebut mengalami gesekan-gesekan selama proses transportasi sehingga butiran itu mengalami pembundaran. Sedangkan untuk tekstur butiran dengan kebundaran yang sangat buruk (very angular) dapat dibaca bahwa butiran tersebut masih berada cukup dekat dengan sumbernya. Hal ini berarti bahwa butiran tersebut tidak mengalami transportasi yang lama sehingga hanya sedikit dan sebentar mengalami gesekan dengan energi petransportasi dan butiran lainnya.

2.

Pada batuan sedimen klastik dapat menunjukkan fabrik (kemas/susunan) butiran seragam fabrik butiran tidak seragam. Apa makna proses sedimentasi yang dapat dibaca dari perbedaan fabrik butiran tersebut? Jawaban : Fabrik butiran seragam atau tidaknya dipengaruhi oleh proses sortasi (pemilahan). Pemilahan adalah keseragaman dari ukuran besar butir penyusun batuan sedimen. Pemilahan baik, bila ukuran butir di dalam batuan sedimen tersebut seragam. Hal ini biasanya terjadi pada batuan sedimen dengan kemas tertutup. Pemilahan buruk, bila ukuran butir di dalam batuan sedimen sangat beragam, dari halus hingga kasar. Hal ini biasanya terdapat pada batuan sedimen dengan kemas terbuka. Dari adanya tingkat keseragaman butiran pada fabrik yang tidak seragam dapat dikatakan bahwa pada saat proses transportasi, energi yang membawa material dan butiran sangatlah besar sehingga material dan butiran baik yang berukuran besar maupun yang kecil akan terbawa secara bersamaan dan akan terendapkan tidak terlalu jauh dari sumber.

Sedangkan untuk fabrik dengan tingkat keseragaman yang baik atau seragam, energi yang membawa material dan butiran berada pada kisarannya, maksudnya energi tersebut dapat dikatakan hampir konstan sehingga tidak ada perubahan besar energi yang cukup significan dalam waktu yang sempit. Jika energi tersebut tidak mampu lagi membawa material dan butiran maka material dan butiran tersebut akang terendapkan. Material dan butiran terendapkan itu sendiri terendapkan cukup jauh dari sumbernya. 3. Diskusikanlah tentang hubungan antara kondisi tektural batuan sedimen klastik dan potensi porositas dan permeabilitas yang hadir pada batuan tersebut pada dua kondisi, yakni: a. Batuan sedimen klastik dengan fabrik yang seragam, dimana butirannya terpilah (sortasi) dengan sangat baik. b. Batuan sedimen klastik dengan fabrik yang tidak seragam, dimana butirannya terpilah dengan sangat buruk. c. Batuan sedimen kristalin, misal limestone tanpa porositas sekunder. d. Batuan sedimen kristalin, dengan kehadiran porositas sekunder. Jawaban : Porositas adalah tingkatan banyaknya lubang (porous) rongga atau pori-pori di dalam batuan. Batuan dikatakan mempunyai porositas tinggi apabila pada batuan itu banyak dijumpai lubang (vesicles) atau pori-pori. Sebaliknya, batuan dikatakan mempunyai porositas rendah apabila kenampakannya kompak, padat atau tersemen dengan baik sehingga sedikit sekali atau bahkan tidak mempunyai pori-pori. Selain itu, terdapat juga porositas sekunder, yakni porositas yang terbentuk setelah batuan tersebut terbentuk, misalnya crack pada batuan akibat pengaruh tenaga eksogen. Sedangkan permeabilitas (kelulusan) adalah sifat yang dimiliki oleh batuan untuk dapat meloloskan air. a. Hubungan kondisi tektural batuan sedimen klastik dan potensi porositas dan permeabilitas yang hadir pada batuan sedimen klastik dengan fabrik yang seragam, dimana butirannya terpilah (sortasi) dengan sangat baik adalah yaitu memiliki porositas yang tinggi dan termasuk dalam permeable (dapat meloloskan air) karena batuan dengan butiran yang seragam akan memiliki banyak pori-pori dan pori-pori tersebut dapat digunakan untuk meloloskan air. Akan tetapi, ada kalanya meskipun batuan memiliki banyak pori-pori tetapi pori-pori tersebut tidak saling berhubungan maka batuan tersebut termasuk impermeable (tidak mampu meloloskan air). b. Hubungan kondisi tektural batuan sedimen klastik dan potensi porositas dan permeabilitas yang hadir pada batuan sedimen klastik dengan fabrik yang tidak seragam, dimana butirannya terpilah dengan sangat buruk adalah yaitu

batuan memiliki porositas yang rendah dan termasuk dalam batuan yang impermeable (tidak dapat meloloskan air). Hal ini dikarenakan ukuran butiran yang kecil-kecil dan halus menutupi semua pori-pori yang ada sehingga batuan tersebut menjadi kompak, padat, dan tersemen dengan baik dan air pun tidak dapat lolos. c. Hubungan kondisi tektural batuan sedimen klastik dan potensi porositas dan permeabilitas yang hadir pada batuan sedimen kristalin, misal limestone tanpa porositas sekunder yaitu memiliki tingkat porositas yang rendah dan termasuk dalam batuan yang tidak dapat meloloskan air (impermeable). Batuan jenis ini dikatakan memiliki porositas rendah dan impermeable karena batuan ini bersifat kompak dan masif, di tambah lagi dengan tidak adanya rekahan yang dapat meloloskan air. d. Hubungan kondisi tektural batuan sedimen klastik dan potensi porositas dan permeabilitas yang hadir pada batuan sedimen kristalin, dengan kehadiran porositas sekunder yaitu memiliki porositas tinggi (porositas sekunder) dan bersifat permeable (dapat meloloskan air). Hal ini dikarenakan dengan adanya porositas sekunder maka batuan ini mengalami pecah-pecah sehingga menimbulkan rekahan-rekahan yang dapat digunakan untuk meloloskan air.

Beri Nilai