Anda di halaman 1dari 33

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Tn. S LANJUT USIA DENGAN ASMA A. PENGKAJIAN 1. Pengumpulan Data a.

Data Biografi Nama : Bp. S TTL : 10 Oktober 1940 Pendidikan Terakhir : SR Agama : Islam Status Perkawinan : menikah TB / BB : 165 cm / 58 kg Penampilan umum : Ciri-ciri tubuh : tinggi, kurus, badan masih terlihat bugar Alamat : Bulakpelem RT/RW 01/02 No. 30 Sragi Orang terdekat yang bisa dihubungi : Hubungan dengan lansia : anak / tetangga Alamat & No. Telp : Bulakpelem, Sragi b. Riwayat Keluarga 1) Pasangan

Masih hidup, bernama Ibu M, keadaan sehat, pekerjaan ibu rumah tangga, alamatnya tinggal bersama suaminya 9istri kedua), istri pertama meninggal. 2) Anak Dari istri pertama mempunyai anak 3, 2 anak sudah berkeluarga, tinggal 1 anak belum menikah tinggal bersama Bp. S. Dari istri kedua mempunyai anak 3 orang, anak pertama sudah berkeluarga tapi tidak serumah, anak kedua masih SMA, dan anak ke-3 SMP, keduanya tinggal serumah.

Genogram :

Ket : : laki-laki : perempua n : laki-laki meninggal : perempuan meninggal : pasien : tinggal dalam satu rumah c. Riwayat Pekerjaan

Bpk S mengatakan sudah tidak bekerja lagi, anaknya yang dari istri pertama yang tinggal serumah menjadi tulang punggung. d. Riwayat Lingkungan Hidup Tempat tinggal di rumah, ada 5 orang yang tinggal dalam satu rumah. e. Riwayat rekreasi Bpk S mengatakan kadang ikut pengajian, kadang di rumah atau berkunjung ke rumah anaknya di luar kota. f. Sistem Pendukung Apabila Bpk S asmanya kambuh maka dibawa ke dokter, puskesmas bahkan pernah di opname di RSUD Kraton selama 4 hari. Jarak puskesmas ke rumah kurang lebih 4 km. g. Deskripsi Kekhususan Ketika asma kambuh Bpk S kadang menggunakan kompres hangat, selain itu minum obat tradisional seperti mengkudu, mengurangi asin. Klien mengatakan bahwa klien belum mengerti dan tahu bagaimana cara menanggulangi asma. h. Status Kesehatan 1) Status kesehatan saat ini a) Bpk S tadinya menderita asma dari tahun 2007 ketika tahun 2008 / ketika dilakukan pengkajian asma klien sudah sembuh/jarang kambuh. Ketika klien ditanyakan obat asma apa yang pernah dikonsumsi, klien mengatakan lupa. b) Status imunisasi, klien tidak menjalani imunisasi.

c) Alergi, Bpk S tidak mempunyai alergi terhadap makanan, bulu binatang, akan tetapi jika terjadi perubahan cuaca, klien merasa sesak napas. d) Penyakit yang diderita saat ii, tadinya asma, asma sembuh. e) Diit, tidak ada masalah terhadap nafsu makan hanya saja klien masih menggunakan garam berlebih. 2) Status kesehatan masa lalu Bpk S mengatakan dari kecil Bpk S tidak pernah menderita penyakit serius/kronis hanya saja kadang pilek, demam, batuk. Tapi ada riwayat asma dari keluarga sebelumnya. i. ADL (activity daily living) berdasarkan indeks KATZS Berdasarkan pengkajian didapatkan data bahwa : kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian, mandi, maka skore A. j. Tinjauan Sistem 1) Keadaan umum a) Baik, tapi dalam berbicara sepertti terengah-engah. Posisi duduk dengan kedua tangan memegang lutut, badan dicondongkan ke depan, nafsu makan baik, tidak ada masalah. Dalam 1 minggu ini klien mengeluh demam, keringat dingin kadang-kadang (apabila batuk pada malam hari) TD : 150/80mmHg Nadi : 86 x/menit Suhu : 37C Rr : 22 x/menit

b) Tingkat kesadaran : kompos mentis c) Skala Cana Glasgolo (GCS) (1) Respon pembukaan mata : 4 (2) Respon verbal : 5 (3) Respon motorik : 6

15 d) TTV TD : 150/80mmHg Nadi : 86 x/menit Suhu : 37C Rr : 22 x/menit e) Sistem kardiovaskular Nyeri dada tidak ada, sesak napas ada jika klien melakukan aktivitas berat. f) Sistem pernafasan Inspeksi : tidak ada benjolan, ketika bicara seperti terengah-engah Palpasi : foral femitus kanan dan kiri sama Perkusi : suara sonor Auskultasi : suara vesikuler

Sesak jika aktivitas berat, batuk biasanya pada malam hari g) Sistem integumen Kulit sudah tidak elastis, Turgor kulit dicubit kembali ke keadaan semula agak lama tidak priritus, ada perubahan pigmentasi seperti ada bercak-bercak hitam dibagian tubuh pasien, rambut berwarna kelabu (beruban), kuku sudah tidak bening. h) Sistem perkemihan Klien mengatakan urin keluar lancar dan tidak ada keluhan i) Sistem muskuloskeletal Klien mengatakan persendiannya sering sakit, sendi kaku, tapi tidak ada deformitas, nyeri punggung dan sering pegal j) Sistem endokrin Adanya pigmentasi kulit berupa bercak-bercak hitam pada tubuh klien, rambut berwarna keabu-abuan (beruban) k) Sistem imun Sistem imun agak berkurang yaitu dengan seingnya pasien terkena flu, demam, sakit kepala, kaki sering gemetar l) Sistem Gatrointestinal Mual jika gosok gigi kadang ingin muntah, tidak hemoroid, defekasi lancar tapi kadang konstipasi, nafsu makan masih baik m) Sistem Reproduksi Klien mengatakan tidak mempunyai penyakit kelamin

n) Sistem Persyarafan Klien mengatakan sering pusing, kesemutan, gemetaran terutama pada bagian kaki o) Hemopoetik Tidak ada pembekakan kelenjat limfe, tidak anemia (konjungtiva merah muda), tidak pernah transfusi darah p) Kepala Tidak ada luka di kepala, sakit kepala q) Mata Tidak memakai lensa kontak, penglihatan sudah agak kabur r) Telinga Fungsi pendengaran sudah agak berkurang s) Hidung Fungsi penciuman masih normal, keluhan kadang flu (dalam seminggu ini) t) Mulut/Tenggorokan Perubahan suara (ketika berbicara terengah-engah), tidak memakai gigi palsu, tidak sakit tenggorokan u) Leher Tidak ada pembesaran kelenjar titoid v) Payudara

Tidak ada benjolan k. Status Kognitif/Afektif/Sosial 1) Status kognitif : mengetahui fungsi intelektual, dengan shart pottable mental status questionare (SPMSQ) Pertanyaan Jawaban 1. Tanggal berapa hari ini? 27 2. Hari apa sekarang Minggu, 27 (hari, tanggal, bulan, tahun) 3. Apa nama tempat ini? Bulak Pelem 4. Berapa nomor telepon anda? Tidak punya 4a. Dimana alamat anda? Bulak Pelem, Rt/Rw: 01/02 No. 30 5. Berapa umur anda? 59 tahun 6. Kapan anda lahir tahun 50-an 7. Siapa presiden Indonesia sekarang? SBY 8. Siapa presiden sebelumnya Soeharto 9. Siapa nama kecil ibu anda? Lupa 10. 20 - 3 berapa ? 17 Penilaian SPMSQ Kesalahan 6 kesalahan (5-7) fungsi inteletual sedang

2) Status afektif : untuk mengetahui tingkat depresi dengan inventaris depresi back Skore 0 0 1 0 0 C. Rasa Kegagalan 0 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya 0 D. Ketidakpuasan 0 Saya tidak merasa tidak puas 1 E. Rasa Bersalah 0 Saya merasa sangat bersalah 1 F. Tidak Menyukai Diri Sendiri 0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri 0 G. Membahayakan Diri Sendiri Saya tidak merasa mempunyai pikiran-pikiran mengenai membayakan diri sendiri H. Menarik Diri dari Sosial Saya tidak kehilangan minat kepada orang lain I. Keragu-raguan Saya berusaha mengambil keputusan Urutan A. Kesedihan Saya merasa sedih B. Pesimisme Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan

J. Perubahan Gambaran Diri Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari sebelumnya K. Kesulitan Kerja Saya memerlukan upaya tambahan untuk memulai melakukan sesuatu L. Keletihan Saya tidak lebih lelah dari biasanya M. Anoreksia Nafsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya Penilaian : Jumlah 5 depresi ringan. Ket : (Jumlah 5 7 depresi ringan) 3) Status sosial : Apgar Keluarga APGAR KELUARGA No 1. Fungsi Adaptasi Uraian Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga (teman-teman) saya untuk membantu pada waktu saya mengalami kesusahan Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya membicarakan sesuatu dengan saya dan mengungkapkan masalah dengan saya Saya puas bahwa keluarga (teman-teman) saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan Skor 2

2.

Hubungan

3.

Pertumbuhan

aktivitas baru 4. Afeksi Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosiemosi saya, seperti marah, sedih dan mencintai Saya puas dengan cara keluarga (teman0teman) saya menyediakan waktu bersama saya 1

5.

Pemecahan

6 Penilaian : Nilai 4 6 : disfungsi keluarga sedang Milai 6 maka disfungsi keluarga sedang 1. Pengelompokan Data DS : - Tn. S mengatakan jika terjadi perubahan cuaca klien merasa sesak nafas - Tn. S mengatakan asma jarang kambuh - Tn. S mengatakan menggunakan garam lebih - Tn. S mengatakan nafsu makan baik tidak ada masalah - Tn. S mengatakan sesak nafas jika melakukan aktivitas berat - Tn. S mengatakan persendian sakit - Tn. S mengatakan nyeri punggung dan sering pegal - Tn. S mengatakan kadang pilek, demam, dan batuk

- Tn. S mengatakan ada riwayat asma dikeluarga sebelumnya - Tn. S mengatakan bahwa klien belum mengerti dan belum tahu bagaimana cara menanggulangi asma - Tn. S mengatakan bahwa dahulu tidak menjalani imunisasi DO : - Dalam berbicara terengah-engah - Waktu duduk kedua tangan memegang lutut, badan di condongkan ke depan - TD : 150/80 mmHg - N : 86 x/mnt - S : 370 C - Rr : 22 x/mnt - Tidak ada deformitas sendi kaku - Sistem imun menurun ditandai dengan : pasien rentan terkena flu, demam, sakit kepala - Fungsi interektual sedang - Depresi ringan - Disfungsi keluarga sedang - Keluar keringat dingin pada malam hari apabila batuk 2. Analisa Data a. DS : - Jika terjadi perubahan cuaca klien akan merasa sesak nafas - Ada riwayat asma dikeluarga sebelumnya - Dahulu klien tidak mengikuti imunisasi - Sesak nafas jika melakukan aktivitas berat

- Klien mengatasakan batuk pada malam hari disertai keringat dingin DO : - Klien ketika berbicara terengah-engah - Posisi duduk kedua tangan memegang lutut, badan dicondongkan ke depan - Rr : 22 x/mnt E : Gangguan suplai oksigen (obstruksi jalan nafas oleh spasme bronkus, jebakan udata) P : Resiko terjadi asma berulang Dx : Resiko terjadi asma berulang b. DS : - Klien mengatakan bahwa pasien rentan terkena flu, demam, sakit kepala - Klien mengatakan batuk pada malam hari, kadang disertai keringat dingin DO : - Rr : 22 x/mnt - N : 86 x/mnt - Usia 68 tahun, maka sistem imun berkurang E : Tidak adekuatnya imunitas, pertahanan utama (penurunan kerja silia) P : Resiko tinggi terhadap infeksi Dx : Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya imunitas, pertahanan utama (penurunan kerja silia) c. DS : Klien mengatakan bahwa klien belum mengerti dan belum tahu bagaimana cara menanggulangi asma DO : - Ketika ditanya bagaimana cara mengatasi asma, klien mengatakan tidak tahu

- Fungsi intelektual sedang - Pasien lansia berumur 68 tahun E : Kurang informasi, kurang mengingat P : Kurang pengetahuan mengenai begaimana cara mengatasi/menanggulangi asma Dx : Kurang pengetahuan mengenai bagaimana cara mengatasi/ menanggulangi asma berhubungan dengan kurang informasi, kurang mengingat 3. Prioritas Masalah a. Resiko terjadi asma berulang b. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya imunitas pertahanan utama (penurunan kerja silia) c. Kurang pengetahuan mengenai bagaimana cara mengatasi/menanggulangi asma berhubungan dengan kurang informasi, kurang mengingat

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional 1 Resiko terjadi asma Setelah dilakukan - Kaji frekuensi - Berguna dalam evaluasi berulang, ditandai dengan kunjungan dan kedalaman derajat disters : keperawatan nafas, pernapasan/kronisnya selama 1 kali, ketidakmampu proses penyakit maka klien dapat : an bicara DS : - Pengiriman O2 dapat - Jika terjadi - Anjurkan untuk diperbaiki dengan - Jika terjadi perubahan perubahan tinggalkan posisi duduk tinggi cuaca klien akan cuaca klien kepala tempat merasa sesak nafas akan merasa tidur/ bantu - Sebagai salah satu cara sesak nafas pasien untuk untuk menentukan - Ada riwayat asma dalam memilih posisi intervensi secara tepat keluarga yang mudah - Sesak berkurang - Kental, tebal dan - Sesak nafas jika

No

Diagnosa melakukan aktivitas berat

Tujuan jika beraktivitas

Intervensi untuk bernafas

- Klien tidak - Identifikasi - Klien batuk pada malam batuk pada penyebab hari disertai keringat malam hari dingin - Anjurkan untuk - Berbicara tidak mengeluarkan DO : terengah-engah sputum - berbicara terengahengah - Posisi duduk condong ke depan sambil memegang lutut. Rr : 22 x/mnt - Posisi duduk tegap tidak condong ke depan - Rr : normal - Anjurkan klien untuk menghindari agen sedatif

Rasional banyaknya sekresi adalah sumber utama gangguan pertukaran gas pada jalan napas kecil - Dapat menekan pernafasan dan melindungi mekanisme batuk - Faktor lingkungan ini dapat menimbulkan iritasi bronkheia

- Hindari agen penyebab asma (misal lingkungan dengan suhu eksterm, serbuk, asap tembakau, populasi, udara, dan lain-lain) 2 Resiko tinggi terhadap Setelah dilakukan - Anjurkan pasien - Demam dapat terjadi infeksi berhubungan kunjungan untuk awasi karena dengan tidak adekuatnya keperawatan suhu (mis : jika infeksi/dehidrasi imunitas, pertahanan selama 1 x maka : terjadi panas) utama (penurunan kerja - Aktivitas ini silia). Ditanda dengan : - Klien dapat - Kaji pentingnya meningkatkan menjaga latihan nafas, mobilisasi dan DS : kondisi tubuh perubahan pengeluaran sekret agar tidak posisi sering untuk menurunkan rentan terhadap (mis : berikan resiko terjadinya - Klien mengatakan penyakit posisi infeksi paru bahwa pasien rentan semifowler jika terkena flu, demam, sesak kambuh) - Menurunkan konsumsi sakit kepala - Klien tidak rentan terhadap atau kebutuhan batuk terutama - Anjurkan klien keseimbangan O2 - Klien mengatakan batuk pada malam untuk meningkatkan pada malam hari, hari yang melakukan penyembuhan kadang disertai kadang disertai aktivitas yang keringat dingin keringat dingin dapat - Mencegah penyebaran dikerjakan oleh patogen melalui cairan DO : - TTV

No

Diagnosa - Rr : 22 x/mnt - N : 86 x/mnt - Usia : 68 tahun, maka sistem imun berkurang

Tujuan dipertahankan

Intervensi klien - Tunjukkan dan bantu pasien tentang pembuang tisue, tekankan cuci tangan yang benar

Rasional - Malnutrisi dapat mempengaruhi kes umum dan menurunkan tahanan terhadap infeksi

- Diskusikan kebutuhan nutrisi adekuat 3 Kurang pengetahuan Setelah dilakukan - Jelaskan proses - Menurunkan ansietas tentang bagaimana cara kunjungan penyakit dan dapat mengatasi/menanggulangi keperawatan individu menimbulkan asma berhubungan selama 1 x maka : perbaikan partisipasi dengan kurang infromasi, pada rencana - Instruksikan kurang mengngat, pengobatan - Klien tahu untuk latihan ditandai dengan : tentang asma nafas dan batuk dan tanda efektif - Nafas bibir dan nafas DS : gejalanya abdominal/diagfragma tik menguatkan otot pernafasan, membantu - Klien mengatakan - Klien tahu cara meminimalkan kolaps bahwa klien belum menanggulangi jalan nafas kecil dan mengerti dan belum asma/mencegah membentu mengontrol tahu bagaimana cara asma dispnea menanggulangi asma DO : - Ketika ditanya bagaimana cara mengatasi asma, klien mengatakan tidak tahu - Fungsi intelektual sedang - Pasien lansia umu 68 tahun

IMPLEMENTASI

No. Dx 1.

Tindakan 1. Mengukur TTV 2. Menganjurkan klien untuk meninggikan kepala tempat tidur jika klien merasa berat 3. Menganjurkan klien mengeluarkan sputum, jika sputum banyak dan menutupi jalan nafas 4. Menanyakan penyebab kambuhnya sama 5. Menganjurkan klien untuk menghindari agar penyebab asma misal : lingkungan suhu yang eksterm, serbuk, asap tembakau

Respon S : klien mengatakan sering pusing, kadang sesak O : Suhu 370 C Rr : 22 x/mnt N: 86 x/mnt TD: 50/80 mmHg S : Klien akan melakukannya O: S : Klien mengatakan sputum sedikit O : Sputum sedikit S : Klien mengatakan asma kambuh jika terjadi perubahan cuaca eksterm O: S : Klien mengatakan tidak merokok dan berusaha/mau menghindari agen penyebab O : klien tidak merokok S : Klien mengatakan badan tidak panas tapi kadang-kadang demam O : S : 370 C

2.

1. Mengukur suhu 2. Menganjurkan klien latihan nafas dalam, batuk efektif 3. Menganjurkan klien untuk banyak istirahat 4. Menganjurkan klien untuk melakukan aktivitas yang dapat dikerjakan klien 5. Menganjurkan klien untuk mem buang tisue dan menganjurkan untuk mencuci tangan, jika akan melakukan

S : Klien bersedia diajarkan batuk efektif O : Klien mencoba batuk efektif dan nafas dalam S : Klien bersedia untuk istirahat O : Klien tidak banyak melakukan

sesuatu (mis : makan)

aktivitas

6. anjurkan untuk mempertahankan nutrisi S : Klien bersedia melakukan aktivitas adekuat O: S : Klien bersedia melakukan anjuran yaitu mencuci tangan jika akan makan O: S : klien bersedia untuk makan O:

EVALUASI No. 1. SOAP S : - Klien mengatakan sering pusing, kadang sesak - Klien mengatakan sputum yang dihasilkan sedikit O : S : 37C - Klien tidak merokok N : 86 x/menit - Sputum sedikit Rr : 22 x/menit TD : 150/180 mmHg A : Masalah resiko asma kambuh belum teratasi P : Lanjutkan rencana tindakan - Anjurkan klien untuk mengeluarkan sputum jika sputum yang dihasilkan banyak - Anjurkan klien untuk menghindari agen penyebab misal debu dll. S : - Klien mengatakan badan tidak panas, tapi kadang-kadang lemas - Klien bersedia diajarkan batuk efektif dan klien mau istirahat - Klien tidak terkena flu, tapi rentan O : - S : 37C - Klien tidak banyak melakukan istirahat - Klien membuang tisu pada tempatnya dan klien mencuci tangan jika akan makan

2.

A : Masalah resiko tinggi terhadap infeksi belum teratasi P : Lanjutkan rencana tindakan - Anjurkan klien untuk memantau suhu (misal jika panas) - Anjurkan untuk banyak minum S : - Klien mengerti tantang asma dan tanda, gejalanya - Klien tahu cara mencegah asma agar tidak kambuh O : - Klien bisa menyebutkan pengertian asma dan tanda, gejala - Klien dapat menyebutkan salah satu cara pencegahan asma A : Masalah kurang pengetahuan tentang asma teratasi P : Rencana tindakan selesai

3.

Mar 31

MAKALAH ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. R DENGAN MASALAH GANGGUAN O2 DAN CO2 (kelompok 5)
LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA Ny. R DENGAN MASALAH GANGGUAN O2 DAN CO2

KELOMPOK 5: ADITYA TAGAF DESI NOVIANTY

RYAN NOOR PRATAMA SUMIANTI WANTO ANDREANTO

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTA WARINGIN TIMUR JL. BATU BERLIAN NO.II TELP. (0531) 22960 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat taufik dan hidayah-Nya, makalah ini dapat diselesaikan. Makalah ini merupakan makalah pengetahuan bagi mahasiswa/i akper pemkab kotim maupun para pembaca untuk bidang Ilmu Pengetahuan. Makalah ini sendiri dibuat guna memenuhi salah satu tugas kuliah dari dosen mata kuliah Keperawatan Anak I dengan judul ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY.R DENGAN MASALAH GANGGUAN O2 DAN CO2. Dalam penulisan makalah ini penulis berusaha menyajikan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh para pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karenanya, penulis menerima kritik dan saran yang positif dan membangun dari rekanrekan pembaca untuk penyempurnaan makalah ini. Penulis juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua. Amin.

Sampit,

Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 BAB II iii PENDAHULUAN LATAR BELAKANG TUJUAN PENULISAN RUMUSAN MASALAH METODE PENULISAN SISTEMATIKA PENULISAN PEMBAHASAN 1 1 2 2 2 i ii

2.1 LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY R DENGAN GANGGUAN O2 DAN CO2 A. B. C. D.

Pengertian oksigenasi Tujuan pemberian oksigenasi Anatomi fisiologi sistem pernafasan Factor yang mempengaruhi sistem pernafasan

E. PENATALAKSANAAN F. MASALAH KEPERAWATAN G. DIAGNOSA KEPERAWATAN H. RENCANA KEPERAWATAN DAFTAR KEPUSTAKAAN 2.2 LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA NY DENGAN GANGGUAN o2 dan co2 PENGKAJIAN ANALISA DATA BAB 3.2 SARAN III 15 18 19 PENUTUP 22 22

RENCANA KEPERAWATAN 3.1 KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

O2 dan CO2 merupakan bagian dari kehidupan manusia, sehingga kualitas oksigenasi ikut menentukan kualitas hidup. Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. memberikan pengobatan sesuai penyebab dan untuk memperbaiki fungsi oksigenasi seperti dijelaskan dalam makalah ini. B. Tujuan Tujuan Instruksional Umum Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan pemenuhan kebutuhan oksigenasi. Tujuan Instruksional Khusus Setelah menyelesaikan bab ini, peserta didik akan mampu untuk : 1. Menjelaskan pengertian oksigenasi 2. Menjelaskan tujuan pemberian oksigen 3. Menguraikan stuktur anatomi sistem pernapasan serta fungsinya 4. Menguraikan fisiologi sistem pernapasan ( ventilasi, difusi dan transportasi ) 5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pernapasan 6. Menjelaskan masalah-masalah yang timbul dalam pemenuhan kebutuhan oksigen 7. Mengidentifikasi tindakan keperawatan untuk mempertahankan dan memenuhi kebutuhan pertukaran O2 dan CO2 : a. Pengaturan posisi b. Latihan nafas dalam c. Batuk efektif d. Hidrasi e. Inhalasi f. Pemberian O2 g. Fisioterapi dada (vibrasi dan perkusi) h. Postural drainage i. Massage punggung j. Pengumpulan dahak 8. Menjelaskan pengkajian fungsi pernapasan

9. Menjelaskan kemungkinan diagnosa keperawatan yang timbul 10. Menjelaskan perencanaan, tujuan yang akan dicapai secara umum 11. Menjelaskan intervensi keperawatan serta evaluasi

C.

Manfaat Merupakan sumber tambahan informasi dan pengetahuan tentang permasalahan oksigenasi pada masa usia lanjut sebagai acuan dalam memberikan pelayanan keperawatan pada saat praktik lapangan.

1. Bagi mahasiswa

2. Bagi institusi dan civitas akademika Mengukur pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam menyusun suatu makalah dengan mengambil dari berbagai sumber literature serta dijadikan sebagai sumber bacaan tambahan di perpustakaan D. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian oksigenasi? 2. Apa tujuan pemberian oksigenasi? 3. Apa saja anatomi sistem pernafasan? 4. Apa fisiologi sistem pernafasan ? 5. Apa saja factor factor yang mempengaruhi pernafasan? E. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan studi melalui pendekatan proses keperawatan dengan langkah-langkah pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tehnik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan studi kepustakaan yaitu mempelajari Dokumentasi Keperawatan serta sumber-sumber lainnya yang berhubungan dengan judul makalah dan masalah yang dibahas F. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan makalah ini yaitu Kata Pengantar, Daftar Isi, Bab I Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan, dan Sistematika Penulisan. Bab II Pembahasan. Bab III Penutup yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran. Daftar Pustaka.

BAB II PEMBAHASAN

I.

PENGERTIAN OKSIGENASI Oksigenasi adalah memberikan aliran gas oksigen (O2) lebih dari 21 % pada tekanan 1 atmosfir sehingga konsentrasi oksigen meningkat dalam tubuh. TUJUAN PEMBERIAN OKSIGENASI 1. Untuk mempertahankan oksigen yang adekuat pada jaringan 2. Untuk menurunkan kerja paru-paru 3. Untuk menurunkan kerja jantung ANATOMI SISTEM PERNAPASAN A. Saluran Nafas Atas 1. Hidung Terdiri atas bagian eksternal dan internal Bagian eksternal menonjol dari wajah dan disangga oleh tulang hidung dan kartilago Bagian internal hidung adalah rongga berlorong yang dipisahkan menjadi rongga hidung kanan dan kiri oleh pembagi vertikal yang sempit, yang disebut septum Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang sangat banyak mengandung vaskular yang disebut mukosa hidung Permukaan mukosa hidung dilapisi oleh sel-sel goblet yang mensekresi lendir secara terus menerus dan bergerak ke belakang ke nasofaring oleh gerakan silia Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dari paru-paru Hidung juga berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru Hidung juga bertanggung jawab terhadap olfaktori (penghidu) karena reseptor olfaktori terletak dalam mukosa hidung, dan fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia 2. Faring Faring atau tenggorok merupakan struktur seperti tuba yang menghubungkan hidung dan rongga mulut ke laring

II.

III.

Faring dibagi menjadi tiga region : nasal (nasofaring), oral (orofaring), dan laring (laringofaring) Fungsi faring adalah untuk menyediakan saluran pada traktus respiratorius dan digestif 3. Laring Laring atau organ suara merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas : - Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan - Glotis : ostium antara pita suara dalam laring - Kartilago tiroid : kartilago terbesar pada trakea, sebagian dari kartilago ini membentuk jakun (Adams apple) - Kartilago krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring (terletak di bawah kartilago tiroid) - Kartilago aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago tiroid - Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara (pita suara melekat pada lumen laring) Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi Laring juga berfungsi melindungi jalan nafas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batu 4. Trakea Disebut juga batang tenggorok Ujung trakea bercabang menjadi dua bronkus yang disebut karina B. Saluran Nafas Bawah 1. Bronkus Terbagi menjadi bronkus kanan dan kiri Disebut bronkus lobaris kanan (3 lobus) dan bronkus lobaris kiri (2 bronkus) Bronkus lobaris kanan terbagi menjadi 10 bronkus segmental dan bronkus lobaris kiri menjadi 9 bronkus segmental Bronkus segmentalis ini kemudian terbagi lagi menjadi bronkus subsegmental yang dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki : arteri, limfatik dan saraf

terbagi

2. Bronkiolus Bronkus segmental bercabang-cabang menjadi bronkiolus Bronkiolus mengadung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir yang membentuk selimut tidak terputus untuk melapisi bagian dalam jalan napas 3. Bronkiolus Terminalis Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis (yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia) 4. Bronkiolus respiratori Bronkiolus terminalis kemudian menjadi bronkiolus respiratori Bronkiolus respiratori dianggap sebagai saluran transisional antara jalan napas konduksi dan jalan udara pertukaran gas

5. Duktus alveolar dan Sakus alveolar Bronkiolus respiratori kemudian mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar Dan kemudian menjadi alveoli 6. Alveoli Merupakan tempat pertukaran O2 dan CO2 Terdapat sekitar 300 juta yang jika bersatu membentuk satu lembar akan seluas 70 m2 Terdiri atas 3 tipe : - Sel-sel alveolar tipe I : adalah sel epitel yang membentuk dinding alveoli - Sel-sel alveolar tipe II : adalah sel yang aktif secara metabolik dan mensekresi surfaktan (suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps) - Sel-sel alveolar tipe III : adalah makrofag yang merupakan sel-sel fagotosis dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan PARU Merupakan organ yang elastis berbentuk kerucut Terletak dalam rongga dada atau toraks Kedua paru dipisahkan oleh mediastinum sentral yang berisi jantung dan beberapa pembuluh darah besar Setiap paru mempunyai apeks dan basis Paru kanan lebih besar dan terbagi menjadi 3 lobus oleh fisura interlobaris Paru kiri lebih kecil dan terbagi menjadi 2 lobus Lobos-lobus tersebut terbagi lagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan segmen bronkusnya PLEURA Merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis Terbagi mejadi 2 : - Pleura parietalis yaitu yang melapisi rongga dada - Pleura viseralis yaitu yang menyelubingi setiap paru-paru Diantara pleura terdapat rongga pleura yang berisi cairan tipis pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan itu bergerak selama pernapasan, juga untuk mencegah pemisahan toraks dengan paru-paru Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfir, hal ini untuk mencegah kolap paru-paru IV. FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Bernafas / pernafasan merupkan proses pertukaran udara diantara individu dan lingkungannya dimana O2 yang dihirup (inspirasi) dan CO2 yang dibuang (ekspirasi). Proses bernafas terdiri dari 3 bagian, yaitu : 1. Ventilasi yaitu masuk dan keluarnya udara atmosfir dari alveolus ke paru-paru atau sebaliknya.Proses keluar masuknya udara paru-paru tergantung pada perbedaan tekanan antara udara atmosfir dengan alveoli. Pada inspirasi, dada ,mengembang, diafragma turun dan volume paru bertambah. Sedangkan ekspirasi merupakan gerakan pasif. Faktor-faktor yang mempengaruhi ventilasi :

a. Tekanan udara atmosfir b. Jalan nafas yang bersih c. Pengembangan paru yang adekuat 2. Difusi yaitu pertukaran gas-gas (oksigen dan karbondioksida) antara alveolus dan kapiler paruparu.Proses keluar masuknya udara yaitu dari darah yang bertekanan/konsentrasi lebih besar ke darah dengan tekanan/konsentrasi yang lebih rendah. Karena dinding alveoli sangat tipis dan dikelilingi oleh jaringan pembuluh darah kapiler yang sangat rapat, membran ini kadang disebut membran respirasi. Perbedaan tekanan pada gas-gas yang terdapat pada masing-masing sisi membran respirasi sangat mempengaruhi proses difusi. Secara normal gradien tekanan oksigen antara alveoli dan darah yang memasuki kapiler pulmonal sekitar 40 mmHg. Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi : a. Luas permukaan paru b. Tebal membran respirasi c. Jumlah darah d. Keadaan/jumlah kapiler darah e. Afinitas f. Waktu adanya udara di alveoli 3. Transpor yaitu pengangkutan oksigen melalui darah ke sel-sel jaringan tubuh dan sebaliknya karbondioksida dari jaringan tubuh ke kapiler. Oksigen perlu ditransportasikan dari paru-paru ke jaringan dan karbondioksida harus ditransportasikan dari jaringan kembali ke paru-paru. Secara normal 97 % oksigen akan berikatan dengan hemoglobin di dalam sel darah merah dan dibawa ke jaringan sebagai oksihemoglobin. Sisanya 3 % ditransportasikan ke dalam cairan plasma dan sel-sel. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transportasi : a. Curah jantung (cardiac Output / CO) b. Jumlah sel darah merah c. Hematokrit darah d. Latihan (exercise) V. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAPASAN Faktor-faktor yang mempengaruhi oksigenasi adalah : 1. Tahap Perkembangan Saat lahir terjadi perubahan respirasi yang besar yaitu paru-paru yang sebelumnya berisi cairan menjadi berisi udara. Bayi memiliki dada yang kecil dan jalan nafas yang pendek. Bentuk dada bulat pada waktu bayi dan masa kanak-kanak, diameter dari depan ke belakang berkurang dengan proporsi terhadap diameter transversal. Pada orang dewasa thorak diasumsikan berbentuk oval. Pada lanjut usia juga terjadi perubahan pada bentuk thorak dan pola napas. 2. Lingkungan Ketinggian, panas, dingin dan polusi mempengaruhi oksigenasi. Makin tinggi daratan, makin rendah PaO2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat dihirup individu. Sebagai akibatnya individu pada daerah ketinggian memiliki laju pernapasan dan jantung yang meningkat, juga kedalaman pernapasan yang meningkat. Sebagai respon terhadap panas, pembuluh darah perifer akan berdilatasi, sehingga darah akan mengalir ke kulit. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan

mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer, akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen. 3. Gaya Hidup Aktifitas dan latihan fisik meningkatkan laju dan kedalaman pernapasan dan denyut jantung, demikian juga suplay oksigen dalam tubuh. Merokok dan pekerjaan tertentu pada tempat yang berdebu dapat menjadi predisposisi penyakit paru. 4. Status Kesehatan Pada orang yang sehat sistem kardiovaskuler dan pernapasan dapat menyediakan oksigen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Akan tetapi penyakit pada sistem kardiovaskuler kadang berakibat pada terganggunya pengiriman oksigen ke sel-sel tubuh. Selain itu penyakitpenyakit pada sistem pernapasan dapat mempunyai efek sebaliknya terhadap oksigen darah. Salah satu contoh kondisi kardiovaskuler yang mempengaruhi oksigen adalah anemia, karena hemoglobin berfungsi membawa oksigen dan karbondioksida maka anemia dapat mempengaruhi transportasi gas-gas tersebut ke dan dari sel. 5. Narkotika Narkotika seperti morfin dan dapat menurunkan laju dan kedalam pernapasan ketika depresi pusat pernapasan dimedula. Oleh karena itu bila memberikan obat-obat narkotik analgetik, perawat harus memantau laju dan kedalaman pernapasan. 6. Perubahan/gangguan pada fungsi pernapasan Fungsi pernapasan dapat terganggu oleh kondisi-kondisi yang dapat mempengarhi pernapasan yaitu : a. Pergerakan udara ke dalam atau keluar paru b. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveoli dan kapiler paru c. Transpor oksigen dan transpor dioksida melalui darah ke dan dari sel jaringan. Gangguan pada respirasi yaitu hipoksia, perubahan pola napas dan obstruksi sebagian jalan napas. Hipoksia yaitu suatu kondisi ketika ketidakcukupan oksigen di dalam tubuh yang diinspirasi sampai jaringan. Hal ini dapat berhubungan dengan ventilasi, difusi gas atau transpor gas oleh darah yang dapat disebabkan oleh kondisi yang dapat merubah satu atau lebih bagian-bagian dari proses respirasi. Penyebab lain hipoksia adalah hipoventilasi alveolar yang tidak adekuat sehubungan dengan menurunnya tidal volume, sehingga karbondioksida kadang berakumulasi didalam darah. Sianosis dapat ditandai dengan warna kebiruan pada kulit, dasar kuku dan membran mukosa yang disebabkan oleh kekurangan kadar oksigen dalam hemoglobin. Oksigenasi yang adekuat sangat penting untuk fungsi serebral. Korteks serebral dapat mentoleransi hipoksia hanya selama 3 5 menit sebelum terjadi kerusakan permanen. Wajah orang hipoksia akut biasanya terlihat cemas, lelah dan pucat. 7. Perubahan pola nafas Pernapasan yang normal dilakukan tanpa usaha dan pernapasan ini sama jaraknya dan sedikit perbedaan kedalamannya. Bernapas yang sulit disebut dyspnoe (sesak). Kadang-kadang terdapat napas cuping hidung karena usaha inspirasi yang meningkat, denyut jantung meningkat. Orthopneo yaitu ketidakmampuan untuk bernapas kecuali pada posisi duduk dan berdiri seperti pada penderita asma.

8. Obstruksi jalan napas Obstruksi jalan napas lengkap atau sebagaian dapat terjadi di sepanjang saluran pernapasan di sebelah atas atau bawah. Obstruksi jalan napas bagian atas meliputi : hidung, pharing, laring atau trakhea, dapat terjadi karena adanya benda asing seperti makanan, karena lidah yang jatuh kebelakang (otrhopharing) bila individu tidak sadar atau bila sekresi menumpuk disaluran napas. Obstruksi jalan napas di bagian bawah melibatkan oklusi sebagian atau lengkap dari saluran napas ke bronkhus dan paru-paru. Mempertahankan jalan napas yang terbuka merupakan intervensi keperawatan yang kadang-kadang membutuhkan tindakan yang tepat. Onbstruksi sebagian jalan napas ditandai dengan adanya suara mengorok selama inhalasi (inspirasi). VI. PENGKAJIAN KEPERAWATAN Secara umum pengkajian dimulai dengan mengumpulkan data tentang : 1. Biodata pasien (umur, sex, pekerjaan, pendidikan) Umur pasien bisa menunjukkan tahap perkembangan pasien baik secara fisik maupun psikologis, jenis kelamin dan pekerjaan perlu dikaji untuk mengetahui hubungan dan pengaruhnya terhadap terjadinya masalah/penyakit, dan tingkat pendidikan dapat berpengaruh terhadap pengetahuan klien tentang masalahnya/penyakitnya. 2. Keluhan utama dan riwayat keluhan utama (PQRST) Keluhan utama adalah keluhan yang paling dirasakan mengganggu oleh klien pada saat perawat mengkaji, dan pengkajian tentang riwayat keluhan utama seharusnya mengandung unsur PQRST (Paliatif/Provokatif, Quality, Regio, Skala, dan Time) 3. Riwayat perkembangan a. Neonatus : 30 60 x/mnt b. Bayi : 44 x/mnt c. Anak : 20 25 x/mnt d. Dewasa : 15 20 x/mnt e. Dewasa tua : volume residu meningkat, kapasitas vital menurun Bersihan jalan napas tidak efektif Yaitu tertumpuknya sekresi atau adanya obstruksi pada saluran napas. Tanda-tandanya : Bunyi napas yang abnormal Batuk produktif atau non produktif Cianosis Dispnea Perubahan kecepatan dan kedalaman pernapasan Kemungkinan faktor penyebab : Sekresi yang kental atau benda asing yang menyebabkan obstruksi Kecelakaan atau trauma (trakheostomi) Nyeri abdomen atau nyeri dada yang mengurangi pergerakan dada Obat-obat yang menekan refleks batuk dan pusat pernapasan Hilangnya kesadaran akibat anasthesi Hidrasi yang tidak adekuat, pembentukan sekresi yang kental dan sulit untuk di expektoran Immobilisasi Penyakit paru menahun yang memudahkan penumpukan sekresi

2. Pola napas tidak efektif Yaitu respon pasien terhadap respirasi dengan jumlah suplay O2 kejaringan tidak adekuat Tanda-tandanya : Dispnea Peningkatan kecepatan pernapasan Napas dangkal atau lambat Retraksi dada Pembesaran jari (clubbing finger) Pernapasan melalui mulut Penambahan diameter antero-posterior Cianosis, flail chest, ortopnea Vomitus Ekspansi paru tidak simetris Kemungkinan faktor penyebab : Tidak adekuatnya pengembangan paru akibat immobilisasi, obesitas, nyeri Gangguan neuromuskuler seperti : tetraplegia, trauma kepala, keracunan obat anasthesi Gangguan muskuloskeletal seperti : fraktur dada, trauma yang menyebabkan kolaps paru CPPO seperti : empisema, obstruksi bronchial, distensi alveoli Hipoventilasi akibat kecemasan yang tinggi Obstruksi jalan napas seperti : infeksi akut atau alergi yang menyebabkan spasme bronchial atau oedema Penimbunan CO2 akibat penyakit paru 3. Gangguan pertukaran gas Yaitu perubahan asam basa darah sehingga terjadi asidosis respiratori dan alkalosis respiratori. 4. Penurunan kardiak output Tanda-tandanya : Kardiak aritmia Tekanan darah bervariasi Takikhardia atau bradikhardia Cianosis atau pucat Kelemahan, vatigue Distensi vena jugularis Output urine berkurang Oedema Masalah pernapasan (ortopnea, dispnea, napas pendek, rales dan batuk) Kemungkinan penyebab : Disfungsi kardiak output akibat penyakit arteri koroner, penyakit jantung Berkurangnya volume darah akibat perdarahan, dehidrasi, reaksi alergi dan reaksi kegagalan jantung Cardiak arrest akibat gangguan elektrolit Ketidakseimbangan elektrolit seperti kelebihan potassiom dalam darah

PENGKAJIAN a. Awitan distres pernafasan tiba-tiba - Perpanjangan ekspirasi mengi - Penggunaan otot-otot aksesori - Perpendekan periode inpirasi - Sesak nafas - Restraksi interkostral dan esternal - Krekels b. Bunyi nafas : mengi, menurun, tidak terdengar c. Duduk dengan posisi tegak : bersandar kedepan d. Diaforesis e. Distensi vera leher f. Sianosis : area sirkumoral, dasar kuku g. Batuk keras, kering : batuk produktif sulit h. Perubahan tingkat kesadaran i. Hipokria j. Hipotensi k. Pulsus paradoksus > 10 mm l. Dehidrasi m. Peningkatan anseitas : takut menderita, takut mati 7. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN TIMBUL Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d bronkospasme : peningkatan produksi sekret, sekresi tertahan, tebal, sekresi kental : penurunan energi/kelemahan Kerusakan pertukaran gas b.d gangguan suplai oksigen, kerusakan alveoli Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan masukan oral Kurang pengetahuan b.d kurang informasi/tidak mengenal sumber informasi 8. INTERVENSI KEPERAWATAN DP : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas Tujuan : Bersihan jalan nafas efektif KH : - Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih/jelas - Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki bersihan jalan nafas mis : batuk efektif dan mengeluarkan sekret Intervensi Auskultasi bunyi nafas, catat adanya bunyi nafas, mis; mengi, krekels, ronki Kaji/pantau frekuensi pernafasan Catat adanya/derajat diespnea mis : gelisah, ansietas, distres pernafasan, penggunaan otot bantu Kaji pasien untuk posisi yang nyaman mis : peninggian kepala tempat tidur, duduk pada sandaran tempat tidur Pertahankan polusi lingkungan minimum

Dorong/bantu latihan nafas abdomen/bibir Observasi karakteristik batuk mis : menetap, batuk pendek, basah Tingkatkan masukan cairan sampai 3000 ml/hr ss toleransi jantung dan memberikan air hangat, anjurkan masukkan cairan sebagai ganti makanan Berikan obat sesuai indikasi Awasi/buat grafik seri GDA, nadi oksimetri, foto dada DP : Kerusakan pertukaran gas Tujuan : Pertukaran gas efektie dan adekuat KH : -Menunjukkan perbaikan vertilasi dan oksigen jaringan adekuat dalam rentang normal dan bebas gejala distres pernafasan -Berpartisipasi dalam program pengobatan dalam tingkat kemampuan /situasi Intervensi Kaji frekuensi, kedalaman pernafasan, catat penggunaan otot aksesori, nafas bibir, ketidak mampuan bicara/berbincang Tingguikan kepala tempat tidur, pasien untuk memilih posisi yang mudah untuk bernafas, dorong nafas dalam perlahan / nafas bibir sesuai kebutuhan / toleransi individu. Dorong mengeluarkan sputum : penguapan bila diindikasikan. Auskultasi bunyi nafas, catat area penurunan aliran udara dan / bunyi tambahan. Awasi tingkat kesadaran / status mental, selidiki adanya perubahan. Evaluasi tingkat toleransi aktivitas. Awasi tanda vital dan irama jantung. Awasi / gambarkan seri GDA dan nadi oksimetri. Berikan oksigen yang ssi idikasi hasil GDA dan toleransi pasien.

C. DP : Perubahan nutrisi kurang dari tubuh Tujuan : Kebutuhan nutrisi terpenuhi Kh : - Menunjukan peningkatan BB - Menunjukan perilaku / perubahan pada hidup untuk meningkatkan dan / mempertahanka berat yang tepat. Intervensi : Kaji kebiasaan diet, masukan makanan, catat derajat kesulitan makan, evaluasi BB. Avskultasi bunyi usus. Berikan perawatan oral sering, buang sekret. Dorong periode istirahat, 1jam sebelum dan sesudah makan berikan makan porsi kecil tapi sering. Hindari makanan penghasil gas dan minuman karbonat. Hindari maknan yang sangat panas / dingin. Timbang BB sesuai induikasi. Kaji pemeriksaan laboratorium, ex : alb.serum.

D. DP : Kurang pengetahuan Tujuan : Pengetahuan miningkat KH : - Menyatakan pemahaman kondisi / proses penyakit dan tindakan. - Mengidentifikasi hubungan tanda / gejala yang ada dari proses penyakit dan menghubung dengan faktor penyebab. - Melakukan perubahan pola hidup dan berparisipasi dalam program pengobatan. Intervensi: Jelaskan proses penyakit individu dan keluarga Instrusikan untuk latihan nafas dan batuk efektif. Diskusikan tentang obat yang digunakan, efek samping, dan reaksi yang tidak diinginkan Beritahu tehnik pengguanaan inhaler ct : cara memegang, interval semprotan, cara membersihkan. Tekankan pentingnya perawatan oral/kebersihan gigi Beritahu efek bahaya merokok dan nasehat untuk berhenti merokok pada klien atau orang terdekat Berikan informasi tentang pembatasan aktivitas.

DAFTAR PUSTAKA Arif Mansyoer(1999). Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Media Acsulapius. FKUI. Jakarta. Heru Sundaru(2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. BalaiPenerbit FKUI. Jakarta. Hudack&gallo(1997). Keperawatan Kritis Edisi VI Vol I. Jakarta. EGC. Doenges, EM(2000). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta. EGC. Tucker, SM(1998). Standar Perawatan Pasien. Jakarta. EGC.

Anda mungkin juga menyukai