Anda di halaman 1dari 30

Struktur Material

Drg. Martha Mozartha M.Si

Pengantar ITMKG

Batasan ITMKG :
Ilmu dan teknologi yang mempelajari struktur, komposisi, sifat dan manipulasi dari material, baik yang menunjang maupun yang diaplikasikan pada jaringan keras dan lunak untuk mengembalikan fungsi dan estetik dalam sistem stomatognatik serta mempelajari peralatan yang digunakan dalam bidang KG.

Tujuan pembelajaran diantaranya..


Menunjang dlm penegakan diagnosa kelainan dan penyakit pada sistem stomatognatik yang berkaitan dengan efek samping dari penggunaan material KG

Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi material KG secara terus menerus

Tujuan pembelajaran diantaranya..


Memahami struktur dan sifat material KG, shg dpt merencanakan material yang akan digunakan dalam tindakan rekonstruksi

mempelajari peralatan yang digunakan dalam bidang KG.

Struktur Material

Tujuan utama perawatan KG mempertahankan atau meningkatkan mutu kehidupan pasien KG

Mencegah penyakit Menghilangkan rasa sakit Memperbaiki efisiensi pengunyahan Meningkatkan pengucapan Memperbaiki estetika

Perawatan gigi Memerlukan penggantian/pengubahan struktur gigi Menggunakan material KG

Struktur atom

Komposisi
Sifat Kinerja

Struktur Atom
- Atom: satuan dasar materi - Niels Bohr: Setiap atom tersusun dari nukleus / inti yg terdiri dari proton yg bermuatan (+) & neutron yg netral, dan dikelilingi oleh partikel bermuatan (-) disebut elektron yang mengitari nukleus dengan putaran yg sangat cepat - Elektron hanya boleh memiliki nilai energi yang spesifik. Energi dapat berubah dengan cara menyerap atau mengeluarkan energi. Maka elektron memiliki energy level atau energy states.

Pada sebagian besar elemen, jumlah elektron = proton -> keseimbangan elektrik dalam struktur atom (muatan (+) dan (-) saling tarik menarik)

Contoh: Atom Hidrogen (elemen paling sederhana)., tdd 1 proton dlm nukleus dan 1 elektron yg berputar pada orbitnya

Atom Tembaga (Cu) yg lebih kompleks, tdd 29 proton dlm nukleus, 29 elektron yg berputar pd orbitnya. Elektron tersusun dlm beberapa lapisan (shell) -> ada pd energy level yg berbeda

Makin besar jarak antara proton dlm nukleus dan elektron di lapisan terluar -> elektron dlm lapisan terluar mengalami gaya tarik menarik yg lebih kecil .

Elektron Bebas
Lapisan terluar hny terisi oleh 1 elektron -> elektron valensi
Bila memperoleh energi yg cukup dari sumber luar , elektron valensi dpt lepas dan menjadi elektron bebas.

Elektron bebas dpt bergerak secara acak dari 1 atom ke atom tetangganya -> non directional ( besarnya sama di semuar arah)

Bila diberi gaya tertentu, gerakan elektron bebas ini dapat diarahkan -> arus listrik.
Material yg memiliki elektron bebas dan memungkinkan terjadinya arus listrik = konduktor

Gaya yg menahan/mengikat atom2 = gaya kohesif

Kekuatan ikatan tsb menentukan sifat fisik material

Dapat diklasifikasikan sbg ikatan primer dan sekunder

Energi ikat pada atom Ikatan antar atom

Primer
Ionik Kovalen Metalik

Sekunder
Ikatan Gaya Van

Hidrogen

der Waals

Energi ikat pada atom


Gmbr. A Ikatan Ionik-> transfer elektron dr elemen (+) ke (-) Gmbr. B Ikatan kovalen->sharing electron Gmbr.C Ikatan metalik->electron sharing dan pembentukan awan elektron yg mengikat atom2

Energi ikat pada atom


Ikatan Ionik
Terjadi karena adanya transfer elektron dari satu atom ke atom yang lain. Ditemukan pada senyawa yang tersusun dari elemen metalik dan nonmetalik. Atom elemen metalik mentransfer elektron valensi ke atom nonmetalik -> tiap atom mencapai kestabilan konfigurasi dan menjadi bermuatan. Atom yang bermuatan disebut ion. Bersifat nondirectional, di mana ikatan yang terjadi sama besarnya di semua arah. Merupakan hasil dari gaya tarik-menarik coulombic, yaitu ion (+) dan ion (-) saling tarik menarik. Contoh : Na+Cl-

Energi ikat pada atom


Ikatan Kovalen
Kestabilan konfigurasi elektron dicapai dengan atom yang berdekatan saling berbagi elektron valensi. Sifatnya directional, di mana ikatannya hanya terjadi pada atom yang spesifik dan hanya terjadi dalam arah antara kedua atom yang saling berbagi.

Jumlah ikatan kovalen yang mungkin terjadi tergantung pada jumlah elektron valensi. Contoh: ikatan intramolekul (polimer) -> hidrokarbon Setiap atom C memiliki 4 elektron yg dpt berikatan scr kovalen, setiap atom H hanya memiliki 1 elektron.

Energi ikat pada atom


Ikatan Metalik
Ditemukan pada logam dan alloy. Atom saling berbagi valence electron dan sifatnya nondirectional Material metalik memiliki 1, 2 atau 3 valence electron

Ikatan Sekunder
Terjadi krn variasi muatan antara molekul -> adanya gaya polarisasi yg menarik molekul2 Cnth: Ikatan Hidrogen
Contoh: ikatan antara molekul air (H2O) -Ikatan antara atomO dan H = kovalen (saling berbagi elektron) -Ikatan antara molekul = sekunder, krn terbentuk akibat perbedaan muatan kutub antara kedua molekul

Ikatan Sekunder
Gaya Van der Waals -Gaya van der Waals jauh lebih lemah dibanding ikatan kovalen dan ionik -Elektron dapat bergerak-> medan elekrostatik di sekitar atom dapat berubah-ubah -> muatannya kadang (+) kadang (-) -> polaritas berfluktuasi - polaritas kutub yang berubah-ubah menarik 2 kutub serupa lainnya gaya antar atomik ini sangat lemah
Contoh: ikatan antara molekul hidrokarbon

Material Padat Kristalin


Dental material: tdd berjuta unit yg tdd atom/molekul

Material Kristalin

atom berada pada susunan yang teratur & berulang shg pada saat solidifikasi atom-atom akan memposisikan diri dalam pola 3-dimensi yang repetitif , di mana tiap atom terikat dengan atom tetangganya>membentuk lattice/kristal Cnth: amalgam, cast alloy, keramik alumina, keramik zirkonia, logam KG

Sel Unit
Merupakan unit struktur dasar dari struktur kristal dan menggambarkan struktur kristal secara keseluruhan dengan geometrinya dan posisi atom di dalamnya.

Struktur Logam
Struktur kristal/lattice yg paling sering ditemukan pada logam, yaitu : - Face-centerded cubic (Fcc) - Body-centered cubic (Bcc) - Hexagonal close packed (Hcp)

Body-centered cubic Face-centered cubic

Hexagonal

Model dari kristal BCC

Material Padat Non Kristalin


Amorf, atom tdk tersusun secara sistematis dan berulang. Struktur atom/molekulnya relatif kompleks. Atomnya tersusun dlm short-range order Contoh bahan KG yang memiliki struktur nonkristalin Resin Komposit

Material solid non kristalin tidak memiliki temperatur cair tertentu, tetapi perlahan-lahan melunak begitu temperatur ditingkatkan.

Temperatur dimana tiba-tiba koefisien ekspansi termal meningkat sehingga menunjukkan peningkatan mobilitas molekul Temperatur Transisi Kaca (Tg)
Contoh bahan KG yang memiliki struktur kaca Resin Sintetik KG

Energi Permukaan
Energi pd permukaan suatu material > di bagian dalam Di bagian dalam kristal/lattice-> seluruh atom tarik-menarik secara seimbang antara satu sama lain, jarak interatom sama, energi minimal Di permukaan lattice -> energi besar, atom terluar tdk berikatan secara seimbang di semua arah (lihat gambar berikut)

Energi Permukaan
Atom bagian dalam (A) saing berikatan satu sama lain Atom permukaan B bebas membentuk ikatan dgn atom/molekul lain yg mendekati bagian permukaan

Struktur Polimer
Polimer adalah material organik. Sebagian besar bahan organik adalah hidorkarbon (tdd H dan C)

Ikatan intramolekulnya adalah kovalen, ikatan antara molekul adalah ikatan hidrogen dan Van der
Waals. Setiap atom C memiliki 4 elektron yg dpt berikatan scr kovalen, sedangkan setiap atom H hanya memiliki 1 elektron. Single bond CH4 double bond C=C triple bond CC

Isomerisme --> senyawa hidrokarbon dgn komposisi yg sama, susunan --> sifat Unsaturated (tidak semua atomdgn C terikat denganatom 4 atomberbeda lain) fisik akan bergantung pd keadaan isomerik -->
isobutana -12.3 C.
contoh : temp didih normal butana -0.5 C sedangkan

Keramik
Keramik : senyawa antara logam dan non logam. Ikatannya ionik dan/atau ikatan kovalen. Derajat karakter ioniknya bergantung pada keelektronegatifan atom. Keramik memiliki titik lebur tinggi, lebih keras dibanding bahan-bahan lain, dan tahan thdp perubahan2 kimia. Tidak memiliki atom bebas penghantar panas yg buruk Secara elektris, kristal harus netral yaitu seluruh kation (yg bermuatan +) hrs diimbangi dgn jumlah anion (yg bermuatan -) dgn jmlh yg sama Rumus kimia senyawa menunjukkan rasio kation/anion, atau komposisi yg mencapai keseimbangan muatan. (Cnth CaF2, tiap ion kalsium memiliki muatan +2, tiap ion fluor bermuatan -1, jadi dalam senyawa CaF2 tdpt 2 ion F)

Defek struktural
1. Point defects
Vacancy (kekosongan) ada atom yang hilang pada struktur kristal.
kekosongan ini tidak selalu terjadi karena faktor kimia, tapi dapat terjadi karena vibrasi termal atom dalam padatan di atas temperatur nol absolut.

Interstitial ada atom yang menempati ruang interstitial dalam struktur atom yang sempurna.

Vacancy

Interstitial

Defek struktural
2. Linear defects/ dislokasi
Terutama berkaitan dengan deformasi mekanis. Dislokasi adalah defek linear atau satu dimensi di mana ada susunan atom yang tidak sejajar, dan terdapat distorsi lattice. Di daerah yang jauh dari garis dislokasi, lattice kristal

Dislokasi Tepi