Anda di halaman 1dari 205

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Setelah terjadinya perubahan Undang-Undang Dasar 1945

wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sebagai pe egang kekuasaan pe bentuk undang-undang! e iliki "ungsi politik

yang sangat strategis yaitu sebagai le baga penentu arah kebijakan ketatanegaraan e berikan Republik harapan #egara bagi Indonesia$ terjadinya Dengan perubahan re"or asi enuju e iliki

besar

penyelenggaraan negara yang lebih de okratis! transparan! dan

akuntabilitas tinggi serta terwujudnya good governance dan adanya kebebasan berpendapat$ Se uanya itu diharapkan akin endekatkan

bangsa pada pen%apaian tujuan nasional sebagai ana terdapat dala Pe bukaan Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945$ Untuk itu gerakan re"or asi diharapkan perubahan sehingga a pu endorong

ental bangsa Indonesia! baik pe i pin a pu enjadi bangsa yang enganut dan

aupun rakyat enjunjung tinggi

nilai-nilai kebenaran! keadilan! kejujuran! tanggung jawab! persa aan! serta persaudaraan$

' (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara *(P)#+ uta a pe erintah untuk erupakan alat

ensejahterakan rakyatnya dan sekaligus alat

pe erintah untuk pengelolaan perekono ian negara$ Sebagai alat pe erintah! (P)# bukan hanya juga enyangkut keputusan ekono i na un konteks ini! DPR dengan hak

enyangkut keputusan politik$ Dala

legislasi! (nggaran dan pengawasan yang di ilikinya perlu lebih berperan dala se%ara e"ekti" engawasi (P)# sehingga (P)# benar-benar dapat enjadi instru en untuk ensejahterakan rakyat dan

pengelolaan perekono ian negara dengan baik$g Pengelolaan keuangan diatur dala Pasal ', Undang-Undang )ab -III$ .leh

Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945 dala karena itu! dapat dipaha i ru usan pasal yang

engatugr keuangan

negara disusun sangat singkat$ #a un! ini tidak berarti pasal tersebut tidak Dala engandung akna se%ara "iloso"is! yuridis! aupun historis

pasal ',$ Undang-undang Dasar #egara Republik Indonesia e berikan pe aha an "iloso"i

&ahun 1945 /onsepsi keuangan #egara

yang tinggi terhadap kedudukan keuangan #egara yang ditentukan (P)# sebagai bentuk penjel aan kedaulatan$ Dengan de ikian hakekat publi% re0enue dan e1penditure keuangan #egara dala erupakan kedaulatan$ Pada waktu itu khususnya (P)# adalah

engenai keuangan!

benar-benar berdasarkan kepentingan penyelenggaraan #egara dan

, bangsa! tanpa engandung nuasa politik partai tertentu! apalagi

kepentingan golongan yang haus kekuasaan$ Pasal 1 ayat *,+ Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945! berarti negara enegaskan #egara Indonesia adalah #egara 2uku e iliki tanggung jawab untuk ewujudkan tujuannya

berupa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia$ /endala yang dihadapi adalah bagai ana %ara e peroleh pe biayaan yang

dibenarkan oleh huku ! untuk

erealisasikan tujuan tersebut$ .leh erupakan su ber UUD #egara

karena itu! yang terkait dengan keuangan negara huku konstitusional sebagai ana di aksud dala

Republik Indonesia 1945 adalah sebagai berikut$3 Pasal ', (yat *1+3 (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan Undang-Undang dan

dilaksanakan se%ara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar ke ak uran rakyat$ (yat *'+3 Ran%angan Undang-Undang (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersa a DPR dengan e perhatikan

perti bangan DPD$ (yat *,+3 (pabila DPR tidak enyetujui Ran%angan Undang-

Undang (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara

4 yang diusulkan oleh Presiden! pe erintah

enjalankan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara tahun lalu$ Pasal ', ayat *1+ tersebut ana dala e iliki hak begrooting DPR yang

hal penetapan pendapatan dan belanja negara kedudukan enunjukan se%ara

DPR lebih kuat daripada pe erintah yang artinya "iloso"is yuridis! hal ini

erupakan tanda dari kedaulatan rakyat$ Dengan

de ikian konsepsi keuangan negara! hakekat (P)# adalah kedaulatan rakyat yang dia anatkan kepada DPR$ 2al ini berarti titik berat tujuan anggaran negara erupakan autorisatie dari volkvertegenwoordiging engadakan pengeluaran atau pe biayaan$ a%tiging berarti harus ada e beri

kepada pe erintah untuk Dengan

enyatakan (P)# adalah

tanggung jawab yang selayaknya diberikan kepada yang a%htiging Dala

Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia

&ahun 1945 kuasa diberikan kepada DPR untuk dilaksanakan oleh pe erintah oleh sebab itu pe erintah dala e pertanggungjawabkan kepada DPR$ /arena itu pe erintah dala de okrasi suatu negara yang enganut paha pelaksanaan (P)# harus

engajukan Ran%angan Undang-Undang (nggaran Pendapatan

)elanja #egara yang telah disusunnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat guna e peroleh pe bahasan dan pengesahan$ 4ekanis enya adalah enya paikan a anat anggaran * budget

sebagai berikut 3 Pe erintahan

5 message+ kepada Dewan Perwakilan Rakyat biasanya dala paripurna dewan tersebut beberapa bulan sebelu bersangkutan tiba$ Dala a anat itulah pe erintah suatu sidang

tahun anggaran yang enjelaskan progra

kerjanya untuk tahun anggaran yang akan datang disertai argu entasi engapa progra tersebut diputuskan untuk dilaksanakan! berapa biayanya

serta su ber-su ber dan perkiraan ju lah peneri aan$ Segera setelah Pe erintah enya paikan Ran%angan Undang-Undang (nggaran elalui

Pendapatan )elanja #egara tersebut! Dewan Perwakilan Rakyat ko isi-ko isi yang terdapat didala nya endala $ Sangat Perwakilan Rakyat ungkin dala elalui enjadi

elakukan pe bahasan yang

pe bahasan yang dilakukan Dewan engundang pejabat

ko isi-ko isinya

pe erintah yang seperti 5

itra kerjanya untuk berbagai kepentingan!

a$ 4enyatukan persepsi tentang pentingnya progra yang akan dilaksaanakan$ b$ 4e inta penjelasan lebih lanjut tentang rin%ian anggaran yang diajukan$ %$ In"or asi lain yang diperlukan oleh dewan guna enja in bahwa progra pe erintah tersebut benar-benar dikaitkan dengan tujuan negara bangsa yang bersangkutan$ 1 Setelah pe bahasan selesai dilakukan! Ran%angan Undang-Undang (P)# itu disetujui oleh DPR yang dapat disingkat enjadi Undang-Undang (nggaran #egara

enjadi (nggaran #egara yang isinya dan angka-

angkanya dapat sa a dengan yang diajukan oleh pe erintah dala


(6 y (%hir!1978 Masalah Pengurusan Keuangan Negara Suatu Pengantar Teknis ! )uku I )andung3 9- :ulianti! ! hl $ ,4$
1

8 Ran%angan Undang-Undang (nggaran Pendapatan )elanja #egara! tetapi ungkin pula dengan perubahan-perubahan tertentu yang telah disepakati bersa a$ Dengan pengesahan undang-undang yang enjadi pegangan bagi enyelenggarakan

pe erintah dan bahkan seluruh aparat negara untuk berbagai kegiatannya$ (nggaran #egara adalah suatu doku en yang

e uat perkiraan

peneri aan dan pengeluaran serta rin%ian kegiatan-kegiatan di bidang pe erintahan negara yang berasal dari pe erintah untuk jangka waktu satu tahun$ ;u lah peneri aan dan ju lah pengeluaran negara kadangkala diren%anakan dengan %ara beri bang untuk tahun anggaran negara yang bersangkutan$ 2al ini bertujuan untuk ana ke a puan pe erintah engetahui sejauh

engelola anggaran negara sehingga tidak

eni bulkan de"isit terhadap anggaran negara ter aksud$ (nggaran negara yang ditetapkan dala engandung unsur-unsur antara lain 5 1$ '$ ,$ 4$ 5$ Doku en huku yang e iliki kekuatan huku engikat3 Ren%ana peneri aan negara baik dari sektor pajak! bukan pajak! dan hibah3 Ren%ana pengeluaran negara baik bersi"at rutin aupun pe bangunan3 /ebijakan negara terhadap kegiatan-kegiatan di bidang pe erintahan yang e peroleh prioritas atau tidak e peroleh prioritas3 4asa berlaku hanya satu tahun ke%uali diberlakukan untuk tahun anggaran negara ke depan$' bentuk undang-undang

4uha ad Dja"ar Saidi ,2008 Hukum Keuangan Negara ! P&$ Rajagra"indo Persada ;akarta! ! hl $ 1<4

'

7 /eli a unsur anggaran negara di atas tak terpisahkan sehingga erupakan satu kesatuan

engga barkan ke a puan negara dala ewujudkan tujuannya$ Unsur-unsur yang erupakan hal-hal yang bersi"at bernegara$ .leh karena

jangka waktu satu tahun untuk terdapat dala

anggaraan negara

esensial dan tidak dapat dikesa pingkan dala

itu! anggaran negara tidak dapat dipisahkan dengan negara yang bertujuan untuk e ak urkan rakyat terlepas ke iskinan dan

ke eralatan$ Dala rangka ewujudkan good governance dala

penyelenggaraan pe erintah negara guna

endukung keinginan untuk

en%iptakan pe erintah yang bersih! akuntabel dan transparan dala pengelolaan keuangan negara hal ini diatur dala aka DPR e iliki "ungsi-"ungsi dala

pasal '< ( ayat *1+ Undang-Undang Dasar #egara enyatakan DPR e iliki "ungsi

Republik Indonesia &ahun 1945

legislasi! "ungsi anggaran dan "ungsi pengawasan$ Disa ping itu R$Saragih , DPR enurut para ahli huku Indonesia yaitu )intan

e punyai , "ungsi yaitu *1+ "ungsi perundang-

undangan! *'+ "ungsi pengawasan dan *,+ "ungsi pendidikan politik$ =ungsi perundang-undangan en%akup pe bentukan undang-undang

seperti UU Pe ilu! pe bentukan UU tentang (P)#! dan rati"ikasi perjanjian-perjanjian dengan negara lain$ =ungsi pengawasan dijalankan
)intan R$ Saragih1991! Peranan P! "! Periode #$%& dalam Menegakkan Kehidu'an Ketatanegaraan (ang Konstitusional )erdasarkan *ndang+*ndang asar #$,& !penerbit Uni0ersitas Padjadjaran )andung hl 1<> $
,

> untuk engawasi eksekuti" agar ber"ungsi enurut undang-undang yang elalui yang

dibentuk oleh DPR$ =ungsi Pendidikan Politik dilakukan pe bahasan-pe bahasan kebijaksanaan edia pe erintah di DPR

ke udian di uat serta diulas dala

assa sehingga rakyat dapat

engikutinya dan se%ara tidak langsung rakyat dididik ke arah warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya$ (l"ian 4 berpendapat bahwa DPR e punyai 4 "ungsi yaitu *1+ =ungsi ?egislati"! *'+ "ungsi

pengawasan@kontrol! *,+ "ungsi wakil rakyat@penyalur aspirasi dan kepentingan rakyat dan *4+ "ungsi lain-lain$ )#$4arbun 5 enyatakan bahwa DPR e punyai 5 "ungsi yaitu

*1+ )ersa a-sa a dengan presiden )ersa a-sa a dengan presiden

e bentuk undang-undang! *'+ elakukan

enetapkan (P)#! *,+

pengawasan atas pelaksanaan UU! (P)# dan kebijaksanaan pe erintah! *4+ e bahas hasil pe eriksaan atas pertanggung-jawaban keuangan elaksanakan hal-hal yang Pasal

negara yang diberitahukan oleh )P/! dan *5+

ditugaskan oleh 4PR$ /husus untuk "ungsi anggaran! diatur dala

', (yat *,+ Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 19453 (pabila DPR tidak dan )elanja #egara ensetujui ran%angan (nggaran Pendapatan diusulkan oleh Presiden! pe erintah

yang

enjalankan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara tahun lalu$ Disa ping itu perlu ada pengaturan yang en%akup di dala Pasal ,

4 (l"ian A #a6aruddin Sja suddin 199' *eds+$ Masa e'an Kehidu'an Politik -ndonesia ! ;akarta! Rajawali Pers! ! hl $ '9' 5 )#$4arbun!199' P! !- Pertumbuhan dan Perkembangan ! ;akarta! P&$ Bra edia Pustaka Uta a! ! hl $ 177

9 Undang-Undang Republik Indonesia #o or 17 &ahun '<<, tentang /euangan #egara 3 (yat *'+ (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara! perubahan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara! dan

pertanggungjawaban dan pelaksanaan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara setiap tahun perlu ditetapkan dengan undang-undang3 dan (yat *4+ (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara e punyai "ungsi

otorisasi! peren%anaan! pengawasan! alokasi! distribusi! dan stabilisasi$ Untuk e berikan in"or asi engenai perke bangan

pelaksanaan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara pe erintah berkewajiban enya paikan laporan realisasi penggunaan anggaran tiap

se ester anggaran kepada DPR$ In"or asi yang disa paikan dala laporan tersebut enjadi bahan e0aluasi pelaksanaan (nggaran

Pendapatan dan )elanja #egara pada se ester awal dan penyesuaian atau perubahan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara pada se ester berikutnya$ (tas dasar itu negara perlu engikuti aka laporan pertanggung jawaban keuangan

e enuhi prinsip-prinsip tepat waktu dan disusun dengan standar akuntansi pe erintah yang telah ditetapkan Pasal ',C

berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diatur dala (yat *1+ 3 Untuk

e eriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang

keuangan negara diadakan suatu )adan Pe eriksa /euangan negara yang bebas dan andiri$ 2asil dari audit )P/ akan dilaporkan kepada DPR

sebab uang negara tersebut adalah uang rakyat$

1< &erkait dengan pengelolaan anggaran (P)# oleh DPR ulai dari

landasan huku nya yaitu 3 Undang-Undang Dasar 1945 Pasal ', sa pai Pasal ',C dan Undang-Undang #o$ '' &ahun '<<, ;o$ Undang-Undang #o$ '7 &ahun '<<9 tentang Susunan dan /edudukan 4PR! DPR! DPD dan DPRD! Undang-Undang #o$ 1 &ahun '<<4 tentang Perbendaharaan #egara! Undang-Undang #o$ 17 &ahun '<<, tentang /euangan #egara dan Undang-Undang #o$ 15 &ahun '<<, &entang Pe eriksaan dan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban /euangan #egara$

1.2 Rumusan Masalah )erdasarkan uraian di atas aka akan ti bul beberapa

per asalahan yang erat kaitannya dengan judul tesis ini$ (dapun per asalahannya yaitu 5 1$ (pa saja wewenang DPR dala "ungsi enurut Penetapan (nggaran

Pendapatan dan )elanja #egara

Undang-Undang Dasar

#egara Republik Indonesia &ahun 1945 sesuai dengan prinsip-prinsip de okrasi D '$ )agai anakah ekanis e wewenang DPR berkaitan dengan "ungsi

pengawasan terhadap (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara enurut Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945 dala pengelolaan keuangan negara D

11 1.3 Tujuan an Man!aat Penel"t"an 1.3.1 Tujuan Umum Dari penelitian ini dala konseptual atau penetapan pengawas rangka penge bangkan pe ikiran DPR dala

endasar tentang wewenang

dan pengawasan dala bidang

(P)# sebagai salah satu le baga keuangan negara enurut siste

pe erintahan di Indonesia$ 1.3.2 Tujuan #husus )erdasarkan tujuan u u dilaksanakan untuk berikut 5 1$ dala '$ Untuk engetahui dan e aha i su ber wewenang DPR tersebut di atas! penelitian ini

en%apai tujuan yang bersi"at khusus! sebagai

penetapan (P)# Untuk engetahui dan e aha i apakah wewenang DPR

sebagai le baga legislati" sesuai dengan Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia 1945 dala penetapan dan

pengawasan (P)# yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara$

1.$ Man!aat Penel"t"an 4an"aat yang diharapkan dapat di%apai elalui penelitian dengan an"aat akade is

dua pokok per asalahan ini pada hakekatnya yaitu yang bersi"at teoritis dan

an"aat yang bersi"at praktis seperti berikut 5

1' 1$ 4an"aat &eoritis

)agi kepentingan akade is! hasil penelitian ini akan dapat e berikan su bangan untuk penge bangan il u huku khususnya penge bangan huku '$ 4an"aat Praktis pihak tesis ini ber an"aat praktis yang dapat keuangan negara$

Dilain

disu bangkan kepada beberapa indi0idu ataupun le baga yaitu 5 a$ Untuk pengguna praktis adalah sebagai asukan *input+

bagi pihak pe erintah #egara Indonesia agar hasil penelitian nantinya dapat ber an"aat dala dan pe binaan huku $ b$ Untuk pihak Pe erintah Indonesia agar lebih berhati-hati serta %er at dala sehingga tidak enyikapi undang-undang yang dibuat! asalah dike udian hari penge bangan il u huku

eni bulkan sesuatu

teruta a dibidang huku %$ )agi penulis

keuangan negara$ untuk e enuhi pada Progra persyaratan Pas%asarjana

adalah

e peroleh gelar 4agister 2uku Uni0ersitas Udayana )ali$

1.% Lan asan Te&r"t"s 1.%.1 Te&r" Penga'asan

1, Di dala negara de okrasi! enurut 2$?a .de 2usen 8

enyebutkan bahwa di )elanda pengawasan dide"inisikan 5 E$$$$$$$$$$$ as being in.ormed about, cheking, /udging and 'ossibl( redressing the wa( in wich a com'etence has been or will be made use o. *pe beriaan in"or asi! pe eriksaan! e perbaiki sesuai dengan kewenangan+$ Pengawasan dapat diartikan sebagai suatu tindakan untuk en%egah agar sesuatu erugikan perbuatan@keputusan organisasi@pejabat enilai dan ungkin %ara

pe erintah tidak

asyarakat dan bertentangan dengan aturan

yang ada$ Pengawasan ini sangat diperlukan agar perbuatan pejabat publik *pejabat pe erintah+ benar-benar sesuai dengan kebutuhan! ke an"aatan dan sesuai dengan huku yang berlaku! sehingga bisa engurangi

tindakan otoriter dan penyalahgunaan wewenang dari pejabat pe erintah$ Sedangkan pengawasan dala enurut Diana 2ali /oen%oro 7 ! enyebutkan

perspekti" 2(# adalah

en%egah ti bulnya

segala bentuk penyi pangan tugas pe erintahan dari apa yang telah digariskan *pre0enti"+ dan enindak atau e perbaiki

penyi pangan yang terjadi *represi"+$ Pengawasan pada dasarnya diarahkan pada se ua tindakan publik dari pejabat yang berwenang harus sesuai dan berdasarkan
2$?a .de 2usen!'<<5 Hubungan 0ungsi Pengawasan P! engan )adan Pemeriksa Keuangan alam Sistem Ketatanegaraan -ndonesia ! 9-$ Uto o$ )andung! ! 2l $ 94$ 7 S$=$4arbun '<<4 dkk! imensi+ imensi Hukum 1dministrasi Negara ! UII Press ;ogjakarta! ! hl $ '87$
8

14 pada aturan huku yang berlaku dan setiap tindakan atau keputusan e enuhi syarat dan kriteria

yang dia bil oleh otoritas publik harus

bahwa tindakan atau keputusan yang dia bil harus logis dan sah enurut huku telah artinya bahwa wewenang untuk elakukan tindakan

e enuhi persyaratan yang sesuai dengan nilai-nilai tertentu aterial betul-betul dibenarkan oleh huku $

ber an"aat atau se%ara

=ungsi pengawasan pelaksanaan (P)# dilakukan oleh pengawasan "ungsional baik eksternal aupun internal pe erintah$

Pengawasan eksternal dilakukan oleh )adan Pe eriksa /euangan *)P/+ yang enya paikan hasil pengawasannya kepada DPR Se entara itu

pengawasan internal dilakukan oleh inspektorat jenderal@inspektorat uta a pada asing- asing departe en@le baga )adan Pengawas /euangan dan

pe bangunan *)P/P+ pada se ua departe en@le baga *ter asuk )U4#+$ Pengawasan yang dilakukan oleh pengawas internal diatas bersi"at 'ost audit$ Untuk enghindari adanya ke ungkinan penyelewengan erupakan sesuatu yang re'resentati. utlak harus ada! pengawasan aupun eksternal tersebut

oleh DPR atau parle en karena dala siste

government

erupakan kekuasaan asli * original 'ower + parle en$ .leh karena itu sesungguhnya DPR lebih ber"ungsi sebagai pengontrol terhadap kekuasaan pe erintah daripada objek le baga perwakilan rakyat yang e iliki "ungsi legislati"! anggaran dan pengawasan$ =ungsi

15 pengawasan enjadi titik krusial pen%iptaan tata kepe erintahan e perse pit ruang terjadinya

yang baik * good government + karena

perubahan pe erintahan yang ter%ela yang "rekuensinya lebih banyak terjadi dala pe erintah$ Diantara tiga "ungsi DPR aka "ungsi kontrol@pengawasan e iliki banyak enilai

*anggaran! pengawasan! legislasi+

erupakan "ungsi DPR yang sa pai saat ini pena"siran dan perbedaan dala

i ple entasinya ada yang

bahwa pengawasan yang dilakukan pada era perubahan terlalu ketat atau alahan terlalu longgar padahal check and balance dibutuhkan

bagi penyelenggara pe erintah yang baik * good government +$ Dala elaksanakan "ungsi pengawasan terhadap

eksekuti"! DPR juga kurang pro"esional karena

ini nya pendidikan engerti

dan pengetahuan yang di iliki anggota DPR! kurang begitu engenai ko pleknya birokrasi yang ada dala

tubuh eksekuti"

sehingga pengawasan yang dilakukan oleh DPR tidak e"ekti"$ =ungsi birokrasi diharapkan dapat asyarakat se%ara elaksanakan tugas pelayanan kepada arti berdaya guna dan berhasil

aksi al dala

guna$ Sehingga keberadaan pe erintah sebagai penge ong dan pengayo kepentingan asih juga diharapkan banyak berbagai kebutuhan dan

asyarakat

dapat

dipenuhi
>

sebagai ana

estinya se%ara adil! layak! rasional dan pro"esional$


>

(teng Sari"udin!1998 )utir+)utir "agasan tentang Pen(elenggaraan Hukum dan Pemerintah (ang 2a(ak $ P&$ 9itra (ditya )hakti )andung! ! hl $ 1'$

18 Pengawasan yang dilakukan oleh DPR terhadap eksekuti" terkesan hanya "or alitas se ata karena dala pelaksanaan

pengawasan jarang sekali dite ukan penyi pangan atau bahkan tidak ada sa a sekali sehingga dapat dikatakan dengan ini nya

pendidikan dan keahlian yang di iliki oleh DPR bagai ana bisa elakukan pengawasan terhadap eksekuti" yang bisa dikatakan lebih ahli dan e punyai kualitas yang lebih baik daripada anggota DPR$ Dengan di aksud dala de ikian tugas dan wewenang pengawasan

ketentuan ini harus dibedakan dengan tugas di ensi politik

pengawasan yang dilakukan oleh DPR berada dala

sedangkan tugas pengawasan yang dilakukan pengawas "ungsional berada dala di ensi ad inistrasi!jika anggota DPR dianggap

elakukan korupsi akibat huku nya pidana$ 2al ini berarti tugas pengawasan oleh DPR lebih enekankan pada segi hubungan antara

penggunaan kekuasaan oleh eksekuti" dengan kondisi kehidupan rakyat di Indonesia$ &anpa adanya "ungsi pengawasan yang e"ekti" dari DPR perwujudan pe erintah yang bersih dan de okratis akan sulit di%apai! alahan akan engganggu proses pe bangunan dan

penyelenggaraan pe erintah karena penyi pangan banyak terjadi bertolak dari huku dan asih le ahnya pengawasan DPR yang

elatarbelakangi hal tersebut$

17 )erpijak dari hal di atas! jelas "ungsi DPR dala pe erintahan enunjukkan bias dan kabur akan 0isi dan struktur isi DPR

sebagai le baga parle en atas wakil rakyat$ /etidak jelasan DPR dala berperan terhadap siste pe erintahan se%ara genuine

erupakan proble siste

uta a bagi publik dan ketidakjelasan dala

kinerja di tubuh DPR akan berpengaruh le ah sekali terhadap


9

idealis e DPR$ 4enurut Syahrul /iro

F(da beberapa "aktor kenapa siste DPR se akin ele ah 3 Perta a! kele ahan yang sangat parah terletak ketika negara Indonesia enganut pada siste pe bagian kekuasaan *devision o. 'ower + dan pe isahan kekuasaan * se'aration o. 'ower +$ Bagasan yang diusung oleh 4ontesGue yang sesungguhnya paradig a itu tidak kondusi" untuk dii ple entasikan di Indonesia sebab ketika paradig a itu digunakan aka akan terjadi adalah perebutan kekuasaan antara "ungsi legislati"! yudikati" dan eksekuti"! yang ke se ua pada akhirnya "ungsi itu bekerja sendiri-sendiri$ &anpa enguta akan kerjasa a dala e bangun integritas yang tinggi untuk e perbaiki bangsa Indonesia$ /edua! ketika dikaitkan dengan prinsip de okrasi atau kedaulatan dan kekuasaan ada di tangan rakyat aka dala konsep pe isahan dan pe bagian tersebut haruslah dike bangkan pandangan bahwa kedaulatan yang ada di tangan rakyat harus dibagibagi dan dipisah-pisahkan dengan tujuan untuk enjalin kebersa aan$ )ukan ta bah enjalankan "ungsinya sendiri-sendiri sehingga dapat diharapkan ketiga %abang kekuasaan tersebut bisa tetap berada dala keadaan sei bang dan diatur oleh ekanis e hubungan yang saling engendalikan satu sa a lain yang biasa disebut dengan prinsip check and balance $ /etiga! ketiadaan 0isi DPR se%ara kolekti" dala enyela atkan negeri ini dari segala bentuk kapitalis e dan neoliberalis e yang akin enggurita dala bangsa Indonesia erupakan per asalahan yang ulti ko plek$ Selain itu! ereka juga tidaak e punyai konsistensi dan 0isi yang riil tujuan dari anggota DPR$ Ini hanyalah untuk kepentingan politik dan kelo pok dala e perebutkan tahta kursi kekuasaan pe erintahan$ Dengan de ikian para anggota DPR jangan hanya berpikir bagai ana bisa
9

Syahrul /iro !'<1< Melemahn(a .ungsi

P! )ali Post ! Senin 28 3uni0 ! hl $ 8$

1> en%apai kekuasaan$ (kan tetapi! bagai ana %ara engatasi suatu per asalahan negara kita dan enggunakan kekuasaan tersebut untuk e enuhi kepentingan rakyat Indonesia$ /etika seseorang asih engedepankan kepentingan

pribadi dan golongan justru akan

en%iptakan perlawanan dan

pertentangan akan tetapi jika kepentingan tersebut diarahkan kepada kepentingan politik u u aka kehendak tersebut akan enjadi kehendak

yang bisa diteri a oleh rakyat se%ara keseluruhan * res e aha i bagai ana kehendak rakyat aka

'ublica +$ Untuk e inja

istilah Rousseau apa yang disebut dengan vertue e bedakan kepentingan

*keuta aan+ seseorang haruslah dapat

yang si"atnya pribadi dan kepentingan u u $ (tas dasar tersebut untuk pengelolaan le baga negara berdasarkan nilai-nilai de okrasi diperlukan oralitas! ke urnian hati! kejujuran! dan bebas dari rasa

pa rih serta kepentingan tertentu$

1.%.2 Te&r" (e'enang Untuk e pertaja pe bahasan dala nantinya terhadap

per asalahan wewenang DPR anggaran aka dala

penetapan dan pengawasan

sub bahasan ini akan diketengahkan uraian Pengertian "ungsi terkandung wewenang

tentang teori wewenang$

dan tugas$ (gar "ungsi suatu badan dapat terlaksana kepadanya perlu

19 diberikan wewenang dan tugas tertentu! dengan %a%atan bahwa tugas wajib dilaksanakan sedangkan wewenang tidak selalu$ 1< Di ana se%ara teoritik kewenangan@wewenang yang bersu ber dari

peraturan perundang-undangan tersebut diperoleh %ara yaitu atribusi! delegasi dan Philipus 4$ 2adjon! andat$ e bagi %ara

elalui , *tiga+

e peroleh wewenang

atas dua %ara uta a! yaitu 1+ atribusi3 b+ delegasi3 dan kadangkadang juga andat$ 11 (tribusi erupakan wewenang untuk

e buat keputusan * besluit4 yang langsung bersu ber kepada Undang-undang dala sebagai suatu %ara arti aterial$ (tribusi ini dikatakan juga untuk e peroleh wewenang

nor al

pe erintahan$ Dari pengertian tersebut jelas #a pak bahwa kewenangan yang didapat elalui atribusi oleh organ pe erintahan

adalah kewenangan asli! karena kewenangan itu diperoleh langsung dari peraturan perundang-undangan! dengan kata lain dengan atribusi berarti ti bulnya kewenangan baru yang sebelu nya kewenangan itu tidak di iliki oleh organ pe erintah yang bersangkutan$ Delegasi diartikan sebagai penyerahan wewenang untuk e buat besluit oleh

pejabat pe erintahan kepada pihak lain tersebut$ Dengan kata penyerahan! ini berarti adanya perpindahan tanggung jawab dari
($S$S$ &a bunan!199> 0ungsi P! !- Menurut ** #$,& ! Suatu Studi analisis engenai pengaturannya tahun 1988-1997 Disertasi !Sekolah &inggi 2uku 4iliter ;akarta hl 19$$ 1 11 Philipus 4$ 2adjon! '<<5 Pengantar Hukum 1dministrasi Negara -ndonesia Penerbit Bajah 4ada Uni0ersity Press :ogyakarta $
1<

'< yang e beri delegasi * delegans4 kepada yang eneri a delegasi

* delegetaris45 Suatu delegasi harus e enuhi syarat-syarat tertentu antara lain 5

a$ Delegasi harus de"initi0e! artinya delegans tidak dapat lagi enggunakan sendiri wewenang yang telah dili pahkan itu$ b$ Delegasi harus berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan artinya delegasi hanya di ungkinkan kalau ada ketentuan untuk itu dala peraturan perundang-undangan$ hubungan hirar%hi

%$ Delegasi tidak kepada bawahan! artinya dala

kepegawaian tidak diperkenankan adanya delegasi$ d$ /ewajiban berwenang e beri keterangan *penjelasan+! artinya delegans untuk e inta penjelasan tentang pelaksanaan

wewenang tersebut$ e$ Peraturan kebijakan * bebudsregel4 artinya delegans e berikan

intruksi *petunjuk+ tentang penggunaan wewenang tersebut$1' Hewenang pe erintah tidak hanya dala rangka eliputi wewenang

elaksanakan tugasnya dan distribusi wewenang kontitusi! pe bentukkan wewenang

uta anya ditetapkan dala

pe erintah didasarkan pada wewenang yang ditetapkan oleh peraturan perundang- undangan DPR e punyai wewenang atribusi asli dala hal

enetapkan Undang-undang$ (P)# Disa ping itu DPR harus


1'

Ibid! hal $ 94$

'1 e perhatikan dan ena pung aspirasi rakyat serta enyuarakan

hati nurani rakyat de i untuk kesejahteraan rakyat Indonesia$ Suwoto kekuasaan 4ulyosudar o dengan enggunakan a%a istilah

enge ukakan bahwa! ada dua

pe berian

kekuasaan yaitu perolehan kekuasaan yang si"atnya atributi" dan perolehan kekuasaan yang si"atnya deri0ati"$ Perolehan kekuasaan se%ara deri0ati" dibedakan atas delegasi dan andat$ 1,

(tribusi adalah pe bentukan dan pe berian wewenang tertentu kepada organ tertentu$ :ang dapat e bentuk wewenang

adalah organ yang berwenang berdasarkan peraturan perundangundangan$ Pe bentukan dan distribusi wewenang teruta a

ditetapkan di dala

konstitusi atau Undang-Undang Dasar #egara RI

tahun 1945$ Pe bentukan wewenang pe erintahan ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan$ Disini terjadi pe berian wewenang baru oleh suatu ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga dilahirkan suatu wewenang baru$ Dengan de ikian! pe bentukan wewenang yang

berdasarkan pada atribusi na pak dari %iri-%iri sebagai berikut 5 a$ 4elahirkan wewenang baru3 b$ Dilakukan oleh suatu badan yang pe bentukkannya berdasarkan pada peraturan perundang-undangan$ ?egislator yang berko peten utuk e berikan atribusi wewenang pe erintahan dibedakan atas original legislator seperti 4PR enetapkan Undang-Undang
Suwoto! 4ulyosudar o!1997 Peralihan Kekuasaan ! /ajian &eoritis dan :uridis &erhadap Pidato #awaskara! ;akarta! P&$ Bra edia Pustaka Uta a! ! hl $ ,9-4>$
1,

'' Dasar #egara RI tahun 1945 dan Presiden bersa a DPR e buat undang-undang dan delegated legislator! seperti Presiden enetapkan peraturan pe erintah yang en%iptakan wewenang pe erintahan kepada organ tertentu$ 14 Delegasi adalah penyerahan wewenang untuk e buat

suatu keputusan oleh pejabat pe erintahan * delegans4 kepada pihak lain * delegetaris + dan wewenang itu enjadi tanggung jawab

delegetaris$ Dengan de ikian! pada delegasi selalu didahului oleh adanya atribusi wewenang$ #a un de ikian! andat dapat terjadi kepada bukan

bawahan! tetapi hal ini baru dianggaap sah apabila 5 a$ pe berian b$ 4andataris andat tersebut3 Hewenang andans3 perundang-undangan itu erupakan au eneri a

wewenang3 sehari-hari dari %$

Peraturan

yang bersangkutan tidak bertentangan dengan bentuk pe berian dari 1$ andat tersebut$ .leh karena itu! unsur-unsur

andat *pe berian kuasa+ adalah 5 2anya e peroleh dapat dilakukan se%ara oleh atributi" organ atau yang oleh

wewenang

pe egang delegasi3
Indroharto!'<<4 *saha Memahami *ndang+*ndang Peradilan Tata *saha Negara ! Sinar 2arapan! ;akarta! ! hl $ 17$
14

', '$ &idak e bawa konsekuensi bagi andataris

untuk bertanggung jawab kepada pihak ketiga! na un dapat diwajibkan untuk e berikan andans3 andans3 laporan atas

pelaksanaan wewenang kepada ,$ 4$

4andataris harus bertindak atas na a

Peli pahan wewenang kepada pihak ketiga hanya atas sei6in andans$ aka harus dibedakan antara

)erdasarkan pada teori itu!

pe bentuk wewenang yang diperoleh se%ara atributi" dengan pe bentuk wewenang yang diperoleh se%ara delegasi$ Dari paparan kerangka teori diatas bahwa pe erintah aka terlihat jelas

e punyai kewenangan yang luas dala enerapkan dan elaksanakan huku aupun penegakan

elaksanakan pe bangunan!

dan peraturan perundang-undangan! pengawasan! huku ! dengan kata lain pe erintah dala sebagai publik ser0i%e harus tunduk

elaksanakan tugasnya pada huku ! sebagai

konsekuensi dari paha /onsep huku

negara yang berdasarkan atas huku $ lain dari negara berdasarkan atas huku dan ter%apainya tujuan

adalah adanya ja inan penegakan huku huku $ Dala penegakan huku

ada tiga unsur yang selalu harus

'4 endapat perhatian! yakni keadilan! ke an"aatan atau hasil guna * doelmatigheid +! dan kepastian huku $ 15 1.%.3 Te&r" Dem&kras" Para ahli di bidang politik dan huku dala e berikan

de"inisi tentang de okrasi ber a%a - a%a $ Istilah de okrasi berasal dari bahasa :unani yang asal katanya adalah demos berarti rakyat dan kratia yang berarti kekuasaan$ Dengan de ikian aka

de okrasi berarti kekuasaan dari rakyat! oleh rakyat dan untuk rakyat$ 4enurut I Dewa Bede (t adja #%! engatakan bahwa 3

Pe erintahan daerah dan .tono i Daerah di Indonesia berdasarkan Pasal 1> Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945 *perubahan ke-'+ didasarkan pada prinsip de okrasi$ Sesuai /a us 2uku Inggris-?atin * )lack6s 2aw ictionar( +! (t adja

engartikan de okrasi sebagai berikut 3 E That .orm o. goverment in which the sovereign 'ower resides in and is, e7ercised b( the whole bod( o. .ree citi8ens directl( or indirectl( throught a sistem o. re'resentation, as distinguished .rom a monarchie, aristocrac(, or oligarch(9 $ *:aitu )entuk pe erintahan yang
15

ana kedaulatan dari keseluruhan

Sudikno 4ertokusu o 199, )ab+bab Tentang Penemuan Hukum ! 9itra (ditya )akti! )andung! ! hl $ 1$ 18 I Dewa Bede (t aja '<<4! Sistem Pemilihan 2angsung dan Pertanggung/awaban Ke'ala aerah ! =akultas 2uku Uni0ersitas Udayana )ali! ! hl $ 11

'5 le baga pe erintah! ditentukan oleh rakyat yang bebas! baik langsung aupun tidak langsung elalui dari siste perwakilan

yang berbeda dengan Sedangkan

onarki! aristokrasi atau oligarki+E$ enurut =ran6 4agins-Suseno S; 17! kelebihan

de okrasi :unani atas tradisi-tradisi de okrasi tadi terletak dala dua hal$ Perta a! ereka enge bangkan suatu siste kele bagaan

%anggih yang se%ara eksplisit didasarkaan pada gagasan kekuasaan di tangan rakyat$ /edua! prinsip de okrasi ereka sadari dan ereka

repleksikan se%ara eksplisit-"iloso"is! dengan dan kontranya serta dengan de okrasi dengan

e perti bangkan pro

e perbandingkan bentuk kenegaraan pe erintahan lain seperti

bentuk-bentuk

kekuasaan satu orang dan kekuasaan di tangan elit$ )erangkat dari teori de okrasi endasarkan kekuasaan enurut atau

pada kehendak rakyat! jika kekuasaan tersebut harus sejalan dengan kehendak rakyat!

enurut )agir 4anan 1> ada dua

pengertian dari kehendak rakyat sebagai berikut 5 1$ tous $ '$ /ehendak sebagian dari rakyat yang dina akan volente /ehendak rakyat seluruhnya yang dina akan volente de

generale $

17 =ran6 4agins-Suseno S;!1995 Mencari Sosok emokrasi ! P&$ Bra edia Pustaka! ;akarta! ! hl $ ,4-,5$ 1> )agir 4anan199'! asar+ asar Perundang+*ndangan di -ndonesia, Indonesia 9o! ;akarta! ! hl $ ,$

'8 (rtinya kehendak rakyat seluruhnya atau volente de tous hanya dipergunakan oleh rakyat seluruhnya sekali saja$ :aitu pada saat #egara hendak dibentuk elalui perjanjian asyarakat$ 4aksud

dari -olente de tous adalah untuk

e berikan sandaran agar

negara dapat berdiri sendiri dengan abadi! karena seluruh rakyat telah enyetujuinya! jika #egara sudah berdiri berdasarkan asyarakat aka persetujuan itu tidak dapat di%abut

persetujuan

ke bali$ /ehendak dari sebagian rakyat atau volente generale elalui keputusan suara terbanyak perlakuan setelah negara sudah berdiri supaya negara bisa berjalan$ De okrasi se%ara singkat diartikan sebagai suatu siste politik

di ana kekuasaan politik berada di tangan rakyat$ Se%ara histories de okrasi sebagai bentuk pe erintahan tu buh perta a kali dala negara kota (thena di :unani antara tahun 45<-'5< s$ $ 4enurut Peri%les! salah seorang negarawan (thena de okrasi e punyai %iri

sebagai berikut 5 pe erintahan oleh rakyat dan partisipasi rakyat se%ara langsung! persa aaan di uka huku ! pengakuan terhadap ke aje ukan

bakat! perhatian! serta pandangan! pengakuan terhadap kebebasan pribadi$19 Csensi de okrasi adalah pengakuan bahwa su ber kedaulatan tertinggi pada suatu negara adalah kehendak rakyat$ Sebagai i ple entasi
Ma/alah :awasan Hukum, H1M dan Politik ! '<<8! Cdisi IIIIII &h$ III 4inggu /edua Dese ber$
19

'7 dari de okrasi! seluruh le baga penyelenggara negara diran%ang! diorganisasi serta dioperasikan sebagai pe egang a anat dan kehendak rakyat dan oleh karena itu bertanggung jawab kepada rakyat se%ara langsung aupun tidak langsung$ ($ 4ukthie =adjar'< enyebutkan bahwa de okrasi

perwujudannya adalah dengan adanya pe erintahan yang bersendikan perwakilan rakyat! kekuasaan dan kewenangannya berasal dari rakyat dan dilaksanakan elalui wakil-wakil serta bertanggungjawab penuh terhadap ensyaratkan adanya pe ilihan u u

rakyat$ .leh karenanya! de okrasi untuk

e ilih wakil-wakil rakyat tersebut yang diselenggarakan se%ara

berkala dan bebas$ Pada hakikatnya bahwa pe erintahan yang de okratis! syarat uta anya harus elibatkan rakyat baik se%ara langsung aupun elalui

wakil-wakil yang telah ditunjuk atau dipilih oleh rakyat politik dala siste pe ilihan u u aupun tersebut$ Dala

elalui partai

enjalankan roda enyususn progra -

pe erintahannya progra

eren%anakan dan

kegiatan dari pe erintah tersebut$ De okrasi e punyai arti penting bagi asyarakat yang asyarakat untuk

enggunakannya sebab dengan de okrasi! hak

enentukan sendiri jalannya organisasi negara dija in$ .leh sebab itu ha pir se ua pengertian yang diberikan untuk istilah de okrasi ini selalu e berikan posisi penting bagi rakyat kendati se%ara operasional
'<

($ 4ukthie =adjar!'<<5 Ti'e Negara Hukum! )ayu 4edia Publising! 4alang! ! hl $ 78

'> i plikasinya di berbagai negara tidak selalu sa a$ De okrasi sebagai dasar hidup bernegara rakyat e beri pengertian bahwa pada tingkat terakhir asalah- asalah pokok yang penilaian kebijakan negara$ ;adi

e berikan ketentuan dala

engenai kehidupannya! ter asuk dala

negara de okrasi adalah negara yang diselenggarakan berdasarkan kehendak dan ke auan rakyat@kedaulatan rakyat$ 4un%ulah berbagai teori tentang bagai ana seharusnya dala enjalankan kedaulatan$ :ang sering dipakai dala ja an odern adalah

de okrasi! pe erintahan yang berdasarkan rakyat$ (ntara rakyat dan kekuasaan negara sehari-hari! la6i nya berke bang atas ' teori! yaitu 5 1$ &eori De okrasi ?angsung ;direct democrac(4 di ana

kedaulatan rakyat dapat dilakukan se%ara langsung dala sendirilah yang '$

arti rakyat

elaksanakan kekuasaan tertinggi yang di ilikinya$

&eori De okrasi tidak langsung ;re'resentative democrac(45 '1 Representasi sangat diperlukan bagi eksistensi otoritas politik di

sa ping beberapa hal pokok lainnya$ )agi para ahli politik tentang kekuasaan! bahwa ia juga sangat tergantung pada beberapa tuntutan lain$ Dan biasanya berhubungan dengan konstitusionalis e5 pe batasan kekuasaan pe erintah dan kebebasan politik warga negara$

' '1

;i ly (sshiddiGie! 200< Struktur Ketatanegaraan -ndonesia Setelah 'erubahan keem'at ** #$,& ,disam'aikan dalam seminar (ang dilakukan oleh )PHN dan =PK=H dan H1M !- $;akarta

'9 /e udian perke bangan le baga perwakilan di duniapun enjadi beraga dan berke bang$ 2al ini sesuai dengan tuntutan 6a an e buat undang-undang$

dan dilekatkan pada kekuasaan

Setelah berke bangnya ide de okrasi yang telah di ulai sejak abad ke 19 aka konsep pe erintahan de okrasi dunia$ Sehingga enjadi suatu trend dan enggunakan

isu global dala

ayoritas negara

de okrasi sebagai siste

politik dan negara

ereka$ Seperti apa yang

dikatakan oleh 4oh 4ah"ud 4D''! pengertian tentang de okrasi selalu

enyebutkan bahwa ha pir se ua e berikan posisi penting bagi

rakyat! kendali se%ara operasional i plikasinya di berbagai negara berbeda-beda artinya se ua negara yang engatasna akan

pe erintahannya

enganut siste

pe erintahan yang de okratis pasti penga bil kebijakannya baik itu aupun se%ara

elibatkan kepentingan rakyat dala

elalui wakil-wakilnya yang ada di le baga perwakilan langsung$ De okrasi

e iliki perjalanan sejarah yang a at panjang!

keberadaan ide tentang de okrasi sudah di ulai 5<> tahun sebelu asehi$ Perjalanan panjang tersebut telah pengantarkan de okrasi sebuah dina ika yang berkelanjutan! bere0olusi anusia yang sesuai enuju dengan

perke bangan 6a an dan kebutuhan para

enggunakan$

4oh$ 4ah"ud$ 4D! 1999! Hukum dan Pilar+Pilar :ogyakarta! ! hl $ 7$

''

emokrasi ! Ba a 4edia!

,< Sri Su antri',! elihat De okrasi dala dua segi yaitu yaitu

De okrasi 4ateriial dan De okrasi =or al$ De okrasi dala arti 4ateriial adalah de okrasi yang diwarnai

oleh "alsa"ah atau idiologi yang dianut loeh suatu bangsa atau negara perbedaan dala de okrasi yang dianut oleh asing- asing negara de okrasi ini$

enunjukkan adanya perbedaan yang

endasar dala

.leh karena itu dikenal dengan De okrasi Pan%asila$ De okrasi &erpi pin$ De okrasi ?iberal$ De okrasi Sosialis$ De okrasi Rakyat dan De okrasi Sentralistik$ De okrasi dala arti "or al engala i perke bangan yaitu

dari De okrasi langsung$ Sebagai ana pernah dilaksanakan dala #egara /ota *>it( State+ di :unani kuno! enjadi De okrasi tidak

langsung De okrasi tidak langsung juga dina akan De okrasi Perwakilan yaitu de okrasi yang dilakukan oleh wakil-wakil rakyat yang duduk dala le baga@badan perwakilan rakyat$ akna enurut Sri

De okrasi dapat diartikan dengan dua Su antri yaitu De okrasi 4ateriial!

akna pengertian itu sendiri

*Pe erintahan dari dan oleh rakyat+ yang dipengaruhi oleh "alsa"ah negara dan De okrasi =or al dala arti pelaksanaannya *yaitu De okrasi

langsung dan De okrasi perwakilan+

Sri Su antri! 199' , )unga !am'ai Hukum Tata Negara -ndonesia ! (lu ni! )andung! 2l 9-1<$

',

,1 ("an Ba"ar'4 e berikan pe aha an tentang de okrasi erupakan sesuatu yang

enjadi dua yaitu De okrasi #or ati" yaitu

ideal hendak dilakukan oleh sebuah negara! yang diterje ehkan dala konstitusi asing- asing negara yang enguta akan unsur-unsur dan

prinsip-prinsip dari suatu pe erintahan yang de okratis dan De okrasi C pirik yang enguta akan pengaruh terjadinya atau terselenggaranya

pe erintahan yang de okratis tersebut$ Dala e berikan pe erintah syarat yang endi"inisikan suatu de okrasi dapat yaitu dala dikatakan Perta a arti nor ati"

negara

elaksanakan (danya

de okratis

(kuntasi@pertanggungjawaban bagi setiap pejabat pe erintah$ /edua! (danya rotasi kekuasaan artinya kekuasaan tidak di onopoli oleh orangorang atau golongan tertentu untuk sela anya akan tetapi adanya periodesasinya untuk dilakukan pergantian pe egang kekuasaan tersebut$ /etiga! (danya rekruit en politik yaang terbuka artinya peluang untuk enduduki suatu jabatan dala kekuasaan tersebut bagi se ua orang$

/ee pat! (danya pe ilu yang teratur setiap warga negara suadah dewasa berhak untuk e ilih dan dipilih jabatan politik$ /eli a! 4asyarakat enyatakan pendapat! hak enik ati pers yang

enik ati hak-hak dasar &eruta a 2ak untuk

untuk berku pul dan berserikat! serta hak untuk bebas dari tekanan penguasa$

("an Ba"ar! '<<'! Politik -ndonesia Transisi Menu/u Pelajar! :ogyakarta! 2l $ ,

'4

emokrasi ! Pustaka

,' 4enurut &ho as 4eyer'5 enyatakan de okrasi perwakilan e per%ayakan sepenuhnya penga bilan keputusan di tingkat parle en oleh wakil-wakil yang dipilih$ De okrasi langsung akan engalihkan sebanyak ungkin keputusan kepada rakyat yang berdaulat isalnya elalui plebisit! re"erendu ! jajak pendapat rakyat dan keputusan rakyat atau enge balikan sebanyak ungkin keputusan ke tingkat ko unitas lokal$ Pada suatu negara yang luas peluang diterapkannya de okrasi langsung sangat terbatas$ Sidang paripurna yang enghadirkan seluruh rakyat tidak ungkin dilakukan$ Plebisit hanya dapat dilakukan untuk beberapa per asalahan dan hanya dengan e persiapkan waktu yang %ukup untuk sebagian besar penga bilan keputusan pada tingkat regional dan nasional yang dapat dilakukan hanyalah de okrasi perwakilan$ &etapi de okrasi perwakilan urni sering kali enunjukkan ke%endrungan engabaikan kehendak rakyat dan e persulit identi"ikasi serta partisipasi politik rakyat$ Dala banyak kasus pengala an e buktikan bahwa ko binasi %erdas antara de okrasi perwakilan dan ele en-ele en de okrasi langsung yang rele0an sangatlah ber an"aat$ Untuk per asalahan tertentu sudah diru uskan se%ara akurat dan terdapat etode yang terstruktur se%ara jelas untuk enanyakan pendapat rakyat! re"erendu dapat dilakukan$ Selain itu ada juga ke ungkinan untuk pe buatan sebanyak ungkin keputusan pada tingkat ko unitas lokal$ &ugas dan wewenang yang dijalankan oleh setiap le baga perwakilan rakyat di dunia adalah sebagai berikut 5 1$ Sebagai le baga perwakilan rakyat yang

engawasi jalannya pe erintahan yang dilakukan oleh pe egang kekuasaan eksekuti" agar kekuasaan pe erintah tidak enindas

rakyat sehingga kekuasaan tidak dijalankan se%ara sewenangwenang$ '$ Sebagai pe egang kekuasaan legislati" untuk enjalankan keinginan rakyat dan diinterprestasikan dala

&ho as 4eyer!'<<, emokrasi ;Sebuah Pengantar *ntuk =riedri%h-Cbert-Sti"tung! /antor Perwakilan Indonesia! ! hl $ 1,-14$

'5

Penera'an4 !

,, undang-undang dan juga sebagai pe buat undang-undang dasar * su'reme legislative bod( o. some nations +$ '8 1.%.$ #&nse) Anggaran Pen a)atan an Belanja Negara :ang di aksud dengan anggaran * budget + adalah suatu da"tar atau pernyataan yang terperin%i tentang peneri aan dan waktu tertentu yang

pengeluaran negara yang diharapkan dala

biasanya adalah satu tahun$ (da anggaran yang disusun berdasarkan atas tahun kalender yaitu ulai tanggal 1 (pril dan tutup pada

tanggal ,1 4aret sa pai tahun yang berikutnya! tetapi ada pula yang tidak di ulai pada tanggal 1 januari dan diakhiri pada tanggal ,1 Dese ber Sejak tahun 1989$ (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara di Indonesia

di ulai pada tanggal 1 januari dan tutup pada tanggal ,1 Dese ber dari tahun yang bersangkutan$ )iasanya le baga eksekuti" yang e persiapkan ren%ana peneri aan dan pengeluaran@belanja

ter asuk pos-posnya ke udian diajukan kepada le baga legislati" untuk diperti bangkan dan ke udian diputuskan serta ditetapkan sebagai undang-undang$ Dala UUD #RI 1945 Presiden

enetapkan setelah

(nggaran Pendapatan dan belanja negara *(P)#+

endapat persetujuan DPR$

'8

-bid hl

15

,4 Pada pokoknya anggaran harus en%er inkan politik aupun

pengeluaran pe erintah yang rasionil se%ara kuantitati" se%ara kualitati" sehingga akan terlihat bahwa 5 1$

(da pertanggungjawaban atas pungutan pajak dan pungutan isalnya untuk e perlan%ar proses

lainnya oleh pe erintah! pe bangunan ekono i$ '$

(danya hubungan yang erat antara "asilitas penggunaan

dana dan penarikannya$ ,$ (danya pola pengeluaran pe erintah yang dapat dipakai enentukan pola peneri aan enentukan pula tingkat

sebagai perti bangan didala pe erintah yang pada akhirnya distribusi penghasilan dala

perekono ian$ '7 endapatkan landasan

Dengan adanya re"or asi tersebut huku

yang kuat dengan telah disahkan UU RI #o or 17 &ahun

'<<, &entang /euangan #egara! UU RI #o or 1 &ahun '<<4 &entang Perbendaharaan #egara! UU RI #o or 15 &ahun '<<4 &entang Pe eriksaan Pengelolaan dan &anggung jawab /euangan #egara dan UU RI #o or 15 &ahun '<<8 &entang )adan Pe eriksaan /euangan #egara$ Sebelu Undang-Undang tersebut diundangkan aturan yang asih
dan

berlaku untuk Pengelolaan /euangan #egara


Supar oko!'<<, :ogyakarta! ! hl $ 4>
'7

enggunakan
Praktek ! )P=C!

Keuangan

Negara

alam

Teori

,5 peraturan peninggalan pe erintah /olinial )elanda seperti -ndische >om'tabiliteitswet yang lebih dikenal dengan na a I9H Stbl 19'5 #o$4>> yang ditetapkan perta a kali pada tahun 1>84 dan ulai

berlaku tahun 1>87$ Selain I9H ada juga -ndische )edri/venwet *I)H+ Stbl #o$419 jo$ stbl #o$445 dan !eglement ?oorhet 1dministratie. )eheer *I(R+ Stbl$ 19,, #o$,'< Peraturan-peraturan seperti I9H! I(R! I)H dan R()! sengaja di%iptakan dan dibuat oleh pe erintahan /olonial )elanda sebagai penguasa yang enjajah Indonesia saat itu dengan

pendekatan untuk kepentingan #egara )elanda atas Indonesia$ Paradig a negeri jajahan itulah yang sangat kental ewarnai

peraturan-peraturan itu$ /etika diterapkan kepada #egara yang berdaulat dan erdeka seperti Indonesia saat ini! peraturan-

peraturan itu sudah tidak lagi rele0an dan layak dijadikan pedo an pengelolaan keuangan negara$ 4erubah seluruh peraturan diatas dengan peraturan yang berse angat independensi dan tinggi kedaulatan sebuah negara yang Selain itu enjunjung

erdeka dan berdaulat$ aturan-aturan

uatan yang terdapat di dala

kolonial itu sudah tidak rele0an lagi dengan kondisi saat ini! apalagi tingkat ko plekstitas per asalah saat ini jauh lebih tinggi dari asa dulu$ .leh karena itu! walaupun perundang-undangan tetapi se%ara asih berlaku sebagai aturan ateriil sudah tidak dapat

,8 dilaksanakan$ le ahnya siste /ekosongan perundang-undang keuangan ini e buat sela a ini

pengelolaan

negara!

kekosongan itu hanya dilengkapi dengan /eputusan Presiden! yang terakhir diantaranya diatur oleh /eppres #o$4' &ahun '<<' &entang Pedo an Pelaksanaan (P)# dan /eppres #o$>< &ahun '<<, &entang Pengadaan )arang @ jasa Pe erintah$ /eputusan Presiden di dala tata huku tidak terlalu engikat sebagai ana suatu

Undang-Undang$ Dari kele ahan tata huku itulah ke udian enjadi salah satu pengelolaan oneter

penyebab banyaknya praktik penyi pangan dan //# di dala

keuangan negara sela a ini$ Pun%aknya dengan terjadinya krisis pertengahan 1997 yang telah

e porak-porandakan tatanan ekono i yang

telah dibangun dengan susah payah oleh pe erintahan era orde baru ditandai dengan anjloknya rupiah hingga ene bus dari le0el Rp 8<<< ke le0el Rp$

17<<< per satu USD$ /risis berlanjut hingga enjadi krisis ultidi ensional yang ke udian elahirkan era re"or asi$ Inilah yang e berikan

o entu ter%iptanya tata aturan baru dala pengelolaan keuangan negara$ Dengan adanya paket keuangan negara tersebut yang telah eru uskan e pat prinsip dasar pengelolaan negara yaitu5 1$ (kuntabilitas berdasarkan hasil atau kinerja '$ /eterbukaan dala ,$ Pe berdayaan setiap transaksi pe erintah

anajer pro"essional dan

,7 4$ (danya le baga pe eriksaan eksternal yang kuat! pro"essional dan andiri serta dihindarinya duplikasi dala Perubahan pelaksanaan$'>

endasar yang diatur oleh Undang-Undang

#o$17 &ahun '<<, yaitu 5 1$ &entang pengertian dan ruang lingkup dari keuangan negara$ '$ (sas-asas u u pengelolaan keuangan negara$

,$ /edudukan presiden sebagai pe egang kekuasaan pengelolaan keuangan negara$ 4$ Pendelegasian kekuasaan Presiden kepada 4enteri /euangan dan 4enteri @Pi pinan le baga$ 5$ Susunan (P)#@dan (P)D$ 8$ /etentuan (P)D$ 7$ Pengaturan hubungan keuangan antara pe erintah pusat dengan )ank Sentral! pe erintah daerah dan pe erintah@le baga asing$ >$ Pengaturan hubungan keuangan antara pe erintah dengan engenai penyusunan dan penetapan (P)# dan

perusahaan daerah dan perusahaan swasta$ 9$ )adan pengelola dana asyarakat$

1<$ Penetapan bentuk dan batas waktu penya paian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan (P)# dan (P)D$

9$S$& /ansil A 9hristine S$&$ /ansil!'<<8 Hukum Penbendaharaan Negara ! P&$ Pradnya Para ita! ;akarta! ! hl $ ,7$

'>

Keuangan

dan

,> Sedangkan perbendaharaan '<<4 yaitu 5 1$ '$ Penerapan anggaran berbasis kinerja$ Pe berlakuan pengakuan dan perubahan endasar dala dala pengelolaan

negara yang ter%antu

UU #o$ 1 &ahun

pengukuran pendapatan dan belanja negara berbasis akrual$ ,$ perbendaharaan negara$ 4$ Pe berian jasa giro atau bunga atas dana pe erintah yang disi pan pada )ank 9entral$ 5$ ini enjadi instru en Serti"ikat )ank Indonesia yang sela a oneter akan digantikan oleh surat utang 4un%ulnya jabatan "ungsional

negara$ Peru usan keuangan negara yaitu dari obyek keuangan negara akan enggunakan beberapa pendekatan eliputi seluruh hal dan kewajiban

negara yang dapat dinilai dengan uang$ Didala nya ter asuk berbagai kebijakan dan kegiatan yang terselenggara dala bidang "iskal! oneter

dan@atau kekayaan negara yang dipisahkan$ Selain itu! segala sesuatu dapat berupa uang aupun berupa barang yang dapat dijadikan ilik negara

berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut$ Dari subyek keuangan negara eliputi negara dan@atau pe erintah pusat! pe erintah

,9 daerah! perusahan negara@daerah dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara$ /euangan negara dari proses en%akup seluruh rangkaian ulai dari

kegiatan yang terkait dengan pengelolaan obyek diatas

proses peru usan kebijakan dan penga bilan keputusan sa pai dengan pertanggungjawaban$ /euangan negara juga seluruh kebijakan! kegiatan dan hubungan huku eliputi

yang berkaitan

dengan pe ilikan dan penguasaan obyek sebagai ana tersebut diatas untuk penyelenggaran pe erintahan negara$ Dari pendekatan tersebut diatas '<<, enurut UU #o$ 17 &ahun

eru uskan sebagai berikut bahwa 3 /euangan negara adalah

se ua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! serta segala sesuatu baik berupa uang dapat dijadikan aupun berupa barang yang

ilik negara berhubung dengan pelaksanaan hak

dan kewajiban tersebut$ Pengertian (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara *(P)#+ adalah ren%ana keuangan tahunan pe erintah negara yang disetujui oleh DPR *pasal 1 angka 7 UU #o$17 &ahun '<<,+ 4erujuk pasal 1 UU #o$1 &ahun '<<4 &entang Perbendaharaan #egara! (P)# dala 1$ satu tahun (nggaran eliputi 5

2ak pe erintah pusat yang diakui sebagai pena bahan

nilai kekayaan bersih$

4< '$ /ewajiban pe erintah pusat yang diakui sebagai pengurang

nilai kekayaan bersih ,$ Peneri aan yang perlu dibayar ke bali dan atau

pengeluaran yang akan diteri a ke bali! baik pada tahun anggaran yang bersangkutan berikut$ Se ua peneri aan dan pengeluaran negara dilakukan elalui rekening /as U u negara * Pasal 1' (yat *'+ UU #o 1 &ahun '<<4+$ &ahun (nggaran adalah periode pelaksanaan (P)# sela a 1' bulan sejak &ahun '<<<! Indonesia enggunakan tahun kalender sebagai tahun anggaran! yaitu dari tanggal 1 januari sa pai tanggal ,1 Dese ber sebelu nya! tahun anggaran di ulai tanggal 1 (pril sa pai dengan ,1 aret tahun berikutnya$ Penggunaan tahun anggaran ini ke udian dikukuhkan dala UU /euangan #egara dan UU Perbendaharaan #egara *Pasal 4 UU #o$17@'<<, dan Pasal 11 UU #o 1@'<<4+ Sebagai ana ditegaskan dala bagian penjelasan UU #o anaje en dan aupun pada tahun-tahun anggaran

17@'<<,! anggaran adalah alat akuntabilitas!

kebijakan ekono i sebagai "ungsi akuntabilitas! pengeluaran anggaran hendaknya dapat dipertanggungjawabkan dengan

enunjukkan hasil *result + berupa outcome atau setidaknya output dari dibelanjakannya dana-dana publik tersebut$ Sebagai alat dapat e bantu anaje en! siste penganggaran selayaknya untuk e perbaiki

akti"itas

berkelanjutan

e"ekti"itas dan e"isiensi progra instru en kebijakan ekono i!

pe erintah$ Sedangkan sebagai anggaran ber"ungsi untuk

41 ewujudkan pertu buhan dan stabilitas perekono ian! sosial budaya dan huku serta pe erataan pendapatan dala rangka

en%apai tujuan bernegara$ Peranan DPR dala penganggaran dapat dijalankan

berdasarkan "ungsi-"ungsi yang di ilikinya$ )erdasarkan pasal '<( UUD #RI 1945 DPR e punyai tiga "ungsi yaitu "ungsi legislasi!

"ungsi anggaran! dan "ungsi pengawasan$ =ungsi ?egislasi! Dala DPR enetapkan dan enjalankan "ungsi legislasinya$

enyetujui Ran%angan Undang-Undang yang diajukan oleh Peraturan

(nggaran Pendapatan )elanja #egara

pe erintah! proses penetapan itu sendiri diatur dala &ata &ertib DPR RI #o$1 tahun '<<9$ Sebelu enyetujui Ran%angan )elanja #egara se%ara intens dala

enetapkan dan

Undang-Undang (nggaran Pendapatan

yang diajukan oleh pe erintah! DPR terlibat keseluruhan proses penyusunan dan penetapan

sebagai ana telah dijelaskan sebelu nya$ =ungsi (nggaran! berkenaan dengan "ungsi anggaran DPR e punyai hak budget sebagai ana diatur dala UUD #RI 1945 yang Pasal ', (yat *'+

enyebutkan bahwa Ran%angan Undangdiajukan oleh e perhatikan

Undang (nggaran Pendapatan )elanja #egara Presiden untuk dibahas bersa a DPR dengan

perti bangan DPD$ DPR sesuai dengan hak budgetnya dapat

4' enyetujui ataupun tidak enyetujui Ran%angan Undang-Undang yang diajukan oleh

(nggaran Pendapatan )elanja #egara pe erintah dan engadakan pe bahasan$ Ran%angan

Pe bahasan

Undang-Undang

(nggaran

Pendapatan )elanja #egara se%ara bersa a oleh DPR dan Presiden selain dala rangka elaksanakan "ungsi legislasi juga

di aksudkan agar DPR dapat

engetahui dan

engidenti"ikasikan

dengan jelas bahwa terhadap alokasi yang di%antu kan dala R(P)# tersebut tidak terjadi penyelewengan$ Selain itu! DPR juga e punyai hak untuk engajukan usul yang engakibankan Ran%angan

perubahan ju lah peneri aan dan pengeluaran dala Undang-Undang (nggaran Pendapatan )elanja #egara$ Dala konteks peranan DPR dala

penganggaran

khususnya pada tahap penyusunan dan penetapan (P)#$ 4enurut (bdullah Jainie'9 enyatakan beberapa hal diantaranya 5

1$DPR harus e punyai waktu khusus untuk e bahas proses anggaran dengan engkaji se%ara teliti sehingga proses tersebut bisa berjalan lan%ar$ '$DPR harus enguasai keseluruh struktur dan proses anggaran sehingga bisa e berikan peran yang aksi al terhadap proses anggaran$ ,$DPR dengan didukung oleh Undang-Undang seharusnya a pu e berikan kontribusi lebih besar bukan hanya sekedar eneri a atau enolak Ran%angan Undang-Undang (nggaran Pendapatan )elanja #egara$ DPR seharusnya dapat endiskusikan anggaran sebagai instru en kebijakan dan untuk enja in bahwa anggaran tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip
(bdullah Jaini!'<<, Peranan P! alam !e.ormasi Pengelolaan 1nggaran Negara ! ;urnal =oru Ino0asi -ol 5! Dese ber ! hl $ '<$
'9

4, yang ter%antu dala konstitusi$ DPR juga harus bisa engkaji dan enganalisis anggaran se%ara terperin%i berdasarkan "ungKs"ungsi yang ada$ 4$(nggaran seharusnya digunakan oleh pe erintah dan DPR untuk bertindak sebagai itra yang berkepentingan dala pen%apaian tujuan yang sa a$ 5$/epentingan tertinggi partai harus didahulukan diatas kepentingan partai$ =ungsi pengawasan! pengawasan yang dilakukan DPR terdiri dari dua hal yaitu 5 1$ Pengawasan terhadap pe erintah dala elaksanakan

undang-undang$ '$ Pengawasan terhadap pe erintah dala elaksanakan

(P)#$ Pengawasan DPR terhadap pe erintah dala (P)# dapat dilakukan 1$ elalui dua hal yaitu 5 elaksanakan

4elalui rapat-rapat kerja yang dilakukan oleh ko isi-ko isi rapat engenai e bahas

DPR dengan departe en-departe en pe erintah$ Dala kerja tersebut DPR dapat engadakan pe bahasan

berbagai hal dengan pe erintah$ Selain itu! DPR juga hasil dengar pendapat ko isi-ko isi dengan

asyarakat dan

akade isi$ =ungsi pengawasan dan "ungsi pengganggaran akan berisikan ketika DPR untuk elakukan pe bahasan dengan pe erintah

ensetujui Ran%angan Undang-Undang (P)# yang

diajukan oleh pe erintah$

44 '$ 4eneri a dan e bahas laporan dari )P/$ )erdasarkan

Pasal ',C Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia 1945 ditetapkan bahwa hasil pe eriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR! DPD! DPRD sesuai dengan

kewenangannya$ 2asil pe eriksaan yang dilakukan oleh )P/ akan digunakan oleh DPR untuk enge0aluasi

pertanggungjawaban pe erintah dala

pelaksanaan (P)#$ e bahas

4enurut Pasal 145 Peraturan &ata &ertib DPR! DPR

hasil pe eriksaan tersebut yang diberitahukan oleh )P/ dala bentuk hasil pe eriksaan se ester yang ke udian disa paikan dala rapat paripurna DPR untuk dipergunakan sebagai bahan e bantu DPR dala

pengawasan$ 2asil pe erikasaan juga rangka

e berikan persetujuan atas (P)# yang diajukan oleh

pe erintah$

1.* Met& e Penel"t"an 1.*.1 +en"s Penel"t"an

;enis penelitian yang digunakan adalah penelitian huku nor ati"! atau penelitian doktrinal! yang bahan huku e pergunakan bahan-

berupa 3 peraturan perundang-undangan sebagai huku

pri er3 teori-teori huku ! hasil penelitian! tulisan *hasil karya+ para sarjana huku dan doku en huku tertulis lainnya yang rele0an

45 dengan obyek penelitian dan doku en tertulis lainnya yang rele0an! sebagai bahan huku yang sekunder3 serta bahan-bahan huku tertier

e berikan penjelasan atau petunjuk terhadap bahan huku

pri er$ ,<

1.*.2 Dala

+en"s Pen ekatan elaksanakan penelitian ini jenis pendekatan yang

dipakai adalah 5 pendekatan perundang-undangn * the statute a''roach + adalah enganalisa peraturan perundang-undangan yang dala

terkait dengan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat

penetapan dan pengawasan anggaran (P)# bersa a-sa a dengan pe erintah berdasarkan pasal ', Undang-Undang Dasar 1945+$ Pendekatan analisis konsep huku * anal(tical dan conce'tual anakala peneliti tidak

a''roach + yaitu pendekatan ini dilakukan beranjak dari aturan huku penulis akan untuk

asalah yang diharapkan$ Disini yang enyangkut yang

enganalisa per asalahan huku

wewenang DPR yang dikaitkan dengan konsep negara huku dianut di Indonesia serta dengan
,<

engkaitkannya dengan teori-teori

Roni 2anitijo Soe itro! 199<! Metodologi Penelitian Hukum dan 3urimetri "halia -ndonesia, ;akarta! hl $ ,4

,<

48 huku $ Pendekatan sejarah uku engkaji atau * historical a''roach + dengan yang ada kaitannya

enelusuri perke bangan huku penulisan ini$

dengan topik per asalahan dala

1.*.3 ,um-er Bahan Hukum Dala bahan huku penelitian ini bahan huku pri er dan bahan huku )ahan huku yang digunakan adalah

sekunder$

pri er! berupa peraturan perundangasalah penelitian

undangan yang ada kaitannya denga

seperti 5 Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia tahun 1945! Undang-Undang #o or '' tahun '<<, jo Undang-undang #o or '7 &ahun '<<9 &entang Susunan dan /edudukan 4PR! DPR! DPD! DPRD! serta peraturan perundang-undangan lainnya yang ada kaitannya dengan topik per asalahan yaitu Undang-undang #o or 1 &ahun '<<4 &entang perbendaharaan #egara dan Undang-undang #o or 17 &ahun '<<, &entang keuangan negara UndangUndang #o or 15 &ahun '<<4 &entang pe eriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara dan Undang-Undang #o or 15 &ahun '<<8 &entang )adan Pe eriksa /euangan$ )ahan huku sekunder! yaitu dia bil dari kepustakaan yang e berikan penjelasan terhadap bahan-bahan huku pri er

47 seperti ran%angan undang-undang! literatur-literatur il u huku hasil-hasil penelitian dan pendapat-pendapat para ahli huku $ 1$8$4 Met& e Pengum)ulan Bahan Hukum. )ahan huku yang telah diperoleh! diin0entarisasi dan enganalisa

identi"ikasi untuk digunakan sebagai bahan dala pokok per asalahan dala baik pri er

penelitian ini$ Identi"ikasi bahan buku

aupun sekunder dilakukan se%ara kritis logis dan enggunakan siste akan digolongkan kepustakaan dengan enurut bentuknya!

siste atis dengan

de ikian bahan huku

enurut jenis dan tingkatannya$ 1.*.% Tekn"k Anal"s"s &eknik analisis dala penelitian huku di dala

enganalisis bahan-bahan huku deskripsi! interpretasi!

tersebut! dapat dilakukan se%ara3 e0aluasi! argu entasi dan

kontruksi!

siste atisasi! dala

kerangka berpikir yang diarahkan untuk dapat asalah dan tujuan yang dikaji

e berikan jawaban atas ru usan dala penelitian ini$

&eknik analisis bahan huku sebagai berikut$ a$

di atas dapat dijelaskan

&eknik deskripsi! yaitu uraian apa adanya

terhadap suatu kondisi atau posisi dan proposisi-proposisi huku

4> dan non huku $ b$ &eknik interprestasi! yaitu teknik yang

enggunakan jenis-jenis pena"siran dala terkait dengan pe bahasan yang tidak jelas$ %$

il u huku

&eknik konstruksi! yaitu pe bentukan elakukan analogi dan pe balikan

konstruksi yuridis dengan proposisi$ d$

&eknik e0aluasi! yaitu penilaian! tepat

atau tidak tepat! setuju atau tidak setuju! benar atau salah! syah atau tidak syah oleh penulis terhadap suatu pandangan atau proposisi! pernyataan ru usan nor a baik itu bahan huku pri er e$ aupun sekunder$ &eknik argu entasi! yaitu penilaian yang

dilakukan penulis yang dilakukan atas dasar penalaran huku $ "$ berusaha &eknik siste atisasi! yaitu penulis atau

en%ari kaitan ru usan suatu konsep huku

proposisi huku sederajat

antara peraturan perundang-undangan yang

aupun antara yang tidak sederajat$ ,1

)uku Pedo an!'<<, Penulisan Penelitian Tesis Normati. ! Progra Uni0ersitas Udayana! Denpasar! , hl $ 1<$

,1

Pas%asarjana!

BAB II LANDA,AN .URIDI, #/N,TITU,I/NAL (E(ENAN0 DPR DALAM PENETAPAN DAN PEN0A(A,AN APBN

'$1$ ,um-er (e'enang DPR Terka"t Dalam Melakukan Hak Anggaran Utre%ht ,' huku engatakan bahwa para ahli e berikan istilah su ber

berdasarkan sudut pandang keil uwannya 5

1$ Ditinjau dari sudut pandang ahli sejarah! su ber huku e iliki arti5 Su ber huku dala arti pengenalan huku Su ber huku dala arti su ber dari ana pe bentuk ikatan huku e peroleh bahan dan dala arti siste -siste huku dari ana tu buh positi" suatu #egara$ Su ber huku ini ber"ungsi untuk enyelidiki perke bangan huku dari asa ke asa hingga akan diketahui perke bangannya! pertu buhan dan perubahan Lperubahan antara huku yang berlaku di suatu #egara '$ Ditinjau dari sudut para ahli "ilsa"at su ber huku diartikan sebagai su ber untuk enentukan isi huku apakah isi huku itu benar! adil sebagai ana estinya ataukah asih terdapat kepin%angan dan tidak ada rasa keadilan$ Su ber untuk engetahui kekuatan engikat huku yaitu untuk engetahui engapa orang taat pada huku $ ,$ Ditinjau dari sudut pandang Sosiologi dan (nthropologi budaya yang dianggap sebagai su ber huku adalah keadaan asyarakat itu sendiri dengan segala le baga sosial yang ada didala nya$ 4$ Ditinjau dari sudut pandang Religius yang erupakana su ber huku adalah kitab Lkitab su%i atau ajaran aga a itu$ 5$ Ditinjau dari sudut ahli Ckono i yang enjadi su ber huku adalah apa yang na pak dilapangan ekono i$ 8$ Ditinjau dari sudut pandang ahli huku su ber huku e iliki arti3 Su ber huku "or il yaitu su ber huku yang dikenal dala bentuknya$ /arena bentuknya itulah su ber huku "or il diketahui dan ditaati sehingga huku berlaku$ 4isalnya Undang-Undang! kebiasaan! traktat! yurisprudensi dan pendapat para ahli huku *doktrin+$
&itik &riwulan &utik! '<<8! Pokok+Pokok HukumTataNegara ! Penerbit Prestasi Pustaka! ;akarta! hal 1'$
,'

49

5< Su ber huku huku ! Su ber huku usul huku dan 4ateriil yaitu su ber huku yang enentukan isi enyelidiki asal

ateriil diperlukan ketika akan

enentukan isi huku $ ,, adalah segala apa saja

(dapun yang di aksud su ber huku yang eni bulkan aturan-aturan yang

e punya kekuatan bersi"at engakibatkan juga dapat * kenbron van

e aksa! yakni aturan-aturan yang sanksi tegas dan nyata$ Dala dibedakan

kalau dilanggar

il u huku ! su ber huku

enjadi 3 Perta a! Su ber pengenalan 2uku yang engharuskan untuk

hetrecht +$ Su ber huku

enyelidiki asal dan

te pat dikete ukannya huku $ /edua! Su ber asal nilai-nilai yang enyebabkan ti bulnya atau lahirnya aturan huku reecht + yaitu su ber huku su ber nilai yang yang * welbron van het e bahas asal

engharuskan untuk

enyebabkan atau

enjadi dasar aturan huku e buat aturan

)adan legislati" huku

e punyai kewenangan untuk

supaya ditaati oleh

asyarakat apa yang dikatakan oleh3

Mlegislati0e %o peten%eM i plies an institutionNs %apa%ity to ake rules that are binding on its e bership! and to %hange those rules3 to pro ote and onitor the appli%ation o" the rules at all le0els! in%luding the national le0el3 and to de0elop and %odi"y international law on subje%ts related to its area o" a%ti0ity$ (gree ent on granting an international institution a easure o" legislati0e %o peten%e usually be%o es "easible when the ad0erse %onseGuen%es o" unregulated %ondu%t o" an a%ti0ity within its operational s%ope$ ,4 (rtinya 3! Mkewenangan legislati"M istilah enyiratkan kapasitas le baga untuk e buat aturan yang engikat keanggotaan! dan untuk engubah aturan-aturan! untuk e pro osikan dan e antau penerapan aturan pada se ua tingkatan! ter asuk tingkat nasional3 dan untuk enge bangkan dan engkodi"ikasi huku internasional tentang
-bid hal 1'$ http5@@unu$edu@unupress@unupbooks@uu15oe@uu15oe<7$ht $?egislati0e 9o peten%e .rder Politi%s and Bo0ern ent o" Hales$
,4 ,,

51 ata pelajaran yang terkait dengan wilayah yang kegiatan$ Perjanjian tentang pe berian le baga internasional ukuran kewenangan legislati" biasanya enjadi layak ketika erugikan konsekuensi dari elakukan yang tidak diatur suatu kegiatan dala lingkup operasionalnya$ (turan huku yang sudah disepakati dan disetujui oleh le baga urni kepada seluruh warga

badan legislati" harus terapkan se%ara

asyarakat tanpa ke%uali karena kewenangan badan legislati" sangat kuat dala siste pe erintahan Presidensiil yang Serikat hal tersebut urni seperti dianut oleh

#egara

( erika

erupakan suatu yang wajar$

Indonesia adalah #egara kesatuan yang berbentuk Republik$ dala engatur kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah kaidah-kaidah huku e punyai

yang jelas dan tidak bertentangan dengan 2uku tata #egara Indonesia pada tentang

&ata #egara$ Dengan begitu su ber huku

dasarnya adalah segala bentuk dan wujud peraturan huku

ketatanegaraan yang berensensi dan bereksistensi di Indonesia dala suatu siste dan tata urutan yang telah diatur$ =or il =or il adalah su ber huku yang dikenal dala "or il diketahui e punyai dala

1$ Su ber 2uku Su ber 2uku

bentuknya$ /arena bentuknya itulah su ber huku dan ditaati sehingga huku bentuk! suatu huku asyarakat atau baru belu
,5

berlaku u u $ Sela a belu erupakan perasaan huku

baru

erupakan %ita-%ita huku ! oleh karenanya engikat$ ,5

e punyai kekuatan

4oh$ /usnardi dan 2ar aily Ibrahi !199,! Pengantar Hukum Tata Negara -ndonesia ! Sinar )akti ;akarta hal45 $

5' Su ber-su ber huku 1$ '$ ,$ 4$ 5$ "or il eliputi 5

Undang-undang /ebiasaan *9ostu + dan (dat Perjanjian antar #egara *&raktat@&reaty+ /eputusan Lkeputusan 2aki *;urisprudensi+ Pendapat atau pandangan (hli 2uku Undang-Undang a$ *Doktrin+

e punyai dua arti yaitu3 arti "or il! ialah setiap keputusan undang-undang karena %ara

Undang-Undang dala yang

pe erintah

erupakan

pe buatannya undang!

*terjadinya+$

4isalnya!

pengertian

undang-

enurut ketentuan UUD 1945 hasil a ande en adalah

bentuk peraturan yang dibuat oleh pe erintah bersa a-sa a DPR$ b$ Undang-Undang dala arti ateriil! ialah setiap keputusan engikat langsung setiap anusia yang tetap

pe erintah yang rakyat

enurut isinya

/ebiasaan adalah perbuatan

dilakukan berulang-ulang dala kebiasaan tertentu diteri a

hal yang sa a$ ,8 (pabila

asyarakat dan kebiasaan itu selalu

berulang-ulang dilakukan sede ikian rupa! sehingga tindakan yang perlawanan dianggap sebagai pelanggaran perasaan huku ! ti bullah suatu kebiasaan huku ! yang selanjutnya dianggap sebagai huku $
,8

Ibiid 2al$ 4>

5, '$ Su ber 2uku Su ber 2uku 4ateriil 4ateriil adalah su ber huku yang enentukan isi huku $ dan

Su ber ini diperlukan ketika akan

enyelidiki asal-usul huku

enentukan isi huku $ 4isalnya Pan%asila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang ke udian dala arti enjadi "alsa"ah #egara erupakan su ber huku

ateriil yang tidak saja

enjiwai bahkan dilaksanakan oleh setiap

peraturan huku $ /arena Pan%asila erupakan alat energi untuk setiap peraturan huku yang berlaku! apakah ia bertentangan atau tidak dengan Pan%asila! yang bertentangan dengan Pan%asila tidak boleh

sehingga peraturan huku berlaku$ ,$ Su ber &ertib 2uku

4enursut &ap$ #o$ -@4PR@197,

enyatakan bahwa Pan%asila adalah Republik Indonesia dan Republik Indonesia! artinta bahwa

erupakan su ber dari segala su ber huku dinyatakan pula sebagai su ber tertib huku

Pan%asila sebagai su ber dari segala su ber huku

pan%asila adalah pandangan hidup! kesadaran dan %ita-%ita huku serta oral yang eliputi suasana kejiwaan dan watak dari rakyat ani"estasi su ber dari segala su ber huku eliputi Prokla asi

Indonesia$ (dapun

*su ber tertib huku + bagi Republik Indonesia

/e erdekaan 17 (gustus 1945! Dekrit Presiden 5 ;uli 1959! UndangUndang Dasar Prokla asi dan Surat Perintah 11 aret 1988

54 ;;2$ )ruggink$ ,7 engatakan keberlakuan huku ya itu @ -n de rechtstherie wordt de hierboven genoemde driedeling in em'irische, normatieve en evaluatieve gelding vaak gemaaki5 atbetekent echter nietdat er geen andereindelingen voorkomen *lrich klug maakteen uitgebreide indeling in negen geldingsbegri''en5 Hi/ onderscheidt devolgende soorten gelding @ 1$ 3uridische gelding5 Hieronder verstaat klug ongeveer wat wi/ hierboven als de 'ositiviteit van een rechtsnorn hebben aangeduid '$ =thissche gelding 5Hiervan is s'rake wanneer een rechtsnornm een ver'lichtend karakter he.t5 e8e gelging 8ullen wi/ dadeli/k een vorm van evaluative gelding noemen5 ,$ -deale gelding5 =en norm hee.t de8e gelding als hi/ o' hogere morele normen is gebaseerd5 4$ !eele gelding Hiervan is s'rake als de normadressaten 8ich naar de rechtsnorm gedragen5:i/ 8ullen de8e gelding al seen vorm van em'irische gelding t('eren5 5$ Antologissche gelding5 =en norm mist de8e gelding ais 8i/ is ge'ositiveerd door ewetgever die 8ich niet aan de .undamentele eisen van regelgeving houdt5 ?an de8e gelding is slechts in be'aalde theorieen s'rake5 8$ Socio+relatieve gelding =en recht norm die geen /uridische, ethische en reele gelding he.t, maar toch iets voor de normadressaten voorstelt he.t volgens klug slechts de8e gelding5 7$ ecoratieve gelding , e8e gelding be8it een rechtsnorm die enkel een s(mbool.unctione he.t5 >$ =sthetische gelding, Hiervan is s'rake al seen rechtsnorm een 8ekere elegantie be8it5 9$ 2ogische gelding, =en rechtsnorm die niet inneerli/k tegenstri/dig is,be8it de8e vorm van gelding5 "eldingtheorie atau teori keberlakuan huku yaitu terdapat beberapa landasan keberlakuan kaidah huku untuk enentukan sahnya suatu kaidah huku 5 1$ /eberlakuan huku se%ara yuridis artinya kaidah huku itu positi" berlaku dan tingkatannya lebih tinggi$ '+ /eberlakuan etis! hal ini akan ada jika kaidah huku e punyai si"at ewajibkan dan engikat keberlakuan ini disebut keberlakuan e0aluati"$ (pabila enunjukkan hubungan keharusan antara suatu kondisi dan akibatnya$ ,+ /eberlakuan Ideal suatu kaidah huku e iliki kaidah oral yang lebih tinggi$ 4+ /eberlakuan Riil keberlakuan kaidah huku se%ara e piris didasarkan siste tertib huku se%ara keseluruhan$
; ; 2 )ruggink$! 199, , !echtsre.lecties "rondbegri''en uit de rechtstheorie ! /luwer De0enter! Den 2aag! 2l $ 1<'-1<,$
,7

55 5+ /eberlakuan .ntologis suatu kaidah huku akan tidak e iliki keberlakuan jika dipositi"kan oleh pe bentuk Undang-Undang yang tidak berpegangan pada tuntutan-tuntutan "unda aental dala pe bentukan aturan$ 8+ /eberlakuan Dekorati"! keberlakuan kaidah huku hanya e iliki "ungsi la bing$ 7+ /eberlakuan Cstetis keberlakuan kaidah huku e iliki elegansi tertentu$ >+ /eberlakuan huku se%ara sosiologis$ Didasarkan pada adanya pengakuan atau peneri aan oleh asyarakat atau oleh ereka kepada siapa huku tadi berlaku *teori pengakuan+$ Didasarkan pada paksaan berlakunyan oleh penguasa! terlepas dan asalah apakah asyarakat eneri a atau enolaknya *teori kekuasaan+ 9+ /eberlakuan huku se%ara "iloso"is huku itu sesuai dengan %ita%ita huku * rechtsidee + sebagai nilai yang dianut dala pergaulan hidup asyarakat dengan orientasi pada perda ian dan keadilan$ Setiap penyelenggaraan kenegaraan dan pe erintahan harus e iliki legiti asi yaitu kewenangan yang diberikan oleh Undangundang$ Dengan de ikian Hewenang adalah! yakni BHet vermogen tot het verrichten van be'aalde rechtihandelingenB ! ,> yaitu ke a puan untuk elakukan tindakan-tindakan huku tertentu$ 4engenai

wewenang ini! 2$D$ Stout

engatakan bahwa 5 B)evoegdheid is een

begri' uit het bestuurli/ke organisatierecht, wat kan warden omschreven ah het gehed van regeh dot betrekking hee.t o' de verkri/ging en uito.ening van bestuursrechteli/ke bevoegdheden door 'ubliekrechteli/ke rechtssub/ecten in het bestuursrechtli/ke rechtsverkeerB *Hewenang adalah pengertian yang berasal dari huku organisasi pe erintahan!

yang dapat dijelaskan sebagai keseluruhan aturan-aturan yang berkenaan dengan perolehan dan penggunaan wewenang-wewenang pe erintahan
, ,>

Ridwan 2R$! '<<'! Hukum 1dministrasi Negara Penerbit *-- Press Cog(akarta $hal17

58 oleh subyek huku 4r$ :a in publik di dala hubungan huku publik+$ ,9 4enurut

enyatakan 5 Dasar #egara ialah Mbahwa Undang-undanglah anusia yang harus e erintah$ Dasar ini engandung

dan bukannya arti! bahwa

apabila suatu kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang endapat bantahan! aka haruslah

pegawai atau jawatan negara dibuktikan dari Undang-undang

anakah kekuasaan itu dia bil! dan

tiap-tiap Undang-undang yang berlaku haruslah pula dibuat se%ara yang sah$ 4< )adan publik baik dala Departe en untuk dapat bentuk negara! pe erintah! institusi! e erlukan adanya

enjalankan tugas-tugas

kewenangan$ /ewenangan negara dapat dilihat pada konstitusi setiap negara yang untuk dapat e berikan suatu legi itasi kepada aparat pe erintah elakukan "ungsinya$ De ikian pula halnya badan-badan ini al dapat diju pai pada produk huku

publik lain! kewenangan yang

enjadi dasar pe bentukannya$ Se%ara teoritis! pengkajian

terhadap kewenangan badan-badan publik tersebut tidak terlepas dengan 2uku &ata #egara$ 4elalui 2uku &ata #egara dapat diju pai susunan negara atau

organ dari negara ;stoats, inrichtingrecht, orvanisatiererecht4 beserta kedudukan huku Dala
, ,9 4 4<

dari warga negara berkaitan dengan hak-hak dasarnya$ atau susunan negara diatur diantaranya engenai

organ

-bid $ S$ Bauta a! 197,! Pengertian Tentang Negara Hukum ! Penerbit (lu ni! )andung! h$''-',

57 pe bagian kekuasaan dala negara yang terbagi atas pe bagian se%ara

hori6ontal dan 0ertikal$ Se%ara hori6ontal! kekuasaan negara pada u u nya dibagi atas kekuasaan legislati"! kekuasaan eksekuti" dan kekuasaan yudikati"$ Sedangkan se%ara 0ertikal! kekuasaan negara dibagi atas kekuasaan Pe erintah Pusat dan kekuasaan pe erintahan di daerah! Dala beberapa su ber enerangkan! istilah kewenangan istilah huku

*wewenang+ disejajarkan dengan bevoegdheid dala )elanda! bahwa 5Mwewenang terdiri atas

sekurang-sekurangnya dan ko "or itas wewenang

e punyai , ko ponen! yaitu pengaruh! dasar huku huku $ 41 /o ponen pengaruh! bahwa

penggunaan

di aksudkan untuk

engendalikan prilaku subyek huku 3 dasar huku e punyai dasar huku ! di aksud! bahwa wewenang

di aksudkan! bahwa wewenang haruslah sedangkan ko ponen kon"or itas huku ini haruslah e punyai standar$

Se%ara teoritik! kewenangan yang bersu ber dari peraturan perundang-undangan tersebut diperoleh delegasi dan andat$ Indroharto elalui tiga %ara yaitu atribusi!

engatakan bahwa pada atribusi terjadi

pe berian wewenang pe erintahan yang baru oleh suatu ketentuan dala peraturan perundang-undangan$ Di sini dilahirkan atau di%iptakan

suatu wewenang baru$ ?ebih lanjut disebutkan bahwa legislator yang

4 41

Soerjono Soekanto!19>'! Kesadaran Hukum dan Ke'atuhan Hukum, Rajawali Pres! ;akarta 2al 145$

5> ko peten untuk dibedakan antara5 4' a$:ang berkedudukan sebagai original legislator, di negara kita di tingkat pusat adalah 4PR sebagai pe bentuk konstitusi dan DP/ bersa a-sa a pe erintah sebagai yang elahirkan suatu undangundang$ b$ :ang bertindak sebagai delegated legislator, seperti Presiden yang berdasar pada suatu ketentuan undang-undang engeluarkan Peraturan Pe erintah$ 4engenai atribusi! delegasi dan /onijnenbelt andat ini 0an Hijk@Hille e berikan atribusi wewenang pe erintahan itu

ende"inisikan sebagai berikut5 4,

a$ 1tribusi D toekenning van een bestuursbevoegheid door en wetgever aan een berstuursorgaan, *atribusi adalah pe berian wewenang pe erintahan oleh pe buat undang-undang kepada organ pe erintah+$ b$ elegatie D overdracht van een bevoegheid van het ene berstuursorgaan aan een ander, *delegasi adalah peli pahan wewenang pe erintahan dari satu organ pe erintahan kepada organ pe erintahan lainnya+$ %$ Mandaat D een bestuursorgaan laat 8i/n bevoegheid namens hem uitoe.enen door een ander, * andat terjadi ketika organ pe erintahan engi6inkan kewenangannya dijalankan oleh orang lain atas na anya+$ Suatu atribusi ketentuan 2uku enunjuk kepada kewenangan yang asli atas dasar enga%u

&ata #egara$ 2a id S$ (tta i i dengan

kepustakaan )elanda

enge ukakan atribusi ini sebagai pen%iptaan

kewenangan *baru+ oleh konstitusi atau pe bentuk wet ;wetgever4 yang diberikan kepada suatu organ negara! baik yang sudah ada dibentuk baru untuk ituM$ 44
4 4' 4 4, 4 44

aupun yang

Ridwan 2R ! o' ci thal 7I$ -bid ! hal$ 74 ($ 2a id S$ (tta i i! A' cit hl ,4$$

59 &anpa e bedakan se%ara teknis engenai istilah kewenangan

dan wewenang$ Indroharto berpendapat pengertian wewenang dala artian yuridis sebagai suatu ke a puan yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk eni bulkan akibat-akibat engingat

huku $ 45 Hewenang ini sangatlah diperlukan pe erintah! pe erintah adalah pe egang kekuasaan dala Pe erintah untuk dapat

organisasi negara$

enjalankan kekuasaannya dengan baik dan

lan%ar perlu disertakan wewenang$ Dala negara huku ! wewenang pe erintahan berasal dari

undang-undang yang berlaku$ Dengan kata lain! organ pe erintahan tidak dapat enganggap! bahwa ia e iliki sendiri wewenang

pe erintahan$ Sebenarnya kewenangan hanya diberikan oleh Undangundang3 pe buat Undang-undang dapat e beri wewenang

pe erintahan tidak hanya kepada organ pe erintahan! tetapi dapat juga kepada pegawai tertentu atau kepada badan khusus tertentu$ Dala konstitusi Indonesia Undang-Undang Dasar 1945 *setelah

a ande en yang kee pat kalinya+! dite ukan beberapa pasal yang elahirkan kewenangan! baik diberikan kepada eksekuti"! yudikati" aupun legislati" dala dengan pasal-pasal tersebut$ /ewenangan dita"sirkan enyatakan!

e egang kekuasaan! berhak! dapat tidak dapat! e beri! engatur! enyatakan!

engangkat!

enetapkan! "ungsi! dapat

elakukan! kekuasaan! berwenang dan lain-lain dengan berbagai istilah!


4 45

Indroharto! o'5cit hal 87

8< akan tetapi substansi dan aksudnya sa a! yaitu kewenangan atau

e punyai otoritas5 Dinyatakan! bahwa wewenang bukan hanya 'ower belaka tetapi otoritas en%akup hak dan kekuasaan sekaligus$

Hewenang kekuasaan negara selain dala

pe bukaan UUD 1945! juga

dite ukan pada pasal-pasal UUD 1945 yang berkaitan dengan keuangan negara$ 4eskipun UUD 1945 telah dia ande en! ternyata Pe bukaan UUD 1945 tetap dipertahankan karena e uat ketentuan yang bersi"at arti

aturan dasar sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia$ Dala

pandangan hidup tersebut beri plikasi pada keuangan negara dala rangka pen%apaian tujuan negara$ (dapun tujuan negara adalah elindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tu pah darah Indonesia dan untuk e ajukan kesejahteraan u u ! en%erdaskan

kehidupan bangsa! dan ikut

elaksanakan ketertiban dunia yang

berdasarkan ke erdekaan! perda aian abadi! dan keadilan sosial$ Pen%apaian tujuan negara selalu terkait dengan keuangan negara sebagai bentuk pe biayaan terhadap penyelenggaraan pe erintahan negara yang dilaksanakan oleh penyelenggara negara$ &anpa keuangan negara! tujuan negara tidak dapat terselenggara sehingga hanya berupa %ita-%ita huku belaka$ Untuk endapatkan keuangan negara sebagai bingkai

bentuk pe biayaan tujuan negara! harus tetap berada dala huku yang diperkenankan oleh UUD 1945$

81 Selain dala Pe bukaan UUD 1945! juga dite ukan pada pasal-

pasal UUD 1945 yang berkaitan dengan keuangan negara$ /etentuanketentuan dala UUD 1945 yang terkait dengan keuangan negara konstitusional keuangan #egara$ UUD 1945 tersebut yang erupakan

erupakan su ber huku

/etentuan-ketentuan dala su ber huku dala keuangan negara

e erlukan penjabaran lebih lanjut e berikan

bentuk undang-undang$ )erarti! peru us UUD 1945

atribusi kepada pe buat undang-undang$ Undang-undang di atas negara yang diperuntukkan untuk erupakan dasar huku operasional keuangan

engelola keuangan negara agar tujuan negara e buat kebijakan yang dapat

dapat ter%apai$ Sekalipun de ikian! untuk tidak

enyi pang dari undang-undang yang terkait dengan keuangan negara! hal tersebut bergantung pada pe erintah$ 2al ini di aksudkan untuk e berikan kepastian

huku terhadap pengelolaan keuangan negara yang berakhir pada pe eriksaan yang dilakukan oleh )adan Pe eriksa /euangan yang bebas dan andiri$ 4engenai huku keuangan negara! berarti e bi%arakan ruang

lingkup keuangan negara dari aspek yuridis$ Ruang lingkup keuangan negara sebagai ana di aksud dala /euangan #egara yaitu 1$ 2ak negara untuk e ungut pajak! engeluarkan dan Pasal ' UU #o 17 &h '<<, &entang

engedarkan uang! dan

elakukan pinja an3 enyelenggarakan tugas layanan u u

'$ /ewajiban negara untuk pe erintahan negara dan

e bayar tagihan pihak ketiga3

8' ,$ Peneri aan negara3 4$ Pengeluaran negara3 5$ Peneri aan daerah3 8$ Pengeluaran daerah3 7$ /ekayaan negara@kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang! surat berharga! piutang! barang! serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang! ter asuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara@perusahaan daerah3 >$ /ekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pe erintah dala rangka

penyelenggaraan tugas pe erin%ahan dan@atau kepentingan u u 3 9$ /ekayaan pihak lain yang diperoleh dengan yang diberikan pe erintah$ Ruang lingkup keuangan negara tersebut di atas dikelo pokkan ke dala tiga bidang pengelolaan yang bertujuan untuk e beri enggunakan "asilitas

pengklasi"ikasian terhadap pengelolaan keuangan negara$ (dapun pengelo pokan pengelolaan keuangan negara adalah5 1$ )idang pengelolaan pajak3 '$ )idang pengelolaan oneter3

,$ )idang pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan$ Selain itu! ruang lingkup keuangan negara berdasarkan Pasal ' huru" g UU #o 17 &ahun '<<, &entang /euangan #egara eni bulkan

keran%uan dari aspek yuridis$ /eran%uan itu dapat dikategorikan sebagai suatu hal yang enyi pang apabila dilakukan pengkajian dan

8, penelusuran peraturan perundang-undangan lainnya! seperti Pasal ' huru" g UU/# yang enegaskan kekayaan negara@kekayaan daerah yang

dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang! surat berharga! piutang barang! serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang! ter asuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara@perusahaan daerah$ /etentuan ini tidak engikat se%ara yuridis tatkala dikaitkan

dengan Pasal 1 angka ' Undang-Undang #o or 19 &ahun '<<, tentang )adan Usaha 4ilik #egara *UU)U4#+ bahwa perusahaan persero! yang selanjutnya disebut persero adalah badan usaha berbentuk perseroan terbatas yang ilik negara yang saha yang

odalnya terbagi dala

seluruh atau paling sedikit 51 O saha nya di iliki oleh #egara Republik Indonesia yang tujuan uta anya /e udian! Pasal 4 ayat *1+ UU )U4# yang usaha ilik negara engejar keuntungan$ enegaskan odal badan

erupakan dan berasal dari kekayaan negara yang enentukan bahwa yang

dipisahkan$ Se entara itu! penjelasannya

di aksud dengan dipisahkan adalah pe isahan kekayaan negara dari anggaran pendapatan dan belanja negara untuk dijadikan penyertaan odal negara pada badan usaha ilik negara untuk selanjutnya

pe binaan dan pengelolaannya tidak lagi didasarkan pada siste anggaran pendapatan dan belanja negara! na un pe binaan dan pengelolaannya didasarkan pada prinsip-prinsip perusahaan yang sehat$ Di lain pihak! Pasal 1 angka 1 Undang-Undang #o or 4< &ahun '<<> ten tang Perseroan &erbatas *UUP&+! enegaskan bahwa perseroan

84 terbatas! yang selanjutnya disebut perseroan adalah badan huku erupakan persekutuan yang

odal! yang didirikan berdasarkan perjanjian! odal dasar yang seluruhnya terbagi undang-

elakukan kegiatan usaha dengan dala saha dan

e enuhi persyaratan yang ditetapkan dala

undang ini serta peraturan pelaksanaannya$ /e udian! Pasal 7 ayat *4+ UUP& yang enegaskan perseroan e peroleh status badan huku engenai pengesahan

pada tanggal diterbitkannya /eputusan 4enteri badan huku perseroan$

)erdasarkan ketentuan! baik dala badan usaha ilik negara

UU)U4#

aupun UUP&! perseroan yang dan 2ak

erupakan badan huku

pengesahannya dilakukan dengan /eputusan 4enteri 2uku (sasi 4anusia serta tunduk pada huku usaha ilik negara

pri0at$ Di sa ping itu! badan

e iliki kekayaan terpisah dengan kekayaan negara *pe ilik+! direksi *pengurus+! dan ko isaris e iliki saha paling sedikit 51O ketika

aupun pe egang saha

*pengawas+$ 4eskipun negara

terdapat piutang pada badan usaha

ilik negara karena akibat dari

perjanjian yang dilakukan selaku entitas perusahaan! hak tersebut tidak boleh dikelo pokkan sebagai piutang negara sebagai konsekuensi pe isahan kekayaan negara telah dala engingat badan usaha ilik negara tersebut

e iliki kekayaan tersendin bukan

erupakan kekayaan negara

kategori sebagai keuangan negara$ 2al ini di aksudkan agar ilik

ekanis e pengelolaan! ter asuk pengurusan piutang badan usaha

negara! dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip perusahaan yang sehat dan

85 tidak boleh berlaku$ )adan huku prinsipil dala publik dan pri0at e iliki perbedaan se%ara publik dala engesa pingkan peraturan perundang-undangan yang

pengelolaan keuangannya$ )adan huku

engelola keuangannya tunduk pada huku huku pri0at dala

publik! sedangkan badan

engelola keuangannya tunduk pada huku publik dala

pri0at$ 48 Sebagai %ontoh! negara sebagai badan huku

engelola keuangannya tunduk pada peraturan yang terkait dengan keuangan negara$ Se entara itu! badan usaha persero dala ilik negara sebagai perdata yang

engelola keuangannya tunduk pada huku

terkait dengan harta kekayaan yang di ilikinya$ De ikian pula pada Pasai ' huru" i UU/# ditegaskan bahwa kekayaan pihak lain yang diperoleh dengan negara$ /etentuan ini tatkala engandung enggunakan "asilitas yang diberikan oleh akna bahwa kekayaan pihak swasta! erupakan pula keuangan negara$ pergaulan

e peroleh "asilitas dari negara!

/etika pihak swasta yang huku

e peroleh "asilitas dari negara dala

eni bulkan kerugian dan bahkan dinyatakan pailit! berarti negara

wajib bertanggang jawab atas beban$ &atkala substansi UUD 1945 hasil a ande en yang terkait dengan Mhal keuanganM ditelusuri! terlihat bahwa huku e iliki kaidah huku keberadaan kaidah huku
4 48

keuangan negara engenal

yang tertulis! yang berarti tidak

tidak tertulis$ )ila de ikian halnya! kaidah

Soeria (ri"in (t aja ! '<<9! Keuangan 'ublik dalam Pers'ekti. Hukum Teori, Kritik, dan Praktek, P& Raja Bra"indo Persada! ;akarta! hal 1'5

88 huku tertulis seyogianya di un%ulkan dala suatu ru usan atau keuangan negara engatur hak dan

pengertian terhadap huku

keuangan negara$ 2uku tertulis yang

adalah seku pulan kaidah huku

kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! ter asuk uang dan barang tersebut$ Ru usan huku keuangan negara tersebut sangat terkait dengan Undang-Undang #o or ilik negara terkait dengan pelaksanaan hak dan kewajiban

pengertian keuangan negara yang terdapat dala

17 &ahun '<<, tentang /euangan #egara *UU/#+$ (dapun pengertian keuangan negara adalah se ua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! serta segala sesuatu! baik berupa uang berupa barang yang dapat dijadikan aupun

ilik negara yang berkaitan dengan

pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut$ Pengertian keuangan negara e iliki substansi yang dapat ditinjau dala se pit$ /euangan negara dala arti luas aupun dala arti

arti luas

en%akup5 a+ anggaran

pendapatan dan belanja negara3 b+ anggaran pendapatan dan belanja daerah3 dan %+ keuangan negara pada badan usaha usaha hanya huku ilik negara@badan arti se pit

ilik daerah$ Se entara itu! keuangan negara dala

en%akup keuangan negara yang dikelola oleh tiap-tiap badan dan dipertanggungjawabkan asing- asing$

)erdasarkan konsep tersebut! pertanggungjawaban keuangan negara erupakan konsekuensi logis dari kesediaan pe erintah hal

elaksanakan (P)# yang telah disetujui oleh DPR$ Dala

87 pengelolaan keuangan negara atau (P)#! pertanggungjawaban keuangan negara dituangkan ke dala Perhitungan (nggaran #egara sebagai kuasa e berikan dasar yang kuat yang berhak

dari DPR kepada pe erintah

eneri a pertanggungjawaban keuangan negara adalah DPR$ Se%ara teoritis! hal ini tidak bertentangan dengan siste Undang-Undang Dasar

#egara RI &ahun 1945 di ana kedaulatan sepenuhnya terletak pada 4PR$ Se entara itu pengaturan keuangan negara yang singkat dala Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 engandung uatan e buat

asalah yuridis terhadap de"inisi keuangan negara! sehingga

pena"siran yang berbeda-beda terhadap de"inisi tersebut$ #a un dala kerangka teoritis huku keuangan negara! berdasarkan Pasal ', ayat *1+

Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 jo$ Pasal ', ayat *,+ Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang di aksud sebagai keuangan negara adalah yang ditetapkan dala Undang-Undang (P)#$

Dengan dasar pe ikiran tersebut! dapat dikatakan bahwa keuangan negara adalah (P)#$ Se%ara konsepsional! sebenarnya de"inisi keuangan negara bersi"at platis dan tergantung pada sudut pandang$ Sehingga apabila berbi%ara keuangan negara dan sudut pe erintah! yang di aksud keuangan negara adalah (P)#$ Se entara aksud keuangan dala pe erintah daerah

yang di aksud dengan keuangan dengan badan usaha ilik negara dala

erupakan (P)D! de ikian juga perusahaan jawatan! perusahaan

8> u u ! dan perseroan terbatas$ Dengan de ikian! berdasarkan konsep huku luas keuangan negara tersebut! de"inisi keuangan negara dala arti

eliputi (P)#! (P)D! keuangan negara pada se ua badan usaha arti se pit! engelola dan

ilik negara$ (kan tetapi de"inisi keuangan negara dala hanya eliputi setiap badan huku yang berwenang ateri

e pertanggung jawabkan$ Perubahan

uatan Pasal ', Undang-

Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang ditetapkan oleh 4PR dala perubahan ke , Undang-Undang Dasar #egara Rl &ahun 1945 pe bukuan keru itan dala enjadi

pengaturan keuangan negara apabila keuangan negara$ 4ateri

endasarkan pada kerangka konsepsi huku uatan dala &ahun 1945

perubahan Pasal ', Undang-Undang Dasar #egara RI sangat tidak sesuai substanti"nya serta ateri %enderung uatan suatu

engabaikan segi "iloso"is! yuridis dan sosiologis Undang-Undang dasar$ /etidakse purnaan huku telah

keuangan negara otono i

engesa pingkan esensi dari ke andirian badan huku

daerah$ 2al ini disebabkan se ua keuangan dala

(P)D dan )U4#

serta )U4D disebut sebagai keuangan #egara$ Padahal sangat jelas dinyatakan bahwa ketentuan Perundang-undangan! pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan tersebut berbeda dengan (P)# sebagai keuangan #egara$ Perubahan ateri uatan Pasal ', Undang-Undang Dasar #egara Perubahan /etiga enjadi pe buka

RI &ahun 1945 yang ditetapkan oleh 4PR dala Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945

89 keru itan dala pengaturan keuangan negara apabila keuangan negara$ 4ateri endasarkan pada uatan dala

kerangka konsepsi huku

Perubahan Pasal ', Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 sangat tidak e enuhi kadar il iah dari segi substansinya dan %enderung ateri uatan suatau

engabaikan segi "iloso"is! yuridis! dan sosiologis undang-undang dasar! serta tidak

e aha i nilai historis yang

terkandung di dala uya$ Sebagai suatu %ontoh Pasal ', ayat *1+ UndangUndang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang enyatakan B1P)N sebagai

'erwu/udan dari 'engelolaan keuangan Negara diteta'kan tia'+tia' tahun dengan undang+undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung/awab untuk sebesar+besarn(a kemakmuran rak(atB hanya erupakan kali at retorik yang tidak 2al ini e enuhi segi "iloso"i anggaran$

disebabkan (P)# bukan sekedar perwujudan pengelolaan erupakan wujud kedaulatan rakyat yang

keuangan negara! tetapi

ter%er in pada hak budget DPR$ I per"ekti0itas atau ketidakse purnaan huku keuangan negara

Pas%a Perubahan Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 telah engesa pingkan esensi ke andirian badan huku 2al ini disebabkan se ua keuangan dala dan otono i daerah$

(P)D dan )U4# serta

)U4D disebut sebagai keuangan #egara$ Padahal sangat jelas dan nyata dari sudut sistern aupun ketentuan peraturan perundang-undangan!

pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan tersebut berbeda dengan (P)# sebagai keuangan negara$

7< Dengan de ikian! se%ara tegas dari segi yuridis! dari kedudukan dan "ungsinya sangat berbeda antara keuangan negara! keuangan daerah keuangan )U4# dan )U4D$ Pe bedaan ini pun aupun

e punyai i plikasi

konsekuensi yuridis terhadap ruang lingkup dan kewenangan le baga dan badan yang elakukan anaje en pengawasan dan pe eriksaan keuangan terhadapnya$

&entu tidak se ua le baga pe eriksa atau pengawas dala lingkungan pe erintah pusat atau pe erintah daerah kewenangan untuk aupun yang berada di luar pe erintah! e punyai asing-

elakukan pe eriksaan

aupun pengawasan terhadap

asing keuangan badan huku

tersebut$ De ikian pula antara status badan huku

publik dan badan huku pri0at yang berbeda pengelola sebagai badan huku pri0at! berbeda dengan keuangan pe erintah pusat atau pe erintah daerah sebagai badan huku publik$

'$'$ Dasar (e'enang DPR Dalam Peneta)an APBN &eori &rias Politika ini enghendaki pe bagian kekuasaan dala

tiga bidang pokok yang berdiri sendiri! lepas dari kekuasaan lainnya! dan e punyai satu "ungsi saja yaitu 5 a$ /ekuasaan legislati" 5 b$ /ekuasaan Cksekuti" e bentuk Undang-Undang 5 enjalankan Undang-Undang atau

pe erintahan %$ /ekuasaan yudikati" 5 ber"ungsi peradilan

71 Pada prinsipnya tujuan teori trias politika adalah upaya e batasi kekuasaan penguasa sehingga enja in ke erdekaan dan enghindari rakyat dari keserakahan penguasa$ 4enurut 4ontesGueu setiap penggabungan kekuasaan pada satu tangan akan elahirkan kesewenang-wenangan oleh karena itu harus dipe%ah-pe%ahkan dan dibagi-bagikan dala bahwa 5 This while a >onstitution ma( establish the 'rinci'al institution o. government such as the houses o. the legislature, an e7ecutive council and a su'reme court,it is o.ten le.tto the ordinar( law to 'rescribe the com'osition and mode o. a''ointment o. these bodies5 4enurut (da S ith sebagai ana dikutip ($ Sonny /era"!
4>

beberapa tangan$ 2al ini ditandaskan oleh /$9$ Hheare47

pe isahan dan ke erdekaan itu perlu karena 5 a$ /ekuasaan Cksekuti" %enderung korup atau tidak adil$ Sejauh kekuasaan pe erintah berada ditangan satu orang atau satu le baga saja! ada ke ungkinan sangat besar bahwa ia akan enyalah gunakannya! karena tidak ada kekuasaan lain yang %ukup untuk engontrolnya$ b$ ;ika tidak ada pe isahan kekuasaan! kekuasaan eksekuti" %enderung enjadi sangat kuat dan karena sulit sekali untuk enja in adanya kebebasan bagi warga negaranya$ )etapapun baiknya oknu pe erintahan! tidak punya kepentingan pribadi$ /arena itu sangat ungkin ereka tidak elakukan ketidakadilan! bahkan tanpa disadarinya$ Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 trias politika dala dala arti enganut juga teori

arti pe bagian kekuasaan atau pe isahan kekuasaan

ateriil! sehingga adanya pe bagian kekuasaan diharapkan

pengelolaan pe erintahan yang baik * good governance + dapat terwujud$


47 /$9$ Hheare! 1988! Modern >onstitutions ! .1"ord Uni0ersity Press! #ew :ork &oronto$hal , 4> ($ Sonny /era"! 1998! Pasar )ebas, Keadilan dan Peran Pemerintah ! /anisius! :ogyakarta! 2al 1>9-19<$

7' Dengan perubahan UUD 1945 en%antu kannya dala e pertegas konsep #egara huku dan

Pasal 1 (yat , UUD #egara RI 1945 3 #egara yang di aksud adalah engatur

Indonesia adalah #egara huku $ #egara huku #egara yang kehidupan ene patkan huku

sebagai pangli a didala

asyarakat Indonesia$ yang dike ukakan oleh * rechsstaat4! 49 yaitu 5

4enga%u pada konsep #egara huku 4$9$ )urkens! ada e pat unsur #egara huku

1$ (sas legalitas$ Setiap tindak pe erintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan * wetteli/ke gronslag +$ Dengan landasan ini! undang-undang dala arti "or il dan UUD sendiri erupakan tu puan dasar tindak pe erintahan$ Dala hubungan ini! pe bentukan undang-undang erupakan bagian penting #egara huku $ '$ Pe bagian kekuasaan$ Syarat ini engandung akna bahwa kekuasaan #egara tidak boleh hanya bertu pu pada satu tangan$ ,$ 2ak-hak dasar * "rondrechten + erupakan sasaran perlindungan dari pe erintah terhadap rakyat dan sekaligus e batasi kekuasaan pe bentukan undang-undang$ 4$ Pengawasan pengadilan bagi rakyat tersedia saluran elalui pengadilan yang bebas untuk enguji keabsahan tindak pe erintahan Frechtmatigeheidsoetsing9 $ Sejalan dengan #egara huku (nglo Sa1on 5 1$ Supre asi aturan-aturan huku * su'remac( o. the law +! yaitu itu! ($-$ Di%ey enge ukakan prinsip-prinsip naungan syste huku

* rule o. law + yang lahir dala

tidak adanya kekuasaan sewenang-wenang * absente o. arbitrar( 'ower +! dala arti bahwa seseorang hanya boleh dihuku kalau

elanggar huku $
49

:ohanes Us"unan! 199>! Kebebasan )er'enda'at di -ndonesia *Disertasi+ Dala 4eraihgelar Doktor pada Progra Pas%asarjana U#(IR! Surabaya$

7, '$ /edudukan yang sa a dala enghadapi huku *eGuity be"ore aupun untuk

the law+$ Dalil ini berlaku baik untuk orang biasa pejabat$ ,$ &erja innya hak-hak pengadilan$ 5<

anusia oleh undang-undang dan keputusan

Pada prinsipnya pendapat diatas adalah sa a! setiap tindak pe erintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan *Hettelijke gronslag+$ Dengan landasan ini! undang-undang dala "or il dan UndangLUndang Dasar sendiri tindak pe erintahan$ Dala arti

erupakan tu puan dasar

hubungan ini! pe bentukan undang-undang

erupakan bagian penting #egara huku $ Setiap kebijakan #egara dan pe erintah dapat digugat oleh setiap orang atau warga #egara terjadi penyi pangan atau pelanggaran huku #egara yang dija in konstitusi$ Dala sejarah peraturan perundang-undangan di Indonesia! pernah anakala

terhadap hak-hak warga

dikeluarkan /etetapan 4ajelis Per usyawaratan Rakyat Se entara #o or III@4PRS@1988 tentang Peninjauan /e bali Produk-Produk ?egislati" #egara di ?uar Produk 4PRS yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945$ Salah satu tujuan dikeluarkannya ketetapan tersebut! terjadi kese rawutan
5<

dala

penggunaan

peraturan

nerundang-undangan$

-bid, hal 20

74 4isalnya saja keberadaan Penetapan Presiden dan peraturan Presiden$ /edua peraturan perundangan tersebut dengan engatur ateri yang sa a

ateri undang-Undang dan Peraturan Pe erintah$ De ikian juga

Peraturan-Peraturan Pe erintah! yang seharusnya sebagai peraturan pelaksana dari Undang-Undang kenyataannya pelaksana dari Peraturan Presiden$ &u pang tindih peraturan perundang-undangan ateri de ikian erupakan peraturan

eni bulkan berbagai keran%uan terhadap su ber huku

uatan! tata urutan!

serta "ungsi peraturan perundang-undangan$

Penertiban terhadap keran%uan peraturan perundang-undangan huku itulah yang enjadi agenda uta a dikeluarkannya /etetapan

4PRS #o$ III@4PRS@1988$ )entuk peraturan perundang-undangan yang akan ditinjau ke bali adalah Penetapan Presiden! Peraturan presiden! Undang-Undang! dan Peraturan pe erintah Pengganti UndangUndang$ Peninjauan ini didasarkan atas alasan! bahwa adanya peraturan perundang-undangan yang tidak e punyai dasar huku daia Undang-

Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945

aupun isinya

tidak sesuai dengan atau bertentangan dengan isi Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945$ 4enindaklanjuti hal ini Presiden dilarang untuk aka

engeluarkan Penetapan Presiden dan Peraturan

Presiden$ Penetapan Presiden yang sudah terlanjur dikeluarkan! yang aterinya sudah tidak sesuai dengan keadaan! dinyatakan tidak berlaku

75 atau di%abut dan yang dengan Undang-Undang$ Peraturan Presiden juga engala i hal yang sa a! bedanya hanya aterinya asih rele0an! diubah dan diganti

pada prosedur penggantian atau pen%abutannya yaitu di%abut dan diganti dengan peraturan pe erintah$ )ersa aan dengan /etetapan 4PRS #o or III@4PRS@1988! dikeluarkan pula /etetapan 4PRS #o or II@4PRS@1988 tentang 4e orandu DPR-BR engenai Su ber &ata tertib 2uku Republik

Indonesia dan &ata Urutan Peraturan Perundangan Republik Indonesia$ /etetapan 4PRS ini dinyatakan asih berlaku oleh /etetapan #o or

-@4PR@197, tentang Peninjauan Produk-Produk yang )erupa /etetapan/etetapan 4PRS Republik Indonesia jo$ /etetapan 4PR #o or II@4PR@197> tentang perlunya penye purnaan yang ter aktub dala Pasal , /etatapan 4PR #o or -@4PR@197,$ Pada /etetapan 4PRS #o or II@4PRS@I988 dapat dilihat bahwa tata urutan peraturan perundang-undangan antara lain5 1$ Undang-Undang Dasar 19453 '$ /etetapan 4PR3 ,$ Undang-Undang3 4$ Peraturan Pe erintah Pengganti Undang-Undang3 5$ Peraturan Pe erintah3 8$ /eputusan Presiden3 7$ Peraturan Pelaksana ?ainnya seperti5

78 a$ b$ %$ Peraturan 4enteri3 Instruksi 4enteri3 Dan lain-Iain$

Dengan keluarnya /etetapan 4PR #o or III@4PR@'<<< tantang Su ber 2uku dan &ata Urutan Perundang-Undangan! /etetapan 4PRS ateri

#o or II@4PRS@1988 tersebut dinyatakan tidak berlaku$ Dari

/etetapan 4PR #o or III@4PR@'<<< tersebut! dite ukan beberapa bentuk peraturan perundang-undangan yang urutannya sebagai berikut5 1$ Undang-Undang Dasar 19453 '$ /etetapan 4PR RI3 ,$ Undang-Undang3 4$ Peraturan Pe erintah Pengganti Undang-Undang3 5$ Peraturan pe erintah3 8$ /eputusan Presiden3 7$ Peraturan Daerah$ )entuk dan hirarkhi Peraturan Perundang-undangan tersebut di atas tentu saja juga hirarkhi di atas! dala enjadi su ber huku tata negara$ )erdasarkan

pasal 4 ayat *'+ &(P 4PR #o$III@4PR@'<<< itu

enentukan5 MPeraturan atau /eputusan 4ahka ah (gung! 4enteri! )ank Indonesia! badan! le baga atau ko isi yang setingkat yang dibentuk oleh pe erintah! tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang ter uat dala tata urut peraturan perundang-undangan ini$ (pabila

ru usan pasal 4 ayat *'+&(P 4PR #. III@4PR@'<<<3 ini diba%a se%ara

77 har"iah! aka di dala nya dapat dikatakan engandung dua nor a

sekaligus! yaitu5 perta a! segala peraturan yang ditetapkan oleh 4ahka ah (gung! 4enteri! )ank Indonesia! badan! le baga atau ko isi yang setingkat yang dibentuk oleh pe erintah! tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang ter uat dala tata urut peraturan perundang-

undangan tersebut$ /edua! segala keputusan yang dibuat oleh badanbadan atau le baga tersebut tidak boleh bertentangan dala yang ter uat dala ketentuan

tata urutan peraturan perundang-undangan tersebut$51 enya akan saja eni bulkan

/etetapan 4PR tersebut di atas sepertinya

antara pengertian NketetapanN dan NkeputusanN sehingga keran%uan$ (pabila kita * beschiking +!

e aha i arti peraturan * regels + dan keputusan

aka ketentuan pasal 4 ayat *'+ tersebut tidaklah bersi"at engandung kedua

paralel! dan karena itu tidak dapat pula dita"sirkan

nor a itu se%ara paralel pula$ ;ika kedua nor a tersebut dipaha i bersi"at paralel! tentu dapat eni bulkan asalah! isalnya! dikatakan

bahwa! M/eputusan 4ahka ah (gung tidak boleh bertentangan dengan Peraturan Pe erintah ataupun dengan /eputusan Presiden$ Padahal istilah keputusan 4ahka ah (gung itu sela a ini e punyai pengertian

yang terkait dengan putusan atau 0onis kasasi 4ahka ah (gung$ (dalah alapateka yang luar biasa jika ketentuan pasal 4 ayat *'+ &(P 4PR tersebut di atas diartikan de ikian$

51

4orissan! '<<8! Hukum Tata Negara !Prakasa ;akarta hal ,, $

=ra !e.ormasi Penerbit Ra adina

7> Penggunaan istilah huku ditertibkan terlebih dahulu untuk salah pengertian di atau no enklatur huku ini harus

engatasi kekisruhan dan ke ungkinan engatur

asa depan$ Untuk produk yang bersi"at

* regeling + yang berisi aturan huku

* regels + sebaiknya digunakan

no enklatur atau istilah peraturan yang berasal dari kata FaturE! F engaturE! FaturanE! dan FperaturanE$ Sedangkan penetapan-penetapan yang bersi"at ad inistrati" dapat disebut dengan kata FkeputusanE yang bersi"at ad inistrati" atau dala )eschiking $ Pe bedaan antara keputusan *ad inistrati"+ dan peraturan ini harus terus dilakukan se%ara konsisten! ulai dari tingkatan yang bahasa )elanda disebut dengan

tertinggi hingga yang terendah$ Peraturan yang tertinggi adalah Undangundang Dasar! di bawahnya adalah Undang-undang dan Peraturan Pe erintah Pengganti Undang-undang$ Pada le0el presiden terdapat dua bentuk peraturan yaitu Peraturan Pe erintah dan Peraturan Presiden yang sebaiknya dibedakan dengan /eputusan Presiden! De ikian pula di tingkat pro0insi! harus dibedakan antara Peraturan Daerah$ Peraturan Bubernur! dan /eputusan Bubernur! serta Peraturan Daerah dan Peraturan )upati@Halikota dan /eputusan )upati@Halikota$ Dari uraian tersebut di atas undangan *yang juga aka tata urutan peraturan perundangtata negara+ harus dan peraturan yang

enjadi su ber huku

dibedakan antara peraturan yang bersi"at u u bersi"at khusus5

79 1$ Peraturan Perundang-undangan yang bersi"at u u 5 a+ Undang-undang Dasar dan Perubahan Undang-undang Dasar b+ Undang-undang dan Peraturan Pe erintah Pengganti

Undang-undang *Perppu+ serta peraturan lain yang setingkat dengan undang-undang$ yaitu ketetapan-ketetapan

4PR@4PRS yang bersi"at

engatur *regels+$

%+ Peraturan Pe erintah dan Peraturan Presiden d+ Peraturan 4enteri atau pejabat setingkat e+ Peraturan Daerah Pro0insi "+ Peraturan Bubernur g+ Peraturan Daerah /abupaten@kota h+ Peraturan )upati@Halikota '$ Peraturan Perundang-undangan yang bersi"at khusus a+ Peraturan le baga negara *le baga tinggi negara+ setingkat presiden5 i$ ii$ iii$ i0$ 0$ Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Peraturan Dewan Perwakilan Daerah Peraturan 4ahka ah (gung Peraturan 4ahka ah /onstitusi Peraturan /o isi :udisial 0i$ Peraturan )adan Pe eriksa /euangan b+ Peraturan *inpenden+ le baga pe erintah yang bersi"at khusus enteri$

>< i$ Peraturan )ank Indonesia ii$ Peraturan /ejaksaan (gung iii$ Peraturan &entara #asional Indonesia$ i0$ Peraturan /epolisian Republik Indonesia! %+ Peraturan le baga-le baga khusus yang bersi"at independen i$ ii$ iii$ i0$ 0$ 0i$ 0ii$ Peraturan /o isi Pe ilihan U u Peraturan Pe berantasan /orupsi Peraturan /o isi #asional 2ak (6asi 4anusia Peraturan /o isi Penyiaran Indonesia Peraturan Pusat Pelaporan dan (nalisa &rankasi /euangan Peraturan /o isi /ebenaran dan Rekonsiliasi Dan sebagainya$

Perbedaan yang tegas antara peraturan dan keputusan atau antara peraturan perundang-undangan dan keputusan ad inistrati" adalah sangat penting$ Peraturan perundang-undangan serta dapat berisi nor a-nor a yang

bersi"at abstrak dan u u

enjadi obyek E/udicial reviewE !

sedangkan keputusan berisi nor a yang bersi"at konkrit dan indi0idual dan hanya dapat dijadikan obyek peradilan tata usaha negara$ Disa ping itu! pe bedaan antara peraturan u u penting karena peraturan u u dan peraturan khusus juga elanggar prinsip hirarkhi

tidak boleh

nor a sesuai dengan tata urutan peraturan perundang-undangan yang ditentukan3 sedangan peraturan khusus tunduk pada prinsip le7 s'esialis

>1 derogate le7 generails, yaitu nor a huku dapat engabaikan nor a huku Dala yang bersi"at khusus yang

yang bersi"at u u $ arti

hubungan dengan pengertian undang-undang dala

aterial dan undang-undang dala perbedaannya dengan undang-undang

arti "or al! perlu dipaha i aterial dan undang-undang dikenal adanya undangaterial!

"or al$ .leh karena dari sudut tata huku undang "or al tidak

aterial! undang-undang "or al yang

undang-undang tidak "or al tetapi "or al dan juga tidak aterial$

aterial! dan undang-undang tidak

(dapun yang di aksud dengan undang-undang "or al tidak

aterial

adalah peraturan yang terbentuknya dengan persetujuan DPR dan pengesahan pe erintah *presiden+! tetapi isinya tidak langsung engikat penghidupan

rakyat$ 4isalnya adalah undang-undang tentang (P)# dan undang-undang tentang rati"ikasi perjanjian dengan negara lain$ Undang-undang tidak "or al tetapi aterial adalah peraturan yang

terbentuk tidak dengan persetujuan DPR dan pengesahan pe erintah! isalnya yang dikeluarkan oleh /epala Daerah! akan tetapi isinya langsung engikat penghidupan rakyat$ Ini ter asuk dala pengertian

peraturan perundang-undangan$ Undang-undang "or al yang aterial adalah undang-undang yang

dibentuk atas persetujuan DPR dan disahkan oleh Presiden! yang isinya engikat rakyat$ Sedangkan undang-undang yang tidak "or al dan tidak

>' aterial ialah yang isinya sa a sekali tidak langsung penghidupan rakyat$ Seperti halnya batasan tentang huku ! batasan engenai anan engikat

peraturan perundang-undangan pun ada berbagai pendapat$ )agir dan /untara 4agnan 5'

e berikan pengertian peraturan perundang-

undangan ialah setiap putusan tertulis yang dibuat! diterapkan dan dikeluarkan oieh le baga dan atau pejabat negara yang e punyai

* enjalankan+ "ungsi legislati" sesuai dengan tata %ara yang berlaku$ Sigler$($;ay 5, enyatakan bahwa 3 e'artemental and 1genc( -nitiatives5 e'artments and agencies are the most im'ortant sources o. 'olic( develo'ment in man( .ields Their legal authorit( to establish 'olic( is two.old5 The de'artments and agencies sha'e much o. the im'ortant legislation 'ro'osed in congress5 =7ecutive o..icials o.ten write the legislation5 1gencies and de'artments moreover, make rules and regulations with the .orce o. law and ad/udicate cases which arise .rom their own rules and regulations5 =7ecutive agencies and regulator( boardr thus combine characteristies o. legislative bodies, courts and even o. interest grou'5; e'artemen dan -nstansi meru'akan sumber (ang 'aling 'enting dalam meneta'kan kebi/akan 'ada ban(ak bidang 'embangunan Kewenangan hukum dalam meneta'kan kebi/akan ada dua5 e'artemen dan -nstansi lembaga ban(ak membentuk *ndang+ undang (ang 'enting dia/ukan dalam Kongres5Pe/abat =ksekuti. menulis *ndang+*ndang5 2embaga dan de'artemen selain itu da'at membuat aturan dan 'eraturan dengan kekuatan hukum dan mengadili kasus (ang timbul dari aturan dan 'eraturann(a52embaga =ksekuti. dan ewan 'engatur 'eraturan undang+undang45 Rasanya agak sulit untuk enetapkan batasan ana yang paling

baik! yang jelas bahwa dari batasan dan pengertian peraturan perundang-

5 5'

)agir anan dan /untara 4agnar! 19>7! Peranan Peraturan Perundang+ *ndangan alam Pembinaan Hukum Nasional ! (r i%o! )andung! hal$ 1,$ 5, ;ay (Sigler$! 1977! The 2egal Sources o. Public Polic( ! ?e1ington )ooks D$9 2eath and 9o pany ?e1ington! 4assaehusetts &oronto! 2l $15$

>, undangan sebagai ana diru uskan di atas! dapat diidenti"ikasikan si"atsi"at atau %iri-%iri dari suatu peraturan perundang-undangan! yaitu5 1$ Peraturan perundang-undangan berupa keputusan tertulis$ ;adi e punyai bentuk atau "or at tertentu! '$ Dibentuk! ditetapkan dan dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang! baik di tingkat pusat aupun daerah$ :ang di aksud dengan pejabat yang berwenang adalah pejabat yang ditetapkan berdasarkan ketentuan yang berlaku! baik berdasarkan atribusi dan delegasi3 ,$ Peraturan perundang-undangan tersebut berisi aturan pola tingkah laku$ ;adi! peraturan perundang-undangan bersi"at engatur ;regulerend4, tidak bersi"at sekali jalan *enmahlig +3 4$ Peraturan perundang-undangan engikat se%ara u u *karena ditujukan kepada u u +! artinya tidak ditujukan kepada seseorang atau indi0idu tertentu *tidak bersi"at indi0idual+ 54 /ekuasaan Presiden dala bidang legislati" erupakan rekan kerja bagi DPR! yang artinya presiden bekerja sa a dengan DPR dala tugas legilsti"! yaitu5 a$ 4e buat undang-undang! sebagai ana ketentuan ( ande en UUD 1945 pasal 5 ayat 15 MPresiden berhak engajukan

ran%angan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat$M Dan pasal '< ayat '5 MSetiap ran%angan undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan presiden untuk persetujuan bersa a$ b$ 4enetapkan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara *(P)#+$ Pasal ', ayat ' enyatakan5 MRan%angan undang-undang (P)# endapat

diajukan oleh presiden untuk dibahas bersa a dengan Dewan Perwakilan Rakyat dengan
5 54

e perhatikan perti bangan Dewan


#$,& Setelah Perubahan

;i lly (sshiddiGGie'<<' Konsolidasi Naskah ** Keem'at =2 UI ;akarta hal 41

>4 Perwakilan Daerah$M Dala hal ini apabila DPR tidak aka

enyetujui ran%angan (P)# yang disulkan presiden pe erintah enjalankan (P)# tahun lalu$

Pasal 5 dan Pasal ', tersebut ( ande en UUD 1945 presiden untuk

e berikan pengertian bahwa e buat (P)# kepada

e berikan kekuasaan

endapat persetujuan bersa a dengan DPR! dengan

de ikian RUU (P)# akan selalu datang dari presiden$ Sedangkan kekuasaan e buat undang-undang berada di tangan DPR untuk

endapat persetujuan bersa a dengan pe erintah! dengan de ikian inisiati" dan Dala ateri RUU akan datang perta a kali dari DPR$ ketentuan UUD 1945 sebelu a ande en hak yang e bentuk

di iliki DPR dibandingkan dengan kewenangan uta a undang-undang yang di iliki oleh presiden! tidak sei bang$ 2al ini terlihat jelas dala

e ang dapat dikatakan

hal pe bentukan Peraturan

Pe erintah sebagai pengganti Undang-Undang *Perpu+$ Pada ketentuan la a! presiden diberi hak dan wewenang oleh UUD untuk Perpu dan e berlakukannya sela a satu tahun tanpa enetapan e erlukan

persetujuan DPR$ Sedangkan dala

hal RUU yang diprakarsai oleh DPR

dan telah disahkan oleh DPR dapat ditolak presiden apabila presiden tidak enyetujui RUU tersebut$ )ahkan lebih jauh lagi! dala undangan sebelu pe bentukan peraturan perundang-

( ande en UUD 1945! ada yang disebut sebagai

'olic( rules ;beleidregels4 yang dianggap dengan sendirinya berada di

>5 tangan presiden yang dala untuk praktek ter%er inkan dala kewenangannya andiri dala arti

engeluarkan /eputusan Presiden yang bersi"at rangka

tidak dala

elaksanakan perintah undang-undang$ Dala

praktek sela a pe erintahan .rde )aru! justru jenis-jenis /eputusan Presiden seperti ini banyak sekali ju lahnya! ter asuk sebagian besar di antaranya sesungguhnya dala e uat ateri yang seharusnya dituangkan enilai gejala ini

bentuk Undang-undang$

;i ly (sshiddiGie55

biasa disebut sebagai gejala "overnment b( Ke''res5 .leh karena itu dapat di engeri engapa ketentuan pasal 5 ayat *1+ dan pasal '< ayat *1+ enjadi ru usan sebagai ana perubahan engga barkan telah terjadinya

UUD 1945 perlu diubah

perta a UUD 1945$ Perubahan ini pergeseran dala le baga DPR$ #a un de ikian! untuk

penyelenggaraan kekuasaan legislati" dari presiden ke

enyerahkan tugas legislasi sepenuhnya

kepada DPR adalah tidak realistis! karena legislasi itu sebagian terbesar lebih bersi"at teknis yang dewasa ini! e butuhkan peran pe erintah$ )ahkan e buat undang-

akin disadari bahwa kekuasaan untuk

undang %enderung terus berke bang se akin teknis si"atnya! sedangkan "ungsi pengawasan dan pengendalian yang lebih bersi"at politis %enderung dianggap akin penting dala upaya e bangun %itra

parle en yang e"ekti" untuk

engga barkan kesederajatannya dengan ensyaratkan

pihak pe erintah$ /arenanya ( ande en UUD 1945


55

-bid $hal5,

>8 adanya kerjasa a DPR dan pe erintah dala walaupun kekuasaan enyusun suatu RUU

e bentuk undang-undang berada di tangan DPR$ e bawa

( ande en Pasal '< UUD 1945 sebenarnya tidak

perubahan apa-apa karena pada dasarnya setiap undang-undang harus dibahas bersa a dan harus endapat persetujuan bersa a antara DPR enyatakan DPR

dan Presiden$ /etentuan Pasal '< ayat *1+ yang e egang kekuasaan

e bentuk undang-undang sepertinya tanpa

akna$ 4e egang kekuasaan seharusnya berarti dapat N e aksakan kehendakN atau berhak enentukan NyaN atau NtidakN sebagai ana yang enganut siste presidensil urni *seperti

terjadi pada negara yang ( erika Serikat+ tetapi dala untuk

hal ini! DPR tidak

e iliki kekuasaan

e aksakan pe berlakuan suatu undang-undang karena adanya

ketentuan persetujuan bersa a tersebut$ Dala siste presidensil urni! pihak pe erintah *eksekuti"+

tidak perlu ikut %a pur undang

engurusi undang-undang$ Pe buatan undang-

erupakan sepenuhnya kekuasaan legislati"$ Dasar "iloso"is

ketentuan ini dapat dianalogikan seperti sebuah perusahaan! di ana pe ilik perusahaanlah yang engeluarkan aturan kerja di perusahaan e buat aturan tentu ereka saja$

tersebut dan bukan pegawainya$ ;ika pegawai yang ia akan e buat aturan yang hanya

enguntungkan diri

;ika si pegawai tidak suka dengan aturan itu

aka ia dipersilahkan

undur dari perusahaan itu$ #a un tentu saja pe ilik perusahaan dapat eneri a asukan dari pegawai soal peraturan itu! na un pegawai

>7 hanya sekedar enyarankan bukan e egang peran yang sa a penting ene patkan pegawai *dala hal ini DPR+ dala hal posisi

dengan pe ilik$ Pasal '< UUD 1945

ini pe erintah+ dan pe ilik perusahaan *dala yang sejajar$

Perlu pula dipaha i dengan tepat berkenaan dengan pengertian persetujuan bersa a antara DPR dan presiden dala pe bahasan suatu

RUU$ )agai anakah sebenarnya bentuk pelaksanaan dari prinsip persetujuan bersa a itu dala hanya dilakukan dala dala praktek (pakah persetujuan bersa a itu

persidangan atau bisa pula bersi"at institusional

arti persetujuan antara pe erintah dengan pi pinan DPR saja

4enurut ;i ly (sshiddiGie yang di aksud dengan istilah bersama+sama adalah dala persidangan bersa a-sa a antara pihak pe erintah dan etode

DPR$ 58 Pertanyaan yang perlu diajukan disini adalah apakah untuk

en%apai persetujuan bersa a itu ter asuk juga dengan jalan elalui usyawarah dan

pe ungutan suara *voting + ataukah hanya u"akat$ ;i ly (sshiddiGie

enilai pengertian 'ersetu/uan bersama ini

tidak berarti bahwa setiap RUU yang akan disetujui itu harus dapat e uaskan kedua belah pihak$ Dala penga bilan keputusan e ang harus siste dihadiri de okrasi proses bersa a tetapi

keputusan yang dia bil tidak berarti harus

enyenangkan se ua orang$

Sudah sewajarnya ada take and give dan bahkan ada yang kalah dan ada
5 58

-bid ! hal ,>

>> yang enang$ Dala hal terjadi 0oting terhadap suatu RUU aka akan

terjadi dua hal3 perta a! voting

e enangkan RUU 0ersi pe erintah e enangkan RUU

dan partai pendukung pe erintah3 kedua! 0oting 0ersi partai oposisi$57 )erdasarkan UUD 1945 ta paknya hanya

engartikan persetujuan

bersa a terhadap suatu RUU hanya dapat di%apai dengan kesepakatan bersa a * usyawarah@ u"akat+ tanpa harus *voting4$ 4ekanis e 0oting dianggap tidak deadlock, dala elakukan pe ungutan suara enang dan kalah dan

e un%ulkan pihak

engga barkan adanya persetujuan bersa a$ ;ika terjadi hal ini jika tidak ter%apai persetujuan bersa a$ aka

ran%angan undang-undang itu tidak boleh diajukan lagi dala Dewan Perwakilan Rakyat asa itu$

persidangan

'$, Lan asan .ur" "s Pengel&laan #euangan Negara Dalam APBN ?andasan pengelolaan keuangan negara adalah Pasal ',9 Undang Undang Dasar 1945 Perubahan /etiga5 Mhal-hal lain negara ditetapkan engenai keuangan

elalui undang-undangM$ )erangkat dari landasan enghadirkan telah

konstitual itulah berbagai upaya dilakukan untuk dapat

Undang-undang /euangan #egara$ &er%atat 14 *e pat belas+ ti dibentuk dengan tugas untuk

enyusun RUU bidang /euangan #egara itu adalah5 TAHUN

atau RUU tentang Perbendaharaan #egara$ /e-14 ti N/


5 57

TIM

HA,IL

-bid ! hal 4<

>9 1 ' Panitia (%h ad #atanegara Panitia 2er ans /onsep RUU /euangan Republik Indonesia MU/RIM 1945-1947

4enyusun RUU Pokok tentang 195<-1957 Pengurusan /euangan #egara disingkat MUUP/#M *dala bahasa )elanda+ &idak RUU &idak RUU enghasilkan konsep 1959-198'

Panitia (hli Departe en /euangan Panitia (hli Departe en /euangan dan Politisi Panitia Soedar in

enghasilkan konsep

198,-1985

4enyusun /onsep RUU tentang pengurusan /euangan #egara

1989-1974

Panitia Bandhi

4enyusun konsep RUU se ula 1975-19>, berjudul MUndang-undang tentang 9ara Pengurusan dan Pertanggungjawaban /euangan #egaraM berubah enjadi MUndang-undang tentang Pengurusan dan Pertanggungjawaban /euangan #egaraM! berubah enjadi MUndang-undang tentang /euangan #egaraM ! berubah enjadi MUndang-undang tentang Pengurusan dan Pertanggungjawaban /euangan #egaraM! dan akhirnya berubah enjadi MUndang-undang tentang Perbendaharaan #egaraM Panitia ini dibentuk oleh 19>,-19>4 Departe en /ehaki an dan enyusun konsep RUU se ula berjudul MUndang-undang

Panitia Pro"$ Dr$ Ro%h at Soe itro

9< tentang Perbendaharaan #egaraM ke udian enjadi MUndang-undang tentang Pokok-Pokok Perbendaharaan #egaraM > Panitia Soegito 4engolah ke bali RUU hasil 19>4-19>> panitia Bandhi yang ke udian diberi judul MUndang-undang tentang perbendaharaan #egaraM 199<

&i Intern )adan 4enyusun konsep RUU Pe eriksa /euangan berjudul FUndang-undang tentang /euangan #egaraM 4engkaji ulang hasil Panitia Soegito dan hasilnya tetap diberi judul MUndang-undang tentang Perbendaharaan #egaraM

1< Panitia &au"ik

19>9-199,

11 &i Pengkajian dan 4engkaji dan enye purnakan 199>-1999 Penye purnaan RUU Perbendaharaan #egara RUU hasil panitia &au"ik dan tetap Perbendaharaan diberi judul MUndang-undang #egara tentang Perbendaharaan #egaraM! #a un hanya engatur aspek pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran! yaitu sebagian dari siklus anggaran$ 2al ini dilakukan karena RUU Perbendaharaan #egara ini rnerupakan bagian dari paket RUU bidang /euangan #egara yang terdiri atas5 a$ RUU tentang /etentuan Pokok /euangan #egara b$ RUU tentang Perbendaharaan #egara

91 1' &i 9ounterpart RUU )P/ 4enyusun RUU yang diberi 1999 judul MRUU tentang Pe eriksaan )adan Pe eriksa /euangan atas &anggung ;awab Pengelolaan /euangan #egaraM 4erupakan &i Pe erintah 1999-'<<1 bersa a )adan Pe eriksa /euangan berhasil enyusun ke bali RUU hasil &i Pengkajian dan Penyue purnaan RUU Perbendaharaan #egara dan &i RUU )idang /euangan #egara yang terdiri atas5 a$ RUU tentang /euangan #egara b$ RUU tentang Perbendaharaan #egara %$ RUU tentang Pe eriksaan &anggung ;awab /euangan #egara! dan Paket tersebut telah diajukan ke DPR 4elanjutkan ti Penyusunan RUU /etentuan Pokok /euangan #egara! dan telah enghasilkan UU #o or 17&ahun '<<, tentang /euangan #egara dan UU #o$ 1 &ahun '<<4 tentang Perbendaharaan #egara$ '<<1 -sekarang

1, &i Penyusunan RUU /etentuan Pokok /euangan #egara

14 /o ite Penye purnaan 4anaje en /euangan

SumberD Prinsi' Keuangan Negara, 200<5> 2ingga tahun '<<, yang lalu sebelu UU #o$17@'<<,

diundangkan aturan yang berlaku untuk pengelolaan /euangan #egara$

5 5>

Syahruddin Rasul! '<<,! Pengintegrasian Sistem akuntabilitas Kiner/a dan 1nggaran alam Pers'ekti. ** No5#FG200< tentang Prinsi' Keuangan Negara ! ;akarta! hal$ 41$

9' Peru usan keuangan negara yaitu5 1$ Pendekatan dari sisi obyek3 '$ Pendekatan dari sisi subyek3 ,$ Pendekatan dari sisi proses3 dan! 4$ Pendekatan dari sisi tujuan$ Dari sisi obyek /euangan #egara akan eliputi seluruh hal dan enggunakan beberapa pendekatan!

kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! di dala nya ter asuk berbagai kebijakan dan kegiatan yang terselenggara dala bidang "iskal!

oneter dan atau pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan$ Selain itu segala sesuatu dapat berupa uang dijadikan tersebut$ Dari sisi subyek! keuangan negara eliputi negara! dan@atau aupun berupa barang yang dapat

ilik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban

pe erintah pusat! pe erintah daerah! perusahaan negara@daerah! dan badan lain yang ada kaitannya dengan keuangan negara$ /euangan #egara dari sisi proses en%akup seluruh rangkaian ulai dari

kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan obyek di atas

proses peru usan kebijakan dan penga bilan keputusan sa pai dengan pertanggungjawaban$ &erakhir! keuangan negara juga kegitan dan hubungan huku penguasaan obyek eliputi seluruh kebijakan!

yang berkaitan dengan pe ilikan dan@ atau tersebut di atas dala rangka

sebagai ana

9, penyelenggaraan pe erintahan negara! pendekatan terakhir ini dilihat dari sisi tujuan$ Dengan pendekatan sebagai ana diuraikan di atas! UU #o$ 17@'<<, eru uskan sebagai berikut5 /euangan negara adalah Mse ua

hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! serta segala sesuatu baik berupa uang aupun berupa barang yang dapat dijadikan

ilik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebutM$ *Pasal 1 huru" 1 UU#o$ 17@'<<,+$ Ruang lingkup keuangan negara sesuai dengan pengertian tersebut diuraikan dala a$ 2ak Pasal ' UU #o$ 17@'<<, negara untuk e ungut eliputi5 pajak! engeluarkan dan

engedarkan uang! dan

elakukan pinja an3 enyelenggarakan tugas layanan e bayar tagihan pihak ketiga3

b$ /ewajiban negara untuk u u

pe erintahan negara dan

%$ Peneri aan #egara3 d$ Pengeluaran #egara3 e$ Peneri aan Daerah3 "$ Pengeluaran Daerah3 g$ /ekayaan negara@kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang! surat berharga! piutang! barang! serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang! ter asuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara atau daerah3

94 h$ /ekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pe erintah dala rangka penyelenggaraan tugas pe erintahan dan@atau

kepentingan u u 3 i$/ekayaan pihak lain yang diperoleh dengan yang diberikan pe erintah$ )idang pengelolaan /euangan #egara yang de ikian luas se%ara ringkas dapat dikelo pokkan dala bidang pengelolaan sub bidang pengelolaan "iskal! sub enggunakan "asilitas

oneter! dan sub bidang pengelolaan kekayaan

negara yang dipisahkan$ Sub bidang pengelolaan "iskal eliputi ena "ungsi! yaitu5 akro dan "iskal$ =ungsi eliputi

a$ =ungsi pengelolaan kebijakan ekono i pengelolaan kebijakan ekono i

akro dan "iskal ini

penyusunan #ota /euangan dan R(P)#! serta perke bangan dan perubahannya! analisis kebijakan! e0aluasi dan perkiraan perke bangan ekono i akro! pendapatan negara! belanja

negara! pe biayaan! analisis kebijakan! e0aluasi dan perkiraan perke bangan "iskal dala rangka kerjasa a internasional dan

regional! penyusunan ren%ana pendapatan negara! hibah! belanja negara dan pe biayaan jangka penelitian dan reko endasi enengah! penyusunan statistik! kebijakan di bidang "iskal!

keuangan! dan ekono i$ b$ =ungsi penganggaran$ =ungsi ini eliputi penyiapan!

peru usan! dan pelaksanaan kebijakan! serta peru usan standar!

95 nor a! pedo an! kriteria! prosedur dan pe berian bi bingan teknis dan e0aluasi di bidang (P)#$ %$ =ungsi ad inistrasi perpajakan$ d$ =ungsi ad inistrasi kepabeanan$ e$ =ungsi perbendaharaan$ =ungsi perbendaharaan eliputi

peru usan kebijakan! standard! siste

dan prosedur di bidang

pelaksanaan peneri aan dan pengeluaran negara! pengadaan barang dan jasa instansi pe erintah serta akuntansi pe erintah pusat dan daerah! pelaksanaan peneri aan dan pengeluaran negara! pengelolaan kas negara dan peren%anaan peneri aan dan pengeluaran! pengelolaan utang dala negeri dan luar negeri! ilik@kekayaan negara

pengelolaan piutang! pengelolaan barang

*)4@/#+! penyelenggaraan akuntansi! pelaporan keuangan dan siste in"or asi anaje en keuangan pe erintah$

"$ =ungsi pengawasan keuangan$ Se entara itu! bidang siste oneter eliputi siste pe bayaran!

lalu lintas de0isa! dan siste

nilai tukar$ (dapun bidang eliputi pengelolaan

pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan perusahaan negara@daerah$ Dala rangka

endukung terwujudnya good governance dala pengelolaan keuangan negara perlu

penyelenggaraan

negara!

diselenggarakan se%ara pro"essional! terbuka! dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dala UUD 1945$

98 Sebagai penjabaran aturan pokok yang telah ditetapkan dala tersebut! UU #o$ 17@'<<, yang telah la a dikenal dala enjabarkannya ke dala UUD 1945

asas-asas u u

pengelolaan kekayaan negara! seperti asas aupun

tahunan! asas uni0ersalitas! asas kesatuan dan asas spesialitas3

asas-asas baru sebagai pen%er inan best 'ractices *penerapan kaidahkaidah yang baik+ dala pengelolaan keuangan negara! antara lain5

akuntabilitas berorientasi pada hasil! pro"esionalitas! proporsionalitas! keterbukaan dala pengelolaan keuangan negara! dan pe eriksaan andiri$ e egang kekuasaan dari kekuasaan

keuangan oleh badan pe eriksa yang bebas dan Presiden selaku /epala Pe erintahan pengelolaan keuangan negara sebagai

bagian

pe erintahan$ ;Pasal % ** No5 #FG200<4 Pada dasarnya Presiden selaku /epala Pe erintahan e egang

kekuasaan atas pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pe erintahan$ Sebagian kekuasaan itu diserahkan kepada 4enteri /euangan yang ke udian berperan sebagai pengelola "iskal dan wakil pe erintah dala yang dipisahkan$ kepe ilikan negara dala kekuasaan lainnya kekayaan negara diberikan kepada

Sebagian

enteri@pi pinan le baga sebagai pengguna anggaran@pengguna barang le baga@ke entrian yang dipi pinnya$ ;ika Presiden ;>=A4 e iliki "ungsi sebagai >hie. =7ecutive A..icer

aka 4enteri /euangan berperan dan ber"ungsi sebagai >hie. enteri@pi pinan le baga berperan

0inancial A..icer ;>0A4 sedangkan

97 sebagai >hie. A'erating A..icers ;>AAs45 2ubungan tersebut terga bar seperti pada ga bar berikut 5 Delegasi Hewenang /ekuasaan atas Pengelolaan /euangan #egara

PRE,IDEN ,e-aga" 1e&

MENTERI TE#NI, ,e-aga" 23/ 1/&

MENTERI #EUAN0AN ,e-aga" 2//, 13& e buat

Pe isahan "ungsi seperti di atas di aksudkan untuk kejelasan dan kepastian dala

pe bagian wewenang dan tanggung terbagi se%ara tegas

jawab$ Sebelu nya "ungsi-"ungsi tersebut belu

sehingga seringkali terjadi tu pang tindih antar le baga$ Pe isahan ini juga dilakukan untuk enegaskan terlaksananya ekanis e checks and

balances5 Selain itu! dengan "okusnya "ungsi atau le baga diharapkan dapat

asing- asing ke entrian

eningkatkan pro"esionalis e di dala

penyelenggaraan tugas-tugas pe erintah$ 4enteri /euangan dengan penegasan "ungsi sebagai 9=. akan e iliki "ungsi-"ungsi antara lain5 1$ Pengelolaan kebijakan "iskal3 '$ Penganggaran3 ,$ (d inistrasi Perpajakan3

9> 4$ (d inistrasi /epabeanan3 5$ Perbendaharaan * Treasur(43 dan 8$ Pengawasan /euangan$ Seperti halnya pe erintah pusat! pengelolaan keuangan daerah juga enggunakan pendekatan pe bagian "ungsi yang tidak berbeda$ e iliki "ungsi sebagai pe egang

Bubernur@)upati@Halikota akan

kekuasaan pengelolaan /euangan Daerah atau 9C.! dinas-dinas sebagai 9..! dan pengelola /euangan Daerah sebagai 9=.$ (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara *(P)#+ adalah ren%ana keuangan tahunan pe erintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat$ ;Pasal # angka F, ** No5 #FG200<45 4erujuk Pasal 1' UU #o$ 1@'<<4 tentang Perbendaharaan #egara! (P)# dala satu tahun anggaran eliputi5

a$ 2ak pe erintah pusat yang diakui sebagai pena bah nilai kekayaan bersih3 b$ /ewajiban pe erintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih3 %$ Peneri aan yang perlu dibayar ke bali dan atau pengeluaran yang akan diteri a ke bali! baik pada tahun anggaran yang bersangkutan aupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya$ elalui

Se ua peneri aan dan pengeluaran negara dilakukan rekening kas u u negara$ ;Pasal #2 a(at ;24 ** No5 #G200,4

99 &ahun anggaran adalah periode pelaksanaan (P)# sela a 1' bulan$ Sejak tahun '<<<! Indonesia enggunakan tahun kalender sebagai

tahun anggaran! yaitu dari tanggal 1 ;anuari sa pai dengan tanggal ,1 Dese ber$ Sebelu nya! tahun anggaran di ulai tanggal 1 (pril sa pai dengan ,1 4aret tahun berikutnya$ Penggunaan tahun kalender sebagai tahun anggaran ini ke udian dikukuhkan dala UU /euangan #egara

dan UU Perbendaharaan #egara ;Pasal , ** No5 #FG200< dan Pasal ## ** No5 #G200,45 Sebagai ana ditegaskan dala )agian Penjelasan UU #o$ anaje en! dan kebijakan

17@'<<,! anggaran adalah alat akuntabilitas!

ekono i$ Sebagai "ungsi akuntabilitas! pengeluaran anggaran hendaknya dapat dipertanggungjawabkan dengan enunjukkan hasil ;result4 berupa

outcome atau setidaknya out'ut dari dibelanjakannya dana-dana publik tersebut$ Sebagai alat anaje en! siste penganggaran selayaknya dapat e perbaiki e"ekti"itas dan

e bantu akti0itas berkelanjutan untuk e"isiensi progra

pe erintah$ Sedangkan sebagai instru en kebijakan ewujudkan pertu buhan dan rangka

ekono i! anggaran ber"ungsi untuk

stabilitas perekono ian serta pe erataan pendapatan dala en%apai tujuan bernegara$55 (nggito (bi ayu op %it hl 5 4erujuk Pasal , (yat *4+ UU #o$ 17@'<<,! (P)#

e punyai

"ungsi otorisasi! peren%anaan! pengawasan! alokasi! distribusi dan stabilisasi$ =ungsi otorisasi enjadi dasar untuk engandung arti bahwa anggaran negara

elaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun

1<< yang bersangkutan$ =ungsi peren%anaan anggaran negara enjadi pedo an bagi engandung arti bahwa eren%anakan engandung

anaje en dala

kegiatan pada tahun yang bersangkutan$ =ungsi pengawasan arti bahwa anggaran negara enjadi pedo an untuk

enilai apakah

kegiatan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan$ =ungsi alokasi harus diarahkan untuk su ber daya! serta =ungsi distribusi harus engandung arti bahwa anggaran negara engurangi pengangguran dan pe borosan

eningkatkan e"isiensi dan e"ekti"itas perekono ian$ engandung arti bahwa kebijakan anggaran negara

e perhatikan rasa keadilan dan kepatutan$ =ungsi stabilisasi enjadi alat untuk "unda ental

engandung arti bahwa anggaran pe erintah e elihara perekono ian$ dan engupayakan

kesei bangan

Struktur (P)# terdiri dari pendapatan negara dan hibah! belanja negara! kesei bangan pri er! surplus@de"isit! dan pe biayaan$ Indonesia telah engubah ko posisi (P)# sesuai dengan standar statistik

keuangan pe erintah! Bo0ern ent =inan%e Statisti%s *B=S+$ Pendapatan #egara dan 2ibah$ Peneri aan (P)# diperoleh dari berbagai su ber$ Se%ara u u yaitu peneri aan pajak yang eliputi

pajak penghasilan *PPh+! diatur dala perta bahan nilai *PP#+! diatur dala )u i dan )angunan *P))+! diatur dala

UU #o or 3,8 &ahun '<<> pajak UU #o or 4' &ahun '<<9 Pajak UU #o or 1' &ahun 1994

1<1 Pasal 1> (yat *1+ 2asil peneri aan pajak erupakan peneri aan

negara yang dibagi antara Pe erintah Pusat dan Pe erintah Daerah dengan i bangan pe bagian sekurang Lkurangnya 9<O *se bilan puluh persen + untuk Pe erintah Daerah &ingkat II dan Pe erintah Daerah &ingkat I sebagai pendapatan daerah yang bersangkutan $ (yat *'+ )agian peneri aan Pe erintah Daerah sebagai ana di aksud dala ayat *1+ sebagian besar diberikan kepada Pe erintah

Daerah &ingkat II$ (yat *,+ I bangan pe bagian hasil peneri aan pajak sebai ana di aksud dala ayat *1+ dan ayat *'+ diatur dengan Peraturan

Pe erintah$ Peraturan pelaksana Peraturan Pe erintah #o or 18 &ahun '<<< &entang Pe bagian 2asil Peneri a Pajak )u i dan )angunan antara Pusat dan Daerah$ Pajak )ea Perolehan 2ak atas &anah dan )angunan *)P2&)+ diatur dala UU #o or '1 &ahun 1997$

Pasal ', ayat *1+ Peneri aan negara dari )ea Perolehan 2ak atas &anah dan )angunan dibagi dengan i bangan '<O *dua puluh persen+ untuk Pe erintah Pusat dan ><O*delapan puluh persen+ untuk

Pe erintah Daerah bersangkutan$ (yat *'+ )agian Pe erintah Pusat sebagai ana di aksud dala ayat *1+ dibagi kepada seluruh Pe erintah /abupaten @/ota se%ara erata$ (yat *,+)agian Pe erintah Daerah sebagai ana di aksud dala ayat *1+ dibagi dala i bangan '<O *dua puluh persen+ untuk

1<' Pe erintah Pro0insi yang bersangkutan dan ><O*delapan puluh persen+ untuk Pe erintah /abupaten @/ota yang bersangkutan$ 9ukai! dan Pajak lainnya! serta Pajak Perdagangan *bea dan pajak@pungutan ekspor+ asuk

erupakan su ber peneri aan uta a dari eliputi

(P)#$ Selain itu! peneri aan negara bukan pajak *P#)P+

peneri aan dari su ber daya ala ! setoran laba )U4#! dan peneri aan bukan pajak lainnya! walaupun e berikan kontribusi yang lebih ke%il eningkat

terhadap total peneri aan anggaran! ju lahnya se akin se%ara signi"ikan tiap tahunnya$ )erbeda dengan siste sebelu tahun anggaran '<<<! pada siste

penganggaran

penganggaran saat ini

su ber-su ber pe biayaan *pinja an+ tidak lagi dianggap sebagai bagian dari peneri aan$ Dala pengad inistrasian peneri aan negara! departe en@

le baga tidak boleh langsung untuk

enggunakan peneri aan yang diperolehnya se%ara

e biayai kebutuhannya$ )eberapa penge%ulian dapat

diberikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait$ Belanja Negara. )elanja negara terdiri atas anggaran belanja pe erintah pusat! dana peri bangan! serta dana otono i khusus dan dana penyei bang$ Sebelu diundangkannya UU #o$ 17@'<<,! anggaran

belanja pe erintah pusat dibedakan atas pengeluaran rutin dan pengeluaran pe bangunan$ UU #o$ 17@'<<, engintrodusing uni..ied

budget sehingga tidak lagi ada pe bedaan antara pengeluaran rutin dan pengeluaran pe bangunan$ Dana peri bangan terdiri atas dana bagi

1<, hasil! dana alokasi u u dan dana alokasi khusus $ Se entara itu! dana

otono i khusus dialokasikan untuk pro0insi Daerah Isti ewa (%eh dan pro0insi Papua$ De!"s"t an ,ur)lus. e.isit atau sur'lus erupakan selisih antara elebihi peneri aan elebihi pengeluaran

peneri aan dan pengeluaran$ Pengeluaran yang disebut de"isit3 sebaliknya! peneri aan yang disebut surplus$ Sejak &( '<<<! Indonesia

enerapkan anggaran de"isit

enggantikan anggaran beri bang dan dina is yang telah digunakan sela a lebih dari tiga puluh tahun$ Dala ta pilan (P)#! dikenal dua istilah de"isit anggaran! yaitu5

kesei bangan pri er ;'rimar( balance4 dan kesei bangan u u ;overall balance45 /esei bangan pri er adalah total peneri aan dikurangi belanja tidak ter asuk pe bayaran bunga$ /esei bangan u u bunga$ Pem-"a4aan. Pe biayaan diperlukan untuk enutup de"isit adalah total peneri aan dikurangi belanja ter asuk pe bayaran

anggaran$ )eberapa su ber pe biayaan yang penting saat ini adalah5 pe biayaan dala negeri *perbankan dan non perbankan+ serta erupakan selisih antara penarikan

pe biayaan luar negeri *netto+ yang

utang luar negeri *bruto+ dengan pe bayaran %i%ilan pokok utang luar negeri$

BAB III (E(ENAN0 DPR DALAM 3UN0,I PENETAPAN APBN ,E,UAI DEN0AN PRIN,IP5PRIN,IP DEM/#RA,I

,$1$ (e'enang DPR Dalam 3ungs" Peneta)an ,esua" Dengan Pr"ns") Dem&kras" Susilo )a bang :udhoyono ensejahterakan rakyat yang saat ini akan enegaskan bahwa de okrasi yang enjadi tujuan bersa a pasti tidak

e buka ruang sedikit pun bagi praktik-praktik korupsi yang

enyengsarakan rakyat$ 59 (la de okrasi de okrasi dan enuntut ber"ungsinya se%ara tertib seluruh pilar huku harus dapat ber"ungsi e"ekti"$

perangkat

/esei bangan antara peran legislati"! eksekuti" dan yudikati" harus berjalan pada arah yang benar$ &ak kalah pentingnya! penegakan huku harus konsisten dan tidak boleh pandang bulu$ M&ata kelola pe erintahan good governance harus ber"ungsi dengan baik dan kebebasan harus berjalan bergandengan dengan rule o. law5 Seluruh pilar dan ele en itulah yang dapat e astikan terpeliharanya kehidupan bernegara yang

de okratis! da ai dan stabil$ Pada tingkat regional dan global! penyelesaian berbagai

per asalahan dan tantangan di abad ke-'1 ini harus dijalankan se%ara
5 59

Susilo )a bang :udhoyono!'<1< alam Pidato Pembukaan ) 0 berta/uk D imokrasi *ntuk Meningkatkan Perdamaian dan Stabilitas ! )ali Post tanggal 1< Dese ber ! hal$ I

1<4

1<5 transparan dan de okratis$ M/etegangan yang terjadi dala internasional dewasa ini banyak yang disebabkan hubungan adanya

oleh

ketidakper%ayaan atau bahkan kesalahpaha anM$ /erja sa a antarkawasan dala tingkat regional aupun global seharusnya enganut prinsip-

prinsip de okrasi dan berkeadilan$ Siste yang de okratis dan transparan sangat diperlukan juga pada enerapkan asas yang

tingkat regional dan global$ 2anya dengan berkeadilan! persa aan dan transparansi! baik pada tingkat kawasan

aka perda aian dan stabilitas

aupun global dapat diwujudkan dan dipelihara

bersa a$ MSalah satu dari esensi dari de okrasi adalah bagai ana kita dapat dan e berdayakan seluruh ele en bangsa untuk artabat rakyat kita se ua$ /ita juga harus eningkatkan harkat

e astikan agar segenap

ko ponen bangsa dapat berpartisipasi dala

pe bangunan ekono i dan

pen%apaian kesejahteraan bagi kita se uaM$ &idak ada "or ula yang baku tentang bagai ana de okrasi dapat bergandengan dengan stabilitas karena setiap negara e punyai %aranya sendiri$ Selain itu! setiap negara asih

enghadapi situasi ekono i dan politik internasional yang terus bergulir dan perlu terus enjaga solidaritas untuk

asih labil dan enyikapinya

dengan ari" dan bijaksana$ MDe okrasi terus tu buh dan berke bang dengan dina ikanya yang khas dan unik di berbagai negara!$ 4enurut Susilo )a bang :udhoyono! tidak ada istilah de okrasi telah selesai karena de okrasi harus enghasilkan democratic devidend asyarakat di negara asing-

yang dirasakan langsung uta anya oleh

1<8 asing dan beri bas ke berbagai kawasan lainnya$ Dikatakannya! de okrasi erupakan sebuah proses untuk eningkatkan kesejahteraan! anusia$

keadilan! serta kesa aan hak dan kebebasan setiap u at MDe okrasi harus dapat asyarakatnyaE$ 8<

en%iptakan rasa a an! tentera ! dan da ai bagi

9= Strong 81 enyebutkan bahwa De okrasi adalah siste pe erintahan yang ayoritas anggota asyarakat dewasa ko unitas politiknya turut berpartisipasi elalui perwakilan yang enja in bahwa pe erintah harus e pertanggung jawabkan segala tindakannya kepada kelo pok ayoritas tersebut$ Pada hakekatnya bahwa pe erintahan yang de okratis syarat uta anya harus elibatkan rakyat baik se%ara langsung aupun elalui wakil-wakilnya yang telahditunjuk atau dipilih oleh rakyat elalui partai politik dala siste pe ilihan u u tersebut dala enjalankan roda pe erintahannya aupun eren%anakan dan enyusun progra -progra kegiatan dari pe erintah tersebut )ahwa pe erintahan yang de okratis itu yang engsyaratkan keterlibatan asyarakat dala setiap penga bilan kebijakan baik se%ara langsung aupun elalui wakilwakilnya yang paling penting adanya kebebasan dari asyarakat untuk enentukan apa yang enjadi kebutuhannya dan harus diperjuangankan se%ara bebas pula oleh wakil-wakil yang dipilih elalui pe ilu yang bebas tersebut adanya pengawasan terhadap apa yang dilakukan oleh wakil wakil rakyat tersebut serta dapat dipertanggungjawabkan kepada rakya yang diwakilinya dan yang e ilih$ Pada intinya bahwa prinsip-prinsip pokok #egara yang de okrasi adalah 5 Perta a hubungan de okrasi dan huku ! )ahwa huku benar enjadi kehendak dan kebutuhan asyarakat *huku benar L yang

responsi"+ serta huku

tidak berlaku surut! huku

yang dibuat oleh

8 8<

-bid $! hal 5< 9$=$ Strong! '<<>! Konstitusi Politik Modern Ka/ian Tentang Se/arah dan )entuk+)entuk Konstitusi unia &erje ahan SP( Teamwork #usa 4edia! )andung! 2l $ 17$
81

1<7 parle en *le baga perwakilan rakyat+ adalah huku dihendaki oleh asyarakat$ dibuat untuk en%egah tindakan yang benar-benar

/edua prinsip ?egalitas! 2uku

sewenang wenang dari pejabat pe erintah! (pa yang dilakukan oleh pejabat pe erintah harus sesuai dengan huku $ /etiga &entang #egara 2uku dengan peradilan yang aupun parle en+ baik yang De okratis! yang berkaitan

andiri *tanpa %a pur tangan dari pe erintah enyangkut peradilan kri inal aupun peradilan diangkat untuk

ad inistrasi *uji ulang putusan ad inistrasi+$ 2aki

sela anya *tanpa %a pur tangan dari pandangan politik pe erintah aupun parle en+ yang bisa ada situasi yang genting @ekstri /ee pat Unsur ateriil #egara 2uku yaitu pe erintah e bubarkan adalah 4ahka ah (gung bila

elindungi hak-hak

asyarakat! khususnya hak-hak

asyarakat yang

klasik yaitu kebebasan berbi%ara dan

enyatakan pendapat! kebebasan

pers dan kebebasan berku pul dan berserikat$ Didala Pasal ', ayat*1+ dan ayat*,+ Undang-Undang Dasar

#egara Repulik Indonesia tahun 1945 disebutkan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara ditetapkan tiap-tiap tahun dengan undang-undang$ (pabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak diusulkan presiden! lalu$ aka pe erintah enyetujui anggaran yang

enjalankan anggaran yang tahun

1<> Pasal tersebut e iliki hak (nggaran DPR! yang ana dala hal

penetapan pendapatan dan belanja negara kedudukan DPR lebih kuat daripada Pe erintah yang artinya ini enunjukan se%ara "iloso"is yuridis! hal

erupakan tanda dari kedaulatan rakyat$ Dengan de ikian konsepsi #egara! hakikat (P)# adalah kedaulatan rakyat yang

keuangan

dia anatkan kepada DPR$ Dala hal pertanggungjawaban keuangan #egara dapat dilihat dari

dua sisi yaitu 5 1$ Pertanggungjawaban keuangan #egara hori6ontal yaitu pertanggungjawaban pelaksanaan (P)# yang diberikan pe erintah kepada DPR$ 2al ini disebabkan siste ketatanegaraan yang berdasarkan Undang Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 telah enentukan kedudukan pe erintah dan DPR sederajat$ 2al ini dilakukan dala bentuk persetujuan terhadap RUU Perhitungan (ngaran #egara$ ' Pertanggungjawaban keuangan -ertikal! yaitu pertanggungjawab an keuangan yang dilakukan oleh setiap otoristor dari setiap departe en atau le baga #egara non departe en yang enguasai bagian anggaran ! ter asuk didala nya pertanggungjawaban bendaharawan kepada atasannya dan pertanggungjawaban para pi pinan proyek$ Pertanggungjawaban keuangan ini pada akhirnya disa paikan kepada Presiden yang diwakili oleh 4enteri keuangan selaku pejabat tertinggi pe egang tunggal keuangan #egara$ 8' )erdasarkan konsep tersebut! pertanggungjawaban keuangan #egara erupakan konsekuansi logis dari kesediaan pe erintah elaksanakan (P)# yang telah disetujui oleh DPR$ Dala hal pengelolaan keuangan #egara atau (P)#! pertanggungjawaban

keuangan #egara dituangkan kedala perhitungan anggaran #egara sebagai kuasa dari DPR kepada pe erintah e berikan dasar yang kuat yang berhak eneri a

pertanggungjawaban keuangan #egara adalah DPR$


8'

4uha

ad Dja"ar Saidi! A' cit, hal$ 47

1<9 Sitti #urhajati Daud enyatakan 3 &he Se%retary Beneral o" the Indonesian 2ouse o" Representati0es is the head o" the Se%retariat Beneral Hhi%h is a supporting syste in the e1e%ution o" the tasks and "un%tions o" the Indonesian 2ouse o" Representati0e$ &he Indonesian 9onstitution *1945+ stipulates three "un%tions o" the Indonesian 2ouse o" Representati0e! na ely law- aking *legislation+ "un%tion! national budget deter ination "un%tion! and %ontrol "un%tion$ Sekretaris ;enderal Dewan Perwakilan Rakyat lndonesia adalah /epala Sekretariat ;enderal yang erupakan siste pendukung dala pelaksanaan tugas dan "ungsi Dewan Perwakilan Rakyat lndonesia$ lndonesia /onstitusi *1945+ enetapkan tiga "ungsi dari Dewan Perwakilan Rakyat pe buat undangundang *legislasi+! "ungsi anggaran nasional dan "ungsi kontrol$ 8, Untuk elaksanakan "ungsi pengawasan! le baga DPR dilengkapi e inta keterangan *interpelasi+! hak untuk enyelidiki

dengan hak untuk *angket+! hak tertulis

enyatakan pendapat *resolusi+! hak untuk dan bahkan hak

e peringatkan enuntut

* e orandu +!

untuk

pertanggungjawaban *i pea%h ent+$ Dala DPR e punyai hak@ kewajiban untuk

pelaksanaan "ungsi legislasi! engajukan ran%angan undangengubah atau bahkan enolak

undang! hak a ande en atau hak untuk

sa a sekali ran%angan undang-undang yangdiajukan oleh pe erintah$ DPR berhak engajukan R(P)# dan berhak engubah dengan

engurangi ataupun Untuk dapat e"ekti"

ena bah anggaran yang diajukan pe erintah$ enjalankan tugas dan wewenangnya tersebut se%ara

aka DPR perlu diberikan seju lah hak yaitu hak interpelasi! hak enyatakan pendapat$ /etiga hak ini erupakan

angket dan hak

kewenangan atau hak DPR sebagai suatu le baga$ 2ak interpelasi adalah hak untuk
8,

e inta keterangan kepada pe erintah tentang sesuatu

Sitti #urhajati Daud! '<<,! &he Role ." The Secretar( "eneral A. The -ndonesian House A. !e'resentatives in The =ra !e.orm in -ndonesia, "eneva Meeting ! 2al$ 1

11< kebijakan pe erintah yang penting dan strategis serta berda pak luas3 hak angket adalah hak DPR untuk elakukan suatu penyelidikan terhadap

kebijakan pe erintah yang penting dan strategis yang diduga bertentangan dengan peraturan perundangan3 hak sebagai le baga untuk enyatakan pendapat adalah hak DPR pendapat terhadap kebijakan

enyatakan

pe erintah atau

engenai kejadian luar biasa yang terjadi di tanah air atau

situasi dunia internasional disertai dengan reko endasi penyelesaiannya$ (nggota DPR juga e iliki hak dala elaksanakan tugasnya$

2ak-hak ini di iliki setiap anggota DPR sebagai indi0idu atau perorangan$ 2ak perseorangan anggota DPR itu adalah5 a$ 2ak engajukan RUU$ Penjelasan UU Susduk #o '' &ahun '<<, jo enyebutkan bahwa hak anggota DPR untuk di aksudkan untuk endorong! e a%u enyikapi

no '7 &ahun '<<9 engajukan RUU

kreati0itas! se angat dan kualitas anggota DPR dala serta enyalurkan dan

enindaklanjuti aspirasi rakyat yang

diwakilinya dala b$ 2ak

bentuk pengajuan usul RUU$

engajukan pertanyaan adalah hak anggota DPR untuk aupun tertulis kepada

enya paikan pertanyaan baik se%ara lisan

pe erintah bertalian dengan tugas dan wewenang DPR$ %$ 2ak untuk enya paikan usul atau pendapat adalah hak anggota DPR enya paikan usul dan pendapat se%ara leluasa baik kepada aupun kepada DPR sendiri sehingga ada ja inan

pe erintah

111 ke andirian kredibilitasnya d$ 2ak i unitas atau hak kekebalan huku DPR untuk tidak dapat dituntut di yaitu hak setiap anggota uka pengadilan karena rapat-rapat DPR sesuai dengan panggilan hati nurani serta

pernyataan dan pendapat yang disa paikan dala

dengan pe erintah dan rapat-rapat DPR lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan$ e$ 2ak Protokoler yaitu hak anggota DPR untuk penghor atan berkenaan dengan jabatannya dala kenegaraan tugasnya$ /husus engenai hak engajukan RUU ini erupakan hak yang atau a%ara res i aupun dala e peroleh a%ara-a%ara elaksanakan

jarang digunakan pada era sebelu

re"or asi karena inisiati" untuk

engajukan RUU selalu datang dari pe erintah$ /ondisi ini bisa terjadi disebabkan oleh ketentuan pasal 5 ayat 1 UUD 1945 sebelu yang enyatakan5 MPresiden e egang kekuasaan a ande en

e bentuk undang-

undang dengan persetujuan DPR$M /ata M e egang kekuasaanM dala pasal ini engandung arti se a%a

kewajiban$ Dengan de ikian presiden e punyai kewajiban untuk engajukan suatu RUU kepada DPR$ /esi pulan ini didasarkan kepada beberapa hal yaitu *1+ presiden sebagai eksekuti" dan *'+ presiden sebagai barang tentu pe erintahlah yang lebih andataris 4PR$ Sebagai eksekuti"! sudah engetahui undang-undang apa yang

11' dibutuhkan dala rangka elaksanakan pe erintahan$ Dan sebagai andataris 4PR

adakalanya presiden harus engajukan RUU dala rangka elaksanakan &(P 4PR$ ( ande en UUD 1945 e indahkan kekuasaan e bentuk

undang-undang ke tangan DPR$ Dengan de ikian pada era re"or asi ini! anggota DPR tidak bisa hanya bersikap dari pe erintah na un DPR harus dapat enunggu saja RUU yang datang enyusun RUU sendiri sesuai

dengan aspirasi dan kebutuhan rakyat! dengan de ikian setiap anggota DPR harus kreati" dan proakti" untuk keinginan rakyat itu$ Dala hal kegentingan yang e aksa! presiden berhak enetapkan engetahui apa saja aspirasi dan

peraturan pe erintah sebagai pengganti undang-undang *Perpu+$ #a un Perpu itu harus endapat persetujuan DPR dala endapat persetujuan persidangan yang

berikut! dan jika tidak

aka Perpu itu harus di%abut$

De ikian pula halnya dala )elanja #egara harus untuk

enentukan (nggaran Pendapatan dan enolak

endapat persetujuan dari DPR$ ;ika DPR

e berikan persetujuan terhadap anggaran yang diusulkan oleh aka pe erintah enjalankan anggaran tahun lalu$

pe erintah Didala

hal penetapan (P)#! jika dikaitkan kedua pasal tersebut

antara pasal ', Undang-Undang Dasar #egara Repulik Indonesia tahun 1945 dengan pasal '< Undang-Undang Dasar #egara Repulik Indonesia tahun 1945 e punyai hubungan yang sangat erat! karena en%ari

persetujuan antara DPR dengan presiden dala

penetapan (P)# e berikan

erupakan wujud lahirnya undang-undang keuangan negara

11, pe aha an "iloso"is yang kedaulatan rakyat$ #a un dala kerangka teoritis huku keuangan negara! enentukan (P)# sebagai bentuk penjel aan

berdasarkan pasal ', ayat *1+ dan ayat*,+Undang-Undang Dasar #egara Repulik Indonesia tahun 1945 yang di aksud sebagai keuangan negara adalah yang ditetapkan dala undang-undang (P)#$ Dengan dasar

pe ikiran hal tersebut dapat dikatakan bahwa keuangan negara adalah (P)#$ (rtinya dengan persetujuan DPR yang DPR erupakan sesuatu yang ewakili rakyat! persetujuan

utlak si"atnya$ .leh karena itu tanpa ungkin ditetapkan$ Disinilah enyetujui

persetujuan dewan! anggaran negara tidak

letak kedaulatan rakyat yang diwakili oleh DPR dala

anggaran negara$ Selain itu anggaran negara dapat dikatakan sebagai otorisasi dari rakyat kepada eksekuti" di ana eksekuti" dapat elalui perwakilannya yaitu DPR

enggunakan pendapatan negara bagi pengeluaran

bagi pelaksanaan pe erintahannya$ .leh karena itu dilihat dari kewenangan le baga legislati" berdasarkan hak budget yang di ilikinya apakah le baga legislati" berhak engelola anggaran sendiri yang ditetapkan dala tersendiri! hal ini sah enurut huku suatu undang-undang

dan dapat dibenarkan dari segi teori ungkin badan legislati"

kedaulatan! na un dari segi teori otorisasi! tidak

e beri otorisasi pada dirinya sendiri$ )erbeda dengan le baga yudikati" atau le baga negara lainnya yang se%ara endasar tidak e iliki hak

114 budget dan se%ara teoritis bukan untuk e peroleh otorisasi dari le baga enjalankan roda eningkatkan

legislati"! sebagai ana halnya le baga eksekuti" yang pe erintahan! ad inistrasi negara dan tara" kehidupan asyarakat$

elindungi serta

/ondisi de ikian justru dikonkretkan dengan Undang-Undang #o or 17 &ahun '<<, tentang /euangan #egara sebagai undang-undang! Pasal ', Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang tidak e perhatikan

kedudukan dan "ungsi keuangan publik dari le baga atau badan-badan huku yang ada$ /ondisi de ikian terjadi kerana Pasal ', Perubahan ketiga e berikan ra bu-

Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 tidak ra bu yang se%ara yuridis dapat dipertanggungjawabkan$ I per"ekti0itas ketentuan huku peraturan perundang-undangan yang engandung landasan *a+ "ilsa"at yang

keuangan negara karena produk engatur keuangan negara tidak erupakan latar belakang substansi

pe ikiran pe buat undang-undang tentang keuangan #egara! ia pun harus diru uskan se%ara kennis4 ru usannya endasar pada *b+ il u pengetahuan ;het dekken der ditata segera *%+ landasan pe ikiran ekono is

;=konomische

enkgesel84,

enghindari substansinya yang *d+ diulang dan @

atau saling bertentangan antara pasal satu dengan pasal yang lainnya ;:ieders'ruchlos4, *e+ %akupan ru usan substansi undang-undang harus bersi"at enyeluruh ;het dekken van de rechtssto/4, serta harus engandung

*"+ estetika bahasa ;taal aesteticd4, *g+ )er an"aat sesuai dengan tujuannya ;doelmatig45 Dengan de ikian peraturan perundang-undangan keuangan negara yang enjadi dasar huku keuangan negara

enghindar penggunaan

115 prinsip tersebut dala enyusun undang-undang! apalagi sebuah undangutlak dan erupakan syarat

undang dasar landasan "ilsa"atnya adalah

uta a! disa ping syarat-syarat lain yang diperlukan untuk sebuah peraturan perundang-undangan$ .leh sebab itu! perlu dikatakan se%ara tegas! ateri Pasal ',

Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 dan Undang-Undang #o or 17 &ahun '<<, erupakan produk huku yang asal jadi dan eteri atau

uatannya sa a sekali tidak undang-undang$ (palagi

e enuhi syarat sebagai produk huku dari sudut il iah aupun

"iloso"inya$

Seharusnya! Undang-undang #o or 17 &ahun '<<,

engatur pengelolaan

dan pertanggungjawaban keuangan publik uang lebih e"ekti" dala elaksanakan tertib ad inistrasi keuangan dengan akuntabilitas yang tinggi$ De ikian pula ketentuan Pasal ', Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 *Perubahan /etiga+ perlu diadakan kaji ulang agar e punyai bobot sebagai sebuah dasar$ Se%ara teoritis DPR sebagai badan legislati" kuat dan sah enurut huku untuk e punyai dasar yang Undangeteri uatan dala undang-undang

elakukan perubahan dala

Undang #o$ 17 &ahun '<<,$ Se entara itu! 4PR signi"ikan untuk ke bali dala dapat

e punyai peran yang

undang-undang dasar dan undang-undang yang berlaku$ keuangan negara

e enuhi ketentuan teori huku

Disa ping persoalan keuangan negara! huku dala hal pe eriksaannya juga

engala i disorientasi yang sangat pelik$

118 Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 elegiti asi perubahan

"ungsi pe eriksaan )P/ yang diatur oleh pasal ', C Undang-Undang Dasar #egara Repulik Indonesia tahun 1945 untuk e eriksa pengelolaan

dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu )P/ yang bebas dan andiri yang tidak hanya ditujukan pada tanggung jawab

keuangan negara! tetapi juga pengelolaan keuangan negara$ Peruhahan de ikian jelas arah dala en%iptakan disorietasi "ungsi )P/ yang elebar ke segala

elakukan pe eriksaan keuangan negara$ Dari segi huku

keuangan publik! disorientasi "ungsi pe eriksaan keuangan negara yang terlalu luas akan ele ahkan rentang kendali ;s'an o. control4,

in odernisasi! penyalahgunaan kewenangan! dan ketidak a puan dala en%egah penyi pangan keuangan negara se%ara e"ekti"$ Disorientasi pe eriksaan keuangan negara yang dilegiti asi Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 hanya akan dala berkutat endorong ketidakberdayagunaan )P/

enjangkau segi strategis tanggung jawab keuangan negara karena enjelajah segi teknis pengelolaan keuangan negara$

Dengan de ikian! tepat penyusun naskah asli Pasal ', ayat *5+ Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang sebagai le baga yang ene patkan )P/

e eriksa tanggung jawab keuangan negara agar akro-strategis$ 1945

orientasi )P/ tidak lepas dan pe eriksaan yang bersi"at

Penyusun naskah asli Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun e punyai pe aha an yang lebih strategis dan sangat

e aha i

prinsip dasar e"ekti0itas kinerja organisasi$ Dengan "ungsinya sebagai

117 pe eriksa tanggung jawab keuangan negara! )P/ ene patkan se%ara negara

sejajar kedudukannya sebagai le baga negara$ Sebagai le baga yang le baga e eriksa tanggung jawab keuangan yang langsung engawasi dan negara! )P/

erupakan kebijakan

e eriksa

keuangan negara ;.iscal 'olic( audit4 yang dilakukan pe erintah$ =ungsinya yang sangat strategis dan terhor at tersebut )P/ sebagai ene patkan

le baga negara yang sejajar dengan le baga negara enjaga obyekti"itasnya$

lainnya! tennasuk pe erintah! untuk

.leh sebab itu! se%ara yuridis pe berian "ungsi pe eriksaan )P/ untuk e eriksa p%ngelolaan keuangan n%gara elalui Pasal ',C ayat *1+ ele ahkan

Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 justru kedudukannya sebagai le baga negara$ (pabila huku negara

endasarkan pada konsep

ad inistrasi negara! )P/ telah berubah dari bentuk organisasi enjadi organisasi ad inistrasi negara$ Dengan de ikian!

kedudukannya

ele ah sebagai bagian dari unsur pe erintah dan bukan andiri$ Salah satu bukti perubahan bentuk tersebut
pasal ', B ayat 1

sebagai le baga yang

adalah di ungkinkannya )P/ di setiap pro0insi diatur dala

Undang-Undang Dasar #egara Repulik Indonesia tahun 1945$ )P/ berkedudukan di ibu kota negara dan pro0insi$ Dari segi huku ad inistrasi negara! le baga negara! guna ungkin e buka e iliki perwakilan di setiap

enjaga %itra kewibawaan dan pengaruhnya! tidak

perwakilannya di luar ibu kota negara$ 2al ini dilakukan agar le baga

11> negara tetap ber"ungsi hanya pada inti pokok tugasnya sebagai bagian dari lingkup asalahnya ;kern8aken en 'roblemen4 dan enjaga kualitas

kinerja dibandingkan hanya

engejar kuantitas$ )erdasarkan huku pe eriksaan enyebabkan

keuangan publik! penguta aan kuantitas dala

te uan atas penyi pangan keuangan negara dilakukan se%ara kebetulan ;b(+chance4 dan tidak se%ara siste atis ;b(+s(stem45 .leh sebab itu! kebertahanan )P/ pada perubahan "ungsinya sebagai pe eriksa tanggung jawab sekaligus pengelolaan keuangan negara dan kedudukannya yang M enurunM sebagai organisasi ad inistrasi negara engingatkan ke bali pada keberadaan 1legmene !ekenkamer *(R/+! le baga pe eriksa 6a an kolonial )elanda! yang erupakan le baga di

bawah /roon *Pe erintah /erajaan )elanda+$ Dengan kedudukannya tersebut! (R/ e eriksa pengelolaan keuangan pe erintah dan

e punyai perwakilan di setiap daerah$ .leh sebab itu! se%ara yuridishistoris! "ungsi dan kedudukan )P/ berdasarkan Pasal ', C ayat *1+ Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 kedudukannya seperti tahun yang lalu$ (pabila kekeliruan tersebut hanya bersi"at lokal! da paknya tidak akan luas$ (kan tetapi! apabila kekeliruan tersebut bersi"at nasional! da paknya tidak hanya berlaku se%ara lokal atau nasional! juga akan enyangkut se%ara internasional sepanjang yang berkaitan dengan negara$ &erlepas dari adanya kesengajaan atau tidak oleh pe buat a ande en undang-undang dasar aupun ketiga paket undang-undang yang engatur e uat ke bali "ungsi dan

119 keuangan negara! perubahan undang-undang dasar undang-undang tersebut terkesan kekuasaan pe eriksaan tanpa aupun paket ketiga

engarah kepada suatu konsentrasi e perhitungkan koneksitas huku

tatanegara dan huku huku yang berlaku$

ad inistrasi negara

aupun prinsip-prinsip u u

&erkait dengan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan oleh pe erintah diatur di dala keuangan #egara! yang keuangan negara yaitu 5
M/euangan #egara adalah se ua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang! serta segala sesuatu baik berupa uang aupun berupa barang yang dapat dijadikan ilik negara berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut$M Selanjutnya! didala keuangan negara dala adalah 5 a$ 2ak negara untuk uang! dan e ungut pajak! engeluarkan dan engedarkan pelaksanaannya yang di aksud dengan

Undang-Undang #o 17 &ahun '<<, tentang ana dala Pasal 1 ayat *1+ disebutkan tentang

Pasal 1 ayat *1+ Undang-Undang #o 17 &ahun '<<,

elakukan pinja an3 enyelenggarakan tugas layanan u u e bayar tagihan pihak ketiga3

b$ /ewajihan negara untuk pe erintahan negara dan

%$ Peneri aan #egara3


d$ Pengeluaran #egara3 e$ Peneri aan Daerah3 "$ Pengeluaran Daerah3

1'<
g$ /ekayaan negara@kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang! surat berharga! piutang! barang! serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang! ter asuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan negara@perusahaan daerah3 h$ /ekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pe erintah dala rangka

penyelenggaraan tugas pe erintahan dan@atau kepentingan u u 3 i$ /ekayaan pihak lain yang diperoleh dengan yang diberikan pe erintah$ Didala elaksanakan pe erintahan pengelolaan dala keuangan Pasal 8 ayat enggunakan "asilitas

sepenuhnya ada di tangan Presiden seperti yang ter%antu *1+ 3 Presiden selaku /epala Pe erintahan

e egang kekuasaan pengelolaan

keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pe erintahan$ #a un dapat kita ketahui saat ini banyak sekali terjadi korupsi di berbagai daerah yang elibatkan aparat pe erintah! ter asuk para anggota terhadap keuangan negara saat ini sangatlah

dewan$ Pelanggaran huku

eresahkan! teruta a penyelewengan keuangan yang bersu ber dari (P)# ataupun (P)D$ Buna di iliki pe erintah enjalankan pe erintahan aka dengan dana yang

enetapkan (P)#@(P)D setiap tahunnya$

(nggaran Pendapatan dan )elanja #egara *(P)#+ uta a pe erintah untuk pe erintah untuk

erupakan alat

ensejahterakan rakyatnya dan sekaligus alat perekono ian negara$ Sebagai alat

engelola

pe erintah! (P)# bukan hanya juga

enyangkut keputusan ekono i! na un konteks ini! DPR dengan hak

enyangkut keputusan politik$ Dala

legislasi! penganggaran! dan pengawasan yang di ilikinya periu lebih

1'1 berperan dala se%ara e"ekti" engawal (P)# sehingga (P)# benar-benar dapat enjadi instru en untuk ensejahterakan rakyat dan rangka ewujudkan

engelola perekono ian negara dengan baik$ Dala good governance dala

penyelenggaraan pe erintahan negara! sejak

beberapa tahun yang lalu telah diintrodusir Re"or asi 4anaje en /euangan Pe erintah$ Re"or asi huku yang kuat dengan tersebut endapatkan ?andasan

telah disahkannya Undang-Undang #o$ 17

&ahun '<<, tentang /euangan #egara! Undang-Undang #o$ 1 &ahun '<<4 tentang Perbendaharaan #egara! dan Undang-Undang #o$ 15 &ahun '<<4 tentang Pe eriksaan Pengelolaan dan &anggung ;awab /euangan #egara$ Siste dan proses pengelolaan (P)# dala kerangka anaje en

keuangan negara$ Selain diuraikan pokok-pokok

anaje en keuangan pengelolaan

negara serta proses (P)#! diuraikan pula peranan DPR dala anggaran negara

elalui "ungsi-"ungsi yang di ilikinya! yakni "ungsi

legislasi! "ungsi anggaran! dan "ungsi pengawasan$

3.2 DPR ,e-aga" (ak"l Rak4at Dalam Pen4usunan APBN

an Peneta)an

De okrasi di Indonesia sejak awal ke erdekaan sa pai sekarang adalah enganut de okrasi perwakilan! engingat asyarakat

e per%ayakan kepentingan pada wakil-wakil yang duduk di dala le baga perwakilan tersebut *DRP@4PR+ yang dipilih yang diajukan oleh partai-partai peserta pe ilu$ elalui Pe ilu

1'' 4iria )udiardjo! enyebutkan perwakilan politik * 'olitical e punyai atas na a

re'resentation + yaitu bahwa seseorang atau suatu kelo pok kewajiban atau ke a puan untuk berbi%ara dan bertindak

suatu kelo pok yang lebih besar$ Dewasa ini anggota badan legislati" pada u u nya ewakili rakyat elalui partai politik$ 84

Pengertian perwakilan yaitu hubungan antara si wakil dengan yang terwakili tidak hanya sekedar bisa hadir atau tidak bagi si wakil ewakili si wakil karena si terwakili tidak

e punyai ke a puan! akan tetapi ada keharusan

e iliki ke a puan untuk berbi%ara dan bertindak de i

kepentingan si wakil$ Dala konteks perwakilan politik! le baga perwakilan rakyat atau ana orang-orang yang duduk ke a puan untuk ewakili hal ini rangka

DPR adalah le baga *DPR@4PR+! yang didala nya kepentingan partai politik e iliki kewajiban dan

asyarakat pe iliknya atau kelo pok lain dala yang en%alonkan sebagai wakil dala

enya paikan aspirasi dan tuntutan dari

asyarakat atau kelo pok@partai elaksanakan tugas dan

politik tersebut yang lebih besar disa ping

kewajiban yang dibebankan oleh peraturan perundang-undangan$ ;i ly (sshiddiGie! a%a e bedakan tipe perwakilan dengan ' *dua+

tipe perwakila yaitu 585 1$ Perwakilan "isik * re'resentation in 'resence + yaitu keterwakilan rakyat diwujudkan se%ara "isik yaitu denga terpilihnya seorang

8 84

4iria )udiardjo! '<<<! asar+ asar Politik ! Cdisi Re0isi! Ikrar 4andiri (badi! ;akarta! hal$ ,9$ 8 85 ;i ly (sshiddiGie! '<<4! 0ormat Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam ** #$,& ! =2 UII Press! :ogyakarta! hal 4,

1', wakil enjadi dala keanggotaan parle en! akan tetapi dala praktek! siste perwakilan "isik ini terbukti tidak atau belu tentu sungguh-sungguh enja in tersalurnya aspirasi rakyat sebagai ana yang diharapkan$ )anyak ke ungkinan yang dapat terjadi dala kenyataan! baik karena "aktor pribadi *subyekti"+ para wakil rakyat sendiri ataupun karena "aktor pilihan siste yang dipraktekkan$ Siste yang dianut! baik berkenaan dengan site pe ilihan u u aupun siste kepartaian! sangat e pengaruhi esensi keterwakilan rakyat$ '$ Perwakilan pe ikiran *re'resentation in ideas4 yaitu! rakyat dapat enyalurkan aspirasinya tidak saja pada keterwakilan "isik *wakil ereka yang duduk di parle en+ akan tetapi aspirasi rakyat disalurkan elalui edia assa baik %etak aupun elektronika! edia tradisional dan edia kon0ensional lainnya yang se%ara konsitusional juga dija in dala rangka hak asasi anusia$ 4iria )udiardjo 88 enyebutkan perwakilan politik * Political e punyai

re'resentation + yaitu bahwa seseorang atau suatu kelo pok

kewajiban atau ke a puan untuk berbi%ara dan bertindak atas na a kelo pok yang lebih besar$ Dewasa ini anggota badan legislati" pada u u nya ewakili rakyat elalui partai politik bahwa pengertian

perwakilan yaitu hubungan antara si wakil dengan yang terwakili tidak hanya sekedar tidak ewakili si wakil karena siterwakil tidak bisa hadir atau ke a puan untuk berbi%ara dan berindak de i

e punyai

kepentingan si wakil$ Dala konteks perwakilan politik$ ?e baga perwakilan rakyat atau

Dewan Perwakilan Rakyat adalah suatu le baga *Dewan @4ajelis+ yang ana orang-orang yang duduk didala ke a puan untuk
88

nya

e iliki kewajiban dan

ewakili kepentingan

asyarakat pe ilihnya atau

.p%it$ 2l $ ,17$

1'4 kelo pok lain dala wakil dala rangka hal ini partai politik yang en%alonkan sebagai asyakat

enya paikan aspirasi dan tuntutan dari

atau kelo pok @partai politik tersebut yang lebih besar disa ping elaksanakan tugas dan kewajiban yang dibebankan oleh peraturan perundang Lundangan$ &ipe perwakilan yang %o%ok untuk Indonesia adalah tipe perwakilan .isik dan 'emikiran . (rtinya Hakil-wakil rakyat yang duduk di ?e baga Perwakilan Rakyat@DPR harus bertindak disa ping sesuai dengan ke auan rakyat di daerah pe ilihannya karena dia yang eneri a dari

rakyat$ Dia juga harus bertindak bebas sesuai dengan ke auan rakyat banyak *diluar daerah pe ilihannya+ dan sesuai dengan progra -progra partai yang sudah digariskan disa pig elaksanakan apa yang diwajibkan persepekti" negara huku +!

oleh peraturan perundang-undangan *dala wakil-wakil tersebut kepada pe beri

e pertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan andat$ 4engingat wakil yang duduk di le baga

perwakilan rakyat tersebut tidak berangkat dengan sendirinya akan tetapi di%alonkan oleh partai politik! yang penting apa yang dilakukan oleh wakil tersebut se ata- ata untuk kepentingan kesejahteraan dan keadilan rakyat banyak dan biasanya hal ini sesuai dengan progra -progra Disa ping itu pers yang bebas dala juga Penting! hal ini untuk aupun legislati"$ enyuarakan aspirasi partainya$ asyarakat

engontrol juga bagi kebijakan eksekuti"

1'5 ;i ly (sshiddiGie87! enyebutkan a%a - a%a bentuk

pengawasan atau kontrol oleh parle en sebagai le baga perwakilan rakyat! se%ara teoritis dibedakan sebagai berikut 5 1+ Pengawasan terhadap penentuan kebijakan * >ontrol o. 'olic( making + '+ Pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan * >ontrol o. 'olic( e7ecuting + ,+ Pengawasan terhadap penganggaran dan belanja #egara * >ontrol o. budgeting + 4+ Pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran dan belanja #egara * >ontrol o. budget im'lementation + 5+ Pengawasan terhadap kenerja pe erintahan * >ontrol o. government 'er.ormances + 8+ Pengawasan terhadap pengangkatan pejabat publik * >ontrol o. 'olitical a''ointment o. 'ublic o..icials + Setiap le baga u u nya e iliki "ungsi$ =ungsi yang dala

bahasa latinnyaM 0unctus9 berasal dari kataM 0ungtorB yang artinya %ara untuk Sedang elakukan * to 'er.orm4, enurut ter inologi huku elaksanakan! enjalankan *ad inister+$

=ungsi asal katanya 0unction artinya

tugas khusus dari suatu jabatan! atau lingkungan kegiatan yang dilakukan oleh badan@ le baga dala itu "ungsi
87

rangka seluruh kegiatan negara$ .leh karena =ungsi

engandung wewenang dan tugas$ 4enurut 2uku

;i ly (sshiddiGie! '<<8! Pengantar -lmu Hukum Tata Negara Konstitusi Press ;akarta! 2l $ ,8$

1'8 adalah perwujudan tugas rangka kepe erintahan dibidang tertentu yang

dilaksanakan dala

en%apai tujuan pe bangunan nasional$

=ungsi perwakilan dala

konteks ini adalah "ungsi le baga perwakilan$ aka

(gar "ungsi suatu badan atau le baga dapat teriaksana dengan baik

diberikan wewenang dan tugas tertentu! dengan %atatan bahwa tugas wajib dilaksanakan sedangkan wewenang tidak selalu$8>
/oentjoro Poerbopranoto! 4aksud
89

enyebutkan bahwa 5

e bentuk perwakilan ialah enentukan satu jalan yang udah dala rangka kenegaraan untuk e bentuk dan enyatakan kehendak rak(at ;volehte general +! yang diperlukan sebagai dasar kekuasaan dala sisti de okrasi itu untuk elakukan pe erintahan$ Dan bentuk pe yataan kehendak rakyat oleh badan+badan 'erwakilan rak(at itu la6i disebut undangundang$ )adan perwakilan itu sendiri didala il u kenegaraan pada u u ya disebut Mparle entM berdasarkan satu istilah Peran%is *dari perkataan 5 M parter M ialah bi%ara+$ ?e baga perwakilan dibuat dala rangka pende okrasian

kehendak rakyat! artinya apa yang

enjadi kebutuhan dan ke auan rakyat

aka le baga perwakilan @ Parle en inilah yang berkewajiban untuk ewujudkannya$ (da dua peran uta a dari ?e baga Perwakilan Rakyat yaitu di satu sisi sebaga le baga atau dewan yang bertugas law making institution +! eru usukan dan au tidak e buat undang-undang * a

au le baga ini dituntut untuk enetapkan kebijakan Rakyat adalah

e buat Undang-Undang dala

suatu bangsa! di sisi yang lain le baga


8>

Perwakilan

Pai in #apitupulu! 19>9! Peran dan Pertanggung/awaban P! ! /ajian di DPRD Propinsi D/I ;akarta$.p$9it$ hal$ ,7$ 89 /oentjoro Poerbopranoto! 19>7! Sistim Pemerintahan emokrasi $ Cres%o$ )andung! hal$ ,>-,9$

1'7 sebuah badan perwakilan * a re'resentative assembl(4 yang dipilih untuk e bantu dan e perjuangkan aspirasi rakyat pe ilihnya$ =ungsi asing- asing negara tidak selalu sa a!

?e baga Perwakilan Rakyat di tergantung siste dianutnya$ &oni (ndrianus Pitu!

pe erintahan yang diberlakukan atau de okrasi yang

enyebutkan ada ena

"ungsi penting yang

dilaksanakan oleh le baga perwakilan rakyat! yaitu 5 1$ Perwakilan * re'resentation 45 4engungkapkan keraga an dan par$dangan-pandangar$ yang bertentangan dala hat kepentingan regional! ekono i! sosial! ras! aga a dan lainnya yang ada dala suatu negara$ '$ Pe buatan undang-undang * law making4 Pe buatan undangundang ialah enentukan ukuran-ukuran untuk e bantu e e%ahkan per asalahan yang substanti"$ ,$ Pe bangunan /onsensus *%onsensus building45 4erupakan proses perundingan! di ana kepentingan-kepentingan disesuaikan$ 4$ 4engawasi * overseeing +$ 4engawasi birokrasi berarti bahwa undang-undang dan kebijakan yang telah dibuat dewan harus se%ara tepat dilaksanakan dan en%apai apa yang di aksudkan$ 5$ /lari"ikasi /ebijakan * 'olic( clari.ication +! :aitu 7< identi"ikasi dan publikasi persoalan-persoalan$ Dala perspekti" pe erintah sekarang ini "ungsi DPR sudah ana anggota DPR e punyai kewajiban

elekat pada le baga! yang untuk

e perjuangkan aspirasi yang diwakili! "ungsi legislasi dan pelaksanaan kebijakan-kebijakan pe erintah baik yang aupun karena kebebasan bertindak!

pengawasan dala

ditetapkan bersa a dengan DPR

ter asuk kebijakan (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara sudah ada na un pelaksanaannya belu
7<

aksi al$ =ungsi penetapan (P)# yang

&oni (ndrianus Pitu! '<<8! Mengenai Teori Politik dari Sistem Politik Sam'ai Koru'si ! Penerbit #usa! )andung! hal$ 1,,-1,4$

1'> akan diteri a atau ditolak sangatlah penting tidaknya e aha i kebijakan akan pe erintah tergantung engingat bisa diteri a dan kebijakan dan DPR kegiatan dala yang

progra -progra

pe erintah

diren%anakan dan dilaksanakan oleh pe erintah dan serta endukung dijalankannya progra

asyarakat akan turut

dan kegiatan tersebut! uta anya asyarakat$ )ahkan dan

yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan asyarakat akan ikut pula untuk kegiatan itu$ ;ika DPR dala sangatlah penting!

engawasi jalannya progra

rangka penyusunan peraturan perundang-undangan engingat kebutuhan akan aturan huku asyarakat tidak aka yang dapat

diteri a dan didukung oleh

udah dibuat dengan

se purna jikalau tanpa adanya naskah akade iknya serta sosialisasi kepada asyarakat$

(pabila suatu peraturan yang akan disusun oleh DPR didahului dengan disusunnya naskah akade ik! aka ke ungkinan ditolaknya suatu

peraturan perundang-undangan yang sudah disahkan sangatlah ke%il$ Pasal Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 enegaskan bahwa dala

hal penetapan (P)# kedudukan DPR adalah lebih kuat dari pada pe erintah! ini tanda kedaulatan rakyat$ Sejak tahun 1945 hingga tahun 1987 akan dapat diketahui bahwa hak anggaran ini ter asuk kekuasaan dibidang legislasi! baru DPRBR tahun 1987 L 198> dan ke udian DPR hasil pe ilu tahun 1971 yang e isahkannya dan endahulukan dari

kekuasaan legislasi DPR! tetapipada waktu yang bersa aan hak anggaran

1'9 itu di asukkan juga ke dala kekuasaan DPR dibidang pengawasan! sejak

DPR hasil pe ilu tahun 19>7 hingga DPR sekarang hak legislati" didahulukan dari pada hak anggarannya$ Sekarang ini banyak elihat hak budget DPR dala rangka hak

legislati"nya$ 2ak ini disebabkan (P)# ditetapkan dala undang! sehingga terjadi pendapat bahwa huku salah satu aspek dari huku konstitusi ber ula dari huku

bentuk undangerupakan

anggaran

konstitusi! dilihat dari banyak segi! huku anggaran$ bentuk tabel-tabel yang eliputi

(nggaran adalah suatu ringkasan dala

erupakan perkiraan untuk suatu jangka waktu tertentu yang

seluruh kebutuhan "inansial negara dan seluruh su ber keuangan yang perlu untuk eliputi 5

L /ebutuhan! jadi anggaran adalah suatu koreksi data-data "inan%ial dan bertujuan untuk 5 F ungkin engadakan

perbandingan antara pendapatan dan pengeluaranE$ L 4e ungkinkan engadakan pengklasi"ikasian pengeluaran

serta penge0aluasian kepentingan dan skala prioritasnya$ L 4e ungkinkan penentuan da paknya kepada situasi ekono i dan kepada ren%ana nasionalnya$ L 4e per udah pengawasan pelaksanaannya$ 71 .leh karenanya dapatlah dipaha i kalau ada yang ene patkan

hak anggaran ini sebagai kekuasaan DPR dibidang pe erintah! sebab


71

(SS$ &a bunan! 199>! lot cit hal 8$

1,< bukanlah berarti 4e ang enentukan alokasi anggaran badan-badan pe erintahan juga enentukan ruang lingkup dan intensitas progra -progra nya$ e bahas ran%angan (P)# berarti e bahas ran%angan e asukkannya

kebijakan pe erintah se%ara keseluruhan! ada juga yang ke dala kekuasaan DPR dibidang legislati"!

ungkin karena (P)# e uat atau

bukanlah suatu undang-undang dala en%iptakan hak dan kewajiban! tetapi

arti biasa yang

erupakan suatu undang-undang enggunakan uang$ 2al

pendelegasian kekuasaan * machtegingswet + untuk

ini ter asuk kekuasaan DPR dibidang pengawasan$ (da ke ungkinan bahwa DPR e asukkan dala rangka kekuasaan pe bentukan undang-

undang karena hanya

elihat dari segi praktis saja! sebab dibidang

legislati" berlaku hak a ande en dan hak inisiati" sedangkan dibidang anggaran DPR tidak pernah dapat Undang (P)#$ 4e ang harus diakui bahwa DPR *khususnya ko isi (P)#+ telah terlibat dala pe bahasan Ran%angan (P)# ulai dari tahap penyusunan aka keterlibatannya engutak-atik Ran%angan Undang-

konsepnya tetapi karena kekurangan data tandingan!

se%ara praktis hanya terbatas pada pe bahasan tata bahasa saja$ DPR kita belu e iliki )ank data yang lengkap enandingi )ank data

Pe erintah! sehingga sangat

enge%ewakan DPR kita$

#a un de ikian bukanlah berarti bahwa DPR tidak tinggal dia ! kalau dipelajari pe andangan-pe andangan u u para anggota DPR atas

nota keuangan dan ran%angan (P)#! akan terlihat bahwa pe andangan

1,1 u u itu pada hakekatnya erupakan state en politik yang tidak jarang

engandung kritik atau rasa kurang puas terhadap kebijakan pe erintah$ Proses penyusunan dan penetapan (P)# oleh DPR erupakan

suatu Hewenang DPR berdasarkan hak anggaran yang di iliki berhak engelola anggaran sendiri yang ditetapkan dala tersendiri! hal ini sah enurut huku suatu Undang-Undang

dan dapat dibenarkan dari teori anuel /ant yang enegakkan huku dan enyatakan enja in

kedaulatan rakyat yang diikuti oleh I bahwa tujuan #egara adalah untuk

kebebasan dari pada para warga negaranya$ Dala kebebasan disini adalah kebebasan dala

pengertian bahwa

batas-batas perundang-undangan

&erkait dengan teori kedaulatan rakyat biasanya dianut oleh #egara-negara yang de okratis di ana kekuasaan dari orang yang e egang

pe erintahan didasarkan atas sikap dari rakyat yang diperintah dan ketentuan yang engatur biasanya di%antu kan dala Undang-Undang

Dasar dari pada #egara$ (pabila dikaitkan dengan anggota DPR terpilih dan yang terpilih oleh rakyat elalui pe ilu e punyai peran ena pung dan

enyalurkan aspirasi rakyat untuk dijadikan kebijaksanaan pe erintah yang dapat eningkatkan pertanggung jawaban kepada rakyat

Usul ran%angan undang-undang yang berasal dari inisiati" DPR dala engajukan (P)#$ Usul ran%angan undang-undang yang diajukan

oleh para anggota DPR berdasarkan Pasal '1 UUD #RI 1945$ Ran%angan undang-undang inisiati" DPR ini disertai penjelasan tertulis dengan

1,' ditandatangani sekurang-kurangnya ,< anggota yang tidak hanya satu "raksi$ &iap-tiap ran%angan undang-undang ini diajukan kepada pi pinan DPR dengan surat pengantar dan tanda tangan para pengusul dari asing "raksi$ /e udian diadakan sidang paripurna dan dala pi pinan DPR asingsiding

e berithaukan kepada anggotanya tentang adanya usul e bagikan kepada para

ran%angan undang-undang inisiati" serta anggotanya! ke udian dala untuk enerangkan tentang

rapat para pengusul diberikan kese patan aksud dan tujuan dari ran%angan undangusyawarah diberi kese patan &anya jawab

undang dan anggota badaan

kepada pengusul$ Setelah ran%angan undang-undang inisiati" dapat diteri a sebagai ran%angan undang-undang usul inisiati" aka DPR

enjelaskan kepada ko isi ataau panitia khusus! yang khusus dibentuk untuk e bahas dan enyelesaikan ran%angan undang-undang inisiati"

DPR$ /e udian disa paikan kepada pi pinan DPR untuk disa paikan kepada Presiden dengan per intaan agar Presiden ewakili pe erintah dala enunjuk 4enteri yang

rangka pe bahasan ran%angan undang-undang

usul inisiati" DPR bersa a-sa a dengan DPR$ Dala proses penyusunan ran%angan undang-undang dari inisiati"

DPR$ 4oh$ /usnardi! )intan$R$ Saragih berpendapat bahwa 7' 3 dala ketentuan tata tertib DPR RI disebutkan bahwa tiap-tiap ran%angan undang-undang yang diajukan oleh para anggota DPR harus disertai dengan
7'

e ori penjelasan dan ditandatangani oleh sekurang-kurangnya ,<

4oh$ /usnardi dan )intan$R$ Saragih! 199>! Susunan Pembagian Kekuasaan Menurut Sistem ** #$,&, Bra edia! ;akarta! hal$,<$

1,, orang anggota DPR yang tidak terdiri dari satu "raksi$ Ran%angan undangundang yang berasal dari inisiati" diiajukan kepada pi pinan DPR dengan surat pengantar dan da"tar tanda tangan para pengusul serta na a "raksinya$ Sela a usul ran%angan undang-undang inisiati" belu diputuskan

enjadi ran%angan undang-undang$ Usul inisiati" DPR! para pengusul berhak enarik usulannya ke bali dengan syarat ditanda tangani oleh

se ua pengusul dan disa paikan dengan tertulis kepada pi pinan DPR yang ke udian e bagikan kepada para anggota$ Dala hal ini enurut

4oh$/usnardi dan )intan$R$ Saragih selalu dapat engubah atau

engatakan bahwa para pengusul

enarik ke bali ran%angan unadang-undang disetujui

usul inisiati" tersebiut pada setiap tingkat pe bi%araan sebelu

enjadi ran%angan undang-undang$ 7, ;adi sela a usul ran%angan undangundang usul inisiati" DPR para pengusul berhak tentunya daala hal ini sebelu diba%arakan dala enarik ke bali usulnya badan usyawarah$

Proses pengesahan dan pengundangan suatu undang-undang$ Se ua ran%angan undang-undang baik yang datang dari pe erintah atau dari inisiati" DPR pada hakikatnya diproses dan dibahas dala pe bi%araan yaitu 5 &ingkat perta a rapat pleno terbuka &ingkat kedua rapat pleno terbuka &ingkat ketiga rapat ko isi
7,

4 tingkatan

-bid ! hal$ ,1$

1,4 &ingkat kee pat rapat pleno terbuka Sehubungan dengan tahap pengesahan ini enurut 9$S$& /ansil

berpendapat bahwa 3 pe bahasan ran%angan undang-undang dilakukan elalui e pat tingkatan pe bi%araan! ke%uali apabila badan enentukan pe bahasan dengan prosedur singkat! usyawarah tingkat

e pat

pe bi%araan sebagai ana di aksud diatas 5 &ingkat perta a rapat paripurna &ingkat kedua rapat paripurna &ingkat ketiga rapat paripurna &ingkat kee pat rapat paripurna74 Pe bi%araan tingkat perta a erupakan penjelasan dala rapat aupun

pleno terbuka atas ran%angan undang-undang baik dari pe erintah dari pengusul$ Dala u u dala pe bi%araan tingkat kedua

erupakan pandangan

rapat pleno terbuka oleh anggota DPR tergantung dari

prakarsa pe buatan ran%angan undang-undang! jawaban tanggapan dapat diberikan kepada pe erintah atau kepada wakil para pengusul$ Dala pe bi%araan tingkat ketiga erupakan pe bahasan dala

ko isi@gabungan ko isi@panitia khusus! pe bahasan dala

tingkat ini

dilakukan bersa a-sa a dengan pe erintah apabila ran%angan undangundang diajukan oleh pe erintah ke udian bersa a-sa a dengan para pengusul dan pe erintah apabila e bahas undang-undang usul inisiati"

dan usul-usul lain di kalangan sendiri apabila dipandang perlu tanpa


74

9$S$& /ansil! lot cit ! hal$ 44$

1,5 engurangi yang telah dike ukakan diatas$ Dala ketiga ini akan pe bi%araan tingkat

enentukan apakah suatu ran%angan undang-undang tiu pe bi%araan tingkat kee pat

akan disetujui oleh DPR atau tidak$ Dala

penga bil keputusan dengan rapat pleno terbuka dengan didahului pendapat terakhir "raksi-"raksi yang sering dita bah dengan %atatan%atatan yang engandung pendirian "raksinya dan apabila pada

kese patan tersebut pe erintah aka pe erintah dapat tingkat kee pat ini pe erintah

e andang perlu

e berikan sa butan pe bi%araan

e berikan sa butannya$ Dala

erupakan pengesahan ran%angan undang-undang dari

aupun dari usul inisiati" yang telah disetujui pada

pe bi%araan tingkat ketiga$ ;adi ran%angan undang-undang yang telah disetujui oleh DPR dan ran%angan undang-undang usul inisiati" DPR oleh pi pinan DPR dengan suatu surat pengantar disa paikan kepada Presiden$ Sekretaris kabinet@#egara enyiapkan undang-undang tersebut diatas

kertas Presiden untuk di ohon tanda tangan Presiden$ Setelah di tanda tangani Presiden berarti ran%angan undang-undang itu telah disahkan enjadi undang-undang dan sekretaris #egara undang-undang tersebut$ )ila kita lihat engundangkan ran%angan kedudukan DPR dala

enjalankan "ungsi legislati" bersa a-sa a dengan Presiden ta pak bahwa dala

aka akan

hal pengajuan ran%angan undang-undang! kedudukan

Presiden sebanding dengan kedudukan DPR$ ;adi usul ran%angan undangundang (P)# dari DPR yang diajukan kepada Presiden harus endapat

persetujuan dari Presiden karena ran%angan undang-undang (P)# itu

1,8 telah endapatkan aspirasi dari rakyat Indonesia sehingga DPR sebagai e bawakan aspirasi perubahan yang sangat besar pe bangunan dan ensejahterakan asyarakat

wakil rakyat akan untuk kepentingan

Indonesia se%ara keseluruhan agar (P)# tersebut akan yang sangat positi" untuk #egara Indonesia$

e bawa da pak

3.3 ,truktur APBN Dalam Mensejahterakan Rak4at Dala rangka ewujudkan good governance dala

penyelenggaraan pe erintahan

#egara$ Sejak

tahun yang lalu telah Re"or asi

diintrodusir re"or asi 4anaje en keuangan pe erintah$ tersebut endapatkan landasan huku

yang kuat dengan telah disahkan

UU #o 17 &ahun '<<, &entang /euangan #egara! UU #o 1 &ahun '<<4 &entang Perbendaharaan #egara dan UU #o 15 &ahun '<<4 &entang Pe eriksaan Pengelolaan dan &anggung ;awab /euangan #egara$ )erikut ini adalah pe aparan struktur (nggaran Pendapatan dan )elanja #egara (P)# erupakan wujud pengelolaan keuangan #egara ya g ditetapkan

tiap tahun dengan undang undang$ Struktur (P)# yang sekarang dilaksanakan oleh pe erintah Indonesia se%ara garis besar adalah sebagai berikut a$ Pendapatan #egara dan 2ibah b$ )elanja #egara %$ /esei bangan Pri er d$ Surplus@De"isit (nggaran

1,7 e$ Pe biayaan A. PENDAPATAN NE0ARA an HIBAH I$Peneri aan Dala Pajak Dala #egeri #egeri 1$ Peneri aan Perpajakan Pajak Dala #egeri i$ Pajak Penghasilan 1+ 4inyak dan Bas '+ #on 4inyak dan Bas ii$ Pajak Perta bahan #ilai iii$ Pajak )u i dan )angunan i0$ )ea Perolehan 2ak atas &anah dan )angunan 0$ 9ukai 0i$ Pajak ?ainnya Pajak Perdagangan Internasional i$ )ea 4asuk ii$ Pajak@Pungutan Ckspor '$ Peneri aan )ukan Pajak Peneri aan Su ber Daya (la i$ 4inyak )u i ii$ Bas (la iii$ Perta bangan U u i0$ /ehutanan 0$ Perikanan )agian ?aba )U4# P#)P ?ainnya II$ 2ibah B. BELAN+A NE0ARA I$ (nggaran )elanja Pe erintah Pusat 1$ Pengeluaran Rutin )elanja Pegawai

1,> )elanja )arang Pe bayaran )unga 2utang i$ 2utang Dala Subsidi i$ ii$ Subsidi ))4 Subsidi #on ))4 #egeri ii$ 2utang ?uar #egeri

Pengeluaran Rutin ?ainnya '$ Pengeluaran Pe bangunan Pe biayaan Pe bangunan Rupiah Pe biayaan Proyek II$ Dana Peri bangan 1$ Dana )agi 2asil '$ Dana (lokasi U u ,$ Dana (lokasi /husus III$ Dana .tono i /husus dan Penyei bang 2. #E,EIMBAN0AN PRIMER D. ,URPLU,6DE3I,IT AN00ARAN 7A5B8 E. PEMBIA.AAN 7E.I 9 E.II8 I$ Dala #egeri #egeri #egeri

1$ Perbankan Dala

'$ #on-perbankan Dala Pri0atisasi Penjualan (set progra

restrukturisasi perbankan

.bligasi #egara *netto+ i$ Penerbitan .bligasi Pe erintah

1,9 ii$ Pe bayaran 9i%ilan Pokok 2utang@.bligasi D# II$ ?uar #egeri 1$ Pinja an Proyek '$ Pe bayaran 9i%ilan Pokok 2utang ?# ,$ Pinja an Progra dan Penundaan 9i%ilan 2utang

Proses penyusunan dan penetapan (P)# dapat dikelo pokkan dala dua tahap! yaitu5 *1+ pe bi%araan pendahuluan antara pe erintah

dan DPR! dari bulan =ebruari sa pai dengan pertengahan bulan (gustus dan *'+ pengajuan! pe bahasan dan penetapan (P)#! dari pertengahan bulan (gustus sa pai dengan bulan Dese ber$ )erikut ini diuraikan se%ara singkat kedua tahapan dala proses penyusunan (P)# tersebut$

Pe bi%araan Pendahuluan antara Pe erintah dan DPR$ &ahap ini diawali dengan beberapa kali pe bahasan antara pe erintah dan DPR untuk enentukan ekanis e dan jadwal pe bahasan (P)#$ /egiatan

dilanjutkan dengan persiapan ran%angan (P)# oleh pe erintah! antara lain eliputi penentuan asu si dasar (P)#! perkiraan peneri aan dan

pengeluaran! skala prioritas dan penyusunan budget e7ercise untuk dibahas lebih lanjut dala rapat antara Panitia (nggaran dengan 4enteri

/euangan dengan atau tanpa )appenas$ Pada tahapan ini juga diadakan rapat ko isi antara asing- asing ko isi */o isi I s$d II+ dengan itra

kerjanya *departe en@le baga teknis+$ &ahapan ini diakhiri dengan proses "inalisasi penyusunan R(P)# oleh Pe erintah$ Se%ara lebih rin%i! tahapan ini bisa dijelaskan sebagai berikut5

14< 4enteri /euangan dan )adan Peren%anaan #asional *)(PPC#(S+ atas na a Presiden Penyusunan e punyai tanggung jawab dala 4enteri /euangan engkoordinasikan untuk

(P)#$

bertanggungjawab

engkoordinasikan penyusunan anggaran belanja rutin$ Se entara itu )appenas bersa a-sa a dengan 4enteri /euangan bertanggung jawab dala engkoordinasikan penyusunan anggaran belanja pe bangunan$ Persiapan anggaran di ulai dengan assess ent indikator "iskal akro oleh )adan (nalisa =iskal! Departe en /euangan$ Selanjutnya 4enteri /euangan dan /epala )appenas departe en teknis engajukan usulan enerbitkan Surat Cdaran agar anggaran rutin aupun

pe bangunan$ Usulan anggaran rutin diajukan ke Direktorat ;enderal (nggaran pada bulan ;uni$ Da"tar Usulan /egiatan tersebut lebih ter"okus pada 'rogram costing dan perubahan harga$ Direktorat ;enderal (nggaran dan departe en teknis ere0iew Da"tar Usulan /egiatan tersebut dengan

titik tekan pada costing keti bang 'olic(5 Pada bulan (gustus! Direktorat ;enderal (nggaran enerbitkan pagu pengeluaran rutin sebagai dasar bagi enyusun anggaran rutin lebih detil$

departe en teknis untuk

Se entara itu! usulan anggaran pe bangunan diajukan oleh departe en teknis kepada Direktorat ;enderal (nggaran dan )appenas$ Direktorat ;enderal (nggaran dan )appenas pe bangunan tersebut berdasarkan Progra Ren%ana Pe bangunan &ahunan$ ere0iew usulan anggaran

Pe bangunan #asional dan /euangan e berikan

4enteri

perti bangan

engenai pagu anggaran pe bangunan sebagai dasar

141 pe bahasan antara Direktorat ;enderal (nggaran )appenas! dan

departe en teknis$ Selanjutnya pada bulan (gustus! Presiden #ota /euangan dan R(P)# kepada DPR untuk

engajukan

endapatkan persetujuan$

Pengajuan! pe bahasan dan penetapan (P)#$ &ahapan ini di ulai dengan Pidato Presiden sebagai pengantar RUU (P)# dan #ota /euangan$ Selanjutnya akan dilakukan pe bahasan baik antara 4enteri /euangan dengan Panitia (nggaran! aupun antara ko isi-ko isi dengan

departe een@le baga teknis terkait$ 2asil dari pe bahasan ini adalah Undang-undang (P)# yang disahkan oleh DPR$ UU(P)# ke udian dirin%i ke dala satuan ,$ Satuan , yang erupakan bagian tak

terpisahkan dari undang-undang tersebut adalah doku en anggaran yang enetapkan alokasi dana per departe en@le baga! Sektor! Sub Sektor! Progra dan Proyek@/egiatan$ (pabila DPR aka pe erintah pengeluaran enolak R(P)# yang diajukan pe erintah tersebut! enggunakan (P)# tahun sebelu nya$ 2al itu berarti yang dapat dilakukan pe erintah harus sa a

aksi u

dengan pengeluaran tahun lalu$ )erdasarkan satuan ,! Direktorat ;enderal (nggaran dan

Departe en@?e baga pedo an penyusunan yang disusun oleh ti

e bahas rin%ian pengeluaran rutin berdasarkan okumen -sian 1nggaran dan indeks satuan biaya interdep$ Proses ini harus diselesaikan dari .ktober

sa pai dengan Dese ber$ Sedangkan untuk pengeluaran pe bangunan! Direktorat ;enderal (nggaran! )appenas! dan departe en teknis

14' e bahas rin%ian pengeluaran untuk tiap-tiap proyek$ 2asil pe bahasan tersebut didoku entasikan ke dala okumen -sian 1nggaran doku en-doku en berikut5 ;#4 5

erupakan doku en anggaran yang berlaku asing- asing unit belanja

sebagai otorisasi untuk pengeluaran rutin pada

organisasi pada Departe en@?e baga yang dirin%i ke dala pegawai dan non pegawai$ ;24

a.tar -sian Pelaksana 1nggaran5

erupakan doku en anggaran yang berlaku sebagai otorisasi untuk pengeluaran pe bangunan untuk asing- asing belanja proyek pada

Departe en@?e baga yang dirin%i ke dala

odal dan penunjang$

;<4 Surat Pengesahan 1lokasi 1nggaran !utin

adalah doku en yang

enetapkan besaran alokasi anggaran rutin untuk setiap kantor@satuan kerja departe en teknis di daerah yang selanjutnya akan dibahas antara /antor Hilayah Direktorat ;enderal (nggaran dan instansi 0ertikal Da"tar Isian

Departe en@?e baga untuk ke udian dituangkan dala

(ngaran$ ;,4 Surat Pengesahan 1lokasi 1nggaran Pembangunan 5 adalah doku en yang enetapkan besaran alokasi anggaran pe bangunan untuk

setiap proyek@bagian proyek yang selanjutnya akan dibahas antara /antor Hilayah Direktorat ;enderal (nggaran dengan instansi 0ertikal@dinas untuk ke udian dituangkan dala da"tar isian pelaksana anggaran $ ;&4

Surat Ke'utusan Atorisasi 5 adalah doku en otorisasi untuk penyediaan dana kepada Departe en! ?e baga! Pe erintah Daerah dan pihak lain yang berhak baik untuk rutin aupun pe bangunan yang tidak dapat

dita pung dengan da"tar isian pelaksana anggaran$

14, Surat /eputusan .toritas disa paikan oleh Direktorat ;enderal

(nggaran kepada Departe en@?e baga$ )erdasarkan doku en-doku en tersebut! Departe en@?e baga elaksanakan pengadaan barang dan jasa

dengan pihak ketiga$ &agihan yang ti bul sebagai akibat pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tersebut disa paikan kepada /antor eneliti

Perbendaharaan dan /as #egara */P/#+$ Selanjutnya /P/# keabsahan tagihan-tagihan di aksud dan 4e bayar$ Untuk

enerbitkan Surat Perintah

engawasi pelaksanaan tugas /P/# tersebut! di lingkungan

Direktorat ;enderal (nggaran terdapat /antor -eri"ikasi Pelaksanaan (nggaran */(SIP(+ yang bertanggung jawab untuk Perintah 4e bayar yang diterbitkan oleh /P/#$ Dala rangka elaksanakan anaje en kas dan untuk en%egah e 0eri"ikasi Surat

departe en@le baga

elakukan pengeluaran se%ara berlebihan pada awal e batasi ju lah pengeluaran

periode tahun anggaran! 4enteri /euangan rutin untuk satu triwulan

aksi al sa a dengan sepere pat dari ju lah

alokasi dana yang tersedia$ Sedangkan untuk belanja pe bangunan! pen%airan dana disesuaikan dengan tingkat ke ajuan prestasi penyelesaian proyek$ )erdasarkan realisasi peneri aan dan pengeluaran (P)# dala tahun anggaran berjalan! 4enteri /euangan enyiapkan Ran%angan

Undang-Undang Perhitungan (nggaran #egara *RUU P(#+ dan diajukan kepada presiden untuk endapatkan persetujuan$

144 Selanjutnya RUU P(# tersebut disa paikan kepada )P/ untuk diaudit$ Presiden engajukan RUU P(# yang telah diaudit oleh )P/

tersebut kepada DPR paling la bat 15 bulan setelah berakhirnya tahun anggaran bersangkutan$ Setelah DPR RUU P(# Sebelu enyetujui RUU P(# tersebut! Presiden engesahkan

enjadi Undang-undang Perhitungan (nggaran *UU P(#+$

diuraikan proses (P)# pas%a UU #o$ 17@'<<,! kiranya perlu penganggaran

diuraikan terlebih dahulu pokok-pokok re"or asi dala sebagai ana tertuang dala UU #o$ 17@'<<, UU #o$ 17@'<<,$ ere"or asi se%ara

signi"ikan

siste

penganggaran yang telah puluhan tahun diterapkan di Indonesia$ Se%ara singkat! "aktor-"aktor yang ini adalah5 1+ (da yang beberapa aspek dari proses penganggaran di Indonesia endorong re"or asi di bidang penganggaran

engha bat pendistribusian dana anggaran ke berbagai progra 3

'+ Perkiraan pendapatan dan proyeksi anggaran negara tidak disiapkan dala suatu kerangka akro3

,+ &idak ada suatu kerangka penyatuan anggaran ;uni.ied .ramework .or budgeting4 engingat anggaran rutin dan pe bangunan

disiapkan se%ara terpisah3 4+ Siste penganggaran yang berlaku eni bulkan kurangnya

in"or asi

engenai hasil suatu progra onitoring

;'rogram results4 enjadi hal yang le ah3

5+ Pelaksanaan anggaran dan

asih

145 8+ Susunan langsung realisasinya *//#+ dan alokasi anggaran en%er inkan ditengarai kebo%oran yang %ukup terin%i! kontrol yang kuat! se%ara tidak na un dala

eni bulkan anggaran$ eliputi5

berbagai

penyi pangan re"or asi

Pokok-pokok

penganggaran yang terpenting *1+ Penerapan jangka pendekatan

penganggaran

dengan

perspekti"

enengah3 engintegrasikan anggaran rutin

*'+ 4e adukan ;uni.(ing4 atau dan anggaran pe bangunan3

*,+ Penerapan anggaran berbasis kinerja$ 75 Penuangan ren%ana pe bangunan dala suatu doku en peren%anaan

nasional li a tahunan yang ditetapkan dengan undang-undang dirasakan tidak realistis dan se akin tidak sesuai dengan dina ika kebutuhan penyelenggaraan pe erintahan dala era globalisasi$ Perke bangan dina is dala

penyelenggaraan pe erintahan terdiri dari syste

e butuhkan siste

peren%anaan "iskal yang

penyusunan anggaran tahunan yang dilaksanakan sesuai

dengan /erangka Pengeluaran ;angka 4enengah ;Medium Term =7'enditure 0ramework4 sebagai ana dilaksanakan di kebanyakan negara aju$

)erdasarkan hal ini! UU #o$ 17@'<<,

engintrodusir dilaksanakannya /erangka

Pengeluaran ;angka 4enengah ;Medium Term =7'enditure 0ramework4 ini$ /erangka =7'enditure
75

Pengeluaran

;angka

4enengah kerangka

;Medium

Term jangka

0ramework4

erupakan

pengeluaran

(nggito (bi ayu '<<4 0ormat 1nggaran Ter'adu Menghilangkan Tum'ang Tindih /o pas ei '<<4

148 enengah eliputi periode tiga sa pai li a tahun$ /erangka tersebut

erupakan pendekatan atas-bawah ;to'+down a''roach4, yaitu esti asi ketersediaan su ber daya pengeluaran publik sesuai dengan kerangka ekono i akro$ Se entara itu! pendekatan bawah ke atas ;bottom+u' rangka elaksanakan kerja yang

a''roach4 yaitu biaya yang harus dikeluarkan dala kebijakan! progra ! dan kegiatan! serta

kerangka

erekonsiliasikan keseluruhan biaya dengan su ber-su ber daya yang tersedia sesuai dengan tujuan uta anya! yaitu5 Muntuk pe erintah a pu untuk e astikan bahwa

elakukan prioritas-prioritas rekonstruksi dan

pe bangunan dala

konteks esti asi pengeluaran tiga tahunan yang akroekono i yang baikM$

konsisten dengan suatu kerangka

Siklus 4&C=$ 4&C= terdiri dari dua sub proses! yaitu penetapan target "iskal ;setting .iscal targets4 dan alokasi su ber-su ber daya pada pilihan strategis ;allocation o. resources to strategic45 /e udian! sub proses penetapan target "iskal juga dibagi ke dala dua sub-sub proses!

yaitu pe baharuan kondisi ekono i dan "iskal serta pernyataan kerangka "is%al$ Sub proses alokasi su ber-su ber daya pada pilihan strategis juga dibagi dan enjadi dua sub-sub proses! yaitu pernyataan kebijakan anggaran "unda ental$ Ringkasnya! dala proses penga bilan

re0iew

keputusan! proses dan sub proses tersebut bukan berdiri sendiri! tetapi terkait satu dengan yang lainnya$

erupakan hal yang

Se%ara sederhana! siklus 4&C= dapat dijelaskan sebagai berikut$ Pe baharuan kondisi ekono i dan "iskal erupakan langkah perta a dala

147 siklus persiapan anggaran$ ?angkah tersebut diikuti dengan langkah selanjutnya! yaitu kabinet enetapkan tujuan jangka panjang engenai kebijakan "iskal dan

kebijakan ekono i

akro$ &ujuan-tujuan ini ke udian dijabarkan ke dala

tujuan-tujuan jangka pendek$ Penetapan target "iskal diikuti alokasi su bersu ber daya pada strategi-strategi yang ditetapkan$ /abinet ke udian enetapkan prioritas anggaran$ Prioritas anggaran di antara berbagai sektor dala erupakan negosiasi strategis

proses alokasi su ber daya$

4erujuk keuangan negara! dengan diterapkannya 4&C= akan dapat di%apai tujuan-tujuan sebagai berikut5 1$ 4eningkatkan kesei bangan ekono i akro dengan e bangun

kerangka kerja su ber daya yang konsisten dan realistis3 '$ 4eningkatkan alokasi su ber daya kepada prioritas yang strategis di antara dan di dala organisasi3 e berikan ke a puan prediksi!

,$ 4eningkatkan ko it en untuk baik kebijakan dapat

aupun pendanaan! sehingga instansi pe erintah yang berkelanjutan3 eningkatkan

e buat ren%ana dan progra

4$ 4e berikan batasan yang jelas kepada instansi pe erintah! otono i! dan

e berikan penghargaan kepada instansi pe erintah yang

enggunakan dana se%ara e"isien dan e"ekti"3 5$ 4eningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas se%ara politis dala rangka enghasilkan outcome yang diinginkan$

BAB I: ME#ANI,ME 3UN0,I PEN0A(A,AN DPR BER#AITAN DEN0AN PEN0EL/LAAN #EUAN0AN NE0ARA

$.1 Mekan"sme

DPR

Dalam

3ungs"

Penga'asan

Terha a)

Pengel&laan #euangan Negara DPR selain sebagai badan legislati" juga DPR sebagai le baga kontrol *pengawas+ terhadap jalannya pe erintahan$ =ungsi pengawasan oleh DPR diatur dala DPR pasal '<( ayat *1+ UUD #RI &ahun 1945 adalah 3

e iliki "ungsi legislasi! "ungsi anggaran! dan "ungsi pengawasan penjelasan UUD #RI tahun 1945 yang e punyai arti yang

dan dala

sangat penting karena DPR dapat

engusulkan kepada 4PR untuk sidang isti ewa

e inta pertanggungan jawaban dari Presiden dala apabila Presiden dianggap telah =ungsi kontrol oleh DPR

elanggar ketentuan yang ada$ enurut Is ail Suny enyatakan bahwa 3

!eal 'arliamentar( control dapat dilakukan dala

tiga bentuk 3 control o.

e7ecutive, control o. e7'enditure dan control o. ta7ation b( 'arliament dala hal ini diatur sebagai berikut 5

1 5 >ontrol o. e7ecutive enetapkan hak-hak DPR yaitu3 a$ 4engajukan pertanyaan bagi asing- asing anggota$ b$ 4e inta keterangan *Interpelasi+ %$ 4engadakan penyilidikan * (ngket + d$ 4engajukan perubahan *( ande en+ e$ 4engajukan usul pernyataan pendapat "$ 4engajukan @ enganjurkan seseorang jika ditentukan oleh suatu perundang-undangan 14>

149 '$ >ontrol o. e7'enditure ! UUD 1945 pasal ', ayat 1 beserta penjelasannya engatur hak DPR untuk bersa a-sa a pe erintah enetapkan (P)#$ Dihubungkan dengan adanya )adan Pe eriksa /euangan yang ditugaskan e eriksa tanggung jawab tentang keuangan #egara !di ana hasil pe eriksaan itu harus diberitahukan kepada DPR aka pengawasan (P)# ini sebenarnya dapat dilakukan se%ara e"ekti"$ , 5 >ontrol o. ta7ation ! UUD 1945 pasal ', ( pajak dan pungutan lain yang bersi"at e aksa untuk keperluan #egara diatur dengan undangundang$dengan de ikian segala tindakan yang ene patkan beban kepada rakyat sebagai pajak dan lain-lainnya harus ditetapkan dengan persetujuan DPR$ 78 Dala rangka endukung terwujudnya good governance dala pengelolaan keuangan negara perlu

penyelenggaraan

negara!

diselenggarakan se%ara pro"esional! terbuka! dan bertanggungjawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dala undang-undang dasar$

Sesuai dengan a anat Pasal ', 9 Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945! Undang-Undang tentang /euangan #egara perlu aturan pokok yang telah ditetapkan dala ke dala asas-asas u u yang enjabarkan

undang-undang dasar tersebut

eliputi baik asas-asas yang telah la a

dikenal dala

pengelolaan keuangan negara! seperti asas tahunan! asas aupun asas-asas baru

uni0ersaliias! asas kesatuan! dan asas spesialitas

sebagai pen%er inan best 'ractises *penerapan kaidah-kaidah yang baik+ dala pengelolaan keuangan negara! antara lain5 a$ (kuntabilitas berorientasi hasil! b$ Pro"esionatitas!
Is ail Suny! '<<4! Kedudukan MP!, =akultas 2uku Unair! Surabaya! hal$ 1,$
78

P! dan

Pasca 1mandemen #$,& !

15< %$ Proporsionalitas! d$ /eterbukaan dala pengelolaan keuangan negara!

e$ Pe eriksaan keuangan oleh badan pe eriksa yang bebas dan andiri$ (sas-asas terselenggaranya diru uskan dala u u tersebut diperlukan pula guna enja in telah

prinsip-prinsip

pe erintahan

sebagai ana

)ab -I Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945$ tersebut di dala undang-undang enjadi

Dengan dianutnya asas-asas u u

tentang keuangan negara! pelaksanaan undang-undang ini selain a%uan dala re"or asi anaje en keuangan negara!

sekaligus

di aksudkan untuk Republik Indonesia$

e perkokoh landasan pelaksanaan #egara /esatuan

Disa ping hal tersebut! se%ara siste atik dan

engingat korupsi di Indonesia terjadi erugikan keuangan

eluas sehingga tidak hanya

negara! tetapi juga telah asyarakat se%ara luas!

elanggar hak-hak sosial dan ekono i aka pe berantasan korupsi perlu dilakukan

dengan %ara luar biasa! Dengan de ikian! pe berantasan tindak pidana korupsi harus dilakukan dengan %ara yang khusus! yaitu dala ayat *1+ Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 pasal ', C

enyatakan untuk

e eriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan satu )adan Pe eriksa /euangan yang bebas dan andiri! ayat

*'+ 2asil Pe eriksaan /euangan #egara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat! Dewan Perwakilan Daerah! dan Dewan Perwakilan

151 Rakyat Daerah! sesuai dengan kewenangannya! ayat *,+ 2asil pe eriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh le baga perwakilan dan@atau badan sesuai dengan undang-undang$ 4enurut 4oh$/usnardi!2ar aily Ibrahi
77

enyatakan3 untuk

eneri a tanggung jawab pe erintah terhadap pe eriksaan keuangan #egara itu perlu adanya suatu badan yang terlepas dari pengaruh kekuasaan pe erintah! dan

aka suatu badan pe eriksaan keuangan yang elakukan kewajibannya dengan baik

tunduk pada pe erintah tidak dapat

dan badan itu bukan suatu badan yang berdiri ditas pe erintah$ Dala pasal tersebut di atas dapat di%er ati lebih lanjut yaitu

bahwa terdapat , pengertian yaitu kegiatan tindak pidana korupsi! pengertian keuangan negara dan perekono ian negara$ ?ebih lanjut pengertian keuangan negara disebutkan dala bagian penjelasan u u

undang-undang tindak pidana korupsi yaitu bahwa5 Mkeuangan negara adalah seluruh kekayaan negara dala bentuk apapun yang dipisahkan

atau yang tidak dipisahkan ter asuk didala nya segala bagian kekayaan negara dan segala hak dan kewajiban yang ti bul karena5 a$ )erada dala penguasaan! pengurusan! dan pertanggungaupun di

jawaban pejabat le baga negara! baik tingkat pusat daerah$ b$ )erada dala

penguasan! pengurusan dan pertanggungjawaban

)adan Usaha 4ilik #egara@)adan Usaha 4ilik Daerah!


77

4oh$/usnardi dan 2ar aily Ibrahi

lot cit ! hal$ 4,

15' yayasan! badan huku dan perusahaan yang enyertakan enyertakan odal

negara! atau perusahaan yang

odal pihak ketiga

berdasarkan perjanjian dengan negara$ Pada bagian yang sa a yaitu penjelasan u u Undang-Undang #o$

,1 &ahun 1999 disebutkan bahwa yang di aksud dengan perekono ian negara adalah kehidupan perekono ian yang disusun sebagai usaha bersa a berdasarkan asas kekeluargaan ataupun usaha asyarakat se%ara

andiri yang didasarkan pada kebijaksanaan pe erintah baik di tingkat pusat aupun di daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundange berikan an"aat! ke ak uran

undangan yang berlaku yang bertujuan

dan kesejahteraan kepada seluruh kehidupan Sedangkan pe erintahan kepada asyarakat! elalui

asyarakat$ penyelenggaraan in"or asi yang

akuntabilitas edia

dilakukan

berbagai

e ungkinkan akses seluas-luasnya bagi

asyarakat$ Perubahan tersebut!

erupakan i plikasi dari a ande en Undang-Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 yang berda pak pada perubahan siste Se entara itu! dala pe erintahan$

perspekti" a anah dan substansi kepe erintahan! erupakan

penya paian progress kinerja pe erintah kepada DPR!

re"leksi dari nilai-nilai de okrasi yang diwujudkan pada DPR! sebagai itra kerja pe erintah yang Re"or asi huku enge ban "ungsi le baga wakil rakyat$ erupakan salah satu a anat penting dala

rangka pelaksanaan agenda re"or asi nasional$ Di dala nya ter%akup agenda penataan ke bali berbagai institusi huku dan politik ulai dari

15, tingkat pusat sa pai pada tingkat pe erintahan daerah! pe baharuan berbagai perangkat peraturan perundang-undangan ulai dari Undang-

Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 sa pai ke tingkat Peraturan Daerah dan pe baharuan dala asyarakat huku perke bangan 6a an$ Dengan perkataan lain dala ter%akup pengertian re"or asi agenda re"or asi huku ;institutional telah re.orm4, sikap! %ara berpikir dan berbagai aspek perilaku

ke arah kondisi yang sesuai dengan tuntutan

kele bagaan

re"or asi perundang-undangan ;instrumental re.orm4, dan re"or asi budaya huku ;cultural re.orm45 Re"or asi huku harus pula di ulai dari

kondisi pe erintah yang baik$ Pe erintahan yang sehat dan tegas akan endukung apapun langkah re"or asi yang dia anatkan$ Pe erintah sebagai subjek huku huku ! yang berarti pula dapat elakukan perbuatan

aka pe erintah sangat berpotensi

elakukan penyi pangan atau

pelanggaran huku $ Pe erintahan adalah berkenaan dengan siste $ "ungsi! %ara perbuatan! kegiatan! urusan atau tindakan e erintah yang

dilakukan atau diselenggarakan atau dilaksanakan oleh Npe erintahN dala arti luas *se ua le baga #egara+ aupun dala arti se pit *presiden

beserta jajaran atau aparaturnya+$ Cksekuti" adalah %abang kekuasaan #egara yang pe erintahan+ elaksanakan kebijakan publik *kenegaraan dan atau elalui peraturan perundang-undangan yang telah

ditetapkan oleh le baga legislati"

aupun atas inisiati" sendiri$

154 Se%ara teoritis! presiden atau Pe erintah e iliki dua kedudukan

yaitu sebagai salah satu organ negara dan sebagai ad inistrasi negara$ Sebagai organ negara pe erintah bertindak untuk dan atas na a negara$ Sedangkan sebagai ad inistrasi negara! pe erintah dapat bertindak baik di lapangan pengaturan ;regeleri4 aupun dala lapangan pelayanan

;bestuureri45 N(d inistrasiN *#egara+ adalah badan atau jabatan dala lapangan kekuasaan eksekuti" yang berdasarkan huku untuk elakukan e punyai kekuasaan andiri

tindakan-tindakan pe erintahan

baik di lapangan pengaturan!

aupun penyelenggaraan ad inistrasi

negara$ /e bali pada pernyataan bahwa setiap orang selalu dapat elakukan kesalahan! aka diperlukan suatu pengawasan baik internal elalui adalah

aupun eksternal$ Salah satu instru en pengawasan itu adalah dan oleh huku ! dan karena se%ara konstitusional pe egang otoritas e bentuk dan pe erintah

elaksanakan huku !

aka patut

diwaspadai segala sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya pelanggaran huku oleh pe erintah$ 9ita-%ita re"or asi untuk ;su'remac( o. law4 dala endudukan huku di te pat tertinggi

kehidupan berbangsa dan bernegara hingga

detik ini tak pernah terealisasi$ )ahkan dapat dikatakan hanya tinggal i pi dan angan-angan *utopia+$ )egitulah kira-kira statement yang pantas diungkapkan untuk endeskripti"kan realitas huku yang ada dan

sedang terjadi saat ini di Indonesia$ )ila di%er ati sura nya wajah huku erupakan i plikasi dari kondisi penegakan huku ;law en.orcement4

155 yang stagnan dan kalaupun huku ditegakkan aka penegakannya proses penegakan

diskri inati"$ Praktik-praktik penyelewengan dala huku seperti!

a"ia peradilan! proses peradilan yang diskri inati"! jual

beli putusan haki ! atau kualisi Polisi! 2aki ! (d0okat dan ;aksa dala perekayasaan proses peradilan dite ukan dala huku erupakan realitas sehari-hari yang dapat di negeri ini$ Pelaksanaan penegakan di negeri ini seperti yang

penegakan huku

yang ka%au seperti itu

enjadikan huku

pernah dideskripsikan oleh seorang "ilusu" besar :unani Plato *4'7-,47 s$4+ yang a pu enyatakan bahwa huku adalah jaring laba-laba yang hanya enjerat yang kaya

enjerat yang le ah tetapi akan robek jika

dan kuat$ ;laws are s'ider webs@ the( hold the weak and delicated who are caught in their meshes but are torn in 'ieces b( the rich and 'ower.ul45 I plikasi yang diti bulkan dari tidak berjalannya penegakan huku dengan baik dan e"ekti" adalah kerusakan dan kehan%uran di berbagai bidang *politik! ekono i! sosial! dan budaya+$ Selain itu buruknya penegakan huku hor at! dan keper%ayaan juga akan enyebabkan rasa se akin enipis

asyarakat terhadap huku asyarakat akan

dari hari ke hari$ (kibatnya! %ara

en%ari keadilan dengan ain haki sendiri

ereka sendiri$ Suburnya berbagai tindakan

;eigenrichting4 di

asyarakat adalah salah satu wujud ketidakper%ayaan yang ada$ ;ika dikaji dan ditelaah se%ara

asyarakat terhadap huku

endala ! setidaknya terdapat tujuh "aktor pengha bat penegakan huku di Indonesia! ketujuh "aktor tersebut yaitu 5

158 a$ Perta a! le ahnya 'olitical will dan 'olitical action para pe i pin negara ini! untuk enjadi huku sebagai pangli a dala penyelenggaraan pe erintahan$ Dengan kata lain! supre asi huku asih sebatas retorika dan jargon politik yang didengung-dengungkan pada saat ka panye$ b$ /edua! peraturan perundang-undangan yang ada saat ini asih lebih ere"leksikan kepentingan politik penguasa keti bang kepentingan rakyat$ %$ /etiga! rendahnya integritas oral! kredibilitas! pro"esionalitas dan kesadaran huku aparat penegak huku *2aki ! ;aksa! Polisi dan (d0okat+ dala enegakkan huku $ d$ /ee pat! ini nya sarana dan prasarana serta "asilitas yang endukung kelan%aran proses penegakan huku $ e$ /eli a! tingkat kesadaran dan budaya huku asyarakat yang asih rendah serta kurang respek terhadap huku $ "$ /eena ! paradig a penegakan huku asih positi0is-legalistis yang lebih enguta akan ter%apainya keadilan "or al ;.ormal /ustice4 daripada keadilan substansial ;substantial /ustice45 g$ /etujuh! kebijakan ;'olic(4 yang dia bil oleh para pihak terkait ;stakeholders4 dala engatasi persoalan penegakan huku asih bersi"at parsial! ta bal sula ! tidak ko prehensi" dan tersiste atis$ 7> 4en%er ati berbagai proble huku yang engha bat proses penegakan

sebagai ana diuraikan di atas$

?angkah dan strategi yang sangat

endesak ;urgent4 untuk dilakukan saat ini sebagai solusi terhadap persoalan tersebut ialah yang ada$ Dala elakukan pe benahan dan penataan terhadap siste suatu siste huku huku

terdapat tiga unsur ;three elements o. legal ;legal

s(stem yaitu! struktur ;structure4, substansi ;substance4 dan kultur huku culture45 Dala huku

konteks Indonesia! re"or asi terhadap ketiga unsur siste utlak untuk dilakukan$
79

tersebut sangat

7 7>

Soerjono Soekanto!'<<> 0aktor+0aktor Cang Mem'engaruhi Penegakan Hukum, Penerbit P&$ Raja Bra"indo Persada! ;akarta!! hal$ 48$ 7 79 ?auren%e 4 =ried an! 1989! The 2egal S(stem 1 Social Science Pers'ective ! Russell Sage =oundation! #ew :ork! 2l $ '-,$

157 &erkait dengan struktur siste terhadap institusi huku huku ! perlu dilakukan penataan

yang ada seperti le baga peradilan! kejaksaan!

kepolisian! dan organisasi ad0okat$ Selain itu perlu juga dilakukan penataan terhadap institusi yang ber"ungsi elakukan pengawasan

terhadap le baga huku $ Dan hal lain yang sangat penting untuk segera dibenahi terkait dengan struktur siste huku di Indonesia adalah

birokrasi dan ad inistrasi le baga penegak huku $ 4e ang benar apa yang dike ukan oleh 4a1 Heber *1>84-19'<+ bahwa salah satu %iri dari huku odern adalah huku yang sangat

birokratis$ #a un! birokrasi yang ada harus respon terhadap realitas sosial asyarakat$ sehingga dapat ;/ustitiabelen4 dengan baik$ Indonesia adalah negara yang berdasar atas huku berdasarkan atas kekuasaan belaka$ 2al ini Indonesia erdeka berkeyakinan untuk dan tidak elayani asyarakat pen%ari keadilan

enunjukkan bahwa se enjak enggunakan konsep negara adalah di ana

2uku $ (kibat dari

e ilihnya konsep negara huku

se ua aspek kehidupan yang berkaitan dengan kegiatan penyelenggaraan pe erintahan #egara Republik Indonesia harus tunduk pada nor a-nor a huku $ 2uku sentral dala esti e ainkan perannya se%ara endasar sebagai titik

seluruh kehidupan ber asyarakat$ ><

><

Is ail Saleh! 1995! BPembinaan >ita Hunum dan Penera'an 1sas+ 1sas hukum Nasional Se/ak Arde )aruB, 4ajalah 2uku #asional! #o 1!1995! Cdisi /husus! )P2#! hal5 15

15> Ba baran dan "eno ena perjalanan sejarah huku Indonesia asih

enunjukan adanya ketidaksei bangan antara pelaksanaan "ungsi huku dengan perke bangan substansi dan strukturnya$ ;ika progra dan uni"ikasi huku dijadikan ukuran! kodi"ikasi

aka pe bangunan struktur dan

substansi huku nya telah berjalan baik! na un dari sisi lain dapat dilihat "ungsi huku %enderung erosot$ >1 /etidaksinkronan pertu buhan antar disebabkan adanya "aktor- "aktor huku di

"ungsi! substansi dan struktur huku yang tidak dan atau kurang Indonesia$

endukung bekerjanya siste

&erkait dengan hal diatas tersebut! dengan

elihat "eno ena yang

berke bang di ja an korupsi dan penyalahgunaan wewenang telah enjadi suatu budaya$ Pelanggaran terhadap huku serta nor a-nor a huku dan nilai-nilai oral

se akin se erbak$ &erkait dengan pengelolaan

keuangan (P)# oleh pe erintah! telah berke bang suatu budaya kotor berupa penyalahgunaan wewenang! serta korupsi! di ana hal ini telah enjadi budaya$ 4asalah budaya huku re"or asi huku erupakan salah satu agenda

yang harus ditangani dan ditanggapi se%ara serius! lainnya$ Pengala an asa lalu bangsa

disa ping aspek-aspek huku Indonesia yang hanya

enekankan pada aspek yuridis "or al! tanpa dan oralitas huku asalah- asalah

enekankan pada pe bangunan perilaku huku

asyarakat! sehingga bangsa Indonesia jatuh ke dala

>1

4oh$4ah"ud 4D! '<<<! Pergulatan Politik dan Hukum di -ndonesia, :ogyakarta5 Barna 4edia! hal$'-,

159 serius$ >' 2al sebagian ini dapat terlihat dengan jelas di ana ha pir di

wilayah ad inistrati" di Indonesia! para anggota Dewan asalah korupsi dan penyalahgunaan

Perwakilan Rakyat tersandung wewenang$ Pengedepanan aturan huku guna

adalah pilihan yang paling rasional

en%egah terjadinya berbagai penyi pangan tersebut$ Se%ara singkat

dapat dikatakan bahwa segala akti0itas pe erintah harus tetap dala kendali pengawasan yang yang selalu dala harus tunduk e adai ;adeguate45 /eberadaan pe erintah engandung Upaya yang akna bahwa pe erintah dapat dilakukan untuk

pengawasan huku $

pada

eningkatkan penyelenggaraan pe erintahan adalah antara lain dengan enge"ekti"kan pengawasan baik aupun baik$ Pelaksanaan pe erintahan yang baik pada gilirannya juga akan asyarakat e peroleh dan e buat elalui pengawasan le baga peradilan pe erintahan yang

asyarakat serta berdasarkan asas-asas u u

erasakan ketentra an lahir batin! berupa5 *a+

/elangsungan hidup dan pelaksanaan hak tidak tergantung pada kekuatan "isik dan non "isik3 *b+ Sepanjang tidak aka asyarakat dapat se%ara bebas elanggar hak dan erugikan orang lain

enjalankan apa yang diyakininya sebagai enge bangkan bakat dan

kebenaran! serta dapat se%ara bebas pula

kesenangannya3 *%+ 4erasakan diperlakukan se%ara wajar$ berperike anusiaan! adil dan beradab sekalipun
>'

elakukan kesalahan$
/o pas!

Satjipto Rahardjo!199> BKeleluasaan !e.ormasi HukumB, (rtikel dala

18< De i enja in dan e berikan landasan huku bahwa perbuatan

pe erintahan ;besluurhendeling4 yang dilakukan oleh pe erintah sebagai suatu perbuatan yang sah ;legitimate dan /usti.ied4, dapat

dipertanggungjawabkan ;accountable and res'onsible4 dan bertanggung jawab ;liable4, atas huku aka setiap perbuatan pe erintahan itu harus berdasarkan

yang adil! ber artabat dan de okratis! Perke bangan e aksa siste politik yang dahulu en%engkera

asyarakat akhir ini! dengan keras untuk hak asasi

enyesuaikan diri dengan penghor atan kepada hakpolitik yang de okratis erdeka yang tentunya juga enuntut suatu e iliki kualitas

anusia$ Siste

kekuasaan kehaki an yang

dan pengawasan yang baik$ Perke bangan ini se%ara langsung juga erupakan tuntutan dunia internasional untuk engurangi ine"isiensi dari dala telah

pe erintahan yang sentralisasi dan kebutuhan kepastian huku elaksanakan kinerja ekono i$ /ondisi pe erintahan

e perlihatkan ketidaktegasan 'olic( pe erintah dala pengawasan terhadap para aparat penegak huku dala

e berikan e berantas

korupsi dan kejahatan lain yang berkaitan dengan kerugian negara$ /enyataan enunjukkan bahwa seringkali huku hanya dipergunakan

sebagai alat untuk

engatur rakyat belaka dan jarang dijadikan a%uan bagi

diri sendiri oleh pe erintah dan pe egang kekuasaan lainnya$ 2al inilah yang perta a-ta a harus disadari oleh se ua pihak agar dapat kondisi kenegaraan yang en%apai

apan dan rakyat sejahtera yakni bahwa huku #egara huku $

harus diperlakukan sebagai pangli a dala

181 Sesungguhnya! dengan kerangka nor ati" tersebut! kita tidaklah begitu elihat proble tekstualitas huku yang ensyaratkan seju lah prakteknya!

prinsip dala

engelola keuangan negara$ #a un dala

pastilah ti bul pertanyaan!

engapa begitu banyak di berbagai daerah

terjadi korupsi ;mark+u'4 anggaran *apalagi disebut korupsi berja aNah+! praktik suap- enyuap dala proses penyusunannya! tidak terbuka dan e enuhi kebutuhan dasar

partisipati"! tidak peka terhadap anggaran yang rakyat

iskin! tidak bisa dipertanggungjawabkan! %enderung banyak

pe borosan seperti anggaran dengan alasan studi banding! dan sekedar e entingkan sekelo pok elit politik yang duduk di kursi parle en dan birokrasi$ /ondisi buruknya pengelolaan keuangan dita bah parah dengan konspirasi untuk engi punitas pelaku korupsi dan e bebaskannya

tanpa sedikitpun tersentuh huku Dengan alasan bahwa selain paradig dijalankan *atau

;law disen.orcement cons'irac(45 huku keuangan negara yang tidak

ungkin pula tidak dipaha i+! ke udian diperkuat e buat proble

dengan situasi law disen.orcement cons'irac( yang

keuangan negara kian akut$ Dengan alasan itu bukanlah hal yang baru dan * e ang+ tak terbantahkan! apalagi disandarkan pada praktek-praktek penyalahgunaan keuangan negara di senantiasa enjadi bahan bakar asa lalu! di ana keuangan negara asa

esin politik kekuasaan Soeharto di

.rde )aru$ (pa yang kita dapati hari ini! tidaklah jauh dari warisannya! hanya saja bergeser ke politik kekuasaan lokal$

18' 4eskipun de ikian! ada pula politik liberal yang seju lah pintu kekuasaan di pusat dan daerah diinjeksikan dengan *huku + dan la"alnya asuk elalui

elalui desain baru yang

enggunakan prinsip-prinsip! yang uniknya! teks irip! na un kerangka ideologi dan tujuan di balik

prinsip-prinsip tersebut jauh berbeda dan bahkan bertentangan dengan paradig a huku )ertitik keuangan negara$ tolak dari nor a huku suatu (P)# selayaknya

pe buatan anggaran pendapatan dan belanja negara

e perhatikan

prinsip-prinsip anggaran yang berikut5 keadilan anggaran3 e"isiensi dan e"ekti0itas anggaran3 anggaran beri bang dan de"isit3 disiplin anggaran3 transparansi atau keterbukaan dan akuntabilitas anggaran sesuai sebagai ana dianjurkan oleh

dengan E'ertanggung /awaban keuangan

pe erintah )aginya! penyusunan (P)# yang sesuai dengan arahan "unda ental Egood governanceE erupakan tuntutan sekaligus

penge bangan bagi upaya peningkatan kinerja Pe erintah$ /e udian! prinsip ini dibingkai dala *B=B+! yang *berdasar "ood 0inancial "overnance

e iliki karakter5 Parti%ipation *partisipatoris+3 !ule o. 2aw huku +3 Trans'arenc( *keterbukaan+3 !es'onsiveness

*bertanggungjawab+3 >oncensus orientation *berorientasi kesepakatan+3 =Huit( *keadilan atau kesetaraan+3 =..ectiveness and =..icienc( *tepat

guna dan berhasil guna+3 1ccountabilit( *berperhitungan+3 Strategic vision * e iliki 0isi strategis+$ >, Dan tujuannya! sebagai agenda uta a5
>,

Soekarwo *'<<5+! Hukum Pengelolaan Keuangan aerah )erdasarkan Primi'+ Prinsi' "ood 0inancial "overnance $ Surabaya5 (irlangga Uni0ersity Press$

18, a5 To create awareness and willingness on the 'art o. the societ( to establish the condition o. good governance5 b5 To enact organic laws under the constitution that are consistent with its intent@ c5 To rein.orce the im'lementation and management o. change, es'eciall( re.orms in 'ublic service and education@ d5 To urgentl( solve the 'roblems o. corru'tion and misconduct in the 'ublic and 'rivate business sectors, e$ To accelerate the setting o. standards .or business o'eration5 >4 #a paknya! kreasi-kreasi prinsip berikut karakter dan tujuannya yang disebutkan tersebut! apalagi dengan kutipan pada %ara pandang I4= dan Horld )ank dala dengan paradig a huku dasar konstitusi$ "ood .inancial governance, tidak ubahnya induk diskursusnya good governance, kelihatan baik dan rapi dala prosesi il iahnya! na un enegaskan prinsipenarik se%ara urusan keuangan negara adalah kurang tepat keuangan negara yang di iliki Indonesia atas

sangatlah bias kepentingan neo-liberalis e yang prinsip liberal untuk tujuan siste atik peran negara dala

endorong pasar bebas dan

urusan publik$ Dengan begitu! disain besar engandalkan prinsip-prinsip

pengelolaan keuangan negara dengan tersebut bukanlah dala untuk


>4

rangka

en%egah korupsi dan kesewenangan elainkan endisiplinkan tata kelola dan

engurangi ke iskinan!
-bid ! hal$ ''>$

184 ad inistrasi keuangan negara untuk sekedar enjawab prasyarat politik enjadi penting

ekono i liberalisasi pasar$ Urusan keuangan negara uta anya

endorong upaya per%epatan pe bangunan dan penyejahteraan e per%ayai bahwa

asyarakat se%ara luas$ Sebagian besar akan kebijakan pe erintah akan pe bangunan$ #a un!

e bawa da pak besar bagi perke bangan ke udian adalah! bagai anakah

persoalan

paradig a pe bangunan yang dikehendaki oleh penguasa! dan bagai ana seharusnya keuangan negara Paradig a yang enopang proses pe bangunan tersebut$

enegaskan bahwa seju lah konsepsi kebijakan

pe erintah yang didorong untuk keperluan good governance dan pe bangunan ;decentrali8ation .or good governance and develo'ment4 sangatlah dipengaruhi oleh pe ikiran ideologi pe bangunan ala Horld )ank dan I4=$ ?ebih ekstre lagi untuk elihat ekses negati" dari good perspekti" kritik

governance, seju lah studi telah

e bongkarnya dala

atas do inasi Horld )ank dan le baga keuangan internasional lainnya yang huku e aksakan politik ekono inya dala konstruksi pe bangunan

di negara-negara selatan! dan seju lah analisis kritis di berbagai

negara dunia$ The absence *yang tiada+ dari diskursus good governance berikut turunannya dala urusan keuangan negara se a%a Egood

.inancial governanceE adalah tata kelola keuangan tersebut harus berdi ensi pertanggungjawaban hak asasi anusia$ Paradig a asuk bagi

penyejahteraan rakyat di awal yang disinggung adalah kun%i

proses-proses pe ajuan hak-hak asasi! khususnya tanggung jawab negara

185 untuk negara$ 2asil dari pada pengawasan )P/ terhadap pengelolaan keuangan negara dilaporkan kepada DPR! jika terjadi penyi pangan atau korupsi! pelanggaran huku presiden atau terhadap keuangan negara akan disa paikan kepada pe erintah dan presiden atau pe erintah akan enghor ati! elindungi dan e enuhi hak-hak asasi warga

enindaklanjuti kepada ;aksa (gung

eneruskan kepada pihak kepolisian

Republik Indonesia! sedangkan hasil dari )P/P *)adan Pengawas /euangan dan Pe bangunan+ dari e0aluasi pengawasan keuangan negara diserahkan kepada presiden dan ditindaklanjuti! jika terjadi penyi pangan huku akan diserahkan pada pihak kepolisian serta jaksa dite pat tersebut$ ekanis e pengawasan keuangan negara yang aupun perusahaan ana

terjadi pelanggaran huku ;ika e perhatikan

de ikian ketat dari setiap departe en pe erintah negara yang selalu ada pengawasan! toh juga

asih ada korupsi$ 4e ang

sangat susah untuk diberantas! walaupun de ikian kita harus berjuang untuk e ak urkan rakyat$ Pada dasarnya kelebihan penerapan pe eriksaan berjenjang dan terpadu akan ekanis e pengawasan dan

enghasilkan adalah 5

1$ 4e perke%il s'an o. control '$ 4enjadikan pengawasan@pe eriksaan lebih e"ekti" dan e"isien ,$ 4engurangi tu pang tindih pengawasan@pe eriksaan yang hanya e bebani se%ara rutinitas birokrasi yang diperiksanya$ 4$ 4e perke%il inputnya obyek pengawasan@pe eriksaan

188 5$ 4en%iptakan siste check and recheck pengawasan@pe eriksaan pada setiap strata dala e persiapkan hasil laporan lebih terja in$ 8$ 4en%iptakan transparansi hasil@laporan pengawasan@ pe eriksaan$ 7$ 4e perlan%ar akses in"or asi adanya penyi pangan pengawasan@pe eriksaan >$ 4e perke%il peluang //# 9$ 4eningkatkan res'onsibilit( dan accountabilit( pengawas@ pe eriksa 1<$ 4endeteksi korupsi lebih dini 11$ 4en%iptakan pengawasan@pe eriksaan yang lebih ter"okus$ 1'$ Sejalan dengan konsep otono i daerah di ana pengawas@ pe eriksa dapat dilakukan oleh aparat daerah! tetapi konsep uji ulang pe eriksaan tetap didelegasikan! apabila terdapat as(mmetric in.ormation $ 1,$ Siklus dan ekanis e pengawasan pe eriksaan berjalan se%ara oto atis tanpa adanya ha batan@ distorsi yang disebabkan perebutan lahan pe eriksaan aupun penolakan terhadap pe eriksaan$ 14$ &erbentuk integraled control s(stem dala suatu negara >5 kesatuan$ Dari hasil yang diharapkan dala negara akan ekanis e pengawasan keuangan

enjadi e0aluasi dari para wakil rakyat yaitu DPR dala

enetapkan (P)# tahun akan datang$ 2asil pe eriksaan tentang tanggung jawab dari pada kebijaksanaan pe erintah dala penggunaan

keuangan #egara diberitahukan kepada DPR dapat dinilai dari dua segi$ 4enurut 4oh$ /usnardi! )intang R Saragih penggunaan anggaran keuangan itu telah enyatakan 3 1+ (pakah an"aat yang dituju

en%apai

oleh anggaran itu3 '+ (pakah penggunaannya itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan $ >8

>5 >8

Soerie (ri"in (t adja ! '<<9! A' cit, hal 8F 4oh$ /usnardi dan )intang R Saragih! A' cit ! hal$ 1>$

187 ;adi segala pengeluaran dan pendapatan yang pelaksanaannya dilakukan oleh pe erintah harus dipertanggung jawabkan penggunaannya karena enyangkut kepentingan dan nasib rakyat$

$.2 3ungs" Penga'asan DPR .ang Berka"tan Dengan Penga'asan BP# )la%k!s ?aw Di%tionary dijelaskan tentang 9he%k dan )alan%es 3 The theor( o. governmental 'ower and .unctions whereb( each branch o. government has the obilit( to counter the actions o. an( other branch, so that no single branch can control the entire government, .or e7am'le the e7ecutive branch can check the legislature b( e.ercising its veto 'ower, but the legislature can, b( a su..icien ma/orit( override an( veto $ *&eori tentang kekuasaan pe erintah dan "ungsinya! di ana setiap %abang pe erintah e iliki ke a puan untuk enjawab tindakan dari setiap engawasi

%abang! sehingga tidak ada satu %abang pun yang dapat keseluruhan pe erintah$ >7 Sebagai %ontoh %abang eksekuti" dapat kekuatan 0etonya dengan suara suatu upaya kontrol untuk pengawasan dari

e eriksa legislati" dengan erupakan elakukan enghindari

ayoritas$ /esei bangan ini

en%apai kesei bangan dengan

asing- asing %abang kekuasaan untuk

tindakan sewenang Lwenang dan penyalahgunaan kekuasaan$

2enry 9a pbell )la%k! 1999! )lack6s 2aw Publishing! 2l $ ',1

>7

ictionar( ! 8 Cd! Paul 4inn! Hest

18> Penerapan prinsip %he%k and balan%es ini tidak hanya diterapkan dala #egara yang enggunakan siste pe erintahan Presidensiil enganut siste

*( erika Serikat+ tapi juga pada #egara yang

parle enter juga terdapat prinsip %he%k and belan%es tersebut sebagai %ontoh! #egara )elanda sebagai #egara /erajaan! penerapan balan%es terjadi ketika pe buat UUD dan UU e berikan kekuasaan kepada

le baga #egara lainnya dan adaya kewajiban peneri a kekuasaan untuk bertanggungjawab kepada pe beri kekuasaan dan hak itu dipandang sebagai %he%k! oleh karena itu antara pe beri kekuasaan dan peneri a kekuasaan terdapat hubungan pengawasan dari le baga pe beri

kekuasaan kepada peneri a kekuasaan *hubungan yang 0ertikal+$ Pengawasan pada dasarnya diarahkan sepenuhnya untuk

enghindari adanya ke ungkinan penyelewengan atau penyi pangan atas tujuan yang akan di%apai$ 4elalui pengawasan diharapkan dapat e bantu elaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan untuk en%apai elalui

tujuan yang telah diren%anakan se%ara e"ekti" dan e"isien$ )ahkan!

pengawasan ter%ipta suatu akti0itas yang berkaitan erat dengan penentuan atau e0aluasi engenai sejauh ana pelaksanaan kerja sudah dilaksanakan$ endeteksi sejauh ana kebijakan pi pinan

Pengawasan juga dapat

dijalankan dan sa pai sejauh ana penyi pangan yang terjadi dala pelaksanaan kerja tersebut$ 2asil pengawasan ini harus dapat enunjukkan sa pai di ana

terdapat ke%o%okan dan ketidak%o%okan dan

ene ukan penyebab

189 ketidak%o%okan yang un%ul$ Dala konteks e bangun anaje en

pe erintahan publik yang ber%irikan good governance *tata kelola pe erintahan yang baik+! pengawasan erupakan aspek penting untuk estinya$ Dala

enjaga "ungsi pe erintahan berjalan sebagai ana konteks ini! pengawasan governance itu sendiri$ Dala kaitannya dengan akuntabilitas

enjadi sa a pentingnya dengan penerapan good

publik!

pengawasan

erupakan salah satu %ara untuk warga

e bangun dan

enjaga legiti asi en%iptakan

asyarakat terhadap kinerja pe erintahan dengan

suatu siste control4

pengawasan yang e"ekti"! baik pengawasan intern ;internal aupun pengawasan ekstern ;e7ternal control45 Di sa ping asyarakat ;social control45 de ikian dari sebenarnya anaje en! enunjukkan di ana

endorong adanya pengawasan /onsep pengawasan pengawasan erupakan

bagian

"ungsi

pengawasan dianggap sebagai bentuk pe eriksaan atau pengontrolan dari pihak yang lebih atas kepada pihak di bawahnya$M Dala il u anaje en! anaje en$

pengawasan dite patkan sebagai tahapan terakhir dari "ungsi Dari segi anajerial! pengawasan engandung

akna pula sebagai5

Penga atan atas pelaksanaan seluruh kegiatan unit organisasi yang diperiksa untuk enja in agar seluruh pekerjaan yang sedang

dilaksanakan sesuai dengan ren%ana dan peraturan atau suatu usaha agar suatu pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan ren%ana yang telah ditentukan! dan dengan adanya pengawasan dapat e perke%il ti bulnya

17< ha batan! sedangkan ha batan yang telah terjadi dapat segera diketahui yang ke udian dapat dilakukan tindakan perbaikannya$ Se entara itu! dari segi huku kegiatan yang ad inistrasi negara! pengawasan di aknai sebagai proses e bandingkan apa yang dijalankan! dilaksanakan! atau

diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki! diren%anakan! atau diperintahkan$ Sasaran pengawasan adalah te uan yang enyatakan terjadinya

penyi pangan atas ren%ana atau target$ Se entara itu! tindakan yang dapat dilakukan adalah5 a$ 4engarahkan atau ereko endasikan perbaikan3

b$ 4enyarankan agar ditekan adanya pe borosan3 %$ 4engopti alkan pekerjaan untuk en%apai sasaran ren%ana!

Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan! yaitu5 Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di dala bersangkutan$M Pengawasan dala lingkungan unit organisasi yang bentuk ini dapat dilakukan dengan %ara elekat ;built in control4

pengawasan atasan langsung atau pengawasan

atau pengawasan yang dilakukan se%ara rutin oleh inspektorat jenderal pada setiap departe en dan inspektorat wilayah untuk setiap daerah yang ada di Indonesia! dengan Departe en Dala #egeri$ ene patkannya di bawah pengawasan

171 Pengawasan intern dikoordinasikan oleh 4enteri /oordinator Ckono i Selain itu juga terdapat )adan Pengawasan /euangan dan erupakan pelaksana teknis operasional

Pe bangunan *)P/P+ yang pengawasan 5

a$ pengawasan pre0enti" dan represi"3 b$ pengawasan akti" dan pasi"3 %$ pengawasan kebenaran "or il pe eriksaan kebenaran enurut hak ;rechtimatigheid4 dan engenai aksud tujuan

ateriil

pengeluaran ;doelmatigheid45 Dala untuk kaitannya dengan keuangan negara! pengawasan ditujukan

enghindari terjadinya Mkorupsi! penyelewengan! dan pe borosan

anggaran negara yang tertuju pada aparatur atau pegawai negeri!M Dengan dijalankannya pengawasan tersebut negara diharapkan dapat pengelolaan dan

pertanggungjawaban diren%anakan$ Dala

anggaran

berjalan

sebagai ana

aspek pengawasan keuangan negara! DPR

e punyai

kepentingan kuat untuk

elakukan pengawasan terhadapnya$ 2al de ikian e biayai kegiatan-kegiatan negara enegaskan 3 .leh enentukan nasibnya

disebabkan Muang yang digunakan

adalah diperoleh dari rakyat$M Penjelasan UUD 1945 karena penetapan belanja sendiri! engenai hak rakyat untuk

aka segala tindakan yang

ene patkan beban kepada rakyat!

sebagai pajak dan lain-lainnya! harus ditetapkan dengan undang-undang! yaitu dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat$

17' Persetujuan DPR terhadap e punyai anggaran negara yang diajukan

pe erintah sebenarnya

akna pengawasan pula$ 2al de ikian e bebaskan

disebabkan persetujuan yang diberikan DPR bukan berarti pe erintah

elakukan segala akti0itas yang berkaitan dengan anggaran

negara$ (danya pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran negara sebenarnya diarahkan ke udian pada upaya! M enindaklanjuti hasil pengawasan! sehingga ada sanksi huku $M Se entara itu! pe bagian a%a pengawasan terbagi atas dasar

pengawasan intern yang berartiM Se entara itu! pengawasan eksternal di aksudkan sebagai Mpengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada di luar lingkungan unit organisasi yang bersangkutan$ Pengawasan dala bentuk ini dilakukan oleh suatu badan yang ditetapkan enyatakan3 MUntuk

oleh pasal ',C ayat *1+ UUD #RI 1945! yang

e eriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu )adan Pe eriksa /euangan yang bebas dan Pasal ', B andiri$

enentukan bahwa5 *1+ )adan Pe eriksa /euangan e iliki perwakilan di setiap

berkedudukan di ibukota negara! dan pro0insi! *'+ /etentuan lebih lanjut diatur dengan undang-undang$ Dari ketentuan tersebut di

engenai )adan Pe eriksa /euangan

atas

setidaknya

terdapat

dua

perke bangan baru pada )P/ yaitu organisasi se%ara struktural dan

enyangkut perubahan bentuk

enyangkut perluasan jangkauan tugas e iliki beberapa kantor

se%ara "ungsional$ Sebelu nya )P/ hanya

17, perwakilan di beberapa pro0insi saja karena kedudukan kele bagaannya e ang hanya terkait dengan "ungsi pengawasan oleh DPR terhadap kinerja pe erintahan di tingkat pusat saja$ )P/ tidak e punyai enjadi

hubungan dengan DPRD dan pengertian keuangan negara yang

obyek pe eriksaan hanya terbatas pada pengertian (P)# saja$ /arena pelaksanaan (P)# itu terdapat juga di daerah-daerah kantor perwakilan )P/ di daerah-daerah tertentu$ Dari segi jangkauan "ungsi pe eriksaan tugas )P/ sekarang enjadi akin luas$ (da tiga perluasan yang dapat di%atat di sini5 >> enjadi serta aka diperlukan ada

1+ Perluasan dari pe eriksaan atas pelaksanaan (P)# pe eriksaan atas pelaksanaan (P)# dan (P)D

pengelolaan keuangan dan kekayaan negara dala '+ Perluasan dala

arti luas$

arti hasil pe eriksaan yang dilakukan tidak

saja dilaporkan kepada DPR di tingkat pusat tetapi juga kepada DPD! DPRD /abupaten@ asing- asing$ kota sesuai dengan tingkat

kewenangan

,+ Perluasan juga terjadi pada le baga atau badan-badan huku yang enjadi obyek pe eriksaan oleh )P/ yaitu dari

sebelu nya hanya terbatas pada le baga negara dan@atau pe erintahan yang dan@atau subyek huku erupakan subyek huku ad inistrasi negara tata negara eluas hingga

en%akup pula organ-organ yang


>>

erupakan subyek huku

4oh$/usnardi !dan )intan R Saragih lot cit hal '8$

174 perdata seperti perusahaan da%rah! )U4#! ataupun perusahaan swasta di ana di dala nya terdapat kekayaan negara$ ewujudkan tujuan

Penyelenggaraan pe erintahan negara untuk bernegara dala

eni bulkan hak dan kewajiban negara yang perlu dikelola pengelolaan keuangan negara$ Pengelolaan keuangan Undang-Undang Dasar #egara ewujudkan hal tersebut di atas! asalah keuangan negara tentang Pe eriksaan

suatu siste

negara sebagai ana di aksud dala Republik Indonesia &ahun 1945 untuk saat ini ada Undnag-Undang yang yaitu Undang-Undang #o$ 15

engatur &ahun

'<<4

Pengelolaan dan &anggungjawab /euangan #egara *PP(&;/#+$ Undang-undang tentang PP&;/# juga lingkup enegaskan engenai

kewenangan )adan Pe eriksa /euangan bahwa seluruh yang enyangkut unsur keuangan negara enjadi

pe eriksaan

kewenangan )P/$ Se entara! terhadap kekayaan negara yang dipisahkan! sepertiyang berada di )adan Usaha 4ilik #egara yang berbentuk perseroaan terbatas *P&+! undang-undang ini engatakan harus diperiksa

oleh sebuah kantor akuntan publik! na un laporan keuangannya harus dilaporkan ke )P/! untuk selanjutnya dilaporkan kepada DPR$ Salah satu hal yang penting dari Undang-undang PP&;/# adalah penegasan dari de"inisi pe eriksaan keuangan di pe eriksaan keuangan adalah! proses ana disebutkan bahwa analisis se%ara

identi"ikasi!

independen! obyekti" dan pro"esional! terhadap in"or asi yang terkait dengan laporan keuangan negara$ Undang-undang PP&;/# juga

175 e berikan pengaturan engenai huku a%ara pe eriksaan terhadap

pengelolaan keuangan negara dengan

e berikan kewenangan yang lebih enga bil

besar kepada )adan Pe eriksa /euangan *)P/+ untuk

tindakan pe ulihan terhadap kerugian negara yang terjadi$ &indakan itu dapat dilakukan jika )P/ ene ukan kerugian negara dari hasil auditnya$ e inta ganti kerugian bagi pejabat persediaan yang

4elalui kewenangan itu! )P/ dapat

bendahara negara atas kekurangan kas atau barang dala erugikan keuangan negara atau daerah$ >9 )erdasarkan berwenang Pasal '' (yat *1+ UU PP&;/#

enetapkan! )P/

enerbitkan surat keputusan *S/+ penetapan batas waktu

pertanggungjawaban bendahara atas kekurangan kas atau barang dala persediaan yang (yat *'+ nya erugikan keuangan negara atau daerah$ (kan tetapi! enetapkan! bendahara dapat engajukan keberatan atau

pe belaan diri kepada )P/ dala

waktu 14 hari kerja$ en%antu kan ketentuan pidana ketentuan pidana! bukan e berikan

Undang-undang PP&;/# juga yang diatur dala

pasal '4 dan pasal '8$ Dala

saja seseorang yang tidak doku en atau tidak

elaksanakan kewajibannya

e berikan in"or asi soal keuangan negara! elakukan pe eriksaan diluar kewenangannya

pe eriksa *)P/+ pun yang

dapat dipidana$ (n%a an pidana berkisar antara satu hingga tiga tahun! dan denda antara Rp 5<< juta sa pai dengan Rp 1 iliar$

>9

Sa butan 4enteri /euangan RI )oediono '<<4 Sesuai P! men(etu/ui !** PPT3KN sebagai undang+undang di Sidang Pari'urna P! ! ;akarta$! hal$ 5<

178 Dala bidang keuangan negara ini dikenal pula le baga lain yaitu

)adan Pengawas /euangan dan Pe banguan *)P/P+ yang dibentuk oleh pe erintah$ Di satu segi )P/P erupakan le baga internal auditor atas

kegiatan pe erintahan dan pe bangunan! tetapi terhadap instansi pe erintahan yang diperiksa sekaligus auditor$ Dibandingkan dengan )P/P yang .rde )aru dan tidak dikenal dala jauh lebih ke%il$ )P/P UUD erupakan bentukan pe erintah aka struktur organisasi )P/ enjangkau ke erupakan le baga eksternal

e iliki struktur organisasi yang

seluruh daerah pro0insi dan kabupaten@kota di seluruh Indonesia se entara )P/ lebih terbatas$ Untuk itulah enghadapi dualis e pe eriksaan oleh )P/ dan )P/) enegaskan bahwa untuk

aka pasal ',C ayat * 1+ UUD 1945

e eriksa pengelolaan dan tanggungjawab tentang keuangan negara diadakan satu badan pe eriksa keuangan yang bebas dan tegas dikatakan hanya ada satu badan yang bebas dan andiri$ Di sini

andiri! karena itu

)P/P dengan sendirinya harus dilikuidasi dan digantikan "ungsinya dengan )P/ yang berkedudukan di ibukota negara dan perwakilan di setiap pro0insi$ #a un pandangan tersebut di atas kurang pe eriksaan keuangan *auditing+ yang u u atau le baga tentu saja harus jawab untuk endala i aspek e iliki

berlaku$ Setiap perusahaan

e iliki auditor internal yang bertanggung enunjukkan

e persiapkan laporan keuangan yang akan

177 kondisi perusahaan dan sekaligus ber"ungsi sebagai pengawas dala hal

penggunaan dana perusahaan$ #a un de ikian hasil kerja auditor internal ini *)P/P+! juga harus diawasi oleh auditor eksternal - dan ini tugas )P/ karena ada ke%enderungan anaje en erupakan

e iliki hubungan eni bulkan

kerja yang dekat dengan auditor internal sehingga dapat kolusi terlebih bagi le baga atau instansi ilik pe erintah$

The .inancial su'ervisor, the members o. the commission, the auditor o. state, and an( 'erson authori8ed to act on behal. o. or assist them shall not be 'ersonall( liable or sub/ect to an( suit, /udgment, or claim .or damages resulting .rom the e7ercise o. or .ailure to e7ercise the 'owers, duties, and .unctions granted to them in regard to their .unctioning under this cha'ter, but the commission, the .inancial su'ervisor, the auditor o. state, and those other 'ersons shall be sub/ect to mandamus 'roceedings to com'el 'er.ormance o. their duties under this cha'ter and with res'ect to an( debt obligations issued 'ursuant or sub/ect to this cha'ter $ 9< Pengawas keuangan! para anggota ko isi! auditor negara! dan setiap orang yang berwenang untuk bertindak atas na a atau e bantu tidak akan bertanggung jawab se%ara pribadi atau tunduk pada penghaki an! gugatan! atau klai atas kerusakan yang diakibatkan dari pelaksanaan atau kegagalan untuk enjalankan kekuasaan! tugas! dan "ungsi yang diberikan berdasarkan "ungsi! tetapi ko isi! pengawas keuangan! auditor negara! dan orang-orang lain harus tunduk pada proses birokrasi e aksa kinerja$ /onsekuensinya! dapat )P/ e berikan enguji hasil

pe eriksaan yang dilakukan aparat pengawasan intern pe erintah! untuk ke udian disa paikan kepada DPR$ (dapun diserahkan kepada DPR disebabkan DPR yang kepada pe erintah untuk aksud pe eriksaan e berikan delegasi

enjalankan undang-undang (P)#$ Dengan

de ikian! tepat sekiranya pengawasan yang dilaksanakan oleh )P/

9<

http5@@%odes$ohio$go0@or%@11>$<5$=inan%ial Planning and Super0ision 9o

ission$

17> erupakan! Mpengawasan ekstern! sehingga "aktor obyekti0itasnya yang erupakan salah satu nor a dari pe eriksaan dapat terja in$E Se entara itu! pengawasan pre0enti" lebih di aksudkan sebagai! Mpengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelu dilaksanakan! sehingga dapat en%egah terjadinya kegiatan itu

penyi pangan$ aksud untuk

?a6i nya! pengawasan ini dilakukan pe erintah dengan

enghindari adanya penyi pangan pelaksanaan keuangan negara yang akan e bebankan dan erugikan negara lebih besar$ Di sisi lain! pelaksanaan anggaran dapat

pengawasan ini juga di aksudkan agar siste

berjalan sebagai ana yang dikehendaki$ Pengawasan pre0enti" akan lebih ber an"aat dan ber akna jika dilakukan oleh atasan langsung! sehingga penyi pangan yang ke ungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal$ Di sisi lain! pengawasan represi" adalah pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan$ Pengawasan keuangan tahun anggaran! di disa paikan odel ini la6i nya dilakukan pada akhir

ana anggaran yang telah ditentukan ke udian Setelah itu! dilakukan pe eriksaan dan

laporannya$

pengawasannya untuk

engetahui ke ungkinan terjadinya penyi pangan$

Selain itu! pengawasan dekat *akti"+ dilakukan sebagai bentuk Mpengawasan yang dilaksanakan di te pat kegiatan yang bersangkutan$ 2al ini berbeda dengan pengawasan jauh *pasi"+ yang pengawasan elakukan

elalui Mpenelitian dan pengujian terhadap surat-surat

pertanggungjawaban yang disertai dengan bukti-bukti peneri aan dan

179 pengeluaran$ Di sisi lain! pengawasan berdasarkan pe eriksaan kebenaran "or il enurut hak ;rechmatigheid4 adalah Mpe eriksaan terhadap

pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan! tidak kadaluarsa! dan hak itu terbukti kebenarannya$M Se entara! hak berdasarkan pe eriksaan kebenaran ateril engenai aksud tujuan pengeluaran ;doelmatigheid4 e enuhi prinsip

adalah Mpe eriksaan terhadap pengeluaran apakah telah

ekono i! yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah ungkin$M

Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh unit pengawas intern organisasi yang diawasi di ana tugasnya adalah e bantu

e bantu "ungsi pengawasan pi pinan organisasi serta

enyusun laporan pelaksanaan kegiatan organisasi$ Pengawasan ini la6i nya dilakukan instansi pe erintahan dengan organisasi khusus yang enangani se%ara e bentuk suatu

enyeluruh pengawasan

terhadap pelaksanaan anggaran negara$ /onsep pengawasan ini dibutuhkan dengan aksud agar penyi pangan pelaksanaan anggaran lebih %epat

diatasi oleh unit intern yang dekat dengan organisasi tersebut$ Di dala kabinet organisasi pe erintahan negara! Presiden yang dibentuk

enyelenggarakan pe erintahan berdasarkan undang-undang$ elaksanakan UU

Salah satu pelaksanaan pe erintahan tersebut adalah

(P)#! yang se%ara terpusat dan terintegrasi dilakukan oleh Departe en /euangan$ Buna enjalankan pengawasan terhadap keuangan negara yang elakukan

dilakukan pe erintah! dibentuk suatu badan yang khusus

1>< pengawasan! yaitu )adan Pengawasan /euangan dan Pe bangunan *)P/P+ berdasarkan /eputusan Presiden #o$ ,1 tahun 19>4 tentang )adan Pengawas Keuangan dan Pembangunan *)P/P+$ Selain itu! di dala pe erintahan juga dibentuk berbagai aparat pengawasan "ungsional

pe erintah! baik di pusat seperti inspektorat jenderal pe bangunan! inspektorat jenderal departe en@unit pengawasan le baga$ ;uga!

pengawasan "ungsional pe erintahan di tingkat daerah seperti inspektorat wilayah daerah tingkat I dan tingkat II$ 91 )anyaknya le baga pengawasan dala pe erintahan sebenarnya tidak struktur kele bagaan proses

engandung e"ekti0itas dala

pelaksanaannya$ 2al de ikian disebabkan ke ungkinan terjadinya tu pah tindih sangat besar yang akibat adanya dala atau dala atau lebih suatu waktu yang bersa aan

jangka waktu yang dekat! dua aparat pengawasan "ungsional elakukan pe eriksaan terhadap suatu instansi@proyek tertentu

dengan sasaran yang sa a$ 9' Sebenarnya! tu pang tindih de ikian tidak akan terjadi jika terdapat pengelo pokan atas dasar kewenangan unit pengawas intern yang ada$ Sebab! sesuai dengan struktur pengawasan yang dianut dala 19'5! di I9H

ana pelaksanaan (P)# didasarkan atas administratie. beheer aka pengawas intern akan e bagi atas salah

dan com'tabel beheer,

satu di antaranya atau kedua-duanya$ Dengan tugas pe eriksaan yang

91 9'

-bid $! hal 8< Bandhi! '<<<! Sistem Pemeriksaan Keuangan Negara, ;makalah (ang disam'aikan dalam lokakar(a!e.ormasi s(stem Pengelolaan Keuangan Negara4, ;akarta! hal 14$

1>1 dibedakan tersebut sebenarnya akan terdeskripsikan suatu pola

pengawasan berjenjang$ Pengawasan tersebut pada dasarnya dilakukan di ana aparat pengawasan yang lebih tinggi tingkatnya se%ara hierarkis organisatoris lebih elaksanakan tugas yang lebih luas pendekatannya atau

akro wawasannya daripada aparat pengawasan yang lebih rendah$

Dengan perkataan lain! sasaran pengawasan antar-aparat pengawasan berbeda satu sa a lain! tergantung yang lebih intern$ 9, Sela a ini! penjenjangan pengawasan keuangan negara ta paknya belu dapat diwujudkan se%ara opti al disebabkan Mtidak adanya ana yang lebih ekstern dan ana

kebijaksanaan pengawasan se%ara nasional dan tidak adanya alat yang dapat dipakai untuk elakukan koordinasi pelaksanaan pengawasan!M 94 enga bil langkah yang sedikit aju untuk

(kan tetapi! ke udian pe erintah dengan

enugaskan 4enteri /oordinator Ckono i! /euangan!

elakukan koordinasi pengawasan pe bangunan *wasbang+$ Selain itu! Presiden e berikan tugas kepada Hakil Presiden untuk elakukan

pengawasan pe bangunan! yang salah satu bagian di antaranya adalah engenai pengawasan keuangan negara$ Dala hal pengawasan intern keuangan negara! kedudukan )P/P enjalankan tugas e persiapkan peru usan

%ukup potensial untuk

kebijakan pengawasan keuangan dan pe bangunan$ Selain itu juga


9,

Dani Sudarsono! '<<<M -nteraksi =ksternal 1uditor Pemerintah dan -nternal 1uditor PemerintahD antara Hara'an dan Ken(ataan,B ;makalah (ang disam'aikan dalam Seminar !einventing 1uditor -nternal Pemerintah (ang diselenggarakan Pusat Pengembangan 1kuntansi dan Keuangan, ;akarta! hal$ '$ 94 Bandhi! A'5cit5 ! hal$ 49$

1>' enyelenggarakan pengawasan u u keuangan$ Buna atas penguasaan dan pengurusan elakukan

endukung tugas )P/P tersebut! )P/P dapat e inta keterangan

pe eriksaan sete pat!

engenai tindak lanjut hasil

pe eriksaan yang dilakukan )P/P atau aparat pengawas lainnya$ ;uga e inta keterangan pada se ua pejabat yang terkait erat dengan obyek pe eriksaan$ 2asil pe eriksaan )P/P ke udian disa paikan langsung kepada enteri atau pejabat instansi yang diawasi$ endala eksistensi pengawasan intern e bantu presiden

(pabila ditelaah se%ara

keuangan negara sebenarnya ditujukan pada upaya dala

bidang pe eriksaan dan pengendalian lingkup pe erintahan negara$ enjalankan "ungsi pe erintahan!

Sebagai kepala pe erintahan yang presiden tidak dapat senantiasa presiden

elakukan pengawasan! .leh sebab itu! elakukan

e inta bantuan aparatur pe erintahan juga untuk

"ungsi pengawasan terhadap keuangan dan pe bangunan$ Dengan statusnya sebagai aparatur pe erintahan! yang juga aparat pengawas intern! pihaknya Mtidak boleh dapat dijadikan dasar bagi keputusan$M 95 Se entara itu! berbeda dengan )P/ yang laporan pengawasannya kepada DPR! aparat enyerahkan hasil pe eriksa intern engeluarkan pernyataan pendapat yang asyarakat u u dala enga bil suatu

pe erintahan tidak dapat langsung


95

enya paikan laporan hasil pe eriksanaannya tetapi jika DPR berkeinginan atas hasil

kepada

DPR!

Bandhi '<<<! M -bid ! hal$ 4$

1>, pe eriksaan )P/P! pe erintahlah yang enya paikannya kepada DPR$ 98

2al de ikian di aksudkan agar dapat dibedakan posisi pe eriksaan )P/ dan )P/P agar tidak terjadi kesalahkaprahan dala kinerja pelaksanaan (P)# oleh DPR$ Pengawasan ekstern adalah pe eriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada di luar unit organisasi yang diawasi$ Dala hal proses penilaian

ini di Indonesia adalah )adan Pe eriksa /euangan *)P/+! yang erupakan le baga tinggi negara yang terlepas dari pengaruh kekuasaan anapun$ Dala enjalankan tugasnya! )P/ tidak engabaikan hasil

laporan pe eriksaan aparat pengawasan intern pe erintah! sehingga sudah sepantasnya di antara keduanya perlu terwujud har onisasi dala pengawasan keuangan negara$ Proses har onisasi de ikian proses tidak

engurangi independensi )P/ untuk tidak obyekti" akti0itas pe erintah$ )P/ ini

e ihak dan

enilai se%ara alat dari DPR

erupakan se a%a

Penyelewengan yang di aksud disini dapat berupa kewajiban pe erintah untuk tidak enyi pang dari pasal Lpasal (P)# !dapat juga engenai

kewajiban pe erintah untuk

enggunakan uang #egara yang sebaik-

baiknya dan betul betul ber an"aat bagi nusa dan bangsa !tugas pokok )P/ adalah e eriksa tanggung jawab keuangan #egara $ Dala e punyai beberapa "ungsi yang oleh enyatakan sebagai berikut 5

pelaksanaan tugas tersebut )P/

4oh$ /usnardi dan )intang R Saragih

98

-bid $! hal 8'

1>4 1$ =ungsi operati" yaitu elakukan pe eriksaan pengawasan dan

penelitian atas penguasaan dan pengurusan keuangan #egara$ '$ =ungsi yudikati" yaitu elakuka tuntutan perbendaharaan dan

tuntutan ganti rugi terhdap bendaharawan dan pegawai negeri bukan bendaharawan yang kerana perbuatannya elalaikan kewajiban ,$ =ungsi elanggar huku atau

eni bulkan kerugian besar bagi negara e ber perti bangan kepada

e ber reko endasi yaitu

pe erintah tentang keuangan #egara $97 Dala enjalankan tugas pengawasan keuangan negara! beberapa elakukan kontrol

pandangan dike ukakan bahwa )P/ tidak selayaknya

atas se ua bentuk keuangan negara! ter asuk di dala nya kekayaan negara$ (kan lebih ber akna jika )P/ elakukan "ungsi pengawasan e punyai da pak sosial

keuangan yang bersi"at M akro strategisM yang

ekono is yang luas$M /onsekuensinya! )P/ tidak perlu bersusah payah elakukan pengawasan keuangan negara dengan rentang yang tidak terbatas$ (kan tetapi! %ukup pada pengujian atas hasil pe eriksaan keuangan yang dilakukan aparat intern pengawas pe erintah dan pengawasan terhadap pelaksanaan (P)#$ 2asil pe eriksaan )P/ yang NdiberitahukanN kepada DPR! sebenarnya engandung akna yuridis yang kurang tegas dipandang dari pe akaian enjadi

istilahnya$ Dengan de ikian! perlu ada perubahan kata NdiberitahukanN NdilaporkanN kepada DPR$ 2al de ikian juga akan
97

e bawa da pak psikologis

4oh$ /usnardi dan )intang R Saragih! A' cit ! hal$ '4$

1>5 kepada DPR untuk segera enindaklanjuti te uan pe eriksaan dan estinya$

pengawasan )P/! sehingga dapat dilaksanakan sebagai ana Pelaksanaan tindak lanjut ini dilakukan se%epat asalah dan ungkin untuk

enyelesaikan

en%egah penyi pangan yang akan

erugikan posisi keuangan

negara$ (pabila dala

te uan pe eriksaan terdapat indikasi terjadinya

penyelewengan! laporan tersebut dapat disa paikan kepada /ejaksaan (gung untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur huku $

$.3 Ak"-at Hukum Pen&lakan Peneta)an APBN /leh DPR. Setelah ke bali kepada UUD 1945 1959! DPR hasil pe ilihan u u elalui Dekrit Presiden 5 ;uli

tahun 1958 tetap ber"ungsi sebagai DPR enolak

tetapi tidak la a ke udian dibubarkan oleh Presiden karena

Ran%angan (P)# tahun 198< yang diajukan pe erintah *presiden+$ &indakan presiden ini se%ara jelas bertentangan dengan UUD 1945 yang baru setahun diberlakukan ke bali! presiden ke udian dan DPRBR serta engangkat para anggotanya$ enjadi 4enteri e bentuk 4PRS

Pi pinan 4PRS dan pi pinan DPRBR diangkat

sehingga berada di bawah perintahnya! ke udian keputusan berdasarkan pe ungutan suara dinyatakan bertentangan dengan de okrasi berdasarkan UUD 1945$ /eputusan harus berdasarkan kepada pe u"akatan bulat! apabila hal itu tidak dapat ter%apai! aka per asalahannya diserahkan

kepada pi pinan$ Se ua keputusan yang tidak disetujui pi pinan DPRBR danyang tidak direstui oleh presiden dianggap batal$ DPRBR se%ara

1>8 praktis diatur oleh suara yang sa a sekali$ Pada asa sebelu a ande en! pe berhentian Presiden dapat enentukan! sehingga de okrasi tidak ada

dilakukan jika DPR elanggar haluan

enganggap bahwa Presiden sungguh-sungguh telah negara yang telah ditetapkan oleh Undang-undang

Dasar atau 4PR$ &idak ada kriteria yang jelas apa yang di aksud dengan sungguh-sungguh telah elanggar haluan negara ini! hanya suatu

anggapan DPR bahwa pelanggaran haluan negara itu telah terjadi$ /arena seluruh anggota DPR erupakan anggota 4PR aka DPR dapat

engusulkan kepada 4PR untuk

enggelar sidang isti ewa untuk

e inta pertanggungjawaban Presiden$ Dan jika pertanggungjawaban itu ditolak aka 4PR dapat sejarah e berhentikan presiden$ ketatanegaraan sudah e pat kali 4PR

Dala

e berhentikan presiden! yang perta a adalah Presiden Soekarno! kedua Presiden Soeharto! Presiden 2abibie dan Presiden (bdurrah an Hahid *Bus Dur+$ Presiden Soekarno diberhentikan elalui Sidang Isti ewa

4PRS pada tahun 19883 Presiden Soeharto berhenti setelah /etua 4PR@DPR 2ar oko pada tahun 199> agar Soeharto engundurkan diri engu u kan per intaan 4PR enyusul desakan de onstrasi

ahasiswa pada waktu itu3 Presiden 2abibie berhenti setelah 4PR enyatakan enolak pertanggungjawabannya pada Sidang Isti ewa 4PR elalui

19993 dan Presiden (bdurrah an Hahid dilengserkan oleh 4PR

1>7 keputusan pada Sidang Isti ewa 4PR tahun '<<1 karena dinilai terlibat dala kasus penyelewengan dana )ulog dan bantuan dari Sultan )runei$ C pat presiden Indonesia diberhentikan dengan %ara FdipaksaE$ Pe berhenian kee pat presiden tersebut ternyata lebih disebabkan "aktor atau perti bangan politis karena kebijakan yang dilakukan presiden yang dinilai parle en sebagai sesuatu yang salah$ (lasan pe berhentian

presiden

enurut ( ande en UUD 1945 lebih

enekankan pada hal-

halyang bersi"at kri inal yang dilakukan presiden! se entara kebijakan


yang dikeluarkan presiden tidak dapat dijadikan alasan bagi 4PR untuk e berhentikannya$ UUD1945 lebih pe erintahan siste Pe berhentian presiden dala ( ande en

irip dengan %ara pe berhentian presiden pada presidensil sedangkan sebelu a ande en

erupakan %ara pe berhentian gaya pe erintahan parle enter$ 9> ;ika DPR enolak penetapan (P)# berarti tidak e bawa aspirasi

rakyat yang diwakili sehingga #egara Indonesia akan terjadi gejolak yang sangat luar biasa dibidang perekono ian karena penolakan penetapan tersebut$! (dapun penolakan (P)# oleh DPR sebab (P)# yang diajukan Presiden sangat kurang enggali su ber-su ber keuangan #egara

sehingga perhitungan angka-angka anggarannya sangat tidak layak untuk diwujudkan sa a rakya Indonesia se%ara keseluruhan baik itu pe bagian di sektor departe en le baga #egara yang kurang
9>

engenai

aupun non departe en serta kele bagaenunjang untuk dii ple entasikan yang

4orissan lot cit hal >>!

1>> akan eni bulkan ke iskinan yang berkepanjangan untuk seluruh rakyat

Indonesia3 Pelanggaran huku pengelolaan keuangan itu dala oleh pe erintah dala hal ini terkait dengan

enurut =eli1 ($ #igro dapat dikategorikan

9 bentuk pelanggaran yaitu5 *a+ /etidakjujuran ;dishonest(4@ *b+ )erperilaku tidak etis ;unetical behavior4@ *%+ 4engesa pingkan huku *d+ 4e perlakukan ;overidding the law+3 se%ara tidak patut ;un.air

pegawai

treatment o. em'lo(ees4@ *e+ 4elanggar prosedur huku 'rocess4@ *"+ &idak enjalin kerjasa a yang baik dengan pihak legislati" ;violations o. 'rocedural due

;.ailure to res'ect legislative intent4@ *g+ Pe borosan dala *h+ 4enutup-nutupi penggunaan su ber daya ;gress ine..icenc(4@ kesalahan yang dilakukan oleh aparatur

;covering u' mistakes4@ *i+ /egagalan untuk elakukan inisiati" dan torobosan yang

positi" ;.ailure to show inisiative45 99 Dengan adanya penolakan penetapan (P)# oleh DPR akan e bawa akibat huku yang sangat rentan terhadap kedudukan Presiden

dan atau Hakil Presiden atas i pea%h ent bahwa pe berhentian Presiden
99

Soerjono Soekanto!'<<> 0aktor+0aktor Cang Mem'engaruhi Penegak Hukum Penerbit P& Raja Bra"indo Persada ;akarta hal47 $

1>9 dan wakil Presiden dala asa jabatannya harus didahului dengan e berhentikan Presiden dan

prosedur yudisial artinya putusan untuk Hakil Presiden sepenuhnya

erupakan keputusan politik yaitu dilakukan hal i pea%h ent prinsip

oleh DPR dan 4PR$ Dengan de ikian dala supre asi huku

berhadapan dengan prinsip supre asi politik jika akan dianulir dengan supre asi

de ikian! apakah supre asi huku

politik ataukah putusan pe berhentian Presiden dan Hakil Presiden elalui prosedur i pea%h ent itu tetap sesuai dengan prinsip supre asi huku berarti sebagai suatu peraturan yang tertinggi atau huku

erupakan suatu kekuasaan tertinggi$ 4enurut / Hantjik Saleh 1<< 3Undang Undang Dasar adalah peraturan perundang-undangan yang tertinggi dala suatu #egara! yang enjadi dasar segala peraturan

perundang-undangan$ Dengan kata lain bahwa se ua peraturan perundangundangan harus tunduk pada undang-undang dasar atau tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dasar di ana Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945 tertinggi di Indonesia$ Dengan de ikian !supre asi huku berarti superioritas huku ! erupakan peraturan perundangan

di ana tidak boleh ada kesewenang-wenangan$ Seseorang hanya boleh dihuku huku jika elanggar huku ! tidak untuk yang lain$ .leh karena itu! enjadi alat tetapi harus enjadi tujuan! yaitu untuk

tidak boleh

elindungi kepentingan rakyat$ 2uku


1<<

harus dilihat pula sebagai akal

/$ Hantjik Saleh! '<<4! Perkembangan Perundang+undangan di -ndonesia ! Rhineka 9ipta! ;akarta! 2al$ 1<$

19< atau ke%erdasan yang tidak dapat dipengaruhi oleh keinginan! apalagi na"su dari yang berkuasa !yang akan sanggup dari kesewenang-wenangan$
Dala kaitannya dengan pe berhentian Presiden !UUD #egara enentukan di dala Pasal 7( Undang-

en%egah para penguasa

Republik Indonesia &ahun 1945

Undang Dasar #egara RI &ahun 1945 presiden dapat diberhentikan dala DPR! apabila terbukti telah pelanggaran huku berikut5 1$ )erkhianat terhadap negara '$ /orupsi ,$ Penyuapan 4$ &indak pidana berat

enyatakan3 Presiden dan@atau wakil asa jabatannya oleh 4PR atas usul

elakukan pelanggaran huku $ 4engenai pe berhentian disebutkan sebagai

apa saja yang dian%a

5$ 4elakukan perbuatan ter%ela 8$ &idak e enuhi syarat lagi tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu telah

Pelanggaran huku

benar-benar dilakukan oleh Presiden dan@atau Hakil Presiden sebelu dapat diberhentikan$ ?e baga yang berwenang untuk kesalahan Presiden dan@atau Hakil Presiden adalah e buktikan 4ahka ah

/onstitusi$;adi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pada pendapat DPR ! elainkan juga berdasarkan pada huku dala $Prinsip ini ditegaskan di

Pasal 1 ayat *,+ UUD #RI &ahun 1945 bahwa #egara Indonesia

191 adalah #egara 2uku erupakan ! ketentuan ini enunjukkan bahwa UUD 1945

anis"estasi dari huku

yang tertinggi * Supre ation o" law +

yang ditaati oleh rakyat! pe erintah !penguasa sekali pun dan badan pe buat UUD$ 4enurut ;i ly (sshiddiGie 1<1 kehadiran 4ahka ah /onstitusi dala proses i pea%h ent justru di aksudkan untuk

e perkuat prinsip supre asi huku i pea%h ent dikatakan Presiden saja yang dapat Di dala

$Halaupun kehadiran intitusi

eni bulkan keanehan !seolah olah hanya elakukan pelanggaran huku $

Pasal '49 ayat *1+ yang

enyatakan bahwa3 4ahka ah

/onstitusi berwenang

engadili pada tingkat perta a dan terakhir yang enguji undang-undang terhadap undang-

putusannya bersi"at "inal untuk

undang dasar ! e utus sengketa kewenangan le baga #egara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar ! e utus pe bubaran partai politik !dan e utus perselisihan tentang hasil pe ilihan u u $ enyebutkan5 M4ahka ah engenai enurut

Pasal '49 ayat ' UUD #RI &ahun 1945 /onstitusi wajib

e berikan putusan atas pendapat DPR

dugaan pelanggaran oleh Presiden dan@atau Hakil Presiden Undang-Undang Dasar$ #a un harus di ingat bahwa dala 4ahka ah /onstitusi tidak bersi"at "inal apa tertera dala *1+ UUD #RI &(2U# 1945

hal ini putusan Pasal '49 ayat

1<1

;i ly (sshiddiGie! '<<4! Kedudukan dan Peranan MK alam Sistem Ketatanegaraan Pasca 1mandemen ** #$,& alamMakalah Seminar Sistem Pemerintahan -ndonesia =2 Unair! Surabaya2al$ 17! $

19' Dengan de ikian putusan 4ahka ah /onstitusi tidak bersi"at engikat pada saat diu%apkan ! elainkan akibat huku asih ada upaya lain engenai

pertanggungjawaban Presiden dan @atau Hakil Presiden$ e berhentikan

Dengan kata lain! 4ahka ah /onstitusi tidak berwenang Presiden dan wakil Presiden sebab dipilih dala

satu pasangan langsung

oleh rakyat$ Selain itu anggota-anggota 4ahka ah /onstitusi diangkat oleh Presiden! dari %alon yang diajukan oleh DPR! 4ahka ah (gung dan Presiden sendiri$ .leh karena itu putusan 4ahka ah /onstitusi

disa paikan kepada 4PR

elalui DPR$

)erdasarkan pada Pasal , ayat *,+ UUD #RI tahun 1945 bahwa 4PR hanya dapat dala e berhentikan Presiden dan @atau Hakil Presiden enurut Undang-Undang aka 4PR lah yang

asa jabatannya

berwenang untuk

e berikan keputusan terhadap usul DPR yang telah

diperiksa! diadili dan diputuskan oleh 4ahka ah /onstitusi$ 2al ini sesuai dengan ketentuan pasal ' ayat *1+ bahwa 4PR terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD yang seluruhnya dipilih oleh rakyat pe ilihan u u $ .leh karena itu! 4PR wajib isti ewa untuk itu keputusan harus dia bil dala elalui

enyelenggarakan sidang sidang Isti ewa yang

dihadiri oleh sekurang-kurangnya P dari ju lah anggota dan disetujui oleh ini al '@, dari ju lah yang anggota yang hadir$ Dala hal ini

ditentukan oleh Pasal 7)

UUD#RI &ahun 1945 disebutkan tata %ara

pe berhetian Presiden@dan atau Hakil Presiden diatur sebagai berikut5

19, 1+ Usul pe berhentian Presiden dan@atau Hakil Presiden dapat diajukan oleh DPR kepada 4PR hanya dengan terlebih dahulu engajukan per intaan kepada 4ahka ah /onstitusi untuk e eriksa! engadili! dan e utus pendapat DPR bahwa elakukan pelanggaran negara! korupsi!

Presiden dan@atau Hakil Presiden telah huku berupa pengkhianatan

terhadap

penyuapan! tindak pidana berat lainnya! atau perbuatan ter%ela3 dan@atau pendapat bahwa Presiden dan@atau Hakil Presiden tidak lagi Presiden$ '+ Pendapat DPR bahwa Presiden dan@atau Hakil Presiden telah elakukan pelanggaran huku tersebut ataupun telah tidak lagi e enuhi syarat sebagai Presiden dan@atau Hakil

e enuhi syarat sebagai Presiden dan@atau Hakil Presiden adalah dala rangka pelaksanaan "ungsi pengawasan DPR$

,+ Pengajuan per intaan DPR kepada 4ahka ah /onstitusi hanya dapat dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya '@, dari ju lah anggota DPR yang hadir dala sidang paripurna yang

dihadiri oleh sekurang-kurangnya '@, dari ju lah anggota DPR$ 4+ 4ahka ah /onstitusi wajib e eriksa! engadili! dan

e utus dengan seadil-adilnya terhadap pendapat DPR tersebut paling la a se bilan puluh hari setelah per intaan DPR itu diteri a oleh 4ahka ah /onstitusi$

194 5+ (pabila 4ahka ah /onstitusi e utuskan bahwa Presiden elakukan pelanggaran negara! korupsi!

dan@atau Hakil Presiden terbukti huku berupa pengkhianatan

terhadap

penyuapan! tindak pidana berat lainnya! atau perbuatan ter%ela3 dan@atau terbukti Presiden dan@atau Hakil Presiden tidak lagi e enuhi syarat sebagai Presiden dan@atau Hakil Presiden! DPR enyelenggarakan sidang paripurna untuk eneruskan

usul pe berhentian Presiden dan@atau Hakil Presiden kepada 4PR$ 8+ 4PR wajib enyelenggarakan sidang untuk e utuskan usul eneri a usul

DPR tersebut paling la bat ,< hari sejak 4PR tersebut$

7+ /eputusan 4PR atas usul pe berhentian Presiden dan@atau Hakil Presiden harus dia bil dala rapat paripurna 4PR yang

dihadiri oleh sekurang-kurangnya P dari ju lah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya '@, dari ju lah anggota yang hadir! setelah Presiden dan@atau Hakil Presiden diberi

kese patan 4PR

enya paikan penjelasan dala

rapat paripurna

4e perhatikan ko posisi keanggotaan 4PR sebagaian besar terdiri dari anggota DPR yakni '@, dari ju lah anggota 4PR dan DPR e punyai andil terhadap putusan 4ahka ah /onstitusi !di ana tiga orang haki nya berasal dari DPR aka tidak sulit bagi 4PR untuk

195 eneri a usulan DPR$ Selain itu sesuai dengan ketentuan pasal 1 ayat *'+ dan ayat *,+ UUD #RI &ahun 1945 bahwa Indonesia adalah #egara huku dan kedaulatan rakyat dijalankan e utus usul DPR tidak dapat enurut UUD! aka 4PR dala

elepaskan diri dari prinsip-prinsip #egara aka dapat diprediksi jika 4PR akan

huku $)erdasarkan pada prinsip ini engabulkan usulan DPR$

;ika usul DPR diteri a! bahwa presiden dan@atau wakil presiden terbukti elakukan pelanggaran huku berupa penghianatan terhadap

negara! korupsi! penyuapan! tindak pidana berat lainnya atau perbuatan ter%ela! dan@atau terbukti presiden dan atau wakil presiden tidak lagi e enuhi syarat sebagai presiden dan@atau wakil presiden! aka presiden aka

dan @atau wakil presiden diberhentikan$ ;ika usul DPR tidak diteri a! presiden dan @ atau wakil presiden terus enjabat$

Se%ara yuridis penolakan penetapan (P)# oleh DPR

erupakan

kele ahan atau kekurangan dari pada anggota DPR sendiri karena DPR tidak e punyai kewenangan e buat Undang-Undang (P)#! dan DPR tidak

e punyai data bank tentang keuangan negara teruta a pe asukan su bersu ber keuangan negara serta pengeluaran progra -progra lain-lain Pe erintah engetahui pe bangunan dan

engenai seluk beluk keuangan negara serta

pe akainya berdasarkan peraturan perundang-undangan$ =aktor kualitas anggota erupakan "aktor penting dala

engopti alkan peran dan "ungsi DPR$ Peran dan "ungsi yang lebih besar dari anggota DPR tidak akan ungkin di%apai bila para anggota le baga

198 tersebut tidak e punyai ke a puan untuk itu$ /ualitas anggota DPR kita

sela a ini berada di bawah kualitas eksekuti" karena! anggota DPR kita belu sepenuhnya dapat engi bangi ke a puan pe erintah untuk

elaksanakan "ungsinya$ /ualitas di aksud ditinjau dari segi karier politik dan tingkat pendidikan "or al$ Dari hasil penga atan pada sidang-sidang DPR isalnya pada saat

rapat kerja ko isi-ko isi DPR dengan pe erintah! na pak kualitas para anggota DPR ini dala pe erintah belu berdiskusi! engajukan pertanyaan kepada

sebagai ana diharapkan$ &untutan bagi adanya kualitas enghasilkan persyaratan untuk enjadi

yang tinggi bagi anggota DPR anggota DPR$ haruslah Persyaratan

itu adalah bahwa setiap anggota DPR

e punyai %iri-%iri intelektual$

(nggota DPR adalah bagian dari elite politik yang tindak tanduknya selalu disorot$ .leh karena itu keberanian dan ke auan para anggota DPR harus didukung oleh kualitas yang tinggi$ &anpa ada ke a puan yang e adai! seorang anggota DPR akan engala i kesulitan dala berdialog

dan bertukar pikiran dengan pihak Cksekuti"$ Untuk enjadi seorang pe i pin politik! seseorang harus

e enuhi syarat5 kapasitas! ekseptabilitas dan popularitas$ (kibatnya! banyak anggota DPR kita yang lebih berperan seperti seorang birokrat! yang ber"ikir bahwa harus dilayani rakyat! bukan sebaliknya$1<'

1<'

Riswandha 2i awan! 199'! Peningkatan Peran 2egislati. Ketatanegaraan, ;urusan =2 UII! :ogyakarta! hal>

P! Seminar

197 Dala kondisi seperti itu jika anggota DPR dihadapkan dengan unsur e punyai pengala an sela a

eksekuti" yang orang-orangnya telah bertahun-tahun dibidang tugasnya! ateri pada data sesuai

aka dukungan wawasan! penguasaan ateri Ran%angan (P)#! akan penyusunan

dengan

engha bat peran DPR untuk ran%angan (P)#$ Dala

e punyai prakarsa dala

kondisi seperti ini lahirnya ran%angan (P)# engandalkan pada prakarsa

untuk setiap tahun %enderung akan lebih

eksekuti" sesuai dengan bidang tugasnya$ Dengan kata lain keberadaan DPR dala elaksanakan kewenangan dala e bentuk Ran%angan (P)#

%enderung terbatas pada

elakukan pe bahasan setelah ran%angan (P)# endapat kesepakatan untuk dibahas dala

tersebut diusulkan ke DPR dan rapat-rapat DPR$

Selain itu! untuk dapat berperan lebih banyak dala

penyusunan

ran%angan (P)# diperlukan ke a puan teknis peran%ang peraturan perundang-undangan$ )erkaitan dengan ini! pihak eksekuti" e punyai su ber daya anusia yang berpengala an$ lebih

BAB : PENUTUP

%.1. #es"m)ulan Dari uraian pada bab-bab tersebut kesi pulan bahwa 3 1$ Su ber wewenang DPR ada pada su ber huku "or il yakni Pasal ', aka dapatlah ditarik suatu

Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945 ! bahwa setiap ran%angan Undang-Undang (P)# yang diajukan oleh Presiden akan dibahas bersa a-sa a DPR untuk artinya adanya kesepakatan untuk (P)# endapatkan persetujuan bersa a usyawarah u"akat dala penetapan

erupakan wujud lahirnya Undang-Undang /euangan #egara

e berikan pe aha an "iloso"is yuridis sebagai bentuk penjel aan kedaulatan rakyat$ '$Dala Pasal '<( ayat *1+ Undang-Undang Dasar #egara Republik e iliki "ungsi legislasi "ungsi anggaran dan

Indonesia &ahun 1945 ! DPR

"ungsi pengawasan$ =ungsi pengawasan yang bersa a-sa a dengan DPR dan )P/ yang e punyai hubungan elakukan pe eriksaan pengelolaan

keuangan negara! hasil dari pe eriksaan itu diserahkan kepada DPR dan DPD serta DPRD sedangkan oleh DPR hasil pe eriksaan tersebut untuk enge0aluasi (P)# untuk tahun akan datang$

19>

199 5$'$ Saran 1$ &erkait dengan penetapan (P)# dala pengelolaan keuangan negara

perlu adanya tolok ukur peraturan perundangan-undangan tentang aspirasi rakyat yang terwakili oleh DPR$ '$ Perlu adanya ja inan kepastian huku huku dala elakukan penegakan hal ini )P/ pengelolaan

yang dilakukan oleh aparatur negara dala

terhadap banyaknya penyi pangan dan pelanggaran dala keuangan negara$

'<< DA3TAR PU,TA#A BU#U ($ 2a id S$ (tta i i! 199'! Teori Perundang+undangan -ndonesia ! Pidato pengukuhan ;abatan Buru )esar &etap pada =2 UI! ;akarta$
=adjar 4ukthie (! '<<5! Ti'e Negara Hukum! )ayu 4edia Publising! 4alang$ /era" Sonny ( ! 1998! Pasar )ebas !/eadilan dan Peran Pe erintahan /anisius :ogyakarta$

Jaini(bdullah ! Peranan P! alam !e.ormasi Pengelolaan 1nggaran Negara ! ;urnal =oru Ino0asi -ol 5! Dese ber '<<,$
Ba"ar ("an ! '<<'! Politik -ndonesia Transisi Menu/u Pelajar! :ogyakarta$ emokrasi ! Pustaka

(l"ian A Sja suddin #a6aruddin *eds+! 19>>! Masa Politik -ndonesia ! Rajawali Pers! ;akart (t aja (ri"in Soeria ! '<<9! Keuangan Publik P&$ Raja Bra"indo Persada! ;akarta$

e'an Kehidu'an

alam Pers'ekti. Hukum !

&a bunan (SS ! 199>! 0ungsi P! !- Menurut *ndang+*ndang #$,& Suatu Studi 1nalisis Mengenai 'engaturann(a Tahun #$%% I #$$F ! Penerbit Sekolah tinggi 2uku 4iliter$ Sari"udin (teng ! 1998! )utir+)utir "agasan tentang Pen(elenggaraan Hukum dan Pemerintah (ang 2a(ak $ P&$ 9itra (ditya )hakti )andung$ (t adja I Dewa Bede! '<<4! Sistem Pemilihan 2angsung dan Pertanggung/awaban Ke'ala aerah ! =akultas 2uku Uni0ersitas Udayana )ali$ (%hir (6 y ! 1978! Masalah Pengurusan Keuangan Negara Suatu Pengantar Teknis ! 3 9- :ulianti! )uku I )andung$ 4arbun )$#! dkk! '<<4! imensi+ imensi Hukum 1dministrasi Negara ! UII Press ;ogjakarta$ 4anan )agir ! 199'! asar+ asar Perundang+*ndangan di -ndonesia, Indonesia 9o! ;akarta$

'<1 4anan )agir dan 4agnar /untara ! 19>7! Peranan Peraturan Perundang+ *ndangan alam Pembinaan Hukum Nasional ! (r i%o! )andung$ Saragih )intan R$ ! Peranan P! "! Periode #$%& dalam Menegakkan Kehidu'an Ketatanegaraan (ang Konstitusional )erdasarkan *ndang+*ndang asar #$,& ! )andung$ )ruggink$;$;$2! 199, , !echtsre.lecties "rondbegri''en rechtstheorie! /luwer De0enter! Den 2aag$ uit de

)uku Pedo an! '<<, , Penulisan Penelitian Tesis Normati. ! Progra Pas%asarjana! Uni0ersitas Udayana! Denpasar$ /ansil 9$S$& A /ansil 9hristine S$&$ ! '<<8! Hukum Keuangan dan Penbendaharaan Negara ! P&$ Pradnya Para ita! ;akarta$ 4agins =ran6 -Suseno S;! 1995! Mencari Sosok Pustaka! ;akarta$ emokrasi ! P&$ Bra edia

2usen ?a .de ! '<<5! Hubungan 0ungsi Pengawasan P! engan )adan Pemeriksa Keuangan alam Sistem Ketatanegaraan -ndonesia ! 9-$ Uto o$ )andung$ 2adjon Philipus! 4$dkk$! '<<5! Pengantar Hukum 1dministrasi Negara -ndonesia ! Badjah 4ada Uni0ersity Press! :ogyakarta$ Indroharto! '<<8! Usaha 4e aha i Undang-Undang tentang Peradilan &ata Usaha #egara! Pustaka Sinar 2arapan! ;akarta$ Saleh Is ail ! 1995! BPembinaan >ita Hunum dan Penera'an 1sas+ 1sas hukum Nasional Se/ak Arde )aruB, 4ajalah 2uku #asional! #o$1 1995! Cdisi /husus! )P2#$ Suny Is ail ! '<<4! Kedudukan MP!, P! dan #$,&! =akultas 2uku Unair! Surabaya$ P Pasca 1mandemen

(sshiddiGioe ;i ly ! '<<4! 0ormat Kelembagaan Negara dan Pergeseran Kekuasaan dalam ** #$,& ! =2 UII Press! :ogyakarta (sshiddiGioe ;i ly ! '<<8! Pengantar -lmu Hukum Tata Negara Konstitusi ! Press ;akarta$

Poerbopranoto /oentjoro ! 19>7! Sistem Pemerintahan )andung$

emokrasi $ Cres%o$

Hheare /$9! 1988! Modern >onstitutions ! .1"ord Uni0ersity Press! #ew :ork &oronto$

'<' =ried an ?auren%e 4 ! 1989! The 2egal S(stem 1 Social Science Pers'ective ! Russell Sage =oundation! #ew :ork$ )udiardjo 4iria dan ( bong Ibrahi ! *eds+! 199,! 0ungsi 2egislati. alam Sistem Politik -ndonesia ! ;akarta! Raja Bra"ndo Persada$ )udiardjo 4iria ! 19>7! emokrasi di -ndonesia emokrasi Parlementer dan emokrasi Pancasila ! Bra edia Pustaka Uta a! ;akarta$ )udiardjo 4iria ! '<<<! (badi! ;akarta$ asar+ asar Politik ! Cdisi Re0isi! Ikrar 4andiri

/usnardi 4oh$ dan Saragih )intan$R$ ! 199>! Susunan Pembagian Kekuasaan Menurut Sistem ** #$,& ! Bra edia! ;akarta$ /usnardi 4oh$ dan Ibrahi 2ar aily !199,! Pengantar Hukum Tata Negara -ndonesia ! Sinar )akti ;akarta$ 4ah"ud 4oh 4D! '<<1! asar dan Struktur Ketatanegaraan -ndonesia ! P&$ Rineka 9ipta! ;akarta$ 4ah"ud 4oh$ 4D! 1999! Hukum dan Pilar+Pilar 4edia! :ogyakarta$ emokrasi ! Ba a

4ah"ud 4oh$ 4D! '<<<! Pergulatan Politik dan Hukum di -ndonesia, :ogyakarta5 Barna 4edia$ 4orissan! Hukum Tata Negara !- =ra !e.ormasi ! Penerbit Ra adina Prakarsa! ;akarta$ Saidi Dja"ar 4uha ad , '<<>! Hukum Rajagra"indo Persada ;akarta$$ Keuangan Negara ! P&$

#apitupulu Pai an ! '<<,! Peran dan Pertanggung/awaban P! Ka/ian i P! Provinsi, ;akarta! Uni0ersitas Padjajaran! )andung$ 2adjon Philipus 4! 199>! Tentang :ewenang ;bestuursbevoegheid4 ! dala FPro ;ustitiaE$
2i awan Riswandha! !199'! Peningkatan Peran 2egislati. Ketatanegaraan ! ;urusan =2 UII! :ogyakarta

Pemerintahan
P! Seminar

Bauta a!S! 197,! Pengertian Tentang Negara Hukum ! Penerbit (lu ni! )andung$ Saleh! /$ Hantjik! 1974! Perkembangan Perundang+*ndangan di -ndonesia ! Rhineka! ;akarta$

'<, Sa butan 4enteri /euangan RI )oediono seusai DPR enyetujui RUU PP&;/# sebagai undang-undang di Sidang Paripurna DPR! ;uni '<<4$ Rahardjo Satjipto ! 199>! BKeleluasaan !e.ormasi HukumB, (rtikel dala /o pas! > 4ei$
Sigler$($;ay! 1977! The 2egal Sources o. Public Polic( ! ?e1ington )ooks D$9 2eath and 9o pany ?e1ington! 4assaehusetts &oronto$

Soekarwo *'<<5+! Hukum Pengelolaan Keuangan aerah )erdasarkan Primi'+Prinsi' "ood 0inancial "overnance $ Surabaya5 (irlangga Uni0ersity Press$ Soekanto Soerjono !19>'! Kesadaran Hukum dan Ke'atuhan Hukum ! Rajawali Pres! ;akarta$ Soekanto Soerjono ! '<<>! 0aktor+0aktor Cang Mem'engaruhi Penegakan Hukum, Penerbit P&$ Raja Bra"indo Persada! ;akarta
Su antri Sri! 199' , )unga !am'ai Hukum Tata Negara -ndonesia ! (lu ni! )andung$ Strong 9=! '<<>! Konstitusi Politik Modern Ka/ian Tentang Se/arah dan )entuk+)entuk Konstitusi unia, )andung

Supar oko! '<<,! Keuangan Negara :ogyakarta$

alam Teori dan Praktek ! )P=C!

:udhoyono )a bang Susilo ! '<1<! alam Pidato Pembukaan ) 0 berta/uk D emokrasi *ntuk Meningkatkan Perdamaian dan Stabilitas ! )ali Post tanggal 1< Dese ber '<1<$ 4ulyosudar o Suwoto! 1997! Peralihan Kekuasaan ! /ajian &eoritis dan :uridis &erhadap Pidato #awaskara! P&$ Bra edia Pustaka Uta a! ;akarta$ /iro Syahrul ! Melemahn(a .ungsi P! )ali Post ! Senin 28 3uni 20#05$

4eyer &ho as ! '<<,! emokrasi ;Sebuah Pengantar *ntuk Penera'an4 ! =riedri%h-Cbert-Sti"tung! /antor Perwakilan Indonesia$ Pitu (ndrianus &oni! '<<8! Mengenai Teori Politik dari Sistem Politik Sam'ai Koru'si ! Penerbit #usa! )andung$

'<4

Peraturan Perun ang5Un angan Undang-Undang Dasar #egara Republik Indonesia &ahun 1945$ Undang-Undang #o or '' &ahun '<<, ;o Undang-Undang #o or '7 &ahun '<<4 tentang Susunan dan /edudukan 4PR! DPR! DPD! dan DPRD$ Undang-Undang #o or 1 &ahun '<<4 tentang Perbendaharaan #egara$ Undang-Undang #o or 17 &ahun '<<, tentang /euangan #egara$ Undang-Undang #o or 15 &ahun '<<, tentang Pe eriksaan dan Pengelolaan /euangan #egara$ Makalah6Art"kel6+urnal (bi anyu (nggito ! '<<4! =or at (nggaran &erpadu 4enghilangkan &u pang &indih! /o pas! 4ei '<<4$ Sudarsono Dani! '<<<! Interaksi Cksternal (uditor Pe erintah dan Internal (uditor Pe erintah5 antara 2arapan dan /enyataan! *4akalah yang disa paikan dala Se inar Rein0enting (uditor Internal Pe erintah yang diselenggarakan Pusat Penge bangan (kuntansi dan /euangan! ;akarta 7 ;uni+ Bandhi! '<<<! MSiste Pe eriksaan /euangan #egara!M *4akalah yang disa paikan dala lokakarya MRe"or asi Siste Pengelolaan /euangan #egara! ;akarta! 17 4ei+$ 9a pbell )la%k 2enry! 1999! )lack6s 2aw Hest Publishing$ ictionar( ! 8 Cd! Paul 4inn! Siste 2uku

(sshiddiGie ;i ly ! '<<<! Institusi /epresidenan Dala Indonesia! *4akalah+! ;akarta$

(sshiddiGioe ;i ly! '<<,! Struktur Ketatanegaraan -ndonesia Setelah Perubahan Keem'at ** #$,& *4akalah+ Disa paikan pada Se inar Pe bangunan 2uku #asional -III! Denpasar )ali$

'<5 4ajalah Hawasan 2uku ! 2(4 dan Politik! '<<8! =disi JJJ--- Th5 --Minggu Kedua esember Daud #urhajati Sitti! '<<,! &he Role ." &he Se%retary Beneral ." &he Indonesian 2ouse ." Representati0es in &he Cra Re"or in Indonesia! Bene0a 4eeting$ Rasul Syahruddin ! '<<,! Pengintegrasian Sistem akuntabilitas Kiner/a dan 1nggaran alam Pers'ekti. ** No5#FG200< tentang Prinsi' Keuangan Negara ! ;akarta$
Us"unan:ohanes! 199>! /ebebasan )erpendapat di Indonesia *Disertasi+ Dala 4eraihgelar Doktor pada Progra Pas%asarjana U#(IR! Surabaya$ (sshiddiGie ;i ly !'<<4!/edudukan dan Peranan 4/ dala Siste /etatanegaraan Pas%a ( ende en UUD 1945 dala 4akalah Se inar Siste Pe erintahan Indonesia =2 U#(IR Surabaya$ http5@@unu$edu@unupress@unupbooks@uu15oe@uu15oe<7$ht , 2egislative >om'etence Arder $

http5@@%odes$ohio$go0@or%@11>$<5! =inan%ial Planning and Su'ervision >ommission $