Anda di halaman 1dari 4

Di susun oleh:

1. 2. 3. 4. 5. Dwi febri jazuli Indra pratama Sahrul anwar Fendi setiya p. Jefri aprilianto

Kelas : X TKR E

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pekarangan adalah tanah di sekitar perumahan, kebanyakan berpagar keliling, dan biasanya ditanami padat dengan beraneka macam tanaman semusim maupun tanaman tahunan untuk keperluan sendiri sehari-hari dan untuk diperdangkan. Pekarangan kebanyakan saling berdekaan, dan besama-sama membentuk kampung, dukuh, atau desa. Soemarwoto (1975) yang melihatnya sebagai suatu ekosistem, berhasil memberikan definisi yang lebih lengkap dengan mengatakan bahwa: Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasannya, ditanami dengan satu atau berbagai jenis tanaman dan masih mempunyai hubungan pemilikan atau fungsional dengan rumah yang bersangkutan. Hubungan fungsional yang dimaksudkan di sini adalah meliputi hubungan sosial budaya, hubungan ekonomi, serta hubungan biofisika. Oleh karena itu, kita harus mempelajari tentang ekosistem pekarangan karena hal tersebut penting bagi kehidupan kita sehingga keseimbangan ekosistem yang ada tetap terjaga dan tidak musnah (Danoesastro, 1978). Menurut Sutopo, (1988) Secara umum di masyarakat sering disebut istilah lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah suatu sistem komplek yang berada di luar individu yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organisme. Lingkungan hidup itu terdiri dari dua komponen yaitu komponen abiotik dan biotik : a. Komponen abiotik, yaitu terdiri dari benda-benda mati seperti air, tanah, udara, cahaya matahari, batu, iklim, hujan, suhu, kelembaban, dan angin. b. Komponen biotik, yaitu terdiri dari mahkluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia. Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem kehidupan yang disebut ekosistem. Suatu ekosistem akan menjamin keberlangsungan kehidupan apabila lingkungan itu dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kebutuhan organisme. Komponen abiotik adalah komponen-komponen yang tidak hidup atau benda mati. Komponen abiotik dapat kita temui dimana saja. Komponen abiotik sama seperti komponen biotik, dimana juga berfungsi bagi kehidupan manusia. Sedangkan faktor biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora, karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme). 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini antara lain yaitu : 1. Untuk mengkaji komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem pekarangan. 2. Untuk mengetahui interaksi antar komponen-komponen penyusun ekosistem pekarangan. 3. Untuk mengetahui rantai makanan atau jaring-jaring makanan pada ekosistem pekarangan.

PENUTUP
Dari praktikum komponen biotic dan abiotik pekarangan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat 9 komponen biotic tumbuhan dan 13 komponen biotic hewan serta 6 komponen abiotik ekosistem. Setelah melakukan pengamatan pada ekosistem pekarangan, dapat di simpulkan bahwa terdapat keanekaragaman yang cukup tinggi, yaitu terdapat sekitar 28 hewan dan tumbuhan yang hidup pada pekarangan tersebut, walaupun luas pekarangan tidak terlau luas yaitu 2m x 10m. Komponen komponen yang mempengaruhi ekosistem di pekarangan di antaranya yaitu, intensitas cahaya, temperature, suhu dan kelembaban, pH tanah, dll

GEJALA ALAM BIOTIK Gejala alam adalah segala peristiwa yang terjadi dialam. Gejala alam dapat membawa pengaruh baik maupun buruk bagi manusia dan lingkungannya. Manusia tidak dapat mengubahnya, namun dapat melakukan tindakan antisipasi bagi pengaruh buruk yang akan timbul. Gejala alam biotik objek yang diamati berupa makhluk hidup. 1.1. Metode Ilmiah Metode ilmiah/proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Metode ilmiah merupakan langkah pemecahan masalah yaitu 1. Merumuskan masalah yang akan dipecahkan. Misalnya bagaimana perbedaan kecepatan pertumbuhan tumbuhan, jika diberi perlakuan berbeda? 2. Menentukan variabel percobaan, yaitu variabel bebas berupa faktor-faktor yang akan diteliti pengaruhnya. Variabel bebas merupakan variabel yang dimanipulasi(diubah-ubah). Variabel bebas adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang menjadi objek percobaan, misalnya : air, suhu, zat hara. Variabel tidak bebas adalah variabel yang menjadi akibat (variabel terikat). Contohnya adalah pertambahan tinggi/kecepatan pertumbuhan. Faktor-faktor prtumbuhan yang tidak digunakan sebagai variabel bebas perlu dikontrol, agar tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap objrk. Agar memperoleh data yang representatif, objek yang digunakan tidak boleh satu, tetapi harus dilakukan pengulangan minimal 3 kali. 1. Menentukan dan menyiapkan alat dan bahan percobaan yang diperlukan. 2. Menentukan langkah-langkah kerja yang harus dilakukan sebagai pedoman pelaksanaan percobaan, agar percobaan dapat dilaksanakan dengan lebih sistematik. 3. Melaksanakan percobaan untuk mmperoleh data mengenai objek yang diteliti. Data yang diperoleh dicatat dalam tabel pencatat data, sehingga data dapat dianalisis. 4. Menganalisis data untuk mengambil kesimpulan.