Anda di halaman 1dari 13

I.

Skenario A Blok 21 Dr. Sukses, yang bertugas sebagai dokter UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) di Puskesmas Makmur, pada sore hari membuka praktek umum (UKP/ Upaya Kesehatan Perorangan) di rumah dinas tempat tinggalnya, yang bersebelahan dengan Puskesmas tempat dia bertugas. Sebagai dokter umum, dr. Sukses menyelenggarakan Pelayanan Kedokteran primer, pasiennya banyak dan dia berpraktek sampai jauh malam, bahkan pagi hari sebelum bertugas di puskesmas dia masih melayani pasiennya di rumah. Dr. Sukses sering kali datang kesiangan, dan yang melayani pasien yang berobat di Puskesmas adalah perawat atau bidan puskesmas.

II.

Klarifikasi Istilah 1. Pelayanan kedokteran primer : pelayann kedokteran yang bersifat pokok yang dibutuhkan sebagian besar masyarakat pada umumnya bersifat pelayan rawat jalan 2. Pasien : seseorang yang menerima perawatan medis 3. UKM : setiap kegiatan pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan masyarakat 4. UKP : setiap kegiatan oleh pemerintah, masy, dan swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan 5. Pendekatan manage care : Pendekatan yang berkaitan dengan sistem yang terintegrasi dalam pembiayaan dan pemberian layanan kesehatan bagi peserta. 6. Komprehensif : bersifat mampu menangkap atau menerima dengan baik; luas dan lengkap; mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas.

7. Menyeluruh : peduli bahwa pasien adalah manusia seutuhnya yang terdiri dari fisik, mental, sosial, dan spiritual serta berkehidupan ditengah lingkungan fisik dan sosial. 8. Dokter keluarga: dokter yang dapat memberikan pelayan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan

III.

Identifikasi Masalah 1. Dr. Sukses, yang bertugas sebagai dokter UKM, menggunakan rumah dinas sebagai tempat praktek umum. 2. Dr. Sukses sering kali datang kesiangan ke Puskesmas dan yang melayani pasien yang berobat adalah perawat atau bidan puskesmas. 3. Dr. Arif, sebagai dokter keluarga, dengan pendekatan manage care memiliki pasien tidak sebanyak dr. Sukses. 4. Dr. Arif, sebagai dokter keluarga yang komprehensif dan holistik, belum memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar pelayanan dokter keluarga mandiri.

IV.

Analasis Masalah 1. Rumah dinas sebagai tempat praktek umum a. Apa syarat untuk membuka praktek umum? b. Bagaimana kebijakan penggunaan rumah dinas sebagai tempat praktek umum? c. Apakah ada peraturan yang mengatur jarak tempat praktek umum dengan puskesmas? d. Apa standar sarana dan prasarana yang terdapat di rumah dinas dokter puskesmas? e. Bagaimana kebijakan penggunaan sarana dan prasaran puskesmas untuk praktek mandiri? f. Apa hak-hak dokter puskesmas?

2. .... a. Apa tugas-tugas pokok dan kewajiban dokter UKM? b. Apa tugas-tugas pokok dan kewajiban dokter UKP? c. Bagaimana persamaan dan perbedaan UKM dan UKP dalam pelayanan kedokteran primer? - UKP dalam SKN UKP mencakup upaya-upaya promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap, pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan terhadap perorangan. - UKM dalam SKN UKM mencakup upaya-upaya promosi kesehatan,pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, kesehatan jiwa, pengendalian penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan, pengamanan penggunaan zat aditif (bahan tambahan makanan) dalam makanan dan minuman, pengamanan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan. Perbedaan UKP dan UKM Upaya Kesehatan Perorangan (Pelayanan kedokteran) : o Tenaga pelaksananya terutama adalah dokter. o Perhatian utamanya pada peyembuhan penyakit o Sasaran utamanya adalah perseorangan atau keluarga o Kurang memperhatikan efisiensi o Tidak boleh menarik perhatian karena bertentangan dengan etika kedokteran. o Menjalankan fungsi perseorangan dan terikat dengan undang-undang o Penghasilan diperoleh dari imbalan jasa. o Bertanggung jawab hanya kepada penderita. o Tidak dapat memonopoli upaya kesehatan dan bahkan mendapat saingan o Masalah administrasi amat sederhana Upaya Kesehatan Masyarakat : o Tenaga pelaksananya terutama ahli kesehatan masyarakat o Perhatian utamanya pada pencegahan penyakit o Sasaran utamanya adalah masyarakat secara keseluruhan. o Selalu berupaya mencari cara yang efisien.

o Dapat menarik perhatian masyarakat misalnya dengan penyuluhan kesehatan. o Menjalankan fungsi dengan mengorganisir masyarakat dan mendapat dukungan undangundang o Penghasilan berupa gaji dari pemerintah o Bertanggung jawab kepada seluruh masyarakat o Dapat memonopoli upaya kesehatan o Menghadapi berbagai berbagai persoalan kepemimpinan. d. Apa tugas pokok dan kewajiban perawat atau bidan puskesmas?. e. Bagaimana standar kompetensi bidan dan perawat di puskesmas? f. Apakah ada peraturan yang mengatur batasan jam kerja dokter UKM? g. Apakah ada peraturan yang mengatur batasan jam kerja dokter UKP? h. bagaimana konsep pelayanan kedokteran primer? 3. .... a. Apa yang dimaksud dengan dokter keluarga menurut IDI Dokter keluarga adalah dokter yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi komunitas dengan titik berat kepada keluarga, ia tidak hanya memandang penderita sebagai individu yang sakit tetapi sebagai bagian dari unit keluarga dan tidak hanya menanti secara pasif tetapi bila perlu aktif mengunjungi penderita atau keluarganya (IDI 1982 b. Apa yang dimaksud dengan pelayanan dokter keluarga menurut the American academy of family phsycian?

c. Apa definisi ilmu kedokteran keluarga menurut IDI 1982? Ilmu kedokteran keluarga adalah ilmu yang mencakup seluruh spektrum ilmu kedokteran tingkat yang orientasinya adalah

untuk memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berkesinambungan dan menyeluruh kepada satu kesatuan individu, keluarga dan masyarakat dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan, ekonomi dan sosial budaya (IDI 1983). d. Bagaiamana standar kompetensi dokter keluarga? Berdasarkan PDKI tahun 2006, yaitu : 1. Kompetensi Dasar a. Keterampilan komunikasi efektif b. Keterampilan klinik dasar c. Keterampilan menerapkan dasar-dasar ilmu biomedik, ilmu klinik, ilmu perilaku, dan epidemiologi dalam praktik kedokteran keluarga. d. Keterampilan mengelola masalah kesehatan pada individu, keluarga,ataupun masyarakat secara komprehensif, holistik, berkesinambungan, terkoordinir dan bekerja sama dalam konteks pelayanan kesehatan primer. e. Mampu memanfaatkan, menilai secara kritis dan mengelola informasi. f. Mampu mawas diri dan belajar sepanjang hayat. g. Sadar etika, moral, dan profesionalisme dalam praktik. 2. Ilmu dan Keterampilan Klinis Layanan Primer Cabang Ilmu Utama a. Bedah b. Penyakit Dalam c. Kebidanan & penyakit kandungan d. Kesehatan Anak e. THT f. Mata g. Kulit dan kelamin h. Psikiatri i. Saraf j. Kedokteran komunitas 3. Keterampilan klinis Layanan Primer Lanjut a. Keterampilan melakukan health screening b. Menafsirkan hasil pemeriksaan laboratorium lanjut c. Membaca hasil EKG d. Membaca hasil USG e. BTLS, BCLS dan BPLS

4. Keterampilan Pendukung a. Riset b. Mengajar kedokteran keluarga 5. Ilmu dan Keterampilan Kliinis Layanan Primer Cabang Ilmu Pelengkap a. Semua cabang ilmu kedokteran lainnya b. Memahami dan menjembatani pengobatan alternatif 6. Ilmu dan Keterampilan Manajemen Klinis a. Manajemen klinik dokter keluarga e. Apa yang dimaksud dengan pendekatan manage care? f. Bagaimana cara implementasi pendekatan menage care? 4. .... a. Apa yang dimaksud dengan dokter keluarga yang

komprehensif dan holistik? Standar pelayanan paripurna ( comprehensive) Adalah pelayanan medis strata pertama untuk semua orang yang bersifat paripurna, yaitu termasuk pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan proteksi khusus, pemulihan kesehatan, pencegahan kecacatan, dan rehabilitasi setelah sakit dengan memperhatikan kemampuan sosial serta sesuai dengan medikolegal etika kedokteran. Standar pelayanan menyeluruh. Pelayanan yang disediakan dokter keluarga bersifat menyeluruh, yaitu peduli bahwa pasien adalah manusia seutuhnya yang terdiri dari fisik, mental, sosial, dan spiritual, serta berkehidupan ditengah lingkungan fisik dan sosialnya. Selain itu, pasien juga dipandang sebagai bagian dari keluarga dan lingkungannya dan pelayanan menggunakan segala sumber di sekitarnya.

b. Apa standar pelayanan dokter keluarga mandiri? c. Bagaimana peranan SKN dalam mengatur kedudukan dokter keluarga?

V.

Hipotesis Dr. Arif dan dr. Sukses belum menyelenggarakan pelayanan kedokteran primer sesuai standar yang berlaku.

1. Dokter keluarga dalam Sistem Kesehatan Nasional RI Sistem kesehatan adalah semua kegiatan yang secara bersama-sama diarahkan untuk mencapai tujuan utama berupa peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. Sistem Kesehatan Nasional (SKN) adalah suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya Bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945. Pada hakikatnya, kegiatankegiatan yang tercakup dalam Sistem Kesehatan dapat dibedakan ke dalam 2 kelompok, yaitu : 1. Pemberian pelayanan kesehatan 2. Pembiayaan upaya kesehatan Sistem kesehatan suatu wilayah memiliki 3 tujuan pokok, yaitu : 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah yang bersangkutan. 2. Merespon harapan-harapan atau kebutuhan masyarakat wilayah yang bersangkutan sesuai dengan harga diri atau hak asasi manusia. 3. Memberikan perlindungan finansial terhadap kemungkinan dikeluarkannya biaya akibat penyakit yang diderita oleh masyarakat bersangkutan. Sistem kesehatan memiliki 4 fungsi, yaitu : 1. Pelayanan kesehatan Merupakan proses memberikan dan mengelola masukan di dalam kegiatan produksi jasa kesehatan yang terjadi dalam suatu tatanan organisasi tertentu. Kesemuanya itu mengarah kepada dilakukannya serangkaian intervensi terhadap masalah-masalah kesehatan yang ada. Dalam hal ini, unsure penting yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara pemberi pelayanan dengan pengguna/pembeli pelayanan, akuntabilitas pemberi pelayanan, manajemen yang dipraktikkan oleh masing-masing pemberi pelayanan, dan hubungan antara berbagai pemberi pelayanan yang ada. 2. Pembiayaan kesehatan Adalah proses penarikan dana dari sumber dana (primer, yaitu rumah tangga atau perusahaan, maupun sekunder, yaitu pemerintah dan lembaga-lembaga donor), penghimpunan dana tersebut di badan-badan tertentu, dan pengalokasian dana untuk kegiatan-kegiatan para pemberi pelayanan. 3. Sumber daya kesehatan Tidak hanya berupa dana, tetapi juga tenaga kesehatan, obat, peralatan kesehatan, prasarana dan sarana kesehatan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan. Pengembangan sumber daya kesehatan melibatkan berbagai organisasi yang menghasilkan sumber daya tersebut, seperti lembaga pendidikan tenaga kesehatan, industri farmasi, lembaga penelitian kesehatan, dan lainlain.

4. Pengawasan dan pengarahan Adalah fungsi yang harus dipegang oleh aparat pemerintah yang bertanggung jawab di bidang kesehatan. Pengawasan dan pengarahan ini pada hakikatnya terdiri atas penetapan kebijakan. Sistem kesehatan Nasional (SKN) adalah suatu tatanan yang mencerminkan upaya bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan mencapai derajat kesehatan yang optimal sebagai perwujudan kesejahteraan umum seperti yang dimaksud dalam Pembukaan UUD 1945.( SK Menkes RI,No.99a/MenKes.SK/III/1982) a. Kebijakan-Kebijakan Sistem Kesehatan Nasional SKN yang merupakan wujud dan metode penyelenggaraan pembangunan kesehatan adalah bagian dari Pembangunan Nasional. Dengan demikian landasan SKN adalah sama dengan landasan Pembangunan Nasional. Secara lebih spesifik landasan tersebut adalah: 1. Landasan idiil yaitu Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 2. Landasan konstitusional yaitu UUD 1945, khususnya: a. Pasal 28 A: setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. b. Pasal 28 B ayat (2) : setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang. c. Pasal 28 C ayat (1): setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. d. Pasal 28 H ayat (1) : setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, dan ayat (3); setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat. e. Pasal 34 ayat (2) : negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan, dan ayat (3); Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Sistem Kesehatan Nasional tahun 2004 menggariskan bahwa untuk masa mendatang, apabila sistem jaminan kesehatan nasional telah berkembang, pemerintah tidak lagi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) strata pertama melalui puskesmas. Penyelenggaraan UKP akan diserahkan kepada masyarakat dan swasta dengan menerapkan konsep dokter keluarga, kecuali daerah yang terpencil. Mengatur pelayanan praktek kedokteran keluarga:

a. Mengatur sumber daya menjadi manajer, kepemimpinan efektif dan motivasi b. Mengatur fasilitas dan perlengkapan prinsip manajemen suplai dan penyimpanan c. Mengatur informasi, yaitu medical records, kerahasiaan, dan komputerisasi d. Mengatur pembiayaan, termasuk managed care Mengerti konsep manage care e. Mengatur kualitas b. Prinsip Dasar SKN Prinsip dasar SKN adalah norma, nilai dan aturan pokok yang bersumber dari falsafah dan budaya Bangsa Indonesia, yang dipergunakan sebagai acuan berfikir dan bertindak dalam penyelenggaraan SKN. Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi: 1. Perikemanusiaan Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.Terabaikannya pemenuhan kebutuhan kesehatan adalah bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Tenaga kesehatan dituntut untuk tidak diskriminatif serta selalu menerapkan prinsip-prinsip perikemanusiaan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan. 2. Hak Asasi Manusia Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip hak asasi manusia. Diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku, golongan, agama, dan status sosial ekonomi. Setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. 3. Adil dan Merata Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip adil dan merata. Dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, perlu diselenggarakan upaya kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata, baik geografis maupun ekonomis. 4. Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Setiap orang dan masyarakat bersama dengan pemerintah berkewajiban dan bertanggung-jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus berdasarkan pada kepercayaan atas kemampuan dan kekuatan sendiri serta kepribadian bangsa dan semangat solidaritas sosial dan gotong royong.

5. Kemitraan Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip kemitraan. Pembangunan kesehatan harus diselenggarakan dengan menggalang kemitraan yang dinamis dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat termasuk swasta, dengan mendayagunakan potensi yang dimiliki. Kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat termasuk swasta serta kerjasama lintas sektor dalam pembangunan kesehatan diwujudkan dalam suatu jejaring yang berhasil-guna dan berdaya-guna, agar diperoleh sinergisme yang lebih mantap dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya. 6. Pengutamaan dan Manfaat Penyelenggaraan SKN berdasarkan pada prinsip pengutamaan dan manfaat. Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan lebih mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan perorangan maupun golongan. Upaya kesehatan yang bermutu dilaksanakan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta harus lebih mengutamakan pendekatan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pembangunan kesehatan diselenggarakan secara berhasilguna dan berdayaguna, dengan mengutamakan upaya kesehatan yang mempunyai daya ungkit tinggi agar memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat beserta lingkungannya. c. Subsistem SKN 1. Subsistem Upaya Kesehatan Upaya kesehatan diselenggarakan dengan upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan. 2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan Pembiayaan kesehatan bersumber dari berbagai sumber, yakni: Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri.Pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat merupakan public good yang menjadi tanggung-jawab pemerintah, sedangkan untuk pelayanan kesehatan perorangan pembiayaannya bersifat private, kecuali pembiayaan untuk masyarakat miskin dan tidak mampu menjadi tanggung-jawab pemerintah 3. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan Sumber daya manusia kesehatan yang mencukupi dalam jumlah, jenis dan kualitasnya,serta terdistribusi secara adil dan merata, sesuai tututan kebutuhan pembangunan kesehatan.Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan meliputi: 1) perencanaan kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan, 2) pengadaan yang meliputi pendidikan tenaga kesehatan dan pelatihan SDM Kesehatan, 3) pendayagunaan SDM Kesehatan, termasuk peningkatan kesejahteraannya, dan 4) pembinaan serta pengawasan SDM Kesehatan a. Subsistem Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Makanan

Subsistem kesehatan ini meliputi berbagai kegiatan untuk menjamin: aspek keamanan,khasiat/ kemanfaatan dan mutu sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan yang beredar; ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan obat, terutama obat esensial; perlindungan masyarakat dari penggunaan yang salah dan penyalahgunaan obat; penggunaan obat yang rasional; serta upaya kemandirian di bidang kefarmasian melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri. b. Subsistem Manajemen dan Informasi Kesehatan Subsistem ini meliputi: kebijakan kesehatan, administrasi kesehatan, hukum kesehatan, dan informasi kesehatan. Untuk menggerakkan pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan manajemen kesehatan. Peranan manajemen kesehatan adalah koordinasi, integrasi, sinkronisasi, serta penyerasian berbagai subsistem SKN dan efektif,efisien, serta transparansi dari penyelenggaraan SKN tersebut. c. Subsistem Pemberdayaan Masyarakat Sistem Kesehatan Nasional akan berfungsi optimal apabila ditunjang oleh pemberdayaan masyarakat. Masyarakat termasuk swasta bukan semata-mata sebagai sasaran pembangunan kesehatan, melainkan juga sebagai subjek atau penyelenggara dan pelaku pembangunan kesehatan. meliputi pula upaya peningkatan lingkungan sehat oleh masyarakat sendiri. Bentuk pokok sistem kesehatan nasional 1. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) a. UKM strata pertama Yang dimaksud dengan UKM strata pertama adalah UKM tingkat dasar, yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada masyarakat. Ujung tombak penyelenggara UKM strata pertama adalah Puskesmas yang didukung secara lintas sektoral dan didirikan sekurang-kurangnya satu di setiap kecamatan. Puskesmas bertanggung jawab atas masalah kesehatan di wilayah kerjanya. Terdapat tiga fungsi utama Puskesmas, yakni sebagai (1) pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, (2) pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan dan (3) pusat pelayanan kesehatan tingkat dasar. Sekurang-kurangnya ada enam jenis pelayanan tingkat dasar yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas, yakni promosi kesehatan, kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular dan pengobatan dasar. Peran aktif masyarakat dan swasta dalam penyelenggaraan UKM strata pertama diwujudkan melalui berbagai upaya yang dimulai dari diri sendiri, keluarga sampai dengan upaya kesehatan bersama yang bersumber masyarakat (UKBM). Pada saat ini telah berhasil dikembangkan berbagai bentuk UKBM seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat Desa, Pos Upaya Kesehatan Kerja dan Dokter Kecil dalam Usaha Kesehatan Sekolah.

b. UKM strata kedua Yang dimaksud dengan UKM strata kedua adalah UKM tingkat lanjutan, yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. Penanggung jawab UKM strata kedua adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang didukung secara lintas sektoral. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mempunyai dua fungsi utama, yakni fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan. Fungsi manajerial mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan di kabupaten/kota. Fungsi teknis kesehatan mencakup penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat lanjutan, yakni dalam rangka melayani kebutuhan rujukan Puskesmas. Untuk dapat melaksanakan fungsi teknis kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dilengkapi dengan berbagai unit pelaksana teknis seperti unit pencegahan dan pemberantasan penyakit, promosi kesehatan, pelayanan kefarmasian, kesehatan lingkungan, perbaikan gizi dan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana. Unitunit tersebut di samping memberikan pelayanan langsung juga membantu Puskesmas dalam bentuk pelayanan rujukan kesehatan masyarakat. Yang dimaksud dengan rujukan kesehatan masyarakat adalah pelimpahan wewenang dan tanggungjawab atas masalah kesehatan masyarakat yang dilakukan secara timbal balik, baik vertikal maupun horizontal. Rujukan kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga aspek yakni, rujukan sarana, rujukan teknologi dan rujukan operasional. c. UKM strata ketiga. Yang dimaksud dengan UKM strata ketiga adalah UKM tingkat unggulan, yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang ditujukan kepada masyarakat. Penanggung jawab UKM strata ketiga adalah Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan yang didukung secara lintas sektoral. Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan mempunyai dua fungsi, yakni fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan. Fungsi manajerial mencakup perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggung jawaban penyelenggaraan pembangunan kesehatan di provinsi/nasional. Fungsi teknis kesehatan mencakup penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat tingkat unggulan, yakni dalam rangka melayani kebutuhan rujukan dari kabupaten/kota dan provinsi. Dalam melaksanakan fungsi teknis kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan perlu didukung oleh berbagai pusat unggulan yang dikelola oleh sektor kesehatan dan sektor pembangunan lainnya. Contoh pusat unggulan yang dimaksud adalah Institut Gizi Nasional, Institut Penyakit Infeksi Nasional, Institut Kesehatan Jiwa Nasional, Institut Ketergantungan Obat Nasional, Institut Promosi Kesehatan Nasional, Institut Kesehatan Kerja Nasional, dan Pusat Laboratorium Nasional, Institut Survailans dan Teknologi

Penyakit dan Kesehatan Lingkungan serta berbagai pusat unggulan lainnya. Pusat unggulan ini di samping menyelenggarakan pelayanan langsung juga membantu Dinas Kesehatan dalam bentuk pelayanan rujukan kesehatan.