Anda di halaman 1dari 75

DraftPerbaikan9Januari2013

PRINSIPDASARDANPEDOMANPELAKSANAAN GOODCORPORATEGOVERNANCE PERBANKANINDONESIA


DITERBITKANOLEH KOMITENASIONALKEBIJAKANGOVERNANCE 2012

SAMBUTANGUBERNURBANKINDONESIA
(Menyusul)
ii

SAMBUTANKETUAOTORITASJASAKEUANGAN(OJK)
(Menyusul)

iii

SAMBUTANKETUAKOMITENASIONALKEBIJAKANGOVERNANCE(KNKG)
(Menyusul)
iv

DAFTARISI
SAMBUTANGUBERNURBANKINDONESIA SAMBUTANKETUAOTORITASJASAKEUANGAN(OJK) SAMBUTANKETUAKOMITENASIONALKEBIJAKANGOVERNANCE(KNKG) BABI PENDAHULUAN A. LatarBelakang B. MaksuddanTujuan C. ProsesPenyusunanPedoman D. SistematikaPedoman BABII ASASGOODCORPORATEGOVERNANCE A. Transparansi B. Akuntabilitas C. Responsibilitas D. Independensi E. KewajarandanKesetaraan BABIII KOMITMENPENERAPANGOODCORPORATEGOVERNANCE A. VisidanMisi B. NilaiNilaiPerusahaan C. PedomanTataKerjaDewanKomisarisdanDireksi D. PedomanEtikaBisnisdanPedomanPerilaku E. PelestarianSumberDayaAlamdanLingkunganHidup F. PeraturanPerusahaanatauPerjanjianKerjaBersama G. PelaporanatasPelanggarandanPerlindunganbagiPelapor BABIV STRUKTURGOODCORPORATEGOVERNANCE A. OrganperusahaanbagibankyangberkantorpusatdiIndonesia 1. RapatUmumPemegangSaham 2. DewanKomisarisdanDireksi B. OrganPerusahaanbagiBankyangberbentukkantorcabang dariBankyangberkantorpusatdiluarnegeri C. StrukturGovernanceyangmendukungorganbank

i ii iii 1 1 2 3 4 6 6 7 8 8 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 14 15 16

26 27
v

PengendalianInternal ManajemenRisiko SekretarisPerusahaan Kepatuhan D. Strukturgovernancedarisudutkebijakanbank dalamrangkamelakukanusaha 1. RencanaJangkaPanjangsertaRencanaKerjadan AnggaranTahunan 2. KebijakanUsaha 3. KebijakanPengawasan 4. KebijakanKeterbukaanInformasidanPelaporan BABV PROSESGOODCORPORATEGOVERNANCE A. RapatUmumPemegangSaham B. PelaksanaanFungsi,Tugas,WewenangdanTanggungJawab DewanKomisarisdanDireksi C. PelaksanaanKegiatanUsahaBank D. PengembanganSumberDayaManusia E. TanggungJawabSosialdanLingkungan F. SosialisasiPedomanGoodCorporateGovernanceBank G. DokumentasiProsesGoodCorporateGovernance BABVI GOODCORPORATEGOVERNANCEOUTCOME A. KesinambunganUsaha B. Efisiensi C. KemanfaatanBagiMasyarakatdanPerekonomianNasional D. KetaatanterhadapPeraturan E. PerlindunganKonsumen F. TanggungJawabSosialdanLingkungan G. PenilaianSendiri H. PenilaianGCGdariOtoritasdanPihakLain BABVII FAKTORFAKTORPENUNJANGPELAKSANAANGOODCORPORATE GOVERNANCEPERBANKAN A. BanksebagaiKonglomerasi B. PemegangSaham C. PemangkuKepentingan D. BenturanKepentingan E. Remunerasi F. PedomanPraktisPelaksanaanGCGPadaBank

1. 2. 3. 4.

28 29 30 30

31 32 33 33 34 35 35 36 37 38 38 38 39 40 40 41 41 42 42 42 43 43

44 44 45 47 57 60 61
vi

GLOSARIUM TIMPENYUSUNPEDOMANGCG LEMBAGAPENDUKUNGTIMPENYUSUNPEDOMANGCG NARASUMBER ANGGOTAKNKG

63 65 66 67 68


vii

BABI PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG 1. Bank dan industri perbankan secara keseluruhan sebagai lembaga intermediasi sektor keuangan, memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara. Secara mikro, bank berfungsi menyalurkan dana dari nasabah yang memiliki kelebihan dana kepada pelaku usaha dan perorangan yang membutuhkan dana dalam rangka memperlancar usaha dari pihakpihak yang berkepentingan. Secara makro, industri perbankan berperan sebagai sumber pembiayaan bagi perkembangan perekonomian dan sebagai saranadalampelaksanaankebijakanmoneter. 2. Dengan peran penting sebagai mana dimaksud pada butir 1, bank secara individu maupun industri perbankan secara keseluruhan, memiliki sensitivitas terhadap kondisi pemilik dana dan pengguna dana serta pasar keuangan yang berpotensi menimbulkan krisis nasional maupun internasional. Dalam hubungan ini, bank secara individu maupun industri perbankan menghadapi berbagai risiko, baik yang bersumber dari dalam bank maupun dari industri perbankan dan perekonomian pada umumnya. Oleh karena itu, bank harus menerapkan prinsip kehatihatian, baik melalui penerapan manajemenrisikoolehmasingmasingbankmaupunmelaluiperaturanperaturanyang dikeluarkan oleh otoritas pengatur dan pengawas bank berdasarkan referensi yang dikeluarkansecarainternasional. 3. PerkembanganindustriperbankanIndonesiatelahmenunjukkankemajuanyangsangat pesat, baik dari sudut pertumbuhan aset, jenis produk yang ditawarkan antara lain sebagai akibat berkembangnya bank sebagai konglomerasi, maupun teknologi informasi yang digunakan. Perkembangan tersebut telah mengakibatkan persaingan antar bank menjadi semakin ketat. Kondisi ini akan terus berlangsung, bahkan akan semakinmeningkatdenganakanterbentuknyamasyarakatekonomiASEANpadatahun 2015. 4. Sebagai bagian dari prinsip kehatihatian, masingmasing bank perlu memiliki kesadaran untuk mengembangkan keberlanjutan usaha melalui pelaksanaan good corporate governance (GCG). Pelaksanaan GCG oleh masingmasing bank dapat pula berpengaruh terhadap sistem perbankan secara keseluruhan sehingga mampu menangkal potensi krisis yang mungkin terjadi. Dapat ditambahkan bahwa krisis ekonomi dan keuangan, baik yang terjadi di Asia dalam tahun 1997 sampai 1999 maupun krisis ekonomi dunia yang terjadi dalam tahun 2008 terjadi antara lain karena penerapanGCGkhususnyadalamindustriperbankan,tidakdilaksanakandenganbaik. 5. Sebagai respon dari pentingnya pelaksanaan GCG oleh masingmasing bank, dalam BASELIIIantaralaindilakukanperubahankriteriakesehatanbanksehinggadidalamnya termasuk pelaksanaan GCG. Hal ini juga telah direspon oleh pengatur dan pengawas bankdiIndonesiadalambentukketentuantentangkesehatanbank.
1

6. Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) telah menerbitkan Pedoman Good Corporate Governance Perbankan Indonesia pada tahun 2004 sebagai bagian dari upaya memperkokoh kepercayaan masyarakat dan dunia internasional kepada industri perbankan Indonesia. Sementara itu, setelah dikeluarkan pedoman tersebut terjadi perubahanperubahanyangsignifikanbaiksecaranasionalmaupuninternasional: 6.1. Secara nasional telah dikeluarkan Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia oleh KNKG tahun 2006, Peraturan Bank Indonesia tentang GCG pada Bank Umum pada tahun 2006, dan UndangUndang Perseroan Terbatas pada tahun2007. 6.2. Secara internasional telah dikeluarkan OECD Principles of Corporate Governance tahun 2004 dan Principles for Enchancing Corporate Governance yang dikeluarkan olehBaselCommitteeonBankingSupervisionpadatahun2010. 6.3. Pada tahun 2008 telah terjadi krisis ekonomi dunia yang penyebab utamanya antara lain adalah kegiatan perbankan yang tidak sesuai dengan prinsipprinsip GCG sehingga menimbulkan kerugian secara material bagi industri perbankan internasional yang berdampak pula pada perekonomian Indonesia. Hal tersebut perludihindariolehindustriperbankanIndonesia. 7. Berdasarkan alasan dan tujuan sebagaimana tercantum pada butir 1 sampai dengan butir 6 diatas, KNKG memandang perlu untuk menerbitkan Pedoman GCG Perbankan Indonesia tahun 2012 sebagai pengganti Pedoman GCG Perbankan Indonesia tahun 2004. 8. Pedoman ini disebut Pedoman GCG Perbankan Indonesia, tetapi implementasinya hanyadiperuntukkanbagibankumumyangsecarakeseluruhannyamempunyaipangsa pasarlebihadari95persen. 9. Pedoman ini bersifat dinamis sesuai dengan dinamika perkembangan industri perbankan Indonesia. Oleh karena itu pedoman ini harus disempurnakan secara berkalaagarsejalandenganberbagaiperubahanyangterjadi. 10. Pedomaninidisusundalamduaversiyaitu: 1. Versipendekyangmemuatprinsipdasar 2. Versipanjangyangmemuatbaikprinsipdasarmaupunpedomanpelaksanaan Dalam Pedoman ini dikemukakan versi panjang yang memuat baik prinsip dasar maupun pedoman pelaksanaan yang harus menjadi pedoman bagi bankbank umum di Indonesia dalammelaksanakanGoodCorporateGovernance. B. MAKSUDDANTUJUANPEDOMAN 1. Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan baik bagi bank umum, pengatur dan pengawas bank serta para pemangku kepentingan lainnya sesuai dengan fungsinya masingmasing.
2

1.1. Bagi bank umum, pedoman ini merupakan acuan dalam rangka menyesuaikan danmengembangkanpedomanGCGyangtelahadadimasingmasingbank. 1.2. Bagi pengatur dan pengawas bank, pedoman ini merupakan acuan dalam rangka menyesuaikan dan mengembangkan peraturan dibidang perbankan, khususnya peraturanyangberkaitandenganGCGbagiindustriperbankan. 1.3. Bagi pemangku kepentingan lainnya, pedoman ini merupakan acuan dalam berinteraksidenganbankumum. 2. Dengan diterbitkannya pedoman ini, bank umum secara individual maupun industri perbankan secara keseluruhan diharapkan dapat berkembang secara sehat dan dapat menciptakan stabilitas ekonomi secara berkesinambungan. Dengan pedoman ini juga diharapkanbankumumdapatbersaingsecarasehat,baikdidalamnegeri,dilingkungan negaranegaraASEANmaupunsecarainternasional. C. PROSESPENYUSUNANPEDOMAN 1. Pembentukan Tim Penyusun Penyempurnaan Pedoman Good Corporate Governance Perbankan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) yang beranggotakan unsurKNKG,BankIndonesia,BAPEPAMLK,KementerianBUMN,danPERBANAS. 2. Penyusunan konsep awal Pedoman GCG Perbankan Indonesia tahun 2012 oleh Tim yang dibentuk KNKG dengan menggunakan referensi pokok OECD Principles of Corporate Governance, Basel Enhancing Corporate Governance for Banking Industry, Pedoman Umum GCG Indonesia dan pedomanpedoman sektoral yang dikeluarkan oleh KNKG serta Pedoman GCG yang dikeluarkan oleh negaranegara lain maupun pedomanGCGyangdikeluarkanolehBankIndonesia. 3. Penelaahan konsep awal oleh nara sumber yang memiliki kompetensi GCG di Indonesia. Tanggapan dan masukan dari nara sumber dibahas dalam rapat bersama denganTimuntukmenyempurnakankonsepawal. 4. Konsep penyempurnaan yang telah dibahas dengan nara sumber disebarluaskan kepada para pelaku usaha industri perbankan dan pemangku kepentingan lainnya melalui situs www.knkgindonesia.com untuk memperoleh tanggapan dan masukan secaralebihluas. 5. Konsep penyempurnaan dengan memperhatikan masukan tersebut dibahas dalam lokakarya untuk menampung aspirasi dari para pelaku usaha industri perbankan dan pemangku kepentingan lainnya. Hasil lokakarya tersebut dipergunakan oleh Tim untuk melakukanpenyempurnaankonsepmenjadikonsepfinal. 6. Tim melaporkan konsep final dalam rapat pleno KNKG, untuk mendapatkan pengesahandanpenetapansebagaiPedoman.
3

7. Peluncuran Pedoman Good Corporate Governance Perbankan tahun 2012 sebagai kegiatan awal sosialisasi pedoman kepada industri perbankan dan masyarakat pada umumnya. D. SISTEMATIKAPEDOMAN Sistematika pedoman ini berbeda dengan sistematika pedoman yang dikeluarkan pada tahun 2004, terutama yang berkaitan dengan GCG sebagai sistem. Disamping itu best practicesdiperluasdandicantumkandidalampedomaninisebagaifaktorfaktorpenunjang pelaksanaanGCGPerbankan.Adapunsistematikapedomaniniadalahsebagaiberikut: 1. Pedoman memuat 4 (empat) bagian utama yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Asas Good Corporate Governance,Bab III sampai VI memuat Good Corporate Governance sebagai sistem, dan Bab VII memuat Faktorfaktor yang Menunjang Pelaksanaan GCG Perbankan. 2. BabImemuatlatarbelakangdiperlukannyapenyempurnaanPedomanGCGPerbankan, maksuddantujuan,prosespenyusunansertasistematikapedoman. 3. Bab II memuat asas GCG yang harus dilaksanakan pada setiap saat, pada semua strata organisasi,danpadasetiappengambilankeputusansertasetiapproses,yangkitakenal sebagai Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, Kewajaran dan Kesetaraan(TARIK). 4. Bab III sampai dengan VI memuat GCG sebagai sistem yang terdiri dari komitmen, struktur,proses,danGCGoutcome. 4.1. Bab III memuat komitmen untuk melaksanakan GCG dari organ bank dan jajaran dibawahnyayangdimuatdalamberbagaikebijakandanpedoman. 4.2. Bab IV memuat struktur governance yang terdiri dari struktur governance dari sudut organisasi, struktur governance yang mendukung organ perusahaan, dan strukturgovernancedarisudutkebijakandalammelakukanusahabank. 4.3. Bab V memuat proses governance yaitu merupakan cara atau mekanisme yang dilakukanolehorganperusahaandanjajarandibawahnyadalammelakukanfungsi dan tugasnya untuk mewujudkan komitmen dan struktur governance sehingga dapatdicapaigovernanceoutcomeyangsesuaidenganasasGCG. 4.4. Bab VI memuat governance outcome yang merupakan manifestasi dari impact pelaksanaangovernanceolehbankyangdimulaidarigovernancecommitmentdan dilaksanakan melalui governance structure dan governance process secara terintegrasi. 5. Bab VII memuat faktorfaktor pendukung pelaksanaan GCG perbankan. Dalam bab ini dimuat faktorfaktor yang dalam pelaksanaannya dapat mempengaruhi pelaksanaan
4

GCG di bank sehingga memerlukan pedoman pelaksanaan GCG menjadi efektif dan dapat mencegah aspek negatif yang mungkin timbul. Faktorfaktor tersebut meliputi Bank Sebagai Konglomerasi, Pemegang Saham, Pemangku Kepentingan, Benturan Kepentingan, dan Remunerasi. Dalam Bab VII juga dimuat pedoman praktis pelaksanaanGCGpadabankumum. 6. PadasetiapbagiandalambabdicantumkanPrinsipDasardanPedomanPelaksanaan.

BABII ASASGOODCORPORATEGOVERNANCE
Setiap Bank harus memastikan bahwa asas GCG diterapkan pada setiap aspek bisnis dan di seluruh jajaran bank. Asas GCG yang harus dipastikan pelaksanaanya meliputi transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, indepedensi serta kewajaran dan kesetaraan. Asas GCG diperlukan untuk mencapai kesinambungan usaha (sustainability) bank dengan memperhatikankepentinganpemegangsaham,nasabahsertapemangkukepentinganlainnya. A. TRANSPARANSI PrinsipDasar Transparansi (transparency) mengandung unsur pengungkapan (disclosure) dan penyediaan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat, dan dapat diperbandingkan serta mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan masyarakat. Transparansi diperlukan agar bank menjalankan bisnis secara objektif, profesional, dan melindungikepentingankonsumen. PedomanPokokPelaksanaan 1. Bank harus mempunyai kebijakan untuk mengungkapkan berbagai informasi penting yangdiperlukanolehpemangkukepentingan. 2. Bank harus mengungkapkan informasi sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku, antara lain meliputi tetapi tidak terbatas pada halhal yang bertalian denganvisi,misi,nilainilaisertasasaranusahadanstrategi,kondisikeuangan,susunan dan kompensasi Komisaris dan Direksi, pemegang saham pengendali, struktur organisasi beserta pejabat eksekutif, manajemen risiko, sistem pengawasan dan pengendalian internal, sistem dan pelaksanaan GCG serta tingkat kepatuhannya dan kejadianpentingyangdapatmempengaruhikondisibank. 3. Bank harus mengambil inisiatif untuk mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundangundangan, tetapi juga halhal lain yang diperlukan untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, nasabah serta pemangkukepentinganlainnya. 4. Prinsip transparansi yang dianut oleh bank tidak mengurangi kewajiban melindungi informasi rahasia mengenai bank dan nasabah sesuai dengan peraturan perundang undangansertainformasiyangdapatmempengaruhidayasaingbank. 5. Kebijakan bank harus tertulis dan dikomunikasikan kepada pemangku kepentingan yangberhakmemperolehinformasitentangkebijakantersebut.
6

B.

AKUNTABILITAS PrinsipDasar Akuntabilitas (accountability) mengandung unsur kejelasan fungsi dalam organisasi dan cara mempertanggungjawabkannya. Bank sebagai lembaga dan pejabat yang memiliki kewenangan harus dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan akuntabel. Untuk itu bank harus dikelola secara sehat, terukur dan professional dengan memperhatikankepentinganpemegangsaham,nasabah,danpemangkukepentinganlain. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang berkesinambungan. PedomanPokokPelaksanaan 1. Bank harus menetapkan sasaran usaha jangka panjang dan target usaha jangka pendek untuk dapat dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham dan pemangku kepentinganlainnya. 2. Direksi dan Dewan Komisaris bank harus menyampaikan laporan tahunan dan pertanggungjawaban keuangan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) serta menjelaskan pokokpokok isinya kepada pemangku kepentingan dan masyarakat pada umumnya. 3. Bank harus menyampaikan laporan sesuai dengan ketentuan yang berlaku kepada otoritas pengawas bank dan kepada pemangku kepentingan lainnya sesuai ketentuan yangberlaku. 4. Bank harus menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi masingmasing organ, anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh jajaran dibawahnya yang selarasdenganvisi,misi,nilainilaiperusahaan,sasaranusahadanstrategibank. 5. Bank harus memastikan bahwa masingmasing anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh jajaran pimpinan Bank harus membuat pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya, sekurangkurangnya setahun sekali sesuai dengan ketentuan internalbank. 6. Bank harus meyakini bahwa masingmasing Dewan Komisaris dan Direksi maupun seluruh jajaran dibawahnya mempunyai kompetensi sesuai dengan tanggung jawabnya danmemahamiperannyadalampelaksanaanGCG. 7. Bank harus memastikan adanya struktur, sistem dan standard operating procedure (SOP) yang dapat menjamin bekerjanya mekanisme check and balance dalam pencapaianvisi,misi,dantujuanbank. 8. Bankharusmemilikiukurankinerjadansistemremunerasibagimasingmasinganggota DewanKomisarisdanDireksimaupunseluruhjajarandibawahnyaberdasarkanukuran ukuran yang disepakati dan konsisten dengan visi, misi, nilainilai perusahaan, sasaran usaha dan strategi bank serta memiliki sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishmentsystem). 9. BankharusmemilikisistempengendalianinternalyangefektifdalampengelolaanBank.
7

10. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, masingmasing anggota Dewan Komisaris dan Direksi maupun seluruh jajaran dibawahnya harus berpegang pada etika bisnisdanpedomanperilakuyangtelahdisepakati. C. RESPONSIBILITAS PrinsipDasar Responsibilitas mengandung unsur kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan dan ketentuan internal bank serta tanggung jawab bank terhadap masyarakat dan lingkungan. Responsibilitas diperlukan agar dapat menjamin terpeliharanya kesinambungan usaha dalam jangka panjang dan mendapat pengakuan sebagai warga korporasiyangbaikataudikenaldengangoodcorporatecitizen. PedomanPokokPelaksanaan 1. Pemegang saham pengendali, Dewan Komisaris dan Direksi beserta seluruh jajaran dibawahnya harus berpegang pada prinsip kehatihatian dan menjamin dilaksanakannya peraturan perundangundangan, anggaran dasar serta peraturan internalbank. 2. Bank harus dapat menafsirkan secara baik ketentuan perundangundangan, anggaran dasar dan peraturan internal bank, tidak hanya dari perumusan katakata yang tercantum didalamnya, tetapi juga dari latar belakang yang mendasari dikeluarkannya peraturandanketentuantersebut. 3. Bank harus dapat memelihara kelestarian alam melalui kebijakan perkreditan dan kebijakanlainyangmendukungterpeliharanyasumberdayaalam. 4. Bank harus bertindak sebagai warga korporasi yang baik melalui tanggung jawab sosial danlingkungan. D. INDEPENDENSI PrinsipDasar Independensi mengandung unsur kemandirian dari dominasi pihak lain dan objektifitas dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Dalam hubungan dengan asas independensi (independency), Bank harus dikelola secara independen agar masingmasing organ Perusahaan beserta seluruh jajaran dibawahnya tidak boleh saling mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun yang dapat mempengaruhi obyektivitas dan profesionalismedalammelaksanakantugasdantanggungjawabnya. PedomanPokokPelaksanaan 1. Masingmasing organ bank beserta seluruh jajaran dibawahnya harus menghindari dominasidaripihakmanapun,tidakterpengaruholehkepentingantertentu,bebasdari
8

benturan kepentingan dan segala pengaruh atau tekanan sehingga pengambilan keputusandapatdilakukansecaraobyektif. 2. Masingmasing organ bank harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan anggaran dasar, peraturan internal bank dan peraturan perundangundangan, tidak salingmendominasidanataumelempartanggungjawabantarasatudenganyanglain. 3. Seluruh jajaran bank dibawah Direksi dan Dewan Komisaris harus melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan uraian tugas serta standar operasi yang berlaku untuk jenispekerjaanyangbersangkutan. E. KEWAJARANDANKESETARAAN PrinsipDasar Kewajaran dan kesetaraan (fairness) mengandung unsur perlakuan yang adil dan kesempatan yang sama sesuai dengan proporsinya. Dalam melaksanakan kegiatannya, bank harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham, konsumen dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran dan kesetaraan dari masing masingpihakyangbersangkutan. PedomanPokokPelaksanaan 1. Bank harus memberikan perlakuan yang wajar dan setara kepada pemangku kepentingansesuaidenganmanfaatdankontribusiyangdiberikankepadabank. 2. Bank harus memberikan kesempatan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan masukan dan menyampaikan pendapat bagi kepentingan bank serta membukaaksesterhadapinformasisesuaiprinsipketerbukaan. 3. Bank harus memberikan kesempatan yang sama dalam penerimaan pegawai, berkarir dan melaksanakan tugas secara profesional tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan,jeniskelamin(gender)dankondisifisik.

BABIII KOMITMENPENERAPANGOODCORPORATEGOVERNANCE
PrinsipDasar Penerapan Good Corporate Governance secara konsekuen dan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila ada komitmen yang kuat dari organ perusahaan dan jajaran dibawahnya. PrinsipdasaryangharusdilaksanakanolehBankdalammemastikanadanyakomitmenadalah: 1. Bankharusmemilikirumusanvisidanmisiyangjelasdanrealistis. 2. Bank harus memiliki nilainilai perusahaan yang menggambarkan sikap moral bank yang baikdalampelaksanaanusahanya. 3. Bank harus memiliki pedoman tata kerja Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjalankan perandantugasnya. 4. Bank harus memiliki rumusan etika bisnis dan pedoman perilaku perusahaan yang penyusunannya dilakukan dengan melibatkan organ perusahaan dan jajaran dibawahnya. Etika bisnis dan pedoman perilaku harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan konsistensehinggamembentukbudayaperusahaanyangmerupakanmanifestasidarinilai nilaiperusahaan. 5. Bank dalam fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan sebagai bagian dari dunia bisnis harus peduli dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkunganhidup. 6. Bank harus memiliki peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama yang dapat menjamin kepastian hak dan kewajiban para pihak sehingga dapat mendukung suasana kerjayangkondusif. 7. Bank harus memiliki whistleblowing system untuk memungkinkan diperolehnya laporan danpengaduansertasarandankritikdaripegawaidanpemangkukepentinganlainnya. PedomanPokokPelaksanaan A. VisidanMisi 1. Bank harus mempunyai visi yang mencerminkan tujuan yang akan dicapai pada masa yangakandatang. 2. Bank harus mempunyai misi yang memuat cara untuk mencapai visi yang telah ditetapkan. 3. Visidanmisiharusditetapkancukupmenantangtetapitetaprealistis.
10

B. NilaiNilaiPerusahaan 1. Nilainilai perusahaan merupakan landasan moral yang baik dalam mencapai visi dan misi bank. Oleh karena itu, sebelum merumuskan nilainilai perusahaan, bank perlu merumuskanvisidanmisi. 2. Walaupun nilainilai perusahaan pada dasarnya bersifat universal, namum dalam merumuskannya bank perlu menyesuaikan dengan visi dan misi masingmasing bank sertaakseptibilitasdaripemangkukepentingandalambank. 3. Nilainilai perusahaan yang universal antara lain adalah terpercaya, adil dan jujur. Disamping itu, integritas, profesionalisme dan komitmen yang tinggi terutama dalam pelayananterhadapnasabah,jugamerupakannilainilaiyangsangatpentingbagibank. C. PedomanTataKerjaDewanKomisarisdanDireksi 1. Pedoman tata kerja Dewan Komisaris (Board of Commisioner Charter) dan tata kerja Direksi (Board of Director Charter) merupakan pedoman tertulis yang menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi melaksanakan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya dalammelakukanpengelolaanbank. 2. Fungsi dari Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai bank maupun usaha bank,danmemberikannasehatkepadaDireksi. 3. Fungsi dari Direksi adalah mengelola dan bertanggung jawab terhadap jalannya operasionalbanksehinggamemerlukanpedomansebagaiwujuddarikomitmenDireksi dalammelaksanakantugasnya. 4. Pedoman tata kerja Dewan Komisaris dan tata kerja Direksi juga harus memuat secara jelas aturanaturan tentang cara pelaksanaan peran utama, penyelenggaraan rapat, notulenrapat,dankeabsahanpengambilankeputusan. D. PedomanEtikaBisnisdanPedomanPerilaku 1. Etika bisnis merupakanacuan bagibank dalammelaksanakan kegiatanusaha termasuk dalamberinteraksidenganpemangkukepentingan. 2. Penerapan etika bisnis secara berkesinambungan mendukung terciptanya budaya Perusahaan. 3. Setiap bank harus memiliki rumusan etika bisnis yang disepakati bersama oleh organ perusahaan. Etika bisnis juga harus dikomunikasikan dan dipahami oleh pemangku kepentinganbaikpegawaimaupunpemangkukepentinganlainnya. 4. Bank harus menerapkan pedoman etika bisnis yang sekurangkurangnya meliputi namuntidakterbataspada: 4.1. Kebijakan umum, yaitu mengikuti peraturan perundangundangan dan kode etika yang berlaku, memegang teguh komitmen dan memberikan kontribusi positif bagi kelestarianlingkungan.
11

4.2. Kebijakan bagi organ Perusahaan, yang antara lain memuat kepastian bahwa Perusahaandikelolatanpabenturankepentingan. 4.3. Kebijakan bagi pegawai, yaitu menanamkan nilainilai dan budaya Perusahaan kepadaseluruhpegawai. 4.4. Kebijakan bagi debitur dan bagi kreditur serta pihakpihak lain yang memperoleh pelayanan bank, antara lain memuat prinsip saling menguntungkan dan menjunjungtinggikomitmenyangtelahdisepakatibersama. 4.5. Kebijakanbagisesamabankdalamindustriperbankan,antaralainmemuatprinsip mewujudkanbisnisyangsehatdanmelaksanakanpersainganusahayangsehat. 5. Pedoman perilaku merupakan penjabaran nilainilai Perusahaan dan etika bisnis dalam melaksanakan usaha sehingga menjadi panduan bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksisertasemuajajarandibawahnya. 6. Pedoman perilaku mencakup panduan tentang benturan kepentingan, pemberian dan penerimaan hadiah dan donasi, kepatuhan terhadap peraturan, kerahasiaan informasi, danpelaporanterhadapperilakuyangtidaketis. 7. Panduan tentang benturan kepentingan yang dimuat didalam pedoman perilaku memuat pedoman untuk menghindari terjadinya konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, anggota dewan komisarisdandireksisertajajarandibawahnya. E. PelestarianSumberDayaAlamdanLingkunganHidup 1. Tanggung jawab terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan komitmen bank untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutangunameningkatkankualitaskehidupandanlingkunganyangbermanfaat, baikbagibanksendiri,komunitassetempat,maupunmasyarakatpadaumumnya. 2. Kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup merupakan salah satu aspek penting dari kriteria untuk berbisnis secara etis. Dalam hubungan ini bank harus berperan ganda, baik sebagai lembaga intermediasi maupun dalam fungsinyamelaksanakantanggungjawabsosialdanlingkungan. 3. Sebagai lembaga pemberi kredit, bank harus mensyaratkan debiturnya untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup sebagai persyaratan untuk memperolehkreditdandalammelakukanpengawasanterhadappenggunaankredit. 4. Sebagai bagian dari customer due diligence (CDD), bank dapat pula melakukan kajian apakah nasabah yang bersangkutan tidak melakukan kegiatan yang dapat merusak kelestariansumberdayaalamdanlingkunganhidup.Dalamhalinibankdapatberperan untuk memberikan nasehat dan pandangan dalam rangka memelihara kelestarian sumberdayaalamdanlingkunganhiduptersebut. 5. Dalam fungsinya melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), bank harusmemilikistrategidanprogramTJSLyangterintegrasidenganstrategibisnis.
12

F. PeraturanPerusahaanatauPerjanjianKerjaBersama A. Bank wajib membuat peraturan perusahaan mengenai ketenagakerjaan sesuai dengan peraturaan ketenagakerjaan yang meliputi hak dan kewajiban pegawai serta perlindunganterhadapkeselamatankerjapegawai. Dalam hal terdapat Serikat Pekerja pada Bank, harus dapat dicapai kesepakatan bersamauntukmenyusunperjanjiankerjabersama.

B.

G. PelaporanatasPelanggaran(whistleblowingsystem)danPerlindunganbagiPelapor 1. Bank berkewajiban untuk memiliki sistem pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, peraturan bank dan peraturan perundangundangan serta halhal yang bertalian dengan bisnis bank. Dalam sistem tersebut termasuk peraturan yang menjamin perlindungan terhadap individu yang melaporkan terjadinya pelanggarantersebut. 2. Dewan Komisaris berkewajiban untuk memastikan bahwa pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, peraturan bank dan peraturan perundangundangan, diproses secara wajar dan tepat waktu. Dalam pelaksanaannya, Dewan Komisaris dapat memberikan tugas kepada komite yang bertugas melakukan pengawasanatasimplementasiGCG.


13

BABIV STRUKTURGOODCORPORATEGOVERNANCE
Struktur governance bank meliputi struktur organ perusahaan dan kebijakan bank dalam rangka pelaksanaan usaha. Dalam struktur governance bank juga dimasukkan beberapa aspek penting yang berperan mendukung organ perusahaan yaitu pengendalian internal (internal control), manajemen risiko (risk management), sekretaris perusahaan (corporate secretary), dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku (compliance). Prinsip dasar yang harus dilaksanakanolehbankadalahsebagaiberikut: A. OrganPerusahaanbagibankyangberkantorpusatdiIndonesia PrinsipDasar Struktur governance bank dari sudut organ perusahaan harus sesuai dengan bentuk hukum perusahaan di Indonesia. Sebagian besar bank di Indonesia memiliki bentuk hukum perseroan terbatas (PT). Oleh karena itu pembahasan struktur governance bank yang berkantor pusat di Indonesia dilakukan dengan mendasarkan pada organ perusahaan yang berbentukPT.OrganperusahaanterdiridariRUPS,DireksidanDewanKomisaris. 1. RUPS adalah organ perusahaan yang merupakan wadah para pemegang saham untuk mengambil keputusan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan peraturanperundangundangan. 1.1. RUPS mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. 1.2. RUPS dan atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundangundangan, termasuk untuk melakukan penggantianataupemberhentiananggotaDewanKomisarisdanatauDireksi. Kepengurusan perseroan terbatas di Indonesia menganut sistim dua badan (twoboard system) yaitu direksi dan dewan komisaris yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masingmasing. Fungsi Direksi dan Dewan Komisaris diamanahkan dalam anggaran dasar dan peraturan perundangundangan yangdikenalsebagaifiduciaryresponsibility. 2.1. Direksi menjalankan pengurusan untuk kepentingan bank dan sesuai dengan maksuddantujuanbank. 2.1.1. Direksi adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial. Masingmasing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya, tetapi pelaksanaan tugas dari masingmasing anggota Direksiakhirnyatetapmerupakantanggungjawabbersama.
14

2.

2.1.2. Kedudukan masingmasing anggota Direksi, termasuk Direktur Utama adalah setara. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikankegiatanDireksi. 2.2. Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai bank maupun usaha bank, dan memberikannasehatkepadaDireksi. 2.2.1. Dewan Komisaris adalah organ Perusahaan yang bertugas dan bertanggungjawab secara kolektif. Dengan demikian keputusan Dewan Komisaris merupakan keputusan bersama dari Dewan Komisaris. Pembagian tugas diantara Dewan Komisaris bukan dimaksudkan untuk mengambil keputusan tetapi untuk memperdalam halhal yang perlu diputuskanolehDewanKomisaris. 2.2.2. Kedudukan masingmasing anggota Dewan Komisaris, termasuk Komisaris Utama adalah setara. Tugas Komisaris Utama sebagai primus inter pares adalahmengkoordinasikankegiatanDewanKomisaris. 2.3. Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi adalah hubungan check and balances dengan prinsip bahwa kedua organ tersebut mempunyai kedudukan yang setara, namun keduanya mempunyai tugas untuk menjaga kelangsungan usaha bank dalam jangka panjang dan mempunyai tujuan akhir untuk kemajuan dan kesehatan bank. Oleh karena itu Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, nilainilai perusahaan dan strategi bank. DewanKomisarisdanDireksijugaharusmenyetujuibersamarencanakerjajangka panjang, rencana kerja dan anggaran tahunan serta halhal yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan perundangundangan dan good corporate governance. PedomanPokokPelaksanaan 1. RapatUmumPemegangSaham 1.1. Fungsi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah untuk mengambil keputusan tentang pengesahan laporan tahunan Direksi dan laporan pengawasan Dewan Komisaris, pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris, dan menyetujui tindakan korporasi yang membawa dampak signifikan. Bank merupakan lembaga yang didirikan untuk jangka waktu yang tidak terbatas, maka RUPS dalam mengambil keputusan harus memperhatikan keberlanjutan bank. Untuk itu keputusan RUPS harus memperhatikan perlindungan nasabah, stabilitas sistem keuangan, serta kepentingan pemegang saham minoritas, dan pemangkukepentinganlainnya. 1.2. Keputusan RUPS tentang pengangkatan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi harus memperhatikan rekomendasi Dewan Komisaris yang telah mempertimbangkansaranKomiteNominasidanRemunerasi. 1.3. Dalammenetapkanauditoreksternal,RUPSharusmendasarkanpadarekomendasi DewanKomisarisyangtelahmempertimbangkansarankomiteaudit.
15

1.4. Keputusan RUPS tentang pemberian remunerasi, bonus atau tantiem Anggota DewanKomisarisdanDireksiharusmemperhatikanrekomendasiDewanKomisaris yang telah mempertimbangkan saran Komite Nominasi dan Remunerasi, dengan tetap mempertimbangkan kewajaran serta kondisi dan kesehatan keuangan bank dankinerjamasingmasinganggotaDewanKomisarisdanDireksi. 2. DewanKomisarisdanDireksi 2.1. Pedomanpokokpelaksanaanbagikeduaorgan 2.1.1 Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi adalah hubungan check and balances dan pemberian nasehat secara independen dengan prinsip bahwa kedua organ tersebut mempunyai kedudukan yang setara dan keduanya mempunyai tujuan akhir untuk kemajuan dan kesehatan Perusahaan. Oleh karena itu Dewan Komisaris dan Direksi harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi dan nilainilai perusahaan. Untuk itu ada halhal yang harus dilakukan dan disepakati secara bersamasama sesuai fungsinya masingmasing. 2.1.2 Tanggung jawab bersama Dewan Komisaris dan Direksi dalam menjaga kelangsunganusahabankdalamjangkapanjang,berupa: a. Terlaksananya dengan baik sistem pengawasan internal, manajemen risikodankepatuhan; b. Tercapainyaimbalhasil(return)yangoptimalbagipemegangsaham; c. Terlindunginyakepentinganpemangkukepentingansecarawajar; d. Terlaksananyasuksesikepemimpinansecarawajardemikesinambungan manajemendisemualiniorganisasi; e. TerlaksananyapenerapanGCGdengansebaikbaiknya. 2.1.3 Sesuai dengan visi, misi dan nilainilai perusahaan, Dewan Komisaris dan Direksiperlubersamasamamenyepakatihalhaltersebutdibawahini: a. Rencana jangka panjang, strategi, maupun rencana kerja dan anggaran tahunan; b. Kebijakan dalam memenuhi ketentuan anggaran dasar bank dan peraturan perundangundangan serta menghindari segala bentuk benturankepentingan; c. Kebijakan dan metode penilaian kinerja bank, unitunit dalam Perusahaandansumberdayamanusia; d. Struktur organisasi sampai satu tingkat di bawah Direksi yang dapat mendukungtercapainyavisi,misidannilainilaiperusahaan. 2.2. PedomanpokokpelaksanaanbagiDewanKomisaris 2.2.1 Dewan Komisaris adalah organ Perusahaan yang melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, dan
16

2.2.2 2.2.3

2.2.4

2.2.5

memberi nasihat kepada Direksi serta memastikan bahwa Perusahaan melaksanakanGCG. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam pengambilan keputusan operasional. Masingmasing anggota Dewan Komisaris, termasuk Komisaris Utama, mempunyaikedudukanyangsetara.TugasKomisarisUtamasebagaiprimus interparesadalahmengkoordinasikankegiatanDewanKomisaris. Pengambilan keputusan Dewan Komisaris harus dilakukan secara kolektif. Dengan demikian masingmasing anggota Dewan Komisaris tidak dapat mengambil keputusan dan bertindak sendiri atas nama Dewan Komisaris. Walaupun demikian anggota Dewan Komisaris dapat bertindak mewakili DewanKomisarisatasdasarkeputusanDewanKomisaris. Agar pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dapat berjalan secara efektif, perludipenuhiprinsipprinsipberikut: a. Komposisi Dewan Komisaris harus dapat menjamin berjalannya mekanisme check and balance sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukansecaraefektif,tepatdancermat,sertaindependen. b. Anggota Dewan Komisaris harus profesional yaitu berintegritas dan memiliki kemampuan sehingga dapat menjalankan fungsinya dengan baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah memperhatikan kepentingansemuapemangkukepentingan. c. FungsipengawasandanpemberiannasihatDewanKomisarismencakup tindakan pencegahan, perbaikan, sampai kepada pemberhentian sementara. d. Jumlah anggota Dewan Komisaris harus disesuaikan dengan kompleksitas bank dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilankeputusan. e. Dewan Komisaris harus terdiri dari anggotaanggota yang secara keseluruhan mempunyai latar belakang dan atau pengetahuan sekurangkurangnyadibidangkeuangandanbank. f. Dalam hal diperlukan, dapat ditunjuk seorang Komisaris Utusan. Tugas dan wewenang Komisaris Utusan ditetapkan dalam anggaran dasar bank. g. Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melaluiprosesyangtransparandansesuaidengananggarandasarbank danperaturanperundangundangan. h. Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan alasan yang wajar dan setelah kepada anggota Dewan Komisaris diberi kesempatanuntukmembeladiri.

2.2.6 Diantara anggota Dewan Komisaris harus terdiri dari komisaris independen yaitu Komisaris yang tidak terafiliasi dengan Direksi, anggota Dewan
17

Komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen atau bertindak sematamata demi kepentingan Perusahaan. Komisaris Independen tidak boleh memiliki hubungan afiliasi dengan pemegang saham pengendali, Direksi dan Komisaris serta bank yang bersangkutan serta memenuhi kriteria sebagai berikut: a. Tidak memiliki hubungan keluarga dengan pemegang saham pengendali, anggota direksi dan anggota dewan komisaris, sampai derajat kedua baik vertikal maupun horizontal termasuk hubungan semenda. b. Tidak bekerja rangkap sebagai Direktur atau Komisaris di perusahaan lainnyayangterafiliasidenganpemegangsahampengendali. c. Tidak menjadi rekan (partner) atau Direksi perusahaan konsultan yang memberikan jasa pelayanan profesional pada perusahaan yang terafiliasi dengan pemegang saham pengendali dan bank yang bersangkutan. d. Bebas dari segala kepentingan dan kegiatan bisnis atau hubungan lain dengan bank dan pemegang saham pengendali serta perusahaan terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, yang dapat diintepretasikan akan menghalangi atau mengurangi kemampuan Komisaris Independen untuk bertindak dan bersikap independen demi kepentinganPerusahaan. e. Tidak memiliki hubungan hutang piutang dengan anggota Direksi dan atauKomisaris. f. Persyaratan lain sebagaimana diatur dalam undangundang perseroan terbatasdanketentuanperundangundanganlainnya. 2.2.7 KemampuandanintegritasAnggotaDewanKomisarisharusmemenuhihal haltersebutdibawahini: a. Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi syarat kemampuan dan integritas. b. Anggota Dewan Komisaris harus memahami dan mematuhi anggaran dasar bank dan peraturan perundangundangan yang berkaitan dengan tugasnya. AnggotaDewanKomisarisharusmemahamidanmelaksanakanGCG. Anggota Dewan Komisaris dilarang memanfaatkan bank untuk kepentinganpribadi,keluarga,kelompokusahanyadanataupihaklain.

c. d.

2.2.8 FungsiPengawasanDewanKomisarismeliputihalhaltersebutdibawahini: a. Dewan Komisaris tidak boleh turut serta dalam mengambil keputusan operasional. Dalam hal Dewan Komisaris mengambil keputusan sesuai dengan anggaran dasar bank dan peraturan perundangundangan,
18

maka keputusan tersebut dilakukan dalam fungsinya sebagai pengawas danpenasihat,sehinggatanggungjawaboperasionaltetapberadapada direksi. b. Dalam hal diperlukan untuk kepentingan bank, Dewan Komisaris dapat mengenakan sanksi kepada anggota Direksi dalam bentuk pemberhentian sementara, dengan ketentuan harus segera ditindaklanjutidenganpenyelenggaraanRUPS. c. Apabila terjadi kekosongan dalam Direksi atau pada keadaan tertentu sebagaimana ditentukan oleh anggaran dasar bank dan peraturan perundangundangan, untuk sementara Dewan Komisaris dapat melaksanakan fungsi Direksi, sehingga keputusankeputusan yang diambiladalahmerupakankeputusanoperasional. d. Dalam rangka melaksanakan fungsinya, anggota Dewan Komisaris baik secara bersamasama dan atau sendirisendiri, berhak memperoleh informasitentangbanksecaralengkapdantepatwaktu. e. Dewan Komisaris harus memiliki tata tertib dan pedoman kerja (charter)sehinggapelaksanaantugasnyadapatterarahdanefektifserta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja yang dilakukansecarapenilaiansendiri(selfassessment). f. Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas, menyampaikan laporan pertanggung jawaban pengawasan atas pengelolaan perusahaan oleh direksi, dalam rangka memperoleh pembebasan dan pelunasantanggungjawab(acquitetdecharge)dariRUPS. 2.2.9 Dalam melaksanakan tugasnya, Dewan Komisaris membentuk Komite. Usulan dari komite disampaikan ke Dewan Komisaris untuk memperoleh keputusan. Bank harus memiliki Komite Audit, Komite Pemantau Risiko serta Komite Nominasi dan Remunerasi. Anggota Komite diangkat oleh Dewan Komisaris dan khususnya untuk Anggota Komite Audit dilaporkan kepadaRUPS. a. Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris dalam memastikan bahwa: i. Pengendalianinternaldilaksanakandenganbaik. ii. Pelaksanaan audit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai denganstandarauditingyangberlaku. iii. Tindaklanjuttemuanhasilauditdilaksanakanmanajemen. iv. Laporan keuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansiyangberlakuumum. v. Calon auditor eksternal, termasuk imbalan jasanya diajukan kepadaDewanKomisarisberdasarkankriteriayangwajar.
19

b. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Audit harus memperhatikan hal haltersebutdibawahini: i. Komite Audit harus mempunyai piagam komite audit (audit committee charter) atau pedoman kerja yang menetapkan secara jelasperandantanggungjawabKomiteAuditdanlingkupkerjanya. ii. Komite Audit diketuai oleh seorang Komisaris Independen dan anggotanyadapatterdiridariKomisarisIndependendanataupihak luar yang independen yang memiliki keahlian, pengalaman serta kualitaslainyangdiperlukan. c. Komite Nominasi dan Remunerasi bertugas membantu Dewan Komisarisdalam: i. Menetapkan kriteria anggota Direksi dan Komisaris dan sistem remunerasinya. ii. Mencari calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk memperolehkeputusanRUPSsesuaiketentuananggarandasar. iii. Merekomendasikan jumlah remunerasi, bonus atau tantiem anggotaDireksidanKomisarisuntukmemperolehkeputusanRUPS d. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Nominasi dan Remunerasi harusmemperhatikanhalhaltersebutdibawahini: i. Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan atau pihak luar yang independen yang memilikikeahlian,pengalamansertakualitaslainyangdiperlukan. ii. Komite Nominasi dan Remunerasi harus mempunyai piagam Komite Nominasi dan Remunerasi yang menetapkan secara jelas perandantanggungjawabsertalingkupkerjanya. e. Komite Pemantau Risiko bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengkaji sistem manajemen risiko yang disusun oleh Direksi serta menilai efektivitas manajemen risiko, termasuk menilai toleransi risiko yangdapatdiambilolehperusahaan. f. Dalam melaksanakan tugasnya Komite Pemantau Risiko harus memperhatikanhalhaltersebutdibawahini: i. Anggota Komite Pemantau Risiko terdiri dari anggota Dewan Komisaris dan atau pihak luar yang independen yang memiliki keahlian,pengalamansertakualitaslainyangdiperlukan. ii. Komite Pemantau Risiko harus mempunyai piagam Komite Pemantau Risiko yang menetapkan secara jelas peran dan tanggungjawabsertalingkupkerjanya. 2.2.10 Dewan Komisaris harus memberikan pertanggungjawaban pelaksanaantugasnyadenganketentuansebagaiberikut:

atas
20

a. Dewan Komisaris dalam fungsinya sebagai pengawas, menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengawasan atas pengelolaan Perusahaan oleh Direksi. Laporan pengawasan Dewan Komisaris merupakan bagian dari laporan tahunan yang disampaikan kepada RUPSuntukmemperolehpersetujuan. b. Pertanggungjawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan Perusahaan dalamrangkapelaksanaanasasGCG. c. Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan, dan pengesahan atas laporan keuangan, berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada masingmasing anggota Dewan Komisaris sepanjang halhal tersebuttercermindalamLaporanTahunan. 2.2.11 Perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, selain mempunyai Dewan Komisaris wajib mempunyai Dewan Pengawas Syariah(DPS)denganketentuansebagaiberikut: a. DPS diangkat oleh RUPS atas rekomendasi Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia dan harus memiliki keahlian sesuai ketentuanyangberlaku. b. DPS bertugas memberikan nasihat dan saran kepada Direksi serta mengawasi kegiatan bank atau unit syariah dari bank agar sesuai denganprinsipsyariah. c. DPS harus memberikan pernyataan bahwa penyelenggaraan kegiatan usaha bank atau unit syariah dari bank sesuai atau menyimpang dari prinsipprinsip syariah bersamaan dengan penyampaian laporan operasionalbankkepadaregulator. 2.3. PedomanpokokpelaksanaanbagiDireksi 2.3.1 Direksi adalah organ perusahaan yang bertugas dan bertanggung jawab secara kolegial. Masingmasing anggota Direksi dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya, tetapi pelaksanaan tugas dari masingmasing anggota Direksi akhirnya tetap merupakan tanggung jawab bersama. Kedudukan masingmasing anggota Direksi, termasuk Direktur Utama adalah setara. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikankegiatanDireksi. 2.3.2 Agar tugas Direksi dapat berjalan secara efektif, perlu dipenuhi halhal sebagaiberikut: a. Komposisi Direksi harus sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengambilankeputusansecaraefektif,cepatdantepatsertabertindak independen.

21

b. Direksiharusprofesional,yaituberintegritasdanmemiliki pengalaman serta kecakapan yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. Direksi minimalharusmemahamikompleksitasusahabank. c. Direksi bertanggung jawab terhadap pengelolaan bank dan memastikankesinambunganusahanya. d. Direksi mempertanggungjawabkan kepengurusannya dalam RUPS sesuaidenganperaturanperundangundangan. 2.3.3 Komposisi, pengangkatan dan pemberhentian Anggota Direksi harus memenuhiketentuanketentuandibawahini: a. Jumlah Anggota Direksi harus disesuaikan dengan kompleksitas bank dengan tetap memperhatikan ketentuan perundangundangan yang berlaku dan efektifitas dalam pengambilan keputusan serta dihindari adanya dominasi anggota Direksi yang merupakan Pemegang Saham Pengendali. b. Anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses yangtransparanantaralainmelaluipenyaringandariKomiteNominasi dan Remunerasi untuk disampaikan kepada pihakpihak yang mempunyai hak untuk mengusulkan kepada RUPS serta melalui uji kemampuandankepatutan(fitandpropertest)olehregulator. c. Pemberhentian Anggota Direksi sebelum berakhirnya masa jabatan dilakukan berdasarkan alasan yang wajar, setelah yang bersangkutan diberikesempatanuntukmembeladiri. d. Seluruh Anggota Direksi harus berdomisili di Indonesia di tempat yang memungkinkanpelaksanaantugaspengelolaanbankseharihari. 2.3.4 Anggota Direksi hanya dapat diangkat oleh RUPS apabila memenuhi syaratsyarattersebutdibawahini: a. Anggota Direksi harus memenuhi persyaratan kompetensi dan integritas sehingga pelaksanaan fungsi pengelolaan bank dapat dilaksanakansebagaimanamestinya. b. Anggota Direksi harus memahami dan mematuhi anggaran dasar dan peraturanperundangundanganyangberkaitandengantugasnya. c. AnggotaDireksiharusmemahamidanmelaksanakanGCG. d. Anggota Direksi dilarang memanfaatkan bank untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok usahanya dan atau pihak lain yang bertentangandengankepentinganekonomisbank. 2.3.5 Pengelolaan bank oleh Direksi mencakup 8 (delapan) tugas utama yaitu kepengurusan, manajemen risiko, pengendalian internal, komunikasi, pemberian kredit, penghimpunan dana, teknologi informasi (TI) serta tanggungjawabsosial.
22

a. Kepengurusan
i. Direksi harus menyusun visi, misi dan nilainilai perusahaan serta programjangkapanjangdanjangkapendekuntukdibicarakandan disetujui Dewan Komisaris atau RUPS sesuai dengan ketentuan anggarandasar. ii. Direksi harus dapat mengelola sumber daya yang dimiliki secara efektifdanefisien. iii. Direksi harus memperhatikan kepentingan yang wajar dari pemangkukepentingan. iv. Direksi dapat memberikan kuasa kepada Komite yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugasnya atau kepada karyawan bank untuk melaksanakan tugas tertentu, namun tanggung jawab tetapberadapadaDireksi. v. Direksi harus memiliki dan mematuhi tata tertib dan pedoman kerja (charter) sehingga pelaksanaan tugasnya dapat terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja. b. ManajemenRisiko i. Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem manajemen risikoyangmencakupseluruhaspekkegiatanbank. ii. Untuk setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk penciptaan produk atau jasa baru, harus diperhitungkan dengan seksama dampak risikonya, dalam arti adanya keseimbangan antarahasildanbebanrisiko. iii. Untuk menerapkan manajemen risiko dengan baik, bank wajib memiliki Komite Kebijakan Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko. iv. Jenisjenis risiko pada bank meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko reputasi, risiko hukum, risikokepatuhandanrisikostrategik. c. PengendalianInternal i. Direksi harus menyusun dan melaksanakan sistem pengendalian internal untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan Perusahaan melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalanpelaporankeuangandankinerja,pengamananasetdan ketaatan terhadap peraturan perundangundangan. Salah satu unsur penting dalam pengendalian intern adalah satuan kerja pengawasaninternalyangharusdapatbekerjasecaraindependen danprofessional. ii. Satuan kerja pengawasan internal bertanggung jawab kepada direkturutamaataudirekturyangmembawahitugaspengawasan internal dan mempunyai hubungan fungsional dengan Dewan Komisaris melalui komite audit sehingga dalam pelaksanaannya berkewajibanmelaporkepadakomiteaudit.
23

iii. Kepala satuan kerja pengawasan internal diangkat oleh Direksi, berdasarkan kriteria yang jelas dan mendapatkan persetujuan DewanKomisaris. iv. Satuan kerja pengawasan internal bertugas membantu Direksi dalam memastikan pencapaian tujuan dan kelangsungan usaha dengan: Melakukanevaluasiterhadappelaksanaanprogrambank. Memberikansarandalamupayamemperbaikiefektifitasproses pengendalianrisiko. Melakukan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan perusahaan,pelaksanaanGCGdanperundangundangan Memfasilitasi kelancaran pelaksanaan audit oleh auditor eksternal Memastikan bahwa sistem pengendalian internal berfungsi efektifdanefisien.

d. Komunikasi
i. Direksi harus memastikan kelancaran komunikasi antara bank dengan para pemangku kepentingan dengan memberdayakan fungsiSekretarisPerusahaansebagaipejabatpenghubung. ii. Dalam hal kompleksitas bank belum mengharuskan diangkatnya Sekretaris Perusahaan, maka fungsi Sekretaris Perusahaan dijalankanolehsalahseoranganggotaDireksi. iii. Sekretaris Perusahaan atau pelaksana fungsi Sekretaris Perusahaanharusmampu: Memastikan bahwa bank telah memenuhi ketentuan penyampaianinformasisesuaiperaturanperundangundangan. Memberikan pelayanan kepada para pemangku kepentingan atassetiapinformasirelevanyangdibutuhkan. iv. Sekretaris Perusahaan atau pelaksana fungsi Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi. Laporan pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan disampaikan pula kepadaDewanKomisaris. e. PemberianKredit i. Pemberian kredit harus dilaksanakan sesuai prinsip kehatihatian (prudent)denganrisikoyangdapatdiperhitungkan(terkendali). ii. Untuk dapat melaksanakan pemberian kredit secara efektif dan efisien, Direksi dapat membentuk satuan kerja pemberian kredit yangmeliputiunsurpemasaran,analisa,danadministrasikredit.
24

iii. Untuk dapat menjamin objektivitas sehingga risiko pemberian kredit dapat terkendali Direksi dapat membentuk Komite Kredit untuk membantu Direksi dalam menilai risiko kredit dan memastikan bahwa kredit yang diberikan cukup aman dan dapat memberikantingkatpengembalianyangsepadan. iv. Pemberian kredit harus dimonitor secara seksama sehingga dapat dihindari terjadinya kredit yang tidak perform (non performing loan) atau segera diambil tindakan apabila terdapat tandatanda terjadinyakredityangtidakperform. v. Pemberian kredit harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan olehotoritaspengawasbankdanketentuanketentuanlainnya.

f. PenghimpunanDana
i. Penghimpunan Dana merupakan kegiatan utama bank yang harus secaraterusmenerusdiupayakankeberhasilannya. ii. Keberhasilan bank dalam penghimpunan dana sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan bank terhadap nasabah, baik dari sudut sistemmaupundarisudutlayanan. iii. Komposisi pendanaan sangat menentukan tinggi rendahnya biaya yang harus dikeluarkan oleh bank sebagai unsur sangat penting dalampenetapanmarginpemberiankredit(netinterestmargin). iv. Bank berkewajiban mengetahui profil nasabah sehingga dapat dihindari terjadinya praktek money laundering yang berasal dari tindakanterorismeataukriminalitas.

g. TeknologiInformasi(TI)
Penggunaan Teknologi Informasi oleh bank harus memenuhi prinsip prinsipsebagaiberikut: i. Memiliki sistem informasi yang terintegrasi dengan semua fungsi manajemen. ii. Memiliki panduan operasi (operating manual) yang mutakhir (up todate). iii. Mematuhi peraturan perundangundangan, khususnya dalam penggunaanperangkatlunak(software). iv. MelakukanauditTIsecaraberkala.

h. TanggungJawabSosialdanLingkungan
i. Dalam rangka mempertahankan kesinambungan usaha bank, Direksi harus dapat memastikan dipenuhinya tanggung jawab sosialdanlingkungansecaraberkelanjutan. ii. Direksi harus mempunyai perencanaan tertulis yang jelas dan fokus dalam melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan olehbank.
25

2.3.6 PertanggungjawabanDireksi a. Direksiharusmenyusunpertanggungjawabanpengelolaanbankdalam bentuk laporan tahunan yang memuat antara lain laporan keuangan, laporankegiatanbankdanlaporanpelaksanaanGCG.

b. Laporan tahunan harus memperoleh persetujuan RUPS, dan khusus


untuklaporankeuanganharusmemperolehpengesahanRUPS.

c. Laporan tahunan harus telah tersedia sebelum RUPS diselenggarakan


sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memungkinkan pemegangsahammelakukanpenilaian.

d. Dengan diberikannya persetujuan atas laporan tahunan dan


pengesahan atas laporan keuangan, berarti RUPS telah memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab kepada masingmasing anggota Direksi sejauh halhal tersebut tercermin dari laporan tahunan, dengan tidak mengurangi tanggung jawab masingmasing Direksi dalam hal terjadi tindak pidana atau kesalahan dan atau kelalaian yang menimbulkan kerugian bagi pihak ketiga yang tidak dapatdipenuhidenganasetbank.

e. Pertanggungjawaban Direksi kepada RUPS merupakan perwujudan


akuntabilitaspengelolaanbankdalamrangkapelaksanaanasasGCG. B. OrganPerusahaanbagibankyangberbentukcabangdaribankyangberkantorpusatdi luarnegeri PrinsipDasar OrganPerusahaanbagibankyangberbentukcabangdaribankyangberkantorpusatdiluar negeri, mengikuti ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia termasuk ketentuan yang dikeluarkanolehpengaturdanpengawasbank. 1. Bentuk hukum dari kantor cabang bank yang berkedudukan di luar negeri mengikuti bentukhukumkantorpusatnya. 2. Kantor cabang bank tersebut pada butir 1 memperoleh izin untuk melakukan usaha di Indonesiadaripengaturdanpengawasbank. 3. Sesuai dengan prinsip kelengkapan organ perusahaan di Indonesia yang menganut dua badan (two board system), maka kantor cabang harus dilengkapi dengan fungsi pengawasanyangterpisahdenganfungsioperasional. PedomanPokokPelaksanaan
1. Struktur governance dari kantor cabang di Indonesia harus memenuhi prinsipprinsip

sebagaiberikut:
26

1.1. Kantor pusat bank diluar negeri menetapkan penanggung jawab untuk seluruh kantordankegiatanbankdiIndonesia. 1.2. Penanggung jawab tersebut pada butir 1.1 mempunyai kewajiban untuk menetapkan struktur governance bagi seluruh kantor dan kegiatan bank di Indonesia.
2. Pengatur dan pengawas bank di Indonesia memberikan izin kepada kantor cabang dari

bankyangberkedudukandiluarnegeri 2.1. Dalam melakukan usahanya, kantor cabang dapat membuka kantor cabang di kota lain dan cabang pembantu sesuai dengan ketentuan yang berlaku tentang perizinanpembukaankantordiIndonesia. 2.2. Dari sudut pengaturan dan pengawasan kantor cabang bank asing di Indonesia harus mengikuti pengaturan yang dikeluarkan oleh pengatur dan pengawas bank diIndonesia. 2.3. Dalamhalterdapatmatriksfungsionalorganisasidengankantornyadiluarnegeri, harusmengikutiketentuanoperasionalyangberlakudiIndonesia.
3. Dalam rangka pengawasan harus ditunjuk pihak independen di Indonesia yang

berfungsimelakukanpengawasanyangditunjukoleh: 3.1. Bagi Negara yang menganut one board system penunjukannya dilakukan oleh Boardyangberadadikantorpusat. 3.2. Bagi Negara yang menganut two board system penunjukannya dilakukan oleh Dewan Komisaris yang secara operasional dituangkan dalam surat keputusan Direksidikantorpusat. 3.3. Pelaporan dan pertanggungjawaban fungsi pengawasan disampaikan kepada pihakyangmenunjuk. 3.4. Organ dari fungsi pengawasan dapat membentuk komite sesuai dengan ketentuanyangberlakubagibankyangberkantorpusatdiIndonesia. C. Strukturgovernanceyangmendukungorganbank PrinsipDasar Struktur governance yang berkaitan dengan pengendalian internal (internal control), manajemen risiko (risk management), sekretaris perusahaan (corporate secretary), dan ketaatan terhadap ketentuan yang berlaku (compliance) pada dasarnya merupakan bagian dari tugas Direksi atau tugas dari Pemimpin Cabang dari bank yang berkantor pusat diluar negeri. Namun demikian karena keempat unsur governance tersebut mengandung unsur interdependensi dan independen terhadap seluruh struktur governance bank maka diperlukanpedomanyanglebihspesifikmengenaihalhaltersebut. 1. Pengendalian internal meliputi lima unsur utama yaitu: Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Sistem Informasi dan Komunikasi, serta PemantauandanEvaluasi.
27

2. Manajemen risiko merupakan landasan paradigma dalam mengelola risiko yang merupakan bagian terpadu dari proses organisasi dan pengambilan keputusan yang secara khusus menangani ketidakpastian serta dilakukan secara dinamis, berulang, dan responsifterhadapperubahan. 3. Sekretaris perusahaan bertanggung jawab kepada Direksi karena bertugas untuk menyampaikan halhal yang terkait dengan kegiatan bank yang berhubungan dengan pihakketigatermasukpemegangsaham(investorrelation). 4. Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku merupakan aspek yang sangat penting karena bank merupakan industri yang diatur secara ketat (highly regulated). Karena itu kepatuhan merupakan tanggung jawab dari organ perusahaan yang harus dapat diwujudkanmenjadibudayakepatuhan. PedomanPelaksanaan 1. Pedoman pokok pelaksanaan pengendalian internal (internal control) meliputi halhal tersebutdibawahini: 1.1. Pengendalianinternalmeliputilimaunsurutamayaitu:LingkunganPengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Sistem Informasi dan Komunikasi, serta PemantauandanEvaluasi. 1.2. LingkunganPengendalianmencerminkanseluruhkomitmen,perilaku,kepedulian, serta langkahlangkah direksi dan komisaris dalam melaksanakan pengendalian operasional. Terdapat beberapa factor yang harus dimiliki dan merupakan alat untukmengevaluasiapakahlingkunganpengendaliantelahberjalansecaraefektif yaitu: 1.2.1. Integritasdannilainilaietikal. 1.2.2. Komitmenterhadapkompetensi. 1.2.3. DireksidanDewanKomisaris. 1.2.4. Filosofimanajemandangayaoperasi. 1.2.5. Strukturorganisasi. 1.2.6. Pemberianwewenangdantanggungjawab. 1.2.7. Kebijakandanprakteksumberdayamanusia. 1.2.8. EfektifitaskomitekomitedibawahdewanKomisarisdanDireksi. 1.3. Penilaian Risiko merupakan serangkaian tindakan yang dilaksanakan oleh masing masing penanggungjawab proses bisnis dalam rangka identifikasi, analisis, dan menilairisikoyangdihadapibankuntukmencapaisasaranusahayangditetapkan. Dalam melakukan evaluasi terhadap proses penilaian risiko, halhal yang harus diperhatikanadalah: 1.3.1. Tujuanperusahaansecarakeseluruhan.
28

1.3.2. Tujuanpadasetiapproses. 1.3.3. Identifikasirisiko. 1.3.4. Perubahanmanajemen. 1.4. Kegiatan Pengendalian merupakan aktifitas dan prosedur yang digunakan untuk memastikan apakah kebijakan bank telah berjalan sebagaimana mestinya. Dalam melakukan evaluasi terhadap kegiatan pengendalian halhal yang harus diperhatikanadalah: 1.4.1. Kegiatanpengendaliantergantungpadasifatrisikoyangakandikendalikan sampaitingkatyangdapatditerima. 1.4.2. Kegiatandanprosedur. 1.4.3. Kegiatanpengendaliansecaraoperasional. 1.5. Sistem Informasi dan Komunikasi harus dapat menghasilkan laporan mengenai kegiatan operasional, keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang undanganyangberlaku.Komunikasiyangefektifharusdilakukansecaraluas,baik secara vertikal, horizontal, dan lintas unit kerja. Dalam melakukan evaluasi terhadap efektifitas sistem informasi dan komunikasi harus diperhatikan halhal sebagaiberikut: 1.5.1. Kualitasinformasi. 1.5.2. Efektifitaskomunikasibaiksecarainternalmaupuneksternal. 1.6. Pemantauan dan Evaluasi harus dilaksanakan dengan baik agar dapat ditentukan kualitas kinerja dan upaya perbaikan maupun peningkatan setiap saat. Dalam melakukanevaluasiefektifitaspengawasanperludiperhatikansebagaiberikut: 1.6.1. Pemantauansecaraterusmenerus. 1.6.2. Pengawasan. 1.6.3. Pelaporanpenyimpanganproses. 2. Pedoman pokok pelaksanaan manajemen risiko (risk management) terdiri dari prinsip, kerangkakerja,danprosesmanajemenrisiko. 2.1. Prinsip manajemen risiko merupakan landasan paradigma untuk melakukan manajemen perubahan dalam pengelolaan risiko. Prinsip tersebut antara lain meliputi: 2.1.1. Bagianterpadudariprosesorganisasi. 2.1.2. Bagiandaripengambilankeputusan. 2.1.3. Secarakhususmenanganiketidakpastian. 2.1.4. Dinamis,berulang,danresponsifterhadapperubahan. 2.2. Kerangka kerja manajemen risiko merupakan sekumpulan unsurunsur yang menyediakanlandasandasardalam:
29

2.2.1. Mandatdankomitmen. 2.2.2. Perencanaankerangkakerjauntukmengelolarisiko. 2.2.3. Penerapanmanajemenrisiko. 2.2.4. Pemantauandanreviewkerangkakerja. 2.2.5. Perbaikansinambungkerangkakerja. 2.3. Proses manajemen risiko merupakan tahapan dalam melaksanakan manajemen risikoyangterdiridari: 2.3.1. Komunikasidankonsultasi. 2.3.2. Menentukan batasan atau parameter yang menjadi lingkup kerja manajemenrisiko. 2.3.3. Assesmenrisikoyangterdiridariidentifikasi,analisa,danevaluasirisiko. 2.3.4. Perlakuanataumitigasirisiko. 2.3.5. Pemantauandanreview. 3. Pedoman pokok pelaksanaan sekretaris perusahaan (corporate secretary) meliputi hal haltersebutdibawahini: 3.1. BertanggungjawabkepadaDireksi. 3.2. Bertugas untuk menyampaikan halhal yang terkait dengan kegiatan bank yang berhubungandenganpihakketigatermasukpemegangsaham(investorrelation). 3.3. Bertugas mengkoordinasikan informasi bank kepada pihak ketiga yang dipublikasikan. 4. Pedoman pokok pelaksanaan kepatuhan (compliance) terhadap ketentuan yang berlakumeliputihalhaltersebutdibawahini: 4.1. Sebagai lembaga dalam industry yang diatur secara ketat (highly regulated), kepatuhanmerupakanunsursangatpentingbagisuatubank. 4.2. Pelaksanaan fungsi kepatuhan bank merupakan kewajiban dimana di Indonesia dilakukan: 4.2.1. padasemuatingkatanorganisasidankegiatanusahabank 4.2.2. oleh Direksi dan penugasan seorang Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan 4.2.3. olehsatuankerjakepatuhan 4.2.4. denganmenumbuhkandanmewujudkanBudayaKepatuhan 4.2.5. denganmengelolaRisikoKepatuhan 4.2.6. melalui pemastian kebijakan dan ketentuan internal bank telah sesuai ketentuaneksternalyangberlaku
30

4.3. Ketaatan pelaksanaan terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku diwujudkan dengan dibentuknya unit kepatuhan yang independen dan terbebas dariconflictofinterest 4.4. Laporan hasil pelaksanaan fungsi kepatuhan memungkinkan jajaran bank untuk mengetahui dan mengambil langkahlangkah perbaikan segera maupun pencegahanatasketidakpatuhanbank. 4.5. Pelaksanaan fungsi kepatuhan bank bersifat preventif (exante) dengan tujuan untukmemitigasirisikokegiatanusahabanksecarakeseluruhan 4.6. UpayapencegahanpelanggarankepatuhanadalahtermasukantiFraud 4.7. Fungsi kepatuhan bank merupakan bagian penting dari penguatan sistem pengendalianinternalbank 4.8. Kepatuhan bank terhadap ketentuan eksternal termasuk pelaksanaan anti pencucianuangdanpencegahanpendanaanterorisme. D. StrukturGovernancedarisudutKebijakanBankdalamrangkaMelakukanUsaha PrinsipDasar Kebijakan bank dalam rangka melakukan usaha bank merupakan bagian dari struktur governance. Kebijakan tersebut dituangkan dalam 4 (empat) kelompok kebijakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan. Prinsip dasar untuk kebijakan bankdalammelakukanusahaadalahsebagaiberikut: 1. Bankharusmenyusunrencanajangkapanjang(corporateplan)sertarencanakerjadan anggaran tahunan (business plan) sebagai panduan dalam rangka mewujudkan dan tujuan dan sasaran bank yang tertuang dalam anggaran dasar serta strategi yang ditetapkan oleh Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris. Rencana jangka panjang dan tahunan tersebut juga merupakan panduan dalam mengukur keberhasilan bank bagipemegangsahamdanpemangkukepentinganlainnya. 2. Bank harus menyusun berbagai kebijakan usaha bank sesuai dengan jenis produk dan layananyangakandilakukansertakebijakanpendukungnya. 3. Bank menyusun kebijakan pengawasan untuk memastikan bahwa rencana jangka panjang dan jangka pendek dapat dicapai dan pelaksanaan kebijakan dilakukan sesuai denganprinsipkehatihatiandanpengendalianrisikobank. 4. Pelaksanaan rencana kerja, kebijakan bank dan pengawasan internal harus dilaporkan secara berkala kepada pihakpihak yang berkepentingan termasuk otoritas pengatur dan pengawas bank. Asesmen governance bank dapat dilakukan sendiri (self assessment)atauolehpihakketiga.
31

PedomanPokokPelaksanaan
1. RencanaJangkaPanjangsertaRencanakerjadanAnggaranTahunanBank

1.1. RencanaJangkapanjang(corporateplan) 1.1.1. Rencana jangka panjang merupakan rencana strategis bank dalam kurun waktu5(lima)tahun. 1.1.2. Rencana 5 (lima) tahun disusun oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisarisbank. 1.1.3. Rencana 5 (lima) tahun disusun dengan memperhatikan faktorfaktor eksternal dan internal sesuai dengan kompleksitas bank. Oleh karena itu dalampenyusunannyaharusmemperhatikanhalhaltersebutdibawahini: a. Disusun secara realistis sesuai dengan kemampuan bank dengan memperhatikan prinsip kehatihatian, penerapan manajemen risiko danazasperbankanyangsehat. b. Rencana 5 (lima) tahun dapat disusun sesuai dengan strategi pertumbuhan bank yang dapat dikategorikan kedalam pertumbuhan organicdanpertumbuhanunorganic. c. Apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan, maka rencana lima tahundapatdilakukanpenyesuaian. 1.2. RencanaKerjadanAnggaranTahunanBank 1.2.1. Rencana kerja dan anggaran tahunan bank merupakan rencana bisnis bankdalamkurunwaktu1(satu)tahun. 1.2.2. Rencana 1 (satu) tahun disusun oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisarisbank. 1.2.3. Rencana 1 (satu) tahun disusun dengan memperhatikan faktorfaktor eksternal dan internal sesuai dengan kompleksitas bank. Oleh karena itu dalampenyusunannyaharusmemperhatikanhalhaltersebutdibawahini: a. Rencana dan anggaran tahunan merupakan implementasi strategi pertumbuhanbankselarasdenganrencana5(lima)tahunanbank. b. Disusun secara realistis sesuai dengan kondisi bank dengan memperhatikan prinsip kehatihatian, penerapan manajemen risiko danazasperbankanyangsehat. c. Rencana dan anggaran tahunan harus sesuai dengan anggaran alokasi sumberdayabank.
2. KebijakanUsahaBank

2.1. Bank harus merumuskan dan menetapkan kebijakan untuk masing masing jenis produk dan layanan bank yang telah dan akan dilakukan sesuai dengan strategi
32

yang tercantum dalam rencana kerja bank. Kebijakan tersebut harus sejalan denganupayapelestariansumberdayaalamdanlingkunganhidup,yangsekurang kurangnyameliputi: a. Kebijakanpenghimpunandanamasyarakat. b. Kebijakanperkreditan. c. Kebijakanjasalayananbank. d. Kebijakanpengembanganprodukdanaktivitasbaru. 2.2. Untuk masingmasing kebijakan tersebut pada butir 2.1 harus disertai dengan kebijakan untuk mendukung operasionalisasi dari masingmasing kebijakan tersebutseperti: a. Kebijakanmanajemenrisiko. b. Kebijakanpengendalianinternal. c. Kebijakanpengembanganorganisasidansumberdaya. d. Kebijakankepatuhan(compliance)bank. e. Kebijakanakuntansi. f. Kebijakantanggungjawabsosialdanlingkungan. g. KebijakanGoodCorporateGovernance(GCG). h. KebijakanDokumentasidanPelaporan. 2.3. Bank harus membuat kebijakan tentang permodalan yang diperlukan dalam rangka mengantisipasi perkembangan usaha bank, manajemen risiko, aksesibilitas pengadaanmodalnya. 2.4. Kebijakan tersebut pada butir 2.1. dan 2.2. ditindaklanjuti dalam bentuk manual danprosedurkerja(standardoperatingprocedureSOP).
3. KebijakanPengawasan

3.1. Pengawasanterdiridaripengendalianinternaldanpengawasaneksternal. 3.1.1. Kebijakan pengendalian internal disusun dengan memperhatikan ruang lingkuptersebutdibawahini: a. Lingkunganpengendalian; b. Pengkajiandanpengelolaanrisikousaha; c. Aktivitas pengendalian yang dilaksanakan disetiap tingkatan struktur bank; d. Sisteminformasidankomunikasi; e. Pemantauandanevaluasi.
33

3.1.2. Dalam kebijakan pengawasan termasuk juga kebijakan tentang Audit Internal,AntiFraud,HukumdanKepatuhan. 3.1.3. Pengawasan eksternal dilakukan oleh kantor akuntan publik yang independensesuaidenganketentuanyangberlaku.
4. KebijakanKeterbukaanInformasidanPelaporan

4.1. Bank harus menyusun kebijakan pengelolaan dan pengungkapan informasi yang diperlukan oleh manajemen, nasabah, konsumen dan pemangku kepentingan lainnya. Bank harus menempatkan sistem atau menunjuk pejabat yang dapat memberikaninformasikepadapemangkukepentingan. 4.2. Salahsatuaspekpentingdalamkebijakanketerbukaaninformasiadalahkebijakan sistem pelaporan. Dalam penyusunan kebijakan pelaporan harus diperhatikan halhaldibawahini: 4.2.1 Bank harus membuat kebijakan tentang pelaporan yang meliputi baik laporan internal maupun laporan eksternal termasuk laporan kepada otoritaspengaturdanpengawasbank. 4.2.2 Dalam menyusun kebijakan pelaporan harus dicantumkan secara jelas bahwalaporanlaporantersebutharusdisusunsecaratepatsasaran,tepat waktu, akurat, tepat guna, lengkap, dan mencerminkan keadaan sebenarnya. 4.2.3 Kebijakan harus dimasukkan dalam sistem informasi manajemen sehingga menjadi jelas sumber pelaporannya dan pihak yang harus membaca laporan.

34

BABV PROSESGOODCORPORATEGOVERNANCE
PrinsipDasar Proses Governance merupakan cara atau mekanisme yang dilakukan oleh organ perusahaan dan jajaran dibawahnya dalam melakukan fungsi dan tugasnya untuk mewujudkan Komitmen dan Struktur Governance sehingga dapat dicapai Governance Outcome yang sesuai dengan asas good corporate governance. Prinsip dasar proses governance bank adalah sebagai berikut: 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) harus diselenggarakan sesuai dengan waktu dan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundangundangan, anggaran dasar, komitmendanstrukturgovernanceyangtercantumdalamPedomanGCGBank. 2. Fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi harus dilaksanakan atas dasar itikad baik, kehatihatian dan professional sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundangundangan, anggaran dasar, komitmendanstrukturgovernanceyangtercantumdalamPedomanGCGBank. 3. Kegiatan usaha bank harus dilakukan sejalan dengan visi, misi, nilainilai perusahaan dan strategi bank berdasarkan prinsip kehatihatian serta komitmen dan struktur governance yangtercantumdalamPedomanGCGBank. 4. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengembangan bankdandilakukanberdasarkanmeritsystemyangberbasiskompetensidanintegritas. 5. Tanggungjawabsosialdanlingkungandilaksanakanterintegrasidenganstrategibank. 6. PedomanGCGbankharusdisosialisasikankepadaseluruhjajaranbanksecarakontinyu. 7. Proses governance harus didokumentasikan dengan baik sehingga disamping sebagai alat pembuktianhukum,jugadapatmenjadibuktipelaksanaanGCG. PedomanPokokPelaksanaan A. RapatUmumPemegangSaham 1. Dalam menyelenggarakan RUPS, Direksi harus transparan dengan cara yang mudah diakses oleh pemegang saham dan pemangku kepentingan, baik dalam penetapan agenda, penyediaan bahan rapat, penyelenggaraan rapat, maupun pembuatan risalah danpengumumanhasilRUPS. 2. Pemegang saham yang hadir dalam rapat harus dapat mempersiapkan pendapat dan usulan yang akan disampaikan dalam RUPS sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.Olehkarenaitu,pemegangsahamharusdapatmemanfaatkandenganbaik bahanrapatyangdisediakanolehDireksi. 3. DewankomisarisdanDireksiharusmenyampaikanpertanggungjawabansesuaidengan tugasdanfungsimasingmasing,untukmemperolehacquitetdecharge.
35

4. Penyelenggaraan RUPS Luar Biasa, harus mencantumkan agenda yang transparan dan dipersiapkanbahanrapatdenganpenjelasansesuaidenganmaksuddantujuannya. 5. Dalam hal agenda RUPS untuk memilih anggota Direksi dan atau anggota Dewan Komisaris, RUPS harus mempertimbangkan dengan seksama caloncalon yang akan ditetapkan dengan mempertimbangkan masukan dari Dewan Komisaris yang didasarkanpadasaranKomiteNominasidanRemunerasi.RUPSjugaharusmenetapkan remunerasi yang wajar bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan didalamRUPS. B. PelaksanaanFungsi,Tugas,WewenangdantanggungjawabDewanKomisarisdanDireksi 1. PelaksanaanFungsi,Tugas,Wewenang,danTanggungJawabDireksi 1.1. Direksi harus melaksanakan fungsi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan sehingga sesuai dengan kepentingan terbaikuntukbank. 1.2. Masingmasing anggota Direksi harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian kewenangan yang telah disepakati dan dicantumkan dalam pedoman kerjaDireksi. 1.3. Oleh karena Direksi bertanggung jawab secara kolegial, maka Direksi harus menyelenggarakan rapat secara teratur sesuai dengan pedoman kerja Direksi sehingga dapat dilakukan keputusan strategis terbaik untuk bank dan dapat dilakukantukarmenukarinformasiantaranggotaDireksitentangkeputusanyang telah diambil, terutama bagi anggota Direksi yang tidak menjadi anggota komite eksekutif. 1.4. Hasil rapat Direksi dicantumkan didalam notulen rapat secara tertulis dan disahkanselambatlambatnyadalamrapatDireksiberikutnya.Dalamhalterdapat anggota Direksi yang tidak setuju dengan keputusan rapat, maka anggota Direksi yang bersangkutan harus mencantumkan alasan ketidaksetujuannya (dissenting opinion). 1.5. Anggota Direksi yang berhalangan hadir dalam rapat wajib memberitahukan alasannya secara jelas. Secara korporat, anggota Direksi yang tidak hadir harus mengetahuidanikutbertanggungjawabataskeputusanyangtelahdiambildalam rapatyangmemenuhikuorum,kecualimemberikandissentingopinion. 1.6. Notulen rapat Direksi harus dicantumkan secara jelas latar belakang, alasan, pertimbangandankesimpulanyangdiambil. 2. PelaksanaanFungsi,Tugas,Wewenang,danTanggungJawabDewanKomisaris 2.1. Dewan Komisaris harus melaksanakan fungsi, tugas, wewenang, dan tanggung jawab sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan sehingga sesuai dengan kepentinganterbaikuntukbank. 2.2. Oleh karena Dewan Komisaris bertanggung jawab secara kolektif, maka keputusan Dewan Komisaris harus diambil secara bersamasama sesuai dengan kuorum yang diperlukan. Keputusan dapat diambil melalui rapat atau melalui edaransesuaidenganketentuandalamAnggaranDasar.
36

2.3. Sesuai dengan pedoman tersebut pada angka 2.2. Dewan Komisaris harus menyelenggarakan rapat secara teratur sesuai dengan pedoman kerja Dewan Komisarissehinggadapatdilakukankeputusanstrategisterbaikuntukbankdalam rangka pengawasan dan pemberian nasehat kepada Direksi termasuk penilaian kinerjamasingmasinganggotaDireksi. 2.4. Dewan Komisaris harus mempunyai sekurangkurangnya 3 (tiga) komite yaitu KomiteAudit,KomitePemantauRisiko,sertaKomiteNominasidanRemunerasi. 2.5. Anggotakomiteterdiridarikomisarisindependen,komisarisdanprofessionaldari luar bank yang memenuhi latar belakang sesuai ketentuan yang ditetapkan otoritas pengatur dan pengawas bank. Ketua Komite Audit dan Ketua Komite PemantauRisikoharusKomisarisIndependen. 2.6. Masingmasing komite melaporkan hasil keputusan komite kepada Dewan Komisaris sehingga apabila dipandang perlu Dewan Komisaris dapat menyampaikan kepada Direksi sebagai bagian dari pengawasan dan pemberian nasehat. Aspek penilaian kinerja Direksi dibahas oleh Komite Nominasi dan RemunerasidandiputuskanolehDewanKomisaris. 2.7. Penilaian Dewan Komisaris mengenai kinerja masingmasing anggota Direksi dilaporkan dalam RUPS sebagai bagian dari keputusan RUPS dalam menetapkan remunerasidanbonusmasingmasinganggotaDireksiyangbersangkutan. C. PelaksanaanKegiatanUsahaBank 1. Pelaksanaan kegiatan usaha bank harus dilakukan sesuai dengan ruang lingkup usaha bank yang bersangkutan sebagaimana ditetapkan dalam visi, misi, strategi, dan pedomankebijakanbankyangbersangkutan. 2. Dalam melaksanakan kegiatan dari masingmasing produk dan kegiatan pendukung usaha yang telah disepakati, harus diikuti pedoman yang telah ditetapkan untuk masingmasingproduktersebut,termasuketikabisnisyangharusdilaksanakan. 3. Pembagian tugas dalam melaksanakan kegiatan masingmasing produk dan kegiatan pendukung usaha yang telah disepakati, harus ditetapkan secara jelas baik dari segi perencanaan,pelaksanaanmaupunpengawasannya. 4. Kegiatan dari masingmasing produk dan kegiatan pendukung usaha yang telah disepakati,harusselalumemperhitungkanmanajemenrisikodanpengendalianinternal denganmengacupadapedomanyangtelahditetapkan. 5. Kegiatan dari masingmasing produk dan kegiatan pendukung usaha yang telah disepakati, harus sejalan dengan upaya perlindungan konsumen (consumer protection) denganmengacupadapedomanyangtelahditetapkan. 6. Bank harus secara kontinyu menghitung kebutuhan modal untuk mendukung perkembanganusahabank.

37

7. Bank harus dapat memanfaatkan dengan seksama fungsi Satuan Kerja Pengawasan Internal (SKAI) untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan masingmasing produk dankegiatanpendukungusahayangtelahdisepakati,yangdilaksanakanolehbank. D. PengembanganSumberDayaManusia 1. Pelaksanaan rekrutmen sumber daya manusia harus dilaksanakan secara transparan sesuai dengan strategi yang telah disusun dalam melaksanakan visi, misi, dan rencana pengembanganusahabank. 2. Pelaksanaan pengembangan karir dan remunerasi didasarkan kepada kinerja dan kompetensiyangtelahditetapkandalampedoman. 3. Bank harus memelihara suasana kerja yang kondusif dengan antara lain melaksanakan denganbaikPeraturanPerusahaandanatauKesepakatanKerjaBersama(KKB). 4. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut pada angka 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga), Bankharusmenggunakanetikakerjayangtelahditetapkan. E. TanggungJawabSosialdanLingkungan 1. Pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan harus dilakukan sesuai dengan ruang lingkup usaha bank yang bersangkutan sebagaimana ditetapkan dalam visi, misi, strategi,danpedomankebijakanbankyangbersangkutan. 2. Dalam melaksanakan kegiatan dari masingmasing produk, bank harus memperhatikan aspek tanggung jawab sosial dan lingkungan, sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. 3. Penyaluran dana bank untuk keperluan tanggung jawab sosial dan lingkungan harus dilakukan secara transparan dan akuntabel sehingga dapat terhindar adanya benturan kepentingan. 4. Bank harus dapat memanfaatkan dengan seksama fungsi Satuan Kerja Pengawasan Internal (SKAI) untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial danlingkungan,yangdilaksanakanolehbank. F. SosialisasiPedomanGCGBank 1. Sosialisasi pedoman GCG bank harus dilakukan secara terencana dan kontinyu baik terhadappemangkukepentinganinternalmaupunpemangkukepentinganeksternal. 2. Sosialisasidilakukandalambentukawareness,counseling,dandisciplining. 3. Sosialisasiharusmulaidilakukanbagikaryawanbarupadasemuatingkatan. 4. Sosialisasibagipemangkukepentinganeksternaldapatdilakukandalambentukdiskusi, seminar,atauworkshopdandalamrangkaprosespelaksanaanprodukataujasabank.
38

G. DokumentasiProsesGovernance 1. Proses governance tersebut pada huruf A sampai dengan F harus di dokumentasikan sesuaidengankebutuhandanketentuanyangberlakubagimasingmasingproses. 2. Dokumentasi merupakan sumber pelaporan baik kepada otoritas pengatur dan pengawasbank,manajemen,maupunpemangkukepentingan. 3. Dokumentasi harus di simpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi masing masingprosesdanmudahdiaksessesuaidengankebutuhan. 4. Dokumentasi juga merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka menjalankan usahabankdanpembuktiantentangsuatuperistiwa. 5. Dokumentasi juga diperlukan dalam rangka penulisan sejarah bagi bank yang bersangkutan.

39

BABVI GOODCORPORATEGOVERNANCEOUTCOME
PrinsipDasar Governance outcome merupakan manifestasi dari pelaksanaan governance oleh bank yang dimulai dari governance commitment dan dilaksanakan melalui governance structure dan governance process secara terintegrasi. Sebagai implikasi dari governance outcome, bank mampu memelihara kesehatan dan kemajuan secara berkesinambungan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan harapan dari pemangku kepentingan. Governance outcome merupakan indikatorindikator capaian atas pelaksanaan kegiatan bank. Oleh karena itu governance outcome dapat dimanifestasikan dalam 8 (delapan) prinsip dasar yaitu kesinambungan usaha, efisiensi, kemanfaatan bagi masyarakat, ketaatan terhadap peraturan, perlindungan konsumen, pelestarian lingkungan, objektifitas self assessment, dan penilaian GCG dari pihak lain. Prinsip dasar yang harus diwujudkan untuk mencapai governance outcomebagibankadalahsebagaiberikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Bank mampu memelihara kesinambungan usaha sehingga dapat memenuhi kebutuhan danharapanpemangkukepentingansecaraberkelanjutan. Bank mampu mewujudkan efisiensi sebagai hasil dari kemampuan dan kapabilitas dalam mengelolabank. Bank mampu memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan dan pelayanan bagi masyarakatdanperekonomiannasional. Bank senantiasa mentaati segala peraturan perundangundangan dan ketentuan internal banksesuaidenganprinsipdasarnyasebagailembagakepercayaan. Bankmampumelindungikepentingandankebutuhannasabahsebagaikonsumen. Bankmampuberperanaktifdalammenjagadanmeningkatkantanggungjawabsosialdan lingkungan. Bank mampu melakukan self assessement yang menghasilkan penilaian obyektif mengenaikondisipenerapanGCGdibank. BankmemperolehpenilaianGCGyangbaikdariotoritaspengaturdanpengawasbankdan penghargaan pelaksanaan GCG dari lembaga penilai GCG yang memiliki reputasi yang baik.

PedomanPelaksanaan A. KesinambunganUsaha Kesinambungan usaha dapat dicapai apabila bank berkembang secara wajar dengan tetap mempertahankankesehatanbank: 1. Perkembangan bank yang wajar merupakan hasil upaya yang terukur dengan resiko yangdapatdiperhitungkan.
40

2. Bank dapat memelihara perkembangan usaha yang berkelanjutan sesuai dengan kemampuannyauntukmengembangkansumberdayainternalbank. 3. Bankmampumemeliharakesehatanyangberkelanjutansesuaidenganketentuanyang ditetapkanolehotoritaspengaturdanpengawasbank. 4. Bank mampu meningkatkan nilai perusahaan yang tercermin pada peningkatan harga saham. 5. Bank mampu mempertahankan atau meningkatkan kualitas pelayanan terhadap nasabah sebagai consumer sebagaimana tercermin dalam penilaian dari lembaga penilaijasaperbankanyangmemilikireputasi. B. Efisiensi Efisiensibankdapatdicapaiapabilabankmampumengembangkanberbagaikebijakandan prosedur dalam operasional bank. Efisiensi bank juga mempunyai pengaruh terhadap kemampuanbankdalammeningkatkanefisiensiekonominasional. 1. Bank mampu memperoleh sumber dana yang dapat disalurkan dengan suku bunga yang sesuai dengan kemampuan dunia usaha dalam mengembangkan usaha bagi kepentinganekonominasional. 2. Bank mampu mengelola sumber daya sehingga menghasilkan produktivitas yang optimal. 3. Efisiensi sumber dana dan sumber daya secara gabungan berakibat pada kemampuan bank dalam meningkatkan efisiensi ekonomi nasional melalui penetapan net interest margin. C. KemanfaatanBagiMasyarakatdanPerekonomianNasional Kemanfaatan bank bagi masyarakat tercermin dari kontribusi bank dalam memajukan dan menstabilkanperekonomiannasional. 1. Bank mampu berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas masyarakat dalam mengaksesjasabanksecaraluas(financialdeepening). 2. Bank mampu memberikan pelayanan jasa bank yang dapat diterima oleh masyarakat sehingga mampu mempertahankan nasabah dalam rangka menjaga stabilitas usaha bank. 3. Bank mampu berkontribusi dalam menstabilkan perekonomian nasional melalui peranannyadalammentaatiketentuanketentuanmakroprudensial. 4. Bank mampu mengambil inisiatif untuk secara aktif membiayai sektorsektor tertentu yangsesuaidengankebutuhanpengembanganperekonomiannasional.
41

D. KetaatanTerhadapPeraturan Ketaatan merupakan aspek sangat penting bagi bank sebagai lembaga kepercayaan dalam menjagaeksistensinyadandalammemeliharastabilitasperekonomiannasional. 1. Bank secara sungguhsungguh mentaati ketentuan mikro prudensial dari otoritas pengaturdanpengawasbankdanketentuanmakroprudensialdariotoritasmoneter. 2. Bank juga secara sungguhsungguh harus mentaati ketentuanketentuan (best and uniformpractices)yangberlakusecaraumumbagiduniaperbankan. 3. Bankharusmentaatikodeetikbankdankodeetikbankiryangdikeluarkanolehasosiasi bankdanasosiasibankirsertabankyangbersangkutansendiri. E. PerlindunganKonsumen Perlindungan terhadap nasabah dan pelanggan dapat diperoleh melalui terjaminnya keamananterhadaphakmilikdanpelayananyangsalingmenguntungkan. 1. Bank mampu menghindari dan memitigasi terjadinya kecurangan (fraud) yang dapat merugikannasabahsebagaikonsumen. 2. Bank mampu memberikan edukasi dan informasi kepada nasabah mengenai biaya, risiko, dan manfaat dari produk dan jasa bank dan atau produk dan jasa lainnya yang dipasarkanmelaluibank. 3. Bank mampu mengenal nasabah dengan baik melalui informasi yang diberikan oleh nasabah kepada bank dan karakteristik transaksi yang dilakukan oleh nasabah sebagai konsumen. 4. Bank memiliki customer complaint system yang mampu menampung ketidakpuasan konsumenterhadapjasapelayananbank. 5. Bankmampumemeliharakerahasiaandatadaninformasinasabahyangadapadabank. F. TanggungJawabSosialdanLingkungan Tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) merupakan salah satu aspek penting dari kontribusi bank dalam rangka menjaga dan meningkatkan kualitas keberlanjutan sumber dayaalamdanlingkunganhidup. 1. Bank mampu menyalurkan dana TJSL yang telah dianggarkan sesuai dengan target marketyangtelahditetapkan. 2. Bank mampu membuktikan bahwa TJSL yang diprogramkan dapat menunjang perkembanganusahabank. 3. Bankdapatmengeluarkansustainabilityreportsecaralengkap. 4. Bank dapat memastikan bahwa debitur memiliki dan melaksanakan analisis mengenai dampaklingkungan(AMDAL).

42

5. Terdapat penilaian dari pihak lain dalam bentuk award yang diberikan kepada bank dalamrangkapelaksanaanTJSLpadakhususnyadanpelestarianlingkunganhiduppada umumnya. G. SelfAssessment Self Assessment dilakukan secara obyektif sehingga dapat merepresentasikan kondisi yang sebenarnyadarikebijakandanpelaksanaanGCGdibankyangbersangkutan. 1. Self assessment dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam setahun. 2. Hasil Self Assessment harus tidak banyak berbeda dengan hasil penilaian otoritas pengaturdanpengawasbank. 3. HasilSelfAssessmenttercerminpadaapresiasidanpenghargaandaripihaklain. H. PenilaianGCGdariPengaturdanPengawasBanksertaPihakLain Salah satu manifestasi dari pelaksanaan GCG oleh bank dapat dibuktikan dengan diperolehnyapenilaian,apresiasidanpenghargaandaripengaturdanpengawasbankserta pihaklain. 1. Pengatur dan pengawas bank melakukan penilaian terhadap pelaksanaan GCG secara berkala. Karena itu penilaian tersebut merupakan indikator utama keberhasilan bank dalampelaksanaanGCG. 2. Apresiasi dan penghargaan dari lembagalembaga yang melakukan riset dan pemeringkatan mengenai pelaksanaan GCG atau aspek tertentu dari pelaksanaan GCG, jugamerupakanmanifestasidarikeberhasilanpelaksanaanGCGsuatubank.
43

BABVII FAKTORFAKTORPENUNJANGPELAKSANAANGOODCORPORATE GOVERNANCEPERBANKAN


A. BANKSEBAGAIKONGLOMERASI PrinsipDasar Dengan terintegrasinya sistem keuangan, bank dapat berkembang menjadi konglomerasi, baikbanksebagaibagiandarikonglomerasimaupunbanksebagaikonglomerasi. 1. Bank sebagai bagian dari konglomerasi harus tetap berfungsi sebagai badan hukum yang independen sehingga organ perusahaan harus berfungsi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Disamping melalui RUPS, koordinasi dengan group dalam konglomerasi dapat dilakukan melalui penyusunan bersama strategi bisnis, corporateplandanbusinessplansertaevaluasikinerjasecaraberkala. 2. Bank sebagai konglomerasi adalah bank yang memiliki anak perusahaan berupa bank laindanataulembagalembagakeuanganlain. 2.1. Sebagai pemegang saham, bank harus berpedoman pada fungsinya sebagai pemegangsahampengendalisesuaidenganprinsipdasartersebutpadabutir1. 2.2. Dalam hal bank memiliki saham pada anak perusahaan melebihi 50 persen, bank harusmembuatlaporankeuangangabungan. 2.3. Bank harus memastikan bahwa pelaksanaan GCG pada anak perusahaan dilakukan sejalan dengan pelaksanaan GCG pada bank sehingga dapat dilakukan penilaiansendiri(selfassessment)secaragabungansebagaikonglomerasi. 2.4. Bank harus membuat laporan gabungan pelaksanaan GCG kepada pengatur dan pengawasbankdalamrangkapenilaiankesehatanbanksecaragabungan. PedomanPokokPelaksanaan 1. Banksebagaibagiandarikonglomerasi Pemegang saham pengendali dari bank yang bersangkutan harus menyusun kebijakan GCG untuk grup dan anak perusahaan. Dalam hubungan antara induk perusahan dan banksebagaianakperusahaanperludiperhatikanhalhalsebagaiberikut: 1.1. Pemegang saham pengendali tidak diperkenankan intervensi dalam pelaksanaan operasionalbanksertadireksidankomisarisharusmenolakintervensitersebut. 1.2. Pemegang saham pengendali dapat melakukan koordinasi dalam penyusunan strategibisnis,corporateplandanbusinessplan. 1.3. Pengawasan oleh pemegang saham pengendali hanya dapat dilakukan melalui rapat umum pemegang saham atau koordinasi secara kebijakan dan melakukan auditsesuaidenganketentuanyangberlaku.
44

1.4. Pemegang saham pengendali harus menghindari terjadinya benturan kepentingan. 1.5. Pemegang saham pengendali dilarang menyalahgunakan mayoritas kepemilikan saham atau pengendaliannya yang dapat mengakibatkan pelanggaran prinsip GCGdibank. 1.6. Direksi dan komisaris bank harus menolak permintaan informasi mengenai bank dari pemegang saham pengendali yang tidak sesuai dengan asas kewajaran dan kesetaraan. 2. Banksebagaikonglomerasi 2.1. Dalam kedudukannya sebagai pemegang saham, bank harus mengikuti pedoman sebagaimanadimaksudpadabutir1diatas. 2.2. Sebagai perusahaan induk dalam hal memiliki saham melebihi 50%, bank harus membuat neraca gabungan. Dalam penyusunan neraca gabungan bank dapat melakukan halhal untuk memastikan kebenaran neraca dan perhitungan laba rugianakperusahaanmelalui: 2.2.1 DiskusidenganDireksidanDewanKomisarisanakperusahaan. 2.2.2 Audit atas kebenaran neraca dan perhitungan laba rugi baik secara internalmaupunmenggunakanauditoreksternal. 2.3. Untuk memastikan bahwa pelaksanaan GCG pada anak perusahan telah sejalan denganpelaksanaanGCGpadabank,harusdilakukanhalhalsebagaiberikut: 2.3.1 Pedoman GCG anak perusahaan secara sistem harus sama dengan pedomanGCGbank. 2.3.2 Sistem penilaian sendiri (self assessment) anak perusahaan harus sama dengansistempenilaiansendiridaribank. 2.3.3 Sosialisasi GCG padaanak perusahaan mengikuti pola sosialisasi GCG yang dilakukanolehbank. 2.4. Untuk menyusun laporan gabungan pelaksanaan GCG dalam rangka penilaian kesehatan bank secara gabungan, bank dapat meminta kepada anak perusahaan untuk menyusun laporan pelaksanaan GCG dengan format yang akan disampaikankepadapengaturdanpengawasbank. B. PEMEGANGSAHAM PrinsipDasar Pemegang Saham adalah pemilik modal, oleh karenanya memiliki hak dan tanggung jawab atas bank sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundangundangan. Pemegang Saham harus menyadari bahwa dalam melaksanakan hak dan tanggung jawabnya, memperhatikan kelangsungan hidup bank. Dalam prakteknya, komposisi pemegang saham pada suatu bank yang dapat mempengaruhi kualitas penerapan GCG pada bank yang bersangkutan. Komposisi pemegang saham yang dapat berpengaruh terhadappelaksanaanGCGtersebutdapatdikelompokkansebagaiberikut:
45

1. Pemegang saham pengendali merupakan perusahaan induk (konglomerasi), pemerintah,ataupemerintahdaerah.Dalamhalini,bankharustetapberfungsisebagai badan hukum yang independen sehingga organ perusahaan harus berfungsi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Disamping melalui RUPS, koordinasi dengan pemegang saham pengendali dapat dilakukan melalui penyusunan bersama strategi bisnis, corporate plan dan business plan serta evaluasi kinerja secara berkala. 2. Pemegang saham pengendali terdiri dari perorangan atau keluarga. Dalam hal ini, penyusunan kebijakan GCG dilakukan oleh bank. Disamping itu, pemegang saham pengendali tidak diperkenankan intervensi dalam pelaksanaan operasional bank serta direksidankomisarisharusmenolakintervensitersebut. 3. Tidak terdapat pemegang saham pengendali yang signifikan untuk dapat mempengaruhikeputusanpemegangsaham.Dalamhalini,penyusunankebijakanGCG dilakukan oleh bank. Disamping itu pemegang saham tidak diperkenankan praktek tiraniminoritas. PedomanPokokPelaksanaan 1. Pemegang saham pengendali merupakan perusahaan induk, pemerintah, atau pemerintahdaerah. PemegangsahampengendaliyangbersangkutanharusmenyusunkebijakanGCGuntuk grup dan anak perusahaan. Dalam hubungan antara induk dan anak perlu diperhatikan halhalsebagaiberikut: 1.1. Pemegang saham pengendali tidak diperkenankan intervensi dalam pelaksanaan operasionalbanksertadireksidankomisarisharusmenolakintervensitersebut. 1.2. Pemegang saham pengendali dapat melakukan koordinasi dalam penyusunan strategibisnis,corporateplandanbusinessplan. 1.3. Pengawasan oleh pemegang saham pengendali hanya dapat dilakukan melalui rapat umum pemegang saham atau koordinasi secara kebijakan dan melakukan auditsesuaidenganketentuanyangberlaku. 1.4. Pemegang saham pengendali harus menghindari terjadinya benturan kepentingan. 1.5. Pemegang saham pengendali dilarang menyalahgunakan dominasi kepemilikan saham atau pengendaliannya yang dapat mengakibatkan pelanggaran prinsip GCGdibank. 1.6. Direksi dan komisaris harus menolak permintaan informasi mengenai bank dari pemegang saham pengendali yang tidak sesuai dengan asas kewajaran dan kesetaraan.
46

2. Pemegangsahampengendaliterdiridariperoranganataukeluarga Penyusunan kebijakan GCG dalam hal pemegang saham pengendali terdiri dari perorangan atau keluarga dilakukan oleh bank. Dalam kebijakan GCG bank tersebut harusdicantumkanhalhalsebagaiberikut: 2.1. Pemegang saham pengendali tidak diperkenankan intervensi dalam pelaksanaan operasionalbanksertadireksidankomisarisharusmenolakintervensitersebut. 2.2. Pemegang saham pengendali harus menghindari terjadinya benturan kepentingan. 2.3. Penyusunan kebijakan GCG termasuk halhal yang berkaitan dengan peran pemegang saham pengendali dilakukan dengan mengikutsertakan pemegang sahampengendali. 2.4. PelaksanaanGCGdilaporkandalamRUPSsecaratransparan. 2.5. Pemegang saham pengendali dilarang menyalahgunakan dominasi kepemilikan saham atau pengendaliannya yang dapat mengakibatkan pelanggaran prinsip GCGdibank. 2.6. Direksi dan komisaris harus menolak permintaan informasi mengenai bank dari pemegang saham pengendali yang tidak sesuai dengan asas kewajaran dan kesetaraan. 3. Tidak terdapat pemegang saham pengendali yang signifikan untuk dapat mempengaruhikeputusanpemegangsaham PenyusunankebijakanGCGdalamhaltidakterdapatpemegangsahampengendaliyang signifikan untuk dapat mempengaruhi keputusan pemegang saham, dilakukan oleh bank.DalamkebijakanGCGbanktersebutharusdicantumkanhalhalsebagaiberikut: 3.1. Pemegang saham tidak diperkenankan intervensi dalam pelaksanaan operasional banksertadireksidankomisarisharusmenolakintervensitersebut. 3.2. Pemegangsahamharusmenghindariterjadinyabenturankepentingan. 3.3. PelaksanaanGCGdilaporkandalamRUPSsecaratransparan. 3.4. Direksi dan komisaris harus menolak permintaan informasi mengenai bank dari pemegangsahamyangtidaksesuaidenganasaskewajarandankesetaraan. 3.5. Pemegang saham tidak diperkenankan untuk melakukan acting in concert yang dapatmengakibatkanpelanggaranGCG. 3.6. Pemegangsahamtidakdiperkenankanpraktektiraniminoritas. C. PEMANGKUKEPENTINGAN PrinsipDasar Pemangku kepentingan (selain pemegang saham), adalah para pihak yang peran dan kepentingannya baik langsung maupun tidak langsung terpengaruh dan atau mempengaruhi pelaksanaan GCG bank. Para pihak tersebut antara lain terdiri dari negara,
47

pengatur dan pengawas bank, nasabah kreditur, nasabah debitur, nasabah lain, bank lain, mitrabisnis,profesipenunjang,asosiasibank,asosiasibankir,asosiasilainnyadanpegawai bank. Agar hubungan antara bank dengan pemangku kepentingan berjalan dengan baik, perludiperhatikanprinsipdasarsebagaiberikut: 1. Terhadap negara, bank harus mentaati ketentuan perundangundangan dan hukum serta penyelenggara negara. Sementara itu, penyelenggara negara wajib menjamin proses pembentukan peraturan perundangundangan dan pelaksanaannya yang dapat menunjangpelaksanaanGCG. 2. Terhadappengaturdanpengawas,bankberkewajibanuntukpatuhterhadapketentuan perundangundangan dan memelihara kesehatan bank dalam rangka melindungi kepentingan nasabah dan bermanfaat untuk perekonomian nasional. Sementara itu, pengatur dan pengawas wajib menjamin proses pembentukan peraturan perundang undanganyangmenghasilkanketentuanyangdapatmenunjangpelaksanaanGCGserta mendorongpenegakanpelaksanaanGCGpadabank. 3. Terhadap nasabah kreditur, bank berkewajiban untuk melindungi dan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, nasabah kreditur berkewajiban melakukan hubungan bisnis yang beretika dan mematuhi peraturan yang berlaku serta berpartisipasi dalam kontrol sosial secara obyektif terhadap pelaksanaan GCG di dalam bank. 4. Terhadap nasabah debitur, bank berkewajiban memelihara hubungan yang saling menguntungkan. Sementara itu, nasabah debitur berkewajiban melakukan hubungan bisnis yang beretika dan mematuhi peraturan yang berlaku serta berpartisipasi dalam kontrolsosialsecaraobyektifterhadappelaksanaanGCGdidalambank. 5. Terhadap nasabah lain, bank harus memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan nasabah yang bersangkutan. Sementara itu, nasabah lain berkewajiban melakukan hubungan bisnis yang beretika dan mematuhi peraturan yang berlaku serta berpartisipasi dalam kontrol sosial secara obyektif terhadap pelaksanaan GCG di dalam bank. 6. Terhadap bank lain, bank harus dapat menjaga persaingan secara sehat dengan tetap dimungkinkanmelakukankerjasamabisnisyangsesuaidenganprinsipGCG. 7. Terhadap mitra bisnis, bank harus bekerjasama untuk kepentingan kedua belah pihak atas dasar prinsip saling menguntungkan yang sesuai dengan prinsip GCG. Sementara itu,mitrabisnisberkewajibanmelakukanhubunganbisnisyangberetikadanmematuhi hukum yang berlaku serta berpartisipasi dalam kontrol sosial secara objektif terhadap pelaksanaanGCGdidalambank. 8. Terhadap pegawai, bank harus menjamin tidak terjadinya diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, golongan, dan jenis kelamin (gender) serta terciptanya perlakuan yang adil dan jujur dalam mendorong perkembangan pegawai sesuai dengan potensi, kemampuan, pengalaman dan ketrampilan masingmasing. Sementara itu, pegawai wajib melaksanakan tugasnya secara profesional dan bersungguhsungguh dengan integritasyangtinggi.
48

9. Terhadap profesi penunjang, bank dalam menggunakan jasanya harus secara objektif dan tidak melakukan intervensi yang dapat mengganggu profesionalisme dan etika profesidalammelaksanakantugasnya. 10. Terhadap asosiasi bank, bank wajib mengikuti ketentuan yang dikeluarkan dan memenuhikewajibanyangditetapkanolehasosiasi. 11. Terhadap asosiasi bankir, bank wajib mendorong pejabatnya untuk menjadi anggota serta mentaati ketentuan dan kode etik yang dikeluarkan dan memenuhi kewajiban yangditetapkanolehasosiasi. 12. Terhadap asosiasi lainnya yang ada hubungan dengan bank yang bersangkutan, bank wajib mendorong pejabatnya untuk menjadi anggota serta mentaati ketentuan dan kodeetikyangdikeluarkansertamemenuhikewajibanyangditetapkanolehasosiasi. PedomanPokokPelaksanaan 1. Negara 1.1. Peranbank: 1.1.1. Bankharusmentaatiketentuanyangdikeluarkanolehnegara. 1.1.2. Dalam pelaksanaannya bank hendaknya tidak hanya melaksanakan aturan yang jelas dicantumkan secara tertulis, tetapi harus juga memperhatikan latarbelakangdanmaksuddariperaturantersebut. 1.1.3. Bank harus membuat peraturan internal dalam rangka pelaksanaan setiap ketentuanyangdikeluarkanolehnegarayangadakaitannyadenganbank. 1.1.4. Bank harus melakukan pengawasan atas pelaksanaan ketentuan tersebut danmenghindariterkenanyasanksiolehnegara. 1.2. Perannegara: 1.2.1. Melakukan koordinasi secara efektif antar penyelenggara negara dalam pembentukan peraturan perundangundangan di bidang perbankan yang mencerminkan keseimbangan antara terciptanya iklim usaha perbankan yangsehat,perlindunganterhadapnasabahdanstabilitasekonomimakro. 1.2.2. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang menjamin kepastian hukum dan keadilan serta kemanfaatan bagi industri perbankan dan masyarakatpadaumumnya. 1.2.3. Mengikutsertakan pelaku industri perbankan dan masyarakat pengguna jasa bank serta masyarakat pada umumnya secara bertanggung jawab dalampenyusunanperaturanperundangundangan(rulemakingrules). 1.2.4. Menjadi teladan dalam mencegah terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme(KKN)dalampelaksanaanbisnisperbankan.
49

2. OtoritasPengaturdanPengawasBank 2.1. PeranBank 2.1.1. Bank wajib mentaati ketentuan yang dikeluarkan oleh otoritas pengatur danpengawasbankdankelazimanyangberlakubagibank(bestpractices). 2.1.2. Dalam pelaksanaannya bank hendaknya tidak hanya melaksanakan aturan yang jelas dicantumkan secara tertulis, tetapi harus juga memperhatikan latarbelakangdanmaksuddariperaturantersebut. 2.1.3. Bankharusmembuatketentuaninternaldalamrangkapelaksanaansetiap ketentuanyangdikeluarkanolehOtoritasPengaturdanPengawasBank. 2.1.4. Bank harus melakukan pengawasan atas pelaksanaan ketentuan tersebut dan menghindari terkenanya sanksi oleh Otoritas Pengatur dan Pengawas Bank. 2.1.5. BankberparitisipasiaktifdalammendukungpenerapanFinancialInclusion. 2.2. PeranOtoritasPengaturdanPengawasBank 2.2.1. Melakukan pembentukan peraturan perundangundangan dibidang perbankan yang mencerminkan keseimbangan antara terciptanya iklim usahaperbankanyangsehat,perlindunganterhadapnasabahdanstabilitas ekonomi makro dengan cara antara lain melakukan koordinasi secara efektifantarpenyelenggaranegara. 2.2.2. Melakukan pengawasan dan penegakan hukum yang menjamin kepastian hukum dan keadilan serta kemanfaatan bagi industri perbankan dan masyarakatpadaumumnya. 2.2.3. Mengikutsertakan pelaku industri perbankan dan masyarakat pengguna jasa bank serta masyarakat pada umumnya secara bertanggung jawab dalampenyusunanperaturanperundangundangan(rulemakingrules). 2.2.4. Menjadi tauladan dalam mencegah terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme(KKN)dalampelaksanaanbisnisperbankan. 2.2.5. MelakukanpengawasansecaraefektifagarBankmemeliharakesehatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan Bank melaksanakan fungsinya dalammenunjangperkembangandanstabilitasperekonomiannasional. 3. NasabahKreditur 3.1. Peranbank: 3.1.1. Memberikan pelayanan kepada nasabah atas dasar prinsip kewajaran dan kesetaraansertasesuaidenganketentuanyangberlaku.
50

3.1.2. Melindungi nasabah kreditur melalui informasi produk yang transparan, edukasi,penanganandanpenyelesaianpengaduansecararesponsif. 3.1.3. Mengungkapkan informasi yang relevan untuk memberikan edukasi bagi nasabah terhadap risiko, manfaat dan biaya yang mungkin timbul sehingga dapatdipilihprodukyangsesuaidenganprofilnasabah. 3.1.4. Melayani nasabah berdasarkan prinsip integritas dan kompetensi yang tinggi. 3.1.5. Dalam menerima dana dari kreditur dilakukan dengan memperhatikan ketentuan tentang Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme(APUPPT). 3.1.6. Memperluasnasabahkrediturdalamrangkafinancialinclusion. 3.2. PeranNasabahKreditur: 3.2.1. Menyampaikan informasi yang benar yang dibutuhkan bankterkait dengan data pribadi kreditur, sumber dana yang disimpan pada bank dan maksud tujuanberhubungandenganbank. 3.2.2. Memahami peran, hak dan kewajiban serta risiko yang mungkin dialami dalamberhubunganbisnisdenganbank; 3.2.3. Mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan bank dengan penuhkesadarandantanggungjawab; 3.2.4. Mengkomunikasikan dengan bank secara terbuka mengenai layanan yang dikehendakidankomitmenyangdapatdipenuhi. 3.2.5. MencegahterjadinyaKKN. 4. NasabahDebitur 3.1. PeranBank 4.1.1 Bankharusmemenuhidanmelaksanakan: a. Kewajibansesuaidenganperjanjiankredityangdisepakati. b. Pengawasanterhadapdipenuhinyakewajibannasabahterhadapbank. c. Pengungkapaninformasiyangrelevanbaginasabah. d. Pelayanan terhadap nasabah berdasarkan prinsip, integritas dan kompetensiyangtinggisehinggadapatmencegahterjadinyaKKN. e. Penilaian yang memadai tentang risiko sesuai ketentuan yang berlaku dan risiko lainnya sesuai dengan best practices yang dapat ditanggung olehbankdalampemberiankreditkepadadebituryangbersangkutan. f. Perlindungan nasabah debitur terhadap kewajibankewajiban yang harus dipenuhi debitur kepada bank dan menyelesaikan permasalahan dengandebitursecararesponsif.
51

4.1.2 Bankharusmemastikanbahwanasabah: a. Menyampaikan informasi kepada bank secara jujur terkait dengan kelayakan usaha, data keuangan, agunan, data pemegang saham dan organdebiturataupribadidebitur. b. Memiliki sumber dana untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjiankredit. 3.2. PeranDebitur Menyampaikan informasi memadai kepada bank secara jujur terkait dengan kelayakan usaha, data keuangan, agunan, data pemegang saham dan organ debiturataupribadidebituryangakurat,lengkap,danterkini. 4.2.1 Memahami peran, hak dan kewajiban serta risiko yang mungkin dialami dalamberhubunganbisnisdenganbank; 4.2.2 Mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan bank dengan penuhkesadarandantanggungjawab; 4.2.3 Mengkomunikasikan dengan bank secara terbuka mengenai layanan yang dikehendakidankomitmenyangdapatdipenuhi. 4.2.4 MencegahterjadinyaKKN. 4.2.5 Menggunakan dana bank sesuai dengan tujuan pemberian kredit dan melakukanpembayaransesuaidenganperjanjiankredit. 5. NasabahLainnya 5.1. PeranBank 5.1.1. Bankharusmemenuhidanmelaksanakan: a. Kewajibansesuaidenganketentuanyangberlakupadabank. b. Pengungkapaninformasiyangrelevanbaginasabah. c. Pelayanan terhadap nasabah berdasarkan prinsip, integritas dan kompetensiyangtinggisehinggadapatmencegahpraktekKKN. 5.1.2. Bank harus memastikan bahwa nasabah menyampaikan informasi kepada bank secara jujur terkait dengan maksud dan tujuan bertransaksi dengan menggunakanjasabank. 5.2. PeranNasabahLain 5.2.1. Menyampaikan informasi yang benar yang dibutuhkan bankterkait dengan maksuddantujuanbertransaksidenganmenggunakanjasabank. 5.2.2. Memahami peran, hak dan kewajiban serta risiko yang mungkin dialami dalamberhubunganbisnisdenganbank. 5.2.3. Mematuhi peraturan perundangundangan dan ketentuan bank dengan penuhkesadarandantanggungjawab. 5.2.4. Mengkomunikasikan dengan bank secara terbuka mengenai layanan yang dikehendakidankomitmenyangdapatdipenuhi.
52

5.2.5. MencegahterjadinyaKKN. 6. BankLain Baikperanbankmaupunperanbanklainadalah: 6.1. Persaingandalamindustriperbankanharusdilakukansecarasehat. 6.2. Dalam hal terjadi hubungan bisnis, para pihak harus memenuhi hak dan kewajibanmasingmasingyangmeliputinamuntidakterbataspada: 6.2.1. Adanyaperjanjiantertulisdiantaraparapihak. 6.2.2. Pengungkapan dan penyampaian informasi yang relevan dan data yang akurat. 6.2.3. Pelaksanaan komitmen dalam memenuhi kewajiban masingmasing pihak sesuaiperjanjiandanperaturanperundangan. 7. MitraBisnis 7.1. PeranBank 7.1.1. Bank harus memiliki peraturan yang dapat menjamin dilaksanakannya hak dan kewajiban mitra bisnis sesuai dengan perjanjian dan peraturan perundangundangan. 7.1.2. Bankharusmemastikanbahwaantarabankdanmitrabisnis: a. Salingmemperolehinformasiyangrelevansesuaihubunganbisnisyang dilakukan, sehingga masingmasing pihak dapat membuat keputusan atasdasarpertimbanganyangadildanwajar. b. Saling merahasiakan informasi dan melindungi kepentingan masing masing pihak, kecuali dipersyaratkan lain oleh peraturan perundang undangan. c. Saling melaksanakan hubungan kerja sesuai nilainilai etika dan peraturanperundangundangan. 7.2. PeranMitraBisnis 7.2.1. MemastikanbahwamasingmasingpihakmenerapkanGCGdalamkegiatan usahanya. 7.2.2. Mengkomunikasikan dengan bank secara terbuka mengenai transaksi dan komitmen yang dapat dipenuhi serta memberikan masukan dan atau informasitentangpelaksanaanGCGolehbank. 7.2.3. MencegahterjadinyaKKN. 8. Pegawai 4.1. PeranBank

53

4.1.1. Penerimaan dan penempatan pegawai atas dasar kemampuan bekerja dan kriteria yang terkait dengan sifat pekerjaan secara taat asas. Untuk itu harusdihindariterjadinyabenturankepetinganyangdiakibatkanhubungan kekeluargaandalamsatureportingline. 4.1.2. Penerimaan dan penempatan pegawai atas dasar kemampuan bekerja dan kriteria yang terkait dengan sifat pekerjaan secara taat asas. Untuk itu harusdihindariterjadinyabenturankepetinganyangdiakibatkanhubungan kekeluargaandalamsatureportingline. 4.1.3. Pengembangan profesionalisme, pengetahuan dan keahlian sesuai dengan kemampuansertakebutuhanBankdankaryawan. 4.1.4. Penetapan besarnya gaji, keikutsertaan dalam pelatihan, jenjang karir dan persyaratan kerja lainnya, harus secara obyektif, tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin (gender) dan kondisi fisik seseorang, atau keadaaan khusus lainnya yang dilindungi oleh peraturan perundangundangan. 4.1.5. Penyediaan lingkungan kerja yang kondusif, termasuk kesehatan dan keselamatan kerja agar setiap pegawai dapat bekerja secara kreatif dan produktif. 4.1.6. Penyediaan informasi yang perlu diketahui oleh pegawai melalui sistem komunikasiyangberjalanbaikdantepatwaktu. 4.1.7. Pemberian peluang untuk membentuk serikat pekerja dengan tetap memperhatikanperaturanperundangundangan. 4.1.8. Penyusunan sistem yang dapat menjaga agar setiap pegawai menjunjung tinggi standar etika dan nilainilai bank serta mematuhi kebijakan, peraturandanprosedurinternalyangberlaku. 4.1.9. Penyediaan infrastruktur dan organisasi untuk menangani dan menyelesaikan perselisihan hubungan industrial, pelanggaran dan internal fraud. 4.1.10. Kewajiban pegawai untuk mengambil cuti atau meninggalkan pekerjaan karena alasan tertentu (training atau penugasan) minimal 5 (lima) hari berturutturut sekurangkurangnyasetahun sekali, dalam rangka efektifitas pengendalianinternal. 4.2. PeranPegawai 4.2.1. Kewajiban sebagaimana diatur jelas didalam Peraturan Bank dan atau PerjanjianKerjaBersama. 4.2.2. Larangan menyalahgunakan nama, fasilitas, atau hubungan baik bank dengan pihak eksternal serta data dan informasi bank untuk kepentingan pribadi, orang lain yang dapat merugikan bank atau menguntungkan diri sendiri.
54

4.2.3. Hak untuk menyampaikan pendapat dan usul mengenai lingkungan kerja dan kesehjateraan pegawai baik oleh pegawai sendiri maupun melalui serikatpekerjayangadadibank,biladipandangperlu. 4.2.4. Pelaporan pelanggaran atas etika bisnis dan pedoman perilaku, serta peraturan perundangundangan yang terkait dengan bank dengan hak memperolehperlindungansebagaipelapor. 4.2.5. Kerahasiaaninformasidandatabanksertarahasiabank. 4.2.6. Cutitahunanminimal5(lima)hariberturutturut. 9. ProfesiPenunjang 9.1. PeranBank 9.1.1. Menunjukprofesipenunjangyangprofesionaldanberintegritas. 9.1.2. Memberikan tugas yang jelas meliputi lingkup kerja, tanggung jawab, dan targetwaktusesuaidengankebutuhan. 9.1.3. Tidak melakukan intervensi agar profesi penunjang dapat melaksanakan tugassecaraprofesionalsesuaidengankodeetik. 9.1.4. Melakukannegosiasihargasesuaidengankewajaran. 9.2. PeranProfesiPenunjang 9.2.1. Memberikanjasasesuaidenganstandardanetikaprofesimasingmasing. 9.2.2. MemastikanbahwamasingmasingpihakmenerapkanGCGdalamkegiatan usahanya. 9.2.3. MemberikanmasukandanatauinformasitentangpelaksanaanGCGbank. 9.2.4. MencegahterjadinyaKKN. 10. AsosiasiBank 10.1. PeranBank 10.1.1. Mematuhikodeetikperbankanyangdikeluarkanolehasosiasibank. 10.1.2. Berpartisipasiaktifdalamkegiatandanpelaksanaanperanasosiasibank. 10.1.3. Melaksanakankeputusanatauketentuanasosiasibankyangdiberlakukan terhadapbank. 10.2. PeranAsosiasiBank 10.2.1. Mendorong terciptanya GCG pada bank untuk meningkatkan kepercayaanmasyarakatdanduniabisniskepadabank. 10.2.2. Memonitor dan memberikan konsultasi atas pelaksanaan GCG pada bank.
55

10.2.3. Menciptakan kode etik perbankan serta mengawasi dan mengenakan sanksiterhadapanggotayangmelanggar. 10.2.4. Menjadi partner regulator dalam menyusun peraturan perbankan, terutamayangberkaitanlangsungdenganGCG. 11. AsosiasiBankir 11.1. PeranBank 11.1.1. Mendorong pejabatnya untuk mematuhi kode etik bankir yang dikeluarkanolehasosiasibankir. 11.1.2. Mendorong pejabatnya yang menjadi anggota asosiasi bankir dalam melaksanakan keputusan atau ketentuan asosiasi bankir yang diberlakukanterhadapanggotanya. 11.2. PeranAsosiasiBankir 11.2.1. Menciptakankodeetikbankirsertamengawasipelaksanaannya. 11.2.2. Meningkatkan kompetensi komisaris, anggota direksi beserta seluruh jajarandibawahnya. 11.2.3. Membentuk, memelihara dan mengembangkankhazanah pengetahuan (body of knowledge) profesi perbankan, dan menyelenggarakan sertifikasiprofesiperbankan. 11.2.4. Mendorong anggotanya untuk melaksanakan dan menjadi agent of changedalampelaksanaanGCG. 12. AsosiasiLainnya 12.1. PeranBank 12.1.1. Mematuhi kode etik yang dikeluarkan oleh asosiasi lain dimana bank menjadianggota. 12.1.2. Melaksanakan keputusan atau ketentuan asosiasi dimana bank menjadi anggota. 12.2. PeranAsosiasiLainnya 12.2.1. Mendorong masingmasing anggota asosiasi menerapkan GCG dalam kegiatanusahanyayangberkaitandenganbank. 12.2.2. Mengambil peran dalam pelaksanaan GCG di bank sesuai dengan profesianggotamasingmasing.
56

D. BENTURANKEPENTINGAN Prinsipdasar Benturan kepentingan (conflict of interest) adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi Direktur dan Komisaris serta jajaran dibawahnya, pemegang saham atau pihak terafiliasi dari Direktur, Komisaris atau pemegang saham, yang dapat merugikan bank. Oleh karena itu, benturan kepentingan dapat berpengaruh besar terhadap pelaksanaan kebijakan maupun pelaksanaan GCG pada bank. Untuk menghindari pengaruh negatif dari benturan kepentingan terhadap kebijakan danpelaksanaanGCGharusdiperhatikanhalhalsebagaiberikut: 1. Faktor yang menimbulkan benturan kepentingan pada bank adalah hubungan antara anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan jajaran dibawahnya dengan pemegang saham, debitur,kreditur,mitrabisnis,danprofesipenunjang. 2. Benturankepentingandenganpihakpihaktersebutpadabutir4.1dapatterjadikarena hubungan kekeluargaan, hubungan kepemilikan, hubungan keuangan, dan hubungan pertemanan. 3. Benturan kepentingan dapat menimbulkan kerugian bagi bank apabila terjadi penyalahgunaan dalam penyusunan kebijakan atau keputusan strategis, penerimaan baik langsung maupun tidak langsung dari pihak lain yang dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan, dan pemberian informasi yang menimbulkan asimetri (asymetricinformation). 4. Pencegahan dan pengelolaan benturan kepentingan serta mitigasi risiko akibat transaksi benturan kepentingan meliputi pengungkapan segala hal yang akan menimbulkan dan telah menimbulkan benturan kepentingan. Informasi mengenai benturan kepentingan dapat diperoleh melalui sistem pengaduan pelanggaran (whistleblowingsystem). 5. Untuk bank yang telah mencatatkan sahamnya di bursa, ketentuan yang berkaitan dengan benturan kepentingan mengikuti pula ketentuan yang dikeluarkan oleh pengaturdanpengawaspasarmodal. PedomanPokokPelaksanaan 1. Jenisjeniskegiatanyangdapatmenimbulkanbenturankepentingan 1.1. HubungandenganPemegangSaham 1.1.1 Pemegang saham dapat melakukan intervensi terhadap dewan komisaris, direksi, atau jajaran dibawahnya untuk melakukan tindakan yang tidak sesuaidenganaturanyangberlaku. 1.1.2 Terdapat hubungan bisnis antara pemegang saham atau perusahaan yang dimilikipemegangsahamdenganbank. 1.1.3 Pengambilalihan agunan yang diambilalih (AYDA) atau pengambilalihan aset,anakperusahaanbankolehpemegangsahamatausebaliknya.
57

1.2. HubungandenganDebitur 1.2.1 Pemberian kredit yang tidak sesuai dengan kelayakannya baik jumlah maupuntujuanpenggunaannya. 1.2.2 Pemberiankredityangtidaksesuaidenganaturanyangtelahditetapkan. 1.3. HubungandenganKreditur 1.3.1 Pemberianfasilitasyangtidaksesuaidenganaturanyangtelahditetapkan. 1.3.2 Pemberianfasilitaskepadapihaklainbukankreditur. 1.4. HubungandenganMitrabisnis Pengadaanbarangataujasayangtidaksesuaidenganaturanyangditetapkan. 1.5. HubungandenganProfesiPenunjang 1.5.1 Penunjukan profesi penunjang tidak sesuai dengan aturan yang ditetapkan. 1.5.2 Intervensiterhadaphasilkerjaatauopiniprofesipenunjang. 2. Bentukhubunganyangdapatmenimbulkanbenturankepentingan 2.1. HubunganKekeluargaan Hubungankeluargasampaidenganderajatkeduabaikhubunganvertikalmaupun horizontaltermasukmertua,menantu,danipar. 2.2. HubunganKepemilikan Terdapat kepemilikan yang sama antara anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan jajaran dibawahnya dengan pihakpihak yang memiliki jenis kegiatan sebagaimanadimaksudpadabutir1. 2.3. HubunganKeuangan Hubungan keuangan dapat dalam bentuk penerimaan penghasilan, bantuan keuanganatauhutangpiutangolehanggotaDewanKomisaris,Direksi,danjajaran dibawahnyadaripihakpihakyangmemilikijeniskegiatansebagaimanadimaksud padabutir1. 2.4. HubunganPertemanan Hubungan pertemanan dapat dalam bentuk persahabatan, kedaerahan, angkatan,danorganisasi. 3. Modusyangdapatmenimbulkanbenturankepentingan 3.1. Penyalahgunaandalampenyusunankebijakanataukeputusanstrategis Penyusunan kebijakan atau keputusan strategis dilakukan untuk mengakomodasi kepentinganpihakpihaktersebutpadaangka1. 3.2. Penerimaan dan pemberian baik langsung maupun tidak langsung dari dan ke pihaklainyangdapatmempengaruhiprosespengambilankeputusan.

58

3.2.1 Menerima baik secara langsung maupun tidak langsung baik bersifat moneter dan non moneter dari pihak lain yang dapat mempengaruhi prosespengambilankeputusan. 3.2.2 Menjanjikan untuk memberikan secara langsung maupun tidak langsung baik bersifat moneter dan non moneter kepada pihak lain yang dapat mempengaruhiprosespengambilankeputusan. 3.3. Pemberianinformasiyangmenimbulkanasimetris(asymetricinformation) Pemberian informasi kepada pihakpihak tersebut pada angka 1 yang dapat menimbulkanpeluangpersainganyangtidaksehat. 4. Pencegahandanpengelolaanbenturankepentingansertamitigasirisiko 4.1. Penyusunan aturan tentang kemungkinan terjadinya benturan kepentingan denganpihakpihaktersebutpadabutir1,dancarapencegahannya. 4.1.1 Bankharusmemilikikebijakantentangbenturankepentingan. 4.1.2 Penyusunancontohcontohbenturankepentingan. 4.2. Pengungkapan tentang adanya benturan kepentingan dan mitigasi yang perlu dilakukanuntukmencegahkerugianbank. 4.2.1 Anggota dewan komisaris, direksi, dan jajaran dibawahnya harus menginformasikantentangadanyabenturankepentingan. 4.2.2 Dalam hal pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan, pihak yang bersangkutan tidak diperkenankanikutserta. 4.2.3 Setiap tahun anggota dewan komisaris, direksi, dan jajaran dibawahnya harusmemberikanpernyataantentangbenturankepentingan. 4.3. PengendalianInternal 4.3.1 Penyusunan organisasi yang dapat menciptakan mekanisme check and balances. 4.3.2 Audit internal harus melakukan pemeriksaan terhadap terjadinya benturankepentingan. 4.4. Penangananpengaduannasabahdanwhistleblowingsystems 4.4.1 Salah satu materi pengaduan nasabah adalah tentang benturan kepentingan. 4.4.2 Pegawai diberikan kesempatan untuk menyampaikan informasi tentang adanyabenturankepentinganmelaluiwhistleblowingsystems(WBS). 4.5. Setiap bank membuat pernyataan kepada publik tentang adanya larangan bagi pegawaibankuntukmenerimahadiahataupemberiandarinasabah.
59

E. REMUNERASI Prinsipdasar Sistem Remunerasi Bank berkaitan erat dengan asas akuntabilitas serta kewajaran dan kesetaraan. Remunerasi terdiri dari gaji, bonus, tantiem, fasilitas natura, representasi, dan remunerasi berbasis saham. Oleh karena itu dalam menetapkan remunerasi bank harus memperhatikanhalhalsebagaiberikut: 1. Besaran remunerasi harus memperhatikan longterm value creation dan memperhatikandampaknyaterhadapindustri. 2. Sistem remunerasi harus mampu merefleksikan kinerja dan risiko yang ditimbulkan baik secara korporat maupun individual serta cukup menarik untuk mempertahankan sumberdayamanusiayangberkualitas. 3. Besaran remunerasi harus merefleksikan kewajaran dalam peer bank dan tidak diperbandingkandenganindustrilain. 4. Rentangremunerasiyangwajarantarjenjangdalamstrukturorganisasibank. PedomanPokokPelaksanaan 1. Besaranremunerasi 1.1. Besaran remunerasi harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan bank denganmemperhitungkansustainabilitybank. 1.2. Besaran remunerasi harus memperhatikan dampaknya terhadap industri dalam arti bahwa bank yang berperan sebagai market leader harus memperhatikan efeknyaterhadapbanklainnya. 1.3. Besarangajimenurutketentuanyangberlakutidakbolehditurunkan,olehkarena itupenetapanbesarangajiharusmemperhatikansustainabilitybank. 2. Sistemremunerasi 2.1. Penetapan remunerasi harus merefleksikan kinerja korporasi dan kinerja serta risikoindividualsecaraproporsional. 2.2. Penetapanremunerasiharusdikaitkandenganrisikobankyangtelahterjadi. 2.3. Sistem remunerasi cukup menarik untuk mempertahankan sumber daya manusia yangberkualitas 3. Kewajaranremunerasidalampeerbank 3.1. Besaranremunerasiharusmemperhatikanpeergroupdaribank. 3.2. Remunerasi industri perbankan tidak dapat dibandingkan secara linier dengan industrilain. 4. Rentangremunerasi 4.1. Rentang remunerasi antar satu jabatan dengan jabatan lainnya ditetapkan secara wajarsesuaidengantanggungjawabjabatanyangbersangkutan.
60

4.2. Rentang remunerasi antara yang tertinggi dengan terendah harus diungkapkan secaraterbuka. F. PEDOMANPRAKTISPELAKSANAANGOODCORPORATEGOVERNANCEPADABANK PrinsipDasar Keberhasilan implementasi GCG pada bank dan industri perbankan ditentukan oleh beberapahalberikutini: 1. Komitmen dari Organ Perusahaan dan seluruh jajaran dibawahnya yang dilandasi oleh itikad baik untuk menerapkan GCG secara sistematis, konsisten dan berkesinambungan. 2. Penciptaan sistem dan mekanisme implementasi GCG di semua lapisan secara sistematis, konsisten dan berkesinambungan untuk semua pihak dalam bank dan pemangkukepentingan. 3. Penyesuaian kebijakan dan peraturan internal bank dengan pedoman GCG pada masingmasingbank. 4. Dukungandariotoritaspengaturdanpengawasbanksertapemangkukepentingan. 5. Disclosure mengenai penerapan GCG dan kesesuaiannya dengan pedoman GCG perbankanyangdikeluarkanolehKNKG. PedomanPokokPelaksanaan 1. KomitmendariOrganPerusahaandanseluruhjajarandibawahnya. 1.1. Komitmen harus dilandasi oleh itikad baik untuk menerapkan GCG secara sistematis,konsistendanberkesinambungan. 1.2. Komitmenharusdituangkandalamberbagaikebijakandanpedomansebagaimana diuraikanpadaBabII. 2. PenciptaansistemdanmekanismeimplementasiGCGdisemualapisan. 2.1. Penciptaan sistem dan mekanisme implementasi GCG harus dilakukan secara sistematis,konsistendanberkesinambungan. 2.2. Penciptaan sistem dan mekanisme dilakukan dengan berpedoman pada Bab II sampaidenganBabV. 2.3. Sistem dan mekanisme harus terus menerus di review dan disempurnakan sesuai dengankebutuhandanperkembanganbank. 3. PenyesuaiankebijakandanperaturaninternalbankdenganpedomanGCG. 3.1. Kebijakan dan peraturan internal bank termasuk standard operating procedure harussejalandengankebijakanGCGyangtelahditetapkan.

61

3.2. Asas GCG harus tercermin dalam semua kebijakan dan peraturan internal bank baik yang berkaitan dengan usaha bank maupun berkaitan dengan manajemen internbank. 3.3. Setiap pengembangan produk atau inisiatif baru harus dikaji dengan seksama kesesuaiannyadenganpedomanpadaBabIsampaidenganBabV. 4. Dukungandariotoritaspengaturdanpengawasbanksertapemangkukepentingan. 4.1. Dukungan dari otoritas pengatur dan pengawas bank diberikan dalam bentuk peraturanGCGyangjelasdandapatdikenakansanksi. 4.2. Dukungan otoritas pengatur dan pengawas bank juga dapat diberikan dalam bentukpenilaianyangseksamatentangpelaksanaanGCGpadabank. 4.3. Dukungan pemangku kepentingan diberikan dalam bentuk masukan yang obyektif tentangpelaksanaanGCGolehbankdarisudutpandangpemangkunkepentingan. 5. Disclosure mengenai penerapan GCG dan kesesuaiannya dengan pedoman GCG perbankanyangdikeluarkanolehKNKG. 6.1. Dalam laporanlaporan yang dipublikasikan oleh bank yang memuat laporan mengenai GCG, harus disertai pernyataan tentang kesesuaian penerapan GCG bankdenganpedomanGCGyangdikeluarkanolehKNKG. 6.2. Dalam hal belum seluruh aspek pedoman GCG dapat dilaksanakan, bank harus mengungkapkan aspek yang belum dilaksanakan tersebut beserta alasannya, dan rencanarencanauntukmemenuhinya.
62

GLOSARIUM

No. Istilah 1. acquitetdecharge 2. AuditCommitteeCharter 3. BenturanKepentingan

Penjelasan
Pemberianpelunasandanpembebasansecarakorporat kepadaDireksidanDewanKomisaris. PiagamKomiteAudityangmemuataturanaturanyang berkaitandenganKomiteAudit.

Keadaan dimana terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, angggota Dewan Komisaris danDireksi,sertakaryawanperusahaan.
Mekanismepengawasantimbalbalikantarduaorganyaitu DireksidanDewanKomisaris

4. CheckandBalanceMechanism 5. CompanyListing

Suatumetodepencatatansaham(listing)diBursaEfek dimanaseluruhmodaldisetordicatatkandiBursaEfek. MetodelainpencatatansahamadalahPartialListing.


Penilaianterhadapnasabahdalamrangkamengenalkondisi dankemampuannasabah

6. CustomerDueDiligence 7. Debttoequityswap

Suatu metode restrukturisasi utang dengan cara menukar tagihan kreditur menjadi penyertaan saham. Melalui metode ini, posisi kreditur berubah menjadi pemegangsaham.
Perbedaanpendapatdalampengambilankeputusan Kewajibanuntukmelaksanakantugassecarajujurdan bertanggungjawab Perluasanpelayananfinansialkepadamasyarakat PenilaiankelayakandankepatutananggotaDireksidan DewanKomisarissertaPemegangSahamPengendalioleh pengaturdanpengawasbank Sistimkepegawaianyangmengutamakankinerja

8. DissentingOpinions 9. FiduciaryResponsibility 10. FinancialDeepening 11. FitandProperTest 12. MeritSystems 13. MitraBisnis

14. PemegangSahamPengendali (PSP)

MitraBisnisdalampedomaninimeliputitetapitidak terbataspadapemasokkebutuhanbankseperti vendor,kontraktor,danperusahaanlainyangmemiliki hubungandenganbank Pemegang Saham Pengendali adalah badan hukum danatauperorangandanataukelompokusahayang: memiliki saham Bank sebesar 25% atau lebih dari jumlah saham yang dikeluarkan Bank dan mempunyaihaksuara; memiliki saham Bank kurang dari 25% dari jumlah saham yang dikeluarkan Bank dan mempunyai hak suara namun dapat dibuktikan telah melakukan pengendalian Bank baik secara langsung maupun tidaklangsung.
63

15. PrimusInterPares 16. ProfesiPenunjang

17. Right

orang pertama yang sederajat dengan pemimpinpendahulunya(firstamongequal) ProfesiPenunjangdalampedomaninimeliputitetapi tidakterbataspadaakuntanpublik,perusahaan pemeringkat(ratingagency),notaris,danpenasehat hukum. Rightmerupakansuratberhargayangdapatdikonversi menjadisaham.RightmerupakanHakMemesanEfek TerlebihDahulu(HMETD)yangdimilikipemegang sahamatassahambaruyangditerbitkanperusahaan (rightissue).
SistemduabadanyaituDireksidanDewanKomisaris

18. TwoBoardSystems 19. SelfAssessment

Penilaiankesehatansuatubankyangdilaksanakan sendiriolehbankyangbersangkutan. 20. WhistleblowingSystems(WBS) Suatusistemyangdisediakanbagipegawaibankuntuk mengungkapkanataumelaporkansuatutindakan pelanggaranhukumkepadamanajemenbank.

64

TimPenyusunPenyempurnaanPedomanGoodGovernancePerbankan KomiteNasionalKebijakanGovernance
Ketua :Binhadi(KNKG) WakilKetua :JosLuhukay(KNKG) Anggota : 1. MasAchmadDaniri 2. IrwanHabsjah 3. MaulanaIbrahim 4. YunusHusein 5. JohnPrasetio 6. Suwartini 7. AchiranPanduDjajanto 8. HarrySusetyoNugroho 9. TeguhSupangkat 10. PungkyPurnomoWibowo 11. EdiSetijawan 12. NurainiYuanita 13. OnaRetnestiSwamingrum 14. LasdiniPurwanti 15. TjandraNyataKusuma 16. EvieSulistyani 17. BambangEkoBudiPrasetyo 18. HimawanE.Subianto 19. YonatanHermanto 20. JunindarSudrajat 21. EffendiKurniawan 22. PriyoPrakoso 23. EnnyRantihSofyan 24. Suroso 25. LucyanaPandjaitan 26. GendutSuprayitno 27. HendyFakhruddin 28. QuatrinLubis

(KNKG) (KNKG) (KNKG) (KNKG) (KNKG) (KNKG) (KNKG/KementerianBUMN) (KementerianBUMN) (BI) (BI) (BI) (BI) (BAPEPAMLK) (BAPEPAMLK) (BAPEPAMLK) (BAPEPAMLK) (BAPEPAMLK) (PERBANAS) (PERBANAS) (PERBANAS) (PERBANAS) (PERBANAS) (PERBANAS) (PERBANAS) (Penyelaras) (IICG/Penyelaras) (KNKG/Sekretariat) (KNKG/Sekretariat)

65

LEMBAGAPENDUKUNG TIMPENYUSUNPEDOMANGCGPERBANKAN

1.

KomiteNasionalKebijakanGovernance(KNKG)

2.

BankIndonesia(BI)

3.

BadanPengawasPasarModaldanLembagaKeuangan(BAPEPAMLK)

4.

PerhimpunanBankBankUmumNasional(PERBANAS)

5.

KementerianBUMN

66

NARASUMBER PEDOMANGCGPERBANKAN
BankIndonesia BankIndonesia BAPEPAMLK PT.BankTabunganPensiunanNegaraTbk.(BTPN) BAPEPAMLK BAPEPAMLK BAPEPAMLK PT.BankTabunganNegara(Persero)Tbk. BAPEPAMLK PT.BankCIMBNiagaTbk. BankIndonesia BAPEPAMLK PT.BankRakyatIndonesia(Persero)Tbk. PT.BankCIMBNiagaTbk. PT.BankMandiri(Persero)Tbk. StandardCharteredBank PERBANAS PT.BankDKITbk. PT.BankBJBTbk.

1. AgusSugiarto 2. AhmadSathori 3. AmsalChandraAppy 4. AnikaFaisal 5. AnisBaridwan 6. BasukiPurwadi 7. DjustiniSeptiana 8. DjagatBimawan 9. EttyRetnoWulandari 10. IndahBudiana 11. IrwanLubis 12. IsaRahmatarwata 13. JarotEkoWinarno 14. LydiaWulanTumbelaka 15. OgiPrastomiyono 16. RachmadSetiawan 17. SigitPramono 18. YeniSugiharto 19. ZaenalAripin


67

ANGGOTAKOMITENASIONALKEBIJAKANGOVERNANCE

Pengarah

:SriMulyaniIndrawati SofyanA.Djalil TaufikEffendi JusufAnwar MarieMuhammad :MasAchmadDaniri :HoeseinWiriadinata

Ketua WakilKetua/Sekretaris

SubKomiteKebijakanPublik YunusHusein(Ketua) Waluyo(WakilKetua) BambangWidjojanto IGedeRaka

SubKomiteBidangKorporasi JosLuhukay(Ketua) Binhadi(WakilKetua) AnisBaridwan FredBGTumbuan Suwartini HotbonarSinaga IrwanHabsjah NokeKiroyan RatnaDjanuarita RoySembel SubartoZaini AntoniusAlijoyo JohnA.Prasetio

SahalaLumbanGaol Soenarno

MaulanaIbrahim SafriNugraha TediPawitra Komaruddin KemalStamboel

MartionoHadianto A.PanduDjajanto

68