Anda di halaman 1dari 16

4

5
Putaran 2:

8-9

10

SIAP UNTUK PERUBAHAN

JAKARTA

GERAKAN PERUBAHAN VS STATUS QUO

untuk jokoWi-basuki

baDai Fitnah

KITA TIDAK BISA MEMILIH TERLAHIR DARI SUKU APA.


N ELAWAK KORAN R SU I A B I W O JOK ER

riDWan saiDi

SEPTEMB 2012

Jakarta Baru
h a k g n a l Se gi

La

rta Jakaa B ru

editorial

SELANGKAH PENUH BADAI FITNAH

ari awal Pemilukada DKI Jakarta, isu dan tnah seolah tak habis-habis mendera pasangan Jokowi dan Basuki. Bahkan pasca keunggulan Jokowi-Basuki 11 Juli lalu, badai isu semakin kencang. Mulai dari tuduhan Jokowi kristen, tuduhan yang sama juga dialamatkan kepada ibunya, sampai pada tnah yang menyatakan Jokowi gagal dan membuat warga Solo semakin miskin. Ada juga yang menganggap Jokowi dan Ahok sebagai kutu loncat dan tidak amanah. Masalah agama, kenyataannya, Joko Widodo merupakan seorang muslim yang taat. Ia sudah melaksanakan ibadah haji. Hanya saja memang, ia tidak suka mengumbar ibadah yang dilakukannya di depan publik. Religiusitasnya juga terlihat dari caranya menanggapi tnah. Meski dituduhkan berbagai macam tnah, Jokowi tetap lapang hati. Ia memaafkan orang yang menuduhnya. Ia selalu mengamalkan ajaran Islam untuk tidak memusuhi orang lain. Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang beretnis Tionghoa. Ia juga adalah seorang Kristen yang taat. Meski bukan seorang muslim, saat menjabat sebagai Bupati Belitung Timur, ia banyak membuat program yang membantu umat muslim. Salah satu programnya adalah me-naikhaji-kan ustad dan ulama yang belum melaksanakan ibadah haji. Dalam satu setengah tahun saja, tercatat ada lebih dari 100 orang yang diberangkatkan beribadah haji olehnya. Toleransinya juga terlihat. Saat

b u l a n R a m a dhan, Ahok pun mengikuti Safari Ramadhan, meski tidak masuk ke dalam masjid dan me nunggu di parkir sampai acara selesai, Basuki melaksanakan kewajibannya sebagai kepala daerah. Semua ini adalah bukti bahwa ia adalah pemimpin yang adil, merakyat, dan mengayomi semua golongan. Sementara itu mengenai isu bahwa Jokowi dianggap gagal me mimpin Solo, hal itu jelas terbantahkan dengan melihat prestasi yang diraih. Kota Solo selalu menjadi kota percontohan sebagai kota yang bersih dan tertib. Kini banyak orang yang studi banding ke Solo untuk mempelajari keberhasilannya. Pihak yang menganggap Jokowi gagal bermodalkan data bahwa warga miskin di Solo mencapai 133 ribu orang atau 23% jumlah penduduk. Padahal data itu berdasarkan 25 paramater. Jauh lebih banyak ketimbang data dari BPS yang hanya menggunakan 14 parameter. Dengan menggunakan data yang riil maka penanganan kemiskinan di Solo lebih efektif dan dapat mencegah terjadinya kemiskinan yang berkelanjutan. Ketimbang Jakarta, Solo menggunakan data yang lebih akurat. Jakarta menggunakan ukuran kemiskinan absolut, sedangkan Solo menggunakan ukuran kemiskinan relatif. Standar kemiskinan yang digunakan Solo adalah berpendapatan dibawah dua dollar (sekitar Rp. 19.000) per hari. Sedangkan standar kemiskinan yang digunakan Jakarta adalah berpendapatan dibawah satu dollar (Rp. 9.000) per hari. Apabila Jakarta menggunakan standar yang sama dengan Solo, maka tingkat kemiskinan di Jakarta dapat mencapai 41 persen jumlah penduduk. Jumlah yang jauh melebihi Solo. Untuk menanggulangi kemiskinan yang ada, Pemerintah Kota Solo telah mengeluarkan SK Jaminan Sosial bagi Warga Miskin. Dengan begitu

warga miskin di Solo lebih terjamin kehidupannya. Maka dari itu, pendapat bahwa Jokowi gagal memimpin Solo jelas tidak berdasar. Apabila Jokowi gagal, tidak mungkin ia dipilih kembali untuk periode kedua dengan perolehan suara mencapai 91 persen. Padahal Jokowi berkampanye tanpa baliho, tanpa spanduk, dan tanpa atribut lainnya. Hal ini menjadi salah satu rekor dalam sejarah Pemilukada di Indonesia. Selain itu, jika Jokowi memang gagal tidak mungkin ia masuk dalam daftar 25 kepada daerah terbaik dunia dan 5 besar di Asia. Hal ini berdasarkan penilaian yang nyata dari The City Mayors Foundation, orga nisasi nirlaba yang bermarkas di Inggris. Mengenai isu bahwa Ahok tidak amanah, perlu diketahui bahwa ia tidak meninggalkan Belitung Timur. Melainkan ia terpaksa maju mencalonkan diri menjadi Gubernur Bangka Belitung. Saat itu, PKB dan Abdurrahman Wahid memintanya untuk maju mencalonkan diri. Memang ia tidak harus mundur sebagai bupati. Tapi ia dipaksa mundur karena ijinnya tidak ditandatangani Menteri Dalam Negeri saat itu. Dalam proses Pemilukada Bangka Belitung yang Ahok ikuti pun terjadi banyak keanehan. Hasil survei dan quick count mengunggulkan Ahok. Namun pada akhirnya ia kalah karena terjadi kericuhan. Proses pengadilan akan kericuhan tersebut pun tidak jelas kelanjutannya. Tidaklah tepat juga untuk memandang Jokowi dan Ahok sebagai kutu loncat. Sebab, mereka berdua tidak pernah mendaftar ke partai mana pun sebagai calon kepala daerah. Mereka yang diminta oleh partai untuk maju mencalonkan diri sebagai perwujudan dari keinginan masyarakat. Kini dapat dilihat hasilnya: 42,60 persen warga DKI Jakarta menggunakan hak pilihnya untuk menjadikan mereka pemimpin Jakarta. Sekarang mereka butuh lebih banyak suara. Tepis segala keraguan karena semua tuduhan tak berdasar. Hanya Jokowi-Basuki yang layak memimpin Jakarta. Jakarta Baru yang kita impikan, kini tinggal selangkah lagi.

LAUTAN MANUSIA JOKOWI-BASUKI

DAlAm HAlAl BIhAlAl

cara halal bihalal Idul Fitri yang diadakan Tim Kampanye Jokowi-Basuki, 25 Agustus lalu, seakan jadi lautan manusia. Ribuan warga, relawan dan simpatisan pendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), memadati acara yang digelar di Kantor Sekretariat Tim Kampanye di Jalan Borobudur No. 22 Menteng, Jakarta Pusat. Selain warga, terlihat pula beberapa tokoh politik, budayawan, dan seniman ikut hadir. Mereka antara lain Setyawan Djodi, Ahmad Dhani Dewa, Mooryati Soedibyo, Rieke Dyah Pitaloka, Dedi Miing Gumelar, Edo Kondologit, dan budayawan Betawi, Ridwan Saidi Joko Widodo dalam sambutannya mengaku terkejut dengan banyaknya masyarakat yang hadir. Saya pikir, namanya halal bihalal yang datang paling sekitar 500-1000 orang, tapi ternyata sampai segini banyak, ungkapnya. Jokowi mengingatkan para relawan dan pendukungnya untuk tidak terlena pada kemenangan putaran pertama. Dengan banyaknya dukungan tersebut Jokowi semakin optimis dengan kesiapan tim menyambut putaran kedua. Apalagi setelah badai tnah dan kampanye hitam yang melanda selama bulan Ramadhan. Jokowi mengibaratkan kondisi saat ini seperti semut yang melawan gajah, Gajahnya banyak tapi semut lebih banyak lagi. Kita ingin buktikan tanggal 20 September nanti semutnya ada di mana-mana dan memenangkan pertarungan ini, ujar Jokowi yang disambut dengan teriakan dukungan dari masa yang hadir. ALI

Jakarta Baru
Koran Jakarta Baru Diterbitkan oleh Relawan Jakarta Baru Komplek Villa Pejaten Mas Blok A No. 23 Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan redaksi@jakartabaru.co www.jakartabaru.co Pemimpin Redaksi Hazhul Mizan Piliang Redaktur Ali Imron Diponegoro Titah Hari Prabowo Eko Dad Aanto Desain Dan Tata Letak Santoso Irfan Reporter Arie Putra Satrio Abdillah Wirataru Fotografer Titah Muhammad Abdul Aziz Sirkulasi Dan Distribusi Amir Maulana Koordinator Relawan Yustian FM

SOLO DITEROR, JOKOWI HERAN

Keluarga ini masih menempati lahan PT. Kereta Api Indonesia untuk tempat tinggal, di pinggir rel Stasiun Senen, Jakarta Pusat.

eski tidak mau mengkait-kaitkan teror yang terjadi akhir-akhir ini di Solo dengan pencalonannya sebagai Gubernur DKI, Walikota Solo, Ir. H. Joko Widodo tak bisa menampik rasa herannya dengan teror-teror yang terjadi dalam waktu berdekatan. Selama tujuh tahun saya memimpin Solo aman-aman saja. Tapi sejak maju dalam Pilgub DKI kok sering terjadi aksi teror dalam waktu berdekatan. ujar Jokowi usai melayat ke rumah Bripka Dwi Data Subekti, polisi yang menjadi korban penembakan, Jumat (31/8/2012). Rangkaian kericuhan keamanan tersebut dimulai dari bentrok antara warga dan ormas di Gandekan. Suasana Solo sempat mencekam setelah dua kali anggota ormas melakukan sweeping dengan senjata tajam. Peristiwa ini kemudian disusul dengan penembakan Pospam Gemblekan saat bulan Ramadhan lalu, Jumat 17 Agustus. Pada malam jelang lebaran, Sabtu (18/8/2012), giliran pos polisi Gladak yang diserang. Pos tersebut dilempar granat oleh pengendara motor. Paling anyar adalah penembakan pos polisi Singosaren yang mengakibatkan Bripka Data Subekti gugur. Meski diterpa bertubi-tubi peristiwa kriminal, Jokowi mengaku kota Solo tetap aman dan kondusif. Kalau benar peristiwa-peristiwa itu berkaitan dengan majunya saya ke Pilgub DKI, sangat tidak berperi kemanusiaan, katanya. Tapi saya tak mau berprasangka, moga-moga tidak ada. Ia melanjutkan. HMP/Kompas.com

FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

h a k g n a l Se Lagi 3
FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

Jakarta Baru

Selangkah N Lagi
Kerinduan masyarakat Jakarta untuk memiliki pemimpin baru yang membawa perubahan selangkah lagi akan tercapai. Memenangkan Pemilukada putaran pertama dengan semboyan Jakarta Baru, kini semua harapan bertumpu pada pasangan Ir. H. Joko Widodo dan Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM sebagai satu-satunya pilihan untuk mewujudkan perubahan. Namun langkah terakhir JokowiBasuki mungkin tidak akan mulus, sederet rintangan telah mulai ditebar. Mulai dari isu SARA dan tnah yang yang membawa-bawa keluarga, sampai tuduhan korupsi.
asib Jakarta tentu berada ditangan warga Jakarta, bukan ditangan partai politik, lembaga survei, maupun pengamat politik. Tak ada lembaga survei yang meramalkan kemenangan Jokowi-Basuki pada 11 Juli yang lalu, semuanya bersepakat bahwa JokowiBasuki paling bagus hanya akan menjadi pemenang kedua. Namun rakyat berkehendak lain, Jokowi-Basuki yang merupakan sosok baru di Jakarta disambut baik. Hampir separuh pemilih DKI Jakarta memberikan kepercayaanya pada pasangan Jokowi-Basuki. Kepercayaan tersebut tentu bukan tanpa alasan. Baik Jokowi maupun Basuki merupakan sosok yang selama ini sudah dikenal berprestasi, berpengalaman, dan bersih dalam memimpin. Konsep-konsep kepemimpinan yang dilakukan Jokowi tidak lazim, dan telah diakui dan dijadikan percontohan internasional. Pendekatan Jokowi yang menolak kekerasan dan memperlakukan manusia sebagai manusia ternyata dirindukan di Jakarta. Namun semakin tinggi pohon, tentu semakin kencang angin yang me nerpa. Nama Joko Widodo yang semakin berkibar atas prestasinya tak luput dari isu miring, caci, dan fitnah. Sejak awal mendaftar sebagai calon gubernur, Jokowi telah diserang oleh berbagai isu. Mulai dari kecakapan sampai dengan karakternya. Memasuki putaran kedua ini, badai tersebut semakin kencang. Tidak hanya menyerang dirinya, keluarga Jokowi bahkan ikut diserang. Teranyar Jokowi dilaporkan ke KPK oleh sebuah LSM yang ternyata baru berumur sebulan. Menanggapi isu tersebut, seperti biasa, Jokowi tetap tersenyum

dan menganggap hal tersebut biasa dalam politik. Hal-hal seperti ini biasa terjadi menjelang Pemilukada. Warga Jakarta adalah warga yang cerdas, pintar, dan sangat rasional sehingga bisa menilai mana informasi yang benar atau menyesatkan, tegas Jokowi percaya. Apapun itu, perubahan hanya akan terjadi, jika masyarakat DKI Jakarta konsisten menginginkan perubahan dan menolak mempercayai isu-isu yang mengadu-domba dan memancing kebencian dan permusuhan. Dan sebaliknya, perubahan di Jakarta tidak akan terjadi jika masyarakat Jakarta terlalu takut untuk menolak yang terbukti biasa saja. Jika tidak ada kecurangan, maka semua tergantung warga Jakarta. Jakarta Baru sudah di depan mata. Se langkah Lagi. HMP

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 4 agi L

JAKARTA SIAP UNTUK PERUBAHAN


Saat didaftarkan ke KPUD Jakarta, 19 Maret lalu, hampir tidak ada lembaga survei dan pengamat politik yang mengunggulkan pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama untuk memenangkan Pemilukada Jakarta. Namun, meski tanpa dukungan elit tersebut, angin perubahan yang dibawa Jokowi-Basuki ternyata disambut warga DKI Jakarta. Kemenangan 42,6 persen pada putaran pertama, terbagi secara merata sampai tingkat keluruhan. Ini membuktikan, Jakarta siap untuk perubahan.

Data Kemenangan Jokowi-Basuki

JakaRta tiMuR

JakaRta baRat

JakaRta pusat

JakaRta selatan

JakaRta utaRa

40.2% 35.0%

48.0% 33.3%

40.3% 35.7%

38.5% 34.4%

47.1% 30.9%

42.60%
JOkO WidOdO basuki tJahaJa puRnaMa

34.05%
HIDAYAT - DIDIK FAISAL - BIEM aleX - nOnO hendaRdJi - RiZa

11.7%
4.6%

fauZi bOWO naChROWi RaMli

68

11 31

26.2%

5%
2%

3 19

% 26.1

9% 73.

AN h A Ur l e K

KECAMATAN

73.8 %

DATA: REAL QUICK COUNT CYRUS NETWORK TOTAL SUARA MASUK: 4.266.058 (98,6%) *tidak termasuk Kabupaten Kepulauan Seribu

FOTO: MALAHAYATI UNTUK JAKARTA BARU

eski tidak memenangkan Pemilukada DKI Jakarta dalam satu putaran, karena tidak mencapai syarat minimal 50% plus satu suara, kemenangan Jokowi-Basuki adalah fenomena politik Indonesia. Sebelumnya, hampir tidak ada lembaga survei yang memprediksi kemenangan tersebut. Hasil yang mendekati, Jokowi-Basuki dinilai mampu untuk masuk ke putaran kedua untuk menantang Foke-Nara sebagai incumbent. Namun ternyata kehendak rakyat kali ini tidak bisa dipetakan oleh elit politik. Jokowi-Basuki secara meyakinkan mampu memimpin suara rakyat Jakarta dengan perolehan 42,6 persen (1.847.157 suara), unggul lebih dari 8 persen dari pesaing terdekatnya, FokeNara yang memperoleh suara 34,05 persen (1.476.648 suara). Tidak hanya perolehan keseluruhan, se-

cara teritori Jokowi-Basuki juga menguasai. Dalam hitungan kota, JokowiBasuki berhasil menang di seluruh penjuru mata angin daratan Jakarta. Hanya di Kepulauan Seribu Jokowi-Basuki harus menyerah pada Foke-Nara. Di Jakarta Barat, Jokowi-Basuki unggul 15 persen suara dibanding Foke-Nara. DI Jakarta Utara Foke-Nara unggul 17 persen. Selebihnya, di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan JokowiBasuki unggul sekitar 4-6 persen. Dalam hitungan kecamatan, di lima wilayah kota, Jokowi-Basuki memenangkan 31 dari 42 kecamatan di DKI Jakarta (73,8 persen), hampir tiga per empat kecamatan yang ada di DKI Jakarta. Lebih dari setengah wilayah tersebut, (17 dari 31 kecamatan) Jokowi-Basuki unggul dengan kemenangan diatas 10 persen. Namun sebaliknya di kecamatan yang kalah, Jokowi-Basuki tidak kalah

lebih dari 10 persen. Di tingkat kelurahan, JokowiBasuki menang di 193 kelurahan dari 261 kelurahan di lima kota di DKI Jakarta (73,9 persen). 113 kelurahan diantaranya dimenangkan secara mutlak dengan kemenangan diatas 10 persen. Sebuah jumlah yang cukup membuktikan bahwa Jokowi-Basuki telah mempunyai basis di 113 kelurahan di Jakarta. Sebaliknya, Jokowi-Basuki cuma kalah diatas 10 persen hanya di 20 kelurahan saja. Dari hasil ini terlihat jelas, Jokowi-Basuki tidak hanya dipercaya oleh masyarakat tertentu. Hampir 75 persen wilayah di DKI Jakarta pada putaran pertama telah bersiap pada perubahan yang dibawa oleh pasangan Jokowi-Basuki. Apapun etnis dan agamanya, Jakarta hari ini bersiap untuk perubahan. Jakarta Baru tinggal Selangkah Lagi. HMP

UlASI ReKAPIT

N A K A GER N A H A B U R E P VS S U T A ST QUO

: 2 N A r A T U P

h a k g n a l Se Lagi 5

Jakarta Baru

Putaran kedua Pemilukada DKI Jakarta pada Kamis, 20 September nanti hanya menyisakan dua pasang calon. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama yang mengusung perubahan; dan Gubernur Petahana Fauzi Bowo bersama calon wakil anyarnya Nachrowi Ramli yang mewakili pemerintahan yang berjalan saat ini (status-quo).

asyarakat Jakarta membutuhkan perubahan. Demikian ditegaskan oleh tokoh bangsa yang juga Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Menurutnya, Jakarta sebagai ibukota perlu diurus oleh seorang pemimpin yang bisa berkomunikasi dan memberikan pengaruh pada orang lain. Hal yang menurutnya ada di dalam diri Joko Widodo. Jakarta butuh perubahan. Jakarta butuh orang yang paham dan mau mendengarkan orang lain. Pak Foke jarang mendengar orang lain, ujar Jusuf Kalla di sela waktu berbuka

puasa di kawasan Pondok Indah, Jakarta, awal Agustus lalu. Seorang pemimpin bisa mempengaruhi orang lain. Kalau seorang ahli, ya dia kerja sendiri, belum tentu semua ikut. ujar Jusuf Kalla melanjutkan. Baik Joko Widodo maupun Fauzi Bowo merupakan mantan bawahan Jusuf Kalla saat masih menjabat Wakil Presiden pada periode 20042009 lalu. Namun Kalla menilai, peluang Jokowi untuk memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua lebih besar dibandingkan Foke. Yang dapat suara 40-an persen (Jokowi) tentu lebih berpeluang menang dari yang 30-an persen, ujarnya. Senada dengan Jusuf Kalla, pengamat LIPI, Siti Zuhro meyakini hasil putaran kedua tidak akan jauh berbeda dengan putaran pertama. Masyarakat sudah jatuh cinta dengan Jokowi, jadi tidak mungkin berpaling. Bagaimana ya kalau orang jatuh cinta rasanya, katanya. Namun Zuhro juga mengingatkan berbagai isu yang ke-

mungkinan bisa menganggu. Harus dicermati masalah ideologi dan upaya kampanye hitam. jelasnya di Gedung DPD-RI Komplek Senayan, 18 Agustus lalu. Namun harus dicermati masalah ideologi dan upaya kampanye hitam yang akan dilakukan dalam Pemilukada DKI Jakarta. ujar Zuhro melanjutkan . Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik dari UIN Jakarta menilai, pemenang Pemilukada dapat diterka dari isu yang berkembang. Jika publik lebih banyak disuguhi isu SARA, maka hampir pasti yang dapat untung adalah pasangan Fauzi BowoNachrowi Ramli. Sebaliknya jika isu perubahan yang berkembang, kubu JokowiBasuki akan memenangkan pemilihan. Kubu JokowiBasuki harus memframing Pemilukada ini sebagai upaya mendesakkan perubahan, katanya. Sebab publik di Jakarta sebenarnya menginginkan perubahan, ujar Burhan melanjutkan. HMP

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 6 agi L
politik apa yang menyebabkan parpol berlambang Kabah itu berbalik arah. Pertama enggak setuju, kemudian berbalik. Biasanya ada sesuatu di balik itu, ujar Bachtiar. Setali, pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Gun Gun Heryanto menilai koalisi yang dibangun partai tersebut bersifat pragmatisme transaksional. Kondisi itu sama seperti Pemilukada 2007 di mana Foke yang berpasangan dengan Prijanto menerapkan strategi penguasaan parpol. Kini, kata dia, Foke-Nara secara intensif bernegosiasi guna membangun koalisi besar. Jadi, jika pertimbangan adalah (persamaan) platform tentu tidak masuk akal logika koalisi dengan Foke-Nara, kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Gun Gun Heryanto di Jakarta, Senin (13/8/2012) seperti yang dikutip Kompas.com. Yang paling siap meraup mesin pemenangan parpol-parpol yang tidak lolos di putaran pertama adalah Foke-Nara karena mereka yang memiliki sumber daya nansial lebih baik dibanding pasangan Jokowi-Basuki, kata Gun-Gun. Gun-Gun menambahkan, dukungan parpol untuk FokeNara terjadi sangat terkait dengan koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka lebih mudah menyatu bukan karena kesamaan platform atau ideologi, melainkan lebih karena alasan pragmatis, yakni pertimbangan elektoral 2014, ungkap Gun-Gun. Hal ini dibenarkan oleh Didik J. Rachbini, politisi PAN yang dicalonkan sebagai Calon Wakil Gubernur yang diusung PKS. Menurutnya, pertimbangan pimpinan PKS untuk merapat ke Foke-Nara lebih disebabkan karena adanya koalisi antara PKS dengan Partai Demokrat di tingkat pusat. Malah menurutnya pilihan PKS tersebut akan menimbulkan pro kontra dibawah. Sebenarnya suara arus bawah PKS ada yang ke Jokowi untuk perubahan DKI Jakarta. jelasnya. Akan tetapi, adanya dukungan tiga partai politik besar tersebut, dinilai belum tentu memuluskan pemenangan Pemilukada DKI Jakarta di putaran kedua pada September 2012. Malah bisa saja koalisi itu menjadi blunder politik bagi Foke-Nara, kata Gun Gun Heryanto. Gun Gun mengatakan, warga Jakarta kemungkinan memiliki stigma bahwa langkah Foke itu menjadi strategi elitis. Foke, kata dia, akan terbeban dengan utang budi pada banyaknya investor politik dalam Pemilukada. Akibatnya, ekspektasi warga Jakarta tidak akan terwujud. Ia menambahkan, terbuka lebar koalisi itu akan keropos lantaran basis konstituen tak loyal kepada parpol. Warga Ibu Kota akan lebih melihat gur yang dianggap menjadi ikon harapan mereka.Menurut saya, elite parpol juga tidak akan all out memperjuangkan Foke-Nara karena bisa jadi sense of belonging di antara parpol-parpol dengan Foke-Nara tidak terbangun dengan sungguhsungguh, pungkasnya. Menanggapi bergabungnya partai-partai besar ke kubu Foke, Jokowi mengaku tidak terlalu risau karena ia lebih memilih untuk berkoalisi dengan mendekati langsung rakyat yang menjadi konstituen. Jokowi mengibaratkan situasi yang dihadapinya saat ini seperti semut yang menghadapi gajah. Kita memang kayak semut yang lawan gajah besar. Gajah banyak tapi semut lebih banyak. Tanggal 20 September kita buktikan semut ada dimanamana, tutup Jokowi. ALI

Jokowi bersilaturahmi dengan warga di daerah Tambora, Jakarta Barat minggu lalu.

BERSATU KEPUNG JOKOWI


Komitmen partai politik dalam memperjuangkan perubahan di DKI Jakarta dipertanyakan. Setelah kalah dalam putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta, sejumlah partai politik yang sebelumnya menjadi lawan politik dan getol mengkritik Fauzi Bowo, malah berbalik merapat menjelang putaran kedua. Alasan pragmatis diduga melandasi keputusan tersebut. Sementara Joko Widodo memilih untuk terus terjun ke bawah dalam usaha berkoalisi bersama rakyat.

KOALISI PARTAI BESAR

etelah kalah pada putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta 2012, sejumlah parpol yang sebelumnya menjadi lawan politik cagub incumbent Fauzi Bowo (Foke), kini berbalik merapat. Mereka adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pada putaran pertama, PPP dan Partai Golkar sama-sama mengusung pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono. Sementara PKS menjagokan Hidayat Nurwahid-Didik J. Rachbini. PPP, Golkar dan PKS menambah jumlah koalisi partai pendukung Foke-Nara. Inkonsistensi partai-partai tersebut tak pelak mengundang pertanyaan. Untuk PPP, komentar

bahkan datang dari mantan Ketua Dewan Pertimbangan partainya sendiri, yaitu Bachtiar Chamsyah. Dilansir Kompas.com (20/8/2012), Bachtiar menganggap dukungan PPP kepada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dilatari alasan pragmatis. Awalnya PPP tidak mendukung Foke, tapi kemudian berbalik. Watak PPP dari dulu memang seperti itu, pragmatis, kata Bachtiar kepada wartawan seusai bersilaturahim ke kediaman Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya IV, Kebayoran Baru, 20 Agustus lalu. Mantan Menteri Sosial itu menilai ada kepentingan politik tertentu di balik keputusan PPP untuk mendukung Foke-Nara. Namun, ia enggan membeberkan muatan

DULU MENYERANG KINI MERAPAT


Cagub Golkar dan PPP

Alex Nurdin

Memang tidak boleh asal berjanji, tapi dulu lima tahun yang lalu ada yang berjanji tapi sampai sekarang tidak ditepati.
Alex Noerdin menyentil calon incumbent Fauzi Bowo, dalam acara debat kandidat yang digelar KPU DKI Jakarta, di Hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jaksel, Minggu, (24/6/2012). (Detiknews.com)

FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

Hidayat Nurwahid
Cagub PKS
Jangan memilih calon yang terang-terangan pernah dilaporkan ke KPK. Hidayat saat kampanye di Balai Rakyat Matraman, Jumat (6/7/2012), saat itu Fauzi Bowo adalah satu-satunya calon yang diadukan ke KPK. (Republika.co.id)

Harusnya malu dengan predikat ini. Semua bertanggung jawab, tetapi pasti ada satu yang lebih bertanggung jawab.
Alex Noerdin, menyentil Fauzi Bowo saat penyampaian visi misi atas Survei CNN yang menyatakan Jakarta peringkat ke-7 kota yang paling dibenci turis. (centroone.com)

Siapa yang dulu berjanji? Bang Foke. Kalau besok dia datang pasti dia ngomong yang bagus-bagus. Kalau dia ngomong gitu tanya kenapa baru di 2011-2012. Sedangkan dia jadi gubernur dari 2007. Sekarang saja baru mau baik-baik sama rakyat. Tanya, kenapanggakdari dulu, Pak? Rakyat disini sudah sangat sengsara. Nelayan saja ingin berlayar bahan bakar mahal.
Kampanye Alex-Nono di Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, Senin (2/7/2012) siang. Alex Noerdin menilai Foke yang mencalonkan kembali pada Pemilukada 2012 gagal menunaikan janji-janji di periode awal ia memimpin sejak 2007. (Detiknews.com)

Agar bisa terjadi perubahan penetapan harga sewa, harus ada kebijakan baru dan kebijakan baru akan hadir kalau ada pemimpin baru. Kalau pemimpinnya yang lama barangkali akan berlanjut saja, kalau yang itu-itu ya begitu-begitu terus karena itu jelas sangat memberatkan pasar dan pedagang kita. Hidayat pada pedagang yang berkeluh kesah mengenai harga perpanjangan sewa bangunan. Hidayat kemudian berjanji akan mengeluarkan kebijakan harga sewa murah, ujar Hidayat kepada wartawan, Sabtu (14/4/2102). (Detiknews.com)

Gencarnya serangan isu kepada pasangan nomor urut 3, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama tidak pernah membuat mereka gentar. Sebagai pemimpin, baik Jokowi maupun Basuki sadar dan memiliki mental yang kuat untuk menangkis badai tnah. Semua tudingan dibalas dengan bukti dan senyuman, namun Jokowi tetap menghimbau kampanye seharusnya adalah perang program bukan saling menjelek-jelekkan.

JOKOWI : KAMPANY SEHARUSN E ADU PROG YA R BUKAN BL AM, A C CAMPAIGN K


FOTO: TITAH/JAKARTA BARU

h a k g n a l Se Lagi 7

Jakarta Baru

Seorang warga melihat poster kampanye hitam yang menyerang Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di daerah Mampang, Jakarta selatan, beberapa bulan lalu. Posters serta baliho yang menyerang pasangan Joko Widodo - Basuki T. Purnama ini merupakan bentuk kampanye hitam.

Tercatat, hanya sekali Joko Widodo menyatakan tersinggung atas isu yang menguap ke permukaan. yaitu saat ibunya yang sudah Hajjah sejak 12 tahun lalu, satu-satunya orang tuanya yang tersisa, dituding tidak beragama Islam oleh Rhoma Irama. Namun akhirnya Jokowi pun memaafkan raja dangdut tersebut, sebelum Rhoma Irama meminta maaf kepada Ibunya Jokowi. Bagi Jokowi, maraknya tnah dan tuduhan menjelang Pemilukada adalah hal yang biasa. Ya beginilah kalau masuk politik. Bahkan hal yang benar pun bisa dipelintir menjadi salah. terangnya. Meski paham sepenuhnya, namun mantan pengusaha

yang berpuluh tahun malang-melintang di industri meubel ini sebenarnya menyesalkan badai tnah yang terjadi akhir-akhir ini. Masyarakat ini jangan diperdaya dengan sentimen-sentimen agama, jangan diperdaya dengan sentimen-sentimen etnis, jangan diperdaya dengan sentimen kedaerahan, ujar Jokowi. Harusnya rakyat tidak boleh dikerjai seperti ini. Dalam pencarian pemimpin, dalam kampanye, seharusnya para calon pemimpin beradu program. Saling mengkoreksi supaya siapa pun yang terpilih sudah terasah. Bukan saling mencari kekurangan, apalagi kalau sampai memberikan yang tidak benar. Ia melanjutkan. Menanggapi isu-isu, terutama isu SARA yang menerpa dirinya dan pasangannya, Jokowi mengaku mempercayakan hal tersebut kepada rasionalitas masyarakat Jakarta yang dinilainya cukup tinggi. Masyarakat DKI (Jakarta) itu sudah cerdas, sudah pintar-pintar. Mereka bisa membedakan mana yang politis, mana yang isu (kampanye) hitam, mana yang agama, jelasnya. Saya sih senyum-senyum saja. kata Jokowi sembari tertawa. Namun Jokowi juga menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang melakukan kampanye SARA. Apalagi hal itu dilakukan di tengah bulan suci Ramadhan. Jokowi pun tidak berencana menuntut pihak-pihak yang melakukan kampanye SARA terhadap dirinya. Biarkan saja, biar masyarakat yang menilai apakah saya ini pantas jadi Gubernur Jakarta atau tidak. kata Jokowi. HMP

KAMPANYE NEGATIF DIBALAS KAMPANYE KREATIF

ering diserang berbagai kampanye hitam yang bercitra negatif, tak membuat pasangan JokowiBasuki hilang akal. Mereka tak pernah berpikir untuk menyerang balik dengan cara yang sama. Sejak putaran pertama, Jokowi terus menggunakan berbagai cara kampanye yang unik dan kreatif. Dengan begitu, menurut Jokowi, masyarakat bisa menilai siapa yang punya terobosan dan inovasi untuk memimpin Jakarta. Khusus untuk Pemilukada putaran kedua ini, Jokowi-Basuki bahkan berkampanye melalui game yang ber-

tajuk Selamatkan Jakarta. Ya untuk memenangkan itu salah satu strateginya kami dari tim sukses dalam Pemilukada DKI Jakarta telah membuat permainan di situs jejaring sosial Facebook, yakni Game Jokowi Selamatkan Jakarta, kata Jokowi. Saat ini sudah lebih dari 300 ribu kali game itu dimainkan di internet. Permainan game itu mirip dengan game populer Angry Birds. Game ini dibuat untuk menarik anak muda dan para pemilih pemula. Agar mereka ada

kepedulian dan seperti juga ikut berusaha memecahkan masalah ibukota. terang Jokowi. Ide game itu sendiri, kata Jokowi, berasal dari para pendukungnya dalam Pemilukada DKI Jakarta ini. Idenya dari masyarakat, dari teman-teman alumni ITB (Institut Teknologi Bandung), ujarnya. Sebelum diunggah di internet, game ini diperbaiki terlebih dahulu agar tidak ada pihak-pihak yang tersinggung dengan game

ini. Kampanye kreatif tidak hanya berasal dari tim sukses Jokowi-Basuki, tapi juga dari para simpatisan pendukung mereka. Salah satunya yang adalah video parodi yang diunggah ke Youtube. Video itu memparodikan lagu What Makes You Beautiful dari One Direction. Liriknya diubah dan dibuat menggambarkan keadaan Jakarta disertai harapan akan kepemimpinan Jokowi-Basuki. Ku mau macet Jakarta teratasi. Ku mau kumuh Jakarta diberesi. Jangan lagi setoran kanan dan kiri. Ku mau uh uh, Jokowi dan Basuki, begitu salah satu potongan lirik dalam video parodi tersebut. Saat ini video tersebut sudah ditonton lebih dari 600 ribu kali di Youtube. Jokowi sendiri mengaku tidak mengetahui siapa yang mengunggah video tersebut. Ya itu gerakan masyarakat yang juga kita tidak bayar dan kita tidak tahu siapa mereka. Itu bagus, kreatif, fun, tidak SARA, kata Jokowi. Sejauh ini terlihat video itu sangat digemari di Youtube dan sudah mendapat lebih dari 12 ribu like. Sumpah keren abis. Dukung Jokowi-Ahok supaya Jakarta jadi lebih baik, begitu salah satu komentar pengunjung.
SATRIO48

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 8 agi L
Tuduhan Politik Uang KandaS
Kemenangan mengejutkan Jokowi-Basuki dalam putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta 11 juli lalu, nampaknya sulit diterima lawan politiknya. Berbagai syak prasangka kemudian dimunculkan untuk mencari celah kecurangan yang dilakukan pasangan nomor urut 3 tersebut. Salah satunya tuduhan politik uang (money politics). Namun tuduhan yang dialamatkan oleh Tim Advokasi Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli tersebut kandas. Hasil rapat pleno Panwaslu 24 Juli lalu memutuskan tuduhan tersebut tidak terbukti. Tidak terbukti adanya politik uang. Alat bukti di lapangan juga tidak mendukung, kata ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah. Sebelumnya, menurut keterangan saksi yang dihadirkan Tim Advokasi Foke-Nara, tim sukses Jokowi-Basuki membagikan uang sesaat sebelum pencoblosan berlangsung. Namun, saat penyerahan berkas ke Panwaslu DKI Jakarta, bukti yang menunjukkan aksi politik uang tersebut sangat minim. Bahkan foto yang diserahkan pada Panwaslu juga tidak membuktikan adanya transaksi serah terima uang dari tim sukses Jokowi-Basuki kepada warga. Pihak terlapor yang dituding membagikan uang, mengakui dan membuktikan bahwa dirinya hanya diberi kepercayaan menyerahkan honor saksi sebesar Rp 75.000. Jadi yang diberi uang sebesar Rp 75.000 dan baju kotakkotak itu saksi Jokowi-Basuki. Jumlahnya ada 43 orang sesuai dengan jumlah TPS di Kelurahan Pegangsaan, kata Ramdansyah. Ramdansyah menambahkan, pemberian uang honor saksi dilakukan pada tanggal 10 Juli sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara serangan fajar yang dituduhkan terjadi pada tanggal 11 Juli sekitar pukul 03.00 WIB sampai 06.30 WIB di RW 007 Kelurahan Pegangsaan itu tidak terbukti. Tidak ada saat hari H seperti yang dilaporkan, saksinya bukan yang menerima, juga bukan yang melihat. Dia hanya bilang katanya, ujar Ramdansyah. Menanggapi tudingan politik uang tersebut, Joko Widodo hanya menanggapi dengan santai. Mau pasang spanduk aja nggak punya uang, mosok money politic. Jangan dibalikbalik lah. Masyarakat pasti bisa menilai hal ini, ujarnya. ALI

PoliTik UanG

baDai Fitnah jokoW


SPANDUK DAN SELEBARAN GELAP DISEBAR
Tak hanya isu, berbagai spanduk dan selebaran gelap juga mulai disebar ke warga dengan mengatasnamakan Jokowi-Basuki, timses, atau relawan. Berbagai spanduk mulai dari yang berbau SARA seperti China bersatu tidak bisa dikalahkan, Jokowi yang beragama kristen, sampai kepada hubungan dengan pemilihan presiden. Teranyar, timses Jokowi-Basuki kembali direpotkan dengan beredarnya spanduk yang sekilas seperti spanduk kampanye pasangan ini karena memasang foto Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan, spanduk berlatar putih dibubuhi tulisan merah Jokowi Menang Mega Presiden, di bawahnya tertulis dengan ukuran huruf lebih kecil, Paguyuban Kawulo Jawi. Spanduk dengan isi pesan terkesan arogan dan provokatif tersebut mulai terlihat terpasang di beberapa titik pada tanggal 23 Agustus lalu. Tim sukses pasangan Joko WidodoBasuki Tjahaja Purnama juga sudah membantah telah memasang spanduk bertuliskan Jokowi Menang, Mega Presiden pada Kamis (23/8/2012) kemarin. Ratusan spanduk itu juga langsung diturunkan oleh tim sukses pasangan ini. Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tidak mengetahui terkait spanduk yang bertuliskan Jokowi Menang, Mega Presiden. Dia pun membantah telah memasang spanduk tersebut.Nggak lah, sekarang ini kan Pilgub. Pilgub itu urusannya gubernur. Jangan digabung ke mana-mana. Jadi nggak usah lah kita pake isu-isu yang lain, kata Jokowi Ali

FOTO: IST

kampanYe

FITNAH AGAMA PADA KELUARGAJOKO WIDODO

HiTam

IBUNDA JOKOWI MEMAAFKAN


Ibunda Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo, mengaku telah memaafkan ucapan Rhoma Irama atas fitnah yang dilontarkan sang Raja Dangdut saat memberikan ceramah di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Ramadhan yang lalu. Saya sudah maafin Bang Haji kok. Mungkin dia lagi khilaf atau lupa, tidak tahu tapi tetap saya maafkan, ujarnya. Sebelumnya, Ibunda Jokowi menjadi korban fitnah yang dilakukan Rhoma Irama saat bertindak sebagai penceramah pada ceramah shalat tarawih di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Jokowi memang seorang muslim, tapi orang tuanya beragama kristen. tutur Rhoma ketika itu. Pernyataan ini jugalah yang sempat membuat Joko Widodo agak meradang. Sebelumnya ia mengaku masih bisa tersenyum ketika fitnah hanya dialamatkan kepada dirinya, bukan keluarganya. Termasuk fitnah yang menyebut Jokowi bernama Handoko dan beretnis Tionghoa. Terus terang saya tersinggung, Ibu dan Ayah saya sudah haji dari 12 tahun yang lalu. terang Jokowi. Namun Jokowi juga bersifat legowo ketika Ibundanya menyatakan sudah memaafkan Rhoma Irama. Orang tua yang sangat saya hormati sudah memaafkan, ya saya ikut memaafkan, ujarnya. Bahkan Jokowi juga mengaku sebagai salah satu fans Rhoma Irama. Ya penggemar, penggemar Bang Haji saya itu, ujar Jokowi sambil tertawa. Ibunda Jokowi juga meminta kepada semua pihak supaya tidak menyeret dirinya dalam isu-isu politik yang bersifat SARA. Kalau bisa saya jangan diikutkan untuk yang tidak-tidak. Ada isu-isu seperti itu saya juga tidak tahu katanya. Rhoma sendiri mengungkapkan, bahwa sumber informasi agama orang tua Jokowi tersebut dari internet. Itu saya baca dari internet, dan itu valid karena sudah tersebar luas. Di facebook, di twitter, sudah tersebar luas di masyarakat, jelasnya. Rhoma sendiri akhirnya kemudian meminta maaf kepada Ibunda Jokowi saat menghadiri Indonesia Lawyers Club di TVOne WIRA

FiTnaH AGama

FOTO: IST

FOTO: TITAH/JAKARTA BARU

h a k g n a l Se Lagi 9
TIDAK KORUPSI, JOKOWI SANTAI DILAPORKAN KE KPK

Jakarta Baru

itnah untuk Wi-basuki


kemiSkinan

korupSi

TuduHan

Solo

KEMISKINAN BUKAN ANGKAANGKA

Tudingan yang menggunakan data kemiskinan Solo yang dibawah standar nasional ditanggapi santai oleh Joko Widodo. Menurutnya, kemiskinan yang terjadi di masyarakat tidak boleh dianggap sebagai angka-angka. Tak mau orang yang miskin tak terdaftar sebagai miskin, data yang ia gunakan di Solo memang tidak mengacu pada standar BPS. Di Solo, Jokowi menggunakan standar yang lebih tinggi dibandingkan Jakarta. Masyarakat di Solo yang dikategorikan miskin adalah jika berpenghasilan dibawah 2 dollar per hari (sekitar Rp. 19.000). Ini berbeda dengan Jakarta yang kebanyakan menggunakan standar miskin absolut sebesar 1 dolar (Rp. 9.500/hari). Jika Jakarta menggunakan data Solo maka kemiskinan di Jakarta bisa dipastikan mencapai angka di atas 30%. Diluar itu Jokowi juga meng gunakan 25 parameter untuk mengukur tingkat kemiskinan masyarakat. Jauh lebih banyak daripada parameter yang digunakan BPS yang hanya meng gunakan 14 parameter. Dan data kemiskinan di Solo jauh lebih jujur, miskin adalah miskin, tak ada yang relatif miskin atau mendekati miskin seperti daerah lain. Selain data tingkat kemiskinan, seharusnya data lain seperti Human Development Index (HDI) Solo, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Solo juga dijadikan referensi untuk menilai keberhasilan suatu daerah. Dari 11 kabupaten/kota yang berada dibawah karesidenan Surakarta, Solo merupakan kabupaten/kota yang memiliki tingkat HDI paling tinggi, yakni 0,4 persen. Sedangkan HDI Jakarta yang memiliki PAD paling besar di Indonesia hanya 0,1 persen. Jokowi memberi contoh, bahwa untuk pendapatan 500.000/ bulan di Solo masyarakat sudah bisa hidup di rumah sendiri namun tetap mendapatkan santunan dari pemerintah kota. Namun di Jakarta, dengan pendapatan satu juta per bulan, dipastikan warga tidak bisa punya tempat tinggal sendiri tetapi tidak dicatat sebagai warga miskin oleh Pemda DKI Jakarta. Kondisi lapangan seperti inilah yang membuat Jokowi membuat standar tinggi terhadap kemiskinan. Agar program tepat sasaran, dan pemerintah jadi fokus menanggulangi kemiskinan. ungkapnya. Terkait dengan kritik yang dilontarkan, termasuk dari tokoh reformasi Amien Rais, Jokowi menganggap hal tersebut sebagai sebuah masukan. HMP

Sejumlah orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TS3 melaporkan Walikota Solo Joko Widodo ke Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan melakukan pembiaran terhadap dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Kepala DPPKA Kota Solo. Joko Widodo sendiri menanggapi santai laporan tersebut. Menurutnya hal ini hal yang biasa terjadi menjelang Pemilukada. Santai saja. Santai saja. Ini biasa dalam Pemilukada. ujarnya. Jokowi mengaku, ini bukan kali pertama ia dilaporkan ke KPK, meski kali ini hanya diadukan sebagai tindakan pembiaran, bukan korupsi. Dulu dilapor ke pasar (kasus pasar), lalu dicek KPK, tapi tidak terbukti. Itu paling data yang dipakai data verifikasi awal. Padahal, kita verifikasi itu sampai akhir, ya kan. Kalau yang dipakai data verifikasi awal, ya kelihatan, katanya. Pelaporan Jokowi ke KPK oleh LSM yang ternyata baru berdiri satu bulan yang lalu ini memang cukup mengejutkan. Jokowi selama ini dikenal sebagai tokoh anti korupsi yang telah mendapatkan banyak penghargaan dalam menata anggaran. Jokowi pernah menerima penghargaan anti korupsi Bung Hatta Award, juga mendapat rating yang baik untuk penanganan korupsi dari Transparency International Indonesia (TII). Menanggapi laporan pembiaran tersebut, juru bicara KPK, Johan Budi dalam perbincangannya dengan Tribunnews.com menjelaskan bahwa kasus Jokowi tersebut berada diluar ranah KPK. Ya tidak bisa, perkara yang masuk dalam kewenangan KPK sudah jelas diatur dalam UU Tipikor. katanya. Jadi jika perbuatan tersebut bukan TPK (Tindak Pidana Korupsi,-red), bukan menjadi ranah KPK. kata Johan. Namun Johan Budi mengaku akan tetap menelaah pelaporan tersebut. Kami telaah apakah ada TPK atau tidak, selama 30 hari kerja. jelasnya. HMP

FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

FOTO: IST

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 0 1 Lagi

riDWan saiDi
Ridwan Saidi, Sejarawan sekaligus Budayawan Betawi yang dikenal vokal dalam menyuarakan pendapatnya, pada putaran pertama lalu adalah salah satu pendukung dari pasangan Alex Nurdin-Nono Sampono. Pada putaran kedua ini, Ridwan Saidi beralih mendukung Jokowi-Basuki. Kepada Jakarta Baru, Bang Ridwan menjelaskan alasan dukungan tersebut, sekaligus membahas isu SARA yang akhirakhir ini marak.
Partainya Alex sekarang dukung Foke, kok Abang dukung Jokowi? Alasannya, saya kan pribadi bukan partai. Saya dan pada u mumnya orang yang memilih Alex, Hendardji, Hidayat, Faisal maupun Jokowi adalah orang yang tidak mau memilih Fauzi Bowo, yang akhirnya mencari alternatif penggantinya yang pas menurut masing-masing. Pada putaran pertama, menurut saya 66 persen pemilih yang memilih lima pasangan penantang, itu mereka tidak menginginkan Fauzi Bowo lagi. Bagaimana dengan partai yang justru mendukung Fauzi Bowo? Partai nggak ngaruh, makanya saya bingung ngapain pada ramerame ngejar dukungan partai. Suara Alex-Nono itu menjadi kecil, karena partai nggak bekerja. Saat ditanya media soal kenapa tiba-tiba mengalihkan dukungan, Anda mengatakan tidak tiba-tiba? Anda sendiri bagaimana sih menilai karakter dan figur Jokowi? Ya nggak tiba-tiba dong, kan ada prosesnya. Saya juga sudah kenal dan ngobrol sama Jokowi dari putaran satu. Soal karakter figur, sekarang ini orang tidak merasa membutuhkan seorang profesor, doktor atau orang-orang
Nama : Ridwan Saidi Tempat tanggal lahir : Jakarta, 2 Juli 1942 Pendidikan : - Fakultas Publistik, Universitas Padjajaran (tidak selesai) 1962 1963 - Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP), Universitas Indonesia 1963 1976

yang pandai akademis saja. Orang saat ini butuh pemimpin yang praktis dalam meng atasi masalah. Kecenderungan orang sekarang begitu, cari orang yang sederhana saja. Cara berpikirnya juga sederhana namun rasional, tidak yang kalau dalam membuat kebijakan menurut logika dia bagus ya bagus dan langsung dilaksanakan. Kalau nggak ya nggak, apapun nggak. Nah Jokowi, saya lihat tipenya seperti itu. Kalau menurut dia oke, ya lakukan jalan dan kontrol. Orangnya juga tidak keminter, mau bertanya pada masyarakat untuk cari solusi. Mengenai isu SARA yang ramai beberapa minggu lalu, dan sering menyudutkan Jokowi, dan terutama Ahok, bagaimana pendapat Anda? Kita tidak memilih, terlahir sebagai anak dari suku apa. Ahok tidak bisa disalahkan terlahir sebagai warga negara keturunan Tionghoa. Bahkan agama pun, sebagian besar hampir semua kita kan sudah dipilihkan oleh orang tua dan lingkungan, jarang yang benar-benar karena pilihan sendiri. Jadi hal itu ngapain dipersoalkan, tapi mungkin karena nggak ada lagi hal lain yang bisa jadi bahan. Hati-hati memainkan isu SARA, nanti bakal rusak sendiri,
Karier : - Sekretaris Jenderal Persatuan Mahasiwa Islam Asia Tenggara, 1973 1975 - Ketua Umum PB HMI 1974 1976 - Anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, 1977 1982 dan 1982 1987 - Wakil Ketua Komisi APBN, 1977 1982 - Ketua Umum Partai Masyumi Baru, 1995-2003 - Ketua SC Kongres Kebudayaan, 2003 - Direktur Eksekutif Indonesia Democracy Watch

sudah ada beberapa kasus yang membuktikan isu itu tidak efektif digunakan, malah justru berbalik susah sendiri. Orang tidak suka diatur hak privilage mereka, apalagi dengan cara menghakimi seperti Tuhan. Sebenarnya orang Betawi sendiri, masih berpendapat harus dipimpin oleh orang Betawi juga nggak sih? Nggak, lihat saja data Exit Poll yang dikeluarin lembaga survei, ternyata hanya 48 persen orang Betawi yang milih Fauzi, sisanya pilih yang lain. Selain itu saya juga nggak ngerti, ada slogan Jakarta Maju Terus, itu maju terus kemana? Masalah Seni dan Budaya Betawi sendiri, dimana masalahnya? Masalah orang Betawi adalah, tertahannya Raperda Pelestarian Budaya Betawi. Sudah diajukan, sudah dibahas, tinggal Fauzi Bowo bawa ke DPRD lalu dibahas disana, Fauzi

nggak bawabawa. Lalu soal Batik Betawi, itu juga lima tahun nggak putus-putus. Jadi menurut saya, ya sudahlah cari yang lain saja, yang bisa berpikir sederhana, namun rasional dan ada tindakan. Saya juga kecewa pada kurangnya kontrol pada aparaturnya, masa sampai lolos di buku PLJB, soal Istri Simpanan Maman. Jajaran dia itu rusak berat, sudah lama saya mengeluh itu. Fauzi Bowo juga saya nilai gagal dalam menggerakkan dinamika kehidupan, seni dan budaya tradisional di Jakarta. Saya punya pemikiran, kenapa tidak di kantor-kantor walikota yang besar dan berhalaman luas

KITA TIDAK BISA MEMILIH TERLAHIR DARI SUKU APA.

itu, tiap malam minggu dibuat pentas budaya. Diluar soal seni dan budaya, saya lihat Jakarta juga kurang ruang terbuka hijau, harusnya kan 30 persen, sekarang baru berapa persen itu? Jakarta juga perlu inventarisasi kekayaan daerah, kita punya apa saja, dimana saja? Masa setiap saya tanya, dijawab sedang dibuat Pak. Dan terakhir, pedagang kaki lima digebah melulu, kita bukan tidak setuju penertiban tapi caranya dan solusinya harus ada. Ya dari leadership-nya juga sih. Leadership seperti Jokowi itu dibutuhkan, tanya dulu pedagang maunya apa. Kita butuh pemimpin macam Jokowi. ALI

FOTO-FOTO: TITAH/JAKARTA BARU

h a k g n a l Se Lagi 11

Jakarta Baru

KORBAN
FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

BANGUN

DISURUH

KEBAKARAN

ukan tanpa alasan sebagian pihak mulai berpikir kejadian kebakaran yang marak terjadi dikaitkan dengan Pemilukada DKI Jakarta. 24 dari 26 kejadian (lebih dari 90%) kejadian kebakaran yang terjadi di DKI Jakarta dari 13 Juli sampai 24 Agustus lalu berada di kantung-kantung kemenangan Joko-Basuki pada putaran pertama Pemilukada 11 Juli lalu. Namun bagi Jokowi sendiri, ia meminta agar isu tersebut tidak diperpanjang. Ya jangan berprasangka buruk, tidak baik. Meskipun ya yang terbakar itu kebetulan tempattempat kita menang. kata Jokowi mengingatkan tim kampanyenya. Meski tak mau menariknya ke ranah politik, namun Jokowi juga mengingatkan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta tetap menjamin hak politik warga korban kebakaran. Jangan sampai mereka sudah jadi korban, juga kehilangan hak suara karena tempat tinggalnya terbakar. Sekarang tentu mereka berada di pengungsian atau menginap di rumah keluarga. tutur Jokowi. Kami juga menerjunkan tim kesana untuk memberikan pendampingan. Tambahnya. Terkait banyaknya kejadian kebakaran sendiri, Jokowi berpikir hal tersebut bisa dianggap sebagai sebuah bencana yang darurat harus dibenahi. Saya melihat ini sudah darurat, karena apa, dua hari ada kebakaran, sehari ada dua atau lebih kebakaran. Hal ini butuh penyelesaian yang cepat. katanya seperti dikutip Kompas.com ketika ditemui di Solo. Namun untuk ikut membantu korban kebakaran, Jokowi juga merasa pihaknya harus berhati-hati. Ia berada dalam dilema, bahwa

setiap gerakan yang ia lakukan terhadap korban bencana bisa dilihat sebagai pelanggaran kampanye oleh lawan politik maupun Panwaslu. Jokowi pun mengaku, sampai saat ini belum mengunjungi satupun korban kebakaran. Kalau saya ke lokasi nanti dibilang pencitraan, kalau membantu nanti dikira money politics. Namun relawan sudah pasti bergerak membantu korban. katanya. HMP

KORBAN KEBAKARAN
Sepanjang bulan Ramadhan, pasca putaran pertama Pemilukada DKI Jakarta, kebakaran tak henti melanda Jakarta. Menolak berprasangka dan mengkaitkan hal tersebut ke ranah politik, Jokowi lebih melihat kejadian tersebut sebagai bencana darurat. Harus disiapkan solusi yang mumpuni, termasuk menjamin hak politik warga yang menjadi korban.
KELURAHAN KRAMAT BANGKA TEGAL ALUR PEKOJAN KAPUK MUARA GANDARIA UTARA KEBAGUSAN GANDARIA SELATAN KAMAL RAYA DUREN TIGA GLODOK KELAPA GADING TIMUR CIPINANG CEMPEDAK KRENDANG PONDOK PINANG BENDUNGAN HILIR KARET TENGSIN CIPINANG CAWANG DUREN SAWIT PINANGSIA PEKOJAN CILILITAN KRAMAT MANGGARAI KEBON KOSONG KECAMATAN SENEN MAMPANG PRAPATAN KALIDERES TAMBORA PENJARINGAN KEBAYORAN BARU PASMING CILANDAK KALIDERES PANCORAN TAMAN SARI KELAPA GADING JATINEGARA TAMBORA KEBAYORAN LAMA TANAH ABANG TANAH ABANG PULO GADUNG KRAMAT JATI DUREN SAWIT TAMAN SARI TAMBORA KRAMAT JATI SENEN TEBET KEMAYORAN WILAYAH PUSAT SELATAN BARAT BARAT BARAT SELATAN SELATAN SELATAN BARAT SELATAN JAKARTA BARAT JAKARTA UTARA JAKARTA TIMUR JAKARTA BARAT JAKARTA SELATAN JAKARTA PUSAT JAKARTA PUSAT JAKARTA TIMUR JAKARTA TIMUR JAKARTA TIMUR JAKARTA BARAT JAKARTA BARAT JAKARTA TIMUR JAKARTA PUSAT JAKARTA SELATAN JAKARTA PUSAT

BERIKAN HAK

JOKOWI :

RUMAH DI SOLO
S
ebuah tindakan tidak tepat dan kurang etis dipertontonkan oleh Fauzi Bowo saat mengunjungi korban kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di Karet Tengsin, Tanah Abang, 7 Agustus yang lalu. Dalam kunjungannya selaku Gubernur DKI Jakarta, Foke menanyakan pilihan politik korban kebakaran dan diikuti dengan pernyataan, Kalau nyolok Jokowi, mending mah bangun (rumah,red) di Solo saja tuturnya. Pernyataan Foke, tak pelak membuat berbagai pihak gerah. Video rekaman pernyataan Foke ini bahkan secara luas beredar di internet. Eva Kusuma Sundari, Anggota Komisi III DPR-RI bahkan menilai Foke telah terkuasai kepentingan pribadinya sehingga kehilangan empati pada korban kebakaran. Rakyat yang sedang menderita dan butuh perlindungan malah jadi tumpahan kemarahan, intimidasi, dan ejekan. Tentu korban kecewa karena gubernur hanya fokus pada Pemilukada, Hal ini dibenarkan oleh Eko Wahyudi, salah seorang korban kebakaran. Ia mengaku menyesalkan tindakan tersebut dan menganggap hal tersebut sebagai kampanye. Pernyataan itu sangat tidak etis. Pernyataan itu tidak pada tempatnya, tukasnya. Namun pendapat Eva dan Eko tersebut dibantah oleh Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Demokrat yang merupakan partai pendukung Fauzi Bowo. Menurut Anas, hal yang dilakukan hanya sebatas candaan dan pilihan politik masyarakat tidak akan ditentukan oleh candaan calon pemimpinnya. Pilihan rakyat itu ditentukan oleh prestasi dan harapan kedepannya. ujarnya. Di tempat terpisah, meski mengetahui kejadian tersebut, ketika dihubungi wartawan Jokowi menolak menilai hal yang dilakukan lawan politiknya tersebut. Biarkanlah masyarakat yang menilai hal seperti itu. tukasnya. Namun memang harusnya pemimpin itu mengayomi semua. Harusnya segera dicari solusi untuk para korban. Ia menambahkan. SATRIO48

DATA KEBAKARAN :
TANGGAL LOKASI KEBAKARAN Pasar Gaplok, Senen, Jakarta Pusat Perumahan Penduduk Bangka 2G, Jakarta Selatan Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Kalideres Rumah Petak Pekapuran, Tambora Kapuk Raya Indah, Kapuk Muara, Jakarta Utara Jalan Haji Nawi, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Kampung Kebagusan Wates, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan Poncol, Jaksel Jl. Kamal Raya IDC Duren Tiga Harco Glodok Lt. 3 (27 kios) Rumah Makan Selera Kita Jl. Summagung 3 No. 2, RT 14/02 Jalan Otista III (4 rumah) Tiga RT di Krendang Selatan, RT 01, RT 03, RT 04 (75 rumah) Toko Mebel Jl. Raya Kebayoran Lama Rumah Warga di Jl. Kalimati, Benhil (565 KK) Rumah Warga di RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 di RW 07 Kelurahan Karet Tengsin Kontrakan Berlantai Dua di RT 04/ RW 13 Cipinang Kebembem Kios Pecel Lele, Lt. Basement Apartment Menara Cawang Jl. SMA 14 Cawang Jl. Bambu Duri 2, RT 12 RW 6, Duren Sawit Rumah Warga di Jl. Mangga Dua Gg. Burung RT 08 (32 rumah) Kampung Janis RT 06 s/d RT 12, RW 07 s/d RW 08, Pekojan. (125 rumah) Gg. Damai RT 03 RW 09, Cililitan. 2 Rumah Petak di Pemukiman Padat Penduduk 10 Rumah Petak Milik TNI AL di RT 05 RW04 Pemukiman Warga RT 09, RT 10 dan RT 11 di RW 09. 24 AGUSTUS 22 AGUSTUS 17 AGUSTUS 14 AGUSTUS 13 AGUSTUS 12 AGUSTUS 10 AGUSTUS 9 AGUSTUS 8 AGUSTUS 7 AGUSTUS % SUARA JOKOWI 37,05 33,31 48,62 60,68 63,07 43,2 39,13 42,94 48,62 37,62 77.34% 64.95% 38.90% 50.57% 41.50% 43.80% 39.20% 44.02% 39.62% 42.46% 56.61% 60.68% 35.51% 37.05% 39.45% 44.31% % SUARA FOKE 38.91 43,12 33,58 27,28 22,42 31,7 35,83 34,44 33,58 37,09 16.64% 22.40% 38.23% 32.86% 29.46% 28.63% 35.87% 30.24% 33.43% 34.55% 32.89% 27.28% 40.82% 38.91% 33.32% 33.39%

6 AGUSTUS

30 JULI

28 JULI

24 JULI 17 JULI 13 JULI

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 2 1 Lagi

usat Penelusuran Transaksi Keuangan (PPATK) menasbihkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat dugaan korupsi tertinggi di Indonesia. Dalam data yang dilansir PPATK Selasa lalu (28/8), DKI Jakarta yang saat ini dipimpin Fauzi Bowo memimpin jajaran depan korupsi dengan tingkat dugaan sebanyak 46,7 persen. Jumlah ini sangat luar biasa, mengingat urutan kedua terkorup setelah DKI Jakarta, yaitu Jawa Barat hanya memiliki tingkat korupsi 6 persen saja. Prestasi ini menyedihkan, mengingat Jakarta juga merupakan provinsi dengan APBD terbesar (mencapai 36 Trilyun) seantero negeri. Wakil Ketua PPATK, Agus Santoso, menjelaskan tingginya dugaan korupsi di Jakarta disebabkan oleh banyaknya modus kecurangan yang dilakukan. Ada loophole (lubang) di sistem anggaran yang harus dibenahi, ada kebutuhan pembenahan sistem waskat, dan perlunya pembinaan integritas para bendarahawan, jelasnya. Agus juga menyarankan sistem pengawasan melekat. Prestasi Jakarta teranyar ini bertentangan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang justru menilai laporan keuangan DKI Jakarta meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian.

I S N I V PRO UP R O K R TE-INDONESIA
SE
Kalau terkorup, bukan saja artian uang, mentalnya juga korup. Misalkan saja terkait perijinan, apakah sudah transparan atau tidak? Berapa biaya yang dibutuhkan?
Yayat Supriyatna, ahli perkotaan menyebutkan audit BPK tersebut tidak bisa dijadikan alasan Jakarta bersih dari korupsi. Menurutnya, data PPATK menunjukkan bahwa indikasi penyimpangan masih saja terjadi. Aparat belum bekerja dengan profesional. Kalau terkorup, bukan saja artian uang, mentalnya juga korup. Misalkan saja terkait perijinan, apakah sudah transparan atau tidak? Berapa biaya yang dibutuhkan? Kalau ada transparansi dan nilainya wajar, itu tidak menjadi masalah. Ini masyarakat yang menilai dan masyarakat belum melihat adanya transparansi,
FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

A T R A K DKI JA

Seorang warga melintas di depan mural mengenai koruptor di daerah Cawang, Jakarta Timur, Jumat (30/08).

jelasnya. Sejalan dengan Yayat, pakar hukum yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra menilai hasil WTP hanya sebatas pendapat auditor. Sebaliknya menurut Yusril hasil temuan PPATK harus segera ditindaklanjuti oleh penegak

hukum termasuk kepolisian. Temuan PPATK ini harus diklarikasi oleh kepolisian dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan. PPATK melihat adanya transaksi mencurigakan sebagai temuan. Dan hanya sebatas itu kewenangan PPATK. jelas Yusril seperti dikutip Tribunnews.

Atas data dari PPATK tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan akan mengeceknya. Segera saya cek informasinya. Kalau informasi itu benar, pasti kita tindak lanjuti, kata Foke, sapaan Fauzi Bowo ketika diminta tanggapannya. SATRIO48

Pengendara sepeda motor melintas di depan mural jelang Pilkada DKI putaran kedua di Cawang, Jakarta Timur, Jumat lalu (30/08). Menurut data Pusat Penelusuran Transaksi Keuangan (PPATK) menasbihkan DKI Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat dugaan korupsi tertinggi di Indonesia.

102 MILYAR UANG RAKYAT DKI BISA LENYAP

PEMPROV LALAI,

emampuan Pemerintah Daerah (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengelola keuangan secara efektif kembali dipertanyakan. Kali ini, Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran

(FITRA) melansir data riset yang menunjukkan potensi lenyapnya dana APBD DKI Jakarta sejumlah Rp. 102 Miliar akibat kelalaian Pemprov Jakarta. Ketidakpatuhan Pemerintah DKI Jakarta terhadap peraturan perundang-undangan dalam mengelola anggaran dituding FITRA sebagai penyebab hilangnya uang tersebut. Terdapat 102 Miliar uang rakyat Jakarta berpotensi lenyap selama periode anggaran 2008-2010. tutur Ucok Khada, Koordinator FITRA, 28 Agustus lalu. Dan uang itu berasal dari pajak dan distribusi yang dibayarkan rakyat Jakarta. sambungnya. Riset FITRA yang didasarkan hasil audit BPK semester 2 tahun 2011 yang dirilis pada Maret 2012 menunjukkan banyak hal ganjil pada anggaran Pemprov DKI Jakarta. Terdapat 105 kasus yang belum ditindaklanjuti dengan nilai Rp 9,2 Miliar dan 283 kasus dengan nilai Rp 92,8 Miliar yang belum sesuai dan dalam proses tindak lanjut, ujar Maulana, Direktur Riset Seknas FITRA. Seknas FITRA juga menduga, berulangnya kasus

ketidakefektifan ini dikarenakan keangkuhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang merasa punya duit banyak, tetapi mereka tidak sadar bahwa setiap satu rupiah uang yang dibelanjakan itu bersumber dari pajak dan retribusi rakyat Jakarta. Seperti kasus pembangunan Bandara Pulau Panjang yang terbengkalai dan tidak pernah dilakukan perawatan yang baik, sehingga berpotensi terjadi penurunan aset bandara. Pejabat yang bertanggungjawab lalai, tidak cermat dalam menyusun perencanaan pembangunan, tidak berpedoman pada ketentuan yang berlaku, jelas Ucok. Terkait hal ini, FITRA menuntut Pemprov DKI Jakarta untuk transparan dalam mengelola APBD. FITRA mendesak Pemprov DKI Jakarta melibatkan masyarakat dalam menyusun program kegiatan yang menggunakan anggaran APBD. Karena masyarakat yang paling tahu kebutuhan mereka, Pemprov jangan memaksakan program dan kegiatan yang tidak dibutuhkan oleh rakyat, jelasnya. SATRIO48

FOTO: M. ABDUL AZIZ/JAKARTA BARU

h a k g n a l Se Lagi 13
FOTO-FOTO: IST

Jakarta Baru

umrah
bersama keluarga

bagi-bagi

tajil

Bulan suci tanpa kampanye politik, demikian ditegaskan oleh Ir. H. Joko Widodo kepada Relawan Jakarta Baru. Memasuki bulan Ramadhan, kegiatan lebih banyak diisi dengan silaturahmi bersama warga dalam bentuk ibadah bersama. Termasuk diantaranya Buka Puasa bersama, pembagian tajil, sahur bersama, serta Halal bi Halal Jakarta Baru. Jokowi sendiri memilih untuk melakukan ibadah umroh ke tanah suci bersama keluarga. Kami hadirkan rangkaian fotonya untuk anda Hmp

buka puasa bersama


Warga

FOTO-FOTO: DOK/JAKARTA BARU

FOTO-FOTO: DOK/JAKARTA BARU

halal bihalal kotak-kotak

rta Jakaa B ru

h a k g n a l e S 4 1 Lagi
Kamis, 20 september nanti adalah penentuan bagi masyarakat Jakarta. Warga Jakarta akan menentukan pilihan, apakah gerakan perubahan yang dibawa oleh pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama mendapat tempat di hati mereka. Namun gerakan Jakarta Baru, jika nanti jadi, bukanlah miliki Jokowi dan Basuki. Jakarta Baru yang bersih, transparan, serta manusiawi merupakan mimpi yang dibagi bersama, oleh dan untuk rakyat Jakarta. Jakarta milik kita semua, kini tinggal selangkah lagi Hmp

JAKARTA BARU MILIK KITA SEMUA


WAhyUdIN pedagang kepiting

M. NUr AffANdI pelajar

SUjArWO pedagang bensin eceran

DANANG PrASeTyO pedagang minuman

EKA ANGGI penjaga toko pakaian

SINANTO pedagang cendramata

EdI SUTArTO pedagang es krim KArTOmO pedagang jagung bakar

FAhrUl penjaga toko minishop BArA Admin

ENceP SAleh petugas kebersihan toilet

DeNI PrAbOWO spesial efek lm MArWAN olahragawan BAhrUdIN security

SUNArTO pedagang pempek

AjUK SeTIAWAN koki

FAhmI mahasiswa

JUNI YArSO ofce boy

h a k g n a l Se Lagi 15
@gustinmedina: Apa tu chi? Km ngigo? RT @yoshiadhisty: ku mau nya jokowi..i..i..dan juga mas basuki..i..i.. kreatif tenaaaan @addiems: Gara2 aku simpati pd Jokowi, jd sering dikirimi tweet cerita2 miring soal beliau. Ga ngaruh, lagee... :) Santai aja, cyyn! @katonbagaskara: Saya bukan politikus, cuma bagian dr rakyat, tapi smangat dukung Jokowi, agar bs jd inspirator pemimpin2 kita membaik! @raynzi: kalo gk diem papa sumpahin mirip jokowi RT @Metro_TV: Cara Tangani Tangisan Bayi di Ruang Publik http://metrotvn.ws/N103812 @renaldiAU: Sekolahku kok bisa kejam begini, PR-pr gag kenal henti, kiri kanan ulangan siap menanti. Ku butuh uh uh kubutuh Mas Jokowi. #rhyme #lah @DANDUNGREKSO : Di liat liat Bpk Jokowi gayanya mirip guru Pkn SMA gue ,,, rock n roll !!!!!! @yudaprasetyaa: Emang Jokowi (-_-) RT @gagalman: Muka pacar kamu spandukgenic banget ya.. @novicheu2: Kalo kotak2 nnt disemprot foke, dikira dukung jokowi :p RT@tanisanjaya: kenapa slimut Rumah sakit itu motifnya sleret2 bukan kotak2.. @bagusprihardian: Itu jersey MU kan udah jokowi RT @ bang_erick: Mau beli kemejanya jokowiiiiii @wowadit: eh jadi pengen bikin video parodi juga.. biar dituduh dibiayai jokowi-basuki.. ini 2012 broh! lo gak keren kalo gak dituduh @sheilanggita: Coklat ayam jago pastih RT @tiaraaiindah: Palentin kali ah @detikcom: Jokowi Bawa Kado Coklat untuk Nunung dan Iyan http://de.tk/ V6g5T @thisismiii: Amiiiit. Suju jangan ampe! #camkan RT @ republikaonline: Boyband One Direction Dukung Jokowi-Ahok di Youtube http://republika. co.id/r/m9k18n @ElokPutput: pak Jokowi cuma kurang satu biar pas jadi anak indie, topi snapback-nya @mderial: Yang rugi, Jokowi dan pedagang jersey MU. RT @republikaonline: Satpol PP Tertibkan Pedagang Baju Kotakkotak? http://republika.co.id/r/ m9k3mf @ucharitama: mohon maaf pak #jokowi bisa gak ceritain masa-masa indah dan tidak indah pacaran anda dahulu kala.. @esonatjeh: Kalo kotak2 identik dengan pendukung Jokowi, mungkin ade ray dan finalis L-Men juga dukung jokowi? :p @TanzielHezkii: Bareng jokowi RT @JawabJUJUR: Seandainya kamu artis terkenal, kamu mau main film bareng siapa? #JJ @indra_setya1: Mau mrip jokowi atau sule tp drmu @ fitri_lubiz msih suka kan sma aku ,hihih *kedip2in mata @sasamaylisa: jadi hubungannya solo, tembaktembakan, jokowi, sama nunung nikah apa?

Jakarta Baru

50 PEMENANG

SAYEMBARA TEBAK PEMENANG PEMILUKADA DKI PUTARAN I


1. 6283870276xxx ABDUL HAFIZ 35 JL. MAMPANG 8 TEGAL PARANG. JAKSEL 2. 622151417xxx ABDUL HALIM 30 JL.SILI 3 N0.57.RT.013.RW.012.JAKARTA UTARA. 3. 6281511241xxx AGUNG FEBRIANTO 31 KP PANGKALAN KALIDERES, JAKARTA BARAT 4. 628170231xxx ALI 30 JL.PALMERAH UTARA KEC.PALMERAH JAKBAR 5. 628979376xxx ANDIKO SAPUTRO 19 JL.H.AMSIR NO.13 JAKARTA UTARA 6. 628567745xxx ANISA ASTI ANDINI 18 KP KRAMAT JATI RT 09/15 NO 36 7. 622170433xxx ari bambang 35 jl. Baru gg2 dlm no.30 cilincing jakarta utara 8. 6285694551xxx ARIE 32 TOMANG RAYA NO.29 JAKARTA BARAT 9. 6285781264xxx ARIF RINALDI Jl bekasi timur 4 kec. jatinegara. jaktim 10. 6281386632xxx AYIPUDIN 27 JLN KENARI 1 KENARI, JAKARTA PUSAT 11. 6289637563xxx BAHTIAR RIFAI 29 JL. KR. ANYAR RAYA SAWAH BESAR JAK PUS 12. 6287887819xxx BELINA ROSELLINI 22 PISANGAN BARU TIMUR 1, JAKARTA TIMUR 13. 628569737xxx CHOERUNISA 25 JL MINDI BLOK M NO 30B KOJA, JAKUT 14. 622194136xxx deni kurniawan 30 jln. smp 196 pondok ranggon JAKARTA TIMUR 15. 6281318648xxx EMA MARDIANI TANJUNG BARAT JAGAKARSA JAKSEL 16. 6281311490xxx HASBI 35 JL TN RENDAH 2 TANAH ABANG JAKPUS 17. 6287889059xxx HENDARU TRI 25 KP KALIBATA JAGAKARSA, JAKARTA SELATAN 18. 6281511344xxx hery suwarno 38 jl gunuk raya pasar minggu jak-sel 19. 6283870109xxx IKA ARISTIANAH 26 Jl.Kemandoran Pluis no.08 Jakarta Selatan 20. 6283878386xxx JULAEHA 39 JL. KEDOYA RAYA NO.41 JAKARTA BARAT 21. 6281510775xxx kristian suryatna 29 jl. Penerangan pesanggrahan jaksel 22. 6285694281xxx LEDIANA 24 JL HJ JAIDI, PEJATEN TIMUR,PASAR MINGGU

23. 6287775041xxx M HAFID AKBAR W 25 KAMPUNG BESAR CIPINANG BESAR JAKTIM 24. 622195584xxx M. REZA 27 JLN SENTOSA BARAT 1 KLP GADING BRT 25. 6281388638xxx M. ROSA 40 JL. BANGO 3 PD. LABU CILANDAK JAK-SEL 26. 6281905855xxx Meriyani 26 jl.p2 no.16g jakarta barat 27. 6285280007xxx MOH. FAJAR 27 JL JOHAR BARU 1/22 JOHAR BARU, JAKPUS 28. 6285772474xxx MUAMMAR 29 KP. BARU CAKUNG, JAKARTA TIMUR 29. 622194144xxx MUKMIN 38 JL. ALTERI KEDOYA UTARA JAKARTA BARAT 30. 6285718721xxx Ngadino 34 jl.suci no.8 susukan jaktim 31. 6283899140xxx NUGROHO 18 JL. AMPERA RAYA GANG SAWO JAKSEL 32. 6285777050xxx OKY SUMIYANTO 29 JL SWADAYA 1 PASAR MINGGU JAKSEL 33. 622197985xxx R.WITSQA 18 JL.KP.PISANGAN JAKARTA TIMUR 34. 6283871843xxx RIATNO 26 JL. AKASIA RAYA NO.07 JAKARTA BARAT 35. 6285714048xxx RIZKA NOVIANTI 22 JLN.SUMBAWA DALAM JAKARTA BARAT 36. 6287788846xxx ROHIDI 29 JL.TANAH MERAH ATAS NO.21 JAKARTA UTARA 37. 6287788196xxx Sonny Malaw 45 jl.Cemara No.27 Jakarta Utara 38. 6281808692xxx SUNARDI 57 LENTENG AGUNG JAGAKARSA, JAKSEL 39. 622196404xxx SUNARI 23 JL.PAPANGGO 3 NO.21 JAKARTA UTARA 40. 6282122781xxx TIAS WIDIASTRI 29 GG.GAYA PASAR MINGGU JAKSEL 12520 41. 6283873542xxx TUMINO 36 JL. MASJID ISTIQOMAH MAMPANG JAKSEL 42. 628129638xxx TUTI 32 GUDANG BARU CIGANJUR JAKSEL 12630 43. 6285693029xxx UDIN 33 CIDODOL NO 51, KEBAYORAN LAMA 44. 628998117xxx UMI RAHMAWATI 31 JL MASJID MUYASSARIN KEBAYORAN LAMA 45. 6281807025xxx WALUYO 54 KEMANGGISAN GROGOL JAKBAR 46. 6281317832xxx WAWAN WAHYU 41 JL.PENGANTIN ALI CIRACAS JAKARTA TIMUR 47. 6283811368xxx WINDA 18 JL. JATI 1 NO.5.JAKARTA UTARA 48. 6285774280xxx YUNITA 27 KAYUMANIS MATRAMAN JAKARTA TIMUR 49. 628988187xxx YURICHA FRASNICHA 20 JL.KAMPUNG MAJA JAKARTA BARAT 50. 622198695xxx JAJANG 19 PETUKANGAN UTARA, PESANGGARAHAN

LOMBA VIDEO PILKADA DKI


1. 6283874130xxx Tedy Harsanto Sunter Bentengan Mas VII G.g Sky VII No. 13, Sunter Jaya http://www.youtube.com/watch?v=sDDjY7c_k&feature=youtu.be 2. 628569009xxx Aditya yogi prabowo kramat sentiong no 26 senen, kramat jakpus http://www.youtube.com/watch?v=rvFZr76aqoM&feature=youtu.be

PEMENANG

Masing-masing mendapatkan hadiah uang Rp 1 juta Pemenang tidak dipungut biaya apapun, Pemenang akan dihubungi oleh pihak Jakarta Baru

Masing-masing mendapatkan hadiah uang Rp 1 juta Pemenang tidak dipungut biaya apapun Pemenang akan dihubungi oleh pihak Jakarta Baru